Sadar Akan Kebersihan
Pada suatu pagi, di suatu kelas terdapat seorang siswa ang sama sekali tidak peduli
dengan kebersihan. Saking sifatnya tidak perduli kepada kebersihan, dia sama sekali
tidak mau memungut sampah yang ada di sekitarnya, dan yang paling parah dia sama
sekali tidak memperdulikan kebersihan kelasnya. Apabila setiap dia mendapat bagian
piket, pasti ia akan pergi dan meninggalkan kelas begitu saja.
Diva : Egi, kamu sudah piket belum?
Egi : Untuk apa piket? Tidak ada gunanya bagi ku!
Novi : Egi, kan kamu duduk di kelas ini dan belajar di kelas ini. Jadi suatu kewajiban
mu dong untuk piket membersihakan kelas ini! (sambil menyilangkan tangannya)
Egi : Sudah lah jangan banyak bicara, aku bosan mendengar kalian menyuruhu
membersihkan kelas! Lebih baik aku pergi. (keluar ruangan)
Novi : Sana pergi yang jauh, kalau bisa, jangan kembali lagi ke kelas ini !!! (dengan nada
menyentak)
Fitria : Sudahlah novi tahan amarahmu.
Diva : Iya, nov. apa gunanya marah-marah kepada egi, tapi tak membuahkan hasil?
Novi : Terus kita harus berbuat apa lagi? Fit, kamu kan seksi kebersihan, seharusnya
kamu jangan diam saja! (dengan penuh amarah)
Fitria : Kan aku juga sudah berusaha sebisa aku nov! (sambil menaikan nada suaranya)
Diva : Aduh, Aduh, kok jadi bertengkar begini? Sudah sudah! (berusaha meleraikan)
Fitria : Tahan amarahmu nov! (berusaha menenangkan)
Novi : HUH! (keluar kelas)
Diva : sudah fit, novi orangnya memang pemarah. Kita harus memakluminya.
Fitria : Hmm. Iya .
Nadira : Ada acara apa nih? (nadira tiba tiba datang)
Diva : ada acara berantem Fitria & Novi Vs Egi
Dwi : wah kayanya rame tuh! (tiba – tiba datngan dan mengagetkan nadira, Diva dan
fitria)
Nadira : Yang kaya gitu dibilang Rame!
Dwi : Hehehe, bercanda kok.
Pada waktu pulang sekolah, Edwin, Egi, Dan Indrawan pulang bersama
Edwin : Duh wan! Aku belum piket! Kamu sudah piket?
Indrawan : Belom, Win! Yuk piket dulu!
Egi : Gak usah! Yuk mendingan pulang!
Edwin : ga ah, aku mau kelasku bersih dan nyaman jika di pakai untuk belajar!
Indrawan : iya! Yuk kita piket. Lagian kalau tidak piket di denda lho. Yuk win, kita
balik lagi!
Edwin : Yuk!
Egi : Eh, aku ikut! Aku ga mau didenda!
Indrawan : Yuk!
Keesokan harinya
Novi : Gi, gasalah aku liat kamu pikt?
Egi : aku ngin kelas ku bersih dan tidak mau kena denda.
Nadira : Nah gitu dong, harus kompak, nah Egimakasih ya atas kesadaranya!
Egi : Iya..
Sekarang, permasalahan piket di sekolah teah selesai, dan Egi yang asalnya malas untuk
piket telah sadar akan kebersihan kelasnya.