Embed
Email

UDKHULU FISSILMI KAFFAH

Document Sample
UDKHULU FISSILMI KAFFAH
Description

TENTANG BERAGAMA SECARA MENYELURUH

Shared by: JUM'AN BASALIM
Categories
Stats
views:
16
posted:
12/27/2011
language:
pages:
2
UDKHULU FISSILMI KAFFAH

Oleh: Jum'an



Udkhulu fissilmi kaffah. Ya, itu adalah bagian dari ayat 208 surat Al-Baqarah

yang artinya “Masuklah kedalam Islam secara menyeluruh” (Enter into Islam

completely). Jangan pilih-pilih dan jangan setengah hati. Ayat ini enak diucapkan

dengan lidah Melayu dan siap pakai untuk mengingatkan mereka yang solat tapi

tidak puasa, rajin jum'atan tapi tidak pernah solat lima waktu. Rajin mengaji tapi

tidak pernah berhenti menggosip. Tetapi mereka juga punya dalih. Solat dan

puasa yang tidak menentu atau setengah hati mungkin karena masih malas,

atau hati belum mantap atau menunggu hari tua. Bukankah banyak –atau

kebanyakan- orang taat beribadah karena takut akan kematian? Selagi kematian

masih jauh mengapa harus buru-buru, tunggu nanti saja kalau sudah dekat-

dekat 'jatuh tempo'. Takut akan kematian memang merupakan alasan yang

manusiawi untuk mentaati perintah agama. Buktinya banyak orang yang malang-

melintang waktu muda, mulai berpeci dan bersarung sesudah usia senja. Tetapi

agama banyak aspeknya bukan hanya urusan sorga dan neraka. Begitu juga jiwa

kita banyak tuntutan dan keinginannya bukan hanya bebas dari ketakutan dan

memiliki rasa aman saja. Jadi terlalu mengecilkan kalau kita menyimpulkan

bahwa orang taat beragama hanya karena satu alasan saja.



Dalam bukunya “Who Am I? The 16 Basic Desires that Motivate Our Action and

Define Our Personalities”, Steven Reiss pakar psikologi dan psikiatri dari

Universias Ohio menerangkan bahwa manusia mempunyai 16 kebutuhan

psikologis dasar. Yaitu kebutuhan akan kekuatan, kemerdekaan, rasa ingin tahu,

keinginan untuk diterima, ketertiban, keselamatan, kehormatan, idealisme, hidup

bermasyarakat, keluarga, status, membalas dendam, percintaan, kegiatan fisik,

makanan, dan ketenangan. Ke-16 kebutuhan dasar ini memotivasi perbuatan

dan membentuk kepribadian setiap kita.



Sekarang kita mengenal diri kita. Setidaknya secara psikologis menurut buku

Who Am I. Rasulullah bersabda: “Kenalilah dirimu kau akan memngenal

Tuhanmu” (man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu). Apakah mengenal diri kita

tadi ada hubungannya dengan megenal Allah? Kita mengetahui ada 99 Asmaul

Husna yang mencerminkan sifat-sifat Allah. Tentu ke 16 kebutuhan kita

terakomodir didalamnya. Uniknya dari 16 kebutuhan dasar manusia itu ternyata

tidak semuanya sinkron; beberapa diantaranya bahkan saling berlawanan seperti

tuntutan akan ketertiban dan kebutuhan akan kebebasan, kebutuhan akan

kekuatan dan keinginan untuk diterima, ingin disayangi dan keinginan membalas

dendam. Tetapi semuanya merupakan kebutuhan yang nyata. Ini membuka

pengertian mengapa nama-nama baik Allah dalam asmaul husna itu memberikan

kesan selolah-olah Allah mempunyai sifat-sifat yang saling berlawanan. Maha

Perkasa (Al Jabbar) tetapi Maha Lembut (Al Lathiif), Maha Penyiksa (Al

Muntaqim) tetapi Maha Pengampun (AL Ghoffaar), Maha Nyata (Az Zhaahir)

tetapi Maha Gaib (Al Baathin). Semuanya nyata, dan benar menurut konteksnya

sendiri-sendiri.



Dari banyaknya keinginan manusia itu dapat difahami bahwa kehidupan

beragama akan berbeda-beda coraknya antara satu pribadi dengan pribadi

lainnya. Orang tentu akan memeluk lebih erat aspek-aspek agama yang cocok

dengan kebutuhan jiwa dan nilai kepribadiannya. Berikut beberapa contohnya.

Sebuah penelitian psikologi membuktikan bahwa orang yang religius (kebetulan

kebanyakan respondennya kaum Nasrani) menunjukkan iktikad yang kuat untuk

saling bergantung dengan orang lain, sedangkan yang tidak religius

menunjukkan keinginan yang lebih kuat untuk mandiri dan independen. Ada

hubungan antara tuntutan akan kebebasan dengan cara menghayati ajaran

agama. Mereka yang sangat mementingkan ketertiban dan ketenteraman akan

menikmati ibadah ritual, sementara mereka yang tak terlalu peduli akan

ketertiban lebih suka mengekspresikan keimanannya secara spontan. Ada orang

yang tidak betah berlama-lama berzikir sesudah solat, tetapi lidahnya tak pernah

kelu untuk bertahmid kapan saja; di jalan, dikantor, di pasar sekalipun. Anjuran

mencintai kaum miskin lebih menarik bagi orang yang tak terlalu mementingkan

status, sedangkan ajaran semua manusia sama di hadapan Allah lebih menarik

bagi orang yang tuntutan idealismenya kuat. Bagi tiap kepribadian ada tuntunan

yang menarik dalam agama.



Udkhulu fissilmi kaffah? Jangan selektif dan jangan setengah hati? Insyaalloh!

Setidak-tidaknya kita mengetahui bahwa hal itu perlu dan ..........tidak mudah.



Related docs
Other docs by JUM'AN BASALIM
BIAR ALLAH SAJA YANG MEMBALASNYA
Views: 6  |  Downloads: 0
PESAN SUFI: JANGAN TIDUR LAGI
Views: 12  |  Downloads: 0
DOKTER TAKUT MATI
Views: 10  |  Downloads: 0
SUKMA NABATI
Views: 13  |  Downloads: 0
DUNIA MEMBURUK ATAU MEMBAIK?
Views: 10  |  Downloads: 0
ANAK SOLEH YANG TEWAS OVERDOSIS
Views: 9  |  Downloads: 0
KETURUNAN JENGIS KHAN DISEKITAR KITA
Views: 27  |  Downloads: 0
NIAT BAIK MUDAH BERUBAH
Views: 15  |  Downloads: 0
PERBUDAKAN DI MAURITANIA
Views: 13  |  Downloads: 0
BEDA PANGKAL BENCI
Views: 4  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!