RINDU BELANDA

Document Sample
RINDU BELANDA Powered By Docstoc
					RINDU BELANDA
Oleh: Jum’an Enak benar jaman Belanda dulu. Kita disunahkan untuk tidur siang. Saya tidak yakin bahwa itu merupakan akal mereka agar kita malas dan tidak produktip, karena nyatanya tidur siang memang sudah menjadi kebiasaan berbagai bangsa seperti China, India, Vietnam, Yunani, Bosnia, Italia dan Spanyol. Menurut seorang tua dari Cipaganti Bandung, dulu tukang patri dilarang keliling siang-siang disana, karena suara kecrek-kecreknya mengganggu Belanda tidur. Tidur siang adalah panacea (serba obat, sirna-mala) terutama untuk kita dinegeri yang beriklim tropis . Petani berangkat kesawah jam tujuh pulang jam sebelas siang. Mandi, solat lohor, makan, istirahat tidur sampai jam tiga. Bangun segar, solat asar berangkat lagi atau bersih-bersih pekarangan sampai dekat magrib. Pedagang membuka toko pagi-pagi, jam duabelas siang tutup sampai setengah empat, lalu buka lagi sampai jam sembilan. Siklus ini memberikan kesegaran jasmani untuk bekerja kecerahan hati dan fikiran untuk beribadah. Petani, pedagang, buruh, pegawai negri dan, mahasiswa semua memerlukan tidur siang. Dua jam saja, mengentengkan kepala menjauhkan segala mala. Harian Washington Post 13-2-2007, memuat hasil penelitian yang melibatkan 23,000 orang dewasa di Yunani yang membuktikan bahwa mereka yang mempunyai kebiasaan tidur siang jauh lebih kecil kemungkinannya mati karena serangan jantung. ”Tidur siang ternyata dapat menjadi senjata ampuh untuk melawan serangan jantung” – kata Dimitrios Trichopoulos yang memimpin penelitian akbar tersebut. Apa yang kita alami sekarang? Tidur siang haram karena dianggap simbol kemalasan, tidak produktip dan tidak global. Akibatnya solat subuh ngantuk, solat lohor dan asar sambilan, solat maghrib dan isya dalam kelelahan. Apalagi taraweh. 23 roka’at? No way man !! Kita kehilangan prime time untuk beribadah dengan segar, cerah serta khusyu’. Dengan tidur siang asar kita mantap, magrib dan isya tuma’ninah dan subuh kita cling. Belanda sudah mengatur kok.... Ini nasehat penting dari Dimitrios: Kalau ada kesempatan tidur iang, ambil. Kalau anda terbiasa tidur siang, jangan hentikan. Modernisasi dan globalisasi telah merampas tidur siang dunia. Orang mungkin perlu berpikir ulang sebelum meneruskan ” the continuous, stopless activity that's happening with globalization.". Begitu kata Wahington Post. Pokoknya tidur siang, tidur siang. Belanda sudah ngatur kok.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:25
posted:9/8/2009
language:Malay
pages:1
Description: TENTANG KEBIASAAN TIDUR SIANG YANG TERNYATA SEHAT