Jika anda mengetahui Rahasia ini, akan memberikan semua yang anda inginkan: kebahagiaan,
kekayaan dan kesehatan.
(Bob Proctor: Filusuf)
Anda dapat mempunyai, melakukan atau menjadi apapun yang diinginkan...
(DR. Joe Vitale MSC.: Ahli Metafisika)
Kita dapat memiliki apapun yang diinginkan dengan keyakinan bahwa kita mampu mencapai
tujuan itu!
Analisis Film “The Secret” 1
A. Review Film “The Secret”
The secret adalah bentuk film pengembangan potensi diri, yang mana potensi ini sebelumnya
tidak disadari sepenuhnya. Kekuatan pikiran yang begitu hebatnya memberikan pemahaman bahwa
manusia sebagai makhluk, diciptakan dengan potensi masing-masing dan di beri kesempatan seluas-
luasnya untuk mengembangkan potensinya. Suatu hal yang tidak pernah di renungkan sebelumnya,
bahwa manusia adalah hasil dari pemikirannya. Kalimat itu sangat sering di perdengarkan. Tetapi,
apakah kemudian di analisis lebih lanjut apa makna dari kalimat itu?. Adalah hal yang sangat besar
ketika berbicara bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan adalah hasil „ketertarikan‟ diri akan
kejadian. Artinya, setiap apa yang dipikirkan individu akan menarik alam untuk mewujudkan apa yang
ada dalam pikirannya itu. Hasil imajinasi itu akan memancarkan energi ke lingkungan sehingga
dengan kekuatan pikiran dan sesuai keinginan, apa yang dipikirkan maka itulah yang terjadi.
Dijelaskan dalam film ini bahwa hukum daya tarik menyatakan bahwa hal yang sama/mirip
akan menarik hal yang sama/mirip pula. Ketika suatu keadaan di depan mata, dan individu
menginginkan hal itu terjadi dalam hidupnya, maka itu adalah keinginan. Secara magnetis individu itu
akan memancarkan gelombang magnetis yang akan menarik keadaan itu ke kehidupannya.
Memikirkan apa yang diinginkan secara berulan-ulang, maka individu itu akan berfokus bagaimana
mewujudkan keinginannya itu. Memang suatu hal yang sulit dengan cepat dapat menangkap makna
dari kata ini, tetapi tanpa disadari bahwa sesungguhnya hal ini telah kita alami. Ketika semuanya
mampu di pahami dan dengan kekuatan pikiran, inidividu mampu menguasai dirinya dan
lingkungannya, inilah kunci dari the secret ini. Inilah yang di maksud dengan rahasia terbesar dalam
kehidupan.
Pikiran akan menjadi kenyataan. Tentunya tidak di sadari bukan? Kadang manusia/individu
mengatakan atau memikirkan apa yang diinginkan dan yang tidak diinginkan. Sesungguhnya hal itu
memancarkan energi ke alam untuk membuka peluang besar hal tersebut bisa terwujud. Film ini juga
merefleksikan bagaimana sesuatu hal yang tidak diinginkan itu bisa terjadi dalam kehidupan padahal
sebenarnya tidak diinginkan. Tanpa di sadari, ketika individu memikirkan hal-hal yang tidak diinginkan,
pada dasarnya itu bukan pemikiran untuk menghindari apa yang tidak diinginkan tersebut. Ketika
individu berpikir akan menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan, maka akan berfokus pada hal itu,
sehingga mengabaikan apa usaha yang dilakukan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.
Sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, dengan serta merta mengatakan „tidak‟ untuk kejadian
itu. Tetapi kata „tidak‟ itu pada dasarnya akan mendukung hal yang tidak diinginkan itu semakin
memungkinkan terwujud. Kata „saya tidak‟ adalah mengandung daya penciptaan. Mudah saja
memahami, contoh dalam kehidupan sehari-hari. Ketika individu berfikiran akan gagal dalam
menghadapi suatu kompetisi, secara tidak langsung akan memotivasi dirinya untuk gagal. Secara
Analisis Film “The Secret” 2
tidak langsung pula semakin menghambat kepercayaan diri, keraguan untuk bertindak dan tentunya
potensi dan usaha tidak maksimal karena sudah ada gambaran kedepan bahwa dirinya akan gagal.
Berbeda halnya ketika individu berfokus pada apa yang diinginkan. Prediksi atau perkiraan gagal akan
jauh dari pemikiran. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri bahwa “saya bisa!”, sehingga mampu
termotivasi dengan semangat yang besar untuk melakukan apapun dalam rangka mewujudkan
keinginannya itu. Hingga pada akhirnya ada rasa optimis yang tinggi dan mampu semaksimal mungkin
berusaha dengan keyakinan bahwa keinginan itu akan terwujud.
Faktor sugesti sangat berperan disini. Sebagaimana di deskripsikan mengenai efek placebo
yang ada dalam obat medis. Pada dasarnya obat itu tidak memiliki komposisi untuk menghambat atau
mengobati suatu penyakit tertentu. Tetapi begitu hebatnya seorang dokter atau psikolog (yang
memberikan obat) meyakinkan bahwa dengan meminum obat ini, pasien akan sembuh. Pada
dasarnya, sudah ter‟set‟ atau tergambar dalam pikiran pasien bagaimana kondisinya kedepan setelah
meminum obat ini. Gambarannya, pasien telah meyakinkan dirinya bahwa saya mesti (bukan akan
tetapi di set dipikirannya mengenai kata “harus”) sembuh setelah meminum obat ini. Suatu hal yang
kadan tidak disadari tetapi sangat besar peranannya dalam mengendalikan kehidupan individu.
“Individu adalah penguasa dari hidup Individu”. Kalimat ini menerangkan bahwa melalui peran
pikiran, individu mengendalikan kehidupannya. Karena dijelaskan bahwa dalam penelitian, hanya 5%
dari kemampuan otak manusia yang umumnya digunakan, bisa di bayangkan bagaimana jika
kemampuan otak itu dimaksimalkan menjadi 100%. Inilah yang mesti di kaji bagaimana meningkatkan
hingga memaksimalkan penggunaan pikiran manusia. Alam pikiran begitu besar peranannya dalam
proses menjadi sesuatu. Tidak ada yang bisa mengendalikan diri selain individu itu sendiri. Ketika
seseorang mengatakan: dikendalikan oleh orang lain, sesungguhnya hal itu adalah hasil pemikirannya
bahwa dirinya memang ingin dikendalikan oleh orang lain. tetapi sesungguhnya ketika besar keinginan
untuk hidup sesuai dengan inisiatif sendiri, bebas menjadi apa saja yang diinginkan, maka itulah yang
akan terjadi. Bisa menjadi diri sendiri sepenuhnya. Inidividu menciptakan alam semesta sendiri
sepanjang perjalanan hidupnya.
Tahapan pencapaian itu di tuangkan dalam tiga tahap yaitu: bertanya (ask), menjawab
(answer) dan menerima (receive). Prosesnya, dimulai ketika individu menanyakan apa keinginannya,
seketika pemikiran tertuju pada keinginan tersebut, maka alam memfasilitasi pemikiran untuk
mewujudkan hal itu. Selanjutnya kembali ke individu tersebut untuk menerima apa yang telah
dipikirkannya, maka itu yang akan terjadi. Bentuk penerimaan itu di dasari oleh rasa syukur. Ketika
individu dengan perasaan senang menerima apa yang telah terjadi dalam hidupnya, akan ada
semangat yang semakin lama semakin tinggi untuk melanjutkan hidupnya. Semangat ini akan
menumbuhkan rasa optimistik, yang pada akhirnya memotivasi individu untuk berusaha keras
mewujudkan keinginan-keinginan lainnya. Bayangkan diri memiliki apa yang diinginkan dengan cara
Analisis Film “The Secret” 3
memvisualisasikan. Mengimajinasikan dalam pikiran dan memikirkan itu akan menjadi kenyataan.
Seketika itu juga akan membuka jalan, proses yang mampu menuntun diri untuk sampai pada tujuan
itu.
Hal lain yang seringkali diabaikan sehingga menimbulkan rasa pesimis adalah penghargaan
diri. Begitu besar pengaruh penghargaan diri terhadap tumbuhnya motivasi untuk mewujudkan
keinginan di jelaskan disini. Rasa bangga dan hormat yang wajar dalam diri adalah dasar utama dalam
bertindak. Seperti yang di singgung diatas tadi, bagaimana keyakinan mampu menggerakkan individu
dalam berusaha mencapai tujuannya. Kehidupan itu mencakup semua aspek. Karir/pekerjaan,
hubungan dengan orang lain dan sebagainya adalah proses yang telah dan masih dijalani. Apakah
kehidupan itu akan baik atau buruk tergantung individu, tergantung bagaimana berpikir untuk
mewujudkan hidup yang diinginkan, dan bagaimana memaknai semuanya.*
Analisis Film “The Secret” 4
B.1. Analisis Film
Suatu pemahaman besar yang disajikan dalam film ini. Sungguh suatu hal yang sangat besar
yang ada dalam diri individu yang dinamakan potensi. Setiap individu mampu mengembangkan diri
dan mengetahui potensi apa yang ada dalam dirinya. Setiap manusia istimewa, bebas mengendalikan
dirinya sesuai pikirannya. Hal ini yang ditekankan dalam film “the secret” ini. Pikiran merupakan
kendali dalam perjalanan kehidupan seseorang. Bagaimana perjalanan hidupnya, apakah akan
mencapai kebahagiaan atau tidak, apakah keinginan tercapai atau tidak, semuanya di awali dari
pemikiran. Kunci rahasia disini adalah bahwa pemikiran akan menarik alam untuk mewujudkan apa
yang diinginkan melalui imajinasi pikiran.
Hukum tarik menarik disini digambarkan bahwa segala yang datang kedalam hidup ditarik oleh
individu kedalam hidupnya, ditarik oleh citra-citra yang dipelihara dalam benak, oleh apa yang
dipikirkan. Apapun yang berlangsung dalam benak, berarti individu menariknya Kediri. Setiap pikiran
individu adalah suatu daya magnet yang menarik suatu visualisasi menjadi suatu wujud nyata. Hukum
Tarik Menarik adalah Hukum Alam yang berlaku umum dan mutlak, tidak ada pengecualian, apakah
seseorang itu orang baik atau jahat, yang direspons adalah sinyal fikirannya.
Daya magnetis akan bekerja untuk merespon dua hal/jenis yang sama. Seperti halnya ketika
individu melihat suatu kejadian, kemudian menginginkan hal itu terjadi pula dalam kehidupannya.
Maka, daya magnetis keinginan itu tertarik ke dalam pikiran, pikiran akan mencari jalan bagaimana
mewujudkan keinginan itu menjadi nyata. Manusia dapat menggunakan kehendak bebas untuk
memilih pikirannya. Manusia memiliki daya untuk sengaja berpikir dan mencipta seluruh kehidupannya
dengan akal manusianya. Pikiran positif yang dilakukan secara konsisten akan mempunyai kekuatan
yang jauh lebih besar dari kekuatan fikiran negatif dalam ukuran yang sama. Tapi kalau pikiran negatif
tidak dilawan oleh pikiran positif secara konsisten, maka yang terwujud kedalam kehidupan adalah
semua hal yang tidak diinginkan, semua yang negatif. Itulah sebabnya disini dikatakan bahwa individu
mesti memikirkan apa yang diinginkan dan bukan memikirkan apa yang tidak diinginkan.
Secara tidak langsung, melalui film ini, individu di ajak memahami dan mengolah pikiran
dengan sebaik-baiknya. Karena tanpa disadari bahwa kegagalan yang di alami adalah hasil pemikiran
individu yang berfokus pada kecemasan akan mengalami kegagalan. Disinilah sisi hebatnya pikiran
positif. Ya, positive thinking, adalah pemikiran yang mampu menuntun individu menuju keberhasilan
hidup. Jika di kilas balik, akan lebih menguntungkan jika memikirkan sesuatu yang indah, akan
menstimuli tubuh untuk rileks, emosi yang ditimbulkan adalah emosi senang, nyaman, damai, dan
merasa tidak ada hambatan. Bebas melakukan apapun tanpa ada tekanan atau kendala yang
menghalangi proses dalam hidup.
Analisis Film “The Secret” 5
Berbeda halnya ketika berfokus pada ketidakinginan atau ketidaksenangan, reaksi fisiologis
yang muncul adalah ketegangan, cemas, takut, khawatir, sedih, dan penuh masalah yang seolah tidak
memiliki titik temu penyelesaian. Pada akhirnya menimbulkan stres dan bisa berdampak ke tubuh dan
berpotensi mengakibatkan psikosomatis. Sekarang, secara akal sehat, tentu saja individu ingin selalu
merasa bahagia. Nah, inilah rahasia kebahagiaan hidup itu. karena kebahagiaan diciptakan oleh
pemikiran individu itu sendiri. Disinilah kehebatan alam pikiran, mampu mewujudkan apa yang
dipikirkan.
Aristoteles (Sugarman, 2007) menyatakan bahwa dalam ilmu metafisika, membagi tiga usaha
manusia untuk memperlihatkan eksistensinya: teoritis, praktikal, dan produktif. Teoritis, berarti
memahami secara mendalam realitas yang ada. Mampu menggambarkan secara teoritis mengenai
unsur-unsur kehidupan. Sementara praktikal, mampu memahami secara pratek makna dari kehidupan.
Memahami bahwa hasil dan tujuan didasari oleh suatu alasan mengapa hal tersebut dilakukan.
Sementara produktif, menggunakan segenap kemampuan untuk menghasilkan sesuatu dalam
kehidupan.makna kehidupan dilihat dari seberapa besar aktualisasi diri dalam mengembangkan dan
menghasilkan sesuatu dari potensi yang dimiliki.
Pembagian eksistensi diri dalam kehidupan ini, melalui film the secret adalah mencakup
keseluruhan, yakni memaknai kehidupan secara baik, mampu berfokus pada keinginan, kemudian
menjalankan/berproses dalam usaha mencapai keinginan itu dan pada akhirnya mampu menghasilkan
sesuatu dalam kehidupan. Tidak hanya kebahagiaan diri sendiri, tetapi orang lain juga ikut merasakan
kebahagiaan itu.
Linley & Leontiev (2009) menyatakan bahwa dinalisis ada lima variabel yang mempengaruhi
bagaimana kebahagiaan dapat diciptakan dalam kehidupan, yaitu: pengalaman, orientasi mengenai
kebahagiaan, konsep diri, konstruksi ideologi, dan bagaimana memaknai hidup. Jika di analisis lebih
dalam, kelima hal ini adalah hasil dari proses berpikir. Semuanya diciptakan melalui pemikiran.
Bagaimana individu memaknai pengalamannya, apakah membawa pengaruh positif atau negatif
terhadap kelanjutan hidupnya, memaknai apa arti kebahagiaan itu sebenarnya, bagaimana penilaian
terhadap diri, keyakinan yang dibangun dan penetapan komitmen/konsistensi terhadap tujuan, dan
bagaimana melihat makna dari kehidupannya.
Intinya adalah mencapai kebahagiaan, karena bagaimanapun kebahagiaan akan dirasakan
ketika keinginan dapat tercapai. Tetapi apakah sampai batas itu makna dari kebahagiaan?
Kebahagiaan yang di nyatakan disini adalah ketika individu merasakan kegembiraan yang mendalam,
adanya rasa damai dan ketenangan, dan memiliki visi atau gambaran pasti tentang kehidupan
kedepannya. Kunci dalam mencapai kebahagiaan ini adalah dengan memahami makna dari
kehidupan, untuk apa hidup, bagaimana proses menjalani hidup dan dengan siapa individu (termasuk
kita) itu hidup. Salah satu jalannya adalah dengan mengetahui dan mengendalikan apa yang
Analisis Film “The Secret” 6
diinginkan. Karena manusia adalah makhluk tanpa batas (dalam hal penilaian diri), dan manusia
mampu mengendalikan hidupnya, sehingga Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum (individu)
sebelum individu itu berusaha untuk merubah nasibnya.
Kesemuanya terkait pada apa yang dipikirkan. Semua diolah dalam pemikiran, sehingga pada
akhirnya kita mengakui bahwa memang sebenarnya individu itu mampu dikendalikan oleh hasil
pemikirannya. Diri individu itu adalah dari hasil pemikirannya...**
2. Komentar Umum.
Film ini sangat inspiratif, memberikan banyak manfaat untuk menemukan potensi dalam diri.
Mengetahui bahwa sebenarnya semua bersumber dari pikiran individu itu sendiri. Mengingatkan pada
beberapa pengalaman yang membuktikan bahwa apa yang di jelaskan dan dipaparkan oleh beberapa
tokoh itu adalah kebenaran yang tidak sepenuhnya disadari. Saya seringkali mengalami hal itu, tetapi
tidak pernah menyadari sebelumnya. Setelah menyimak film ini, barulah saya memahami betul makna
kehidupan. Berharap bisa menata diri dan senantiasa berfikiran positif untuk menciptakan kehidupan
bahagia. Ketika saya berpikir sesuatu itu tidak mungkin saya capai, saya memang merasa pesimis
waktu itu (sama persis seperti yang di paparkan oleh tokoh dalam film ini). Adanya rasa pesimis itu
mengurangi motivasi saya untuk bisa mencapai apa yang saya inginkan. Kalaupun melakukan usaha,
tetapi tidak dengan segenap kekuatan karena sudah terbayangkan dalam gambaran diri, bahwa saya
tidak akan berhasil mencapainya. Seandainya saya berpikir sebaliknya, saya yakin akan muncul
semangat dan menumbuhkan kepercayaan diri dengan mengerahkan segenap tenaga untuk sampai
pada tujuan tersebut. Sungguh hal yang sebelumnya tidak pernah saya sadari samapi saya menonton
fil ini.
Beberapa poin penting yang saya dapatkan dalam film ini, mampu membuka mata,
memberikan pelajaran baru:
a. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pencapaian tujuan adalah:
i. Berusaha untuk berfokus pada apa yang diinginkan dan mengabaikan apa yang tidak
diinginkan.
ii. Mencoba melihat kehidupan dari makna kehidupan itu
iii. Visualisasi energi untuk menggerakkan diri untuk samapi pada tujuan (gambaran tujuan
dalam alam pikiran)
iv. Memiliki pendirian teguh, konsisten dan harus punya komitmen.
v. Membiasakan untuk mengendalikan pikiran (dengan berfokus pada tujuan) dalam setiap hal
yang ingin dicapai dalam hidup.
Analisis Film “The Secret” 7
vi. Fokus pada tujuan akan membuka jalan menuju ke arah itu
vii. Berfikir realistis terhadap pencapaian tujuan. Memikirkan bahwa apa yang diinginkan itu
memang bisa dicapai dan memiliki potensi yang besar untuk mencapai tujuan itu.
2. Memaknai kebahagiaan sebagai kegembiraan, perdamaian dan senantiasa memiliki arah dan
tujuan hidup
3. Visioner selalu melihat peluang yang ada
4. Adanya penghargaan terhadap diri sendiri, dengan melihat potensi yang dimiliki dan tidak terbatasi
oleh kekurangan.
Catatan:
Perlu di tekankan mengenai pernyataan ”manusia adalah makhluk tanpa batas”, hal ini jangan
sampai diartikan bahwa manusia begitu hebatnya dan memiliki pikiran yang tiada batasnya.
Bagaimanapun, sebagai makhluk beragama, kita sebagai manusia memiliki keterbatasan yang
diberikan Tuhan. Tetapi yang dimaksud tanpa batas disini adalah bahwa manusia memiliki potensi
yang sangat besar untuk menentukan usaha apa yang dilakukan dalam pencapaian tujuan, yang
tentunya dengan mempertimbangkan secara realistik bahwa usaha yang dilakukan mampu mencapai
tujuan itu. Semua usaha yang dilakukan sekuat tenaga akan membawa hasil, selama usaha itu
berjalan sesuai konteks yang dijelaskan diatas tadi.*
Referensi:
Film “The Secret” oleh Rhonda Byrne (2006).
Linley, P.A. & Leontiev, D. 2009. Multiple dimensions of the good life: introducing international and
interdisciplinary perspectives. The Journal of Positive Psychology, vol.4:4 (257 — 259).
Sugarman, J. 2007. Practical Rationality and the Questionable Promise of Positive psychology. Journal
of Humanistic Psychology, Volume 47: 2 (175-197)
Analisis Film “The Secret” 8