Analisis Swot pada Produk Bank Mandiri

Document Sample
Analisis Swot pada Produk Bank Mandiri Powered By Docstoc
					Analisis Swot pada Produk Bank Mandiri Syariah

A. Pendahuluan

Kegiatan usaha bisnis berbasis syariah semakin berkembang pesat, mulai dari
perbankan syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, hingga koperasi berbasis
syariah. Namun perkembangan yang paling pesat terjadi pada perbankan syariah.
Alasan utama masyarakat beralih ke perbankan syariah adalah penghapusan adanya
bunga dalam transaksi keuangan dan sebagai gantinya menerapkan konsep bagi hasil
yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

Persaingan perbankan syariah tidak hanya terjadi pada bank-bank lokal saja, bank-
bank asing pun telah mulai merambah pada konsep syariah. Oleh karena itu, bank-
bank syariah lokal harus lebih inovatif terhadap produk-produk yang mereka tawarkan
kepada nasabah jika ingin tetap bertahan di tengah munculnya para pesaing baru.

Untuk mengambil suatu kebijakan strategis bank syariah lokal perlu menganalisis
lingkungan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan. Hal tersebut
dilakukan untuk menentukan peluang maupun ancaman terhadap bank syariah lokal itu
sendiri. . Dari hasil analisis tersebut perusahaan dapat mendiagnosis lingkungan dan
mengambil suatu kebijaksanaan strategis yang berdasarkan keunggulan dan
kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan.

B. Teori


Analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan
strategi perusahaan. Analisa ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan
kekuatan ( Strengths) dan peluang ( Opportunities), namun secara bersamaan dapat
meminimalkan kelemahan ( Weaknesses)dan ancaman ( Threats).
Perencanaan strategis (strategic planner) suatu perusahaan harus menganalisis faktor-
faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) pada
kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut dengan Analisis Situasi atau popular disebut
Analisis SWOT.
Dalam menganalisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif guna menjawab
perumusan permasalahan mengenai apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan
yang ada pada objek penelitian dan apa saja yang menjadi peluang dan ancaman dari
luar yang harus dihadapinya.
Dalam penelitian dilakukan identifikasi variable-variabel yang merupakan kekuatan dan
peluang yang kemudian digunakan skala likert atas lima tingkat yang terdiri dari:
Sangat baik (5), Baik (4), Cukup baik (3), Kurang baik (2), dan Tidak baik (1),
berupa Skala Likert Keunggulan dan Peluang
Kemudian penelitian dilanjutkan dengan identifikasi variable-variabel yang merupakan
kelemahan dan ancaman dari luar yang kemudian digunakan skala likert atas lima
tingkat yang terdiri dari: Sangat berat (=5), Berat (=4), Cukup berat (=3), Kurang
berat (=2), dan Tidak berat (=1), berupa Skala Likert Tantangan dan Ancaman
Analisis SWOT ini adalah membandingkan antara faktor eksternal, berupa
Peluang (opportunities) dan Ancaman (threats) dengan faktor internal, yang berupa
Kekuatan (strengths) dan Kelemahan (weaknesses).
Selanjutnya, nilai rata-rata masing-masing faktor positif dibandingkan dengan faktor
negatif baik di lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Dan Hasil dari
perhitungan tersebut, dituangkan dalam digramCartesius.
Dari diagram Cartesius tersebut, dapat diketahui hasil analisis SWOT, sesuai dengan
posisi dari hasil perhitungannya, yaitu:
Sebelah kiri atas -> Startegi Rasionalisasi (Turne around).
Sebelah kanan atas -> Strategi Agresif (Growth).
Sebelah kiri bawah -> Strategi Defensif.
Sebelah Kanan bawah -> Strategi Diversifikasi.

C. Pembahasan

Strengths (Kekuatan):

• Adanya adanya dewan pengawas yang menjamin bahwa Bank Syariah tidak
melenceng dari konsep ekonomi syariah.
• Adanya manajemen perusahaan yang terpisah dari dewan pengawas maka tidak ada
intervensi antara dewan pengawas dengan manajemen dan sebaliknya.
• Pegawai yang bekerja adalah pegawai yang profesional dan sepenuhnya mengerti
operasional perbankan syariah.
• Adanya Pusat Pendidikan dan Pelatihan BSM (Training Centre BSM) mempermudah
merencanakan berbagai program pendidikan dan pelatihan perbankan syariah.
• Beroperasi atas dasar prinsip syariah Islam menetapkan budaya perusahaan dalam
lima pilar yang disingkat SIFAT.
• Tersebar di 20 provinsi di tanah air.
• Produk dan jasa yang ditawarkan sangat bervariasi.
• Nama syariah mandiri sudah membentuk persepsi yang masyarakat adalah bank yang
menganut prinsip ekonomi syariah.
• Dengan dukungan modal dari PT.Bank Mandiri sehingga tidak mengalami kesulitan
dibidang permodalan.
• Kinerja kuangan sudah cukup baik.

Weakness (Kelemahan):

• Adanya direktur yang memegang jabatan rangkap yang berbeda bidangnya.
• Butuh penyesuaian dan pelatihan bagi karyawan baru.
• Sulit mendapatkan SDM yang berkompeten dibidang ini.
• Belum meratanya penyebaran kantor bank syariah mandiri di seluruh provinsi.
• Belum adanya pelayanan produk (ATM) bersama.
• Image yang terbentuk dimasyarakat adalah bank yang diperuntukkan hanya untuk
orang islam.
• Tidak adanya paten.

Opportunities (Kesempatan):
• Pertumbuhan yang sangat pesat dengan pembangunan bank syariah di daerah-
daerah
• Peluang yang besar untuk penerapan teknologi-teknologi baru dengan perkembangan
IT
• Kebijakan Bank Indonesia terbaru belum akan memicu bank konvensional melepas
unit usaha syariah menjadi bank umum syariah tersendiri.
• Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama islam merupakan pasar potensial
yang sangat besar.
• Tidak dikhususkan untuk orang islam
• Masih sedikit pesaing.

Threats (Ancaman):
• Pesaing mempunyai teknologi yang lebih canggih.
• Banyaknya produk yang sejenis yang menawarkan banyak keunggulan.
• Banyaknya pilihan produk dari perbankan lain.
• Kekuatan nasabah untuk memilih bank cukup tinggi.
• Pesaing dari dalam negri tidak hanya terdiri dari bank-bank konvensional tapi juga
bank syariah yang lain.

sumber : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/analisis-swot-pada-bank-
syariah-mandiri-2/

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:194
posted:12/24/2011
language:
pages:3