Embed
Email

SOAL

Document Sample

Shared by: Dwie Oktiarini
Categories
Tags
Stats
views:
152
posted:
12/14/2011
language:
pages:
8
*SOAL *



1. Jelaskan definisi arus menurut 3 sumber ?

2. Jelaskan mengenai karakteristik arus ?

3. Sebut dan jelaskan factor penggerak arus ?

4. Jelaskan klasifikai arus non pasut ?

5. Sebut dan jelaskan metode pengukuran arus ?

6. Jelaskan pengertian azimuth menurut 2 sumber ?

7. Sebut dan jelaskan alat dan bahan apa saja yang digunakan dalam pengukuran arus?

8. Jelaskan yang dimaksud offshore zone ?

9. Jelaskan hubungan gelombang dengan arus ?

10. Apa yang dimaksud longshore current ?

11. Sebutkan parameter penting dalam menentukan kecepatan longshore current ?

12. Sebutkan dan jelaskan jenis – jenis arus di laut ?

13. Jelaskan hubungan gaya coriolis terhadap arus ?

14. Jelaskan peranan arus dalam bidang oceanography ?

*JAWABAN*



1. Arus adalah proses pergerakan massa air menuju kesetimbangan yang menyebabkan

perpindahan horizontal dan vertikal massa air. Gerakan tersebut merupakan resultan dari

beberapa gaya yang bekerja dan beberapa factor yang mempengaruhinya. Arus laut (sea

current) adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara vertikal

(gerak ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping)(

http://www.ilmukelautan.com/oseanografi/fisika-oseanografi/406-arus-laut ).



Arus air laut adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horisontal sehingga

menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan

dunia(http://id.wikipedia.org/wiki/Arus_air_laut)



Arus laut adalah gerakan massa air laut yang berpindah dari satu tempat ke tempat

lain. Arus di permukaan laut terutama disebabkan oleh tiupan angin, sedang arus di

kedalaman laut disebabkan oleh perbedaan densitas massa air laut. Selain itu, arus di

permukan laut dapat juga disebabkan oleh gerakan pasang surut air laut atau gelombang.

Arus laut dapat terjadi di samudera luas yang bergerak melintasi samudera (ocean currents),

maupun terjadi di perairan pesisir (coastal currents) (http://www.operationaloceanography-

brokdkp.com/index.php?news=14)



2. Karakteristik arus laut di perairan Indonesia dipengaruhi oleh Arus Lintas Indonesia

(Arlindo) melalui Selat Makassar dan menerus menuju beberapa selat sempit di perairan

Indonesia. Selain itu, arus dominan yang terjadi merupakan konsekuensi pengaruh gaya tarik

bulan dan matahari yang menimbulkan arus pasang surut (pasut). Kecepatan arus pasut di

perairan Indonesia umumnya lebih kecil dari 1,5 m/det, kecuali di selat-selat di antara pulau-

pulau Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara Timur, kecepatannya bisa mencapai 2,5 - 3,0 m/det.

(http://opac.geotek.lipi.go.id/index.php?p=show_detail&id=3436)

Arus memiliki 5 karateristik utama, yang menyebabkan terjadinya arus yaitu





 Salinitas

 Angin

 Densitas

 Tekanan

 Suhu

 Kecepatan

3 Tiga sumber utama pembangkit arus adalah :

– Angin (arus permukaan)

– Variasi densitas

– Pasut laut

Pengaruh lainnya dapat disebabkan oleh : Gaya Coriolis, Gaya Berat, Gaya Gesekan,

dan Tekanan Atmosfir(sudomo-gis.com/Tulisan/Hidrografi_SifatFisikAirLaut.pdf).

 Angin

Faktor pembangkit arus permukaan disebabkan oleh adanya angin yang bertiup

diatasnya.Tenaga angin memberikan pengaruh terhadap arus permukaan (atas) sekitar

2% dari kecepatan angin itu sendiri. Kecepatan arus ini akan berkurang sesuai dengan

makin bertambahnya kedalaman perairan sampai pada akhirnya angin tidak

berpengaruh pada kedalaman 200 meter

 BentukTopografi dasar lautan dan pulau –pulau yang ada di sekitarnya

Beberapa system lautan utama di dunia dibatasi oleh massa daratan dari tiga sisi dan

pula oleh arus equatorial counter di sisi yang keempat. Batas – batas ini menghasilkan

system aliran yang hampir tertutup dan cenderung membuat aliran mengarah dalam

suatu bentuk bulatan.

 Gaya Coriollis dan arus ekman

Gaya Corriolis memengaruhi aliran massa air, di mana gaya ini akan membelokkan

arah mereka dari arah yang lurus. Gaya corriolis juga yang menyebabkan timbulnya

perubahan – perubahan arah arus yang kompleks susunannya yang terjadisesuai

dengan semakin dalamnya kedalaman suatu perairan.

 Perbedaan Densitasserta upwelling dan sinking

Perbedaan densitas menyebabkan timbulnya aliran massa air dari laut yang dalam di

daerah kutub selatan dan kutub utara kearah daerah

tropik(http://id.wikipedia.org/wiki/Arus_air_laut).





4. Arus non-pasut (arus angin, arus barogradient, arus konveksi)(sudomo-

gis.com/Tulisan/Hidrografi_SifatFisikAirLaut.pdf).

Du Toit menerangkan arus konveksi sebagai mekanisme penyebab peregangan kerak benua

yang mengasilkan sistem rift, sistem kompresi, dan pelipatan yang menghasilkan pegunungan

lipatan(http://weiminhan.wordpress.com/2010/10/12/dari-apungan-benua-sampai-arus-

konveksi/)

5. Pengukuran arus secara insitu dapat dilakukan dengan dua metode, yakni metode

Lagrangian dan Euler. Metode Lagrangian adalah suatu cara mengukur aliran massa air

dengan melepas benda apung atau drifter ke laut, kemudian mengikuti gerakan aliran massa

air laut.



Gambar 1. menunjukkan salah satu alat ukur atau drifter yang ditaruh di laut, pada

bagian atas dilengkapi seperangkat elektronik yang mampu mentranfer data posisi ke stasiun

kontrol di darat melalui satelit. Sehingga secara terus menerus posisinya dapat diplotkan dan

akhirnya lintasan arus dapat diketahui.









Gambar 1.

Salah satu contoh alat ukur arus dengan menggunakan metode Euler, panel sebelah kiri merupakan salah

satu contoh lintasan arus yang bergerak dari Samudera Pasifik bergerak memasuki perairan Indonesia.

Cara lain mengukur arus insitu adalah dengan metode Euler. Pengukuran arus yang

dilakukan pada satu titik tetap pada kurun waktu tertentu. Cara ini biasanya menggunakan alat

yang disebut dengan Current Meter. Salah satu alat ukur arus dengan metode Euler

ditampilkan pada Gamb 2. Pada alat tersebut dilengkapi dengan sensor suhu, conductivitas

untuk mengukur salinitas, rotor untuk kecepatan dan kompas magnetik untuk menentukan

arah.









Gambar 2.

Current Meter Aandera Type RCM-7

(http://seandy-laut-biru.blogspot.com/2009/11/alat-dan-metode-pengukuran-arus.html)

6. Azimut atau arah kemiringan; merupakan fungsi dari arah aliran arus yang terkuat

(http://warmada.staff.ugm.ac.id/Strsed/)

zimuth adalah sudut antara sasaran terhadap kutub magnetik bumi (sudut kompas)

sedangkan Back Azimuth adalah kebalikan dari Azimuth. Menentukan arah azimuth dan cara

menentukan lokasi. Arah yang dimaksudkan disini adalah arah dari titik tempat berdiri ke

tempat yang dibidik atau dituju. Titik tersebut dapat berupa puncak bukit, patok yang sengaja

dipasang, dan lain-lain.(http://astronomyandscience.com)

Azimut adalah sudut putar dari arah Barat hingga Timur. Sebagai referensi sudut nol

dipakai arah mata angin Utara. Tanda (+) berarti arah putar searah jarum jam dari sudut nol,

tanda (-) untuk arah sebaliknya. Sebagai contoh, dari sudut nol ke arah Timur tepat adalah 90

derajat, dan Barat adalah sudut -90 derajat(http://id.wikipedia.org/wiki/Azimut)



7. a) Secara langsung: current meter



b) Secara tidak langsung: pelampung, stopwatch (http://oseanografi.blogspot.com)



Alat lainnya :



- Sechi Disc





Secchi disk digunakan untuk melihat seberapa jauh jarak (kedalaman) penglihatan

seseorang ketika melihat ke dalam perairan. Caranya, piringan diturunkan ke dalam air secara

perlahan menggunakan pengikat/tali sampai pengamat tidak melihat bayangan secchi. Saat

bayangan pringan sudah tidak tampak, tali ditahan/ berhenti diturunkan. Selanjutnya secara

perlahan piringan diangkat kembali sampai bayangannya tampak kembali. Kedalaman air

dimana piringan tidak tampak dan tampak oleh penglihatan adalah pembacaan dari alat ini.

Dengan kata lain, kedalaman kecerahan oleh pembacaan piringan secchi adalah penjumlahan

kedalaman tampak dan kedalaman tidak tampak bayangan secchi dibagi dua.







- Refraktometer



Refraktometer sebenarnya alat ukur mengukur indek bias suatu zat. Definisi indek bias

cahaya suatu zat adalah kecepatan cahaya didalam hampa dibagi dengan kecepatan cahaya

dalam zat tersebut. Kebanyakan obyek yang dapat kita lihat, tampak karena obyek itu

memantulkan cahaya kemata kita. Pada pantulan yang paling umum terjadi, cahaya memantul

kesemua arah, disebut pantulan baur. Untuk keperluan ini cukup kita melukiskan satu sinar

saaja, mustahil ada atau hanya merupakan abstrasi geometrical saja (Sear,1994)

- ADCP





Prinsip kerja ADCP berdasarkan perkiraan kecepatan baik secara horizontal maupun

vertikal menggunakan efek Doppler untuk menghitung kecepatan radial relatif, antara

instrumen (alat) dan hamburan di laut. Tiga beam akustik yang berbeda arah adalah syarat

minimal untuk menghitung tiga komponen kecepatan. Beam ke empat menambah

pemborosan energi dan perhitungan yang error. ADCP mentransmisikan ping, dari tiap elemen

transducer secara kasar sekali tiap detik (Sear,1994)





8. Offshore zone adalah perairan dari kedalaman di ke arah laut dalam. Pada daerah ini

gerakan gelombang sudah tidak berpengaruh pada material dasar.

(puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/uaj/article/.../17432/17350)



9. Pengaruh medan gelombang terhadap kecepatan dan arah arus akan mendistribusikan

sediment transpor di area pecah gelombang (breack water) sampai garis pantai. Karakteristik

gelombang mempunyai periode 3, 5 dan 7dt merupakan pemicu mundurnya garis pantai 1,5

m/tahun. Apabila muka laut mendapatkan tekanan angin (wind stress), terbentuklah tinggi

gelombang dan selanjutnya arus permukaan terbentuk. Jika tinggi gelombang kuat, maka

kecepatan arus berubah membesar dan terbentuklah longshore current yang kuat, yang

mengakibatkan sedikit demi sedikit pantai tersebut akan terjadi abrasi. Penentu adanya abrasi

selain oleh gelombang dan arus, juga ditentukan pula oleh kondisi batimetri yang tidak stabil

Horikawa (MAKARA, SAINS, VOL. 13, NO. 2, NOVEMBER 2009: 163-172)



10. longshore current, berupa arus yang bergerak di sepanjang tepi pantai dengan arah

dorongan dari arah datangnya gelombang. Arus ini bergerak sambil membawa sedimen-

sedimen yang disebut sebagai longshore drift. Arus ini mengerosi di suatu tempat dan dalam

perjalanannnya membawa sedimen hasil erosi tersebut dan lalu mengendapkannya di tempat

lain. Proses ini yang ikut merubah garis pantai.









Gambar 3. Ombak. http://febryannugroho.wordpress.com/tag/current/

11. tekanan angin (wind stress), tinggi gelombang, kecepatan arus (MAKARA, SAINS,

VOL. 13, NO. 2, NOVEMBER 2009: 163-172)

Lalu Percepatan gravitasi, Kemiringan pantai, Pengukur sudut



12. jenis – jenis arus dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :



1. Berdasarkan penyebab terjadinya

Arus ekman : Arus yang dipengaruhi oleh angin.

Arus termohaline : Arus yang dipengaruhi oleh densitas dan gravitasi.

Arus pasut : Arus yang dipengaruhi oleh pasut.

Arus geostropik : Arus yang dipengaruhi oleh gradien tekanan mendatar dan gaya coriolis.

Wind driven current : Arus yang dipengaruhi oleh pola pergerakan angin dan terjadi pada

lapisan permukaan.

2. Berdasarkan Kedalaman

Arus permukaan : Terjadi pada beberapa ratus meter dari permukaan, bergerak dengan

arah horizontal dan dipengaruhi oleh pola sebaran angin.

Arus dalam : Terjadi jauh di dasar kolom perairan, arah pergerakannya tidak dipengaruhi

oleh pola sebaran angin dan mambawa massa air dari daerah kutub ke daerah ekuator.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Arus_air_laut)





13. Gaya coriolis yaitu gaya yang disebabkan oleh adanya perputaran bumi sehingga arus

dilapisan permukaan laut berbelok ke kanan dari arah angin dan arus dilapisan bawahnya

akan berbelok lebih ke kanan lagi dari arah arus permukaan

(xa.yimg.com/kq/groups/21850594/1775694229/name/carolis+2.ppt)



gaya coriolis, yaitu gaya yang membelok arah arus dari tenaga rotasi bumi.

Pembelokan itu akan mengarah ke kanan di belahan bumi utara dan mangarah ke kiri di

belahan bumi selatan.



Gaya ini yang mengakibatkan adanya aliran gyre yang searah jarum jam (ke kanan)

pada belahan bumi utara dan berlawanan dengan arah jarum jam di belahan bumi selatan.

Perubahan arah arus dari pengaruh angin ke pengaruh gaya coriolis dikenal dengan spiral

ekman (Pond dan Pickard, 1983)(http://www.ilmukelautan.com/oseanografi/fisika-

oseanografi/406-arus-laut)

14. Digunakan untuk mengetahui suatu pergerakan massa air yang membawa kandungan

klorofil, sehingga bisa menentukan pergerakan ikan maupun dapat melihat dampak yang

ditimbukan arus terhadap terjadinya proses abrasi dan akresi (

http://www.brok.kkp.go.id/modelling )



Peranan pengamatan arus:



– Kerekayasaan : konstruksi lepas pantai, perencanaan pelabuhan, dan pemantauan

lingkungan

– Penentuan posisi (metode Dead-Reckoning)

– Keselamatan pelayaran ( gis.com/Tulisan/Hidrografi_SifatFisikAirLaut.pdf )


Related docs
Other docs by Dwie Oktiarini
SOAL
Views: 151  |  Downloads: 3