BAB 2 KRITERIA STANDAR _ PROFIL WILAYAH by vita_tamia

VIEWS: 588 PAGES: 43

									                            ADVISORY PERENCANAAN
                SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU




        BAB 2
        KRITERIA STANDAR PERENCANAAN
        DAN PROFIL WILAYAH

2.1. KRITERIA STANDAR PERENCANAAN

2.1.1. Kebutuhan Air

Kebutuhan air terbagi atas domestik yaitu rumah tangga dimana kriteria dan standar

kebutuhan pelayanan air bersih sesuai dengan kategori daerah yang dikelompokkan

berdasarkan jumlah penduduk.



Semakin padat jumlah penduduk dan semakin tinggi tingkat kegiatan akan

menyebabkan semakin besarnya tingkat kebutuhan air. Variabel yang menentukan

besaran kebutuhan akan air bersih antara lain adalah sebagai berikut:

a.     Jumlah penduduk

b.     Jenis kegiatan

c.     Standar konsumsi air untuk individu

d.     Jumlah sambungan



Target pelayanan dapat merupakan potensi pasar atau mengacu pada kebijaksanaan

nasional. Asumsi-asumsi lain yang digunakan mengikuti kecenderungan data yang ada

di lapangan serta kriteria dan standar yang dikeluarkan oleh lembaga yang

berwenang, yaitu seperti:

a.     Cakupan pelayanan

b.     Jumlah pemakai untuk setiap jenis sambungan


 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH             2-1
                                   ADVISORY PERENCANAAN
                       SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


c.        Jenis sambungan

d.        Tingkat kebutuhan konsumsi air

e.        Perbandingan SR/HU

f.        Kebutuhan Domestik dan Non Domestik

g.        Angka kebocoran

h.        Penanggulangan kebakaran



Perencanaan            pengadaan     sarana     prasarana     air     bersih      dilakukan     dengan

memperhitungkan jumlah kebutuhan air yang diperlukan bagi daerah perencanaan.

Proyeksi kebutuhan air dihitung dengan menggunakan data proyeksi jumlah

penduduk, standar kebutuhan air bersih, cakupan pelayanan, koefisien kehilangan

air, dan faktor puncak yang diperhitungkan untuk keamanan hitungan perencanaan.



               Tabel 2.1. Tingkat Pemakaian Air Rumah Tangga Sesuai Kategori Kota
                                                                                         Tingkat
     No          Kategori Kota           Jumlah Penduduk              Sistem
                                                                                      Pemakaian Air
 1        Kota Metropolitan                   > 1.000.000           Non Standar           190
 2        Kota Besar                    500.000 – 1.000.000         Non Standar           170
 3        Kota Sedang                    100.000 – 500.000          Non Standar           150
 4        Kota Kecil                      20.000 – 100.000          Standar BNA           130
 5        Kota Kecamatan                       < 20.000             Standar IKK           100
 6        Kota Pusat Pertumbuhan                < 3.000             Standar DPP            30
Sumber : SK-SNI Air Bersih




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                                   2-2
                              ADVISORY PERENCANAAN
                SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


                   Tabel 2.2. Tingkat Pemakaian Air Non Rumah Tangga
         No     Non Rumah Tangga (fasilitas)          Tingkat Pemakaian Air
          1    Sekolah                           10 liter/hari
          2    Rumah Sakit                       200 liter/hari
          3    Puskesmas                         (0,5 - 1) m3/unit/hari
          4    Peribadatan                       (0,5 - 2) m3/unit/hari
          5    Kantor                            (1 - 2) m3/unit/hari
          6    Toko                              (1 - 2) m3/unit/hari
          7    Rumah Makan                       1 m3/unit/hari
          8    Hotel/Losmen                      (100 - 150) m3/unit/hari
          9    Pasar                             (6 - 12) m3/unit/hari
         10    Industri                          (0,5 - 2) m3/unit/hari
         11    Pelabuhan/Terminal                (10 - 20) m3/unit/hari
         12    SPBU                              (5 - 20) m3/unit/hari
         13    Pertamanan                        25 m3/unit/hari
       Sumber : SK-SNI Air Bersih


Dengan metode tersebut akan diperoleh jumlah kebutuhan air baik rumah tangga

maupun air non rumah tangga. Jumlah pemakaian air non rumah tangga dengan

mengalihkan fasilitas non rumah tangga dengan standar tingkat kebutuhan air.




2.1.2 Kehilangan Air

Kehilangan air merupakan banyaknya air yang hilang. Hilang yang diperlukan bagi

penjagaan tujuan penyediaan air bersih, yaitu tercukupinya kualitas, kuantitas, dan

kontinuitasnya dan yang disebabkan aktivitas penggunaan dan pengolahan air.

Kehilangan ini ditentukan dengan mengalihkan faktor tertentu (15-20%) dengan angka

total produksi air. Kehilangan air dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu:



 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH               2-3
                            ADVISORY PERENCANAAN
               SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


a.   Kehilangan air rencana (unacounted for water)

     Kehilangan air rencana memang dialokasikan khusus untuk kelancaran operasi

     dan pemeliharaan fasilitas, faktor ketidaksempurnaan komponen fasilitas dan

     hal lain yang direncanakan beban biaya.

b.   Kehilangan air insidentil

     Penggunaan air yang sifatnya insidentil, misalnya penggunaan air yang tidak

     dialokasikan khusus, seperti pemadam kebakaran.

c.   Kehilangan air secara administratif

     Kehilangan air secara administratif adalah dapat disebabkan oleh:

      Kesalahan pencatatan meteran

      Kehilangan air akibat sambungan liar

      Kehilangan akibat kebocoran dan pencurian illegal




Perencanaan kebutuhan air bersih yang aman biasanya memperhitungkan kondisi

pada saat terjadinya kebutuhan maksimum (puncak). Untuk keamanan perencanaan

jalur transmisi dan instalasi pengolahan, digunakan faktor hari puncak, sedangkan

untuk keamanan rancangan reservoir dan distribusi, digunakan faktor jam puncak.



2.1.3 Sistem

Untuk mendapatkan hasil perencanaan sistem penyediaan air bersih yang baik, yaitu

suplay air tersedia setiap saat dengan debit dan tekanan yang cukup, serta kualitas

memenuhi syarat, maka diperlukan kriteria perencanaan agar sistem berikut dimensi

dan spesifikasi komponen sistem mempunyai kinerja yang baik. Kriteria perencanaan

yang digunakan berpedoman pada kriteria perencanaan dan petunjuk teknik bidang

 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH              2-4
                              ADVISORY PERENCANAAN
                  SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


air bersih. Secara umum kriteria perencanaan yang digunakan dalam perencanaan

sistem penyediaan air bersih ini meliputi hal-hal sebagai berikut:

     Penentuan daerah pelayanan disesuaikan dengan kondisi setempat berdasarkan

      kepadatan penduduk.

     Cakupan pelayanan atau banyaknya penduduk yang dilayani sistem air bersih.

     Tingkat pelayanan atau cara penyampaian air ke konsumen.

     Usaha pelayanan air bersih ke konsumen pada umumnya melalui 2 cara yaitu

      melalui Sambungan Rumah (SR) dan Hydrant Umum (HU), dengan perbandingan

      berkisar antara 50:50 atau 80:20 dimana faktor cost recovery merupakan faktor

      yang perlu dipertimbangkan. Besarnya angka perbandingan tersebut ditetapkan

      berdasarkan hasil survey dilapangan.

     Kebutuhan dasar atau besarnya pemakaian air perhari, tergantung pada jenis

      kawasan kota kecil, sedang dan metropolitan. Di daerah perkotaan, pemakaian

      air untuk sambungan rumah adalah 100-120 l/org/hari sedangkan untuk hydrant

      umum adalah 30 l/org/hari.

     Pelayanan fasilitas non domestik diperhitungkan sebesar 10-30% dari kebutuhan

      domestik.

     Kebocoran/kehilangan air, biasanya diasumsikan sebesar 20% dari total produksi.

     Fluktuasi pemakaian air.

     Pemakaian air pada hari maksimum = (1,10-1,15) x Qtotal.

     Pemakaian air pada jam maksimum = (1,50-2,00) x Qtotal.

     Pipa transmisi direncanakan untuk pengaliran air pada saat debit hari maksimum.

     Pipa distribusi direncanakan untuk pengaliran air pada saat debit jam puncak.

     Kapasitas reservoir pada umumnya berkisar antara 15-20% dari total produksi

      (Qmax).


    LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH              2-5
                             ADVISORY PERENCANAAN
                 SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


     Tekanan air dalam pipa:

      - Tekanan maksimum direncanakan sebesar 75 m kolom air

      - Tekanan minimum direncanakan sebesar 10 m kolom air

     Kecepatan pengaliran dalam pipa

      - Transmisi 0,6 – 4,0 m/detik

      - Distribusi 0,6 – 2,0 m/detik

     Koefisien kekasaran pipa

      Untuk perhitungan hidrolis baik untuk pipa transmisi maupun distribusi, koefisien

      kekasaran pipa (koefisien Hazen William) digunakan nilai sebagai berikut:

                             Tabel 2.3 Koefisien Kekasaran Pipa
                  Nilai CH                      Jenis Pipa
              140              Pipa sangat mulus
              130              Pipa baja atau besi tuang baru
              120              Pipa kayu atau beton biasa
              110              Pipa baja berkeling baru, pipa gerabah
              110              Pipa besi tuang lama, pipa bata
              95               Pipa baja berkeling lama
              80               Pipa besi tuang berkarat
              60               Pipa besi atau baja sangat berkarat
             Sumber : sutrisnohadiprayogo.blogspot.com


     Pipa distribusi, pengaliran pada konsumen dengan menggunakan jaringan pipa

      yang direncanakan dapat mengalirkan air dengan jumlah sesuai kebutuhan jam

      puncak dengan waktu pengaliran sepanjang 24 jam.

     Tekanan dan kecepatan pengaliran di dalam pipa, tekanan statis maksimum

      sebesar 75 mka atau tergantung pada spesifikasi komponen sistem. Kecepatan

      pengaliran 0,3-3 m/detik.

     Kriteria perencanaan didasarkan pada pedoman perencanaan sektor air bersih

      yang dikeluarkan oleh Direktorat Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum – Cipta Karya.




    LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH               2-6
                             ADVISORY PERENCANAAN
                 SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU




                    Tabel 2.4. Alokasi dan Prosentase Pelayanan
No        Uraian                Prosentase Pelayanan                Tingkat Pelayanan
1    Hydrant Umum          Tergantung dari hasil studi dan       Tergantung dari hasil
                           kebijakan daerah yaitu                studi dan kebijakan
                           berkisar antara 20-40% daerah         daerah yaitu berkisar
                           pelayanan                             antara 50-100 jiwa/HU

2    Sambungan             Tergantung dari hasil studi dan       Tingkat pemakaian air
     Rumah                 kebijakan daerah yaitu                berdasarkan kategori kota
                           berkisar antara 60-80%                yaitu:
                           pelayanan
                                                                 Metropolitan 190
                                                                 l/org/hari

                                                                 Kota Besar 170 l/org/hari

                                                                 Kota Sedang 150
                                                                 l/org/hari

                                                                 Kota Kecil 130 l/org/hari

                                                                 Kecamatan 100 l/org/hari

                                                                 Dengan perkiraan 1 SR
                                                                 melayani 4-6 jiwa.

3    Pemadam               Kebutuhan pemadam
     kebakaran             kebakaran diambil 20% dari
                           kapasitas reservoir atau 5%
                           dari kebutuhan domestik

Sumber : Juknis Sistem Penyediaan Air Bersih Kimpraswil 1998




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                       2-7
                                  ADVISORY PERENCANAAN
                     SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


                Tabel 2.5. Pedoman Perencanaan Air Bersih PU Cipta Karya
                                             Kategori Kota Berdasarkan Jumlah Penduduknya

No                Uraian                     Kota Sedang           Kota Kecil        Perdesaan

                                       100.000 – 500.000     20.000 – 100.000   3.000 – 20.000

       Konsumsi Unit Sambungan
1                                      100-150               100-150            90-100
       Rumah (SR) l/org/hari

       Persentase konsumsi unit
2      non domestik terhadap           25-30                 20-25              10-20
       konsumsi domestik

3      Persentase kehilangan air (%)   15-20                 15-20              15-20

4      Faktor Hari Maksimum            1.1                   1.1                1.1-1.25

5      Faktor jam puncak               1.5-2.0               1.5-2.0            1.5-2.0

6      Jumlah jiwa per SR              6                     5                  4-5

       Jumlah jiwa per Hidrant
7                                      100                   100-200            100-200
       Umum (HU)

       Sisa tekan minimum di titik
8      kritis jaringan distribusi      10                    10                 10
       (meter kolom air)

9      Volume reservoir (%)            20-25                 15-20              12-15

10     Jam operasi                     24                    24                 24

11     SR/HU (dalam % jiwa)            80-20                 70-30              70-30

    Sumber : Juknis Sistem Penyediaan Air Bersih Kimpraswil 1998




    2.2. PROFIL WILAYAH

    2.2.1 LETAK DAN LUAS WILAYAH

    Provinsi Bengkulu terletak di pantai barat Pulau Sumatera pada garis lintang 2°16´

    3°31’ LS dan garis bujur 101°1´-103°41’ BT. Sedangkan secara administratif

    berbatasan dengan wilayah-wilayah sebagai berikut:


       1. Sebelah Utara dengan Provinsi Sumatera Barat

       2. Sebelah Selatan dengan Samudera Hindia dan Provinsi Lampung.


     LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                       2-8
                           ADVISORY PERENCANAAN
               SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


   3. Sebelah Barat dengan Samudera Hindia.

   4. Sebelah Timur dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan.




Adapun luas wilayahnya sendiri mencapai ± 22.365,6 Km² dengan luas daratan

± 20.030,4 Km² dan luas perairan (laut) mencapai ± 2.335,2 Km² dengan panjang

garis pantai mencapai ±525 km yang seluruhnya terletak di bagian barat Provinsi

Bengkulu. Selain itu, Provinsi Bengkulu memiliki beberapa pulau kecil baik yang

berpenghuni seperti Pulau Enggano, serta pulau-pulau yang tidak berpenghuni seperti

Pulau Mega dan pulau-pulau kecil lainnya.



Sebelumnya, Provinsi Bengkulu merupakan Keresidenan yang tergabung dengan

Provinsi Sumatera Selatan. Provinsi Bengkulu dibentuk berdasarkan Undang-Undang

Nomor 9 Tahun 1967 tentang Pembentukan Provinsi Bengkulu (Lembaran1‐8 Negara

Republik Indonesia Tahun 1967 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 2828). Dan sejak tahun 1967 tersebut, Provinsi Bengkulu mengalami

beberapa kali pemekaran. Semula Provinsi Bengkulu terdiri dari 3 Kabupaten dan

1 Kota, akan tetapi semenjak dikeluarkannya Undang-Undang No. 3 Tahun 2003

tentang Pembentukan Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Seluma, dan Kabupaten Kaur

di Provinsi Bengkulu dan Undang-Undang No. 39 Tahun 2003 tentang Pembentukan

Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kepahiang di Provinsi Bengkulu.




Provinsi Bengkulu secara administratif terbagi menjadi 8 (delapan) Kabupaten dan

1(satu) Kota. Dan pada tahun 2008, dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 24

Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) di Provinsi



 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH              2-9
                                     ADVISORY PERENCANAAN
                       SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


      Bengkulu membagi Provinsi Bengkulu menjadi 9 (Sembilan) Kabupaten dan 1(satu)

      Kota. Kabupaten Bengkulu Utara merupakan kabupaten yang paling luas di provinsi

      Bengkulu dengan luas mencapai 5.548,54 Km2, atau sebesar 28.03% dari total wilayah

      Provinsi Bengkulu. Sedangkan Kota Bengkulu menjadi satu-satunya kota administratif

      di Provinsi Bengkulu, yang juga menjadi Ibukota Provinsi.



         Tabel 2.6. Luas Wilayah Provinsi Bengkulu di Rinci Menurut Kabupaten Kota

                             Luas darat      Luas Laut                   Jumlah    Jumlah
No.    Kabupaten/ kota                                        Ibukota
                               (Km2)           (Km2)                    Kecamatan Kelurahan/
 1    Bengkulu Selatan      1218.5          307.7          Manna        11        158

 2    Rejang Lebong         1506.8          0.0            Curup        15        154

 3    Bengkulu Utara        5616.0          2,118.2        Argamakmur 18          317

 4    Kaur                  2547.0          606.0          Bintuhan     15        156

 5    Seluma                2461.5          422.7          Tais         14        168

 6    Mukomuko              4143.7          862.2          Mukomuko     15        109

 7    Lebong                1672.2          0.0            Muara Aman   14        77

 8    Kepahiang             713.1           0.0            Kepahiang    8         94

                                                           Karang
 9    Bengkulu Tengah       1.223,9         773,2          Tinggi       10        44

10    Bengkulu              151.7           387.6          Bengkulu     8         67

Jumlah                      20,030.5        2,335.2                     123       1300

      Sumber : BPS, Bengkulu Dalam Angka, 2009
      Keterangan : Luas Pulau Enggano : 397.2 km2
      Luas Pulau Mega : 3.1 km2
      (Luas Darat kedua Pulau tersebut termasuk dalam wilayah administrasi Bengkulu
      Utara)




       LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH             2-10
                          ADVISORY PERENCANAAN
              SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


GAMNAR 2.1. PETA ADMINISTRASI PROVINSI




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH   2-11
                             ADVISORY PERENCANAAN
                SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


2.2.2 SUMBERDAYA LAHAN

Provinsi Bengkulu memiliki kekayaan mineral dan kondisi tanah yang relatif subur

serta kawasan-kawasan strategis yang berpotensi untuk dikembangkan termasuk

pulau-pulau kecil yang berpotensi dikembangkan untuk kegiatan pariwisata,

pertanian dan perkebunan, serta pariwisata dan kehutanan (HTI).               Dan pada

beberapa bagian wilayahnya dapat dikembangkan untuk permukiman maupun

industri. Secara umum pemanfaatan lahan darat di kawasan perkotaan provinsi ini

yang   berada   di   Pulau   Sumatera    telah    berkembang    secara   intensif   untuk

pengembangan ekonomi daerah, sementara daratan kepulauan antara lain Pulau

Enggano dan Pulau Mega pemanfaatannya masih menghadapi beberapa kendala,

terutama terkait dengan kondisi fisiografi. Secara fisik kondisi daratan Provinsi

Bengkulu umumnya berupa perbukitan dan pegunungan sehingga membutuhkan

kehati-hatian agar tidak menimbulkan bencana alam, terutama tanah longsor.




2.2.3 PENGGUNAAN LAHAN

Penggunaan lahan merupakan manifestasi dari kegiatan sosial-budaya dan              sosial

ekonomi dalam upaya pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang ada. Penggunaan

lahan di Provinsi Bengkulu secara umum meliputi kawasan lindung dan kawasan

budidaya.   Kawasan    lindung   dibedakan       menjadi   kawasan   yang   memberikan

perlindungan kawasan bawahannya, dan kawasan perlindungan setempat. Sedangkan

kawasan budidaya dibedakan menjadi kawasan permukiman, kawasan pertanian

tanaman pangan, kawasan perkebunan, kawasan peternakan, kawasan industri,

kawasan pertambangan, kawasan perikanan dan kelautan, serta kawasan hutan.




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                    2-12
                            ADVISORY PERENCANAAN
               SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Sebagian besar penggunaan lahan di Provinsi Bengkulu merupakan kawasan hutan

dengan luas sebesar 47.05% dari luas total wilayah Propinsi Bengkulu yang sebagian

besar terletak si sisi timur Provinsi Bengkulu dan tersebar merata di masing-masing

kabupaten. Berdasarkan data Citra Landsat lahan hutan di Provinsi Bengkulu jenis

penutupan lahan yang dominan adalah kebun campuran seluas 947.105 Ha (47,28%)

dan hutan seluas 762.700 Ha (38,08%). Kebun campuran pada umumnya menyebar di

seluruh Kabupaten, sedangkan hutan sebagian besar terdapat di kabupaten

Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong dan Kaur yang merupakan Taman Nasional. Data

luas hutan dari Citra Landsat ini hanya 82,81% dari luas kawasan hutan berdasarkan

Peta Penggunaan Tanah (BPN, 2008). Hal ini menunjukkan bahwa di kawasan hutan

di wilayah Provinsi Bengkulu telah terjadi perambahan hutan yang serius. Di kawasan

hutan telah dilakukan kegiatan budidaya pertanian berupa perkebunan, ladang,

permukiman dan lain-lain.



Jenis tutupan lahan lainnya yang cukup dominan adalah perkebunan seluas 85.284 Ha

(4,26%), semak belukar seluas     78.024 Ha (3,90%), dan ladang seluas 47.561 Ha

(2,37%). Jenis tutupan lahan ini ada sebagian menempati kawasan hutan sesuai Peta

Penggunaan Tanah (BPN, 2008).     Data ini menjelaskan bahwa telah terjadi kegiatan

budidaya pertanian perkebunan dan perladangan yang cukup intensif di kawasan yang

statusnya hutan.




2.2.3.1   Kawasan Permukiman

Kawasan permukiman di Provinsi Bengkulu masih didominasi oleh kawasan

pemukiman perdesaan yang tersebar di masing-masing Kabupaten. Sedangkan

wilayah permukiman perkotaan tersebar di Kota Bengkulu serta di beberapa ibukota

 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH             2-13
                           ADVISORY PERENCANAAN
               SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Kabupaten seperti ibukota Kabupaten Kepahiang (Kota Kepahiang), ibukota

Kabupaten Rejang Lebong (Curup), ibukota Kabupaten Bengkulu Selatan (Manna) dan

Kabupaten Mukomuko.



Secara umum, kawasan pemukiman tersebar tidak merata (spotted), namun

cenderung mendekati jalur akses seperti jalan umum. Sebaran pemukiman tersebut

banyak muncul di jalur antara kota Bengkulu-Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu -

Kepahiang dan Bengkulu - Seluma, serta pada pada simpul-simpul pertumbuhan di

ibukota-ibukota Kabupaten dan Kecamatan.




Permukiman dijumpai di tiap kabupaten, namun dilihat dari luasannya permukiman

yang luas terutama di kota Bengkulu, Mukomuko dan Bengkulu Utara. Selain lahan

hutan dan lahan yang dibudidayakan, di wilayah Provinsi Bengkulu juga dijumpai

tanah terbuka dan tidak dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya. Meskipun dilihat

dari prosentase terhadap luas kabupaten luas tanah ini tergolong kecil (0,49%),

namun ditinjau dari total luas lahan yang tidak produktif, maka lahan terbuka ini

tergolong besar. Lahan terbuka di wilayah Provinsi Bengkulu banyak di jumpai di

Kabupaten   Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma dan Kaur.         Lahan ini umumnya

menempati tanah-tanah dengan solum sangat dangkal dan kelerengan terjal.




2.2.3.2   Kawasan Pertanian Tanaman Pangan

Pertanian tanaman pangan merupakan penyumbang pendapatan daerah yang terbesar

dengan produksi yang relatif terus meningkat setiap tahunnya. Hingga tahun 2007,

Provinsi Bengkulu memiliki lahan persawahan dengan pengairan irigasi mencapai


 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH           2-14
                             ADVISORY PERENCANAAN
                 SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


69.549 ha dari luas total lahan persawahan yang ada 106.822 ha (Sumber : Dinas

Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu 2007) dengan tanaman padi

sebagai komoditas utama. Setiap tahunnya, lahan produksi maupun luas panen

meningkat lebih dari 20 % (dua puluh persen).



Lahan pertanian tanaman pangan sendiri tersebar di setiap kabupaten dan kota

termasuk Kota Bengkulu meski tidak sebesar yang ada di kabupaten lain dengan luas

tanam kurang lebih 4.539 ha. Adapun kabupaten dengan luas tanam dan luas panen

pertanian tanaman pangan terbesar adalah di Kabupaten Bengkulu Utara serta

Seluma     dan   Lebong.    Pemerintah     daerah    sendiri,    terus   berupaya   untuk

mengembangkan sektor pertanian tanaman pangan khususnya beras.



Lahan tegalan umumnya dikembangkan oleh petani di lahan-lahan dengan kemiringan

agak berbukit hingga berbukit, bahkan di beberapa tempat banyak yang di lahan agak

bergunung, sehingga rawan terhadap bahaya erosi.           Penyebaran pola penggunaan

tanah tegalan banyak dijumpai di Kabupaten Mukomuko, Seluma dan Kaur. Sawah di

Provinsi Bengkulu umumnya dikembangkan di dataran aluvium sungai, dengan sistem

irigasi desa dan setengah teknis.     Wilayah kabupaten yang banyak dijumpai areal

sawah adalah Bengkulu Utara, Lebong dan Bengkulu Tengah.




2.2.3.3.    Kawasan Perkebunan

Selain pertanian tanaman pangan, perkebunan juga merupakan salah satu sub sektor

penyumbang PDRB yang cukup besar di Provinsi Bengkulu. Kesuburan tanah serta

iklim yang mendukung membantu perkembangan kegiatan perkebunan di Provinsi



 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                    2-15
                            ADVISORY PERENCANAAN
                SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Bengkulu. Beberapa perusahaan perkebunan besar hingga saat ini telah menanamkan

investasinya di Provinsi Bengkulu dengan membuka kawasan-kawasan perkebunan

dengan komoditi unggulan adalah Kelapa Sawit. Usaha Perkebunan di Provinsi

Bengkulu, sebagian diusahakan oleh perusahaan perkebunan swasta, dan sebagian

lagi oleh perkebunan rakyat.



Kawasan perkebunan besar kelapa sawit swasta, serta kawasan perkebunan kelapa

sawit rakyat baik yang telah bekerja sama dengan pabrik pengolahan maupun belum

bekerjasama mencapai luas total 105.654 Ha (Sumber: Provinsi Bengkulu Dalam

Angka 2008) yang tersebar di masing-masing kabupaten dan kota di Provinsi

Bengkulu. Sedangkan komoditas lain yang juga diusahakan adalah Kopi, Karet,

Kelapa, Cengkeh, Coklat, Aren, Lada, Kayu Manis, Pinang, Jahe, Nilam, Teh, dan

Tembakau.



Kawasan perkebunan besar swasta maupun perkebunan rakyat tersebar secara

merata pada masing-masing Kabupaten dan Kota dengan komoditas unggulan yang

berbeda-beda. Namun secara umum didominasi oleh perkebunan Kelapa Sawit, Kopi,

serta Karet.




2.2.3.4    Kawasan Pertambangan dan Industri

a. Kawasan Pertambangan

Kegiatan pertambangan, meski peranannya dalam PDRB tidak terlalu besar, namun

Provinsi Bengkulu memiliki cadangan sumber daya mineral yang cukup banyak

meliputi   pengelolaan   usaha   pertambangan      yang   ditetapkan   dalam   Wilayah

Pertambangan (WP), terdiri dari Wilayah Usaha Pertambangan (WUP), Wilayah

 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                2-16
                            ADVISORY PERENCANAAN
                SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Pertambangan Rakyat (WPR) dan Wilayah Pencadangan Negara (WPN), sedangkan

untuk potensi usaha pertambangan dapat dikelompokkan menjadi pertambangan

mineral   dan   pertambangan     batu   bara.    Selanjutnya    pertambangan   mineral

digolongkan atas pertambangan mineral radioaktif, pertambangan mineral logam,

pertambangan mineral bukan logam dan pertambangan batuan.



Potensi tambang di Provinsi Bengkulu meliputi Batu Bara, Pasir Besi, serta Emas dan

mineral pengikutnya. Kegiatan eksploitasi dan eksplorasi tambang batubara sendiri

sudah di beberapa wilayah. Batu bara yang diproduksi pada umumnya ditujukan

untuk pasar ekspor dengan produksi yang masih relatif kecil atau rata-rata kurang

dari 80.000 ton setiap bulannya. Kegiatan eksploitasi tambang Batubara berada di

Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, serta Seluma. Sedangkan kegiatan

eksplorasi batubara berada di beberapa wilayah seperti Kecamatan Ketahun, Batik

Nau, serta Lais di Kabupaten Bengkulu Utara; Kecamatan Air Napal, Karang Tinggi,

serta Taba Penanjung di Kabupaten Bengkulu Tengah; Kecamatan Sukaraja, Seluma,

serta Talo di Kabupaten Seluma;Kecamatan Kedurang di Bengkulu Selatan; dan

Kecamatan Kaur Utara di Kabupaten Kaur.



Kegiatan pertambangan eksplorasi pasir besi di Provinsi Bengkulu terdapat di

kawasan pantai barat yang tersebar di beberapa wilayah di masing-masing

Kabupaten. Sedangkan untuk potensi tambang emas dan mineral pengikutnya (Dmp),

telah dikeluarkan beberapa SIPP (Surat Ijin Penyelidikan Pendahuluan) di Kabupaten

Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Seluma, Bengkulu Selatan, serta

Kaur.




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                2-17
                           ADVISORY PERENCANAAN
               SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


b.     Kawasan Industri

Kegiatan Industri di Provinsi Bengkulu umumnya diusahakan dalam jenis usaha kecil

dan rumah tangga yang tersebar di seluruh Kabupaten. Industri kecil merupakan jenis

industri dengan tingkat penyerapan kerja 5 hingga 19 orang. Namun sampai dengan

tahun 2007, tercatat sudah ada 18 perusahan besar sedang yang beroperasi di

Provinsi Bengkulu yang merupakan industri makanan, minuman, serta tembakau

(Sumber : Provinsi Bengkulu Dalam Angka 2008).



2.2.3.5   Perikanan dan Kelautan

Produksi kelautan di Propinsi Bengkulu hingga saat ini baru untuk pemenuhan

kebutuhan sendiri. Hal ini mengingat upaya penangkap ikan laut baru dilaksanakan di

wilayah pesisir pantai karena kurangnya sarana dan prasarana pendukung yang

memadai untuk merambah kawasan ZEE. Kegiatan perikanan laut di Propinsi

Bengkulu, berlokasi di pantai barat pulau Sumatera yang menghadap laut Hindia yang

mempunyai pantai sepanjang 525 km.



Sedangkan usaha budi daya pengembangan perikanan air tawar (perikanan darat) di

Provinsi Bengkulu, pada umumnya diusahakan melalui tambak, keramba, sawah dan

perairan ul‑num. Adapun luasnya mencapai 50.867,5 Ha yang tersebar di Kabupaten

Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur, Kepahiang, Rejang

Lebong, serta Lebong. Luas kawasan yang digunakan untuk perikanan darat di

Kabupaten Bengkulu Utara dan Mukomuko mencapai 14.106,25 Ha, dan di Kabupaten

Seluma, Bengkulu Selatan, serta Kaur adalah 19.545 ha. Sedangkan di Kabupaten

Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong mencapai 10.000 ha. (Sumber : Provinsi

Bengkulu Dalam Angka 2008).


 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH             2-18
                             ADVISORY PERENCANAAN
                 SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


c.     Kawasan Hutan

Ditinjau dari penampakan fisik (tutupan lahan), sebagian besar penggunaan lahan di

Provinsi Bengkulu merupakan kawasan hutan dengan luas sebesar 47.05% dari luas

total wilayah Propinsi Bengkulu yang sebagian besar terletak di sisi timur Provinsi

Bengkulu, namun tersebar merata di masing-masing kabupaten. Berdasarkan

fungsinya kawasan hutan dibagi dalam 3 kelompok yaitu fungsi konservasi, fungsi

lindung dan fungsi produksi. Uraian selengkapnya dapat dilihat pada Tabel berikut :

                    Tabel 2.7. Kawasan Hutan Provinsi Bengkulu
        No            Fungsi / Kawasan Hutan           Luas Kawasan Hutan (Ha)
        A        Kawasan Suaka Alam, Kawasan                        444.398,00
                 Pelestarian Alam
                    - Cagar Alam                                      6.728,00
                    - Taman Nasional                                405.286,00
                    - Taman Wisata Alam                              14.960,00
                    - Taman Hutan Raya                                1.122,00
                    - Taman Buru                                     16.302,00

         B       Kawasan Hutan                                      476.571,00
             1   Hutan Lindung                                      251.269,70
             2   Hutan Produksi Terbatas                            182.210,00
             3   Hutan Produksi Tetap                                36.011,00
             4   Hutan Fungsi Khusus                                  6.865,00
                          Jumlah                                    920.964,00
     Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu 2009




Kawasan hutan dengan masing-masing fungsi, baik konservasi, lindung, maupun

produksi tersebut tersebar di Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Bengkulu

Utara, serta Mukomuko. Adapun luas kawasan hutan yang paling besar termasuk

dalam wilayah administratif kabupaten Mukomuko dengan luas wilayahnya mencapai

83.567,00 ha (Sumber: Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu).




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                 2-19
                            ADVISORY PERENCANAAN
               SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam upaya untuk menambah kawasan budidaya telah

mengajukan usulan peninjauan kembali (review) alih fungsi dan pelepasan status

hutan ke Departemen Kehutanan. Areal yang dialih fungsikan seluas 24.820,97 Ha

yang menyebar di 8 lokasi yaitu CA Mukomuko, CA Air Rami I dan II, CA Danau Tes,

HL Rinduhati, HL Bukit Sanggul, HPT Bukit Rabang, CA Pasar Talo Reg. 94 dan CA

Pasar Seluma Reg.93. Dan pelepasan areal seluas 99.569.52 Ha yang menyebar di 26

lokasi di seluruh kabupaten. Kondisi areal yang diajukan pada umumnya telah

merupakan perkebunan, perladangan, transmigrasi, sawah, jalan, pertambangan,

kebun campuran, dan permukiman. Areal yang diajukan alih fungsi dan pelepasan

disajikan pada Tabel 2.7.




2.2.4 KESESUAIAN LAHAN

Berdasarkan hasil Analisis Kesesuaian Lahan, maka Provinsi Bengkulu sesuai untuk

Tanaman Pertanian Pangan dan Tanaman Perkebunan. maka Kesesuaian lahan untuk

Tanaman Pertanian Pangan meliputi Komoditas tanaman padi sawah, padi tadah

hujan (gogo), jagung, kedelai, dan kacang tanah. Kesesuaian lahan untuk tanaman

perkebunan meliputi komoditas karet, kelapa sawit, kelapa, kakao, kopi, dan teh.




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH             2-20
                                ADVISORY PERENCANAAN
              SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


                                                                    Tabel 2.8
                                        Kawasan Hutan yang Diusulkan Dilakukan Peninjauan Kembali (Review)

                                                                                                           LUAS USULAN REVIEW (HA)
  No.               KAWASAN HUTAN                               KABUPATEN
                                                                                             Alih Fungsi     Pelepasan/Enclave       Pengukuhan

  1     CA. Mukomuko I Reg. 86                                   Mukomuko                       230                  -                   -

  2     HPT Air Manjunto Reg. 62                                 Mukomuko                         -               4.200,00               -

  3     HP. Air Dikit Reg. 64                                    Mukomuko                         -               2.730,00               -

  4     HPT. Air Ipuh I Reg. 65A                                 Mukomuko                         -               8.700,00               -

  5     HP. Air Teramang Reg.66                                  Mukomuko                         -                540,00                -

  6     HPT. Air Ipuh II Reg. 65                                 Mukomuko                         -               3.800,00               -

  7     HPT. Lebong Kandis(ALNO) Reg. 69                         Mukomuko                         -               2.350,00               -

  8     HPT. Lebong Kandis Reg. 69                      MukoMuko dan Bengkulu Utara               -               1.600,00               -

  9     CA. Air Rami I dan II Reg. 87                            Mukomuko                      271,99                -                   -

  10    HPT. Air Ketahun Reg. 70                               Bengkulu Utara                     -               6.350,00               -

  11    HP. Air Bintunan Reg. 71                               Bengkulu Utara                     -               3.461,00               -




LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                       2-21
                              ADVISORY PERENCANAAN
              SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


  12    HP. Air Urai - Air Serangai                           Bengkulu Utara                  -       6.640,00    -

  13    CA. Danau Tes Reg. 57                                    Lebong                   2.882,35       -        -

  14    HL. Rimbo Pengadang Reg. 73                   Lebong dan Rejang Lebong                -       1.625,00    -

  15    HL. Bukit Basa                                        Rejang Lebong                   -       129,00      -

  16    Kelompok HL. Bukit Daun Reg. 5                          Kepahiang                     -       216,00      -

  17    TWA. Bukit Kaba Reg. 4/50                   Rejang Lebong dan Kepahiang               -       6.350,00    -

  18    HL. Bukit Balai Rejang Reg. 6               Rejang Lebong dan Kepahiang               -       4.225,00    -

  19    HL. Rinduhati                                         Bengkulu Utara              2.500,00       -        -

  20    HL. Bukit Sanggul Reg. 37                    Seluma dan Bengkulu Selatan          17.690,63      -        -

  21    HPT. Bukit Badas Reg. 76                                 Seluma                       -       7.754,62    -

  22    HPT. Bukit Rabang Reg. 78                    Seluma dan Bengkulu Selatan           600,00     2.176,93   400

  23    HPT. Peraduan Tinggi Reg. 73                      Bengkulu Selatan                    -       4.350,00    -

  24    HL. Bukit Riki Reg. 33A                           Bengkulu Selatan                    -       450,00      -

  25    HP. Air Bengkenang Reg. 80                        Bengkulu Selatan                    -       1.579,00    -

  26    HPT. Air Kedurang Reg. 80                     Bengkulu Selatan dan Kaur               -       2.345,00    -




LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                    2-22
                                    ADVISORY PERENCANAAN
                    SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


     27      HPT. Air Kinal Reg. 82                                            Kaur                              -         1.750,00   -

     28      HL. Bukit Rajamandara Reg. 32                         Bengkulu Selatan dan Kaur                     -         6.250,00   -

     29      HP. Air Sambat Reg. 84                                            Kaur                              -         1.335,00   -

     30      HPT. Kaur Tengah Reg. 83                                          Kaur                              -         7.200,00   -

     31      HPT. Bukit Kumbang Reg. 35                                        Kaur                              -         5.760,00   -

     32      CA Pasar Talo Reg.94                                            Seluma                           487,00          -       -

     33      CA Pasar Seluma Reg.93                                          Seluma                           159,00          -       -

     34      HPT. Air Talo Reg.94                                            Seluma                              -         1.250,97   -

     35      HPT. Semidang Bukit Kabu                                        Seluma                              -         4.452,00   -

  Jumlah                      24,820.97                                     99, 569.62                        400.00

Sumber : Lampiran Surat Gubernur Bengkulu dalam rangka Review Kawasan Hutan, 09 -11-2009,Dinas Kehutan Provinsi Bengkulu




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                                    2-23
                           ADVISORY PERENCANAAN
               SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


2.2.5 KEPENDUDUKAN

Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Provinsi

Bengkulu adalah 1.713.393 orang, yang terdiri atas 875.663 laki‐laki dan 837.730

perempuan. Dari hasil SP2010 tersebut masih tampak bahwa penyebaran penduduk

Provinsi Bengkulu masih bertumpu di Kota Bengkulu yakni sebesar 18,02%, kemudian

diikuti oleh Kabupaten Bengkulu Utara sebesar 14,96% , Kabupaten Rejang Lebong

sebesar 14,38%, Kabupaten Seluma 10,09% dan Kabupaten lainnya di bawah 10%.



Kabupaten Lebong dan Kabupaten Bengkulu Tengah adalah kabupaten yang memiliki

jumlah penduduk paling sedikit, masing‐masing berjumlah 97.091 orang, dan 98.570

orang. Sedangkan Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Rejang Lebong

merupakan daerah yang paling banyak penduduknya untuk wilayah Kabupaten, yakni

masing‐masing sebanyak 256.358 orang dan 246.378 orang. Sementara itu Kota

Bengkulu tetap yang terbanyak yaitu sebesar 308.756 orang.



Wilayah Provinsi Bengkulu yang luasnya sekitar 19.788,7 km2, didiami oleh 1.713.393

orang, sehingga rata‐rata tingkat kepadatan penduduk Provinsi Bengkulu adalah

sebanyak 87 orang/km2. Di Provinsi Bengkulu yang paling tinggi tingkat kepadatan

penduduknya adalah Kota Bengkulu yakni sebanyak 2.136 orang/km2 sedangkan yang

paling rendah adalah Kabupaten Mukomuko yakni hanya 39 orang/km2.




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH             2-24
                                ADVISORY PERENCANAAN
                    SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


                                         Tabel 2.9
                              Jumlah Penduduk Provinsi Bengkulu
                     Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin Tahun 2010
                                                       Penduduk
  Kabupaten/Kota
                            Laki-laki    Perempuan      Laki-laki + Perempuan         Sex Ratio
            (1)                (2)           (3)                    (4)                  (5)
Bengkulu Selatan               71.896         70.826                       142.722             102
Rejang Lebong                 125.099        121.279                       246.378             103
Bengkulu Utara *)             131.829        124.529                       256.358             106
Kaur                           55.838         51.789                       107.627             108
Seluma                         88.910         83.891                       172.801             106
Mukomuko                       81.508         74.804                       156.312             109
Lebong *)                      49.693         47.398                        97.091             105
Kepahiang                      64.040         60.971                       125.011             105
Bengkulu Tengah                50.551         48.019                        98.570             105
Kota Bengkulu                 155.372        153.384                       308.756             101
Provinsi Bengkulu **)         876.663        837.730                      1.713.393            105
Sumber : Provinsi Bengkulu dalam Angka 2010

Ket :
*) Belum termasuk penduduk daerah sengketa (Desa Padang Bano Kecamatan Padang Bano Kabupaten
    Lebong dan Desa Rena      Jaya, Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu utara) dengan jumlah
    penduduk 1.767 jiwa (927 jiwa laki-laki dan 840 jiwa perempuan )
**) Termasuk penduduk daerah sengketa (Desa Padang Bano Kecamatan Padang Bano Kabupaten Lebong
    dan Desa Rena Jaya, Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu



Laju pertumbuhan penduduk Provinsi Bengkulu per tahun selama sepuluh tahun

terakhir sebesar 1,64%. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Mukomuko adalah

yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Bengkulu yakni sebesar

2,49%, sedangkan yang terendah adalah kabupaten Rejang Lebong yakni sebesar

0,63%.



Kabupaten Rejang Lebong walaupun dari sisi laju pertumbuhan penduduk adalah yang

terkecil namun menempati urutan ketiga besar jumlah penduduk Kabupaten/kota di



 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                          2-25
                                    ADVISORY PERENCANAAN
                    SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Provinsi Bengkulu, sedangkan untuk Kota Bengkulu walaupun jumlah penduduknya

yang paling banyak tetapi laju pertumbuhannya masih di bawah Kabupaten

Mukomuko.



                                      Gambar 2.2
                  Laju Pertumbuhan Penduduk Provinsi Bengkulu 2000-2010



             Mukomuko
          Kota Bengkulu
      Bengkulu Utara *)
       Bengkulu Tengah
   Provinsi Bengkulu **)
               Lebong *)
                    Kaur
                 Seluma
       Bengkulu Selatan
              Kepahiang
          Rejang Lebong
                           0            0,5            1            1,5            2            2,5




Ket:
*) Belum termasuk penduduk daerah sengketa (Desa Padang Bano Kecamatan Padang Bano Kabupaten Lebong dan
    Desa Rena Jaya, Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu utara) dengan jumlah penduduk 1.767 jiwa (927 jiwa
    laki-laki dan 840
    jiwa perempuan )
**) Termasuk penduduk daerah sengketa (Desa Padang Bano Kecamatan Padang Bano Kabupaten Lebong dan Desa
    Rena Jaya, Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu



2.2.6 PEREKONOMIAN

Pembangunan di daerah harus memanfaatkan sumber daya yang ada pada tiap sektor

seoptimal mungkin. Pemanfaatan sumber daya tersebut ditujukan untuk produksi

guna memenuhi kebutuhan daerah yang bersangkutan, bila memungkinkan dapat

memenuhi permintaan dari luar daerah. Tentunya ada sektor-sektor yang menjadi

unggulan karena mampu memberikan sumbangan yang berarti dalam pembangunan

daerah, sehingga sektor tersebut memberikan sumbangan yang besar dalam

pendapatan daerah.

 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                                      2-26
                                  ADVISORY PERENCANAAN
                      SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Struktur perekonomian Provinsi Bengkulu didominasi sektor pertanian, khususnya
pertanian bahan pangan serta perkebunan menjadi sektor yang berperan sebagai
penyumbang PDRB terbesar bagi Provinsi Bengkulu. Daerah dengan sektor basis
pertanian (berdasarkan penghitungan LQ) adalah Kabupaten Lebong, Kepahiang,
Seluma, Rejang Lebong dan Mukomuko. Sektor pertanian menyumbang hingga 40,46%
dari niali total PDRB Provinsi Bengkulu. Adapun komoditi utama dari sektor pertanian
tanaman pangan adalah beras, dan komoditi unggulan dari sektor perkebunan adalah
Kelapa Sawit, Kopi, serta Karet.


Sedangkan berdasarkan perhitungan LPE atau Laju Pertumbuhan Ekonomi dalam 5
tahun terakhir, pertumbuhan terbesar adalah pada sub sektor tanaman perkebunan
dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 82,5% atau mencapai 16,5% pertahunnya.
Sedangkan pertumbuhan yang kecil atau cukup lambat justru terlihat pada sub sektor
pertanian-kehutanan, lembaga keuangan non-bank, serta sub sektor hiburan dan
rekreasi dengan rata-rata pertumbuhan 7-8% pertahun.

                                          Tabel 2.10
                           Struktur Perekonomian Provinsi Bengkulu
                          Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2003-2007
                                                                   Provinsi Bengkulu
 No                       Sektor Usaha
                                                         2003          (%)       2007        (%)
     A   PERTANIAN                                     3.242.792                            40,46
                                                                      40,01    5.187.162
 1                                                                                          18,42
         Tanaman Bahan Makanan                         1.566.537      19,33    2.361.653
 2                                                                                          11,64
         Tanaman Perkebunan                             817.878       10,09    1.492.642
 3                                                                                           3,28
         Peternakan                                     261.734        3,23     420.940
 4                                                                                           1,62
         Kehutanan                                      150.949        1,86     208.228
 5                                                                                           5,49
         Perikanan                                      445.694        5,50     703.700
     B   PERTAMBANGAN & PENGGALIAN                      248.231        3,06     412.950      3,22

     C   INDUSTRI PENGOLAHAN                                                                 3,98
                                                        325.434        4,02     510.465
     D   LISTRIK GAS DAN AIR BERSIH                     41.184         0,51     62.528       0,49

     E   BANGUNAN                                       236.488        2,92     394.943      3,08

     F   PERDAGANGAN HOTEL DAN RESTORAN                1.620.948      20,00    2.548.023    19,87

     G   PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI                    709.709        8,76    1.155.840     9,02

     H   KEUANGAN,PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN           395.609        4,88     576.692      4,50

     I   JASA-JASA                                     1.284.499      15,85    1.971.718    15,38
                                                                                            100,00
                          PDRB                         8.104.894      100,00   12.820.321
Sumber : Provinsi Bengkulu dalam Angka 2008



 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                             2-27
                            ADVISORY PERENCANAAN
                SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Berdasarkan pendekatan perhitungan shift share, didapatkan beberapa sub sektor

yang berpotensi untuk dikembangkan di masing-masing Kabupaten dan Kota karena

memiliki nilai saing yang baik diantaranya adalah Kabupaten Bengkulu Utara yaitu

Sektor Pertambangan dan Penggalian, Sektor Industri Pengolahan dan Sektor Jasa-

Jasa.



2.2.7 PARIWISATA

Perkembangan sektor pariwisata di Provinsi Bengkulu harus didorong dengan

pengembangan di bidang industri kepariwisataan, destinasi pariwisata, promosi serta

kelembagaan pariwisata. Provinsi Bengkulu memiliki banyak potensi daya tarik wisata

terutama wisata alam, wisata sejarah, serta wisata budaya yang beragam. Tipologi

fisik dengan pegunungan dan pantai menawarkan keindahan alam yang khas dan unik.

Sampai saat ini, telah dikembangkan beberapa tempat wisata yang berpotensi

menjadi daya tarik bagi wisatawan. Adapun ragam kawasan wisata yang ada di

Provinsi Bengkulu adalah sebagai berikut:

1) Kawasan Wisata Alam :

   -    Pantai Panjang

   -    Pulau Tikus

   -    Danau Dendam Tak Sudah

   -    Taman Hutan Raya Rajo Lelo

   -    Kawasan Pegunungan Liku Sembilan

   -    Bukit Gunung Bungkuk

   -    Perkebunan Teh Kabawetan

   -    Bukit Kaba

   -    Sumber Air Panas Bumi Suban


 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH             2-28
                           ADVISORY PERENCANAAN
               SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


   -   Kawasan Tambang Emas Lebong Tandai

   -   Bunga Rafflesia Arnoldi


2) Kawasan Wisata Sejarah :

   -   Fort Marlborough

   -   Fort York

   -   Monumen Thomas Parr

   -   Rumah Kediaman Thomas Stamford Raffles

   -   Kompleks Makam Warga Inggris

   -   Tugu Hamilton

   -   Rumah Pengasingan Bung Karno


3) Kawasan Wisata Budaya:

   -   Festival Tabot

   -   Sosial Budaya, suku Rejang di Kabupaten Rejang Lebong, suku Serawai di

       Kabupaten Bengkulu Selatan, serta Suku Melayu di Kota Bengkulu, serta suku-

       suku daerah lain dengan adat istiadat dan kekayaan hasil budaya.



2.2.8 PRASARANA WILAYAH

2.2.8.1 Prasarana Transportasi

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor : 375/KPTS/M/2004 tentang

Penetapan Ruas-ruas Jalan. Jaringan Jalan Primer Menurut peranannya, jaringan

jalan dikelompokkan menjadi Jalan Arteri, Jalan Kolektor Primer 1, Jalan Kolektor

Primer 2 dan Jalan Kolektor Primer 3, dengan pengertian sebagai berikut:




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH            2-29
                              ADVISORY PERENCANAAN
                  SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


1)    Jalan arteri primer adalah jalan yang melayani angkutan utama yang

      merupakan tulang punggung transportasi nasional yang menghubungkan pintu

      gerbang utama (pelabuhan utama atau bandar udara kelas utama)

2)    Jalan kolektor primer 1 (K-1) adalah jalan yang menghubungkan antar ibukota

      provinsi.

3)    Jalan kolektor primer 2 (K-2) adalah jalan yang menghubungkan ibukota

      provinsi dengan ibukota kabupaten/kota.

4)    Jalan kolektor primer 3 (K-3) adalah adalah jalan yang menghubungkan antar

      ibukota kabupaten/kota.



Provinsi Bengkulu dilalui oleh jalan arteri lintas barat Sumatera yang melalui Sabang

- Banda Aceh – Meulaboh – Tapaktuan – Sidikalang – Barus – Sibolga – Padang

Sidempuan – Lubuk Sikaping – Pariaman – Padang – Painan – Bengkulu – Manna – Krui –

Liwa – Bandar Lampung – Bakahuni, dengan panjang jalan total mencapai 2.432,51

kilometer.



Sehingga jaringan jalan arteri dan kolektor primer di provinsi Bengkulu merupakan

bagian dari jalan Lintas Barat dan penghubung lintas pulau Sumatera. Panjang total

jaringan jalan primer di provinsi Bengkulu adalah 2093 km yang meliputi 170 km jalan

arteri primer, 565 km jalan kolektor primer 1 (K-1), 920 km jalan kolektor primer 2

(K-2) dan 435 km jalan kolektor primer 3 (K-3).




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH               2-30
                                     ADVISORY PERENCANAAN
                      SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU




                                             Gambar 2.3
                             Jaringan Jalan Lintas Utama Pulau Sumatera

                Banda Aceh
                                                                 JALAN LINTAS TIMUR
                                                                 SUMATERA
                                                                 Panjang        :   2.512,81 Km
          Nanggroe Aceh
          Darrussalam



                                    Medan


                                               Sumatera
                                               Utara




                                                                    Pekanbaru
                                                                                       Kep.
        JALAN LINTAS BARAT SUMATERA                                 Riau
        Panjang       :   2.432,51 Km                                                         JALAN LINTAS TENGAH
                                            Padang                                            SUMATERA
                                                                                              Panjang : 2.512,81 Km
                                            Sumatera Barat
                                                                                   Jambi            Pangkal Pinang
                                                                        Jambi

                                                                                Sumatera                    Bangka Belitung
                                                                                Selatan
                                                                Bengkulu
                                                                                               Palembang
                                                             Bengkulu
                                                                                                                      Bandar Lampung


                                 JALAN PANTAI TIMUR SUMATERA                    Lampung
                                 Panjang        :    204,00 Km




Sebagian besar jalan primer di provinsi Bengkulu berada pada daerah perbukitan dan

banyak lebar jalan yang kurang dari 7,00 meter seperti pada ruas jalan Krui – Batas

Bengkulu, Tais – Maras, Ipuh – Mukomuko – Pesisir Selatan. Daftar ruas jalan primer di

provinsi Bengkulu disajikan pada tabel daftar ruas jalan primer Provinsi Bengkulu.

Provinsi Bengkulu memiliki 1 (satu) buah terminal tipe A dan 6 (enam) buah terminal

tipe B yang tersebar di seluruh provinsi Bengkulu.




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                                                                   2-31
                                               ADVISORY PERENCANAAN
                           SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


                                Tabel 2.11. Daftar Ruas Jalan Primer Provinsi Bengkulu
                                                               Pjg
    Nomor Ruas                     Nama Ruas Jalan                        AP       K-1       K-2       K-3    Lebar Jalan
                                                              Jalan

1                Nakau - Kepahiang                           51.16    51.16    -         -         -          7.00

1      11   K    Jl. Nakau - Air Sebakul (Bengkulu)          6.45     6.45     -         -         -          7.00

1      12   K    Jl. Air Sebakul - Petungan (Bengkulu)       5.30     5.30     -         -         -          7.00

1      13   K    Jl. Betungan - Padang Serai (Bengkulu)      5.80     5.80     -         -         -          7.00

2                Kepahiang - Sp. Tabamulan (Curup)           20.97    20.97    -         -         -          7.00

2      11   K    Sp. Tabamulan - Curup (Curup)               5.90     5.90     -         -         -          7.00

3                Sp. Nangka (Curup) - Bts. Sumsel            39.40    39.40    -         -         -          7.00

3      11   K    Curup - s. Nangka (Curup)                   8.30     8.30     -         -         -          7.00

19     1         Kb.sari - Air Sebakul (Pagar Dewa)          18.68    18.68    -         -         -          7.00

19     21   K    Jl. Akses Pelabuhan (Pagar Dewa-P.Baai)     8.56     8.56     -         -         -          7.00

4      1         Betungan - Tais                             44.90    -        44.90     -         -          6.00

4      2         Tais - Maras                                58.06    -        58.06     -         -          4.5 s/d 6,0

4      3         Maras - Sp.Kurawan (Manna)                  19.88    -        19.88     -         -          6.00

4      31   K    Sp.Kurawan - K. Bupati (Manna)              4.00     -        4.00      -         -          6.00

4      32   K    K. Bupati - Jl. Samsul Bahrun (Manna)       3.00     -        3.00      -         -          6.00

6      1         Sp. Rukis (Manna) - Tanjung Kemuning        40.71    -        40.71     -         -          6.00

6      2         Tanjung Kemuning - Linau                    43.90    -        43.90     -         -          4.5 s/d 6,0

6      3         Linau - Bts. Lampung                        26.71    -        26.71     -         -          6.00

6      11   K    Jl. Iskandar Baksir (Manna)                 1.40     -        1.40      -         -          6.00

9      1         Lais - Bintunan                             11.53    -        11.53     -         -          6.00

9      3         Ketahun -Seblat                             43.71    -        43.71     -         -          4,5 s/d 6.0

9      4         Seblat - Ipuh                               41.61    -        41.61     -         -          4.5 s/d 6,0

10               Ps. Pedati (S. Hitam) - Kerkap              16.95    -        16.95     -         -          6.00

10     11   K    Jl. W.R. Supratman (Bengkulu)               7.30     -        7.30      -         -          6.00

10     12   K    Jl. Kalimantan (Bengkulu)                   1.93     -        1.93      -         -          6.00

13               Kerkap - Lais                               21.19    -        21.19     -         -          5,0 s/d 6.0

15     1         Ipuh - Bantal                               48.43    -        48.43     -         -          4,5 s/d 6,0




       LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                                       2-32
                                             ADVISORY PERENCANAAN
                           SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


                                                            Pjg
    Nomor Ruas                     Nama Ruas Jalan                     AP       K-1       K-2       K-3    Lebar Jalan
                                                           Jalan

15     2         Bantal - Mukomuko                        53.64    -        53.64     -         -          4.5 s/d 5,0

15     3         Mukomuko - Bts. Sumbar                   33.76    -        33.76     -         -          4.5 s/d 6,0

18               Bintunan - Ds. Air Limas - Ketahun       32.11    -        32.11     -         -          6.00

53     1         Pasar Pedati - Tugu Hiu                  8.20     -        8.20      -         -          6.00

53     2         Tugu Hiu - Sp. Nakau                     3.00     -        3.00      -         -          6.00

5                Manna - Bts. Sumsel                      40.70    -        -         40.70     -          6.00

5      11   K    Jl. A. Yani (Manna)                      2.80     -        -         2.80      -          6.00

7                Kepahiang - Bts. Sumsel                  28.12    -        -         28.12     -          6.00

8      1         Curup - Tes                              50.07    -        -         50.07     -          6.00

8      2         Tes - Muara Aman - Tb. Sawah             35.00    -        -         35.00     -          6.00

8      11   K    Jl. dr. A. Gani (Curup)                  3.33     -        -         3.33      -          6.00

9      2         Bintunan - Ketahun                       27.40    -        -         27.40     -          6.00

11               Kerkap - Lubuk durian                    23.88    -        -         23.88     -          6.00

12     1         Lubuk Durian - Argamakmur                20.85    -        -         20.85     -          6.00

12     2         Argamakmur -Lais                         29.37    -        -         29.37     -          6.00

12     11   K    Jl. Sudirman (Argamakmur)                1.20     -        -         1.20      -          6.00

12     12   K    Jl. Basuki Rahmat (Argamakmur)           1.50     -        -         1.50      -          6.00

12     13   K    Jl. Ahmad Yani (Argamakmur)              1.00     -        -         1.00      -          6.00

12     21   K    Jl. Moh. Yamin (Argamakmur)              0.70     -        -         0.70      -          6.00

12     22   K    Jl. Moh. Hatta (Argamakmur)              0.60     -        -         0.60      -          6.00

12     23   K    Jl. Ir. Soekarno (Argamakmur)            2.20     -        -         2.20      -          6.00

12     24   K    Jl. Alamsyah (Argamakmur)                0.28     -        -         0.28      -          6.00

14               Tambang Sawah - Ketenong                 16.06    -        -         16.06     -          6.00

17     1         Gunung Selan - Girimulya                 28.80    -        -         28.80     -          6.00

17     2         Girimulya - Atas Tebing                  26.40    -        -         26.40     -          6.00

17     3         Atas Tebing - Muara Aman                 15.10    -        -         15.10     -          6.00

20               Girimulyo - Ds. Air Limas                30.00    -        -         30.00     -          6.00




       LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                                    2-33
                                           ADVISORY PERENCANAAN
                        SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


                                                                    Pjg
 Nomor Ruas                    Nama Ruas Jalan                                 AP       K-1       K-2       K-3    Lebar Jalan
                                                                   Jalan

21            Lubuk Durian - Lubuk Sini                           44.30    -        -         44.30     -          6.00

22            Penarik - Lubuk Pinang                              43.62    -        -         43.62     -          6.00

24   1        Tanjung Iman - Muara Sahung                         24.30    -        -         24.30     -          6.00

24   2        Muara Sahung - Air Tembok (Bts. Sumsel)             17.00    -        -         17.00     -          6.00

25            Kelutum - Simpang Pino                              22.70    -        -         22.70     -          6.00

26            Padang Ulak Tanding - Kota Padang -Derati           29.40    -        -         29.40     -          6.00

27            Tabamulan - Simpang Nangka                          12.60    -        -         12.60     -          6.00

28            Permu - Beringin Tiga                               43.00    -        -         43.00     -          6.00

29            Tebat Monok - Tabalagan                             53.00    -        -         53.00     -          6.00

32            Sendawar - Maras Jauh - Talang Alai - Ps. Maras     28.40    -        -         28.40     -          7.00

35            Batik Nau - Lubuk Banyau                            21.40    -        -         21.40     -          7.00

43            Sp. Durian Bubur (Tedeenan) - Pasar Talo            17.50    -        -         17.50     -          6.00

44            Suka Raja - Padang Copo - Bts. Sumsel               49.00    -        -         49.00     -          6.00

45            Sp. Air Muring - Sukabaru                           23.40    -        -         23.40     -          6.00

46            Sukabaru - Bukit Berlian - Napal Putih              42.80    -        -         42.80     -          6.00

47            Ketahun - Bukit Berlian                             21.20    -        -         21.20     -          6.00

50   11   K   Argamakmur - Taba Tembilang                         5.00     -        -         5.00      -          6.00

51            Taba Tembilang - Kurotidur                          5.25     -        -         5.25      -          6.00

52            Kurotidur - Lubuk Banyau                            13.40    -        -         13.40     -          6.00

56            Bukit Berlian - Renajaya                            18.15    -        -         18.15     -          6.00

16            Tanjung Agung Palik - Gunung Selan                  19.62    -        -         -         19.62      6.00

23   1        Tanjung Kemuning - Datar Lebar                      33.50    -        -         -         33.50      6.00

23   2        Datar Lebar - Mentiring                             24.50    -        -         -         24.50      6.00

30   1        Sp. III Ngalam - Pasar Ngalam                       6.80     -        -         -         6.80       6.00

30   2        Ps. Ngalam - Ps. Talo - Kembang Mumpu               55.00    -        -         -         55.00      6.00

31            Kepala Curup - Sp. III Karang Baru                  19.70    -        -         -         19.70      6.00

33   1        Sp. III Kayu Kunyit - Gd. Agung - Plk. Bengkerung   23.40    -        -         -         23.40      7.00




     LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                                              2-34
                                                ADVISORY PERENCANAAN
                             SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


                                                                          Pjg
 Nomor Ruas                         Nama Ruas Jalan                                  AP       K-1       K-2    K-3     Lebar Jalan
                                                                         Jalan

33    2            Plk. Bengkerung - SukaRami - Batu Ampar              14.00    -        -         -         14.00    7.00

33    3            Sp. Kedurang - Keban Agung - Batu Ampar              20.30    -        -         -         20.30    7.00

36                 Kurawan - Pinyu Layang - Pd. Leban                   14.40    -        -         -         14.40    6.00

37                 Sp. III Pd.Guci - Air Kering - Padang Leban          21.00    -        -         -         21.00    6.00

38                 Sp. Gunung Selan - Unit III Kuro Tidur               13.40    -        -         -         13.40    6.00

39                 Tugu Hiu - Taman Hutan Raya - Plajau                 10.90    -        -         -         10.90    6.00

40                 Padang Serai - Simp. Ngalam                          28.50    -        -         -         28.50    6.00

41                 Air Lang - Desa Apur                                 13.20    -        -         -         13.20    6.00

42                 Desa Kali - Argamakmur                               8.20     -        -         -         8.20     6.00

48                 Jalan Wisata Air Terjun Curup IX                     22.04    -        -         -         22.04    6.00

49                 Sp. workshop - Argamakmur                            3.70     -        -         -         3.70     6.00

54                 Jalan Wisata Suban Air Panas                         7.40     -        -         -         7.40     6.00

55                 Jalan Wisata Kepahiang - Kebawetan - Bandung         16.00                                 16.00    6.00
                                                                                 -        -         -
                   Baru

57                 Banjarsari - Malkoni - Kayu Apuh                     32.00    -        -         -         32.00    6.00

     Sumber : Master Plan Balai II, Ditjen Bina Marga, Dept. PU, 2007




      LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                                                 2-35
                           ADVISORY PERENCANAAN
               SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Gambar 2.4. peta jaringan jalan




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH   2-36
                            ADVISORY PERENCANAAN
                SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Prasarana transportasi laut di Provinsi Bengkulu adalah pelabuhan laut yang terletak

di Kota Bengkulu yang masuk kategori sedang. Pelabuhan yang diresmikan oleh

Mantan Presiden RI Soeharto pada tahun 1984 ini diberi nama Pelabuhan Samudera

Pulau Baai. Ekspor beberapa hasil tambang (batu bara) dan hasil pertanian (CPO,

Crumb Rubber) sangat mengandalkan pelabuhan ini, Disamping itu terdapat satu

pelabuhan lokal yang melayani penyeberangan ke Pulau Enggano. Pelabuhan

pendukung lainnya yaitu, Pelabuhan Malakoni di Pulau Enggano, Pelabuhan Linau di

Kabupaten Kaur, dan Pelabuhan Mukomuko di Kabupaten Mukomuko.




Prasarana transportasi udara di Provinsi Bengkulu adalah Bandar Udara Fatmawati

Soekarno yang terletak ± 14 km dari Kota Bengkulu. Saat ini Bandar Udara Fatmawati

Soekarno memiliki landas pacu sepanjang 2250 meter dan lebar 30 meter dan telah

dapat didarati oleh pesawat berbadan lebar sejenis Boeing 737-400. Jalur

penerbangan    yang   dilayani   adalah   Bengkulu-Jakarta      oleh   empat   maskapai

penerbangan Batavia Air, Lion Air, Mandala air dan Sriwijaya Air. Pada saat ini sedang

dikembangkan lapangan terbang perintis di pulau Enggano, Pulau Tikus dan

Kabupaten Mukomuko.




2.2.8.2   Prasarana Telekomunikasi

Pelayanan telekomunikasi di Provinsi Bengkulu dikelola oleh PT. Telkom Tbk. Wilayah

yang telah terjangkau jaringan telekomunikasi umumnya di wilayah perkotaan,

termasuk di dalamnya adalah Kota kecamatan dan kota kabupaten.

Pengembangan jaringan pelayanan telekomunikasi menghadapi kendala pada

terbatasnya kemampuan penyediaan jaringan dan satuan sambungan telepon selain



 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                 2-37
                             ADVISORY PERENCANAAN
               SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


karena topografi wilayah yang berbukit-bukit. Namun dengan berkembangnya

teknologi telekomunikasi seluler/telepon genggam, maka penyediaan sambungan

telepon kabel sementara bisa diatasi dengan penggunaan telepon seluler.



Adapun pelayanan sambungan telepon di provinsi Bengkulu adalah sebagai berikut:

   Kapasitas Sentral        : 7.590 sambungan

   Kapasitas Terpasang      : 1.034 sambungan

   Kapasitas Terpakai       : 2.546 sambungan

   Jumlah Pelanggan         : 995 pelanggan

(Sumber: SIM Profil dan Potensi Provinsi Bengkulu tahun 2006)




2.2.8.3   Prasarana Energi

Sebagai sumber penyediaan energi listrik, di Provinsi Bengkulu terdapat 2 PLTA yaitu

PLTA Danau Tes dan PLTA Musi. PLTA Danau Tes sanggup menghasilkan listrik dengan

kapasitas 2 x 60 KW dan 4 x 4.410 KW (18.960 KW). Sedangkan PLTA Musi memiliki

kapasitas yang mencapai 3 x 70.000 KW. PLTA Musi dibangun tahun 1996 lalu dan di

resmikan oleh Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono tanggal 19 Oktober 2006.




Pelayanan listrik di Provinsi Bengkulu dalam beberapa waktu kurun terakhir terlihat

meningkat dengan bertambahnya daya terpasang, peningkatan produksi listrik,

penjualan listrik, serta meningkatnya jumlah pelanggan. Antara kurun waktu tahun

2005-2007, produksi listrik yang terjual serta nilai penjualan listrik meningkat

masing-masing 12,08 % dan 12,88 %. Sedangkan jumlah pelanggan listrik sendiri




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH              2-38
                                           ADVISORY PERENCANAAN
                            SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


        meningkat sebesar 5,71% dari tahun 2006 (Sumber: Provinsi Bengkulu Dalam Angka

        2008).


        Namun berdasarkan data dari dinas ESDM, Provinsi Bengkulu masih kekurangan

        pasokan listrik, sehingga masih banyak masyarakat di provinsi tersebut yang hingga

        kini belum menikmati layanan listrik. di provinsi Bengkulu saat ini masih terdapat

        22.000 (dua puluh dua ribu) kepala keluarga (KK) yang berdomisili di sekitar 300 desa

        yang belum mendapatkan pasokan aliran listrik. Dan meskipun di Provinsi Bengkulu

        telah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi di Kabupaten Kepahiang

        dengan kapasitas terpasang 210 megawatt (MW), namun sebagian besar produksinya

        digunakan untuk memasok kebutuhan berbagai daerah di Sumatera bagian selatan

        melalui jaringan interkoneksi. Dalam hal ini provinsi Bengkulu hanya mendapat jatah

        sebesar 35 MW.



                                                    Tabel 2.12
                                      Daya Terpasang menurut Jenis Pelanggan
                                                                Gedung                    Industri/
No.     Kabupaten / Kota     Rumah Tangga          Sosial                    Usaha                        JUMLAH
                                                                Kantor                      Hotel

1.    Bengkulu Selatan       16.501.350        664.900      834.550      1.253.150    105.000         21.408.350

2.    Rejang Lebong          23.638.300        1.158.700    1.162.870    2.291.600    18.300          28.269.770

3.    Bengkulu Utara         15.499.600        647.300      475.780      1.270.950    64.500          17.958.130

4.    Kaur *)                -                 -            -            -            -               -

5.    Seluma                 9.371.650         348.750      433.339      648.000      2.875.000       13.676.739

6.    Mukomuko               6.246.450         189.900      200.810      960.850      181.500         7.779.310

7.    Kepahiang              11.641.150        382.250      466.938      1.115.300    2.985.100       16.590.738

8.    Lebong                 6.128.300         191.050      263.130      379.650      0               6.962.130

9.    Bengkulu               46.268.300        3.716.550    6.083.300    17.617.250   2.518.000       76.203.400

      Jumlah                 137.295.100       7.299.400    9.970.717    25.536.550   8.747.400       188.849.167

        Sumber: Provinsi Bengkulu Dalam Angka 2008 ;



         LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                              2-39
                                     ADVISORY PERENCANAAN
                    SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Ket: *) gabung ke ranting Manna, Bengkulu Selatan

                                             Tabel 2.13
                           Distribusi Jumlah Pelanggan Menurut Jenisnya
                                  Rumah                     Gedung                      Industri/
No.     Kabupaten/Kota                        Sosial                     Usaha                      Jumlah
                                  Tangga                    Kantor                        Hotel

1.    Bengkulu Selatan        29.969          664      180               594       1                31.408

2.    Rejang Lebong           36.823          750      228               1.115     3                38.959

3.    Bengkulu Utara          22.809          540      135               709       2                24.195

4.    Kaur *)                 -               -        -                 -         -                -

5.    Seluma                  14.493          356      76                245       3                15.173

6.    Mukomuko                8.736           202      68                461       6                9.473

7.    Kepahiang               20.857          411      157               503       9                21.937

8.    Lebong                  1.156           208      38                203       0                12.018

9.    Bengkulu                52.872          1.088    547               5.183     13               59.702

      Jumlah                  198.128         4.219    1.429             9.052     37               212.865

Sumber: Provinsi Bengkulu Dalam Angka 2008 ; Ket: *) gabung ke ranting Manna, Bengkulu Selatan




2.2.9 SUMBERDAYA AIR

Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dijumpai di Provinsi Bengkulu sangat dipengaruhi

oleh kondisi bentuk wilayah, tanah, geologi, geomorphologi, intensitas hujan dan

vegetasi. DAS        yang termasuk luas dan sedang diidentifikasi sebanyak 27 buah,

dimana Air Kungkai                mempunyai luas 285.016,31 Ha dan Air Ketahun seluas

263.033,72 Ha merupakan DAS yang terluas. Bentuk wilayah Provinsi Bengkulu yang

berbukit-bukit dan terjal, mengakibatkan aliran sungainya umumnya deras dan

berjeram. Aliran ini mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai sumber pembangkit

listrik tenaga air berskala kecil (mikro) terutama pada sungai-sungai yang DAS-nya

luas, kondisi topografi bergelombang - berbukit dan kondisi penutupan lahannya di

daerah hulu masih baik seperti Air Seblat, Air Ipuh, dan Air Ketahun.

 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                                        2-40
                              ADVISORY PERENCANAAN
                 SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU




Air Sungai sebagai sumber air permukaan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan

manusia sebagai air irigasi dan sumber air minum. Sumber air permukaan sangat

terkait dengan karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS) atau Satuan Wilayah Sungai

(SWS). Wilayah Propinsi Bengkulu terbagi dalam 9 SWS yang terdiri dari 27 DAS yang

termasuk kategori besar dan sedang. Pengelolaan air permukaan lebih tepat

dilakukan melalui pendekatan karakteristik DAS.




Sungai-sungai di Propinsi Bengkulu yang mempunyai potensi untuk dimanfaatkan

sebagai sumber air permukaan (air minum) adalah Air              Manjuto, Air Selagak, Air

Teramang, Air Ketahun, Air Bengkulu, Air Kungkai, Air Manna dan Air Padangguci.

Pada lokasi pemrosesan air minum (Intake) sungai-sungai ini mempunyai debit air

lebih besar dari 3,38 m3/detik diwaktu musim kemarau yang cukup sebagai bahan

baku air minum. Selain itu air sungai-sungai tersebut kualitasnya masih tergolong

cukup baik (cemar ringan). Untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas

kondisi sungai-sungai tersebut perlu dipertahankannya kondisi penutupan hutan di

daerah hulu dan dilakukan pengendalian pemanfaatan lahan DAS-nya




Jaringan irigasi di Provinsi Bengkulu terdiri dari jaringan irigasi teknis, semi teknis

dan sederhana. Jaringan irigasi ini sangat terkait dengan bentuk wilayah dan kondisi

aliran sungai khususnya di musim kemarau.           Bentuk wilayah datar yang potensial

sebagai    pertanian pangan lahan basah (sawah) yaitu di hilir Air Manjuto, hilir Air

Selagan, hilir Air Dikit, hilir Air Teramang, hilir Air Ketahun, hilir Air Kungkai, hilir Air



 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                      2-41
                            ADVISORY PERENCANAAN
                SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Seluma, hilir Air Talo, Hilir Air Alas dan hilir Air Manna. Debit air pada sungai-sungai

tersebut di musim kemarau lebih besar dari 3 m3/detik, sehingga potensial dijadikan

sumber air irigasi teknis dengan tetap mempertimbangkan pemanfaatannya sebagai

sumber air baku air minum. Propinsi Bengkulu telah memiliki bendungan diantaranya

bendungan Seluma, Bendungan Air Manjuto, Bendungan Danau Tes, Bendungan Air

Musi dan Bendungan Segimin.



Untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kondisi sungai perlu dikendalikan

kondisi penutupan lahan di daerah hulu serta dilakukan pengendalian pemanfaatan

DAS-nya. Untuk lahan yang beririgasi teknis harus dipertahankan agar tidak berubah

fungsi menjadi peruntukan yang lain dan jika areal tersebut terpaksa harus berubah

fungsi, maka disediakan lahan areal baru yang menggantikannya dengan luasan

minimal sama agar prasarana dan sarana irigasi yang ada tetap berfungsi dengan

baik.



Kawasan Provinsi Bengkulu dengan bentuk wilayah dataran akan memberikan

kenampakan pola aliran sungai subparalel (pola aliran yang hampir sejajar) dan

Dendritik. Aliran sungainya bersifat permanen dan sebagian bersifat musiman.

Kenampakan tersebut dapat dilihat merata di wilayah Provinsi Bengkulu. Kondisi ini

mengakibatkan terjadinya potensi bahaya banjir. Pada daerah perbukitan cenderung

akan terbentuk pola aliran subparalel dan dendritik (Air Selagan, Air Teramang, Air

Seblat, dan Air Ketahun) dimana alirannya sebagian bersifat permanen dan sebagian

bersifat musiman. Sedangkan pada daerah pegunungan akan membentuk pola aliran

subparalel, dimana aliran sungainya bersifat musiman.




 LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                  2-42
                                  ADVISORY PERENCANAAN
                   SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI BENGKULU


Faktor–faktor yang menyebabkan banjir           di wilayah Provinsi Bengkulu khususnya

antara lain adalah:

     Kapasitas tampung sungai yang tidak mampu mengalirkan aliran banjir yang

      diakibatkan oleh kondisi topografi di hulu sungai berbukit sampai bergunung yang

      apabila   terjadi   hujan   alirannya   cenderung    deras   dan   membawa   bahan

      sedimentasi, sedangkan di hilir sungai merupakan daerah yang datar. Jika terjadi

      hujan merata di seluruh wilayah DAS dengan intensitas yang cukup tinggi akan

      mengakibatkan proses sedimentasi dan limpasan air di wilayah hilirnya yang akan

      menggenangi pemukiman penduduk, areal sawah teknis dan lahan perkebunan.

     Rusaknya kondisi hutan pada segmen hulu DAS sungai-sungai tersebut diatas

      akibat berubahnya fungsi lahan, yang disebabkan antara lain penebangan hutan

      yang tidak konservatif.

     Lokasi pemukiman padat penduduk terutama di Provinsi Bengkulu dan daerah

      pertanian disepanjang sungai memang terletak di dataran banjir yang mempunyai

      elevasi permukaan lahan yang relatif datar.

     Bentuk beberapa DAS hulu Sungai-sungai di Bengkulu yang cenderung berbentuk

      dentritik dengan pengaliran yang mengarah ke satu titik.

     Curah hujan di Propinsi Bengkulu yang tergolong tinggi

     Belum adanya bangunan pengendali banjir yang cukup memadai.


Wilayah hilir sungai yang paling berpotensi terjadi banjir adalah Air Manjuto, Air

Selagan, Air Teramang, Air Ketahun, Air Bengkulu, Air Kungkai, Air Manna dan Air

Padangguci. Untuk penyediaan air bersih di Provinsi pada umumnya masyarakat

mengandalkan dari sumber air tanah dan dari Perusahaan Air Minum Daerah yang

rata-rata adalah milik Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.



    LAPORAN AKHIR I KRITERIA STANDAR PERENCANAAN DAN PROFIL WILAYAH                2-43

								
To top