Embed
Email

Peran dan Fungsi Pemda dan DPRD dalam Penyusunan APBD berbasis Kinerja

Document Sample
Peran dan Fungsi Pemda dan DPRD dalam Penyusunan APBD berbasis Kinerja
Description

Capacity Building Pemda dan DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Pendopo-Kandangan, 28 Desember 2011

Shared by: Dadang Solihin
Categories
Tags
Stats
views:
131
posted:
12/28/2011
language:
pages:
52
www.dadang-solihin.blogspot.com 2

Materi

• Reformasi Perencanaan dan

Penganggaran Pembangunan

Daerah

• Penajaman Visi-Misi: Perumusan

Positioning Differentiation Brand

(PDB)

• Tujuan dan Permasalahan

Pembangunan Daerah

• Perencanaan Penganggaran

g gg









dadang-solihin.blogspot.com 3

dadang-solihin.blogspot.com 4

Status Hukum Dokumen Perencanaan

NASIONAL DAERAH

Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan

Rencana Pembangunan UU Rencana Pembangunan Perda

Jangka Panjang Nasional ( 13 Ayat 1)

(Ps. y ) Jangka Panjang Daerah (Ps. y )

( 13 Ayat 2)

(RPJP-Nasional) (RPJP-Daerah)

Rencana Pembangunan Per Pres Rencana Pembangunan Peraturan KDH

Jangka Menengah N i l

J k M h Nasional (Ps. 19 Ayat 1) J k M

Jangka Menengah D

h Daerah

h (Ps. 19 Ayat 3)

(RPJM-Nasional) (RPJM-Daerah)

Renstra Kementerian / Peraturan Renstra Satuan Kerja Peraturan

Lembaga (Renstra KL) Pimpinan KL Perangkat Daerah Pimpinan SKPD

(Ps. 19 Ayat 2) (Renstra SKPD) (Ps. 19 Ayat 4)

Rencana Kerja Pemerintah Per Pres Rencana Kerja Pemerintah Peraturan KDH

(RKP) (Ps. 26 Ayat 1) Daerah (RKPD) (Ps. 26 Ayat 2)

Rencana Kerja Peraturan Rencana Kerja Satuan Peraturan

Kementerian / Lembaga Pimpinan KL Kerja Perangkat Daerah Pimpinan SKPD

(Renja KL)

( j ) (Ps 21 Ayat 1)

(Ps. (

(Renja SKPD)

j ) Ps

( Ps. 21 Ayat 3)

dadang-solihin.blogspot.com 5

Proses Perencanaan

Pendekatan Politik:

Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana

pembangunan hasil proses politik (public choice theory of

planning) khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam

planning),

RPJM/D.

Proses Teknokratik:

Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh

lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas

itu

untuk itu.



Partisipatif:

stakeholders,

Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders antara

lain melalui Musrenbang.



Proses top-down dan bottom-up:

Dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan.



dadang-solihin.blogspot.com 6

Perencanaan:

Persyaratan Dokumen Perencanaan:

SMART

 SPECIFIC-jelas, tidak mengundang multi interpretasi

 MEASUREABLE-dapat diukur (“What gets measured

g g )

gets managed”)

 ACHIEVABLE-dapat dicapai (reasonable cost using and

appropriate collection method)

 RELEVANT (information needs of the people who will

use the data)

 TIMELY-tepat waktu (collected and reported at the right

time to influence many manage decision)



dadang-solihin.blogspot.com 7

Syarat Perencanaan

Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:

H iliki t h i d hit k

1. Tujuan akhir yang dikehendaki.

2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang

mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).

3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.

4. Masalah-masalah yang dihadapi.

5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta

pengalokasiannya.

6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.

7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.

8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan

pelaksanaannya.

dadang-solihin.blogspot.com 8

Perencanaan yang Ideal

• Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat

dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.

• Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti

pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin

terus menerus kesejahteraan,

adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan dan

jangan sampai terjadi kemunduran.

• Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan

p p

pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau

sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam

keseluruhan.

keutuhan konsep secara keseluruhan

• Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and

system)

adaptive system).

• Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting).



dadang-solihin.blogspot.com 9

Fungsi/Manfaat Perencanaan

• Sebagai alat koordinasi

seluruh stakeholders

• Sebagai penuntun arah

• Minimalisasi ketidakpastian

• Minimalisasi inefisiensi

sumberdaya

• Penetapan standar dan

P t t d d

pengawasan kualitas









dadang-solihin.blogspot.com 10

Reformasi Sistem Penganggaran

g gg 1/2



PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU

Visi: Visi:

 Melaksanakan rencana  Melaksanakan program kerja

pembangunan lima tahunan Presiden/KDH terpilih

berdasarkan GBHN

Misi: Misi:

 Penyelenggaraan p

y gg pemerintahan  Pelaksanaan kerangka regulasi,

g g ,

umum dan pembangunan kerangka investasi, dan

 Penganggaran berdasarkan pelayanan publik yang di

pendekatan menurut pengeluaran tuangkan dalam RKP/D

rutin dan pengeluaran  Anggaran disusun berdasarkan

pembangunan mempertimbang-

RKP/D dengan mempertimbang

kan kemampuan keuangan

negara

dadang-solihin.blogspot.com 11

2/2

Reformasi Si t

R f P

i Sistem Penganggaran





Paradigma Lama Paradigma Baru



Penganggaran dengan

Pendekatan:

Penganggaran Berbasis:

1. Penganggaran Berbasis

1.

1 Pengeluaran Rutin Kinerja

2. Pengeluaran 2. Kerangka Penganggaran

Pembangunan Jangka Menengah

3. Anggaran Terpadu









dadang-solihin.blogspot.com 12

Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK)



Tujuan 1. Menunjukan keterkaitan antara pendanaan dan

prestasi kinerja yang akan dicapai (directly linkages

between performance and budget);

2.

2 Meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam

Tujuan

penganggaran (operational efficiency);

3. Meningkatkan fleksibilitas dan akuntabilitas unit kerja

dalam melaksanakan tugas dan pengelolaan anggaran

(more flexibility and accountability).

Landasan 1 Alokasi anggaran berorientasi pada kinerja (output

1.

Konseptual and outcome oriented);

2. Fleksibilitas pengelolaan anggaran dengan tetap

p g gg g p

Landasan menjaga prinsip akuntabilitas (let the manager

Konseptual manages);

3 Alokasi anggaran program/kegiatan didasarkan pada

3.

tugas-fungsi unit kerja yang dilekatkan pada stuktur

organisasi (Money follow function).



dadang-solihin.blogspot.com 13

Syarat Penerapan PBK

• Indikator yang mencerminkan tolok ukur untuk mencapai

sasaran program (outcome);

Indikator

• Pendekatan yang digunakan dapat berfokus thd efek-

Kinerja tivitas, efisiensi, outcome atau kepuasan pelanggan;

• Sebagai instrumen evaluasi kinerja.





• Mencerminkan kebutuhan dana untuk menghasilkan

sebuah output atas pelaksanaan sebuah kegiatan;

Standar • Menunjukan seluruh komponen/item yang harus dibiayai;

• Penetapan unit cost untuk setiap komponen/item,

Biaya menggunakan harga y g p

gg g p

g yang paling ekonomis namun tetap

memperhatikan kualitas produk.





• Membandingkan antara rencana kinerja dan realisasinya

berdasarkan indikator yang telah ditetapkan;

Evaluasi • Menganalisis perbedaan (gap) yang terjadi dan

Kinerja

j merumuskan alternatif solusinya;

• Menyempurnakan indikator kinerja untuk tahap

selanjutnya;

• Rekomendasi kelangsungan kebijakan.



dadang-solihin.blogspot.com 14

g g g g ( )

Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM)



Tujuan 1.

1 Pengalokasian sumber daya anggaran yang lebih

efisien (allocative efficiency)

2. Meningkatkan kualitas perencanaan penganggaran (to

improve quality of planning)

Tujuan 3. Lebih fokus terhadap pilihan kebijakan prioritas (best

p y p

policy option))

4. Meningkatkan disiplin fiskal (fiscal dicipline)

5. Menjamin adanya kesinambungan fiskal (fiscal

t i bilit )

sustainability)

Landasan 1. Penerapan sistem rolling budget

Konseptual 2.

2 Mempunyai baseline (angka dasar)

Landasan 3. Adanya mekanisme penyesuaian angka dasar

Konseptual 4. Penetapan Parameter

5. Adanya mekanisme usulan tambahan anggaran bagi

kebijakan baru (additional budget for new initiatives)



dadang-solihin.blogspot.com 15

KPJM : Ilustrasi dan Cara Kerja Rolling

Budget

Implikasi anggaran



2011

2012 2013 2014

Kebijakan ditetapkan

sbg baseline Prakiraan

P ki Prakiraan

P ki

(R)APBN

Maju Maju







KPJM



Prakiraan Prakiraan

APBN RAPBN

Maju Maju

2011 2012 TA 2011 dan

2013 2014

KPJM 2012 - 2014

T0 T+1 T+2 T+3





P ki

Prakiraan P ki

Prakiraan

REALISASI APBN RAPBN TA 2012 dan

Maju Maju

2011 2012 2013 KPJM 2013 - 2015

2014 2015

T1

T-1 T0 T 1

T+1 T 2

T+2 T+3

T 3





dadang-solihin.blogspot.com 16

Penghitungan Prakiraan Maju dalam KPJM



tahun

Angka Prakiraan Maju untuk tahun-

tahun berikutnya dihitung berdasarkan:

• alokasi anggaran pada tahun berjalan

Kegiatan

• disesuaikan dengan tingkat inflasi

On-going yang digunakan dalam APBN





Prakiraan

Maju Angka Prakiraan Maju

Multi- tahun-tahun

untuk tahun tahun

years berikutnya dihitung

Project berdasarkan formula/

Kegiatan

model yang telah

Ad h

Ad-hoc ditetapkan sesuai

dengan karakteristik

Catatan : Target

g

masing-masing g

Hasil penghitungan prakiraan maju akan Tahunan

kegiatan

menjadi baseline pada tahun ybs. yg berbeda





dadang-solihin.blogspot.com 17

Penganggaran Secara Terpadu

P S T d

• Semua kegiatan instansi pemerintah disusun secara terpadu,

termasuk mengintegrasikan anggaran belanja rutin dan anggaran

belanja pembangunan.

• Tahapan yang diperlukan sebagai bagian upaya jangka panjang

t k b j di l bih transparan, d

untuk membawa penganggaran menjadi lebih t dan

memudahkan penyusunan dan pelaksanaan anggaran yang

berorientasi kinerja.

j

• Dalam kaitan dengan menghitung biaya input dan menaksir kinerja

program, sangat penting untuk mempertimbangkan secara simultan

biaya secara keseluruhan, baik yang bersifat investasi maupun

biaya yang bersifat operasional.









dadang-solihin.blogspot.com 18

dadang-solihin.blogspot.com 19

g ( )

Positioning Differentiation Brand (PDB)





POSITIONING DIFFERENTIATION









BRAND









dadang-solihin.blogspot.com 20

PDB Triangle: Provinsi Gorontalo

g

Brand Integrity

POSITIONING DIFFERENTIATION



Agro Bisnis

Provinsi Jagung

Jagung









BRAND



Visi Provinsi

Gorontalo







dadang-solihin.blogspot.com 21

dadang-solihin.blogspot.com 22

PDB Triangle: Kabupaten Lamongan

g p g

Brand Integrity

POSITIONING DIFFERENTIATION



p g

Kabupaten dengan j

Pelajaran Bahasa

pemerintahan Mandarin di Sekolah

entrepreneurship dan Pesantren









BRAND



Visi Kabupaten

Lamongan







dadang-solihin.blogspot.com 23

dadang-solihin.blogspot.com 24

PDB Triangle: Kota Sawahlunto

g

Brand Integrity

POSITIONING DIFFERENTIATION



Kota Pariwisata ,

Lokasi Historis Kuno,

Budaya DaerahPertambangan

Pertambangan Batu Bara, Lahan

Alami









BRAND



Visi Kota

Sawahlunto







dadang-solihin.blogspot.com 25

dadang-solihin.blogspot.com 26

dadang-solihin.blogspot.com 27

Apa Itu Pembangunan?

Pembangunan adalah: Tujuan Pembangunan:

 proses perubahan ke 1.

1 Peningkatan standar hidup (levels

arah kondisi yang lebih of living) setiap orang, baik

baik pendapatannya, tingkat konsumsi

pangan sandang papan pelayanan

pangan, sandang, papan,

 melalui upaya yang kesehatan, pendidikan, dll.

dilakukan secara 2. p g

Penciptaan berbagai kondisi y g

yang

terencana.

t memungkinkan tumbuhnya rasa

percaya diri (self-esteem) setiap

orang.

orang

3. Peningkatan kebebasan

(freedom/democracy) setiap orang.

Todaro, 2000





dadang-solihin.blogspot.com 28

Ho ?

How?

1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan

 antar daerah

 antar sub daerah

 antar warga masyarakat (p

g y )

(pemerataan dan keadilan).

2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

p p g j

3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja.

4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.

p j g y

5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam

agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa

datang (berkelanjutan).









dadang-solihin.blogspot.com 29

g g

Tantangan dalam Pembangunan Daerah

• Mengurangi

Sarana dan

Prasarana yang

P ketimpangan

memadai dan • Memberdayakan

berkualitas masyarakat

• Mengentaskan

kemiskinan.

• Menambah lapangan

kerja.

Dunia usaha yg • Menjaga kelestarian

kondusif SDA

Pemanfaatan

sumber daya secara

berkualitas



Koordinasi yang

semakin baik antar

stakeholders







Peningkatan kapasitas

SDM

dadang-solihin.blogspot.com 30

PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DI DAERAH









Upaya terencana untuk

Upaya untuk memberdayakan

meningkatkan kapasitas

masyarakat di seluruh daerah

Pemerintahan Daerah



Sehingga tercipta suatu Sehingga tercipta suatu

S hi t i t t

kemampuan yang andal dan lingkungan yang memungkinkan

profesional dalam:

p masyarakat untuk:

y







 Memberikan pelayanan kepada  M ik ti k lit k hid

Menikmati kualitas kehidupan

masyarakat, yang lebih baik, maju, dan

tenteram,,

 M l l b daya

Mengelola sumber d  Peningkatan harkat, martabat,

ekonomi daerah. dan harga diri.



dadang-solihin.blogspot.com 31

PEMBANGUNAN DAERAH

Dilaksanakan Melalui:



Penguatan Otonomi Pengelolaan

Good Governance

Daerah Sumberdaya



Keseimbangan Peran Tiga Pilar

K i b P Ti Pil



Pemerintahan

P i t h D i Usaha

Dunia U h Masyarakat

M k t



Menjalankan dan

menciptakan lingkungan Mewujudkan penciptaan Penciptaan interaksi

politik dan hukum yang lapangan kerja dan sosial, ekonomi dan

kondusif bagi unsur- pendapatan. politik.

unsur lain.



dadang-solihin.blogspot.com 32

Pergeseran Paradigma:

From Government to Governance









Government Governance

 M b ik h k ekslusif b i

Memberikan hak k l if bagi  P l l blik

Persoalan-persoalan publik

negara untuk mengatur hal-hal adalah urusan bersama

publik, pemerintah, civil society dan

 Aktor di luarnya hanya dapat dunia usaha sebagai tiga aktor

disertakan sejauh negara utama.

mengijinkannya

mengijinkannya.

dadang-solihin.blogspot.com 33

g

Pelaku Pembangunan:

Paradigma Governance

 Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat

yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.

Tenaga Kerja

Kontrol Kontrol







Dunia Usaha

Pemerintah y

Masyarakat

S t

Swasta





Nilai Redistibusi

Pertumbuhan Melalui Pelayanan

Pasar



 Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan

Good.

Good

dadang-solihin.blogspot.com 34

Governance

Model Go ernance

Sektor Swasta Sektor Publik Sektor Ketiga





Tingkat Perusahaan Organisasi LSM

Supranasional transnasional Antar Pemerintah Internasional









Tingkat P

Perusahaan

h Ormas/LSM

Nasional Nasional GOVERNANCE Nasional







Tingkat Perusahaan Pemerintah LSM Lokal

Subnasional Lokal Lokal



(Kamarack and Nye Jr., 2002)



dadang-solihin.blogspot.com 35

g

Pelaku Pembangunan: Stakeholders



STATE CITIZENS

Executive

i i di t

organized into:

Judiciary Community-based organizations

g

Legislature Non-governmental organizations

Professional Associations

Public service

Religious groups

Military Women’s groups

Police Media



BUSINESS

Small / medium / large enterprises

Multinational Corporations

Fi i l i tit ti

Financial institutions

Stock exchange





dadang-solihin.blogspot.com 36

Troika









dadang-solihin.blogspot.com 37

Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah,

Swasta

Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat







Masyarakat,

Bangsa, dan

Negara Masyarakat



VISI

Pemerintah



Good Governance Dunia Usaha









dadang-solihin.blogspot.com 38

Sinergitas Stakeholders









dadang-solihin.blogspot.com 39

Sinergitas Stakeholders









dadang-solihin.blogspot.com 40

dadang-solihin.blogspot.com 41

itu

Apa it Anggaran?

 Menghubungkan tugas (tasks) yang akan dilakukan dengan jumlah

sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakannya.

 Membatasi pengeluaran sepadan dengan penerimaan, menjaga

keseimbangan, dan mencegah pengeluaran yang berlebihan di atas

batas k

b t kemampuan.

 Memiliki aspek teknis dan juga aspek-aspek politis.

 Sangat dipengaruhi oleh situasi perekonomian, opini publik, b b

S t di hi l h it i k i i

i i blik berbagai

tingkat pemerintahan, kelompok-kelompok kepentingan, pers, dan

kaum politisi.

p

 Memiliki kaitan yang erat antara rakyat sebagai pembayar pajak

dengan pemerintah sebagai pengguna dana yang bersumber dari

rakyat.





dadang-solihin.blogspot.com 42

Fungsi DPRD dalam Penganggaran

 Fungsi Anggaran adalah kewenangan menyetujui atau menolak

dan menetapkan RAPBD menjadi APBD, melalui proses

pembahasan Arah Kebijakan Umum, pembahasan rancangan APBD

yang diajukan oleh kepala daerah, dan menerapkan Perda tentang

APBD.

 APBD harus semakin berorientasi kepada kepentingan rakyat

melalui model perencanaan kebijakan yang integratif, antara rakyat,

DPRD dan pemerintah daerah.

p

 APBD merupakan dokumen kebijakan yang memiliki pengaruh nyata

terhadap prioritas dan arah kebijakan pemerintahan dalam satu

tahun anggaran.

 Dari APBD akan sangat mudah diidentifikasi kebijakan politik

daerah kepada

anggaran daerah, dimana di dalamnya terungkap: “kepada

kelompok mana pemerintah berpihak, dan untuk kegiatan apa

pemerintah bertindak”.

www.dadang-solihin.blogspot.com 43

Pengalokasian Anggaran



 Diprioritaskan untuk membiayai kegiatan

yang merupakan bagian dari upaya

pembangunan yang direncanakan.

 Digunakan d

Di b ik b ik it

k dengan sebaik-baiknya, yaitu

sesuai rencana, hemat, serta mencegah

p

pemborosan dan kebocoran.









dadang-solihin.blogspot.com 44

Perencanaan Penganggaran

1. Analisis Potensi Pendapatan 3. Arah Anggaran Belanja Daerah

Daerah  Prinsip Umum: Lakukan analisis

 Identifikasi potensi pendapatan belanja masa lalu dan ke depan

 Penetapan Asumsi Ekonomi  Proporsi Belanja

t k

untuk PAD  Unit Satuan Belanja

 Pengembangan Sumber  Arah Pengembangan Ekonomi

Pendapatan Daerah Lokal

 Fasilitasi Ekonomi Lokal

2. Bila terjadi Defisit APBD, perlu  Kemitraan Pemda dan Swasta

dilakukan:

 Arah Menuju Kesejahteraan

 Analisis Kemampuan Pinjaman Masyarakat

Daerah

 Posisi Daerah dalam

 Analisis Alternatif Sumber pencapaian kesejahteraan

Keuangan Daerah di luar (IPM)

pinjaman.

 Alokasi mempercepat

perbaikan IPM.



dadang-solihin.blogspot.com 45

Analisis Potensi Pendapatan Daerah

1. Apa saja yang merupakan sumber c. Potensi PAD

Pendapatan Daerah? • Kenali setiap jenis Pajak Daerah

 Dana Transfer DAU • Kenali Setiap Jenis Retribusi

 Apakah Daerah berpotensi Daerah

iliki

memiliki DAK • Kenali indikator utama yang

 Apakah Memiliki SDA yang dapat mempengaruhi Jenis Pajak

dibagihasilkan Daerah tersebut

 Apakah Memiliki Pajak • Kenali indikator utama yang

Penghasilan yang signifikan mempengaruhi jenis retribusi

 Jenis-Jenis PAD h (Kaitkan dengan

daerah (K itk d

d

pelayanan publik yang diberikan)

2. Bagaimana memperkirakan

Potensinya • Buat analisa potensi pajak dan

kaitkan dengan pertumbuhan

a. DAU dan DAK berdasarkan

ekonomi daerah

Formula

b. Bagi Hasil SDA dan Pajak

berdasarkan potensi dan formula



dadang-solihin.blogspot.com 46

Analisa Anggaran Belanja Daerah

1.

1 Kenali Struktur Belanja Daerah

 Berdasarkan Pengelompokan (kategori)

 Besaran dan prosentase terhadap total dan sub total

p p

 Kenali yang berpengaruh sangat signifikan bagi daerah (belanja

pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sektor utama daerah)

 Kenali trend perubahan dalam 2 sd 4 tahun terakhir.

2. Analisis Trend Belanja dan Trend Ekonomi Daerah

 B t analisa t d B l j d

Buat h dengan t d ekonomi.

li trend Belanja daerah d trend k i

 Buat spesifikasi sektor ekonomi yang berpengaruh bagi daerah (sektor

gg ), gg

unggulan), mis: menggunakan p p p

pendekatan analisa Input-output dan

lainnya.

 Buat analisa hubungan antara belanja daerah dengan sektor unggulan

daerah.

d h

3. Buat Prakiraan Belanja Daerah berdasarkan indikator-indikator belanja

g g / g

masing-masing sektor/bidang.

dadang-solihin.blogspot.com 47

Pen s nan

Prinsip Penyusunan APBD

1. APBD disusun sesuai dengan kebutuhan

penyelenggaraan pemerintahan daerah;

2. APBD harus disusun secara tepat waktu sesuai

tahapan dan jadwal;

3 Penyusunan APBD dilakukan secara transparan

3. transparan,

dimana memudahkan masyarakat untuk

mengetahui dan mendapatkan akses informasi

l I t t APBD

seluas-Iuasnya tentang APBD;

4. Penyusunan APBD harus melibatkan partisipasi

y ;

masyarakat;

5. APBD harus memperhatikan rasa keadilan dan

kepatutan;

6. Substansi APBD dilarang bertentangan dengan

kepentingan umum, peraturan yang lebih tinggi

da pe a u a daerah a ya

dan peraturan dae a lainnya.

www.dadang-solihin.blogspot.com 48

Komponen APBD

1.

1 Pendapatan Daerah

a. Pendapatan Asli Daerah (PAD)

b Dana Perimbangan

b.

c. Lain-Lain Pendapatan Daerah yang

Sah

2. Belanja Daerah

a. Belanja Tidak Langsung

b. Belanja Langsung

3. Pembiayaan Daerah

a. Penerimaan Pembiayaan

b. Pengeluaran Pembiayaan

c. Sisa Lebih Pembiayaan (SILPA) Tahun

Berjalan



www.dadang-solihin.blogspot.com 49

Proses Penyusunan APBD

No Uraian Waktu Lama

1 Penyusunan RKPD Akhir Mei

2 Penyampaian KUA dan PPAS oleh Ketua Minggu 1 Bulan Juni 1 Minggu

TAPD kepada Kepala Daerah

3 Penyampaian KUA oleh Kepala Daerah kepada Pertengahan Bulan Juni 6 Minggu

DPRD

4 KUA dan PPAS disepakati oleh Kepala Daerah Akhir Bulan Juli

dan DPRD

5 Surat Edaran Kepala perihal pedoman RKA- Awal Bulan Agustus 1 Minggu

SKPD Daerah

6 Penyusunan dan Pembahasan RKA-SKPD dan Awal Agustus sampai dengan 7 Minggu

RKA-PPKD serta Penyusunan Rancangan akhir September

APBD

7 Penyampaian Rancangan APBD kepada Minggu Pertama Bulan Oktober 2 Bulan

DPRD

8 Pengambilan Persetujuan Bersama DPRD dan Paling lama 1 bulan sebelum

Kepala Daerah tahun anggaran bersangkutan

9 Hasil Evaluasi Rancangan APBD 15 Hari Kerja (bulan Desember)

10 Penetapan Perda APBD dan Perkada Paling Lambat Akhir Desember

j g (

Penjabaran APBD sesuai dengan hasil evaluasi (31 Desember))



www.dadang-solihin.blogspot.com 50

Proses Penyusunan Perubahan APBD

No Uraian Waktu Lama

1 Penyampaian Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Kepada DPRD Minggu Pertama Agustus -

2 Kesepakatan Perubahan KUA d PPAS antara K

K k t P b h dan t Kepala D

l Daerah d DPRD

h dan Mi Kedua Agustus

Minggu K d A t Hari

7H i

3 Pedoman Penyusunan RKA-SKPD Perubahan APBD Minggu Ketiga Agustus -

4 Penyampaian Raperda APBD beserta lampiran kepada DPRD Minggu Kedua September -

5 Pengambilan Persetujuan bersama DPRD dan Kepala Daerah terhadap Akhir September (3 bulan -

Raperda Perubahan APBD sebelum TA berakhir)

6 Penyampaian kepada Menteri Dalam Negeri / Gubernur untuk dievakuasi 3 Hari

Kerja

7 Keputusan Menteri Dalam Negeri /Gubernur tentang hasil evaluasi PAPBD Pertengahan Oktober 15 Hari

Provinsi, Kabupaten/Kota TA 2012 Kerja

8 Pengesahan Perda PAPBD yang telah dievaluasi dan dianggap sesuai -

dengan ketentuan

9 Penyempurnaan Perda sesuai hasil evaluasi apabila dianggap bertentangan Minggu Ke-III Oktober 7 Hari

kepentingan umum dan peraturan yang lebih tinggi Kerja

10 Pembatalan Perda PAPBD apabila tidak dilakukan Penyempurnaa Minggu Ke-IV Oktober 7 Hari

(setelah pemberitahuan untuk Kerja

penyempurnaan sesuai hasil

evaluasi)

11 Pencabutan Raperda PAPBD Minggu Ke-I November 7 Hari

12 Pemberitahuan untuk penyampaian rancangan perubahan DPA-SKPD Minggu Ke-III Oktober 3 Hari

(setelah P-APBDdisahkan) Kerja



www.dadang-solihin.blogspot.com 51

www.dadang-solihin.blogspot.com 52


Related docs
Other docs by Dadang Solihin
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!