Docstoc

Penyebab-Diare-Pada-Bayi

Document Sample
Penyebab-Diare-Pada-Bayi Powered By Docstoc
					Penyebab Diare Pada Bayi
Vera Farah Bararah - detikHealth




(Foto: eHow)
Jakarta, Diare bisa menimpa siapa saja termasuk pada bayi. Dengan mengetahui penyebab dari
diare, maka orangtua dapat mengerti apa yang bermasalah pada bayinya.

Penyakit diare tidak bisa dianggap sepele, karena jika berlangsung terus menerus dapat
menyebabkan dehidrasi dan berbahaya bagi organ-organ tubuh.

Seperti dikutip dari Babycenter, Senin (29/3/2010) ada beberapa gejala yang bisa dijadikan
panduan untuk mengetahui apa penyebab diare pada bayi, yaitu:

1. Jika diare yang terjadi disertai dengan muntah, sakit perut, demam, menggigil, perasaan sakit,
maka kemungkinan ada masalah pada gastroenteritis (pencernaan). Jika disertai dengan adanya
darah dalam kotoran bayi kemungkinan akibat infeksi bakteri.

2. Diare terjadi setelah bayi mengonsumsi susu formula atau terlalu banyak makanan tertentu,
kemungkinan diare diakibatkan oleh masalah makanan atau susu.

3. Diare disertai oleh perut yang kembung, gas dan kotoran yang seperti berminyak,
kemungkinan disebabkan oleh adanya infeksi parasit.

4. Diare terjadi setelah bayi mengonsumsi obat tertentu seperti antibiotik atau obat lainnya,
kemungkinan disebabakan oleh efek samping dari obat yang dikonsumsi.

5. Diare yang disertai oleh muntah, keringat berlebih, keletihan, kejang-kejang serta membuat
bayi menjadi tidak sadar, kemungkinan disebabkan oleh keracunan sesuatu. Jika bayi sudah tidak
sadarkan diri atau mengalami kesulitan bernapas, sebaiknya segera larikan ke rumah sakit.
6. Bayi menjadi rewel setelah menyusui, perut kembung, diare dan kotoran yang ada
menimbulkan bau tak sedap, kemungkinan disebabkan oleh laktosa intoleransi atau tidak dapat
mentoleransi laktosa yang ada di dalam susu.

7. Jika diare yang muncul disertai dengan muntah, gatal-gatal, hidung tersumbat, bengkak, sesak
napas, mengi, kesulitan menelan dan timbulnya ruam pada kulit, kemunginan disebabkan oleh
alergi makanan yang dikonsumsi bayi.

8. Diare dengan adanya perasaan kembung atau bergas, muntah, kolik, kotoran yang berdarah,
menolak untuk makan, batuk, mengi dan gejala ini timbul sekitar 45 menit setelah mengonsumsi
susu, kemungkinan disebabkan bayi tidak dapat mentoleransi protein yang terkandung di dalam
susu.

9. Bayi menjadi rewel, menangis, menarik-narik telinga, demam, diare, muntah, tidak nafsu
makan serta keluar cairan berwarna kuning atau putih dari telinga, kemungkinan disebabkan oleh
adanya infeksi pada telinga.

10. Mengalami diare yang kronis, pertumbuhan yang terganggu, batuk yang disertai dengan
rengekan, napasnya mendesah atau mengi, kemungkinan disebabkan penyakit cystic fibrosis.

(ver/ir)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:9
posted:12/17/2011
language:
pages:2