Embed
Email

Implementasi Aplikasi Sistem Presensi di Kantor Kecamatan

Document Sample
Implementasi Aplikasi Sistem Presensi di Kantor Kecamatan
Description

laporan kerja praktek implementasi aplikasi sistem presensi kepegawaian di kantor kecamatan

Shared by: Irman Firmansyah
Stats
views:
452
posted:
12/19/2011
language:
pages:
76
irmanf.wordpress.com



BAB I



PENDAHULUAN







1.1. Latar Belakang Masalah



Perkembangan teknologi di era globalisasi seperti sekarang ini tidak terlepas



dari makin bertambah majunya teknologi komputer. Kebutuhan akan teknologi



komputer semakin diminati oleh berbagai kalangan baik di perusahaan-



perusahaan maupun di instansi-instansi pemerintah dan swasta. Hal ini berkaitan



erat dengan pekerjaan dalam hal implementasi sebuah proses dalam sistem



informasi. Bahkan dengan kecanggihan teknologi komputer yang semakin



berkembang dengan pesat dapat memudahkan perusahaan-perusahaan tersebut



untuk meningkatkan efisiensi kerja dengan proses yang cepat, tepat, akurat dan



bekerja secara otomatis. Maka pekerjaan yang dilakukan dengan dukungan



teknologi dapat menghemat baik dari segi waktu, ruang, tenaga, biaya, dan lain-



lain.



Begitu juga dengan Kantor Kecamatan Leuwisari yang sering di gunakan



dalam sistem presensi kepegawaian yaitu aplikasi Microsoft Word dan Microsoft



Excel. Kebutuhan terhadap suatu sistem presensi yang baik sudah tidak dapat



ditunda lagi. Akan tetapi, pada kenyataannya segala kegiatan yang menyangkut



sistem presensi pegawai, saat ini masih dianggap kurang efisien, karena



keberadaan fasilitas pendukung seperti komputer belum dimanfaatkan secara



optimal. Melihat permasalahan yang telah terjadi, maka dibutuhkan suatu solusi



yang dapat membantu kinerja pada sistem tersebut. Kantor Kecamatan Leuwisari







I-1

I-2



irmanf.wordpress.com



sebagai tempat yang dijadikan lokasi penelitian bertujuan untuk memperbaiki



kinerja sistem di berbagai bidang, terutama pemanfaatan teknologi komputer pada



sistem presensi kepegawaian.



Berdasarkan hal tersebut pada penelitian kerja praktek ini mengambil



pembahasan mengenai “Implementasi Sistem Presensi di Kantor Kecamatan



Leuwisari Singaparna Tasikmalaya”.







1.2. Materi Kerja Praktek



Permasalahan yang dihadapi dengan penelitian di Kantor Kecamatan



Leuwisari adalah bagaimana menciptakan suatu sistem yang cepat, tepat dan



bekerja secara otomatis. Implementasi sistem presensi di Kantor Kecamatan



Leuwisari masih menggunakan sistem informasi yang belum optimal dalam



proses presensi pegawai. Dengan adanya sistem informasi berbasis komputer,



kinerja dari sistem informasi kepegawaian dapat memberikan kemudahan dalam



proses presensi pegawai.



Permasalahan yang terjadi dalam proses presensi yang berjalan di Kantor



Kecamatan Leuwisari mempunyai beberapa kekurangan sebagai berikut :



a. Adanya permasalahan yang timbul dari proses presensi misalnya presensi



menggunakan sistem aplikasi Microsoft Word dan Microsoft Excel, belum



tepat sasaran.



b. Keterlambatan dan kesulitan dalam mengolah laporan data presensi.



c. Dalam pembuatan laporan mengenai data presensi masih belum tepat



digunakan karena tidak adanya jaminan aplikasi presensi siap pakai untuk

I-3



irmanf.wordpress.com



Kantor Kecamatan Leuwisari, sehingga informasi yang dihasilkan tidak



efisien.







1.3. Batasan Masalah



Batasan masalah dalam pembahasan laporan kerja praktek ini adalah sebagai



berikut :



a. Pembahasan hanya pada pengolahan data presensi kepegawaian.



b. Pembuatan laporan untuk pengolahan data presensi kepegawaian dan data



pegawai Kantor Kecamatan Leuwisari.







1.4. Tujuan Pembahasan



Adapun tujuan pembahasan laporan kerja praktek ini adalah :



a. Untuk menjelaskan dan menganalisis kinerja sistem informasi presensi



kepegawaian.



b. Untuk menjelaskan pembangunan sistem informasi presensi kepegawaian



yang diusulkan berupa sistem yang terkomputerisasi.



c. Untuk menjelaskan solusi yang diambil untuk menangani kekurangan-



kekurangan yang timbul dari sistem informasi presensi kepegawaian yang



ada.



d. Analisis titik keputusan yang diambil untuk menangani kekurangan-



kekurangan atau masalah-masalah yang timbul.

I-4



irmanf.wordpress.com



1.5. Sistematika Pembahasan



Judul dari laporan kerja praktek ini adalah “Implementasi Sistem Presensi di



Kantor Kecamatan Leuwisari”. Sistematika laporan kerja praktek yang disusun



terdiri dari lima bab, yaitu :



BAB I PENDAHULUAN



Dalam bab ini dijelaskan mengenai latar belakang, materi kerja praktek,



rumusan masalah, batasan masalah, tujuan pembahasan dan sistematika



pembahasan.



BAB II TINJAUAN UMUM KANTOR KECAMATAN LEUWISARI



Dalam bab ini membahas mengenai sejarah singkat, visi dan misi Kantor



Kecamatan Leuwisari, struktur kepengurusan Kantor Kecamatan Leuwisari,



strategi kerja atau kebijakan Kantor Kecamatan Leuwisari dan lokasi Kantor



Kecamatan Leuwisari.



BAB III METODE DAN LANDASAN TEORI



Dalam bab ini berisi tentang metode dan uraian landasan teori sebagai dasar



untuk menganalisis pokok permasalahan dengan menjelaskan teori-teori yang



berasal dari studi pustaka yang berkaitan dengan laporan yang di bahas.



BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN



Bab ini berisi tentang hasil dan pembahasan masalah yang meliputi analisis



sistem yang ada dan analisis sistem usulan dengan alat bantu diagram aliran data,



normalisasi tabel, dialog layar, rancangan sistem masukan dan keluaran serta



pembahasan implementasi sistem dari hasil rancangan yang telah dilakukan.

I-5



irmanf.wordpress.com



BAB V KESIMPULAN DAN SARAN



Merupakan bab terakhir dari laporan yang disusun secara baik yang terdiri



dari kesimpulan dan saran-saran dalam penggunaan sistem yang baru serta untuk



pengembangan sistem yang lebih baik.

irmanf.wordpress.com



BAB II



TINJAUAN UMUM KANTOR KECAMATAN LEUWISARI







2.1. Sejarah Singkat Pembentukan Kecamatan Leuwisari



Kecamatan Leuwisari tidak terlepas dari sejarah Tasikmalaya karena awal



mulai adanya pusat Pemerintahan yang berada disekitar Gunung Galunggung



setelah ditemukannya Prasasti Geger Hanjuang di Desa Linggawangi. Desa



Linggawangi pada masa itu mencakup wilayah Linggawangi Barat dan



Linggawangi Timur (dari kecamatan Sariwangi Sampai Padakembang). Pada



Tahun 1920 Pusat Pemerintahan pindah ke kampong Leuwisari di Sariwangi.



Sehubungan pada masa itu di Leuwisari terjadi wabah penyakit Pes yang



menimpa warga Leuwisari maka Pusat Pemerintahan dipindahkan ke kampung



Ciawang dan Pada Tahun 1950 Pindah lagi ke kampung Cikeleng dan berikutnya



pindah ke kampung Arjasari Desa Arjasari sampai dengan saat ini. Pada tahun



2000 secara resmi Kecamatan Leuwisari dibagi menjadi tiga kecamatan yaitu



Kecamatan Leuwisari, Sariwangi, Padakembang.



Leuwisari merupakan kalimat Bahasa Sunda yang terdiri dari dua kata yaitu



Leuwi (tempat atau lokasi yang berada disaluran sungai atau selokan berbentuk



kubangan besar dan dalam, biasanya dijadikan tempat berkumpul jenis-jenis ikan)



dan Sari (Indah, Elok dan Cantik). Dengan demikian Leuwisari mengandung arti



tempat atau daerah atau lokasi tempat hunian dan mempunyai pemandangan indah



dan elok.









II - 1

II - 2



irmanf.wordpress.com



2.2. Visi dan Misi Kantor Kecamatan Leuwisari



a. Visi



Kecamatan Leuwisari sebagai pendukung keberhasilan pembangunan



Kabupaten Tasikmalaya, dalam penetapan visi Kecamatan Leuwisari sampai



tahun 2012, dilakukan atas dasar pertimbangan sebagai berikut :



1. Mengacu kepada visi Kab. Tasikmalaya yaitu “Tasikmalaya yang religius



atau islami, sebagai kabupaten yang maju dan sejahtera, serta kompetitif



dalam bidang agribisnis di Jawa Barat tahun 2010” .



2. Renstra Provinsi Jawa Barat melalui peraturan daerah Jawa Barat No.1



Tahun 2003, yang mencanangkan visi Provinsi Jawa Barat yaitu “Jawa



Barat dengan iman dan taqwa sebagai provinsi termaju di Indonesia dan



mitra terdepan ibu kota negara tahun 2010”.



3. Visi RPJM Nasional, yaitu :



a) Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang aman,



bersatu, rukun dan damai.



b) Terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara yang menjungjung tinggi



hukum, kesetaraan dan hak asasi manusia, serta



c) Terwujudnya perekonomian yang mampu menyedikan kesempatan



kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang



kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.



Atas dasar pertimbangan tersebut diatas dan dengan memperhatikan potensi,



permasalahan dan peluang yang dimiliki Kecamatan Leuwisari, nilai-nilai dan visi

II - 3



irmanf.wordpress.com



daerah, aspirasi dan dinamika yang berkembang pada masa sebelumnya, maka



visi Kecamatan Leuwisari adalah :



“LEUWISARI MAJU DAN SEJAHTERA DILANDASI IMAN DAN TAQWA



SEBAGAI KECAMATAN YANG UNGGUL



DALAM KOMODITI PADI DAN IKAN



DI KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012”



Ketiga kata kunci dalam visi tersebut dapat digambarkan segitiga kebaikan



(Virtuous Triangle) sebagai berikut :



IMAN DAN

TAQWA









MAJU DAN KOMODITI

SEJAHTERA PADI DAN IKAN







Gambar 2.1. Ilustrasi Segitiga Kebaikan



Keterangan Gambar :



Iman dan Taqwa secara positif melandasi masyarakat yang maju dan



sejahtera baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pemanfaatan



potensi wilayah Kecamatan Leuwisari dalam menghasilkan produksi padi dan



ikan yang berkualitas serta kuantitas yang besar.

II - 4



irmanf.wordpress.com



b. Misi



Untuk merumuskan misi dalam 5 (lima) tahun ke depan, seperti halnya



perumusan visi di atas dilakukan beberapa pertimbangan. Adapun pertimbangan



tersebut adalah :



1. Berdasarkan hasil musyawarah kerja unsur Pelaksana Teknis Dinas dan



tokoh masyarakat Leuwisari sehingga terbentuk Misi untuk 5 (lima) tahun



ke depan.



2. Permasalahan yang akan menjadi tantangan 5 (lima) tahun ke depan



seperti Perekonomian, Sumber Daya Manusia, Pemerintahan, Infrastruktur



dan Tata Ruang Kebijakan Daerah.



3. Misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten



Tasikmalaya.



4. Misi dan arah Rencana Stratejik Provinsi Provinsi Jawa Barat.



5. Misi dan arah pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka



Menengah Nasional.







Berdasarkan visi, prediksi kondisi umum 5 (lima) tahun ke depan,



permasalahan dan arah pembangunan Kabupaten Tasikmalaya maka disusun 3



(tiga) misi Kecamatan Leuwisari 2008-2012, yaitu :



1. Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas & memiliki akhlak



yang mulia.



2. Mewujudkan Pemerintahan yang baik dan professional dalam fungsi



pelayanan kepada masyarakat.

II - 5



irmanf.wordpress.com



3. Mengelola Sumber Daya Alam yang berwawasan ramah lingkungan dan



menerapkan instensifikasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan



kualitas produk padi dan ikan.







2.3. Strategi dan Arah Kebijakan Kecamatan Leuwisari



Strategi merupakan cara mencapai tujuan dan sasaran yang merupakan



rencana yang mencakup upaya-upaya menyeluruh dan terintegrasi untuk



mengoperasionalkan tujuan dan sasaran melalui penetapan kebijakan dan



program.



Strategi juga merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin



dicapai secara terukur dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala



yang dihadapi.



Strategi yang dilaksanakan oleh Kecamatan Leuwisari adalah sebagai berikut:



a. Peningkatan kemampuan sumber daya aparatur Kecamatan Leuwisari melalui



pelatihan keterampilan pegawai sehingga pelayanan prima terhadap



masyarakat dapat diwujudkan.



b. Melengkapi sarana dan prasarana operasional pelayanan yang refresentatif.



Ini merupakan hal yang sangat krusial dalam menunjang kelancaran suatu



kegiatan.



c. Memotivasi masyarakat dalam memenuhi apa yang menjadi hak dan



kewajiban.



d. Menetapkan prosedur pelayanan yang mudah, cepat, ramah dan adil.

II - 6



irmanf.wordpress.com



Kebijakan adalah keputusan yang sifatnya mendasar untuk dipergunakan



sebagai landasan bertindak dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan



sebelumnya.



Arah kebijakan Kecamatan Leuwisari adalah sebagai berikut :



a. Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan guna mencetak sumber daya



manusia yang berkualitas.



b. Meningkatkan sarana dan prasarana Pemerintahan Desa agar



penyelenggaraan pemerintah sesuai dengan yang diharapkan sehingga tercipta



pelayanan prima bagi masyarakat.



c. Meningkatkan sarana dan prasarana ekonomi masyarakat yang berhubungan



dengan industri kecil, pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, dan



perhubungan, agar taraf hidup masyarakat mengalami peningkatan.



d. Meningkatan sarana dan prasarana ketentraman, ketertiban, dan keamanan



lingkungan sehingga tercipta keamanan dan ketertiban masyarakat.



e. Meningkatkan Iptek dan Imtak serta SDM yang mandiri.







2.4. Tujuan dan Fungsi



Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Pemerintah Kecamatan



Leuwisari berpedoman kepada Peraturan Bupati Nomor 22 A Tahun 2007 tentang



“Nama-nama jabatan fungsional umum dan uraian tugas jabatan struktural serta



jabatan fungsional umum di lingkungan organisasi kecamatan Se-Kabupaten



Tasikmalaya” serta Keputusan Bupati Tasikmalaya Nomor 48 Tahun 2008 tentang



”Rincian tugas unit di lingkungan kecamatan”.

II - 7



irmanf.wordpress.com



Untuk lebih meningkatkan kinerja Pemerintah Kecamatan Leuwisari, maka



dibuat Program Kerja Kecamatan Leuwisari Tahun 2009, yang merupakan



pedoman dasar bagi seluruh pegawai Kecamatan dalam melaksanakan tugasnya.



a. Tujuan



1. Untuk lebih meningkatkan kinerja aparatur pemerintah yang ada pada unit



kerja Kantor Camat Leuwisari dalam melaksanakan tugas dan



kewajibannya.



2. Untuk memudahkan aparatur pemerintah yang ada pada unit kerja Kantor



Camat Leuwisari dalam memahami kewajiban dan tanggung jawab dalam



melaksanakan tugas.



b. Fungsi



1. Sebagai pedoman dan arah bagi aparatur pemerintah yang ada pada unit



kerja Kantor Camat Leuwisari dalam melaksanakan tugas sehari-hari.



2. Sebagai sarana untuk pmberdayaan tugas dan fungsi aparatur pada unit



kerja Kantor Camat Leuwisari.

II - 8

irmanf.wordpress.com





2.5. Struktur Organisasi Kantor Kecamatan Leuwisari

CAMAT

Drs. DADANG GUNAWAN, M.Si





SEKRETARIS KECAMATAN

SUHERMAN GAOS, SP





KASUBBAG UMUM DAN KASUBBAG PROGRAM DAN

KEPEGAWAIAN KEUANGAN

AGIN SUGIRMAN YAYAT



Pengelola Adm. Operator Komputer Pengolah Bahan Program Bendaharawan Pengeluaran

Kepegawaian dan Laporan

KURNIAWATI RANI MEGASARI UJEN EEN MULYATI, S.IP

Pengelola Kepustakaan dan Pengemudi Bendaharawan Penerimaan Penata Usaha Keuangan

Kearsipan

- A. ROHANA - -

Pengelola Rumah Tangga Pengetik

dan Perlengkapan

- -

Pramu Acara Caraka

- -

Bendaharaan Barang Penjaga Kantor

AAN GUNAWAN -









KEPALA SEKSI KEPALA SEKSI KEPALA SEKSI KEPALA SEKSI

KELOMPOK KEPALA SEKSI PEMBERDAYAAN KETENTRAMAN DAN EKONOMI

JABATAN TATA PEMERINTAHAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

MASYARAKAT DAN DESA KETERTIBAN UMUM PENDAPATAN

FUNGSIONAL

DJADJANG UUM SUDRAJAT P, B.Sc MAMAN SUKARMAN, SH MAMAN SULAEMAN ERAS, S.IP

Pengolah Data Pengolah Data Keamanan dan Pengolah Data

Pengolah Data Pemerintahan Pengolah Data Pendapatan

Pemberdayaan Masyarakat Ketertiban Kesejahteraan Rakyat

- - ININ - -

Pengolah Data Pengolah Data Rekomendasi Operator Komputer

Operator Komputer

Kependudukan dan Capil Perijinan

IRMAN MOH. RIDWAN - ASEP KURNIAWAN - -

Operator Komputer Operator Komputer Operator Komputer

INA MILATINA - ANDRIAS SETIA P









Gambar 2.2. Struktur Organisasi Kantor Kecamatan Leuwisari

II - 9



irmanf.wordpress.com



2.6. Deskripsi Kerja



a. Camat Leuwisari



1. Menyusun Program Kerja Kecamatan Leuwisari yang dihimpun dari



program-program secretariat dan seksi-seksi, baik program kerja bulanan,



triwulan maupun tahunan.



2. Memimpin, membina dan mengevaluasi operasional tugas dan program



kerja sekretaris, kasi-kasi dan satuan kerja lainnya di pemerintahan



wilayah Kecamatan Leuwisari.



3. Mengadakan pembinaan ketentraman dan ketertiban umum di wilayah



kerja Kecamatan Leuwisari.



4. Mengadakan pembinaan dalam meningkatkan perekonomian &



pelaksanaan pembangunan.



5. Mengadakan pembinaan kesejahteraan rakyat di wilayah Kecamatan



Leuwisari.



6. Mengadakan pembinaan, pendidikan & kesehatan di wilayah Kecamatan



Leuwisari.



7. Melaksanakan kegiatan menggali potensi daerah dalam rangka



meningkatkan pendapatan asli daerah Kecamatan Leuwisari.



8. Menyelenggarakan kegiatan pembinaan Pemerintah Desa.



9. Menyiapkan bahan pengembangan status desa menjadi kelurahan.



10. Menyelenggarakan fasilitasi penataan desa / kelurahan.



11. Memfasilitasi pengusulan legitimasi, pengangkatan, dan pemberhentian



kepala desa.

II - 10



irmanf.wordpress.com



12. Melaksanakan pengambilan sumpah / janji dan pelantikan Kepala



Sekolah Dasar Negeri (SDN), Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN), Kepala



Desa, Pimpinan dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di



wilayah kerja Kecamatan Leuwisari.



13. Mengadakan pembinaan dan pengawasan terhadap penggunaan tanah dan



aset Pemerintah Daerah di wilayah Kecamatan Leuwisari.



14. Menyelenggarakan pertimbangan pengangkatan Kepala Kelurahan.



15. Menyelenggarakan kegiatan penyusunan program, pembinaan



administrasi ketatausahaan dan rumah tangga kantor Camat Leuwisari.



16. Menyusun rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja Kecamatan



Leuwisari.



17. Melaksanakan Koordinasi operasional UPTD, Unit Pelaksana Teknis dan



Unit Organisasi lainnya yang ada di lingkungan Kecamatan Leuwisari.



18. Memberi pertimbangan penilaian DP3 dan penilaian angka kredit bagi



perangkat daerah yang ada di wilayah kerja Kantor Camat Leuwisari.



19. Membina dan mengembangkan serta memantau kegiatan perindustrian,



perdagangan, pertambangan, kepariwisataan, perkoperasian, usaha kecil



dan menengah dan ekonomi lemah, peternakan, pertanian, perkebunan



perikanan dan kelautan.



20. Menyelenggarakan tugas pembantuan dibidang pendapatan sesuai



dengan pelimpahan kewenangan dari bupati, yang taktis operasionalnya



dibimbing oleh Dinas Pendapatan.

II - 11



irmanf.wordpress.com



21. Menyelenggarakan fasilitasi kegiatan organisasi sosial/ kemasyarakatan



dan lembaga, swadaya masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan



Leuwisari.



22. Memberikan pelayanan perizinan dan rekomendasi sesuai dengan yang



dilimpahkan oleh Bupati.



23. Mengadakan pemantauan, pengawasan, evaluasi dan pelaporan yang



berkaitan dengan tugas-tugas Kecamatan.



24. Mengadakan koordinasi dengan unit kerja terkait.



b. Sekretaris Kecamatan Leuwisari



1. Menyusun rencana dan program kerja kesekretariatan meliputi rencana



kerja bulanan, triwulan dan tahunan.



2. Menyusun Program Peningkatan Pelaksanaan Pengawasan, Melekat (P3



Waskat) dan realisasi P3 Waskat yang dibuktikan dengan daftar hadir.



3. Menyiapkan bahan rancangan dan dokumentasi Peraturan Perundang-



undangan kelembagaan dan tatalaksana.



4. Mengurus ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, rumah tangga dan



perlengkapan kantor Camat Leuwisari termasuk ATK yang diperlukan



dalam mekanisme administrasi perkantoran.



5. Mengurus naskah dinas dan kearsipan.



6. Mengelola kehumasan dan perpustakaan Kecamatan.



7. Menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Kecamatan.



8. Mengendalikan administrasi, Pendapatan Belanja dan Anggaran



Pembangunan di Kecamatan Leuwisari.

II - 12



irmanf.wordpress.com



9. Menyiapkan bahan laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah



(LAKIP).



10. Mengadakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan kecamatan.



11. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait.



c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian



1. Menyusun Rencana Kerja Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.



2. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data administrasi



kepegawaian.



3. Menyiapkan bahan pembinaan kelembagaan, ketatalaksanaan dan



kepegawaian dilingkungan kecamatan.



4. Mengelola administrasi umum, meliputi kegiatan surat menyurat,



kearsipan, perpustakaan, kehumasan, keprotokolan, dan menyiapkan rapat-



rapat kecamatan.



5. Mengelola perlengkapan dan rumah tangga kantor, pemeliharaan



kendaraan dinas, alat tulis kantor dan peralatan lainnya untuk menunjang



kelancaran tugas.



6. Mengevaluasi dan melaporkan hasil pelaksanaan tugas.



d. Sub Bagian Program dan Keuangan



1. Menyusun rencana program kerja.



2. Menghimpun dan menyusun data kegiatan dari masing-masing seksi



sebagai bahan penyusunan program kecamatan.



3. Menyiapkan bahan rencan strategis daerah dan melaporkan kinerja



kecamatan.

II - 13



irmanf.wordpress.com



4. Mengelola anggaran keuangan kecamatan.



5. Menyiapkan bahan untuk kegiatan rapat koordinasi perencanaan



pembangunan daerah mulai dari tingkat kedusunan, desa dan kecamatan



sebagai bahan usulan ketingkat kabupaten.



6. Menyiapkan bahan kegiatan rapat koordinasi dalam rangka penyusunan



rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah tingkat kecamatan.



7. Menyiapkan bahan laporan pertanggungjawaban anggaran dan pendapatan



belanja kecamatan.



8. Mengevaluasi dan melaporkan tugas Sub Bagian Program dan Keuangan.



e. Seksi Tata Pemerintahan



1. Menyusun rencana kegiatan bulanan, triwulan dan tahunan.



2. Melaksanakan pengumpulan mengolah dan menganalisis data



pemerintahan.



3. Melaksanakan kegiatan dibidang pemerintahan desa yang meliputi :



a) Menyiapkan bahan pengembangan status desa menjadi kelurahan



b) Menyiapkan bahan fasilitas pengangkatan kepala kelurahan.



c) Melaksanakan kegiatan fasilitas penyelenggaraan pemilihan kepala desa



dan badan permusyawaratan desa (BPD).



d) Menyiapkan bahan fasilitas penyusulan legitimasi dalam pengangkatan



dan pemberhentian kepala desa.



e) Menyiapkan bahan program pembinaan penyelenggaraan pemerintahan



umum, pembinaan pemerintahan desa/ kelurahan dan pembinaan



keagrarian/ pertanahan.

II - 14



irmanf.wordpress.com



f) Menyiapkan bahan pelaksanaan pengambilan sumpah/ janji dan



pelantikan kepala desa pimpinan dan anggoata badan permusyawaratan



desa (BPD).



g) Menilai ataslaporan pertanggungjawaban kepala desa.



h) Memfasilitasi penyelenggaraan kerjasama antar desa dan penyelesaian



perselisihan antar desa.



i) Memfasilitasi dalam penyusunan peraturan desa.



4. Melaksanakan penyusunan bahan penyelenggaraan lomba/ penilaian desa/



kelurahan tingkat kecamatan.



5. Menyiapkan bahan pembinaan kegiatan administrasi kependudukan.



6. Menginventarisasi penggunaan tanah dan asset pemerintah daerah atau



kekayaan daerah lainnya yang ada di wilayah kecamatan leuwisari.



7. Membantu pelaksanaan terhadap pembebasan tanah milik dan pelepasan



hak yang akan dipergunakan untuk kepentingan pembangunan serta



peralihan status tanah dari tanah Negara menjadi hak milik sesuai dengan



ketentuan peraturan perundang-undangan.



8. Menyiapkan bahan kegiatan pembinaan ideologi Negara, persatuan



bangsa, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga kemasyarakatan lainnya.



9. Membantu dalam hal penetapan peruntukan, proses pengalihan, dan



perubahan staus tanah kekayaan desa serta pengalihan status tanah



kekayaan desa yang berubah menjadi kelurahan.



10. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait.

II - 15



irmanf.wordpress.com



f. Seksi Ketentraman dan Ketentraman Umum



1. Menyusun rencana kegiatan bulanan, triwulan, dan tahunan.



2. Mengumpulkan, mengolah & menganalisis data ketentraman & ketertiban.



3. Menyiapkan bahan dan pembinaan bidang trantib serta kemasyarakatan.



4. Menyiapkan bahan kegiatan Polisi Pamong Praja meliputi kegiatan



pembinaan, pengawasan dan operasi dalam rangka pemeliharaan



ketentraman dan ketertiban di wilayah Kecamatan Leuwisari.



5. Mengadakan koordinasi dan pembinaan Kesatuan Polisi Pamong Praja dan



Perlindungan Masyarakat (LINMAS) di wilayah Kecamatan Leuwisari.



6. Menyiapkan bahan fasilitasi pembinaan kerukunan hidup antar umat



beragama.



7. Menyiapkan bahan koordinasi penegakan atas pelaksanaan Peraturan



daerah dan Keputusan Kepala Daerah serta Peraturan Perundang-undangan



lainnnya di wilayah Kecamatan Leuwisari.



8. Menyiapkan konsep surat rekomendasi atas permohonan ijin HO dan



keramaian atau perijinan lainnya dalam lingkup ketentraman & ketertiban.



9. Menyiapkan bahan pembinaan & pengendalian pertahanan masyarakat



dalam melakukan usaha-usaha prevensif & refresif terhadap kemungkinan



timbulnya bencana alam atau upaya menyelesaikan permasalahan lainnya



yang terjadi pada masyarakat.



10. Menyiapkan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan seksi



ketentraman dan ketertiban umum.



11. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait.

II - 16



irmanf.wordpress.com



g. Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa



1. Melaksanakan penyusunan rencana kerja Seksi Pemberdayaan Masyarakat



untuk tahun anggaran 2009.



2. Melaksanakan pengumpulan data masyarakat yang memiliki kegiatan



Usaha Kecil Menengah tiap desa sewilayah Kecamatan Leuwisari.



3. Melaksanakan penyusunan bahan Perencanaan Pembangunan di bidang



pemberdayaan masyarakat pada pelaksanaan Musyawarah Perencanaan



Pembangunan di Tiap Desa dan Kecamatan Leuwisari.



4. Melakukan koordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan



KB mengenai perencanaan pelaksanaan kegiatan Proyek Nasional



Pemberdayaan Masyarakat Mandiri.



5. Melakukan koordinasi dengan kepala desa mengenai perencanaan kegiatan



Proyek Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri.



6. Melaksanakan evaluasi terhadap program yang dilaksanakan di bidang



pembinaan pemberdayaan masyarakat.



7. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait, baik di tingkat



Kabupaten, Kecamatan dan Desa mengenai pelaksanaan pembangunan



bidang fisik yang dilakukan di wilayah Kecamatan Leuwisari, mulai dari



perencanaan pelaksanaan dan evaluasi.



8. Menyiapkan data bahan fasilitasi pembinaan dan pengembangan



ketenagakerjaan dan perburuhan.



9. Melakukan evaluasi terhadap program pemberdayaan masyarakat desa



yang dilakukan di wilayah Kecamatan Leuwisari.

II - 17



irmanf.wordpress.com



10. Melaporkan setiap kegiatan seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa



terhadap Camat dan instansi terkait.



h. Seksi Kesejahteraan Rakyat



1. Menyusun rencana kegiatan bulanan, triwulan dan tahunan.



2. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data kesejahteraan rakyat.



3. Menyiapkan bahan fasilitasi penyelenggaraan Taman Kanak-kanak &



Pendidikan Dasar.



4. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan program



pendidikan, generasi muda, keolahragaan, kebudyaan, kepramukaan serta



pemberdayaan perempuan.



5. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Program



kesehatan masyarakat.



6. Menyiapkan bahan pembinaan kehidupan beragama, pendidikan,



kebudayaan, kesejahteraan rakyat dan pelayanan kesehatan.



7. Menyiapkan bahan koordinasi penyelenggaraan keluarga berencana.



8. Menyiapkan bahan pelaksanaan penyuluhan program Wajar Dikdas.



9. Mengkoordinasikan mmengenai pencegahan dan penanggulangan



penyalahgunaan obat, narkotika, psikotropika, zat adiktif dan bahan



berbahaya lainnya di wilayah Kecamatan Leuwisari dengan unit kerja



terkait.



10. Menyiapkan bahan pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah



Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri



(MIN).

II - 18



irmanf.wordpress.com



11. Menyiapkan bahan program pembinaan kegiatan pemberdayaan



masyarakat.



12. Memfasilitasi pembinaan organisasi sosial/ kemasyarakatan dan



Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan atau Lembaga Masyarakat



Sekolah (Dewan/ Komite Sekolah).



13. Menyiapkan bahan pembinaan lembaga adat dan suku terasing.



14. Menyusun program pembinaan dalam rangka pencegahan dan



penanggulangan masalah sosial serta bencana alam dan pengungsi.



15. Menyusun program pembinaan dalalm meningkatkan kesejahteraan



rakyat.



16. Menyiapkan bahan pembinaan pelayanan dan bantuan sosial, pembinaan



kepemudaan dan olahraga.



17. Memantau, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan yang berhubungan



dengan kesejahteraan rakyat.



18. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait.



i. Seksi Ekonomi dan Pendapatan



1. Menyusun rencana kegiatan bulanan, triwulan, dan tahunan.



2. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data bidang pendapatan di



wilayah Kecamatan Leuwisari.



3. Menyusun konsep program kegiatan pungutan di bidang perpajakan dan



pendapatan daerah untuk memenuhi tercapainya target pendapatan Kantor



Camat Leuwisari.

II - 19



irmanf.wordpress.com



4. Melaksanakan kegiatan pungutan dalam hal perpajakan/ retribusi daerah



untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber di



wilayah Kecamatan Leuwisari.



5. Menyusun bahan rekomendasi atas usul permohonan pertimbangan karena



keberatan terhadap beban pajak dari masyarakat.



6. Menyiapkan bahan fasilitasi pendaftaran dan penyuluhan di bidang



perpajakan dan retribusi daerah.



7. Mengadakan konsultasi dan koordinasi dengan unsure dinas atau lembaga



teknis yang terkait di bidang perpajakan dan pendapatan daerah.



8. Melaksanakan kegiatan penggalian sumber-sumber pendapatan daerah di



wilayah Kecamatan Leuwisari yang teknis pelaksanaannya dibina oleh



Dinas Pendapatan Kabupaten Tasikmalaya.



9. Memantau, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan bidang pendapatan di



Kecamatan Leuwisari.



10. Melaksanakan tugas yang bersifat insidentil dan tugas lain yang



diperintahkan Camat.



11. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait.



j. Penanggungjawab Aplikasi Presensi



1. Bertanggungjawab pada keseluruhan aplikasi.



2. Menyerahkan Rekapitulasi Berkas Presensi Kepegawaian kepada camat



pada setiap bulannya.



k. Operator Komputer



1. Menjalankan dan mengolah data Presensi Kepegawaian.

II - 20



irmanf.wordpress.com



2. Membuat laporan harian Presensi Kepegawaian.



3. Merawat Aplikasi Presensi Kepegawaian.







2.7. Lokasi Kantor Kecamatan Leuwisari





U





S









Gambar 2.3. Lokasi Kantor Kecamatan Leuwisari

irmanf.wordpress.com



BAB III



METODE DAN LANDASAN TEORI







3.1. Metode Penelitian



Metode penelitian terbagi kedalam dua bagian, metode pengumpulan data



yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam pengembangan sistem dan



metode perancangan yaitu teknik perancangan yang dilakukan untuk melakukan



pengembangan sistem.







3.1.1. Metode Pengumpulan Data



Metode pengumpulan data dalam pembangunan aplikasi presensi



kepegawaian sangat penting dilakukan sebagai awal dalam penelitian sebelum



masuk ke perancangan sistem. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah



sebagai berikut :



1. Teknik Kepustakaan



Teknik kepustakaan dilakukan dengan cara mengumpulkan data, bahan-



bahan tertulis dengan cara mempelajari serta membaca buku-buku dan media



lain yang berhubungan dengan pembahasan masalah yang akan diuraikan



dalam laporan ini.



2. Teknik Lapangan atau Observasi



Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mendatangi langsung lokasi



penelitian untuk mempelajari objek yang dipilih dan untuk mendapatkan









III - 1

III - 2



irmanf.wordpress.com



data-data yang akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi



tersebut.



3. Teknik Wawancara



Dalam hal ini wawancara atau konsultasi secara langsung dengan



pembimbing lapangan dan beberapa narasumber untuk memperoleh data-data



dan informasi yang dibutuhkan.







3.1.2. Metode Perancangan



Metode perancangan yang digunakan pada aplikasi presensi kepegawaian



yang akan dibangun ini menggunakan pendekatan berorientasi data atau



terstruktur yaitu Linier Sequential Model, model proses ini sering disebut sebagai



Waterfall atau Classic Life Cycle Model menyarankan pendekatan yang sistematis



dan sekuensial dalam pengembangan perangkat lunak yang dimulai pada level



sistem dan bergerak maju mulai tahap analysis, design, coding, testing. [Hanif,



2006].









Gambar 3.1. Metode Waterfall

III - 3



irmanf.wordpress.com



System atau Information Engineering, yaitu melaksanakan pengumpulan



data dan penetapan kebutuhan semua elemen sistem. System Analysis, yaitu



melaksanakan analisis terhadap permasalahan yang dihadapi dan menetapkan



kebutuhan perangkat lunak, fungsi performansi dan interfacing. Design, yaitu



menetapkan domain informasi untuk perangkat lunak, fungsi dan interfacing.



Coding, yaitu pengkodean yang mengimplementasikan hasil design ke dalam



kode atau bahasa yang dimengerti oleh mesin komputer dengan menggunakan



bahasa pemrograman. Dan Testing, yaitu melaksanakan pengujian kebenaran



logik dan fungsional. Disini akan diketahui kekurangan-kekurangan yang terjadi



pada program. Serta Maintenance, yaitu menangani perangkat lunak yang sudah



selesai supaya dapat berjalan dan terhindar dari gangguan-gangguan yang



menyebabkan kerusakan.







3.2. Landasan Teori



3.2.1. Konsep Dasar Sistem Informasi



Sistem informasi dapat diartikan himpunan prosedur-prosedur yang bila



dieksekusi atau dijalankan dapat memberikan informasi untuk pengambilan



keputusan, komunikasi dan atau mengendalikan suatu organisasi.



John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa ada enam blok



komponen pembangun sistem informasi, yaitu sebagai berikut :



1. Blok Masukan : mewakili data yang masuk ke dalam sistem, termasuk media



dan metode untuk menangkap data.

III - 4



irmanf.wordpress.com



2. Blok Model : terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematika



untuk memanipulasi data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.



3. Blok Keluaran : informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna



untuk semua pemakai sistem.



4. Blok Teknologi : piranti untuk menerima masukan, menjalankan model,



menyimpan dan mengakses data, menghasilkan keluaran, dan mengendalikan



sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari tiga bagian, yaitu hardware,



software dan brainware.



5. Blok Basis Data : kumpulan data yang saling terkait, tersimpan di perangkat



keras dan dipergunakan untuk menghasilkan informasi.



6. Blok Kendali : untuk menjaga agar sistem berfungsi sebagaimana yang



diinginkan, misalnya dari gangguan bencana alam, sabotase dan lain-lain.







3.2.2. Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen



Sistem informasi manajemen merupakan penerapan sistem informasi di



dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh



semua tingkatan manajemen. [Hanif Al Fatta. 2006]









Gambar 3.2. Tingkatan manajemen

III - 5



irmanf.wordpress.com



1) Manajemen tingkat atas (top level management) terdiri dari : direktur utama



(president), direktur (vice manager) dan eksekutip lainnya.



2) Manajemen tingkat menengah (middle level management) terdiri dari :



manajer-manajer divisi dan manajer-manajer cabang.



3) Manajemen tingkat bawah (lower level management) disebut operating



management meliputi mandor dan pengawas.



Dalam sistem informasi manajemen terdapat yang namanya pengambilan



keputusan dari setiap tingkatan manajemen. Pengambilan keputusan tersebut



dapat diartikan sebagai tindakan manajemen didalam pemilihan alternatif untuk



mencapai sasaran. Keputusan oleh manajemen dapat diklasifikasikan kedalam tiga



tipe pengambilan keputusan, yaitu :



1. Keputusan tidak terstruktur (unstructured decision), mempunyai sifat :



1) Tidak terjadi berulang-ulang



2) Tidak terprogram



3) Tidak terstruktur



4) Tidak mudah diprediksi



5) Informasi tidak mudah tersedia



Keputusan ini dilakukan oleh manajemen tingkat atas, pengalaman manajer



merupakan hal sangat penting didalam pengambilan keputusan ini. Misalnya



keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain.



2. Keputusan setengah terstruktur (semi structured decision), sifatnya adalah



sebagian yang dapat diprogram sehingga masih membutuhkan pertimbangan,



keputusan tipe ini seringnya rumit dan membutuhkan perhitungan-perhitungan

III - 6



irmanf.wordpress.com



serta analisis yang rinci. Misalnya adalah keputusan membeli sistem komputer



yang lebih canggih.



3. Keputusan terstruktur (structured decision), mempunyai sifat :



1) Berulang-ulang



2) Terprogram



3) Terstruktur



4) Mudah diprediksi



5) Informasi umumnya mudah tersedia



Keputusan ini dilakukan oleh manajemen tingkat bawah, misalnya adalah



keputusan pemesanan barang, keputusan piutang dan lain sebagainya.







3.2.3. Konsep Dasar Pengembangan Sistem



Pengembangan sistem (system development) dapat diartikan menyusun



suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan



atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu dikembangkan



disebabkan karena adanya permasalahan-permasalahan. [Hanif Al Fatta. 2006]



Adanya permasalahan yang timbul di sistem yang lama dapat berupa :



1. Ketidakberesan : dapat berupa kecurangan-kecurangan di sengaja yang



menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari



data menjadi kurang terjamin, kesalahan-kesalahan yang tidak di sengaja,



tidak efisiennya operasi dan tidak ditaatinya kebijakan manajemen.

III - 7



irmanf.wordpress.com



2. Pertumbuhan organisasi : dengan pertumbuhan suatu organisasi sehingga



harus disusunnya sistem yang baru, diantaranya adalah kebutuhan informasi



yang semakin meluas, volume pengolahan data semakin meningkat.



3. Meraih kesempatan (opportunities) : dalam keadaan pasar, persaingan untuk



meraih kesempatan dapat memanfaatkan kecepatan informasi atau efisiensi



waktu, yaitu dengan memanfaatkan teknologi informasi, jika tidak maka



kesempatan-kesempatan akan jatuh ke tangan pesaing.



4. Adanya instruksi-instruksi (directives) : penyusunan sistem yang baru dapat



juga terjadi karena adanya instruksi dari pimpinan ataupun dari luar



organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah.



Karena adanya permasalahan-permasalahan diatas, maka sistem yang baru



perlu dikembangkan untuk memecahkan permasalahan tersebut.







3.2.4. Konsep Basis Data



Basis data terdiri dari dua kata yaitu Basis dan Data. Basis dapat diartikan



gudang atau tempat berkumpul. Sedangkan data adalah representasi fakta dunia



nyata yang mewakili suatu objek. [Janner Simarmata. 2006]



Basis Data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang



tertentu, diantaranya :



a. Basis Data dapat diartikan kumpulan data yang saling berhubungan yang



disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan



(redundancy ) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

III - 8



irmanf.wordpress.com



b. Basis Data dapat diartikan sebagai kumpulan file-file yang saling berelasi,



dan relasi tersebut biasanya ditunjukan dengan kunci dari tiap file yang ada,



yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.







Basis data memiliki beberapa istilah, adapun istilah-istilah dalam basis data



diantaranya :



a. Entity merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat



dibedakan dari sesuatu yang lain, misalnya orang, tempat, kejadian, atau



konsep yang informasinya direkam.



b. Atribut merupakan sesuatu hal yang mendeskripsikan karakteristik (property)



dari entitas.



c. Data value (nilai atau isi data) adalah data aktual atau informasi yang



disimpan pada atribut.



d. Record (Tupel) yaitu kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan



menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.



e. File merupakan kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang



elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda-beda data valuenya.



f. Database Management Sistem (DBMS) merupakan kumpulan file yang saling



berkaitan bersama dengan program untuk mengelolanya. Database



merupakan kumpulan datanya, sedang program pengelolanya berdiri sendiri



dalam satu paket program yang berfungsi untuk membaca data, mengisi data,



menghapus data serta melaporkan data dalam database.

III - 9



irmanf.wordpress.com



3.2.5. Konsep Sistem Basis Data



Basis Data hanyalah sebuah objek yang pasif dan tidak akan berguna jika



tidak ada pengelolanya, yang menjadi pengelola secara langsung adalah program



atau aplikasi. Gabungan dari keduanya menghasilkan sistem. Secara umum



sebuah sistem basis data merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan file yang



saling berhubungan dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan



beberapa pemakai dan atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-



file tersebut. [Kusrini, M.Kom. 2007.]









Gambar 3.3. Sistem Basis Data

III - 10



irmanf.wordpress.com









Gambar 3.4. Struktur Sistem Basis Data Keseluruhan







3.2.6. Alat Pemodelan Sistem



a. Bagan Alir Sistem



Bagan alir sistem (system flowchart) merupakan bagan yang menunjukan arus



pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urutan-urutan



dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem dan menunjukan apa yang



dikerjakan di dalam sistem. Simbol-simbol yang digunakan dalam bagan alir



sistem, adalah :



Simbol Fungsi

Dokumen Menunjukan dokumen input dan output

baik untuk proses manual, mekanik

maupun komputer.



Kegiatan Manual Menunjukan pekerjaan atau proses

yang dilakukan secara manual.

III - 11



irmanf.wordpress.com



Proses Menunjukan kegiatan proses dari

operasi program komputer.







Garis Alir (Flow Lines Symbol ) Menunjukan arus dari proses.









Penghubung Menunjukan penghubung ke halaman

yang masih sama atau ke halaman yang

lain.



Simpanan Off Line Menunjukan pengarsipan file non-

N komputer yang diurut sesuai angka

( Numerical ).

Terminator Menunjukan tujuan akhir suatu alir

data atau sebagai awal dan akhir dari

suatu bagan alir data.

Harddisk Menunjukan tempat penyimpanan data

dalam harddisk







Tabel 3.1. Simbol-simbol bagan alir sistem ( Flowchart System )



b. Diagram Aliran Data



Melalui suatu teknik analisa data struktur yang disebut Diagram Aliran Data



(DAD) atau Data Flow Diagram (DFD), penganilisis sistem dapat



merepresentasikan proses-proses data di dalam organisasi. Pendekatan aliran data



dapat menekankan logika yang mendasari sistem. DFD sering digunakan untuk



menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau baru yang dikembangkan secara



logika. Empat simbol dasar yang digunakan dalam DFD, adalah :

III - 12



irmanf.wordpress.com



Simbol Fungsi

Entitas Digunakan untuk menggambarkan

suatu entitas eksternal, yang dapat

mengirim data atau menerima data dari

sistem.



Aliran Data Digunakan untuk menunjukan aliran

data yang dapat berupa masukan untuk

sistem atau hasil dari proses sistem.







Proses Digunakan untuk menunjukan kegiatan

atau kerja yang dilakukan orang, mesin

atau komputer. Proses harus diberi

nama yang jelas untuk memudahkan

menangani proses.

Simpanan Data Digunakan untuk menunjukan

simpanan dari data.







Tabel 3.2. Simbol-simbol Diagram Aliran Data



c. Entity-Relationship Diagram (ER-D)



ER-Model dapat didefinisikan suatu model untuk menjelaskan hubungan



antar data dalam basis data, didasarkan pada persepsi bahwa “real world” terdiri



dari objek-objek dasar yang memiliki relasi antar objek. Pada ER-Model, data



yang ada di dunia nyata ditransformasikan dengan memanfaatkan sejumlah



perangkat konseptual menjadi sebuah digram data, yang umum disebut Entity



Relationship Diagram.



Komponen-komponen pembentuk ER-Model :



1. Entitas, yaitu individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat



dibedakan dari sesuatu yang lain.



2. Atribut, yaitu hal yang mendeskripsikan karakteristik dari entitas.

III - 13



irmanf.wordpress.com



3. Relasi yang menunjukan adanya hubungan antara sejumlah entitas.



4. Kardinalitas yang menunjukan jumlah maksimal entitas yang dapat



berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain, yang dapat



berupa :



a) Satu ke satu (One-to-one)



b) Satu ke banyak (On- to-Many) atau banyak ke satu (Many-to-One)



c) Banyak ke banyak (Many-to-many)



ER-Model berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi



yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut dan dapat digambarkan



lebih sistematis dengan menggunakan Entity Relationship Diagram (ER-D).



Notasi yang digunakan dalam ER-D adalah :



Simbol Fungsi

Persegi Panjang Menyatakan himpunan entitas.







Lingkaran atau Elips Menyatakan atribut. Atribut yang

berfungsi sebagai key diberi garis

bawah.



Belah Ketupat Menyatakan himpunan relasi.







Garis Sebagai penghubung antara himpunan

relasi dengan himpunan entitas dan

himpunan entitas dengan atributnya.



Kardinalitas Relasi Menyatakan jumlah maksimum entitas

1 dan 1 ( Satu ke Satu ) yang dapat berelasi dengan entitas pada

1 dan N ( Satu ke Banyak ) himpunan entitas yang lain.

N dan N ( Banyak ke Banyak )



Tabel 3.3. Notasi Simbolik ER-D

III - 14



irmanf.wordpress.com



d. Dialog Layar



Rancangan dialog layar merupakan rancang bangun dari percakapan antara



pemakai sistem dengan komputer, percakapan ini dapat terdiri dari proses



memasukan data ke sistem, menampilkan output informasi kepada user atau



keduanya. Simbol dialog layar :









Gambar 3.5. Simbol Dialog Layar



Keterangan :

1 : Nomor layar dialog

2 : Nama layar dialog

3 : Aksi yang dituju jika kembali ke menu sebelumnya





3.2.7. Visual Basic 6.0



Visual Basic 6.0 adalah bahasa pemrograman Windows yang berbasis



grafis (GUI, Graphical User Interface). Sifat bahasa pemrogramannya adalah



even-driven, artinya program akan berjalan jika ada respon dari pemakai berupa



kejadian tertentu (tombol ditekan, mouse ditekan, dan lain-lain). Saat event terjadi



maka kode yang berhubungan dengan event akan dijalankan.



Dalam Visual Basic 6.0, pembuatan aplikasi dimulai dengan



memperkirakan kebutuhan, merancang tampilan dan selanjutnya diikuti dengan



pembuatan kode untuk program tersebut. [Firdaus, 2005.]



Beberapa kemampuan dari Visual Basic antara lain sebagai berikut :



a. Membuat program aplikasi berbasis Windows.

III - 15



irmanf.wordpress.com



b. Membuat objek-objek pembantu program, misalnya file help, kontrol ActiveX



dan sebagainya.



c. Menguji program dan menghasilkan program akhir berekstensi EXE yang



dapat langsung dieksekusi atau dijalankan.







3.2.8. Microsoft Access



Microsoft Access adalah sebuah program aplikasi basis data komputer



relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga



menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft



Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft



Powerpoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database



Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga



memudahkan pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Access 2010 yang



termasuk ke dalam Microsoft Office System 2010.



Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format



Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle



Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para



pengguna atau programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk



mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para



programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan



perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik



pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam



perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

III - 16



irmanf.wordpress.com



Microsoft Access digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan



menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga



digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk



membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan



manipulasi data. Access juga dapat digunakan sebagai sebuah basis data untuk



aplikasi web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft



Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server



Pages (ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan,



mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih



tinggi.



Beberapa pengembang aplikasi profesional menggunakan Microsoft



Access untuk mengembangkan aplikasi secara cepat (digunakan sebagai Rapid



Application Development atau RAD tool), khususnya untuk pembuatan purwarupa



untuk sebuah program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk



para salesman.



Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui jaringan



sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung



menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat klien atau server.



Meskipun demikian, tampilan muka Access (form, report, query, dan kode Visual



Basic) yang dimilikinya dapat digunakan untuk menangani basis data yang



sebenarnya diproses oleh sistem manajemen basis data lainnya, seperti halnya



Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft

III - 17



irmanf.wordpress.com



Access), Microsoft SQL Server, Oracle Database, dan beberapa produk lainnya



yang mendukung ODBC.



Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif



programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrograman Structured



Query Language (SQL). Query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-



statemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam



Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam



Access. Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis



bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan juga



untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.

irmanf.wordpress.com



BAB IV



HASIL DAN PEMBAHASAN







4.1. Analisis Sistem



Sebuah sistem untuk dapat bisa dilakukan perbaikan-perbaikan diperlukan



adanya analisis sistem. Dimana sistem yang ada di analisis agar lebih mudah



untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi sistem informasi tersebut. Sehingga



akan diketahui sebuah alternatif pemecahan masalah yang timbul dalam proses



analisis sistem.







4.1.1. Analisis Prosedur



Prosedur sistem presensi kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari



meliputi beberapa entitas yang terlibat di dalamnya, diantaranya : Pegawai, Camat



yang merupakan bagian dari entitas Pegawai, dan Bag. Kepegawaian yang juga



merupakan bagian dari entitas Pegawai.







4.1.2. Prosedur Sistem Yang Berjalan



Prosedur sistem presensi kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari



masih dilakukan secara sederhana. Berikut prosedur yang masih digunakan :









IV - 1

IV - 2



irmanf.wordpress.com



Operator Pegawai Camat





Mulai









Mengumpul

kan Data

Pegawai









Data Pegawai









Arsip









Membuat

Daftar

Hadir

Pegawai Mengisi

Daftar

Hadir









Daftar Hadir

Pegawai









Menyerah

Arsip kan Daftar

Hadir









Membuat

laporan

presensi









Menandat

angani

Laporan Presensi Laporan

Presensi









Arsip Selesai









Gambar 4.1. Prosedur sistem presensi kepegawaian

IV - 3



irmanf.wordpress.com



4.1.3. Analisis Masalah



a. Identifikasi Penyebab Masalah



Sistem presensi kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari masih



dilakukan secara sederhana. Dengan menggunakan media kertas sebagai arsip



dalam pencatatan kehadiran pegawainya. Hal ini bisa menimbulkan masalah di



kemudian hari seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya Kecamatan



Leuwisari.



Penggunaan kertas tersebut kurang efektif jika digunakan untuk media



penyimpanan data presensi pegawai. Hal ini menyebabkan menumpuknya arsip-



arsip presensi pegawai yang terus bertambah setiap harinya. Di samping itu, jika



suatu saat diperlukan arsip terdahulu maka yang dilakukan adalah mencari arsip-



arsip yang tersimpan. Dibutuhkan waktu yang lama untuk mencari arsip yang



tersimpan tersebut. Arsip tersebut juga bisa saja hilang atau rusak. Hal ini juga



menjadi salah satu masalah yang timbul dalam penggunaan kertas sebagai media



penyimpanan data presensi pegawai.







b. Identifikasi Titik Keputusan



Melihat banyaknya masalah yang timbul, dapat disimpulkan bahwa perlu



adanya sebuah aplikasi untuk menampung pencatatan presensi pegawai di Kantor



Kecamatan Leuwisari, atau lebih sering disebut sistem yang terkomputerisasi.



Dengan aplikasi tersebut, masalah-masalah yang timbul dapat terselesaikan.



Dan kinerja Kantor Kecamatan Leuwisari dalam hal pengarsipan data bisa



maksimal.

IV - 4



irmanf.wordpress.com



4.1.4. Hasil Analisis



a. Hasil Identifikasi Penyebab Masalah



Dari masalah-masalah yang timbul, maka dengan digunakannya sistem



presensi kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari yang terkomputerisasi bisa



menyelesaikan masalah tersebut. Dan dimaksudkan untuk :



1. Mempermudah dan mempercepat pencarian berkas-berkas



2. Menampung pencatatan presensi kepegawaian dalam jumlah banyak



3. Mempermudah pengolahan sistem presensi kepegawaian







b. Hasil Identifikasi Titik Keputusan



Keputusan yang diambil untuk menyelesaikan masalah yang timbul adalah



dengan penggunaan sistem komputerisasi. Dengan mengimplementasikan sistem



komputerisasi tersebut, dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah yang timbul



dalam sistem yang sekarang masih digunakan.







4.1.5. Prosedur Sistem Usulan



Setelah dilakukan analisis, berikut prosedur sistem usulan pengolahan data



presensi kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari :

IV - 5



irmanf.wordpress.com









Gambar 4.2. Prosedur sistem usulan

IV - 6



irmanf.wordpress.com



4.1.6. Analisis Kebutuhan Sistem



a. Kebutuhan Masukan



Masukan yang dibutuhkan dalam sistem presensi kepegawaian di Kantor



Kecamatan Leuwisari sebagai berikut :



1. Data Pegawai dengan atribut NIP, Nama, Alamat, Tempat Lahir, Tanggal



Lahir, Jenis Kelamin, Agama, Status, No Telepon, Kode Pangkat, Kode



Jabatan, TMT Jabatan, TMT Pangkat, TMT CPNS, Sekolah Terakhir,



Jurusan, Tahun Lulus, Diklat, Tahun Diklat, Username, Password



2. Data Pangkat dengan atribut Kode Pangkat, Nama Pangkat, Keterangan.



3. Data Jabatan dengan atribut Kode Jabatan, Nama Jabatan, Keterangan.



4. Data Presensi dengan atribut NIP, Tanggal, Jam Masuk, Jam Keluar, Masuk,



Pulang.



5. Data Pengguna dengan atribut Username, Password, Tipe.







b. Kebutuhan Keluaran



Keluaran yang dibutuhkan dalam sistem presensi kepegawaian di Kantor



Kecamatan Leuwisari sebagai berikut :



1. Laporan presensi pegawai.



2. Laporan data pegawai.







c. Konfigurasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak



1. Spesifikasi Perangkat Keras



Perangkat keras yang diusulkan adalah sebagai berikut :

IV - 7



irmanf.wordpress.com



No Nama Komponen Spesifikasi

1 Processor 800 Mhz ~ lebih tinggi

2 Memory 256 MB ~ lebih tinggi

3 VGA Card On-Board

4 Optical Drive CD/CD-RW/DVD/DVD-RW

5 Harddisk 40 GB ~ lebih tinggi

6 Keyboard Standar

7 Mouse Standar

8 Printer Standar

9 Monitor 14 inch ~ lebih tinggi

Tabel 4.1. Kebutuhan Perangkat Keras







2. Spesifikasi Perangkat Lunak



Klasifikasi perangkat lunak yang diajukan adalah sebagai berikut :



No Nama Komponen Spesifikasi

1 Sistem Operasi Microsoft Windows XP Pro SP3

2 Aplikasi Pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0

3 Aplikasi Basis Data Microsoft Access 2003

4 Aplikasi Laporan Data Report 6.0

Tabel 4.2. Kebutuhan Perangkat Lunak







4.2. Perancangan Sistem



4.2.1. Metode Perancangan



Langkah-langkah perancangan sistem yang dilakukan adalah sebagai



berikut :



a. Mengumpulkan data di lapangan yang diperlukan dan mempelajarinya untuk



penyusunan rancangan sistem informasi yang akan dibuat.



b. Menentukan desain kebutuhan masukan dan keluaran untuk perancangan



sistem informasi yang akan dibuat. Sehingga dapat mempermudah untuk



mengevaluasi kekurangan yang akan muncul pada sistem.

IV - 8



irmanf.wordpress.com



Metode perancangan sistem yang digunakan adalah metode dengan



pendekatan terstruktur dengan alat bantu perancangan sistem informasi



menggunakan Diagram Aliran Data dan alat bantu perancangan basis data



menggunakan Entity-Relationship Diagram (ER-D).







4.2.2. Diagram Aliran Data



a. Diagram Konteks









Gambar 4.3. Diagram konteks

IV - 9



irmanf.wordpress.com



b. DFD level 1 sistem presensi kepegawaian









Gambar 4.4. DFD level 1 sistem presensi kepegawaian

IV - 10



irmanf.wordpress.com



c. DFD level 2 Proses 2 Pengolahan Data



Informasi Pengguna



Informasi Jabatan Data Pengguna





Data Jabatan

Informasi Presensi

Informasi Pangkat Operator

Data Pangkat Data Presensi



Data

Pegawai



Informasi

Pegawai





Data

Pangkat

2.1 2.2 2.3 2.4

2.5

Pengolahan Pengolahan Pengolahan Pengolahan

Manajemen

Data Jabatan Data Pangkat Data Pegawai Data Presensi

Pengguna





Data Data Data

Data Data

Pangkat Pegawai Presensi

Jabatan Pengguna

Record Record Data Record Data

Record Data Data

Data Pegawai Presensi Record Data

Pangkat Pegawai

Jabatan Pengguna



Jabatan Pangkat Pegawai Presensi

Pengguna



Data Jabatan







Gambar 4.5. DFD level 2 Proses 2 Pengolahan Data







d. DFD level 2 Proses 3 Presensi









Gambar 4.6. DFD level 2 Proses 3 Presensi

IV - 11



irmanf.wordpress.com



e. DFD level 2 Proses 4 Pembuatan Laporan









Gambar 4.7. DFD level 2 Proses 4 Pembuatan Laporan







f. DFD level 3 Proses 2.1. Pengolahan Data Jabatan



Informasi Jabatan





Data Jabatan Operator Data Jabatan









Data Jabatan

Informasi Jabatan









2.1.1 2.1.2 2.1.3

Tambah Ubah Hapus

Data Jabatan Data Jabatan Data Jabatan









Data

Jabatan Record Data

Jabatan









Record

Data Jabatan Jabatan

Data Jabatan







Gambar 4.8. DFD level 3 Proses 2.1. Pengolahan Data Jabatan

IV - 12



irmanf.wordpress.com



g. DFD level 3 Proses 2.2. Pengolahan Data Pangkat









Gambar 4.9. DFD level 3 Proses 2.2. Pengolahan Data Pangkat







h. DFD level 3 Proses 2.3. Pengolahan Data Pegawai









Gambar 4.10. DFD level 3 Proses 2.3. Pengolahan Data Pegawai

IV - 13



irmanf.wordpress.com



i. DFD level 3 Proses 2.4. Pengolahan Data Presensi



Informasi Presensi





Operator

Informasi Presensi

Informasi Presensi



Data Presensi Data Presensi









2.4.3

2.4.1 2.4.2

Menampilkan

Hapus Cari

Informasi

Data Presensi Data Presensi

Presensi









Record Data

Presensi

Record

Data Presensi







Presensi Record Data Presensi









Gambar 4.11. DFD level 3 Proses 2.4. Pengolahan Data Presensi







j. DFD level 3 Proses 2.5. Manajemen Pengguna









Gambar 4.12. DFD level 3 Proses 2.5. Manajemen Pengguna

IV - 14



irmanf.wordpress.com



4.2.3. Perancangan Basis Data



a. Entity-Relationship Diagram (ER-D)









Gambar 4.13. ER-D Sistem Presensi Kepegawaian







b. Kamus Data



1. Pegawai : *NIP, Nama, Alamat, Tempat_Lahir, Tanggal_Lahir,



Jenis_Kelamin, Agama, Status, No_Telepon, **Kode_Pangkat,



**Kode_Jabatan, TMT_Jabatan, TMT_Pangkat, TMT_CPNS,



Sekolah_Terakhir, Jurusan, Tahun_Lulus, Diklat, Tahun_Diklat, Username,



Password



2. Pangkat : *Kode_Pangkat, Nama_Pangkat, Keterangan.



3. Jabatan : *Kode_Jabatan, Nama_Jabatan, Keterangan.

IV - 15



irmanf.wordpress.com



4. Presensi : **NIP, Tanggal, Jam_Masuk, Jam_Keluar, Presensi_Masuk,



Presensi_Pulang.



5. Pengguna : *User_ID, Password, Tipe



Keterangan :* : Primary Key



** : Foreign Key







c. Struktur Tabel



Nama Tabel : pegawai

Media Penyimpanan : Harddisk

Primary Key : NIP

Foreign Key : Kopang, Kojab

Atribut Tipe Ukuran Keterangan

*NIP C 10 No Induk Pegawai.

Jika pegawai honorer maka no

induk nya berupa no urut.

Nama C 25 Nama pegawai

Alamat C 100 Alamat pegawai

Tmpt_Lahir C 20 Tempat lahir pegawai

Tgl_Lahir D - Tanggal lahir pegawai

Jenis_Kelamin C 10 Jenis kelamin pegawai

(Laki-laki / Perempuan)

Agama C 10 Agama yang dianut pegawai

Status C 10 Status pegawai

(Kawin / Belum Kawin)

No_Tlp C 15 No telepon pegawai

**Kopang C 10 Kode pangkat pegawai

**Kojab C 10 Kode jabatan pegawai

TMT_Jabatan D - Terhitung mulai tanggal

jabatan pegawai

TMT_Pangkat D - Terhitung mulai tanggal

pangkat pegawai

TMT_CPNS D - Terhitung mulai tanggal CPNS

pegawai

Sekolah_Terakhir C 50 Pendidikan terakhir pegawai

Jurusan C 30 Jurusan pendidikan terakhir

Thn_Lulus C 4 Tahun lulus pendidikan

terakhir pegawai

Diklat C 50 Diklat yang pernah diikuti

IV - 16



irmanf.wordpress.com



pegawai

Thn_Diklat C 4 Tahun diklat yang pernah

diikuti pegawai

Username C 50 Username yang digunakan

pegawai untuk mengisi daftar

hadir.

Password C 50 Password yang digunakan

pegawai untuk mengisi daftar

hadir.

Tabel 4.3. Struktur Tabel Pegawai







Nama Tabel : pangkat

Media Penyimpanan : Harddisk

Primary Key : Kopang

Foreign Key :-

Atribut Tipe Ukuran Keterangan

*Kopang C 10 Kode pangkat pegawai

Nm_Pangkat C 30 Nama pangkat pegawai

Ket C 100 Keterangan lainnya

Tabel 4.4. Struktur Tabel Pangkat







Nama Tabel : jabatan

Media Penyimpanan : Harddisk

Primary Key : Kojab

Foreign Key :-

Atribut Tipe Ukuran Keterangan

*Kojab C 10 Kode jabatan pegawai

Nm_Jabatan C 30 Nama jabatan pegawai

Ket C 100 Keterangan lainnya

Tabel 4.5. Struktur Tabel Jabatan







Nama Tabel : presensi

Media Penyimpanan : Harddisk

Primary Key :-

Foreign Key : NIP

Atribut Tipe Ukuran Keterangan

**NIP C 10 No Induk Pegawai.

Jika pegawai honorer maka no

induk nya berupa no urut.

IV - 17



irmanf.wordpress.com



Tgl D - Tanggal mengisi presensi

Jam_Masuk T - Jam masuk pegawai

Jam_Keluar T - Jam pulang pegawai

Masuk C 1 Inisialisasi apakah pegawai

mengisi presensi pada saat jam

masuk.

Format : Y / N

Pulang C 1 Inisialisasi apakah pegawai

mengisi presensi pada saat jam

pulang.

Format : Y / N

Tabel 4.6. Struktur Tabel Presensi







Nama Tabel : daftar_pengguna

Media Penyimpanan : Harddisk

Primary Key : User_ID

Foreign Key :-

Atribut Tipe Ukuran Keterangan

*User_ID C 50 User ID pengguna

Pass C 50 Password pengguna

Tipe C 50 Tipe pengguna

(Administrator / Pengguna)

Tabel 4.7. Struktur Tabel Pengguna





Keterangan Tipe Data : C : Character (karakter)

D : Date (tanggal)

N : Numeric (numerik/angka)

T : Time (waktu/jam)





4.2.4. Spesifikasi Proses



a. Form Login



Proses 1 Login



Masukan : User_ID, Password



Keluaran : Akses masuk ke aplikasi

IV - 18



irmanf.wordpress.com



Proses : Operator memilih User_ID dan mengetikkan Password.



Menekan tombol ‘Masuk’ untuk masuk ke aplikasi dan menekan



tombol ‘Keluar’ jika mau keluar dari aplikasi. Setelah menekan



tombol ‘Masuk’, aplikasi mencari User_ID dan Password dari



database Pengguna. Jika cocok maka masuk ke aplikasi, jika tidak



cocok atau tidak terdaftar akan keluar pemberitahuan. Aplikasi



akan melakukan verifikasi berdasarkan tipe pengguna. Jika tipe



pengguna ‘Administrator’ maka akan tampil menu utama. Jika



tipe pengguna ‘Pengguna’ maka akan tampil form pengisian



daftar hadir.







b. Form Presensi



Proses 3.1. Mengisi Daftar Hadir Jam Masuk



Masukan : NIP



Keluaran : Data presensi pegawai bertambah pada database



Proses : Pegawai dalam keadaan login. Aplikasi mencari dari database



Presensi berdasarkan NIP dan Tanggal saat ini. Jika belum ada



dalam database, maka Pegawai menekan tombol ‘Masuk’ untuk



mencatat jam masuk presensi.







Proses 3.2. Mengisi Daftar Hadir Jam Pulang



Masukan : NIP



Keluaran : Data presensi pegawai berubah dan bertambah pada database

IV - 19



irmanf.wordpress.com



Proses : Pegawai dalam keadaan login. Aplikasi mencari dari database



Presensi berdasarkan NIP dan Tanggal saat ini. Jika sudah ada



dalam database, maka Pegawai menekan tombol ‘Pulang’ untuk



mencatat jam pulang presensi.







c. Form Pembuatan Laporan



Proses 4.1. Pembuatan Laporan Pegawai



Masukan :-



Keluaran : Daftar Pegawai ditampilkan di layar ataupun dicetak lewat



printer.



Proses : Operator menekan tombol ‘Lihat’ untuk menampilkannya pada



layar terlebih dahulu sebelum dicetak, dan menekan tombol



‘Cetak’ jika ingin langsung mencetaknya.







Proses 4.2. Pembuatan Laporan Presensi



Masukan : Tanggal



Keluaran : Daftar Presensi ditampilkan di layar ataupun dicetak lewat



printer.



Proses : Operator memilih dulu Tanggal berapa laporan Presensi akan



dicetak. Kemudian menekan tombol ‘Lihat’ untuk



menampilkannya pada layar terlebih dahulu sebelum dicetak,



dan menekan tombol ‘Cetak’ jika ingin langsung mencetaknya.

IV - 20



irmanf.wordpress.com



d. Form Pengolahan Data Jabatan



Proses 2.1.1. Tambah Data Jabatan



Masukan : Kode_Jabatan, Nama_Jabatan, Keterangan



Keluaran : Data jabatan bertambah pada database



Proses : Operator menekan tombol ‘Tambah’ dan mengetikkan



Kode_Jabatan, Nama_Jabatan, Keterangan dan menekan tombol



‘Simpan’. Maka data Jabatan pada database bertambah. Jika



proses penyimpanan sukses atau gagal, akan tampil



pemberitahuan.







Proses 2.1.2. Ubah Data Jabatan



Masukan : Kode_Jabatan



Keluaran : Data jabatan berubah pada database



Proses : Operator mencari terlebih dahulu data Jabatan yang akan



diubah. Kemudian menekan tombol ‘Ubah’ dan merubah



Kode_Jabatan, Nama_Jabatan, Keterangan jika diperlukan dan



menekan tombol ‘Simpan’. Maka data Jabatan pada database



berubah. Jika proses penyimpanan sukses atau gagal, akan



tampil pemberitahuan.







Proses 2.1.3. Hapus Data Jabatan



Masukan : Kode_Jabatan



Keluaran : Data jabatan berkurang pada database

IV - 21



irmanf.wordpress.com



Proses : Operator mencari terlebih dahulu data Jabatan yang akan



dihapus. Kemudian menekan tombol ‘Hapus’. Maka data



Jabatan pada database akan terhapus. Jika proses penghapusan



sukses atau gagal, akan tampil pemberitahuan.







e. Form Pengolahan Data Pangkat



Proses 2.2.1. Tambah Data Pangkat



Masukan : Kode_Pangkat, Nama_Pangkat, Keterangan



Keluaran : Data pangkat bertambah pada database



Proses : Operator menekan tombol ‘Tambah’ dan mengetikkan



Kode_Pangkat, Nama_Pangkat, Keterangan dan menekan



tombol ‘Simpan’. Maka data Pangkat pada database bertambah.



Jika proses penyimpanan sukses atau gagal, akan tampil



pemberitahuan.







Proses 2.2.2. Ubah Data Pangkat



Masukan : Kode_Pangkat



Keluaran : Data Pangkat berubah pada database



Proses : Operator mencari terlebih dahulu data Pangkat yang akan



diubah. Kemudian menekan tombol ‘Ubah’ dan merubah



Kode_Pangkat, Nama_Pangkat dan Keterangan jika diperlukan



dan menekan tombol ‘Simpan’. Maka data Pangkat pada

IV - 22



irmanf.wordpress.com



database berubah. Jika proses perubahan sukses atau gagal, akan



tampil pemberitahuan.







Proses 2.2.3. Hapus Data Pangkat



Masukan : Kode_Pangkat



Keluaran : Data Pangkat berkurang pada database



Proses : Operator mencari terlebih dahulu data Pangkat yang akan



dihapus. Kemudian menekan tombol ‘Hapus’. Maka data



Pangkat pada database akan terhapus. Jika proses penghapusan



sukses atau gagal, akan tampil pemberitahuan.







f. Form Pengolahan Data Pegawai



Proses 2.3.1. Tambah Data Pegawai



Masukan : NIP, Nama, Alamat, Tempat_Lahir, Tanggal_Lahir,



Jenis_Kelamin, Agama, Status, No_Telepon, Kode_Pangkat,



Kode_Jabatan, TMT Jabatan, TMT Pangkat, TMT CPNS,



Sekolah Terakhir, Jurusan, Tahun Lulus, Diklat, Tahun Diklat,



Username dan Password.



Keluaran : Data Pegawai bertambah pada database



Proses : Operator menekan tombol ‘Tambah’ dan mengetikkan NIP,



Nama, Alamat, Tempat_Lahir, Tanggal_Lahir, Jenis_Kelamin,



Agama, Status, No_Telepon, Kode_Pangkat, Kode_Jabatan,



TMT Jabatan, TMT Pangkat, TMT CPNS, Sekolah Terakhir,

IV - 23



irmanf.wordpress.com



Jurusan, Tahun Lulus, Diklat, Tahun Diklat, Username,



Password dan menekan tombol ‘Simpan’. Maka data Pegawai



pada database bertambah. Jika proses penyimpanan sukses atau



gagal, akan tampil pemberitahuan.







Proses 2.3.2. Ubah Data Pegawai



Masukan : NIP



Keluaran : Data Pegawai berubah pada database



Proses : Operator mencari terlebih dahulu data Pegawai yang akan



diubah. Kemudian menekan tombol ‘Ubah’ dan merubah NIP,



Nama, Alamat, Tempat_Lahir, Tanggal_Lahir, Jenis_Kelamin,



Agama, Status, No_Telepon, Kode_Pangkat, Kode_Jabatan,



TMT Jabatan, TMT Pangkat, TMT CPNS, Sekolah Terakhir,



Jurusan, Tahun Lulus, Diklat, Tahun Diklat, Username,



Password jika diperlukan dan menekan tombol ‘Simpan’. Maka



data Pegawai pada database berubah. Jika proses perubahan



sukses atau gagal, akan tampil pemberitahuan.







Proses 2.3.3. Hapus Data Pegawai



Masukan : NIP



Keluaran : Data Pegawai berkurang pada database



Proses : Operator mencari terlebih dahulu data Pegawai yang akan



dihapus. Kemudian menekan tombol ‘Hapus’. Maka data

IV - 24



irmanf.wordpress.com



Pegawai pada database akan terhapus. Jika proses penghapusan



sukses atau gagal, akan tampil pemberitahuan.







Proses 2.3.4. Cari Data Pegawai



Masukan : NIP atau Nama



Keluaran : Data Pegawai yang dicari ditampilkan



Proses : Operator memilih terlebih dahulu mau mencari berdasarkan



NIP atau Nama. Kemudian mengetikkan NIP atau Nama yang



akan dicari. Jika ada dalam database akan ditampilkan namun



jika tidak ada dalam database akan tampil pemberitahuan.







g. Form Pengolahan Data Presensi



Proses 2.4.1. Hapus Data Presensi



Masukan : NIP, Tanggal



Keluaran : Data Presensi Pegawai berkurang pada database



Proses : Operator mencari terlebih dahulu NIP dan Tanggal Presensi



yang akan dihapus. Kemudian menekan tombol ‘Hapus’ untuk



menghapusnya dari database Presensi. Data Presensi akan



berkurang. Jika proses penghapusan berhasil atau gagal, akan



tampil pemberitahuan.

IV - 25



irmanf.wordpress.com



Proses 2.4.2. Cari Data Presensi



Masukan : NIP, Tanggal



Keluaran : Data Presensi Pegawai yang dicari ditampilkan



Proses : Operator memilih terlebih dahulu mau mencari berdasarkan



NIP atau Tanggal. Kemudian mengetikkan NIP atau memilih



Tanggal yang akan dicari. Jika data yang dicari terdapat dalam



database, maka akan ditampilkan. Namun jika tidak ada dalam



database Presensi, akan tampil pemberitahuan.







h. Form Daftar Pengguna



Proses 2.5.1. Tambah Pengguna



Masukan : User_ID, Password, Tipe



Keluaran : Pengguna bertambah pada database



Proses : Operator menekan tombol ‘Tambah’ dan mengetikkan



User_ID dan Password dan menekan tombol ‘Simpan’. Maka



Pengguna pada database akan bertambah. Jika proses



penambahan Pengguna berhasil atau gagal, akan tampil



pemberitahuan.







Proses 2.5.2. Ubah Password Pengguna



Masukan : User_ID



Keluaran : Password pengguna berubah pada database

IV - 26



irmanf.wordpress.com



Proses : Operator menekan tombol ‘Ubah’ dan merubah Password.



Kemudian menekan tombol ‘Simpan’. Maka Password



Pengguna pada database berubah. Jika proses perubahan



berhasil atau gagal, akan tampil pemberitahuan.







Proses 2.5.3. Hapus Pengguna



Masukan : User_ID



Keluaran : Pengguna berkurang pada database



Proses : Operator menekan tombol ‘Hapus’ untuk menghapus



Pengguna yang ada pada database. Maka Pengguna akan



terhapus. Jika proses penghapusan berhasil atau gagal, akan



tampil pemberitahuan.







4.2.5. Perancangan Antarmuka



a. Antarmuka Login









Gambar 4.14. Antarmuka Login

IV - 27



irmanf.wordpress.com



b. Antarmuka Daftar Hadir Pegawai









Gambar 4.15. Antarmuka Daftar Hadir Pegawai







c. Antarmuka Menu Utama









Gambar 4.16. Antarmuka Menu Utama

IV - 28



irmanf.wordpress.com



d. Antarmuka Pengolahan Data Pegawai









Gambar 4.17. Antarmuka Pengolahan Data Pegawai







e. Antarmuka Pengolahan Data Pangkat









Gambar 4.18. Antarmuka Pengolahan Data Pangkat

IV - 29



irmanf.wordpress.com



f. Antarmuka Pengolahan Data Jabatan









Gambar 4.19. Antarmuka Pengolahan Data Jabatan







4.2.6. Perancangan Antarmuka Keluaran



a. Tampilan Keluaran Daftar Pegawai









Gambar 4.20. Tampilan Keluaran Daftar Pegawai

IV - 30



irmanf.wordpress.com



b. Tampilan Keluaran Presensi Pegawai









Gambar 4.21. Tampilan Keluaran Presensi Pegawai

IV - 31



irmanf.wordpress.com



4.2.7. Perancangan Dialog Layar









Gambar 4.22. Dialog Layar

irmanf.wordpress.com

BAB V



KESIMPULAN DAN SARAN







5.1. Kesimpulan



Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Sistem



Presensi Kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari kurang optimal, dalam hal



pengolahan datanya. Masalah tersebut dikarenakan pengolahan data presensi yang



masih sederhana sehingga dalam proses pengolahan data presensi dan pembuatan



laporan kurang efisien. Begitu juga proses penyimpanan data dilakukan secara



manual tidak dalam sebuah basis data komputer. Hal tersebut mengakibatkan



keamanan data kurang terjamin.



Sistem Presensi Kepegawaian yang diusulkan merupakan sistem yang lebih



baik dan efisien untuk digunakan. Dikarenakan sistem usulan tersebut memiliki



program aplikasi khusus untuk pengerjaannya dan dapat meminimalisasi



kekurangan-kekurangan yang timbul pada Sistem Presensi Kepegawaian yang



ada.



Oleh karena itu dengan dirancangnya Sistem Presensi Kepegawaian yang



diusulkan, diharapkan dapat mempermudah dalam proses pengerjaannya serta



menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu, dan efisien.







5.1. Saran



Dapat mengadakan tinjauan dan evaluasi pada sistem ini sehingga bila



dirasakan perlu dapat dilakukan pengembangan sistem. Dari segi kinerja, tidak



terbatas pada proses pengolahan data presensi, data pangkat, jabatan kerja, dan







V-1

V-2



irmanf.wordpress.com

data pegawai. Tetapi juga program aplikasi ini akan mencakup seluruh kegiatan



yang mendukung Sistem Informasi Kepegawaian Kantor Kecamatan Leuwisari.

irmanf.wordpress.com



DAFTAR PUSTAKA





Budi Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom., MM.. 2006. Perencanaan dan

Pembangunan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi.



Hanif Al Fatta. 2006. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta:

Andi.



Harianto Kristanto, Ir. 2007. Konsep dan Perancangan Database. Yogyakarta:

Andi.



Janner Simarmata & Iman Paryudi. 2006. Basis Data. Yogyakarta: Andi.



Jogiyanto Hartono, Akt., MBA, Ph.D.. 2006. Sistem Teknologi Informasi,

Pendekatan Terintegrasi: Konsep, Teknologi Aplikasi, Pengembangan Dan

Pengelolaan. Yogyakarta: Andi.



Kusrini, M.Kom. 2007. Strategi Perancangan dan Pengelolaan Basis Data.

Yogyakarta: Andi.



Roger S. Pressman. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak: Pendekatan Praktisi (Buku

Satu) McGraw-Hill Book Co. Yogyakarta: Andi.


Related docs
Other docs by Irman Firmansy...