Daftar jembatan di Indonesia

Document Sample
Daftar jembatan di Indonesia Powered By Docstoc
					Daftar jembatan di Indonesia
Indonesia memiliki jembatan-jembatan yang menghubungkan suatu daratan dengan
daratan lainnya.

Beberapa jembatan yang penting
      Jembatan Ampera (Sumatra Selatan)
      Jembatan Barito (Banjarmasin, Kalimantan Selatan)
      Jembatan Rantau Berangin (Riau)

Jembatan ini terletak di kabupaten Kampar, provinsi Riau.Memiliki panjang 200 meter.

      Jembatan Pasar Ayam (DKI Jakarta)

Jembatan angkat yang terkenal dan merupakan satu-satunya yang masih kelihatan
bentuknya adalah yang dikenal dengan nama Hoenderpasarbrug (Jembatan Pasar Ayam),
yang terletak di ujung utara Kali Besar, di dekat Hotel Omni Batavia di Jalan Kali Besar
Barat.

Sesuai namanya, jembatan itu yang menempati lokasi yang menurut peta masa Gubernur
Jenderal Van der Parra, merupakan pasar ayam dan sayuran, yaitu yang terletak di
sebelah utara gereja lama Portugis (Binnenkerk). Lahan bekas pasar ayam itu kemudian
dijadikan lokasi tempat perbaikan kapal. Karena Boom Besar dalam jangka panjang juga
akan dibangun, maka pembesar kumpeni merencanakan lokasi untuk gudang-gudang di
tepi Kali Besar itu. Karena itulah dibangun jembatan angkat, sehingga perahu-perahu
yang mengangkut berbagai kebutuhan sehari-hari tetap bisa melewati Kali Besar.

      Jembatan Javasche Bank (DKI Jakarta)

Di ujung selatan daerah Kali Besar, Jakarta terdapat sebuah jembatan, untuk kebutuhan
orang-orang yang bermaksud ke rumah sakit (hospitaalsbrug). Setelah rumah sakit
dipindahkan ke Weltevreden, lahan bekas rumah sakit itu dimanfaatkan oleh Javasche
Bank, sehingga jembatan itu dikenal sebagai Jembatan Javasche Bank. Jembatan Pasar
Ayam maupun Jembatan Javasche Bank itu bukan jembatan yang paling tua di Betawi.
Yang tertua adalah Jembatan Inggris, yang ketika tentara Mataram menyerang Betawi
pada tahun 1628, jembatan itu harus dihancurkan. Baru pada tahun 1655 dibangun
jembatan baru melintasi terusan kanal yang bernama Amsterdamsche-gracht. Itulah
jembatan yang disebut Hoenderpasarbrug.

Jembatan itu bukan satu-satunya sarana untuk menyeberangi kanal. Ketika para pembesar
kumpeni masih tinggal di dalam kastil, selain jembatan untuk penyeberangan itu, di
tempat-tempat yang cukup jauh dari jembatan ditempatkan beberapa buah sampan
memakai tenda. Sampan-sampan itu dipakai untuk mengangkut ’nyonya-nyonya besar’
yang biasanya malas berjalan itu ke seberang kanal. ’Nyonya-nyonya besar’ itu jelas sulit
berjalan, karena gaun-gaun yang mereka kenakan model kurungan ayam. Setiap mereka
berjalan, harus ada budak-budak yang memegangi gaun itu. Repotnya lagi, selain budak
pemegang gaun, ada pula budak yang khusus memayungi sang nyonya besar, karena
matahari Betawi sangat terik. Si nyonya besar sendiri tidak henti-hentinya mengipas-
ngipaskan kipas bulu burung merak.

      Jembatan Senti (DKI Jakarta)

      Jembatan Kambing (DKI Jakarta)

Memasuki kawasan Pekojan, Jakarta Barat, dari Jl Tubagus Angke terdapat sebuah
jembatan yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Keberadaan jembatan yang
dinamakan Jembatan Kambing ini punya sejarah panjang. Karena kambing-kambing
yang didatangkan dari berbagai tempat, umumnya dari Tegal, sebelum disembelih di
pejagalan lebih dulu dilewatkan jembatan Kali Angke yang memisahkan Pekojan dan Jl
Tubagus Angke. Hingga kini nama Pejagalan merupakan salah satu kampung di
Kelurahan Pekojan.

Nama Jembatan Kambing ini pun dikaitkan dengan kegemaran masyarakat keturunan
Arab pada daging kambing. Sampai 1950-an mayoritas penduduk Pekojan adalah
keturunan Arab yang sebagian besar berasal dari Hadramaut (salah satu wilayah di
selatan Yaman). Besarnya jumlah komunitas keturunan Arab ini menyebabkan banyak
pula pedagang kambing yang mangkal di tepi Kali Angke itu. Dan para pedagang
kambing ini sebagian besar juga keturunan Arab. Para pedagang ini menyatakan mereka
ini hanya meneruskan usaha dagang yang dilakukan oleh ayah, kakek, bahkan buyut
mereka.

Jembatan Kambing ini berhadapan dengan Masjid An-Nawir yang dibangun 1760. Pada
akhir abad ke-19 masjid ini diperluas oleh Sayid Abdullah Bin Husein Alaydrus, seorang
kaya raya yang namanya diabadikan menjadi nama Jalan Alaydrus di Jl Gajah Mada,
Jakarta Pusat. Semasa hidupnya ia ikut menyelundupkan senjata untuk para pejuang Aceh
saat melawan Belanda. Masjid yang kini dapat menampung dua ribu jamaah ini
merupakan salah satu masjid tempat mengajar Habib Usman Bin Yahya, pengarang
sekitar 50 buku (kitab kuning) berbahasa Melayu Arab gundul. Ia pernah diangkat
sebagai mufti Betawi pada 1862 (1279 H). Salah seorang muridnya adalah Habib Ali
Alhabsji (meninggal 1968) yang mendirikan Majelis Taklim Kwitang.

      Jembatan Merah (Surabaya, Jawa Timur)

      Jembatan Ampera (Sumatra Selatan)

      Jembatan Siti Nurbaya (Padang, Sumatra Barat)

      Jembatan Suramadu (Jawa Timur)

      Jembatan Barelang (Batam, Kepulauan Riau)
Jembatan Barelang adalah nama jembatan "megah" yang menghubungkan tiga pulau
yaitu Batam-Rempang-Galang. Masyarakat setempat menyebutnya "Jembatan Barelang",
namun ada juga yang menyebutnya "Jembatan Habibie", karena beliau yang
memprakarsai pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi ketiga pulau tersebut yang
dirancang untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau. Ketiga
pulau itu sekarang termasuk Provinsi Kepulauan Riau, Kepri, sebuah provinsi yang baru
saja diresmikan keberadaannya oleh menteri dalam negeri.


Jembatan




Jembatan Golden Gate menghubungkan San Francisco ke Marin County.

Jembatan merupakan satu struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau
rintangan seperti sungai, rel kereta api ataupun jalan raya. Ia dibangun untuk
membolehkan laluan pejalan kaki, pemandu kenderaan atau kereta api di atas halangan
itu.

Sejarah
Jembatan pertama yang dibuat dengan titian kayu untuk menyeberangi sungai. Ada juga
orang yang menggunakan dua utas tali atau rotan, yang diikat pada bebatuan di tepi
sungai. Seterusnya, batu digunakan, tetapi cuma sebagai rangka. Jembatan gerbang
berbentuk melengkung yang pertama dibuat semasa jaman Emperor Roma, dan masih
banyak jembatan dan saluran air orang Roma yang kenal hingga hari ini. Orang-orang
Roma juga mempunyai pengetahuan, yang mengurangkan perbedaan kekuatan batu2 yang
berbeda. Jembatan bata dan mortar dibuat pada zaman kaisar Romawi, karena sesudah
zaman tersebut, teknologi pengetahuan telah hilang. Pada Zaman Pertengahan, tiang-
tiang jembatan batu biasanya lebih besar sehingga menyebabkan kesulitan kepada kapal-
kapal yang lalu-lalang di sungai tersebut.

Pada abad ke-18, mulai banyak pembaruan dalam pembuatan jembatan kayu oleh Hans
Ulrich, Johannes Grubenmann dan lain-lain. Dengan kedatangan Revolusi Industri pada
abad ke-19, sistem rangka (truss system) menggunakan besi untuk memajukan untuk
pembuatan jembatan yang lebih besar, tetapi besi tidak mempunyai kekuatan ketegangan
(tensile strength) yang cukup untuk beban yang besar. Apabila mempunyai kekuatan
ketegangan yang tinggi, jembatan yang lebih besar akan dibuat, kebanyakannya
menggunakan idea Gustave Eiffel, yang pertama kali dipertunjukkan di Menara Eiffel di
Paris, Perancis. Yang sesuai digunakan untuk pembuatan jembatan yang panjang karena
ia mempunyai kekuatan-kepada-berat yang tinggi, tetapi konkrit pula mempunyai kos
penjagaan yang lebih murah. Jadi, selalunya "konkrit diperkuat" (reinforced concrete)
digunakan - kekuatan ketegangan konkrit yang lemah diisi oleh kabel tembaga yang
ditanam di dalam konkrit itu.

Jenis-jenis jembatan
Jenis-jenis jembatan boleh dikelaskan mengikut kegunaannya ataupun struktur
binaannya.

Dari segi kegunaan

Suatu jembatan biasanya dirancang sama untuk kereta api, untuk pemandu jalan raya atau
untuk pejalan kaki. Ada juga jambatan yang dibangun untuk pipa-pipa besar dan saluran
air yang bisa digunakan untuk membawa barang. Kadang-kadang, terdapat batasan dalam
penggunaan jembatan; contohnya, ada jembatan yang dikususkan untuk jalan raya dan
tidak boleh digunakan oleh pejalan kaki atau penunggang sepeda. Ada juga jembatan
yang dibangun untuk pejalan kaki (jembatan penyeberangan), dan boleh digunakan untuk
penunggang sepeda.

Jembatan upacara dan hiasan

Setengah jembatan dibuat lebih tinggi daripada yang diperlukan, agar pantulan jembatan
itu akan melengkapkan sebuah bulatan. Jembatan seperti ini, yang selalunya dijumpai di
taman oriental, dipanggil "Jembatan Bulan", kerana jambatan itu dan pantulannya
menyerupai sebuah bulan purnama.

Adalah biasa di istana2 jembatan dibuat sungai tiruan sebagai simbol perjalanan ke
tempat ataupun keadaan minda yang penting. Ada satu set yang terdiri daripada lima
jambatan yang merentasi satu sungai yang berbelit-belit di salah sebuah laman penting di
Bandar Terlarang (Forbidden City) di Beijing, China. Jambatan yang tengah hanya boleh
dilalui oleh Maharaja, Permaisuri dan dayang-dayang mereka.

Dari segi struktur

Perancangan dan bahan asas pembinaan jambatan bergantung kepada lokasi dan juga
jenis muatan yang akan ditanggungnya. Berikut adalah beberapa jenis jambatan yang
utama:
Jembatan batang kayu (Log bridge)
Jambatan yang terawal adalah apabila manusia mengambil kesempatan dari pohon kayu
yang tumbang merentasi sungai. Jadi, tak hairanlah jika jambatan yang pertama dibuat
ialah pokok yang sengaja ditumbangkan meintasi sungai. Kini, jambatan seperti itu hanya
digunakan secara sementara, contohnya di tempat2 pembalakan, yang mana jalan yang
dibuat hanyalah untuk sementara dan kemudian ditinggalkan. Ini karena jembatan seperti
ini mempunyai jangka waktu yang pendek disebabkan oleh pohon menyentuh tanah
(yang basah) hingga menyebabkannya mereput, serta serangan anai-anai dan serangga-
serangga lain. Jembatan batang kayu yang tahan lama boleh dibuat dengan menggunakan
tapak konkrit yang tidak ditakungi air dan dijaga dengan baik.

Jembatan alang (Beam bridge)
Jembatan ini juga bisa disebut keturunan langsung jambatan batang kayu, jambatan alang
biasanya dibuat dari alang keluli "I", konkrit diperkuat atau konkrit telah-tertegang (post-
tensioned concrete) yang panjang. Ia kurang digunakan sekarang kecuali untuk jarak
yang dekat. Jembatan ini selalu digunakan untuk jembatan pejalan kaki dan juga
jembatan-jembatan yang merintangi hutan.

Jembatan kerangka (Truss bridge)
Jika alang2 itu disusun dalam bentuk kekisi, contohnya segitiga, supaya setiap alang
hanya menampung sebagian berat struktur itu, maka ia dinamakan jembatan kerangka.
Jika dibandingkan dengan jembatan alang, jembatan kerangka adalah lebih hemat dalam
penggunaan bahan. Kerangka bisa menahan beban yang lebih berat untuk jarak yang
lebih jauh menggunakan elemen yang lebih pendek daripada jambatan alang. Ada
berbagai jenis cara untuk membuat kerangka ini, namun begitu, semuanya menggunakan
prinsip penggiliran elemen tegangan dan tekanan. Sekiranya satu-satu elemen itu telah
diketahui - melalui analisis kejuruteraan - hanya akan mengalami ketegangan tanpa
tekanan atau kenduran, maka ia bisa dibuat dari batang keluli yang lebih langsing. Bagian
atas kerangka selalunya mengalami tekanan, manakala bagian bawahnya mengalami
tegangan.

Jembatan ini selalu dibuat dengan menggunakan dua kerangka yang dihubungkan dengan
elemen-elemen penjuru yang mendatar untuk membentuk sebuah struktur berbentuk
kotak. Jalan yang akan dilalui boleh terjadi daripada sebagian elemen-elemen atas atau
bawah, atau juga boleh digantung di tengah-tengah. Jika jambatan itu harus
menyeberangi jurang yang sangat dalam, kerangka itu boleh diimbangi. Ini selalunya
terjadi jika tebing yang betul-betul bertentangan membuatkan kerja-kerja pembuatan
lebih sukar.

Jambatan kerangka boleh dibuat dari hampir semua bahan yang keras dan kuat, termasuk
batang kayu, keluli ataupun konkrit diperkuat. Konsep kerangka ini juga digunakan
dalam jembatan-jembatan yang lain ataupun komponen-komponen jembatan seperti
struktur geladak jambatan gantung.
Jembatan gerbang tertekan (Compression arch bridge)
Jembatan berbentuk ini adalah antara jambatan yang paling awal yang dapat merintangi
jarak yang jauh menggunakan batu bata ataupun konkrit. Bahan-bahan ini boleh
menerima tekanan yang tinggi tetapi tidak boleh menahan tegangan yang kuat. Jambatan
ini berbentuk pintu gerbang - maka sebarang tekanan menegak akan turut menghasilkan
tekanan mendatar di puncak gerbang itu.

Di kebanyakan jembatan gerbang, jalan diletakkan di atas struktur gerbang itu. Saluran
air orang-orang Roma dahulu menggunakan kaedah untuk menyusun beberapa jembatan
gerbang - daripada jembatan panjang kepada jembatan pendek apabila ketinggian
ditambahkan - untuk mencapai ketinggian sambil mengekalkan ketegaran struktur itu,
dengan mengelakkan pembinaan elemen menegak yang tinggi dan langsing. Jembatan
gerbang ini masih digunakan di terusan-terusan air dan jalan raya kerana ia mempunyai
bentuk yang menarik, terutamanya apabila ia menyeberangi air kerana pantulan gerbang
itu membentuk kesan visual berbentuk bulatan dan bujur.

Kebanyakan jembatan gerbang tertekan moden dibuat daripada konkrit diperkuat. Untuk
pembuatannya, pendukung sementara bisa didirikan untuk mendukung bentuk jembatan
itu. Apabila konkrit telah mengeras, barulah pendukung sementara itu dibuang.

Salah satu variasi kepada jembatan jenis ini adalah apabila gerbang jembatan itu naik
lebih tinggi daripada jalan. Dalam kes ini, kabel tembaga menghubungkan jalan dengan
gerbang itu.

Jembatan gantung (Suspension bridge)
Jembatan gantung adalah satu lagi jenis jembatan yang pertama, dan masih lagi dibuat
menggunakan bahan asli, seperti tali jerami di setengah daerah di Amerika Selatan.
Sudah semestinya jembatan ini diperbarui secara berkala kerana bahan ini tidak tahan
lama, dan di sana, bahan-bahan ini dibuat oleh keluarga2 sebagai sumbangan masyarakat.
Sejenis variasi yang lebih kekal, sesuai untuk pejalan kaki dan kadang kala penunggang
kuda boleh dibuat daripada wayar biasa. Puak Inca di Peru juga pernah menggunakan
jambatan ini pada kurun ke-16 untuk jarak sejauh 60 m. Bagi jembatan ini, laluan jalan
akan mengikut lengkungan menurun dan menaik kabel yang membawa beban. Tali/wayar
tambahan juga diletakkan pada paras yang lebih tinggi sebagai tempat berpegang. Untuk
berjalan dengan selesa di jambatan seperti ini, sejenis cara berjalan seperti meluncur
diperlukan, ini kerana cara berjalan yang biasa akan menghasilkan gelombang bergerak
yang akan menyebabkan jambatan (dan pejalan kaki) bergoyang atas-ke-bawah atau kiri-
ke-kanan.

Jembatan gantung moden yang mampu membawa kenderaan menggunakan dua menara
menggantikan pokok. Kabel yang merentangi jambatan ini perlu ditambat dengan kukuh
(selalunya menggunakan konkrit) di kedua-dua belah ujung jembatan, karena sebagian
besar beban di atas jembatan akan dipikul oleh tegangan di dalam kabel utama ini. Jalan
raya kemudiannya dihubungkan ke kabel utama dengan menggunakan jaringan kabel2
lain yang digantung menegak. Jambatan seperti ini cuma praktikal digunakan untuk jarak
yang jauh, di mana bentuk muka bumi menghalang, atau ia menjadikan laluan air
berbahaya untuk mendirikan tiang penahan, samada yang sementara ataupun kekal.
Jambatan seperti ini juga selalunya menyedapkan mata memandang. Namun begitu, ia
selalunya tidak sesuai untuk digunakan oleh kereta api kerana jambatan itu akan melentur
disebabkan oleh gerabak2 kereta api yang berat.

Jembatan kabel-penahan (Cable-stayed R bridge)
Jembatan kabel-penahan adalah agak baru.ekaan jambatan ini menggunakan beberapa
kabel yang berasingan yang menghubungkan jalan dengan menara. Kabel2 pepenjuru ini
diikat dengan tegang dan lurus (tidak melentur kecuali disebabkan oleh berat sendiri) ke
beberapa tempat yang berlainan di sepanjang jalan. Kabel2 itu boleh diikat di tengah-
tengah jalan (satu jaringan) atau di tepi jalan (dua jaringan). Biasanya dua menara
digunakan, dan kabel-kabel disusun dalam bentuk kipas.

Kelebihan jembatan ini dibanding jembatan gantung adalah tambatan yang kukuh di
ujung jembatan untuk menahan tarikan kabel tidak diperlukan. Ini disebabkan oleh
geladak jambatan itu senantiasa berada di dalam keadaan tekanan. Ini menjadikan
jambatan ini sebagai jambatan pilihan di tempat2 yang keadaan tanahnya kurang baik,
asalkan menara-menaranya boleh dipasak dengan baik.

Antara contoh jambatan kabel penahan yang terkenal di Malaysia termasuklah Jambatan
Pulau Pinang dan Jembatan Kedua Muar.

Jembatan penyangga (Cantilever bridge)
Jembatan penyangga biasanya digunakan untuk mengatasi masalah pembuatan apabila
keadaan tidak praktikal untuk menahan beban jembatan dari bawah semasa pembuatan.
Disebabkan ia agak keras/tidak mudah bergoyang, ia sesuai digunakan untuk membawa
landasan kereta api. Walaupun dari segi seni bina penyangga selalunya mempunyai cuma
satu bagian, untuk jembatan biasanya dua bahagian (sepasang) yang serupa dibuat.

Satu kelebihan jambatan ini ialah ia boleh dibina dengan cuma bekerja menggunakan
caisson sementara – ini dilakukan dengan membuat kedua-dua bagian sekaligus untuk
memastikan keseimbangan jembatan itu. Kebanyakan jembatan penyangga menggunakan
sepasang struktur yang serupa, setiap satu dengan satu menara dan dua penyangga yang
terjulur keluar. Kemudian, apabila siap, jembatan itu biasanya akan ditambat di ujungnya,
untuk mengelakkan penyangga tadi terjungkit, dan menghasilkan celah yang lebar di
antara kedua-dua penyangga tadi. Setelah itu, satu jalan yang telah siap dibina awal-awal
diangkat dan diletakkan di tengah-tengah jambatan itu menggunakan kabel untuk
meyambung kedua-dua bagian. Jika tidak, bagian tengah jalan itu bisa dibuat ketika itu
juga daripada bagian-bagiannya.

Prinsip penyangga ini biasa digunakan dalam pembuatan jembatan gerbang tertekan.
Dalam kebanyakan pembuatan jembatan jarak jauh moden, menara dan kabel sementara
digunakan untuk menahan bagian-bagian gerbang yang dibuat secara bertingkat. Cara ini
agak sama dengan cara pembuatan jembatan kabel-penahan. Penggunaan menara
sementara ini mengurangi jumlah bahan yang diperlukan dan memudahkan perancangan.

Jembatan bisa pindah

Jembatan gerak (movable bridge) membolehkan benda-benda yang tinggi seperti layar
kapal melaluinya, ataupun ia boleh digunakan untuk merentasi jarak yang tinggi atau
jaraknya boleh berubah. Jembatan ini biasanya boleh diputarkan ke atas (drawbridge)
atau ke tepi (swing bridge). Bagi setengah jembatan pula, bagian tengahnya boleh
diangkat menegak ke atas (lift bridge). Ada juga jembatan yang digelar jembatan
pengangkut (transporter bridge), ia cuma digunakan di tempat-tempat yang tidak banyak
kendaraan.

Untuk jembatan-jembatan yang kecil, pergerakan ini mungkin boleh dilakukan tanpa
menggunakan dinamo. Setengah jembatan boleh dikawal oleh pengguna, terutamanya
yang mempunyai bot, sesetengah yang lain dikawal oleh pengawal jambatan, kadang-
kadang dari jauh dengan menggunakan kamera video dan pembesar suara. Selalunya
terdapat lampu isyarat untuk pengguna2 jalan dan air, dan tambahan pengadang jalan
untuk para pemandu.

Jembatan gerak yang lebih kecil yang dipanggil jetway, juga digunakan di lapangan
terbang, untuk memperbolehkan penumpang menaiki kapal terbang yang berbagai2 saiz
dan jarak dari bangunan terminal.

Jembatan ternama
      Bridge of Sighs, Venice, Italia
      Golden Gate Bridge, San Francisco, California, AS
      Sydney Harbour Bridge, Sydney, Australia
      Tower Bridge, London, England, UK
      Tsing Ma Bridge, Hong Kong, China

Lihat pula
      loncat BASE
      Jembatan dalam seni
      Daftar jembatan
      Daftar jembatan berdasarkan panjang
      Daftar jembatan suspensi terbesar
      Jembatan bergerak
      Jembatan tol
      Jembatan Terkenal di Indonesia
      Jembatan ponton
Gambar jenis jembatan



                                                                 Carquinez Bridge.jpg
                                                                 Jembatan bertol
                    Jembatan        alang
Akueduk                                  Jembatan bertingkat
                    (beam)


                    Tarr steps clapper
                    bridge.jpg
                    Jembatan clapper                           Jembatan     gantung
                                         Jembatan        galang(suspension)
Jembatan bulan
                                         (girder)


                                         Australia    sydney-
                                         404.jpg
                                         Jembatan     gerbang
                                         tertekan (compression
                    Jembatan      gerbangarch
Jembatan gantung                                                 Jembatan      gerbang
                    (arch)
                                                                 kerangka (truss arch)




Jembatan   kerangkaJembatan         kabel-Jembatan        kabel-
(truss)             penahan        (cable-penahan           sparJembatan kayu
                    stayed)               penyangga




Jembatan penyangga                       Jembatan pejalan kakiJembatan            tiub
                   Jembatan bertutup
(cantilever)                             bertutup             (tubular)




Jembatan     angkat
(drawbridge)        Jembatan angkat (lift) Jembatan ayun (swing) Jembatan        tarik
                                                                   (retractable)




Jembatan tenggelamJembatan      bergulungJembatan           lipat
                  (curling)              (folding)               Jembatan miring (tilt)
(submersible)


                                                                   Pontcysyllte
                                                                   Aqueduct        canal
                                                                   boat.jpg
Jembatan                                                           Jembatan terusan
pengangkut           Jembatan pontun     Jembatan          udara
(transporter)                            (skyway)




Jejambat (viaduct)   Jetway

Lihat pula
      loncat BASE
      Jembatan dalam seni
      Daftar jembatan
      Daftar jembatan berdasarkan panjang
      Daftar jembatan suspensi terbesar
      Jembatan bergerak
      Jembatan tol
      Jembatan Terkenal di Indonesia
      Jembatan ponton

Pranala luar
      Bridge Photos
      Structurae - International Database and Gallery of Structures.
      American Society of Civil Engineers History and Heritage of Civil Engineering -
       Bridges
      Bridge Building — Art and Science Comprehensive explanations about bridges.
      Bridge Basics A guide to bridge terminology and styles
      Shanghai lupu Chinese bridge site showing suspended deck arch construction and
       completion.
      BridgeBuilder - Great game where you design a bridge and see if a train will drive
       over it safely.
      Historic Bridges of Michigan and Elsewhere Photos, information, and maps of
       historic bridges in and around Michigan. Also has a links page with links to
       bridge databases in other regions of the U.S.A.
      Bridge disasters
      Jembatan Golden Gate
      Jembatan Pelabuhan Sidney
      Jembatan Pulau Pinang
      Tambak Johor


Jembatan ponton




Jembatan ponton

Jembatan ponton adalah jembatan mengambang yang disandarkan ke semacam ponton
untuk menyangga landasan jembatan dan beban dinamis di atasnya. Jembatan ponton
biasanya merupakan bangunan temporer, walaupun ada juga yang dipergunakan untuk
jangka waktu yang lama. Jembatan mengambang yang permanen sangat berguna untuk
menyeberangi perairan di mana dianggap tidak ekonomis untuk membuat sebuah
jembatan yang digantungkan pada dermaga. Jembatan semacam ini dapat memiliki
bagian yang ditinggikan atau yang dapat diangkat, untuk jalan lewat kapal.

Dalam keadaan darurat, jembatan ponton dapat dibuat dengan memasang beberapa drum
kosong yang tertutup rapat secara berjajar dan meletakkan papan diatasnya untuk orang
berjalan. Drum kosong akan mengapung di air karena memiliki rongga yang berisi udara
di dalamnya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: Tips, Trik
Stats:
views:225
posted:12/22/2011
language:Indonesian
pages:11
Description: Tips Trik