Digital to Analog Converter (PDF) by puttterbin

VIEWS: 726 PAGES: 14

More Info
									Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                               Modul 3




MODUL 3
Digital to Analog Converter

1. Pendahuluan

Seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 1, data digital hasil proses dari DSP dapat pula diubah
menjadi sinyal analog. Yang anda butuhkan selanjutnya adalah sebuah DAC.




                            Gambar 1. Gambaran umum proses pengolahan sinyal digital.

Praktikum kali ini akan membahas tentang DAC. Anda dapat memberikan program kepada
prosesor untuk menghasilkan nilai-nilai tertentu yang akan diterjemahkan oleh DAC menjadi
sebuah sinyal analog.


2. Tujuan

Setelah menyelesaikan praktikum ini, yang anda peroleh adalah :
       Dapat menggunakan DAC yang terdapat pada board DSK.
       Dapat membuat program untuk menghasilkan sinyal persegi, sinyal gigi-gergaji, sinyal
       segitiga, dan sinyal sinusoida.


3. Gambaran Disain

Tugas DAC adalah mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog. Anda memberikan sebuah
nilai kepada DAC maka output DAC akan menghasilkan tegangan yang sesuai. Misalnya
begini, bila input DAC diberi nilai 200 maka pada output DAC apabila diukur dengan
voltmeter akan menghasilkan tegangan sebesar +0.8 volt. Bila diberi nilai 400 akan
menghasilkan tegangan +1.6 volt dan seterusnya. Board DSK yang anda gunakan mempunyai
DAC yang berada didalam IC codec. DAC ini bekerja dalam format bilangan 15-bit bertanda
(15-bit signed integer). Program yang anda buat haruslah menghasilkan nilai untuk DAC
dalam kisaran +32.767 sampai -32.768. Pada percobaan ini, anda akan mencoba untuk
menghasilkan sinyal sinusoida dan sinyal persegi dengan cara membuat pola-pola tertentu.




hary@eepis-its.edu                                                                           1
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                                    Modul 3




4. Teori Singkat

Digital-to-Analog Converter (DAC)

                                                    Vdd

                                      D0
                                      D1
                                      D2
                                      D3                      Tegangan
                                                   DAC         output
                                      D4
                                      D5
                                      D6
                                      D7


                                Gambar 2. Ilustrasi sebuah DAC: diagram blok DAC.




                                              Vo = - (V1+V2+V3)

                            Gambar 3. Ilustrasi sebuah DAC: rangkaian inverting-adder.

Diagram blok sebuah DAC ditunjukkan oleh Gambar 2. Bilangan yang dimasukkan ke dalam
DAC akan dikonversi menjadi sebuah besaran tegangan (atau arus). Untuk menjelaskan cara
kerja DAC yang paling sederhana adalah menggunakan rangkaian inverting-adder seperti
pada Gambar 3. Bila semua resistor bernilai sama maka tegangan output merupakan
penjumlahan dari semua tegangan input dengan polaritas terbalik.




                                                      ⎛    V V ⎞
                                                Vo = −⎜V1 + 2 + 3 ⎟
                                                      ⎝     2 4⎠

                        Gambar 4. Rangkaian inverting-adder dengan nilai resistor berbeda.


hary@eepis-its.edu                                                                                2
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                                   Modul 3




Gambar 4 menunjukkan contoh rangkaian inverting-adder dengan nilai resistor yang berbeda.
Perbedaan nilai resistor tersebut menyebabkan tegangan input mempunyai bobot yang
berbeda terhadap tegangan output. Perhatikan Tabel 2, bila rangkaian pada Gambar 4 diberi
masukan biner dimana logika 0 mempunyai tegangan sebesar 0 volt dan logika 1 mempunyai
tegangan sebesar 5 volt.

                        Tabel 1. Tegangan output yang dihasilkan rangkaian pada Gambar 4.

                                            Logika (biner)            Tegangan output
                                 V1 (MSB)        V2        V3 (LSB)          Vo
                                     0            0            0          - 0.00 V
                                     0            0            1          - 1.25 V
                                     0            1            0          - 2.50 V
                                     0            1            1          - 3.75 V
                                     1            0            0          - 5.00 V
                                     1            0            1          - 6.25 V
                                     1            1            0          - 7.50 V
                                     1            1            1          - 8.25 V

Untuk DAC dengan jumlah input lebih dari 3 akan membutuhkan resistor input tambahan.
Hal tersebut tentunya membuat rumit proses fabrikasi (pembuatan IC) yang membutuhkan
banyak resistor dengan nilai yang berbeda-beda. Karena alasan tersebut, rangkaian DAC yang
digunakan banyak macamnya, misalnya rangkaian R/2R ladder. Anda dapat mencari literatur
lain yang membahasnya lebih dalam.

Codec

Codec telah dibahas pada modul sebelumnya mengenai ADC. Pada board DSK, pekerjaan
codec dilakukan oleh IC TLC320AD50. Gambaran audio codec pada DSK secara sederhana
ditunjukkan oleh Gambar 5. Sinyal masukan audio maksimum yang diijinkan sebesar 1000
mVpp (350 mVRMS). Pada board DSK terdapat pre-amplifier dengan penguatan 10 kali
sebelum memasuki IC codec. IC codec ini mempunyai PGA (Programmable Gain Amplifier)
yang dapat diatur secara software. Sinyal masukan audio ke Codec dapat dikuatkan dari +0dB
sampai +12dB dengan step 6dB. Sedangkan sinyal keluaran audio dari Codec dapat
dilemahkan dari +0dB sampai -12dB dengan step 6dB.




                         Gambar 5. Ilustrasi bagian codec pada DSK yang disederhanakan.




hary@eepis-its.edu                                                                               3
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                               Modul 3




DSP memberikan data digital ke Codec, dalam hal ini ke bagian DAC, untuk diubah menjadi
tegangan listrik.




                                            Gambar 6. Rangkaian IC codec.

Format data yang dapat diberikan ke DAC untuk menghasilkan nilai tegangan tertentu
ditunjukkan oleh gambar 7. Informasi ini dapat anda baca secara detil pada datasheet IC codec
TLC320AD50.




                               Gambar 7. Kode data digital vs. tegangan output analog

Memberikan data maksimum yaitu +32767 (dalam biner adalah 0111 1111 1111 1111) akan
menghasilkan tegangan sebesar 4V pada keluaran Codec. Sedangkan memberikan data
minimum yaitu -32767 (dalam biner adalah 1000 0000 0000 0000) akan menghasilkan
tegangan sebesar 1V pada keluaran Codec.


hary@eepis-its.edu                                                                           4
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                             Modul 3




Tegangan keluaran dari Codec hasil konversi tersebut kemudian melewati rangkaian yang
ditunjukkan oleh Gambar 8. Disini anda dapat memilih beban yang akan digunakan, apakah
terhubung langsung (untuk menggerakkan beban single-ended 600 ohm) atau melewati
sebuah rangkaian driver menggunakan LM386 (untuk menggerakkan beban dengan
impedansi rendah seperti speaker 8 ohm). Pilihan ini dapat diubah melalui jumper JP3, pada
kondisi default sinyal keluaran menggunakan rangkaian driver.




                                        Gambar 8. Rangkaian penguat 20 kali.

Kapasitor CT5 dan CT6 seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 8 menghalangi sinyal DC
yang keluar. Oleh sebab itu pada praktikum ini anda akan mengamati DAC didalam Codec
board DSK menggunakan sinyal sinusoida dan sinyal persegi.

Sinyal sinusoida




                                  Gambar 9. Ilustrasi pembangkitan sinyal sinusoida

Anda dapat menghasilkan sinyal sinusoida seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 9
menggunakan      persamaan     identitas  trigonometri    yang   menyebutkan     bahwa
sin(nθ)=2cos(θ)*sin{(n-1)θ}-sin{(n-2)θ}. Persamaan tersebut menggunakan dua langkah
untuk menghasilkan sinyal sinuoida. Pertama, hitung nilai cos(θ) diatas kertas. Kedua,
menghasilkan sinyal itu sendiri, menggunakan satu perkalian dan satu pengurangan
berdasarkan counter n. Sinyal sinus yang akan anda hasilkan diasumsikan bahwa nilai dari

hary@eepis-its.edu                                                                         5
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                                                 Modul 3




sin{(n-1)θ} dan sin{(n-2)θ} sudah dihitung sebelumnya dan disimpan pada variabel didalam
program. Untuk menghasilkan sinyal sinusoida dengan frekuensi tertentu bergantung pada
nilai awal dari cos(θ).

Algoritma untuk menghasilkan sinyal sinusoida adalah:
       1. Inisialisasi nilai n dengan nol
       2. Tentukan nilai θ dengan persamaan (2*π*f)/fs, dimana nilai f menentukan
          frekuensi sinyal sinusoida yang akan dihasilkan dan fs adalah frekuensi sampling
       3. Hitung dan simpan nilai dari 2cos(θ) pada variabel C,
       4. Berdasarkan dari nilai n dan θ, simpan nilai awal dari sin{(n-1)θ} pada variabel A
          dan sin{(n-2)θ} pada variabel B
       5. Hitunglah nilai dari persamaan sin(nθ) menggunakan nilai dari variabel A, B, dan
          C dan kirim hasilnya ke DAC
       6. Simpan nilai sin{(n-1)θ} ke variabel B
       7. Simpan nilai persamaan sin(nθ) yang didapat pada variabel A
       8. Tambahkan n dengan 1
       9. Ulangi langkah 4-7



          2*cos(θ)                 sin{(n-1)θ}              sin{(n-2)θ}                      sin{(n)θ}
                         A                       B                        C
                                                                -
                                                                                         nilai sinyal sinusoida
                                                            +
                     Gambar 10. Diagram blok penyederhanaan dari pembangkitan sinyal sinusoida.
                      Nilai awal dari variabel A,B, dan C ditentukan pada saat inisialisasi program

Sinyal persegi

Sinyal persegi mempunyai duty-cycle 50% dan terdiri dari dua level tegangan. Level tegangan
bawah (VL) dan level tegangan atas (VH). Perhatikan Gambar 11. Lingkaran-lingkaran biru
menunjukkan nilai-nilai level tegangan yang diberikan pada kecepatan sampling yang telah
ditentukan.




                       Gambar 11. Ilustrasi pembangkitan sinyal persegi dengan duty-cycle 50%


hary@eepis-its.edu                                                                                                6
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                                  Modul 3




Algoritma untuk menghasilkan sinyal persegi adalah :
       1. Isi variabel dengan nilai VL
       2. Keluarkan isi variabel ke DAC sebanyak N kali
       3. Isi variabel dengan nilai VH
       4. Keluarkan isi variabel ke DAC sebanyak N kali
       5. Ulangi langkah 1-4

Level tegangan VL dan VH yang diberikan menentukan amplitudo sinyal persegi. Frekuensi
sampling yang digunakan oleh DAC dan pengulangan sebanyak N kali akan menentukan
frekuensi dari sinyal persegi yang dibuat.

Referensi:
           Generation of a Sine Wave Using a TMS320C54x Digital Signal Processor (spra819), Texas
           Instruments, 2002.
           DTMF Tone Generation and Detection: An Implementation Using the TMS320C54x
           (spra096a), Texas Instruments, 2000.
           DSP Solutions for Telephony and Datafax Modems (spra073), Texas Instruments, 1997.
           Datasheet TLC320AD50C/I (slas131e), Texas Instruments, 2000.
           Lessons In Electric Circuits Chapter 13: DIGITAL ANALOG CONVERSION, Tony R. Kuphaldt,
           2000, http://www.opamp-electronics.com/tutorials/digital_theory_ch_013.htm



5. Peralatan

    •      1 set PC yang dilengkapi dengan software Code Composer Studio.
    •      1 set DSK TMS320C5402
    •      1 set oscilloscope


6. Prosedur Praktikum

                Anda diharapkan mengikuti langkah-langkah prosedur praktikum dan
               apabila ada kesulitan harap bertanya kepada dosen/asisten praktikum.


:: Penataan peralatan ::




                                      Gambar 12. Penataan peralatan praktikum.




hary@eepis-its.edu                                                                              7
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                               Modul 3




1. Menyiapkan peralatan :
   a. PC dalam keadaan mati.
   b. Hubungkan DSK ke PC menggunakan kabel paralel port yang tersedia.
   c. Hubungkan output adapator ke input power DSK.
   d. Hubungkan kabel power adaptor, nyalakan adaptor.
   e. Nyalakan PC
   f. Jalankan aplikasi Code Composer Studio dan pastikan dapat terhubung dengan board
      DSK

:: Menyalin dan membuka Project ::

2. Buatlah folder baru pada direktori D:\prak_dsp\kelas\nama. (Catatan: kelas dan nama
   disesuaikan.) Perhatikan penulisan folder yang Anda buat. Kemudian salinlah direktori
   DAC pada C:\ti\examples\dsk5402\dsp\DAC kedalam direktori D:\prak_dsp\kelas\nama.
   Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah mengembalikan isi project seperti dalam
   keadaan semula apabila terjadi kesalahan.

3. Pada Code Composer Studio, dengan menggunakan Project Open, bukalah file project
   dac.pjt pada direkori D:\prak_dsp\kelas\nama\DAC. Apabila ada file library pada project
   tersebut yang tidak ditemukan maka carilah library tersebut pada direktori c:\ti yang
   sesuai. Hal ini terjadi karena lokasi project berpindah tempat. File library yang digunakan
   ada tiga yaitu:
             1. rts.lib        pada direktori c:\ti\c5400\cgtools\lib
             2. dsk5402.lib pada direktori c:\ti\c5400\dsk5402\lib
             3. drv5402.lib pada direktori c:\ti\c5400\dsk5402\lib




                                       Gambar 13. File library tidak ditemukan.

:: Membangun dan menjalankan Project ::

4. Pilih Project Rebuild All, atau menekan ikon          (Rebuild All) pada toolbar.
   Secara default, file .out dibuat pada direktori bernama debug yang terletak dibawah folder
   project yang anda buat.

5. Pilih File   Load Program. Pilih program yang baru saja dibangun yaitu dac.out, lalu
   klik tombol Open. (Seharusnya terletak pada folder ...\dac\debug kecuali anda membuat
   direktori project ditempat lain.) Code Composer Studio akan memasukkan program
   kedalam DSP target dan membuka jendela Disassembly yang menunjukkan instruksi
   dalam assembly yang membentuk program.

6. Pilih Debug             Go Main untuk memulai eksekusi dari subrutin utama. Eksekusi akan


hary@eepis-its.edu                                                                           8
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                                   Modul 3




     berhenti pada subrutin utama dan ditandai dengan tanda .

7. Siapkan oscilloscope. Atur volt/div pada 1volt dan atur time/div pada 1ms, angka tersebut
   nantinya dapat disesuaikan untuk mendapatkan tampilan yang dianggap baik.

                        Baca manual peralatan dengan seksama sebelum menghubungkan
                        kabel-kabel ke board DSK. Pengkabelan harus dicek ulang minimal
                                        dengan dua orang yang berbeda.


8. Dengan menggunakan kabel probe untuk oscilloscope yang sesuai, hubungkan output dari
   board DSK (jack audio untuk speaker, bersebelahan dengan konektor DB9 untuk serial
   port) pada input dari oscilloscope.

9. Pilih Debug           Run, amati display pada oscilloscope.

10. Pilih Debug          Halt, untuk menghentikan eksekusi pada board.


11. Kerjakan tugas.


12. Tutuplah aplikasi Code Composer Studio dengan memilih File            Exit.

13. Lepaskan jack audio dari board, lepaskan kabel paralel pada board, lepaskan jack power
    suplai pada board.

14. Matikan oscilloscope dan adaptor power suplai. Lakukan prosedur shutdown PC dengan
    benar. Rapikan kembali kabel dan peralatan.


7. Tugas

Pada praktikum ini anda akan mencoba membangkitkan dua macam sinyal. Setiap sinyal
disimpan pada source file-C yang berbeda.

     1. Sinyal sinusoida

                     Bukalah file dac1.c.
                     Inti program untuk menghasilkan sinyal sinusoida di dalam file dac1.c sebagai
                     berikut.
                                                  Ubah nilai frek disini untuk
                     #include <math.h>       mendapatkan frekuensi yang berbeda
                     //---truncated
                     #define PI 3.1416 /* nilai pi */
                     #define fs 16000 /* frekuensi sampling DAC */
                     #define frek 100 /* ubah nilai ini untuk frekuensi lain */




hary@eepis-its.edu                                                                               9
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                                           Modul 3




                     //---truncated
                     int data;
                     float a, b, c, value;
                     float theta = (2*PI*frek)/fs;

                     //---truncated

                          /* Initialization of Harmonic Resonator (spra073) */
                          /* Anda dapat menghitung nilai awal dengan kalkulator */
                          /* tanpa menggunakan library pada math.h */
                          a = cos(theta);
                          b = sin(-theta);
                          c = sin(-(2* theta));

                          /* Polling and digital loopback */
                          while (1)
                          {
                             /* Wait for sample from handset */
                             while (!MCBSP_XRDY(HANDSET_CODEC)) {};

                               value = (2*a*b) - c;
                               data = value*16000;
                               c = b;                                    Ubah nilai pengali disini untuk
                               b = value;                              mendapatkan amplitudo yang berbeda
                               /* Write to handset codec */
                               *(volatile u16*)DXR1_ADDR(HANDSET_CODEC) = data;
                          }



                 a. Sekarang Anda akan mencoba menghasilkan sinyal sinusoida dengan frekuensi
                    yang berbeda. Modifikasi program tersebut untuk menghasilkan sinyal
                    sinusoida dengan frekuensi lain seperti pada Tabel 2 dengan cara mengubah
                    nilai definisi frekuensi pada baris #define frek 100. Untuk setiap perubahan
                    baris program yang anda lakukan, lanjutkan dengan kompilasi dan download.
                    Jalankan program dan catat hasilnya pada Tabel 2.

                                                 Tabel 2. Pembangkitan Sinyal Sinusoida

                                        frek; Frekuensi       Frekuensi hasil
                                                                                    Gambar sinyal
                                No.     yang diinginkan      pengukuran pada
                                                                                     satu periode
                                              (Hz)           oscilloscope (Hz)
                                 1            1000
                                 2            2000
                                 3            4000
                                 4            8000
                                 5             500
                                 6             100
                                 7              10




hary@eepis-its.edu                                                                                      10
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                                             Modul 3




                 b. Berikutnya Anda akan mencoba untuk mengubah-ubah amplitudo sinyal
                    sinusoida. Sebelumnya kembalikan nilai variabel frek menjadi 100.

                     #define frek 100            /* ubah nilai ini untuk frekuensi lain */

                     kemudian ubahlah baris perintah berikut yang digunakan untuk mengubah
                     amplitudo sinyal

                     data = value*16000;

                     dengan nilai seperti pada Tabel 3. Untuk setiap perubahan baris program yang
                     anda lakukan, lanjutkan dengan kompilasi, download dan jalankan program.
                     Catat hasil pengamatan yang anda peroleh pada oscilloscope kedalam Tabel 3.

                                              Tabel 3. Mengubah amplitudo sinyal sinusoida

                                                                     Tegangan Vp-p
                                                                                             Gambar sinyal
                     No.   Mengubah baris program dengan            hasil pengukuran
                                                                                              satu periode
                                                                 pada oscilloscope (volt)
                      1    data = value*16000;
                      2    data = value*32000;
                      3    data = value*48000;



     2. Sinyal persegi

                 a. Program pembangkit sinyal sinusoida sebelumnya harus kita lepas dari project
                    terlebih dahulu. Pada Project View CCS, klik kanan file dac1.c kemudian
                    pilih Remove from project.
                 b. Kemudian pada menu utama CCS, pilih Project         Add Files to Project, klik
                    pada file dac2.c lalu klik open, maka file dac2.c akan masuk kedalam project
                    yang sedang kita buka.
                 c. Cobalah dahulu program yang terdapat didalam file dac2.c. Lakukan kompilasi
                    dengan cara memilih Project         Rebuild All, kemudian bila tidak ada
                    kesalahan lakukan download dengan memilih File              Load Program.
                    Jalankan program dengan menekan tombol F5 atau memilih Debug            Run.
                    Amati oscilloscope. Untuk menghentikan program anda dapat memilih Debug
                        Halt.
                 d. Bukalah file dac2.c.

                     Inti program untuk menghasilkan sinyal persegi di dalam file dac2.c sebagai
                     berikut.

                     /* Initialization */
                      N=0;
                      flip=0;
                      VH=16000;
                      VL=-16000;




hary@eepis-its.edu                                                                                           11
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                                             Modul 3




                      /* Polling and digital loopback */
                      while (1)
                      {
                         /* Wait for transmitt ready from handset */
                         while (!MCBSP_XRDY(HANDSET_CODEC)) {};

                           N++;
                                                        Ubah nilai N disini untuk
                           if(N==8)
                           {    N = 0;             mendapatkan frekuensi yang berbeda
                                if (flip==0)
                                { flip=1;
                                   data=VH; }
                                else
                                { flip=0;
                                   data=VL; }
                           }
                           /* Write to handset codec */
                           *(volatile u16*)DXR1_ADDR(HANDSET_CODEC) = data;
                      }

                 e. Modifikasi program tersebut untuk menghasilkan sinyal persegi dengan
                    frekuensi seperti pada Tabel 4. Setelah menghitung nilai N dan mengubah nilai
                    N pada program, lakukan kompilasi dan download. Jalankan program dan catat
                    hasilnya pada Tabel 4.

                                                  Tabel 4. Pembangkitan Sinyal Persegi

                                                                          Frekuensi hasil
                            Frekuensi yang               Nilai N                             Gambar sinyal
                     No.                                                 pengukuran pada
                            diinginkan (Hz)           pada program                            satu periode
                                                                         oscilloscope (Hz)
                      1           1000
                      2           2000
                      3           4000
                      4           8000
                      5            200
                      6             50
                      7             10

                     Dari percobaan yang telah anda coba, lakukan analisa mengapa sinyal yang
                     dihasilkan tidak mempunyai bentuk yang sempurna. Anda perlu mengingat


       !
                     kembali hasil percobaan praktikum sebelumnya bahwa sinyal persegi
                     mempunyai harmonik atau dengan kata lain sinyal persegi disusun dari
                     beberapa sinyal sinusoida. Perlu diingat kembali bahwa DAC yang terdapat
                     didalam IC codec pada board DSK mempunyai filter low-pass dengan
                     frekuensi cut-off sebesar 0,439 x fsampling board.

                     Perhatikan Tabel 4 nomor 7, semakin kecil frekuensi yang anda buat,
                     seharusnya akan dihasilkan sinyal persegi yang semakin sempurna yang
                     nyatanya tidak demikian. Hal ini disebabkan adanya kapasitor blocking yang
                     dihubungkan sebelum sinyal keluar ke jack audio output pada board DSK
                     (perhatikan Gambar 8). Kapasitor ini berfungsi sebagai penahan sinyal DC dan
                     berfungsi sebagai filter high-pass. Kapasitor ini pula yang menyebabkan


hary@eepis-its.edu                                                                                           12
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                             Modul 3




                     tampilan sinyal pada osilloscope selalu simetris. Mengapa kapasitor ini
                     terpasang? Karena output analog dari board DSK tersebut dirancang untuk
                     aplikasi yang menggunakan speaker.


                            Kembali ke prosedur praktikum langkah nomor 12.


8. Diskusi
(Gunakan bagian diskusi ini pada analisa di laporan resmi)

     1. Buatlah diagram alir (flowchart) untuk tiap pembangkitan sinyal sinusoida dan sinyal
        persegi.
     2. Dari hasil percobaan, menurut anda berapakah frekuensi tertinggi yang mampu
        dihasilkan apabila kita membangkitkan sinyal menggunakan board DSK5402?
        Jelaskan!
     3. Perhatikan Tabel 3. Saat anda mencoba untuk memperbesar amplitudo sinyal, pada
        suatu saat terjadi bentuk sinyal yang mengalami distorsi pada puncaknya. Mengapa
        hal ini dapat terjadi?
     4. Pada pembangkitan sinyal persegi menghasilkan bentuk sinyal yang tidak sesuai
        harapan. Sinyal yang dihasilkan mengalami distorsi. Sedangkan pembangkitan sinyal
        sinusoida lebih baik. Mengapa hal ini dapat terjadi? Jelaskan!


9. Pertanyaan pendahuluan

1. Gambar berikut adalah ilustrasi untuk menghasilkan sinyal persegi. Pada setengah periode
   pertama dikeluarkan 10 titik dengan nilai +200 kemudian pada setengah periode
   berikutnya dikeluarkan 10 titik dengan nilai -200. Bila sistem tersebut menggunakan
   frekuensi sampling sebesar 16KHz, berapakah frekuensi sinyal persegi yang dihasilkan?




2. Pada sistem pembangkit sinyal sinusoida dengan frekuensi sampling 16KHz, dihasilkan
   sinyal sinusoida dengan frekuensi 1KHz. Berapa jumlah titik sampel yang dikeluarkan
   dalam satu periodenya?




hary@eepis-its.edu                                                                        13
Praktikum Pengolahan Sinyal – Digital to Analog Converter                                Modul 3




10. Tambahan

Berikan saran atau komentar guna pengembangan lebih lanjut praktikum ini.




                          Materi ini dapat digunakan, dikutip, dan disebarluaskan
                untuk pendidikan. Cukup cantumkan sumber asli. Semoga menjadi barokah.


hary@eepis-its.edu                                                                           14
rev.1 updated: 25 September 2007

								
To top