menulis lagu dari hati-2
Document Sample


.................................................
Apabila anda merasa kesulitan menulis partitur lagu dalam notasi angka dan
balok, cobalah bertanya pada pemusik senior, relasi atau teman-teman yang
mengerti teori musik. Anda bisa membaca buku-buku musik. Carilah informasi se-
banyak-banyaknya. Membuat partitur lagu adalah hal penting yang perlu anda
lakukan. Adanya partitur lagu maka orang lain dapat membaca dan memainkan
karya-karya anda.
Dalam seni musik, nada-nada dilambangkan dengan not-not. Setiap nada
dilambangkan dengan satu not tertentu. Not-not inilah yang digunakan para musisi
untuk mendokumentasikan karya - karyanya sehingga dapat dibaca atau dimain-
kan. Agar terdapat kesamaan dalam menuliskan atau menginterpretasikan
sebuah lambang musik, para ahli musik membuat sebuah sistem perlambangan
yang memungkinkan para musisi dan para penikmatnya dapat membaca atau
menyanyikan sebuah karya musik dengan benar. Sistem inilah yang disebut
notasi. Secara umum ada dua macam notasi, yakni notasi angka dan notasi
balok.
Di bawah ini beberapa bagian lagu atau musik yang perlu anda
pahami :
1. Notasi angka
Nada-nada dalam lagu dilambangkan dengan not. Pada notasi angka, not- not
ini disimbolkan dengan angka-angka.
78 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
1 2 3 4 5 6 7 1’
do re mi fa sol la si do
Tanda titik di atas atau di bawah not menunjukkan tinggi rendahnya nada.
Tanda titik di bawah berarti not tersebut adalah not rendah sedangkan tanda
titik di atas berarti not tinggi.
2. Notasi Balok
Not balok ditulis dalam paranada atau sangkar nada. Garis paranada ini
terdiri dari 5 garis sejajar yang berjarak sama.
Perhatikan gambar di bawah ini :
bendera 5
4
tiang 3
kepala not 2
1
Cara menghitung garis paranada adalah dari bawah ke atas ruas di antara
dua garis paranada disebut spasi. Not-not ditempatkan di garis dan spasi
paranada. Not-not yang ditempatkan di garis paranada disebut not garis.
Sedangkan not-not yang ditempatkan di spasi paranada disebut not spasi.
not garis not spasi
Cokelat
BAB VI MENULIS PARTITUR LAGU Menulis lagu dari hati 79
.................................................
Dalam notasi balok setiap not memiliki nilai tertentu, coba perhatikan :
Not Balok Nilai not Nilai ketukan Not Balok Nilai not Nilai ketukan
1 penuh 4 ketuk 1/8 1/2 ketuk
1/2 2 ketuk 1/16 1/4 ketuk
1/4 1 ketuk 1/32 1/8 ketuk
3. Tanda Diam
Dalam bernyanyi atau bermain musik, anda sering menemukan dimana
nada tidak berbunyi.
Saat diam itupun memiliki ketukan. Dengan menghitung ketukan waktu
diam, anda bisa menentukan kapan nada berikutnya dapat dibunyikan atau
dinyanyikan.
Tanda diam Nilai tinada Nilai ketukan Tanda diam Nilai tinada Nilai ketukan
1 penuh 4 ketuk 1/8 1/2 ketuk
1/2 2 ketuk 1/16 1/4 ketuk
1/4 1 ketuk 1/32 1/8 ketuk
80 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
4. Tanda Kunci
Not-not baru memiliki arti jika dalam paranada telah ada kunci-kunci di tem-
pat awal setiap paranada. Kunci G berfungsi sebagai pengikat garis kedua
sehingga not yang berada di garis kedua menjadi G (sol). Berdasarkan kunci
G ini, maka letak dan nama not-not lainnya dapat disusun pada paranada.
Kunci G
Ada juga kunci F yang biasa digunakan untuk menuliskan nada-nada yang
sangat rendah, seperti dalam permainan bass organ.
Kunci F
5. Tanda Birama
Tanda birama adalah tanda yang menentukan pola irama sebuah lagu.
Perhatikan contoh di bawah ini :
Tanda birama 2/4
2
4
Tanda birama 3/4
3
4
BAB VI MENULIS PARTITUR LAGU Menulis lagu dari hati 81
.................................................
Tanda birama 4/4
4
4
6. Tanda Tempo
Irama sebuah lagu juga berkaitan dengan tempo. Tempo adalah kece-
patan lagu, yaitu banyaknya ketukan (beat) dalam satu menitnya. Ukuran-
nya adalah Metronom Maelzel (MM). Contoh, ada sebuah lagu memiliki
ketukan 40 MM. Ini berarti dalam satu menit, terdapat 40 ketukan dan
satu ketukan dinyatakan dengan not 1/4.
Ada beragam istilah yang digunakan para musisi untuk menggambar-
kan tempo lagu yang diinginkannya. Namun, secara umum tempo lagu ter-
bagi atas tiga kelompok, yaitu tempo cepat, sedang dan lambat :
a. Tempo cepat (> MM 120) antara lain meliputi :
- Allegro, yang berarti cepat
- Allegressimo, yang berarti cepat sekali
- Allegro vivace, yang berarti cepat dan bersemangat
b. Tempo sedang (MM 76-120) antara lain meliputi :
- Andante, yang berarti sedang seperti orang berjalan
- Moderato, yang berarti sedang
c. Tempo lambat (MM 40 - 76) antara lain meliputi :
- Largo, yang berarti lambat
- Grave, yang berarti lambat dan khitmat
- Adagio, yang berarti lambat dengan perasaan
Opick
82 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
7. Melodi
Rangkaian nada-nada dalam sebuah notasi, bila dinyanyikan mem-
bentuk sebuah melodi. Melodi dalam lagu dapat bergerak secara men-
datar, menaik atau menurun.
Untuk menciptakan melodi lagu, teknik yang dapat dipakai adalah seba-
gai berikut :
a. Teknik Repetisi yaitu komposer menciptakan frase-frase melodi kemu-
dian menggunakan frase melodi ini untuk digunakan pada syair yang
berbeda dan diulang kembali secara utuh frase melodi ini.
b. Teknik Variasi yaitu komposer mengulang kembali frase melodi yang
telah diciptakan dengan perubahan tertentu. Biasanya perubahan dila-
kukan di akhir frase melodi, tak jarang dilakukan di frase awal.
c. Teknik kontras yaitu komposer mengubah frase melodi pada
bagian tertentu. Caranya dengan membuat frase melodi yang terde-
ngar berlawanan dengan frase melodi sebelumnya.
Melodi sebuah lagu dapat bergerak secara mendatar, menaik atau menu-
run. Perhatikan contoh-contoh di bawah ini :
Melodi mendatar
sol sol la la
5 5 6 6
Melodi naik atau melompat satu tangga
sol la mi fa
Letto
5 6 3 4
BAB VI MENULIS PARTITUR LAGU Menulis lagu dari hati 83
.................................................
Melodi naik atau melompat dua tangga
mi sol la do
3 5 6 1
Melodi naik atau melompat tiga tangga
mi la sol do
Melly Goeslaw
3 6 5 1
Melodi turun satu tangga
la sol fa mi
6 5 4 3
Melodi turun dua tangga
do la la fa
1 6 6 4
Melodi turun tiga tangga
do sol la re
1 5 6 2
84 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
8. Harmoni
Harmoni adalah hubungan sebuah nada dengan nada lainnya.
Harmoni meliputi interval dan akord. Interval adalah jarak antara suatu
nada dengan nada lainnya. Sementara akord adalah paduan beberapa
nada yang dimainkan secara serempak atau bersamaan.
Interval
Interval antar nada memiliki jarak yang berbeda-beda dalam sebuah tangga
nada. Perhatikan contoh interval dalam tangga nada berikut ini !
c d e f g a b c"
1 1 1/2 1 1 1 1/2
Akord
Akord umumnya terdiri dari tiga buah nada, sehingga disebut trinada. Akord
trinada ini terdiri atas nada alas, nada terts (nada ketiga), dan nada kwint
(nada kelima). Contoh :
Akord C terdiri C-E-G
Akord Dm terdiri D- F- A
Akord Em terdiri E- G-B
Akord F terdiri F - A- C
BAB VI MENULIS PARTITUR LAGU Menulis lagu dari hati 85
.................................................
9. Tanda Kromatis
Dalam seni musik, tangga nada dapat dibuat dari nada dasar lain,
misalnya nada dasar G, D atau F. Caranya adalah dengan menempatkan
tanda-tanda kromatis pada paranada. Tanda-tanda kromatis itu terdiri
dari tanda kres (#) dan tanda mol (b).
Tangga nada baru yang disusun sangat tergantung pada banyaknya
tanda kres atau tanda mol yang kita berikan setelah tanda kunci G.
Perhatikan tabel berikut ini :
No Jumlah Tanda Kres Nada Dasar
1 #
do = G
g a b c d e fis g'
1 2 3 4 5 6 7 1'
2 #
#
do = D
d e fis g a b cis d
1 2 3 4 5 6 7 1'
3 # #
#
do = A
a b cis d e fis gis a'
1 2 3 4 5 6 7 1'
86 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
No Jumlah Tanda Kres dan Mol Nada Dasar
4 # ##
#
do = E
e fis gis a b cis dis e'
1 2 3 4 5 6 7 1'
5
do = F
f g a bes c d e f'
1 2 3 4 5 6 7 1'
6
do = bes
bes c d e f g a bes'
1 2 3 4 5 6 7 1'
7
do = Es
es f g as bes c d es
1 2 3 4 5 6 7 1'
8
do = As
as bes c d es f g as
1 2 3 4 5 6 7 1'
BAB VI MENULIS PARTITUR LAGU Menulis lagu dari hati 87
.................................................
10. Tonalitas
Beberapa penulis menyebut tonalitas sebagai kunci atau tangga nada.
Seperti kunci atau tangga nada C, kunci G, kunci D dan kunci F.
Perhatikan letak nada-nada tonik berikut dalam tangga nadanya
masing-masing.
# #
#
C G D F
Kunci C major Kunci G major Kunci D major Kunci F major
Lagu daerah “Rasa Sayange” menggunakan tangga nada diatonis, umum-
nya digunakan tangga nada diatonis dalam lagu-lagu daerah dari Indonesia
bagian timur. Perhatikan nada-nada dalam lagu “Bolelebo” dari NTT atau “Yamko
Rambe Yamko” dari Papua. Sedangkan tangga nada pentatonis banyak diguna-
kan, terutama dalam musik daerah Jawa, Sunda dan Bali.
Tangga Nada Diatonis
Tangga nada diatonis terdiri dari tujuh buah nada yang berjarak 1 dan ½
nada. Tangga nada diatonis terbagi lagi dalam dua kelompok yakni tangga nada
diatonis mayor dan tangga nada diatonis minor.
88 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Tangga nada diatonis mayor
1 2 3 4 5 6 7 1'
Tangga nada diatonis minor
6 7 1 2 3 4 5 6’
Tangga nada pentatonis
Pelog
Do mi fa sol si do’
1 3 4 5 7 1
Prisa
BAB VI MENULIS PARTITUR LAGU Menulis lagu dari hati 89
.................................................
Slendro
Do re mi sol la do
1 2 3 5 6 1’
Perhatikan nama dan pengucapan nada dalam tangga nada pentatonis Jawa
dan Sunda berikut ini :
Pentatonis Jawa Pengucapan Angka
Titi laras barang Ji 1
Titi laras gulu Ro 2
Titi laras dhada Lu 3
Titi laras lima Mo 5
Titi laras nem Nem 6
Pentatonis Sunda Pengucapan Angka
Genta barang Da 1
Genta kenong Mi 2
Genta panelu Na 3
Genta bem Ti 5
Genta galinem La 6
90 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
11. Tekstur
Tekstur musik adalah istilah yang mengacu pada jalinan bunyi atau
nada. Banyaknya tekstur musik merupakan hasil gabungan irama, melodi,
harmoni dan komposisi.
Tekstur musik dibagi menjadi tiga macam yaitu :
a. Monofon adalah suara tunggal. Yang terdengar dalam komponen lagu
hanya satu suara saja, yaitu melodi tanpa iringan. Sebagai contoh, per-
mainan suling yang biasa dilakukan seorang petani ketika beristirahat
di sawah.
b. Polifon merupakan sajian beberapa (dua atau lebih) melodi yang
dinyanyikan secara serempak. Tekstur ini dijumpai pada paduan suara
dan permainan musik jazz.
c. Homofon adalah sajian musik yang terdiri dari banyak suara. Dapat juga
berupa satu melodi yang dimainkan sekelompok alat musik. Maupun
beberapa melodi yang saling terkait sehingga menjadi komposisi musik
yang menarik dan indah.
BAB VI MENULIS PARTITUR LAGU Menulis lagu dari hati 91
.................................................
Coba mainkan lagu “Bubuy Bulan” dari Sunda yang menggunakan nada-nada
pentatonis.
Lagu Sunda
D = do
4/4 Bm F#m Bm
#
# . .
C . .
.
3 6 . . 4 3 . 3 4 . 1 7 . 1 6 . 4 3 . . 3
Bu - buy bu - lan bubuy bu lan sangray ben - tang pa-
Em F#m Bm
#
# . .
.
4 . . 1 .
7 . .
7 1 . 4 3 . 3 1 3 1 .
7 6 . . 3
non po - e pa - non - po - e di - sa - sa te Ung-
Bm F#m Bm
#
# . .
. .
6 . . 4 3 . 3 4 . 1 7 . 1 6 . 4 3 . . 3
gal bu - lan unggal bu lan abdi te - ang Ung
92 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Em F#m Bm
#
# . .
.
4 . . 1 .
7 . .
7 1 . 4 3 . 3 1 3 1 .
7 6 . . 0
gal po - e unggal - po - e o - ge ha - de
Bm F#m
# .
#
. .
3 . 3 4 . 6 7 . 1 7 6 3 . 3 4 2 3 . . 0
Si - tu Ci bu - ruy la - uk - na he - se di - pan - cing
Bm F#m
#
#
.
.
. . .
6 . 6 7 1 . .2 1
7 .
7 . . 7
6 . 6 . 1 3 . . 0
Nye - re det ha - te ni - nga li ngam - plak ca - i - na
Bm F#m
# . .
#
.
.
3 . 3 4 . 6 7 . 1 7 6 3 . 3 4 1 7 . . 0
Duh, e - ta sa - ha nu nga - lang - kung ung -gal en - jing
BAB VI MENULIS PARTITUR LAGU Menulis lagu dari hati 93
.................................................
Bm Em F#m Bm
# .
#
. .
. .
.
1 . 1 7 6 4 . 3 4 6 3 . 3 1 3 1 . 7 .
6 . . 0
nye - re det ha - te ni - nga - li so - rot so - ca - na
Orang-orang yang sukses percaya, dia dapat merubah dan memperbaiki
sesuatu, orang-orang yang gagal berpikir sebaliknya.
Winners believe they can change, progress and improve, losers think otherwise.
94 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Cipt : Widya Swara & Tigita
Moderato Editor : Fenny R.S
C = do
4/4 Intro C Em G C Em F G C
C .
3 5 3 4 2 3 4 3 3 5 3 4 . . 2 3 4 3 2 1 .
C Em C
3 5 3 5 3 5 5 6 7 6 5 . 5 6 5 6
Hi dup di du ni a ha nya se ka li me nga pa di
C7 F Fm
.
. . . . . . . . . . . .
1 1 2 3 3 . 2 6 1 . 5 1 1 2 3 2 . .
ri mu se la lu ber se dih te nang kan ha ti mu
C G G7
.
.
5 5 . 6 7 5 . 3 5 5 . . 7 1 7 6
de ngan men de kat pa da Nya
BAB VI MENULIS PARTITUR LAGU Menulis lagu dari hati 95
.................................................
C Em C
3 5 3 5 3 5 3 5 6 7 7 . 5 6 6
.
1
Per so al an hi dup se la lu a da i tu ter ja
C7 F Fm
. . . . . . . . . .
1 2 3 . 3 2 2 6 1 . . . 5 1 1 2
di pa da se mu a o rang ja ngan lah ber
C G G7
.
.
. .
3 2 . . 7 6 5 5 6 7 5 . 3 5 5 . .
se dih bi la se mua mi lik mu tlah hi lang
Am F C G Am
. . . . . . . . . . . . .
1 1 1 . 1 1 1 . 1 1 1 2 3 2 1 .
Se ga la yang a da ha nya lah mi lik Tu han
F C G Am
.
. . . . . . . . . . . .
1 1 . 1 1 1 . 1 1 1 2 3 3 2 . .
Ki ta ha nya lah di be ri pin jam an
96 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
F Am F
. . . . . . . . . . .
2 3 3 2 1 6 1 . 3 3 3 5 4 3 2 .
si ap se ti ap wak tu bi la se mu a i tu
Am G
.
. . . . . .
1 2 1. 3 2 1 . . .
di am bil o leh Nya
Orang-orang yang sukses bersikap positif, orang-orang yang gagal bersikap
negatif.
Winners are positive, losers negative
BAB VI MENULIS PARTITUR LAGU Menulis lagu dari hati 97
.................................................
Buku partitur lagu akan membantu pihak-pihak yang ingin memainkan atau
mengaransemen lagu - lagu anda. Lagu anda ibarat seorang gadis lugu, belum
mengenal kosmetik, polos dan tampil apa adanya. Apabila sudah dipoles atau
dirias oleh penata musik maka penampilan lagu anda akan menjadi berubah,
menggemaskan dan mempesona siapa saja yang mendengarnya.
Seorang penata musik atau arranger harus bisa menghidupkan sebuah lagu
dan menerjemahkan lirik lagu tersebut dari segi tempo, dinamik atau segala
macamnya atas dasar pengetahuan musik yang dia miliki, sehingga mempunyai
warna tersendiri.
Band / penyanyi dikatakan berhasil adalah band / penyanyi mempunyai warna
musik sendiri, berbeda dengan band/penyanyi yang sudah ada. Mereka me-
ngaransemen lagu-lagunya sendiri tapi kadang masih membutuhkan penata musik
lain.
Untuk menjadi penata musik memerlukan syarat -syarat kecakapan yang
harus dipenuhi. Misalnya ia harus memiliki wawasan luas secara musikal dan men-
dalam, baik secara teoritis maupun praktis. Kecakapan tersebut meliputi ilmu
komposisi lagu, bisa membaca partitur secara vertikal, mengerti tentang estetika
atau keindahan musik.
Selanjutnya seorang penata musik harus mempelajari organologi, yang
berarti ilmu tentang instrumen musik. Dalam hal ini penata musik harus faham
98 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
betul mengenai instrumen musik. Termasuk dengan segala yang berkaitan fungsi
dan mekanisme kerjanya. Kemudian ia juga harus memahami ilmu harmoni yang
berkaitan dengan proses pengaturan dan penyeimbangan antar berbagai instru-
men. Biasanya digunakan dalam memainkan sebuah komposisi musik.
Ada dua tehnik dasar untuk mengaransir lagu :
Pertama, secara tertulis yaitu penambahan berupa notasi secara lengkap sampai
pada bagian terkecil.
Kedua, secara tidak tertulis yaitu memberi hiasan lagu secara spontan, secara
pribadi, bebas dan bersifat sesaat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengaransir sebuah lagu antara lain :
1. Naskah lagu asli yakni naskah asli baik syair, akord dan tempo lagu dari pencipta
lagu.
2. Imajinasi yakni daya khayal yang timbul dari alam sadar manusia.
3. Kreativitas yakni kemampuan individu yang mengandalkan keunikan dan kema-
hirannya untuk menghasilkan gagasan baru dan wawasan segar.
4. Bakat yakni kemampuan dasar yang dimiliki seseorang sejak lahir. Bakat ber-
main musik atau mengaransir lagu seseorang akan timbul dan berkembang
apabila ditunjang pendidikan dan lingkungan yang mendukung.
5. Pengetahuan musik yakni selain memiliki bakat seorang pengaransir lagu juga
harus memiliki pengetahuan dasar musik. Adapun pengetahuan dasar musik
yang harus dimiliki antara lain :
a. Pengetahuan dasar teori musik, meliputi bentuk dan nilai nada, simbol dan
nilai tanda diam, tanda tempo, tanda dinamik, tanda ekspresi, tanda birama,
tanda kunci, tanda kromatis serta interval.
b. Pengetahuan unsur - unsur musik, yang meliputi pengetahuan dasar me-
lodi, irama atau ritme, harmoni, timbre atau warna suara dan tangga nada.
c. Pengetahuan dasar pola dan bentuk lagu.
d. Pengetahuan dasar teknik vokal.
BAB VII ARANSEMEN LAGU Menulis lagu dari hati 99
.................................................
6. Pengetahuan sifat suara manusia
Setiap kelompok usia memiliki ambitus berbeda. Ambitus adalah jangkauan
wilayah nada. Dalam menentukan ambitus suara harus memperhatikan
keperuntukan lagu tersebut. Ambitus suara manusia dikelompokkan men-
jadi tiga sebagai berikut :
a. Ambitus suara dewasa pria yaitu suara tenor : c - a’, bariton A - f’ dan
bas “ F - d’.
b. Ambitus suara dewasa wanita yaitu suara sopran c’ - a’’, mezzosopran
A- f’’, dan alto f - d’’.
c. Ambitus suara anak-anak yaitu suara rendah a - d’’ dan suara tinggi c’ - f”.
7. Pengetahuan tentang alat musik.
Dari bermacam-macam alat musik dapat dikelompokkan menjadi dua jenis
alat musik yaitu :
a) Alat musik berdasarkan sumber bunyinya. Ada beberapa alat musik
yang dibedakan menurut bunyinya seperti :
1). Alat musik tiup
Alat musik tiup dibedakan dua macam :
- Yang terbuat dari kayu, misal : seruling, recorder, saxophone,
clarinet.
- Yang terbuat dari logam, misal : trombo, tuba dan terompet.
2). Alat musik bertuts, misal : pianika, piano dan organ.
3). Alat musik berdawai, alat musik ini bisa berasal dari gesekan atau-
pun bisa dari dipetik, misal : gitar, okulele, harpa, siter dan kecapi.
4). Alat musik perkusi, alat musik yang bunyinya karena dipukul atau
dikocok.
Alat musik perkusi ini dikelompokkan menjadi dua :
- Alat perkusi bernada yakni timpani, saron, angklung, kulintang,
simbal dan kendang.
100 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
- Alat musik perkusi tak bernada yakni castanyets, tamborin, ken-
dang, snare drum, rebana, bedung dan bongo.
b) Alat musik berdasarkan fungsinya.
Menurut peranan dan fungsinya alat musik ini dapat dibedakan menjadi
dua macam yaitu :
1) Alat musik ritmis yang berfungsi memberikan / mengatur irama
tertentu atau tempo sebuah lagu dalam pergelaran musik yang
berhubungan dengan ketukan dan irama. Irama adalah bunyi kuat
lemah secara teratur dan tetap, terjadi karena bunyi panjang
pendek dari suatu nada, misal : gong, bass triangle, rebana, gitar,
tamborin, conga, bongo, cymbal dan kendang.
2) Alat musik melodi, alat musik yang dimainkan agar bisa membentuk
rangkaian nada atau melodi sebuah lagu, misal : flute, biola, pianika,
angklung, rebab, mandolin dan seruling.
Proses untuk menjadi penata musik bisa diperoleh dan diawali melalui
sejumlah pengalaman. Contohnya Erwin Gutawa, seorang penata musik papan
atas Indonesia. Ia pernah ikut bermain dalam kelompok musik atau band dari yang
kecil, hingga format yang besar seperti orkestra. Ia juga pernah menjadi pemain
bass dalam orkes Telerama yang dipimpin oleh (almarhum) Isbandi. Dari Isbandi-
lah yang memberinya pelajaran dan pengalaman pertama dalam membuat aran-
semen musik untuk lagu yang dibawakan melalui orkestra.
Kadang lagu menjadi terkenal bukan hanya karena vokalis dan kekuatan
lirik, tetapi penata musik juga berpengaruh sangat kuat. Ian Antono adalah
seorang penata musik jenius yang selalu membikin sebuah lagu biasa menjadi
hits, dan sering mengorbitkan penyanyi menjadi terkenal seperti Nicky Astria,
BAB VII ARANSEMEN LAGU Menulis lagu dari hati 101
.................................................
Mel Shandy, Ikang Fawzy, dll. Lagu-lagu dari kelompok God Bless yang beraliran
rock tidak luput dari hasil aransemen Ian Antono.
Jockie Soerjoprajogo, Sang Arsitek Musik menjadi arranger album Lomba
Cipta Lagu Remaja pada tahun 1977 yang diadakan Radio Prambors Rasisonia.
Gebrakan Jockie menata aransemen lagu seperti “Lilin Lilin Kecil” (James F.
Sundah) dianggap sebagai suntikan darah baru dalam industri musik pop yang saat
itu tengah dilanda booming lagu-lagu pop dengan akord sederhana dan tema lirik
yang cenderung cengeng dan mendayu-dayu. Di tahun yang sama Eros Djarot
mengajak Jockie menggarap album soundtrack film “Badai Pasti Berlalu” bersama
dengan sederet nama seperti Chrisye, Berlian Hutauruk, Debby Nasution, Kaenan
Nasution dan Fariz RM.
Album ini pun menjadi fenomenal terutama dari sisi tata musik yang
menyajikan akord yang lebih luas serta penulisan lirik yang lebih puitis. Menariknya
lagi di album ini, instrumen keyboard menjadi dominan. Bunyi-bunyian keyboard ini
memang terasa orkestra dan simfonik, sesuatu seperti ini lalu berlanjut ketika
Jockie Soerjoprajogo menggarap album-album solo Chrisye seperti “Sabda Alam”,
“Percik Pesona”, “Puspa Indah Taman Hati”, “Pantulan Cita”, “Resesi”, “Metropo-
litan” dan” Nona” yang sering disebut orang sebagai pop kreatif.
Pada tahun 1987, Jockie bergabung dengan God Bless. Muncullah album
“Semut Hitam” (Logiss Record, 1987) dengan konsep musik rock yang lebih segar.
Di era ini juga memperlihatkan ketertarikan Jockie kembali menjamah musik rock.
Ia mulai ikut menggarap berbagai album rock sebagai composer, player dan music
director pada album milik Mel Shandy, Ita Purnamasari, Ikang Fawzy dan Nicky
Astria.
Perbedaan mendasar antara pencipta lagu dan penata musik adalah proses
kreatifnya. Kalau pencipta lagu cenderung mencari inspirasi, dari tidak ada men-
jadi ada. Sedangkan penata musik bekerja dari lagu yang sudah ada / jadi.
Orkestra atau musik dari lagu tersebut sudah didengar dan dimainkan dalam
102 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
imajinasinya. Lalu hasil dari imajinasinya itu dituliskan ke dalam bentuk partitur
sehingga lagu menjadi lebih enak untuk dimainkan, dinikmati dan didengarkan.
Persamaan, keduanya menggunakan otak dan hati atau perasaan untuk menyem-
purnakan lagu tersebut.
Perkembangan musik daerah juga mengalami perkembangan khususnya lagu
dari daerah Jawa sejak Manthous berhasil mengaransemen lagu-lagu Jawa yang
lebih dikenal dengan musik campursari. Aransemen musik campursari merupakan
perpaduan antara aransemen musik keroncong, musik barat dan gamelan Jawa.
Walaupun pada mulanya aransemen musik keroncong dan gamelan Jawa lebih
mewarnainya, tetapi belakangan ini dikembangkan pula aransemen musik dangdut,
musik pop bahkan dari unsur musik-musik etnis lain seperti karawitan Banyumasan
dan Bali.
Untuk mengaransemen musik campursari harus mempelajari perbedaan yang
mendasar, yakni :
Pertama, penggabungan nada-nada diatonis dan nada- nada pentatonis.
Kedua, mempelajari perbedaan antara prinsip instrumentasi akustik, alami dengan
instrumentasi yang menggunakan mesin atau elektrofon.
Ketiga, mengetahui tangga nada atau laras yang berbeda yakni gamelan Jawa
tidak memiliki standar tuning sedangkan musik barat sudah memiliki standar tuning.
Instrumen gamelan Jawa yang digunakan dalam campursari antara
lain kendang, berfungsi sebagai pengatur irama. Pola kendang yang digunakan
pada dasarnya memakai pola kendangan ciblon. Namun ada pula yang mengem-
bangkannya dengan pola kendangan Sunda dan Banyumasan yang tidak tertutup
pula pada suatu saat nanti akan menggunakan pola kendangan etnis-etnis lain.
Aransemen yang sangat kuat dan menonjol dalam campursari adalah aransemen
yang dimainkan oleh keyboard. Kehadiran teknologi pada alat ini dianggap sangat
efektif dan efisien dalam membangun komposisi musikalnya.
Seorang penata musik harus menguasai teknologi komputer karena sangat
BAB VII ARANSEMEN LAGU Menulis lagu dari hati 103
.................................................
membantu kerja dalam mengarasenmen lagu. Kemajuan teknologi komputer
yang demikian pesat, membuat komputer menjadi perangkat yang sangat
berperan dalam setiap segi kehidupan. Seiring perkembangan komputer, kini
bermain musik dan mengaransemen lagu menjadi lebih mudah. Anda tidak selalu
harus menghadirkan perangkat instrumen beserta prosesor efek yang mahal.
Anda dapat melakukannya dengan bantuan program khusus yang mampu
bertindak sebagai alat musik, apapun jenisnya. Salah satu program yang mampu
berfungsi itu adalah fruityloops versi 2. Program ini mampu menghadirkan dan
memainkan instrumen apapun yang anda kehendaki.
Jamrud Andra & The Back Bone
Orang-orang yang sukses melihat cahaya dalam kegelapan, orang-orang yang
gagal hanya melihat kegelapan.
Winners see light in darkness, losers see only darkness.
104 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Adagio Cipt : Widya Swara
C = do Arranger : Fenny R.S.
4/4 Intro C G F C
C
3 4 5 . 4 5 6 . 3 4 5 4 3 2 1 .
Piano 1 C Dm C Dm
1 3 5 . 2 4 6 . 1 3 5 . 2 4 6 .
Wa lau a ku tinggal di rumah mu ngil ...
Piano 2
.
5 . 5 3 4 . . . 3 4 5 1 5 5 3 4 . . .
Piano 1 C Dm C Dm
1 3 5 . 2 4 6 . 2 5 7 . 1 3 5 .
Na mun a da ke da mai an di sa na ...
Piano 2
.
5 . 5 3 4 . . 2. 3 4 4 3 2 1 . . .
BAB VII ARANSEMEN LAGU Menulis lagu dari hati 105
.................................................
Piano 1 C G C F
1 3 5 . 2 4 7 . 1 3 5 . 1 4 6 .
Ru mah ku is ta na ku tem pat a ku ber te duh
Piano 2
.
5 1 1 . .
5 .
5 2 2 . 3 3 2 3 4 5 4 .
Piano 1 C G F G C
1 3 5 . 2 4 7 . 1 4 6 2 5 7 1 3 5 .
Ru mah ku is ta na ku i da man ha ti ku
Piano 2
.
5 1 1 . .
5 .
5 2 2 . 2 3 3 2 2 1 . . .
Orang-orang yang sukses menghadapi masalah sebagai tantangan, orang-orang
yang gagal menghadapi masalah sebagai beban.
Winners are problems as a challenge, losers as a burden.
106 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Membuat karya musik bagus diperlukan ketelitian. Agar lagu anda dapat
dinikmati banyak orang, anda harus membuat demo dengan kualitas standar.
Pilihlah tiga lagu anda terbaik, lalu rekam di studio. Biasanya di kota-kota besar ter-
dapat banyak studiorekam dengan banyak pilihan harga. Anda memilih
se-suai dengan isi kantong. Bagi seorang penulis pemula, membuat demo adalah
pekerjaan yang gampang-gampang susah. Apakah dia harus menyanyikan lagu-
nya sendiri atau melatih penyanyi lain untuk membawakannya. Itu semua mem-
butuhkan waktu, anda harus sabar.
Memang, untuk menghasilkan karya bagus, anda hendaknya mencari se-
orang penyanyi. Syukur kalau anda mempunyai teman yang pandai menyanyi,
bisa dimintai tolong untuk membantu. Mungkin anda memerlukan pemain-pemain
musik seperti gitar, bass, piano dan drum atau pemain electone untuk diajak kerja-
sama membuat demo yang bagus. Keputusan tersebut sepenuhnya tergan-tung
anda. Dengarkan demo musik dasar anda beserta partitur lagu. Apabila ada
kesepakatan, mereka mau membuat demo lagu anda.
Demo lagu dalam kemasan CD atau kaset merupakan bagian terpenting
dalam karya musik. Demo-demo yang masuk dalam major label selalu diseleksi
sangat ketat oleh team A & R. A & R kepanjangan dari artist and reportoire
yang bertanggung jawab menemukan dan mengkontrak penyanyi / band baru dan
bertindak sebagai penghubung dengan major label. Lagu-lagu yang direkam
dengan kualitas buruk tidak akan didengarkan walau materi lagu terdengar
BAB VIII MEMBUAT DEMO Menulis lagu dari hati 107
.................................................
bagus. Hal-hal ini perlu diperhatikan bagi pemusik dan penulis lagu pemula. Jadi
rekamlah lagu-lagu anda dengan kualitas standar dan kualitas suara bagus.
Merekam di studio ada dua cara, yakni : pertama dengan live, anda bermain
musik langsung dan hasil suaranya tidak berimbang antara vokal dan instrumen-
nya. Sedangkan cara kedua dengan sistem track. Dalam proses rekaman
dibagi beberapa track, misalnya track pertama merekam permainan drum
terlebih dahulu karena untuk menghitung ketukan dari lagu dan temponya.
Kemudian dilanjutkan track kedua diisi permainan bass, track ketiga gitar dan
terakhir diisi oleh vokal. Sistem ini menghasilkan suara prima karena masing-
masing suara instrumen dapat diperbesar atau diperkecil sesuai dengan selera
musisi.
Jika master demo anda sudah selesai, selanjutnya anda copy. Jangan
banyak-banyak, sekali lagi sesuaikan dengan isi kantong anda. Copy demo bisa
anda kirim ke label atau lomba-lomba pencipta lagu seperti CILAPOP (Lom-
ba Cipta Lagu Populer) yang diselenggarakan oleh salah satu TV7 dan Sony BMG,
atau Indonesian Song Festival 2006 yang pernah diselenggarakan oleh PAPPRI
dan PT. Indosat. Namun sayang sekali, lomba cipta lagu tersebut tidak dilanjutkan
lagi. Berbeda dengan lomba untuk mencari penyanyi idola yang selalu diadakan
tiap tahun, seperti Indonesian Idol. Tunggu keajaiban menghampiri anda, lagu-
lagu anda akan menjadi hits dan anda akan menjadi pencipta lagu terkenal.
Mengapa tidak ? Impian jadi kenyataan.
Orang-orang yang sukses berkata , “Saya bisa”; orang-orang yang gagal berkata:
“Saya tidak bisa”.
Winners : “I can” : losers : “I can’t”.
108 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Cipt : Widya Swara & Tigita
Andante Editor : Fenny R.S.
C = do
4/4 Intro C Dm G C
.
C
. . . .
1 7 1 7 6 5 6 . 4 5 6 5 6 7 1 7 1 . .
C Dm G C
.
.
3 5 1 5 . 5 4 3 5 2 . 2 4 7 6 6 5 5 4 3 . .
A yam jan tan ber kokok nya ring membangunkan ki ta se mu a
C Dm G C
. .
3 5 1 5 . 4 3 5 2 . 2 4 7 7 6 5 6 7 1 .
Fa jar pa gi te lah ti ba wak tu mu lai ber ak ti vi tas ...
G C G C
.
. . . . . . .
1 7 6 7 6 5 5 6 7 2 1 1 7 1 2 . 1 7 6 5 . .
Ku ber si ap si ap be rang kat se ko lah a yah be rang kat ker ja
BAB VIII MEMBUAT DEMO Menulis lagu dari hati 109
.................................................
G C G C
.
. . . . . . . . .
1 7 6 7 5 . 5 6 7 2 1 1 7 1 2 1 7 2 1 . .
I bu yang si buk si ap kan sa ra pan un tuk ki ta se mu a
Orang-orang yang sukses hidup mandiri, orang-orang yang gagal bergantung
pada orang lain.
Winners live their own life, losers other’s life
110 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Setelah karya anda sudah cukup banyak, coba buat suatu buku yang
berisi lirik, notasi angka dan notasi balok. Anda jangan bingung, coba pelajari
secara perlahan-lahan. Temukan not-not lagu, catat dalam not angka. Setelah
menulis not angka, coba tentukan birama lagu. Apabila birama lagu sudah anda
tentukan seperti 2/4, 3/4 dan 4/4, kemudian tentukan tempo lagu cepat atau
lambat. Memilih ukuran birama sangat mempengaruhi irama lagu yang anda
ciptakan, sebab irama merupakan unsur pokok dan denyut nadi sebuah
lagu. Setelah itu, pekerjaan anda menjadi lebih mudah, kemudian tulis not-not
angka ke dalam not balok. Pertama tentukan nada dasar dan selanjutnya se-
suaikan dengan not-not lagu anda, gampang bukan ?
Dengan adanya buku berisi lagu-lagu anda memudahkan anda memper-
kenalkan lagu-lagu itu kepada orang lain. Coba berikan cuma-cuma buku musik
anda kepada teman-teman dekat, band-band lokal atau penyanyi lokal. Dengan
senang hati mereka menerima karya anda dan mempelajarinya. Jangan takut
lagu anda dibajak, biarkan proses ini mengalir apa adanya. Lagu anda akan men-
cari sendiri siapa yang berjodoh dengannya, suatu proses alam. Penyanyi dan
lagu ibarat jodoh. Penyanyi dapat terkenal hanya dari sebuah lagu. Bayangkan !
Penyanyi bagus selalu mencari lagu bagus, mereka selalu menyesuaikan lagu
dengan warna suaranya. Apabila cocok, maka hasilnya lebih maksimal dan
mereka yakin akan menjadi hits.
Nilai suatu karya mempunyai arti apabila bisa dinikmati oleh orang lain.
Anda jangan malu, promosikan hasil karya anda. Datangi kafe-kafe yang ada
BAB IX PROMOSIKAN LAGU ANDA Menulis lagu dari hati 111
.................................................
live musiknya. Coba dekati pemain musiknya atau managernya. Tawarkan lagu-
lagu anda beserta partitur lagu dan demonya. Anda harus membangun jaringan
sendiri untuk memperkenalkan diri anda. Tapi pekerjaan tersebut bisa anda
kerjakan sesuai dengan waktu anda yang kosong. Tentu anda mempunyai aktifi-
tas utama yang tidak bisa ditinggalkan.
Perjalanan penulis dalam memperkenalkan karya lagu seperti filosofi air,
mengalir begitu saja. Sebelumnya tidak ada dalam angan-angan untuk menjadi
guru karena sebelumnya penulis seorang yang berprofesi wiraswasta dengan
hobi bermain musik. Kisah berawal dari Bapak Aris Susanto, teman baik penulis,
yang menawari pekerjaan sebagai seorang guru kesenian di SMP Dhaniswara
Surabaya tahun 2006. Semula penulis ragu menerima tawaran tersebut karena
penulis tidak mempunyai dasar pendidikan sebagai seorang guru. Namun
dorongan hati menjadi guru begitu kuat sekali. Hal ini mungkin karena penulis telah
berhasil menyelesaikan karya lagu-lagu dan buku ini. Bagi penulis bisa menulis
lagu dan buku merupakan karunia yang dilimpahkan oleh Tuhan. Dan tidak semua
manusia yang lahir di dunia diberi bakat untuk menulis. Jadi penulis mempunyai
tanggung jawab moral untuk menyebarkan ilmu dan lagu-lagu tersebut kepada
sesama. Akhirnya penulis menerima tawaran menjadi guru kesenian. Dalam benak
penulis terbesit keinginan untuk melakukan sesuatu yaitu mempromosikan karya-
karyanya dan memperkenalkan diri sebagai pencipta lagu. Keputusan ini diambil
didasari atas pertimbangan bahwa penulis tidak mempunyai media untuk
berekspresi seperti bermain band atau kelompok paduan suara. Jalur yang penulis
pilih adalah sebagai seorang guru kesenian dan penulis pun bisa menikmati profesi
tersebut.
Beberapa bulan kemudian, penulis mendapat tawaran lagi untuk mengajar
musik di SD Muhammadiyah 12 dan 17 Surabaya. Penulis bisa memainkan dua
alat musik seperti piano atau keyboard dan gitar. Walau tidak mahir benar
dibandingkan pemain profesional namun penulis berani menerima tawaran
112 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
tersebut. Di kedua sekolah tersebut, penulis mengajarkan lagu anak-anak.
Ternyata, lagu-lagu anak karya penulis cepat sekali dihafal dan dinyanyikan oleh
anak-anak. Mereka bernyanyi dengan antusias dan riang gembira. Mereka ada
yang bernyanyi sambil memejamkan mata, ada yang menggoyang-goyangkan
badan. Mereka begitu menghayati lagu-lagu yang terasa menyatu dalam dunia
mereka.
Selama ini lagu-lagu untuk anak seakan-akan tenggelam di blantika musik
Indonesia. Sebetulnya keadaan ini tidak adil bagi anak-anak. Mereka seharusnya
diberikan banyak lagu untuk menjadi pilihan sesuai dengan jiwa mereka.
Mereka juga ingin dibuai dengan sentuhan berbagai irama lagu-lagu anak yang
murni dan tulus. Melodi lagu sederhana dan gampang diingat. Dan itu sangat
dinanti-nantikan oleh anak-anak, ibarat anak yang dijanjikan pergi berlibur ke luar
kota walau waktunya masih jauh namun hari-hari terasa lama untuk menunggu hari
saatnya tiba liburan.
Selama ini mereka terpengaruh oleh lagu - lagu orang dewasa seperti lagu-
lagu berlirik cinta, patah hati dan selingkuh. Semua itu tidak baik bagi perkem-
bangan jiwa anak-anak. Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama seperti
pemerintah, dunia pendidikan, industri musik dan masyarakat untuk bersatu men-
jadikan generasi bangsa yang jauh lebih baik dan bermoral.
Dalam hati, penulis begitu terharu, gembira dan bangga, melihat dan
mendengarkan anak-anak menyanyikan lagu-lagu karya penulis. Berbagi
keceriaan melalui lagu-lagu dan terkadang mengajari mereka menekan tuts-tuts
piano membuat penulis puas. Di saat penulis bermain alat musik piano sendiri,
mereka datang mendekat kemudian minta untuk diajari.
Jari-jari mungil mereka begitu semangat untuk belajar menekan tuts-tuts
piano yang agak besar dan tidak sesuai dengan ukuran jari-jari mungil mereka.
Semua itu ternyata bagi penulis sangat menyenangkan karena niat dan
ketulusan hati untuk mengabdi menjadi seorang guru musik. Para anak didik
BAB IX PROMOSIKAN LAGU ANDA Menulis lagu dari hati 113
.................................................
terlihat senang sekali dan ke mana pun penulis berada mereka selalu memanggil-
manggil nama penulis.
Lagu-lagu seperti “Mentari”, “Nasi Goreng”, “Bangun Pagi”, “Rumahku
Istanaku”, “Ulang Tahun”, “Sakit Gigi”, “Merpatiku” dan “Bersujud” dihafal dengan
baik oleh mereka. Penulis ingin mengikuti jejak langkah Ibu Sud dan Bapak A.T.
Mahmud yang akan terus memberi warna-warni lagu anak. Penulis tidak
berpikiran untuk khawatir kalau karya-karya itu akan dibajak orang. Penulis
sudah mendokumentasikan dalam suatu buku yang berisi lirik lagu, notasi angka
dan notasi balok, yang mungkin belum sempurna menurut mereka yang lebih
profesional.
Perihal pembajakan karya-karya para seniman sebetulnya penulis merasa
kasihan pada para pembajak. Walau mereka hidup dalam kemewahan sebetulnya
mereka sedang menuju suatu kehancuran. Keserakahan telah merasuk ke dalam
jiwa mereka. Mereka tidak menyadari bahwa rezeki yang mereka ambil secara
tidak halal akan berakibat pada anak keturunan mereka. Hak-hak para seniman
diambil sesuka hatinya. Padahal untuk menciptakan suatu karya bagus dibutuh-
kan perjuangan berat. Rezeki keturunan mereka akan beralih ke rezeki keturunan
yang telah diambil haknya. Kehidupan anak turun para pembajak akan nestapa,
mencari sandang pangan akan sulit. Penyesalan selalu datang terlambat.
Begitulah cerita yang sering diajarkan orang bijak.
Penulis telah menciptakan lagu anak-anak, pop-rock, melayu dan campur
sari sejak tahun 2002-2005. Penulis dalam berkarya membagi menjadi dua
periode. Periode pertama antara tahun 2002-2005 adalah periode berkarya,
menulis lagu dan buku. Pada periode ini energi membuat suatu lagu begitu
hebat mengalir seperti air bah dan periode kedua antara tahun 2006 sampai
sekarang adalah periode untuk berpromosi dan memperkenalkan diri. Awal tahun
2006 penulis sudah pernah mencoba memperkenalkan lagu anak-anak ke
sekolah dan band cilik terkenal Surabaya atau lagu campursari ke kelompok
114 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
campursari dan lagu pop-rock ke kelompok musik aliran pop-rock. Namun semua
itu tidak ada tanggapan. Memang untuk mendapat pengakuan atau nama
memerlukan perjuangan dan kerja keras tersendiri.
Ternyata dengan menjadi guru musik, cerita pun berganti lain, awal yang
tidak direncanakan. Di sekolah-sekolah tersebut, penulis dapat mengajarkan lagu-
lagu secara langsung pada anak-anak. Selain mendapat honor mengajar, penulis
juga dapat berpromosi. Dengan berkarya, kita bisa meninggalkan jejak langkah kita
untuk diceritakan pada generasi mendatang. Penulis juga menciptakan lagu-lagu
mars sekolah tersebut. Lagu mars sekolah sangat dibutuhkan oleh sekolah untuk
memberi identitas, jati diri, semangat kebersamaan dan cita-cita. Dan itupun
mendapat sambutan positif bagi siswa, sekolah dan masyarakat. Sekali lagi, anda
jangan takut kalau karya-karya anda akan dibajak atau disalahgunakan oleh pihak
yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang sudah dijelaskan pada bab dua belas
bahwa negara menjaminnya dengan Undang-Undang tentang Hak Cipta.
Perlindungan hak cipta timbul secara otomatis sejak ciptaan itu diwujudkan dalam
bentuk nyata. Pendaftaran hak cipta tidak merupakan suatu kewajiban untuk
mendapatkan hak cipta. Namun demikian lebih dianjurkan kepada pencipta
maupun pemegang hak cipta untuk mendaftarkan ciptaannya. Surat pendaf-
taran ciptaan tersebut dapat dijadikan alat bukti awal di pengadilan apabila
timbul masalah hukum di kemudian hari. Untuk karya lagu, maksimal 10 lagu
berupa notasi dan atau syair dapat diajukan dalam hal permohonan pendaftaran
ciptaan, biaya permohonan pendaftaran suatu ciptaan per permohonan Rp
75.000,00
Perjalanan suatu karya cipta lagu mempunyai jalan yang penuh misteri.
Seperti contoh, ada penyanyi yang menyanyikan lagu “Cinta Pertama” tidak
mendapatkan respon baik dari masyarakat. Tetapi tak berapa lama kemudian ada
penyanyi atau grup band membawakan lagu tersebut dengan aransemen beda
dengan rilisan pertama, justru mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
BAB IX PROMOSIKAN LAGU ANDA Menulis lagu dari hati 115
.................................................
Promosi adalah kata yang wajib diikuti dan dijalankan oleh band atau pencipta
lagu agar lagunya dikenal masyarakat. Walau lagu anda sehebat apapun tanpa
promosi lagu itu pun menjadi tidak berarti. Lagu-lagu karya penulis direkam
pertama kali pada hari raya Idul Fitri tahun 2008 di Bandung. Lagu-lagu tersebut
dibawakan dan diaransemen oleh grup Passtel yang berasal dari Bandung dan
beraliran alternative. Penulis merasa beruntung karena Passtel mempunyai studio
rekaman sendiri. Walau peralatan rekaman sederhana tetapi kualitas suara yang
dihasilkan telah memenuhi standar rekaman. Ada 3 lagu yang direkam yakni “Ku
Tak Marah”, “Awalnya Biasa Saja” dan “Berdendang”. Setelah proses rekaman
selesai langkah selanjutnya adalah promosi. Bagaimanakah lagu tersebut agar
dikenal oleh masyarakat? Pada hakekatnya sebuah lagu baru ibaratnya seperti
bayi yang baru lahir, ia memerlukan kasih sayang, perlindungan, perhatian ekstra
dan selalu diawasi pertumbuhan dan kebutuhannya.
Pada awal promosi lagu “Mars Dhaniswara Jaya”, penulis juga mengalami
kesulitan dan sering mendapat cemohan dari para murid. Kata mereka lagu
tersebut nadanya sudah ketinggalan zaman namun penulis jalan terus untuk
mempromosikan lagu tersebut selama setahun. Pada tahun kedua perkembangan
lagu tersebut agak lebih baik karena pada acara penerimaan murid baru, lagu itu
selalu dinyanyikan dan diajarkan oleh kakak kelas. Dan sampai sekarang, apabila
ada siswa yang nakal atau tidak disiplin hukuman yang paling gampang adalah
menyanyikan lagu tersebut. Dan pada tahun ketiga, lagu tersebut telah menyatu
dalam hati para siswa, mereka terkadang menyanyikan lagu tersebut tanpa
disadari dan hampir semua siswa SMP Dhaniswara hapal lagu tersebut.
Demikian juga dengan ketiga lagu yakni “Ku Tak Marah”, “Awalnya Biasa Saja”
dan “Berdendang” akan mengalami masa pertumbuhan. Tetapi jalur yang dipakai
ketiga lagu tersebut berbeda dengan lagu Mars Dhaniswara Jaya. Jalur distribusi
yang dipakai melalui radio dan internet. Penulis menggandakan lagu dalam bentuk
CD sebanyak 50 buah dan mengirimkan ke beberapa radio di Surabaya. Di radio
116 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
swasta di Surabaya ada program khusus bagi band indie. Dalam promosi
persyaratan yang diminta hanya copy demo lagu dan profil band. Ternyata di radio
tersebut hanya memutar lagu-lagu dari band Surabaya dan band-band tersebut
merupakan band binaan dari suatu operator telekomunikasi karena mereka sudah
mendapat kontrak kerja dari operatur tersebut. Selama tiga bulan menunggu,
ketiga lagu tersebut belum diputar di stasiun radio. Mungkin ada persyaratan lain
yang harus dipenuhi? Tetapi penulis tidak patah semangat, maju terus pantang
mundur, banyak alternatif pilihan untuk media promosi. Melalui internet atau
website www.importmusik.com dan www.pasarmusik.com, penulis mengajukan
agar ketiga lagu tersebut didistribusikan melalui website tersebut. Persyaratan
yang diminta juga mudah yakni copy demo lagu, profil band yang disimpan dalam
cd selanjutnya menandatangani surat perjanjian distribusi digital.
Langkah selanjutnya dengan mengenalkan lagu tersebut secara langsung.
Dalam promosi lagu, penulis berbeda dalam proses pengenalan lagu tersebut
dengan sebuah band. Kebanyakan band yang mempunyai lagu baru, mereka
berpromosi dari panggung ke panggung atau ke kafe-kafe. Penulis melakukannya
di sekolah. Kelebihan yang dimiliki penulis, hasil dari pengenalan lagu tersebut
dapat diukur seperti sebuah laboratorium yang obyek penelitiannya dapat ditelit,
dianalisis dan diberi kesimpulan. Di sini para siswa SMP dijadikan sebagai obyek
dan subyek penelitian. Apakah ketiga lagu yakni “Ku Tak Marah”, “Awalnya Biasa
Saja” dan” Berdendang” dapat diterima masyarakat dan berpotensi menjadi
populer? Pada saat jam pelajaran kesenian, penulis membawa tape cd dan demo
lagu, kemudian lagu tersebut diputar dan diperdengarkan pada para siswa, mereka
diminta untuk memberi tanggapan, kritikan dan memilih lagu mana yang dianggap
mudah didengar (easy listening). Ternyata dari ketiga lagu tersebut, lagu “Ku Tak
Marah” menempati rangking teratas dari kelas 7, 8 dan 9. Penulis yakin pada masa
mendatang lagu tersebut bakalan populer karena telah memenuhi syarat lagu yang
gampang diingat, liriknya sederhana dan melodi lagu yang merdu.
BAB IX PROMOSIKAN LAGU ANDA Menulis lagu dari hati 117
.................................................
Setelah pengenalan lagu tersebut dengan media tape CD sebagai media
pembelajaran selanjutnya penulis mengajarkan lagu “Ku Tak Marah” secara
langsung tentang lirik dan chord lagu. Dengan membawa gitar mulai penulis
promosi di seluruh kelas. Pada awalnya mereka menyanyi dengan perlahan,
setelah lagu didengarkan satu kali tak lama kemudian mereka dapat menyanyikan
lagu tersebut dengan benar. Bagi siswa yang bisa memainkan alat musik, penulis
juga mengajarkan chord dari lagu tersebut. Dan sampai sekarang lagu “Ku Tak
Marah” menempati posisi sebagai alternatif pilihan sebagai materi menyanyi ber-
sama lagu-lagu yang sudah populer.
Bayangkan! Ketika anda jalan-jalan dan tiba-tiba mendengarkan siaran
radio, lagu anda diputar dan dinyanyikan oleh pernyanyi terkenal. Jika lagu anda
menjadi hits, anda akan mendapat penghasilan luar biasa dari lagu itu. Sebenarnya
anda akan terus mendapat penghasilan atau royalti sejak anda menulis lagu
tersebut.
Tetapi, bagaimana kalau karya anda tidak menjadi hits? Anda jangan berkecil
hati walau karya anda saat ini tidak menjadi hits. Anda tetap mempunyai kesem-
patan di masa yang akan datang. Jadi mulai sekarang investasikan waktu anda
untuk mulai memperkenalkan lagu-lagu anda. Apa yang anda kerjakan hari ini
mungkin hasilnya dinikmati pada masa datang, karena lagu pun dapat diwariskan
kepada ahli waris.
Sekarang kita memasuki abad milenium, di mana teknologi era globalisasi
membuat komunikasi memegang peranan sangat penting. Pasar ponsel berkem-
bang pesat, menjadikan ponsel sebagai bagian dari gaya hidup. Berdasarkan
survei yang pernah diadakan Siemens menunjukkan 62 persen pengguna ponsel
gemar men-down load lagu lewat ponsel. Survei itu melibatkan 5.300
pengguna ponsel di Brasil, Kanada, China, Jerman, Italia, Rusia, Korea Selatan
dan Amerika Serikat. Mereka disebut sebagai the mobile music generation,
generasi yang menggunakan ponsel tak sekedar sebagai alat komunikasi
118 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
tetapi juga pemutar musik. Gaya hidup ini pun telah merambah ke Indonesia. Di
Indonesia pengguna ponsel sekitar lebih dari 30 juta, di antara mereka ada yang
keranjingan menggunakan nada sambung pribadi (ring back tone) atau RBT.
RBT telah terbukti menjadi tambang emas yang menggiurkan. Contoh lagu
“Kenangan Terindah” dari Samsons telah diaktivasi oleh sejuta pengguna RBT
dan menghasilkan Rp 9 milliar. Angka yang fantastik bukan ?
Peluang ini betul-betul dimanfaatkan oleh IM : port, singkatan dari indepen-
dent music portal yang merupakan perusahaan penyalur musik digital. Lewat
aplikasi pemutar musik yang disebut import musik player, orang bisa menikmati
satu lagu penuh lewat telepon. Indra Lesmana, Anang Hermansyah, Abdee
Negara gitarisnya Slank dan Triawan Munaf, praktisi industri periklanan mendi-
rikan IM : port perusahaan pendistribusian musik digital. Gagasan ini muncul
karena ada persoalan praktisi musik yang kesulitan mempublikasikan karya.
Jumlah artis baru yang melimpah di berbagai daerah tetapi kreativitas mereka
tidak tertampung oleh industri rekaman. Ibarat ikan semakin banyak tetapi aku-
ariumnya kurang.
Setiap orang atau grup band pendatang baru atau lama berhak untuk mengi-
rimkan lagu mereka, sejauh kualitas rekaman layak didengar telinga. IM : port
mencoba memotong jalur distribusi konvensional lewat jalur digital. Seorang artis
tidak harus menunggu setahun untuk buat album. Jadi proses berkarya menjadi
lebih cepat.
Setiap lagu dihargai Rp 5.000,00 yang dipotong dari pulsa atau tagihan bulan
pelanggan ponsel. Jumlah itu dibagi untuk operator ponsel sebesar Rp 2.500,00.
Sisa Rp 2.500,00 dibagikan kepada IM : port dan artis, masing-masing menerima
Rp 1.250,00. Hak cipta lagu tetap berada di pihak pencipta. Masyarakat bisa
mendengar koleksi IM : port dengan cara men-down load lagu lewat situs
internet www. Importmusik.com. Lagu-lagu anda akan dikontrak edar oleh IM : port
selama dua tahun. Jadi tunggu apa lagi ! Buat lagu mulai sekarang !
BAB IX PROMOSIKAN LAGU ANDA Menulis lagu dari hati 119
.................................................
Lagu “Kenangan Terindah” digunakan sebagai nada sambung pribadi dan telah
diaktivasi oleh sejuta pengguna RBT.
Intro : F Dm Bb F
F
Aku yang lemah tanpamu
Dm Bb
Aku yang rentan karena
F
Cinta yang t'lah hilang
F
Darimu yang mampu menyanjungiku
F
Selama mata terbuka
Dm
Sampai jantung tak berdetak
Bb F
Selama itu pun aku mampu
F
Untuk mengenangmu
120 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Gm Dm
Darimu ku temukan hidupku
Gm Dm Bb B C
Bagiku kaulah cinta sejati
Reff :
F Em
Bila yang tertulis untukku
Dm C
Adalah yang terbaik untukmu
Bb Am
Kan ku jadikan kau
Gm C
Kenangan yang terindah dalam hidupku
F Em
Namun takkan mudah bagiku
Dm C
Meninggalkan jejak hidupku
Bb Am
Yang t'lah terukir abadi
Gm C F
Sebagai kenangan yang terindah
BAB IX PROMOSIKAN LAGU ANDA Menulis lagu dari hati 121
.................................................
Cipt : Widya Swara
Adagio Editor : Fenny R.S.
C = do
4/4 Intro C G F C C G F C
C
.
4 3 2 1 2 4 3 4 5 5 4 3 2 1 2 .
6 .
7 1 7 1 2 1 .
F C G C
.
1 . 7 6 5 . . . 6 5 5 6 5 4 3 . . .
Ha ri i ni a ku ber u lang ta hun
F C G C
. . . .
1 1 7 6 5 . . . 4 5 6 5 7 2 1 . . .
Ma ma dan pa pa be ri ka do un tuk ku
C F Dm G C
3 5 5 5 5 4 6 6 . 6 7 7 6 7 5 . . .
122 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
C F Dm G C
.
3 5 5 5 4 4 6 6 . 6 7 6 7 1 . . .
Ha di ah u lang ta hun ku ba gus se ka li
Orang-orang yang sukses berkata : “Apa yang dapat saya berikan untuk
mereka?” ; orang-orang yang gagal berkata : “Apa yang dapat mereka berikan
untuk saya?”
Winners : “What can I do for them?” ; losers : “What can they do for me?”
BAB IX PROMOSIKAN LAGU ANDA Menulis lagu dari hati 123
.................................................
Sebelum anda membuat kesepakatan dengan pihak-pihak yang berkepen-
tingan di industri musik, pelajari terlebih dahulu isi pasal demi pasal perjanjian.
Jangan sampai timbul kerugian di kemudian hari. Apabila anda tidak mengerti
hukum, berkonsultasilah dengan orang yang mengerti hukum sebelum anda
membuat keputusan untuk menandatangani suatu kontrak.
Penulis lagu mendapatkan penghasilan seperti di bawah ini :
a. Penerbitan Musik
Istilah penerbitan musik terasa asing bagi telinga orang Indonesia. Untuk
lebih mudah, penerbitan musik bisa juga berarti major label atau produser
rekaman yaitu orang atau badan hukum yang pertama kali merekam atau
memiliki prakarsa untuk membiayai kegiatan perekaman suara atau bunyi
lainnya. Apabila anda bekerja sama dan menandatangani kontrak dengan
major label, maka pembagiannya sama rata yakni 50 % - 50 %. Tapi dalam
dunia bisnis musik apalagi anda sebagai pendatang baru tentu ada nego-
siasi lain yang perlu dipertimbangkan. Anda harus belajar cara bernegosiasi
atau anda bisa delegasikan atau memberi kuasa pada seorang pengacara
dan honor pengacara bisa anda bicarakan terlebih dahulu.
b. Penghasilan Mekanis
Pengertian penghasilan mekanis adalah ketika sebuah album rekaman terjual.
Penjualan itu akan menghasilkan royalti atas setiap lagu dalam album itu. Di
Indonesia, tarif mekanis yang berlaku adalah Rp 1.000,00 per lagu per album.
124 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Tarif ini disesuaikan setiap waktu untuk mengimbangi inflasi. Untuk lebih
detail anda bisa pelajari isi kontrak dalam pasal yang membahas penghasilan
mekanis. Biasanya aturan main antara major label yang satu dengan major label
lain berbeda.
c. Penghasilan Sinkronisasi
Penghasilan sinkronisasi diperoleh sang penulis dan major label apabila lagu
nya digunakan di film, pertunjukan TV, format multimedia atau bagian dari
sebuah iklan. Tidak ada tarif baku seperti halnya upah minimum. Dan itu harus
dinegosiasikan antara major label (yang menjual lisensi) dan pemakai (yang
membeli lisensi).
Sebelum menandatangani kontrak, perlu mempertimbangkan faktor-faktor
berikut ini untuk menentukan tarif lagu tersebut
1. Bagaimana lagu itu digunakan
- Apakah lagu digunakan hanya sekilas atau seluruh lagu ?
- Apakah lagu itu menjadi bagian dari film ?
- Apakah hanya sebagai latar belakang sebuah dialog ?
- Apakah lagu tersebut digunakan sekali dalam produksi atau berulang kali ?
2. Sifat produksi
- Apakah lagu digunakan dalam iklan lokal, regional atau nasional ?
- Apakah digunakan di film, pertunjukan TV Jaringan atau TV kabel ?
- Apakah untuk non siaran seperti company profile, atau pameran industri?
3. Hak cipta yang diperlukan untuk produk lain
Suatu produksi film yang langsung muncul dalam bentuk CD, DVD dengan
menggunakan lagu anda, besar tarif lagu dapat dinegosiasikan. Tetapi
anda harus mencoba mendapatkan bayaran sebesar mungkin, karena anda
tidak akan mendapat tambahan walaupun CD atau DVD terjual satu juta kopi.
4. Waktu penggunaan lisensi
Berapa lama waktu penggunaan lisensi? Biasanya pembeli lisensi meminta
BAB X PENGHASILAN PENULIS LAGU Menulis lagu dari hati 125
.................................................
Waktu tiga atau lima tahun dan bisa diperpanjang.
d. Royalti Cetakan
Uang yang dihasilkan dari penjualan lagu yang secara fisik dicetak disebut
royalti cetakan. Royalti cetakan mencakup buku partitur lagu atau transkrip
nada demi nada. Aransemen untuk orkestra atau marching band sekolahan
juga bisa menghasilkan uang. Kontrak pencetakan harus anda pisahkan dari
kontrak major label karena pendapatan dari royalti cetakan bisa sangat besar.
e. Hak Cipta Pertunjukan Dramatik
Hak cipta ini mencakup hak menampilkan lagu anda dalam drama/film karena
tipe pertunjukkan ini menetapkan harga tiket masuk. Pembayarannya berda-
sarkan persentase penjualan tiket bruto.
Apabila syair lagu anda dipakai dalam skenario film di mana film tersebut
sangat tergantung syair lagu anda, maka anda akan mendapat penghasilan
lain. Jadi sebisa mungkin anda pisahkan hak cipta pertunjukan dramatik dari
negosiasi dengan major label.
f. Penghasilan dari Pertunjukan Publik
Pertunjukan publik mencakup penggunaan lagu di TV, radio, konser, kafe,
hotel dan tempat-tempat umum di mana musik anda diputar atau dimain-
kan. Apabila lagu anda sering diputar atau dimainkan untuk konsumsi publik,
royalti atas penggunaan lagu itu dibayarkan kepada penulis dan major labelnya.
Di Indonesia organisasi yang menangani untuk memonitor penggunaan
lagu adalah YKCI (Yayasan Karya Cipta Indonesia). YKCI bertugas memo-
nitor pertunjukan publik dan mendistribusikan royalti-royaltinya. YKCI hanya
mene-rima dua lagu dari seorang penulis lagu atau grup band. Organisasi ini
menjadi perwakilan eksklusif anda sebagai penulis lagu. YKCI akan mengum-
pulkan pembayaran dari pengguna musik seperti jaringan TV, TV kabel, radio,
kafe, hotel dll. Alangkah baiknya, jika anda meminta informasi mengenai
perhitungan lagu anda. Berapa jumlah uang yang akan anda dapatkan dan
126 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
penghasilan tersebut anda bagi sama rata dengan major label sesuai
dengan perjanjian.
Sebagaimana diketahui bahwa selama ini pencipta lagu mendapatkan
honor yang dinilai secara flat pay, tanpa memperhitungkan jumlah unit kaset
atau CD yang dijual, disertai dengan bonus apabila lagunya terpilih di urutan
pertama sampul kaset dan mendapat honor tambahan bila dijadikan seleksi,
kompilasi dan sebagainya. Perbedaan cara flat pay dengan sistem royalty
adalah dalam hal besar uang yang diterima di muka. Dengan cara flat pay
uang muka lebih besar dari pada sistem royalty. Tetapi sistem royalty
memberikan kemungkinan menerima penghasilan sangat besar di kemudian
hari jika kaset atau CD laku terjual dan semua lagu dalam kaset mendapat
royalty selain lagu pertama anda. Sistem royalty berlaku sampai generasi
penerus anda.
Ebiet G. Ade Yovie W.
Guruh Soekarno Putra
Orang-orang yang sukses giat berpikir, orang-orang yang gagal malas berpikir.
Winners have time to think, losers are lazy to think.
BAB X PENGHASILAN PENULIS LAGU Menulis lagu dari hati 127
.................................................
Cipt : Tigita
Editor : Lukas H.
Andante
do = es Cm G7
4/4
b w
bb
3 3 6 6 . . 6 6 5 6 7 6 7 1 7 0 7 7 1
. .
ber den dang a yo ber den dang me la yu sia pa sa
mu sik nya mu sik me la yu yang mer du go yang nya
Fm Cm
.
b .
bb
.
. . .
. 2 . .
. 3 1
2 . 3 2 2 7 6 6 . . .. 3 3 6 .
6 . 6 6 5 6
ja bo leh ber ga bung le pas kan s'ga la ma sa
nya jo get me la yu la gu nya li rik me la
G7 Fm
b . . .
bb
.
7 . 6. 7
.
1 7 0 7 1
. . .
2 . 3
. ..
2 . 2 2 2 3
. . .
1 7 6
.
lah yang a da ma ri lah ber den dang gem bi
yu yang in dah a yo lah ber den dang ber sa
128 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Cm G7 Cm
. . . .
b
bb
. . . . .. . . 2. .. . . . . .
.
6 . 0 3 4 3 2 . 1 7 7 . 2 3 . 1 . 7 6 1 . 1 2 1
ra ber nya nyi lah se mu a me na ri lah ber sa ma ja ngan ta
ma
G7 Cm
. . Fm
b . .
bb
. . . . . ... . . . . ... . . .
7 6 5 6 2 4 3 4 5 4 3 3 4 3 2 . 1 7 7 . 2 3 2 .
kut a tau pun ra gu tak u sah ma lu ma lu goyang kan
Cm G7 Cm
b . .
bb
.. .
. . . . 1 . . . 1. 2. . ..
1 . 7 6 1 . 1 2 7 3 7 2 3 6 . .
.
lah ba dan mu sam bil ber dendang me la yu
b
bb
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BAB X PENGHASILAN PENULIS LAGU Menulis lagu dari hati 129
.................................................
Cerita tentang para maestro komponis Indonesia begitu menarik untuk kita
simak. Nama-nama mereka begitu melegenda. Mereka telah berjasa mem-
beri warna musik Indonesia melalui hasil-hasil karyanya yang pernah terkenal.
Untuk Indonesia khususnya dunia musik, kita bisa menyebut nama-nama yang
melegenda antara lain W.R. Supratman, Kusbini, Ismail Marzuki, Gesang, Ibu Sud,
A.T. Mahmud, Tonny Koeswoyo (Koes Plus), Titiek Puspa, Gombloh, H. Rhoma
Irama, Pance Pondaag, Fariz RM dan Iwan Fals
Mereka bisa menjadi maestro komponis Indonesia karena komitmen dan
keteguhan sikap mereka dalam berkarya di masa lalunya. Mereka mempunyai
sikap profesional di bidangnya, yaitu ia berprofesi dan berjuang di jalan yang
mereka yakini sebagai pilihan hidupnya sampai tarikan nafas terakhir yaitu musik
Indonesia. Sebagaimana kita semua mengetahui setiap tahun musisi baru dilahir-
kan. Namun apakah mereka nanti akan menjadi sang maestro? Dan apakah
mereka menyadari bahwa menjadi sang maestro itu nikmat karena mereka telah
dan akan mewariskan karyanya kepada masyarakat. Karya yang mempunyai
tingkat memori (kenangan) tinggi, mewariskan keindahan sebagai karya seni
musik / lagu. Di bidang keuangan mereka sebagai komoditas hasil industri yang
dapat diwariskan untuk keturunannya.
Sekarang yang menjadi pertanyaan di benak kita, kriteria apa yang dapat
menjadikan sebuah lagu bisa dikategorikan lagu yang melegenda sehingga
penciptanya bisa terkenal menjadi sang maestro komponis? Secara sederhana
130 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
lagu itu sudah pasti memang disukai dan dikenal semua lapisan masyarakat.
Tanpa memilahnya berdasarkan umur maupun jenis musiknya. Tetapi lagu itu
sudah tentu lagu yang sudah pernah beredar paling tidak 5 tahun atau lebih.
Untuk lagu-lagu dari daerah Indonesia, misalnya “Butet”, “Gundul-Gundul Pacul”,
“Ampar-Ampar Pisang”, “Angin Mamiri, “Yamko Rambe Yamko” dan banyak
lainnya itu, meskipun tanpa diketahui siapa nama penciptanya, lagu ini begitu tidak
asing di telinga kita. Itu tidak lain karena lagu-lagu tersebut mempunyai nilai
keunikan yang bisa dijual atau unique selling point (USP). Arah, jenis dan konsep
yang kuat. Apakah itu kata-kata atau liriknya, irama atau melodi khas dan
berkarakter, aransemen musik termasuk intro yang mudah dikenali, suara penya-
nyi, pesan atau visi lagu, yang biasanya memotret kondisi dan situasi pada
zamannya. Dari judulnya tentu saja kebanyakan soal cinta tapi di sisi lain yang
terpenting adalah lagu itu benar-benar mempunyai makna mendalam di hati pen-
ciptanya. Sekarang kita membahas masalah yang lebih fokus lagi yaitu bagaimana
lagu yang berhasil melegenda. Sebuah lagu berhasil melegenda jika mempunyai
karakter yang kuat, menimbulkan inspirasi, melodi dan syair lagu yang mudah
dipahami, merdu bila didengarkan.
Ciri lain yang harus terpenuhi adalah pesan yang diceritakan atau visinya jelas
walaupun terkadang masyarakat tidak begitu paham artinya. Ingat bahwa musik itu
bersifat universal, karena yang didengar melodinya terlebih dahulu bukan soal
suara. Tiap lagu daerah itu berbeda cara menyanyikannya (cengkoknya). Dengan
demikian lagu tersebut menjadi terkenal karena unsurnya sudah lengkap.Untuk
lagu daerah (etnik) sudah jelas ciri ini terasa dan tergambar dari bahasa yang
dipakai sebagai lirik, irama / melodi sebagai aransemen musik terpenuhi.
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 131
.................................................
WAGE RUDOLF SUPRATMAN
Pencipta lagu Indonesia Raya
Ia lahir di Jatinegara, Jakarta tanggal 9 Maret 1903. Ia menamatkan sekolah
dasarnya di Jakarta kemudian melanjutkan ke Normaal School Ujung Pandang.
Setelah menyelesaikan pendidikan, ia masih tetap tinggal di Ujung Pandang
dan sempat bekerja sebagai guru sekolah dasar. Kemudian bekerja di perusa-
haan dagang. Kebolehannya bermain musik biola serta
menggubah lagu diperoleh dari kakaknya semasa men-
jalani pendidikan dan be- kerja di Ujung Pandang.
Kilas balik dari lahirnya lagu “Indonesia Raya” sen-
diri adalah berawal dari keti- ka beliau membaca sebuah
karangan dalam majalah Tim- bul. Penulis karangan terse-
but menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk mencipta-
kan lagu kebangsaan. Supratman yang berjiwa
kebangsaan tinggi merasa tertantang. Sejak itu, ia mulai
menggubah lagu. Dan pada tahun 1924, lahirlah lagu
“Indonesia Raya”.
Ketika kongres pemuda II, yakni kongres yang
melahirkan Sumpah Pemuda dilangsungkan di Jakarta bulan Oktober 1928,
secara instrumentalia Supratman memperdengarkan lagu ciptaannya itu pada
malam penutupan acara tanggal 28 Oktober 1928. Di situlah saat pertama kali
lagu tersebut dikumandangkan di depan umum. Lagu yang sangat menggugah
jiwa patriotis itupun dengan cepat terkenal di kalangan pergerakan nasional.
Ketika Indonesia sudah memperoleh kemerdekaan, para pejuang
kemerdekaan menjadikan lagu “Indonesia Raya” sebagai lagu kebangsaan. W.R.
Supratman meninggal di Surabaya tanggal 17 Agustus 1938, dikukuhkan
sebagai pahlawan nasional atas segala jasa-jasanya untuk bangsa Indonesia.
132 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” lahir pada tahun 1928 tercipta hanya karena
ada tantangan dari penulis dalam majalah Timbul.
Cipt : W.R. Supratman
Intro : G D C G
G
Indonesia Tanah airku,
D
Tanah tumpah darahku
G
Di sanalah aku berdiri, jadi pandu Ibuku
C
Indonesia, Kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku
G D G
Marilah kita berseru, Indonesia bersatu
C G
Hiduplah tanahku, Hiduplah Negriku,
D G
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 133
.................................................
C G
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka
D G
Tanahku Negriku yang kucinta
C G
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka
D G
Hiduplah Indonesia Raya
C G
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka
D G
Tanahku Negriku yang kucinta
C G
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka
D G
Hiduplah Indonesia Raya
134 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
KUSBINI
Lahir di desa Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur tanggal 1 Januari 1910. Ia
memulai karirnya bersama Jong Indisce Stryken Orkest (Jitso), sebuah
kumpulan musik keroncong di Surabaya. Merasa belum puas dengan penge-
tahuan musik yang didapatnya secara otodidak, Kusbini mengikuti pendidikan
musik Apollo di Malang.
Seluruh pelosok ne- geri Nusantara pernah men-
dengar dan menyanyikan lirik indah salah satu lagu “Ba-
gimu Negri”. Dia berhasil menciptakan lagu fenomenal
tersebut yang tetap diku- mandangkan hingga saat ini.
Lagunya sanggup mem- bangkitkan semangat nasi-
onalisme dan cinta tanah air Indonesia. Boleh dikatakan,
ia termasuk salah satu peju- ang kemerdekaan yang berju-
ang lewat karya dan lagu.
Kusbini juga ikut me- nyempurnakan teks lagu ke-
bangsaan “Indonesia Raya”. Beliau memperoleh penghor-
matan dari pemerintah be- rupa anugerah seni pemerintah
Republik Indonesia. Beliau wafat pada 28 Februari 1991 di
kediamannya yang sederhana di Pengok, Yogyakarta dan dikebumikan dengan
iringan musik lagu perdamaian yang diciptakannya sendiri.
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 135
.................................................
Lagu “Bagimu Negri” lahir pada jaman perjuangan pada tahun 1942. Lagu itu
sanggup membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air Indonesia.
Cipt : Kusbini
Intro : G C G
G
Padamu Negri, kami berjanji
C G D
Padamu Negri, kami berbakti
G
Padamu Negri, kami mengabdi
C G D G
Bagimu Negri, jiwa raga kami.
Cokelat
136 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
ISMAIL MARZUKI (1914-1958)
Komponis Pejuang Legendaris
Sebagai komponis, dia dikenal produktif dan pandai melahirkan karya-karya
yang mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat. Dalam bermusik, dia
mempunyai kebebasan berekspresi, leluasa bergerak dari satu jenis aliran musik ke
jenis aliran musik lain. Ia juga mempunyai kemampuan menangkap inspirasi
lagunya dengan beragam tema. Keterpesonaan Ismail
Marzuki pada sisi-sisi romantisme masa perjuangan
melahirkan lagu-lagu bertema cinta dan perjuangan.
Meski lagu-lagu karyanya tampak sederhana, syairnya
sangat kuat, melodius, dan punya nilai keabadian. Lagu-
lagunya hingga sekarang masih tetap hidup dan disukai
tua dan muda seperti “Sepasang Mata Bola”,
“Selendang Sutra”, “Melati di Tapal Batas”, “Aryati”, “Jangan
Ditanya ke Mana Aku Pergi”, “Payung Fantasi”, “Sabda
Alam”, “Kopral Jono” dan “Sersan Mayorku”.
Gelar pahlawan nasi- onal dianugerahkan kepa-
danya bersama lima putra terbaik bangsa lainnya, yakni
Maskoen Soemadiredja, Andi Mappanyukki, Raja Ali Haji, KH. Achmad Ri'fai, dan
Gatot Mangkoepradja. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan
dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November, di Istana Negara Rabu
(10/11/2004). Ismail Marzuki memang seorang komponis besar yang sampai saat ini
boleh jadi belum ada yang dapat menggantikannya. Sudah selayaknya diberikan
penghormatan padanya sebagai pahlawan nasional. Karya-karya Ismail Marzuki
memang kaya, baik soal melodi maupun liriknya. Ia pun menciptakan lagu dengan
bermacam warna, salah satunya keroncong, di antaranya “Bandung Selatan di
Waktu Malam” dan “Selamat Datang Pahlawan Muda”.
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 137
.................................................
Cipt : Ismail M.
Intro : C G C
C
Tanah airku Indonesia
G7
Negeri elok amat ku cinta
Tanah tumpah darahku yang mulya
C
Yang ku puja spanjang masa
C
Tanah airku aman dan makmur
F
Pulau kelapa yang amat subur
C
Pulau melati pujaan bangsa
G7 C
Sejak dulu kala
C G7 C
Melambai-lambai nyiur di pantai
G7 C G7
Berbisik bisik raja klana memuja pulau
C F C
Yang indah permai tanah airku Indonesia
138 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
GESANG MARTOHARTONO
Sang Maestro Keroncong
Tak banyak penyanyi atau pemusik Indonesia yang bisa menjadi legenda
di masyarakat. Salah satunya adalah Gesang, pencipta lagu “Bengawan Solo”.
Lagu itu adalah lagu keroncong yang mampu menyeberangi lautan. Lagu yang
sangat digemari di Jepang. Lagu merupakan bahasa universal yang mampu
melintasi dunia. Lagu ini telah menjembatani pertukaran
kebudayaan antara Jepang dan Indonesia.
Lagu "Bengawan Solo" yang berlanggam keroncong,
sangat terkenal di Jepang. Orang Jepang langsung tahu bila
kita menyebut "Bengawan Solo", karena sudah sejak lama
mereka kenal. Terutama bagi mereka yang sudah berusia
lanjut. Mendengar lagu ini menimbulkan adanya perasaan
nostalgia. Demikianlah me- lalui "Bengawan Solo" yang di-
gubah, telah tumbuh pertu- karan yang bersejarah antara
rakyat Jepang dan Indo- nesia. Lagu "Bengawan Solo"
masuk ke Jepang pertama kali sekitar setengah abad lalu di
kala masa perang. Pada waktu tentara Jepang mendarat
di Pulau Jawa, lagu itulah yang radio perdengarkan secara luas di kalangan
serdadu Jepang serta orang-orang Jepang yang berada di Indonesia.
Seusai perang, berkat para tentara Jepang dan orang-orang perusahaan
dagang Jepang yang pulang kembali ke negerinya, lagu tersebut kerap terpelihara
eksistensinya. Bahkan lagu "Bengawan Solo" dengan syair bahasa Jepang
menjadi sangat populer. Konon orang-orang Jepang yang mendengar lagu itu
merasakan ketenangan hati serta nostalgia. Mereka mengingatkan masa
mudanya karena melodi lagu itu serupa dengan lagu rakyat Jepang. Pada mulanya
lagu "Bengawan Solo" disangka lagu rakyat yang komponisnya tidak dikenal,
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 139
.................................................
dan itu berlangsung lama. Akan tetapi ada orang-orang Jepang yang berdaya
upaya bagi terjalinnya pertukaran antara rakyat Jepang dengan Indonesia.
Mereka mencari melodi-melodi indah dari negeri-negeri lain dan membantu para
komponis yang terlupakan.
Setelah mencari dan melacak keberadaan penggubahnya, Gesang pada
tahun 1989, dengan dana yang dikumpulkan dari Himpunan Persahabatan
Jepang-Indonesia di berbagai tempat di Jepang, telah dibentuk Dana Himpunan
Gesang dengan alasan bahwa lagu "Bengawan Solo” bersifat Abadi. Bahkan
sampai didirikan sebuah monumen patung setengah badan Gesang di Taman
Jeruk, kota Solo. Lagu merupakan bahasa umum yang melintasi dunia.
"Bengawan Solo" yang melintasi batas negara, dengan memperkayakan hati
manusia telah menjembatani pertukaran kebudayaan antara Jepang dan
Indonesia.
140 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Lagu "Bengawan Solo" yang berlanggam keroncong telah menjembatani pertu-
karan kebudayaan pada antara Jepang dan Indonesia.
Cipt : Gesang
Intro : F Bb C F
F Bb C F
Bengawan Solo, riwayatmu ini
F C F
Sedari dulu jadi perhatian insani
F Bb C F
Musim kemarau, tak seberapa airmu
F C F
Di musim hujan air meluap sampai jauh ...
Reff :
F Bb
Mata airmu dari Solo
F
Terkurung gunung seribu
F Bb
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut ..
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 141
.................................................
F Bb C F
Itu perahu, riwayatmu dulu
F C F
Kaum pedagang s'lalu naik itu perahu
Kembali ke reff
Orang-orang yang sukses penuh percaya diri, orang-orang yang gagal mudah
percaya pada nasib.
Winners believe in themselves, losers put their trust in fate.
142 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
SUDIBJO, SARIDJAH BINTANG
Sang Penghibur Anak
Lebih dikenal sebagai ibu Sud, pencipta lagu yang paling akrab dengan
anak-anak sekolah. Ia lahir di Sukabumi pada tanggal 26 Maret 1908. Ia
anak bungsu dari 13 saudara. Ayahnya Muhammad Ning adalah seorang Bugis,
bekas pelaut yang berhenti bekerja di laut untuk ikut bekerja sebagai pengawal
pribadi Dr. Mr. Kramer, seorang jaksa Belanda di Suka-
bumi. Karena kesetiaan- nya bekerja pada Kramer, maka
putri bungsunya diangkat sebagai anak, di-sekolahkan
dan akhirnya menjadi se- orang guru.
Pada waktu itu Indo- nesia belum merdeka. Indone-
sia masih dijajah oleh Belanda. Ibu Sud mengajarkan
lagu-lagu bahasa Belanda pada anak-anak Indonesia.
Perasaannya begitu sedih karena pada masa itu lagu-lagu
Indonesia hampir tidak ada. Jadi sulit baginya untuk
mengajarkan keindahan negerinya sendiri lewat lagu-
lagu berlirik bahasa Indone- sia. Ketika menjadi guru itulah,
ia mulai menaruh minat pada dunia penciptaan lagu.
Karya-karyanya sa- ngat banyak, dan semuanya
dihafal dengan baik oleh anak-anak sekolah, misalnya “Berkibarlah Benderaku”,
“Bendera Merah Putih”, “Indonesia Tumpah Darahku”, “Tanah Airku”, “Akulah
Pahlawan”, “Kupu-kupu”, “Burung Kutilang”, “Menanam Jagung” dan masih
banyak lagi.
Ada kisah menarik di balik proses penciptaan lagu “Hujan di atas Genting”.
Pada waktu itu, ibu Sud tinggal di rumah sederhana dan masih kontrak. Hari
menjelang sore, awan mendung tanda hujan segera tiba. Tak berapa lama
hujanpun turun dengan deras. Atap genting rumah bocor, air hujan menetes-netes
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 143
.................................................
dan ia menyediakan ember untuk tempat air hujan. Suara air hujan yang menetes-
netes ke ember dan mengguyuri atap genting, mengilhaminya untuk membuat
lagu tersebut.
Kisah patriotik di balik lahirnya lagu “Berkibarlah Benderaku”, ketika itu ibu Sud
melihat pimpinan RRI Bapak Yusuf Ronodipuro dipaksa Belanda untuk
menurunkan bendera Merah Putih yang berkibar di depan kantornya. Bapak Yusuf
dengan gagah berani menolak perintah Belanda walau dirinya diancam akan
ditembak. Perasaan ibu Sud begitu terbakar melihat kejadian itu sehingga dirinya
begitu bersemangat untuk menggambarkan kejadian tersebut. Hingga kemudian
dituangkan kejadian itu dalam lagu “Berkibarlah Benderaku”.
Merdeka atau mati!
Orang-orang yang sukses berpikir jernih, orang-orang yang gagal berpikir ragu-
ragu.
Winners think “green”, loser think “red”..
144 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Cipt. Ibu Sud
Intro : D A D
D
Ayo kawan kita bersama
A D
Menanam jagung di kebun kita
D
Ambil cangkulmu, ambil pangkurmu
A D
Kita bekerja tak jemu-jemu
D
Cangkul, cangkul, cangkul yang dalam
A D
Tanah yang longgar jagung kutanam
D
Beri pupuk supaya subur
A D
Tanamkan benih dengan teratur
D
Jagungnya besar lebat buahnya
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 145
.................................................
A
Tentu berguna bagi semua
D
Cangkul, cangkul, aku gembira
A D
Menanam jagung di kebun kita
Orang-orang yang sukses selalu bertahan, orang-orang yang gagal berhenti
terlalu awal.
Winners never quit, losers quit too soon and too readily.
146 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
ABDULLAH TATONG MAHMUD
Ia lahir di kota Palembang, Kampung 5 Ulu Kedukan Anyar pada tanggal
3 Februari 1930. Pendidikan terakhirnya jurusan Bahasa Inggris tahun 1959 dan
mengajar pada SGA jl. Setiabudi, Jakarta Selatan. Kemudian ia mengajar
di sekolah Guru Taman Kanak-Kanak (SGTK) di jl. Halimun, Jakarta Selatan. Di
SGTK inilah bakat musik-nya tumbuh dengan subur, khususnya mencipta lagu
a n a k - a n a k . B a g i A . T. Mahmud, anak-anak memiliki
jiwa lugu, sederhana dan jujur. Hal itu tercermin dalam
lagu anak-anak yang di- ciptakannya, seperti “Pelangi”,
“Aku Anak Gembala” dan “Ambilkan Bulan”. Ia menang-
kap jiwa anak-anak sehing- ga lahirlah lagu anak-anak
yang sederhana iramanya dan lugu kata-katanya. Tak ada
melodi cengeng dalam lagu- lagunya. Juga tidak ada kata-
kata orang dewasa terung- kap dalam lagu anak-anak.
Kekuatan A.T. Mahmud adalah kemampuannya menu-
angkan jati diri sang anak dalam kata dan melodi lagu
anak-anak. Lewat lagu yang diciptakannya terdapat gema di
hati anak-anak, juga di hati para orang tua yang ikut dibuai
sentuhan irama lagu-lagu anak yang murni dan tulus. Tidak mengherankan bila
lagu-lagu ciptaan A.T. Mahmud memperoleh sambutan dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Lagu-lagu itu abadi tanpa batas waktu, mengalir bagaikan
air tak putus-putusnya. A.T. Mahmud mendapatkan inspirasi lagu “Pelangi” dari
anaknya Rika, 5 tahun. Kisah itu berawal ketika sehabis hujan gerimis, Rika
dijemput dari sekolah taman kanak-kanak. Ketika berada di atas jembatan, tiba-
tiba terdengar Rika setengah berteriak, “Pelangi!” Sambil menunjuk ke arah
langit di sebelah kiri. Di langit yang terbuka, terbentang, tanpa penghalang
pandangan, tampak pelangi, dengan warnanya merah - kuning -hijau. Pelangi
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 147
.................................................
menampakkan diri di bumi, indah melengkung melambung setengah lingkaran.
Dalam perjalanan pulang, di tengah keramaian lalu-lintas, kata pelangi sela-lu
mengiringi pikiran dan perasaannya. Di atas motor, ia menuruti gerak hatinya
sambil menyusun kata-kata dalam untaian melodi...pelangi...pelangi,diteruskan
dengan. ....alangkah.......indahmu.....apa lagi! Warnanya.....merah, kuning,
hijau..Dimana ? Di langit yang biru.... ungkapan itu diulangi beberapa kali di atas
motor. Di rumah, sambil memetik gitar, A.T. Mahmud mencoba melengkapi
kata-kata nyanyian. Dia memperhatikan Rika
yang sedang bermain- main di dekat meja ma-
kan, seolah mencari ban- tuan pada Rika, apa-
lagi yang mungkin dipikir- kannya pada saat me-
mandang Pelangi. Sega- la sesuatu di langit dan
bumi tentu ada yang men- ciptakan yaitu Tuhan.
Dan akhirnya lagu “Pela- ngi” dapat ditulisnya.
Walau lirik-lirik lagu A.T. Mahmud sederhana te-
tapi mempunyai makna yang dalam. Karyanya
yang berjudul “Cicak di Dinding”, liriknya seder-
hana, lagu tersebut mengajari kita agar tidak khawatir dalam hal rezeki. Manusia,
hewan dan tumbuhan, rezekinya sudah dijamin Tuhan. Rezeki makanan tanaman
dan hewan hukumnya sudah pasti walau tanaman tumbuh di suatu tempat dan
tidak bergerak sama sekali tetapi ia mendapat makanan dari sekitarnya. Demikian
juga dengan hewan, ia diberi insting kuat dalam mencari makanan. Berbeda
dengan rezeki manusia, walau rezeki manusia sudah dijamin Tuhan namun
manusia dituntut untuk berusaha dan bekerja keras disertai dengan doa karena
manusia diberi akal dan hati oleh Tuhan. “Cicak-cicak di dinding...diam-diam
merayap ....datang seekor nyamuk...hap...hap...lalu ditangkap.
148 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Pelangi
Cipt : A.T. Mahmud
D A
Pelangi pelangi, alangkah indahmu
D
Merah kuning hijau di langit yang biru
G D A
Pelukismu agung siapa gerangan
D A D
Pelangi pelangi ciptaan Tuhan
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 149
.................................................
TONY KOESWOYO
Ia lahir di kota Tuban, Jawa Timur, 19 Januari 1936. Koestono Koeswoyo
adalah pimpinan dari grup Koes Plus. Tonny dapat memainkan tiga alat musik yaitu
piano, gitar dan keyboard. Ia juga menciptakan lirik yang indah serta penuh makna
dengan gaya bahasa yang sederhana namun penuh arti. Chrisye yang menya-
nyikan lagu ciptaan Tonny Koeswoyo “Cintamu tlah Berlalu” dalam salah satu
albumnya mengatakan lirik yang dibuat Tonny sangat
dalam dan puitis.
Grup musik yang seka- rang banyak bertumbuh ba-
rangkali harus cemburu kepada Koes Bersaudara
yang memiliki Tonny Koes- woyo. Bagaimana tidak? Se-
bagai inspirator dan jiwa grup musiknya, Tonny adalah pe-
metik gitar, penata musik dan pencipta lagu yang sulit dicari
tandingannya. Kiprahnya semakin bertambah dalam
Koes Plus dan menghasilkan lebih dari 200 lagu yang masih
disukai sampai saat ini. Dengan lagu-lagunya itu
Tonny sekaligus meletakkan dasar industri musik Indone-
sia yang dikenal sekarang.
Beranjak remaja, naluri musiknya semakin menggebu-gebu dan ia minta
dibelikan gitar, biola dan buku-buku musik. Ayahnya, Koeswoyo memenuhi
permintaan itu untuk mengalihkan kegiatan anak-anaknya supaya jangan ikut-
ikutan berkelahi. Tony rajin mengikuti berbagai kegiatan kesenian mahasiswa
seperti GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), HMI (Himpunan
Mahasiswa Indonesia), dan berpartisipasi sebagai pemusik. Ia juga suka hadir di
pesta-pesta dan ikut memainkan lagu-lagu yang sedang digandrungi anak muda
saat itu. Tekadnya bermusik justru semakin bergelora ketika duduk di bangku SMA.
Di sekolah ia membentuk band “Gita Remaja” kemudian bersama pelukis Jan
150 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Mintaraga dan Sophan-sophiaan, ia mendirikan band Teenage’s Voice dan “Teruna
Ria”. Tonny menjadi bintang pesta karena begitu mahir membawakan lagu-lagu
barat yang sedang populer waktu itu. Namun, Tonny tetap berusaha memenuhi
harapan bapaknya untuk meneruskan sekolah hingga sampai ke bangku kuliah
sastra Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta. Akan tetapi, secara
diam-diam ia mengajar kakaknya, Jon dan adik-adiknya Nomo, Yon dan Yok
bermain musik. Mereka berlatih dengan peralatan yang dibeli dari gaji Jon dan
uang tabungan ibunya. Gitar, bas, drum dan amplifier mulai menumbuhkan
semangat dan melahirkan keyakinan bahwa mereka juga bisa mendirikan band.
Dari rumah di jalan Mendawai yang ruang tamunya sempit itu pun hampir
setiap hari terdengar suara musik. Mereka menyanyikan lagu-lagu barat yang
sedang populer terutama karya “Kalin Twin” dan “Everly Brothers”. Lagu pop
Indonesia waktu itu dianggap :kampungan” sehingga enggan dibawakan grup
musik remaja termasuk oleh Tonny dan adik-adiknya. Dengan menyandang nama
Kus Bros sekitar tahun 1958, mereka malang-melintang dalam berbagai acara
ulang tahun atau pesta pernikahan hingga sunatan. Honor waktu itu soal kedua,
yang penting bisa tampil di depan publik dan menyantap makanan enak.
Di awal tahun 1960-an grup musik di Indonesia umumnya lebih bangga
menyayikan lagu asing, namun Koes Bersaudara merupakan pelopor mencipta
dan merekam lagu berbahasa Indonesia. Atas permintaan penonton ketika Koes
Bersaudara manggung, mereka terpaksa membawakan lagu-lagu The Beatles,
Kalin Twin dan Everly Brothers. Di tengah situasi ekonomi sulit, Nomo Koeswoyo
mengundurkan diri. Keadaan ekonomi Tonny Koeswoyo pun menurun hingga
menjual radio untuk membeli becak guna menyambung nyawa. Tetapi berusaha
keras eksis di bidang musik dengan merekrut Murry atau Kasmuri membentuk grup
musik yang diberi nama sementara “Free and Peace”, sebelum kemudian
terinspirasi dengan APC PLUS dan Koes Pluslah nama yang dipilih untuk nama
grup yang terdiri dari Tonny, Yon, Yok dan Murry. Maestro musik yang bernama asli
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 151
.................................................
Koestono ini seperti mendapat energi baru dengan masuknya Murry, sehingga
kreatifitasnya tidak terbendung dengan menampilkan irama musik yang lebih ber-
variasi.
Walau mula-mula Koes Bersaudara dan Koes Plus berkiblat musik barat,
tetapi suatu waktu Tonny Koeswoyo berseru agar
musisi Indonesia jangan segan menggali keka-
yaan seni musik tradisi- onal Indonesia. Dan dia
benar-benar berhasil membuktikan dengan
keberhasilannya mera- mu musiknya dengan
warna lokal atau tradi- sional. Hingga hari ini
belum kita temukan mu- sisi sekonsitensi dia da-
lam beridealisme. Hal ini dibuktikan dengan
sejumlah album pop In- donesia, pop Jawa, pop
Melayu, pop Keroncong dan lain-lain. Dengan
berbekal bacaan filsafat yang bersumber dari Al-Quran, Injil, Gitanjali, Bhagawad
Gita Vivekananda dan lain sebagainya, menyebabkan lirik lagu yang dia ciptakan
memiliki bobot. Tidak hanya tema cinta yang diusung oleh Tonny, tetapi merambah
pada tema Ke-Tuhanan, tema nasionalisme, keindahan alam dan lain-lain.
Walaupun pada waktu itu sempat menimbulkan pendapat miring bagi
pengamat musik, konsep mencipta lagu yang berlirik sederhana dan easy listening
menjadikan lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus bertahan hingga 3 dasawarsa
tidak mustahil menjadi lagu rakyat sepanjang masa. Intensitas bermusik yang
tinggi menyebabkan raganya terlupakan, sehingga pada tanggal 27 Maret 1987
penyakit kanker usus mengakhiri hidupnya dalam usia 51 tahun.
152 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Cipt.Tonny K.
Intro : G Am C D
G Am
Hidupku selalu sepi
C D G Em C D
Menjerit dalam hatiku
G Am
Khu hibur s’lalu diriku
C D G
Bernyanyi sedih dan pilu
Reff :
C D G Em C
Matahari kan bersinar sayang oh..
D G Em
Mendung kan tertiup angin
C D G Em
Burung burung kan bernyanyi sayang oh
C D G Em
Menghibur hati yang sedih
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 153
.................................................
C D G Em
Hujan pun akan berhenti sayang oh...
C D G Em C D
Alam pun akan berseri
G Am
Bila senja telah tiba
C D G Em C D
Hatiku tambah sengsara
G Am
Tapi tetap ku bernyanyi
C D G Em
Walau malam telah sepi
Kembali ke reff
154 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
TITIEK PUSPA
Lahir di Tanjung, Kalimantan Selatan tanggal 1 November 1937. Dari kecil,
Titiek suka sekali menyanyi, ia sering nembang musik kesenian tradisional Jawa.
Ketika duduk di bangku SMP tahun 1954, ia mengikuti perlombaan menyanyi
dan mendaftar diam-diam sebab takut dimarahi oleh ayahnya.
Titik bersikeras mengikuti festival atas dorongan teman-temannya. Untuk itu
Titiek atau Soemarti disa- rankan mendaftar dengan
mengubah nama menjadi Titiek Puspo, diambil dari
nama panggilannya Titiek, dan Puspo dari nama
ayahnya sebagai siasat agar tidak ketahuan ayahnya. Soe-
marti setuju lalu mengIndo- nesiakan nama Puspo men-ja-
di Puspa. Maka, lengkaplah nama baru Titiek Puspa se-
buah nama beken yang di kemudian hari melegenda da-
lam jagat dunia musik pop Indonesia. Walau menghadapi
saingan, kebanyakan murid SMA, Titiek yang masih duduk
di bangku SMP berhasil ke- luar sebagai juara pertama.
Selain sebagai penya- nyi Titiek Puspa juga pencipta
lagu ternama. Talenta ini muncul, terdorong oleh
dukungan Mus Mualim, pianis yang sejak tahun 1970 resmi menjadi suami
keduanya. Pada tahun 1963. Lagu klasik “Hidup” karya cipta pertamanya
berhasil ditulis dengan not angka tanpa birama maupun tanda-tanda baca musik
apapun.
Tahun 1964 muncul lagu kedua berjudul “Mama”, tercipta bersamaan
meninggalnya ibu Titiek dan pers sedang memusuhinya pula gara-gara salah
paham. Titiek ketika itu juga diliputi berbagai gosip, kasus perceraian dan per-
juangan hidup berat membesarkan kedua putrinya, Petty dan Ella. Lagu ini mulai
melambungkan nama Titiek Puspa.
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 155
.................................................
Lagu “Bing” yang diciptakannya tahun 1973, berkisah tentang kedekatan hati
dan persahabatannya dengan Bing Slamet. Artis komedi dan penyanyi serba bisa
yang sudah menjadi pujaan hatinya sejak lama, tiba-tiba dikabarkan meninggal
dunia. Berita kematian Bing sampai ke telinga Titiek seperti petir menggelegar
di siang hari. Sayang, Titiek tidak bisa menghadiri pemakaman sahabat yang
memikat hatinya sebab harus mengadakan pertunjukkan ke Singkep, Riau.
Jadilah lagu “Bing” tercip- ta di dalam pesawat dalam
waktu setengah jam.
Lagu-lagu lain kemu- dian bermunculan. Sejumlah
nama penyanyi berhasil terangkat ke permukaan
menjadi artis penyanyi terkenal setelah membawakan
lagu karya Titiek Puspa. Seperti, Lilies Suryani yang
membawakan lagu “Gang Kelinci”, Eddy Silitonga ”Romo
Ono Maling”, “Rindu Sete- ngah Mati”, Acil Bimbo
“Adinda”, serta Euis Darliah “Apanya Dong”. Euis
Darliah juga mem- bawakan lagu “Horas Kasih”
yang pada The World Song Festival di Los Angeles,
Amerika Serikat tahun 1984, berhasil memenangkan
penghargaan Bronze Prize. Padahal Titiek dengan
merendah menyebutkan, lagu itu gampangan saja,
hura-hura, tidak ada hebatnya.
Titiek Puspa terinspirasi mencipta lagu hampir setiap hari, sekalipun kaki
sudah naik ke tempat tidur. Sebab seringkali terjadi, di kepalanya tiba-tiba
muncul notasi-notasi lagu seperti sedang berjalan-jalan. Kemudian, notasi itu
dicoret-coret di atas kertas untuk dijadikan sebuah lagu atau hanya sebagai
onggokan kertas lusuh.
Mencipta lagu bagi Titiek bisa di mana saja dan kapan saja asal bukan di
keramaian dan tidak sedang mengobrol. Sepanjang hayatnya, ia merasakan
156 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
hidup itu indah, menyenangkan dan mengesankan. Titiek Puspa adalah komponis
wanita dengan ratusan karya cipta. Ia tergolong terbanyak karya lagu-lagunya
dibanding wanita komponis lain. Oleh penyanyi juniornya, kepada Titiek Puspa
dibuatkan sebuah album berisi 12 lagu karya cipta Titiek, yang dinyanyikan dan
diaransemen ulang oleh 12 musikus muda berbakat Indonesia. Judulnya “Tribute
to Titiek Puspa”, dimaksudkan sebagai persembahan kepada senior bernama
Titiek Puspa. Titiek Puspa memang layak dihargai, bahkan mungkin harus lebih
dari itu karena dedikasi dan reputasi Titiek pada pengembangan musik sepanjang
hayat.
Orang-orang yang sukses tidak pernah mengeluh, orang-orang yang gagal
menganggap orang lain sebagai penyebab.
Winnershardly complain, losers always point their fingers at others for their failure.
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 157
.................................................
Salah satu karya lama Titiek Puspa dalam album “Tribute to Titiek Puspa” menjadi
populer kembali karena lagu ini diaransemen ulang oleh Peterpan.
Cipt : Titiek Puspa
Intro : D D Bm Em Gm Bm Em A
D
Ada yang benci dirinya
Em A
Ada yang butuh dirinya
D Fis Bm
Ada yang berlutut mencintainya
D A
Ada pula yang kejam menyiksa dirinya
D Em
Kini hidup wanita si kupu-kupu malam
A D
Bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
D Em
Bibir senyum kata halus merayu memanja
A
Kepada setiap mereka yang datang
D Bm
Dosakah yang dia kerjakan
158 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Em Gm
Sucikah mereka yang datang
D Fim Bm
Kadang dia tersenyum dalam tangis
Em G A D
Kadang dia menangis di dalam senyuman
Reff :
D Em
Oh apa yang terjadi .... terjadilah
A D Em
Yang dia tahu Tuhan menyayang umatnya
D Em
Oh apa yang terjadi ... terjadilah
A D
Yang dia tahu hanyalah penyambung nyawa
Intro : D Bm Em Gm D Bm Em A
Kembali ke reff
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 159
.................................................
GOMBLOH
Tutur Sang Trubatur
Biarpun bumi bergoncang, kau tetap Indonesiaku
Andaikan matahari terbit dari barat, kaupun tetap Indonesiaku
Tak sebilah pedang yang tajam dapat palingkan daku darimu
(Kebyar-Kebyar, 1979)
Lirik yang terasa menye- linap ke wilayah jingoisme ini
nyaris seperempat abad berkumandang di saat
persada tercinta merayakan Proklamasi Kemerdekaan di
setiap Agustus. Tanpa sadar lagu yang ditulis dan dipopu-
lerkan Gombloh kini secara tak resmi berdampingan de-
ngan “Padamu Negeri” (Kus- bini), “Berki-barlah Bendera-
ku” (Ibu Sud) atau “Dari Sabang Sampai Merauke”
(R.Surarjo) sebagai lagu-lagu wajib Nasional. Sesuatu yang
tak terpikirkan Gombloh ketika menciptakan lagu ini di perte-
ngahan era 70-an.
Selain itu Gombloh masih menulis banyak lagu bertema
cinta negeri dari lagu bertajuk “Indonesia Kami”, “Indone-
siaku”, “Pesan Buat Negeriku”, “BK” lagu yang bertutur tentang sosok Bung Karno,
sang proklamator. Tapi Gombloh memang seolah trubatur komplit. Dia tak hanya
memuja-muji tanah kelahiran, tak hanya menafsirkan pesan-pesan alam tapi juga
memotret sosial kalangan kelas pekerja bahkan mengedepankan kritik sosial yang
tajam.
Betapa fasihnya Gombloh menuturkan sketsa kehidupan rakyat jelata sehari-
hari. Ini terlihat dari deretan kata-kata yang dirangkainya dalam lagu-lagu
ciptaannya seperti “Doa Seorang Pelacur”, “Kilang-Kilang”, “Poligami Poligami”,
160 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
“Nyanyi Anak Seorang Pencuri”, “Selamat Pagi Kotaku”.
Bahkan Martin Hatch seorang peneliti dari Cornell University mempelajari
lagu-lagu dalam album Gombloh “Berita Cuaca” (1982) dan mengangkatnya dalam
sebuah karya ilmiah bertajuk Social Criticsme In The Songs Of 1980’s Indonesian
Pop Country Singers dan dipresentasikan dalam seminar musik The Society of
Ethnomucicology yang berlangsung di Toronto Kanada pada 2 hingga 5 November
2000. Dalam makalahnya Martin Hatch meneliti kekuatan dan nilai lagu-lagu
Gombloh dalam perspektif kehidupan sosial seperti “Berita Cuaca”, “Hong
Wilaheng Sekareng Bawono Langgeng”, “Denok-Denok Debleng”, “Ujung Kulon
Baloran”, “3600 Detik”, “Kebayan-Kebayan”, “Hitam Putih” dan “Kami dari Alam”.
Memasuki era 80-an, Gombloh mulai menorehkan karya-karya yang
berkonotasi humor seperti lagu “Lepen” (singkatan Lelucon Pendek) maupun
“Selopen” (singkatan Seloroh Pendek) yang menghasilkan sebuah idiom yang
begitu lekat di masyarakat, “Kalau cinta melekat, tai kucing rasa coklat’. Di sisi lain,
Gombloh yang tercerabut dari budaya pop justru tak bergeming ketika harus
menghasilkan lagu seperti “Kugadaikan Cintaku” yang berhasil terjual di atas
jumlah 1 juta keping.
Di era inilah Gombloh seolah terjerembab pada karya-karya yang berorientasi
ke pasar. Lalu bermuncullah lagu-lagu seperti “Apel”, “Hey Kamu”, “Percayalah
Cintaku tetap Hangat”, “Karena Iseng”, “Arjuna Cari Cinta”, “Konsumsi Cinta”
hingga “Tari Kejang”. Gombloh pun mulai menulis lagu-lagu bertema pop untuk
penyanyi Tyas Drastiana hingga Vicky Vendi. Tak sedikit yang menyayangkan
sikap Gombloh dalam bermusik seperti ini. Gombloh seperti tak kuat lagi
mempertahankan idealisme dalam berkarya. Walhasil, Gombloh memang seolah
terpilah pada dua kepribadian dalam karya-karya ciptanya, antara karya-karya
idealis dan karya-karya yang bermuara di wilayah komersil. Namun justru
membaurnya Gombloh dengan tema populis membuat sosoknya semakin dikenal
masyarakat luas dengan dandanan y ang menjadi trademark (identitas): tubuh
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 161
.................................................
kerempeng, bersepatu kets, rambut dikuncir, kacamata hitam dan setelan putih-
putih.
Gombloh sang trubatur menghembuskan nafas terakhir pada 9 Januari 1988.
Pada 20 Juni 2003 sekelompok pemusik Surabaya tergabung dalam Kelompok
Pemusik Jalanan Surabaya yang mengunjungi makam Gombloh menobatkan
Gombloh sebagai Pahlawan Pemusik Jalanan. Tahun 2005 oleh PAPPRI
(Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia),
Gombloh dianugerahkan penghargaan Nugraha Bhakti Musik atas jasa-jasanya
untuk dunia musik di Indonesia.
Sayup-sayup terdengar suara Gombloh sang trubatur menggaung dari kaset
lawas “Nadia & Atmosohere” yang telah berusia 28 tahun. Lagu bertajuk “Silhoutte
Kuda Jantan” ini seperti menyibak jati diri Gombloh yang sesungguhnya :
Tak lekang hempasan zaman
Dan satu jalur pandang mataku
Idealisme kehidupan
Kemurnian yang kukuh tanpa ragu
yang menyengat harian surya.
162 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Lirik yang terasa menyelinap ke wilayah jingoisme ini nyaris seperempat abad
berkumandang di saat persada tercinta merayakan Proklamasi Kemerdekaan di
setiap Agustus.
Kebyar Kebyar
Cipt : Gombloh
G C G C G
Indonesia.... merah darahku, putih tulangku
D D
Bersatu dalam semangatmu
G C G C G
Indonesia....debar jantungku, getar nadiku
D D
Berbaur dalam angan-anganmu
C D C D G
Kebyar-kebyar, pelangi jingga
Biarpun bumi bergoncang
Kau tetap Indonesiaku
Andaikan matahari terbit dari barat
Kaupun tetap Indonesiaku
Tak sebilah pedang yang tajam
Dapat palingkan daku darimu
Am D
Kusingsingkan lengan
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 163
.................................................
Bm A
Rawe-rawe rantas malang-malang tuntas denganmu
G C G C G
Indonesia...merah darahku, putih tulangku
D D
Bersatu dalam semangatmu
G C G C G
Indonesia....debar jantungku, getar nadiku
D D
Berbaur dalam angan-anganmu
C D C D G
Kebyar-kebyar, pelangi jingga
G C G C G
Indonesia...merah darahku, putih tulangku
D D
Bersatu dalam semangatmu
G C G C G
Indonesia...nada laguku, symphoni perteguh
D D
Selaras dengan symphonimu
Kami titipkan
bangsa ini padamu
164 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
PANCE PONDAAG
Sang Raja Pop Melankolis
Nama Pance Pondaag mungkin abadi. Tak terhitung sudah karya yang
dihasilkan penyanyi dan pencipta lagu tersebut. Di era 1980-an, lagu-lagunya
merajai blantika musik pop Indonesia. Sederet artis diorbitkan melalui lagu-lagunya
yang melankolis. Bahkan sampai sekarang, lagu-lagu Pance masih sering diputar
dan diperjualbelikan. Sa- yangnya, lagu-lagu yang
beredar di pasaran itu tidak berasal dari tangan produser
resmi.
Selain Pance, ada dua nama pencipta lagu-lagu manis
lain seperti Rinto Harahap dan Obbie Messakh. Penulis
lagu lain A. Riyanto (almar- hum), gaya musik dan liriknya
berbeda dengan trio Pance- Rinto-Obbie. Gaya Pance dan
dua kawannya itu jauh lebih sederhana, manis, melankolis,
bernada pasrah, bahkan frustasi.
Mungkin, itulah alasan Menteri Penerangan Harmoko
melarang lagu “Hati yang Luka”, karya Obbie Messakh,
serta lagu-lagu sejenis di TVRI. Pelarangan ini sekaligus
mengakhiri era kejayaan Pance dan kawan-kawannya di
industri musik pop. Lalu, muncullah ‘pop kreatif’ yang akordnya lebih kaya dan
berbobot.
Tempat tinggal Pance berupa rumah toko dua tingkat. Satu lantai untuk tempat
tinggal, satu lagi sebagai studio musik yang disewakan. Hanya dari pemasukan
studio dan royalti yang tidak seberapa itulah keluarga Pance hidup. Konon, dulu
papan bertulisan Flower Sound Studio bertengger di depan rumah tersebut. Di
studio itu pulalah, Pance menghasilkan ratusan karya emasnya. Bahkan, Pance
dikenal sebagai pekerja keras sering menghabiskan dua hingga tiga hari waktunya
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 165
.................................................
untuk menggarap sebuah lagu. Namun, papan petunjuk nama itu sudah tidak ada,
bekasnya pun tidak terlihat.
Kecilnya royalti ini pula membuat Pance tidak mau lagi berkarya. Walau
mengaku masih ingin mencipta lagu. Pance terlanjur patah arang. “Buat apa
mencipta, toh hasilnya dibajak juga,” terangnya pesimistis. Menurut dia, sikap
pesimistis ini sangat beralasan. Saat ini tak ada produser yang mau menerbitkan
karyanya sebab pasti kalah saing dengan para pembajak. Padahal menurut Pance,
mencipta lagu itu tidak segampang membalikkan tangan. Menciptakan lagu harus
didasari perasaan dan mood yang kuat. “Saya tidak bisa disuruh membuat lagu.
Inspirasi itu bisa datang dan pergi saat itu juga tanpa bisa diatur,” ujarnya. Saat ini
Pance lebih sering membiarkan inspirasi lagunya pergi begitu saja. Dia tak lagi
menuruti instingnya untuk menciptakan nada-nada indah.
Rinto Harahap
Orang-orang yang sukses berpandangan luas, orang-orang yang gagal
berpandangan sempit.
Winners are far-sighted, loser short-sighted.
166 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Lagu Pance F. Pondaag yang mendayu-dayu pernah mewarnai persada musik pop
Indonesia. Soal mutu, bagus-jelek, manfaat-mudarat, terserah penilaian masing-
masing orang.
Kucari Jalan Terbaik
Cipt : Pance F. Pondaag
C G
Sepanjang kita masih terus begini
C
Tak kan pernah ada damai bersenandung
F C
Kemesraan antara kita berdua
G C
Sesungguhnya keterpaksaan saja
C G
Senyum dan tawa hanya sekadar saja
C
S’bagai pelengkap sempurnanya sandiwara
F C
Berawal dari manisnya kasih sayang
G C
Telanjur kita hanyut dan terbuai
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 167
.................................................
C G
Kucoba bertahan mendampingi dirimu
C
Walau kadang kala tak seiring jalan
F C
Kucari dan selalu kucari jalan terbaik
G C
Agar tiada penyesalan dan air mata
Orang-orang yang sukses tahu menempatkan diri, orang-orang yang gagal salah
menempatkan dirinya.
Winners have high regard for them-selves, losers look down upon them-selves.
168 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
FARIZ RUSTAM MUNAF
Pioner Dasar Pop Progresif
Fariz Rustam Munaf yang lebih dikenal dengan nama Fariz RM, ia lahir pada
tanggal 5 Januari 1961 adalah seorang penyanyi dan musikus Indonesia. Sebagai
penyanyi dan musikus, putra dari pasangan Roestam Moenaf, penyanyi RRI
Jakarta dan Anna Reijnen- berg ini dikenal masyarakat
dengan tembang “Barce- lona” dan “Sakura” yang men-
jadi hits di masyarakat.
Sejak kecil Fariz telah diperkenalkan kepada musik.
Maklum, ibunya Hj. Anna Reijnenberg adalah guru les
piano. Selain itu, Fariz juga belajar piano pada Sunarto
Sunaryo dan Prof. Charlotte Sutrisno JP. Pengalaman
bermusiknya dimulai pada usia 12 tahun, saat berteman
dengan Debby dan Odink Nasution. Mereka membentuk
Young Gipsy yang mem- bawakan musik blues dan rock.
Dengan pengalamannya itu, Fariz bekerja sama dengan
Addie MS, Adje Soetama dan Iman RN untuk membuat
operet pada acara perpi- sahan dan vokal group seko-
lahnya.
Jalan ke dunia musik profesional mulai terbuka di tahun 1977. Saat itu, Fariz
RM bersama Raidy Noor, Erwin Gutawa dan Ikang Fawzi teman sekolah sewaktu
masih duduk di bangku SMA 3 Jakarta, mengikuti Lomba Cipta Lagu Remaja yang
diadakan radio Prambors Jakarta. Meski hanya meraih juara 3, namun tawaran dari
berbagai grup band mulai berdatangan.
Fariz melanjutkan kuliah di ITB jurusan seni rupa pada tahun 1978. Fariz pun
mencoba untuk mengembangkan dan menimba ilmu serta menambah
pengalaman dengan bergabung di dua grup band beraliran rock, Giant Step dan
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 169
.................................................
Akhir tahun 1980, Fariz membuat album kedua bertajuk “Sakura”. Album ini
sukses besar. Pada tahun 1983, Fariz bergabung dengan Erwin Madjid dan Darwin
B Rachman membentuk kelompok musik Wow. Mereka bertiga, Iwan (vocal, piano,
keyboard), Darwin (bas) dan Fariz (drum) kemudian merilis album bertajuk “Produk
Hijau”. Wow menghadirkan nuansa rock progresif lewat lagu-lagu seperti “Pekik
Merdeka”, “Armageddon”.
Selama 25 tahun kariernya, dari tahun 1978 hingga 2003, Fariz telah
menghasilkan 20 album solo, 72 album kolaborasi, 18 album soundtrack, 27 album
produksi di mana dia berperan sebagai produser dan 13 album internasional yang
dirilis di Eropa dan Asia Pasifik. Di antara lagu-lagu ciptaannya yang terkenal
hingga sekarang adalah lagu “Barcelona”, “Nada Kasih” (duet dengan Neno
Warisman), “Susie Bhelel”, “Menggapai Bintang” (Symphony), “Selamat Untukmu”
(Jakarta Rhythm Section), dan “Renungan”, “Di bayang Dewasa” yang menam-
pilkan Fariz RM duet bersama Marissa Haque.
Erwin Gutawa James F. Sundah
Orang-orang yang sukses dapat mengatasi hal yang tidak diharapkan, orang-
orang yang gagal tidak mampu menghadapi hal yang tidak diharapkan.
Winners anticipate the unexpected, losers can never tolerate the unexpected..
170 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Lagu “Sakura” pernah mewarnai persada musik pop progresif Indonesia. Lagu ini
sumber inspirasi bagi musisi Indonesia.
Cipt : Fariz R.M.
Am Dm
Senada cinta bersemi di antara kita
G C
Menyandang anggunnya peranan jiwa asmara
E
Terlanjur untuk berhenti
Am E
Di jalan yang tlah tertempuh semenjak dini sehidup semati
Am Dm
Kian lama kian pasrah kurasakan jua
G C
Janji yang terucap tak mungkin terhapus saja
E
Walau rintangan berjuta
Am E Am
Walau cobaan memaksa diriku terjerat di peluk asmara
Am Dm
Bersama dirimu terbebas dari nestapa
G C
Dalam wangi bunga cita cinta nan bahagia
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 171
.................................................
E
Walau rintangan berjuta
E Am
Walau cobaan memaksa diriku terbuai di batas asmara
Am Dm Am
Terlambat untuk berdusta terlambatlah sudah
E Am
Menipu sanubari tak semudah kusangka
Am Dm
Yakin akan cintamu
Am
Yakinkan segalanya
E
Perlahan dan pasti daku kan melangkah
Am
Menuju damai jiwa
Orang-orang yang sukses berpendirian teguh, orang yang gagal mudah goyah.
Winners are non-conformists, loser conformists.
172 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
RHOMA IRAMA
Sang Raja Dangdut
Amerika boleh punya King of Rock ataupun King of Pop, tapi Indonesia juga
tidak kalah karena kita punya Raja Dangdut Rhoma Irama, Sang Satria Bergitar
Legenda. Sejak kecil, Rhoma sudah menunjukkan musikalitas yang luar biasa. Dia
suka melantunkan lagu “No Other Love” kesukaan ibunya. Bahkan konon sewaktu
dia masih bersekolah di Tasikmalaya, satu kelas
menjadi kosong karena pin- dah ke kelas lain untuk me-
nyaksikan Rhoma beraksi menyanyi. Bakat musiknya
sedikit banyak merupakan warisan dari ayahnya yang
mahir bermain suling dan menyanyikan lagu-lagu Cian-
juran. Pamannya, Arifin Ganda, juga turut andil dalam
memupuknya dengan mem- perkenalkan lagu-lagu Jepang
saat Rhoma masih kecil.
Salah satu prestasi musiknya yang cukup menonjol
saat masih kecil adalah ketika dia menarik perhatian
seorang musisi senior pada zaman itu, Bing Slamet, saat
membawakan sebuah lagu barat pada pesta di sekolah-
nya. Karena itulah, pada waktu Rhoma masih duduk di
kelas 4 SD, Bing Slamet membawanya untuk tampil pada sebuah pertunjukkan di
gedung Serikat Buruh Kereta Api (SBKA).
Sosok kharismatis yang akrab disapa sebagai Bang Haji lahir pada 11
Desember 1946 di Tasikmalaya. Putra dari pasangan Raden Burdah Anggawiya
dan Tuti Juariah, dia adalah anak kedua dari empat belas bersaudara. Terlahir
dengan nama Irama, pemberian sang ayah yang kagum atas kelompok sandiwara
Irama Baru yang pernah menghibur pasukan pimpinan beliau, dia sering dipanggil
Oma sejak kecil, dan saat digabungkan dengan gelar Raden dan Haji yang
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 173
.................................................
dimilikinya, jadilah nama panggungnya yang dikenal semua kalangan, R.H.Oma
Irama alias Rhoma Irama.
Kecintaan sekaligus keprihatinannya pada musik orkes Melayu (akar dari
musik dangdut) yang termarginalisasi oleh gelombang musik rock mendorong
Rhoma Irama membentuk Soneta Group yang beranggotakan delapan personil
pada 11 Desember 1970. Soneta berambisi untuk membuat revolusi musik di mana
Orkes Melayu bisa berdiri sejajar dengan jenis musik lainnya.
Bersama Soneta Group, Rhoma sukses merombak
citra musik dangdut (orkes melayu), yang tadinya
dianggap musik pinggiran menjadi musik yang layak
bersaing dengan jenis musik lainnya. Dangdut sendiri
tadinya merupakan cemooh- an atas musik orkes melayu
berdasarkan suara gendang- nya, justru diorbitkan Rhoma
Irama pada tahun 1974 de- ngan menjadikannya sebagai
sebuah lagu : Dangdut (yang kini lebih populer dengan na-
ma Terajana). Rhoma juga semakin mengukuhkan pre-
dikat dangdut sebagai musik yang bisa diterima semua ka-
langan lewat lagunya “Viva Dangdut” yang dia ciptakan
tahun 1990.
Bersama Soneta Group, Rhoma mewakili musik
dangdut dalam konser perdamaian di Istora Senayan. Berbagi panggung dengan
Ahmad Albar dan God Bless sebagai representatif musik rock. Konser tersebut
berhasil mendamaikan perseteruan yang selama ini terjadi antara kubu musik
dangdut dan musik rock. Duetnya dengan Elvy Sukaesih mengantarkan keduanya
kepada puncak popularitas. Lagu-lagu mereka seperti “Janda atau Perawan” dan
“Penasaran” masih dikenal hingga saat ini. Bahkan begitu serasinya duet
keduanya, membuat Rhoma mendapat gelar Raja Dangdut, sementara Elvy
menjadi Ratu Dangdutnya.
174 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Kiprah dan dedikasi Sang Legenda juga diakui dunia, terbukti dengan gelar
Professor Honoris Causa dalam bidang musik yang diterimanya dari dua
universitas yang berbeda, yaitu dari Northern California Global University dan
American University of Hawai, keduanya dari Amerika. Pada 16 November 2007,
Rhoma menerima penghargaan sebagai “The South East Asia Superstar Legend”
di Singapura. Tahun 2007, Rhoma menerima Lifetime Achievement Award pada
penyelenggaraan perdana Anugrah Musik Indonesia (AMI) Dangdut Awards di
TMII. Rhoma telah menciptakan lebih dari 500 lagu dangdut.
Orang-orang yang sukses berdisiplin diri, orang-orang yang gagal menurut
kehendak hati.
Winners are self-disciplined, losers sef-indulgent.
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 175
.................................................
Cipt : Rhoma Irama
Intro : G C D G
G C
Darah muda darahnya para remaja
Am
Yang selalu merasa gagah
D
Tak pernah mau mengalah
G C
Masa muda masa yang berapi-api
Am
Yang maunya menang sendiri
D
Walau salah tak perduli
G
Darah muda
Reff :
G
Biasanya para remaja
C
Berpikirnya sekali saja
Am G
Tanpa menghiraukan akibatnya
176 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
G
Wahai kawan para remaja
C
Waspadalah dalam melangkah
Am G
Agar tidak menyesal akhirnya
G C
Darah muda darahnya para remaja
Am
Yang selalu merasa gagah
D
Tak pernah mau mengalah
G
Darah muda
Orang-orang yang sukses berpikir dulu baru bertindak, orang-orang yang gagal
bertindak dulu baru berpikir.
Winners think and act, losers act and think.
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 177
.................................................
IWAN FALS
Virgiawan Listianto yang populer dengan nama Iwan Fals dikenal sebagai
“wakil rakyat” yang lantang menyuarakan seruan hati rakyat kecil. Sepanjang
karirnya selama kurang lebih 20 tahun di dunia musik, ia terbukti memiliki
kelompok penggemar khusus yang dekat dengan kemiskinan, ketidakadilan dan
pengangguran. Lagu-lagunya kerap dihubungkan dengan protes - protes sosial
seperti pernah terkenal lewat “Oemar Bakrie” (1981)
dan “Bento” (1991). Nama besar yang disandangnya saat
ini dicapainya melalui jalan penuh kerikil dan berdebu di
bawah hujan dan terik mata- hari dalam komunitas “Penga-
men Jalan”. Iwan Fals diberi julukan “Pahlawan Besar Asia”
menurut majalah “Time Asia” edisi 29 April 2002.
Menginjak usia 13 tahun, Iwan mulai mengamen di
Bandung, sama seperti anak SMP lainnya. Keinginan
tampil beda dan menarik perhatian teman-temannya
yang suka memainkan lagu lagu Rolling Stones. Ia mencoba
mengarang lagu sendiri. Ia membuat lagu yang liriknya
lucu, bercanda, bahkan mengotak-atik lagu orang. Lagu
itu pertamanya berjudul “Aku dan Sekolah” bercerita
tenang gurunya yang galak. Ulahnya ini tentu saja membuat teman-temannya ter-
tawa terpingkal-pingkal. Meskipun cerdas di sekolah Iwan biasa-biasa saja
karena waktunya habis untuk mengembangkan bakat seni dalam mencipta lagu,
memainkan gitar, harmonika dan piano.
Waktu terus berjalan sementara lagu-lagu Iwan mulai terkenal tidak hanya
di Bandung tetapi juga di Jakarta. Ia tertarik dengan ajakan seorang produser, Iwan
yang masih sekolah di SMAK BPK Bandung, pergi ke Jakarta bersama teman-
temannya dari Bandung yakni Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang terga-
178 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
hasil penjualan sepeda motor Iwan. Namun penjualan album tersebut kurang
sukses di pasaran. Dalam mencipta lagu, Iwan Fals mendapat inspirasi dari
koran, televisi, keadaan sekitar dan alam. Saat rezim Orde Baru menghadapi detik-
detik ketumbangannya, ia membuat lagu berjudul “Kamu Sudah Gila”, “Kamu
Sudah Jadi Tuhan” Sedang lagunya berjudul “Belalang Tua” diilhami oleh seekor
belalang yang bergayut di selembar daun selama berhari-hari di kebun miliknya.
Pada 18 Juni 2003 yang lalu, Iwan bersama isterinya, mbak Yos, merangkap
sebagai manajernya meluncurkan album di bawah bendera Musica Studio
berjudul Iwan Fals : “In Collaboration with”, yang kebanyakan berisi lagu-lagu
cinta. Dari 10 lagu, kecuali “Rinduku” karya Harry Roesli, lima lagu lainnya
dibuat oleh pencipta-pencipta lagu muda, yaitu Pongky (Jikustik) “Aku Bukan
Pilihan”, Eross (Sheila on 7) “Senandung Lirih”, Piyu (Padi) “Sesuatu yang
Tertunda”, Azis MS (Jamrud) “Ancur” dan Kikan (Cokelat) “Sudah Berlalu”
sedangkan empat lagu lainnya, diambil dari album “Suara Hati” yaitu “Kupu-kupu
Hitam Putih”, “Belalang Tua”, “Suara Hati” dan “Hadapi Saja” yang semuanya
diaransemen ulang.
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 179
.................................................
Hari menjelang magrib, Iwan berjalan-jalan di Pancoran dan melihat anak kecil
bekerja menjajakan koran, ilham pun datang maka lahirlah lagu “Sore Tugu
Pancoran”.
Cipt : Iwan Fals
Intro : C Am C Am
F C G C
Si budi kecil kuyup menggigil
F C G C
Menahan dingin tanpa jas hujan
F C G C
Di simpang jalan tugu pancoran
F C G C
Tunggu pembeli jajakan koran
F C G C
Menjelang magrib hujan tak reda
F C G C
Si Budi Murung menghitung laba
F C G C
Surat kabar sore dijual malam
Selepas Isya melangkah pulang
180 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
Reff :
Am G F C
Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Am F C
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Am G F C
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Am F C
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal
Interlude : C Am C Am
F C G C
Cepat langkah waktu pagi menunggu
F C G C
Si Budi sibuk siapkan buku
F C G C
Tugas dari sekolah selesai setengah
F C G C
Sanggupkah si budi yang di dua sisi
Kembali ke : Reff
Coda : C Am C Am
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 181
.................................................
MBAH SURIP
Sang Fenomenal
Kehadirannya di blantika musik Indonesia yang sangat singkat telah
memberikan warna dalam hal penulisan lagu. Lirik lagu yang sederhana dan
diulang-ulang namun mengandung filosofi yang dalam. Apakah dengan karya
sederhana itu mengesankan Mbah Surip menciptakan lagu asal-asalan dan
murahan? Justru disitulah “kekuatan” lelaki asal Mojokerto, yang bernama asli Urip
Ariyanto bin Soekotjo ini. Di balik lirik sederhana, tersimpan pesan-pesan moral
kaya makna.
Seolah Mbah Surip hendak mengajarkan, tidak perlu ribet untuk menyam-
paikan ‘pesan moral’ lewat lagu. Pakai bahasa sederhana
agar gampang dipahami, sekaligus cepat akrab di telinga
masyarakat. “Bahasa tinggi itu hanya milik pejabat, ha ha
ha...”, kata mbah Surip.
Sebagai contoh, dia menjelaskan filosofi lagu “Tak
Gendong” artinya gotong royong. Rupanya Mbah Surip
hendak mengajarkan bahwa kita perlu “menggendong”
bersama-sama beban hidup agar menjadi enteng. “Seperti
gajah dan semut di hutan”, tambahnya. “Semut itu kan
bersatu padu menggendong makanan untuk kepentingan
bersama....hahaha...”. Lagi- lagi Mbah Surip menerangkan
sambil tertawa. Gajahpun, hi- dup berkelompok di komuni-
tasnya agar kuat bertahan saat ancaman datang.
Begitulah gaya si mbah empat cucu dari empat oang anak ini menyampaikan
pesan moral. Sederhana tapi sarat makna. Coba perhatikan lirik lagu “Tak
Gendong” yang mengumandangkan filosofi gotong royong. Kita simak kutipan
sebagian liriknya, berikut ini “Tak gendong ke mana-mana/tak gendong ke mana-
182 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
mana/enak donk, mantep donk, daripada kamu naik pesawat kedinginan/
mendingan tak gendong to, enak to, mantep to/ayo ke mana. Tak gendong ke
mana-mana/tak gendong ke mana-mana/enak tau. Where are you going?Ok
I’m/where are you going? Ok my darling/ha..ha... “Tak gendong ke mana-mana/tak
gendong ke mana-mana/enak donk, mantep donk, daripada kamu naik taksi
kesasar/ mendingan tak gendong to, enak to, mantep to/ayo ...mau ke mana.
Perhatikan lirik “Tak gendong ke mana-mana/tak gendong ke mana-
mana/enak donk, mantep donk, daripada kamu naik taksi kesasar/ mendingan tak
gendong. Di situ si mbah seolah hendak mengemukakan bahwa
kegotongroyongan tidak hanya diperlukan kalangan bahwa. Tapi juga untuk
masyarakat kelas atas, yang mampu menggunakan “fasilitas kota” seperti pesawat
dan taksi.
Lebih dari sekedar arti harfiah “kedinginan” dan “kesasar” bisa berarti
“perasaan kesepian dan terasing” di tengah keramaian kehidupan metropolitan.
Begitulah salah salah satu paradoks manusia modern. Menderita kesepian di
tengah keramaian akibat pola hidup sosial yang serba terbatas waktu dan
kesempatan berinteraksi.
Kesederhanaan adalah milik Mbah Surip. Tidak sekedar mewarnai lirik lagu
tapi konsisten dengan gaya hidupnya. Mbah Surip yang meninggal dalam usia 60
tahun karena dugaan penyakit jantung, lebih suka naik ojek dan tetap tinggal di
rumah kontrakan. Mbah Surip tidak mau berpikir susah, apalagi tentang uang.
“Yang penting saya masih bisa ngopi,” tuturnya. Selamat jalan Mbah, We love you
full....
BAB XI MAESTRO KOMPONIS INDONESIA Menulis lagu dari hati 183
.................................................
Seorang penulis lagu seharusnya mengerti hukum, paling tidak tentang
Undang-Undang Hak Cipta. Dengan mengerti hukum, penulis lagu akan dapat me-
mahami tentang hak eksklusifnya dan dapat melindungi karya-karyanya dari pihak
yang tidak bertanggung jawab.
Di bawah ini pembahasan tentang Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang
Hak Cipta.
I. Pengertian Umum
1. Ciptaan adalah hasil setiap karya pencipta dalam bentuk yang khas dan
menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni dan
sastra.
2. Pencipta adalah :
- Seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspi-
rasinya lahir suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi,
kecekatan, keterampilan atau keahlian yang dituangkan dalam bentuk
yang khas dan bersifat pribadi.
- Orang yang merancang suatu ciptaan, tetapi diwujudkan oleh orang lain
di bawah pimpinan atau pengawasan orang yang merancang ciptaan
tersebut.
- Orang yang membuat suatu karya cipta dalam hubungan kerja atau berda-
sarkan pesanan.
- Badan hukum sebagaimana ditentukan dalam Pasal 9 Undang-Undang
Hak Cipta.
184 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
3. Hak Cipta
Hak cipta adalah hak khusus bagi pencipta maupun penerima hak untuk
mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin untuk
itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
4. Pemegang hak cipta adalah pencipta sebagai pemilik hak cipta, atau orang
yang menerima hak tersebut dari pencipta, atau orang lain yang menerima
hak tersebut dari pencipta, atau orang lain yang menerima lebih lanjut hak
dari orang tersebut.
5. Yang dimaksud dengan hak-hak yang berkaitan dengan hak cipta adalah
pelaku, produsen rekaman suara dan lembaga penyiaran yaitu :
Pelaku adalah aktor, penyanyi, pemusik, penari atau mereka yang menam-
pilkan, memerankan, mempertunjukan, menyanyikan, menyampaikan, men-
deklarasikan atau mempermainkan suatu karya musik, drama, tari, sastra dan
karya seni lainnya.
Produser rekaman suara adalah orang atau badan hukum yang pertama
kali merekam atau memiliki prakarsa untuk membiayai kegiatan perekaman
suara atau bunyi baik dari suatu pertunjukkan maupun suara atau bunyi
lainnya.
Lembaga penyiaran adalah organisasi penyelenggara siaran, baik lem-
baga penyiaran pemerintah maupun lembaga penyiaran swasta yang ber-
bentuk badan hukum untuk melakukan penyiaran atas suatu karya siaran
yang menggunakan transmisi dengan atau tanpa kabel atau melalui sistim
elektromagnetik lainnya.
II. Obyek Perlindungan Hak Cipta
1. Obyek perlindungan menurut Undang - Undang Hak Cipta adalah ciptaan
dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang meliputi karya :
BAB XII LINDUNGI KARYAMU Menulis lagu dari hati 185
.................................................
- Buku, program komputer, pamlet dan semua hasil karya tulis lainnya.
- Ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan lain yang diwujudkan dengan cara
diucapkan.
- Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu penge-
tahuan.
- Karya pertunjukkan seperti musik, karawitan, drama, tari, pewayangan,
pantomim dan karya siaran antara lain untuk media radio, televisi, film dan
karya rekaman video.
- Ciptaan tari (koreografi), ciptaan lagu atau musik dengan atau tanpa teks
dan karya rekaman suara atau bunyi.
- Segala bentuk seni rupa seperti seni lukis dan seni pahat, seni patung
dan kaligrafi.
- Seni batik
- Karya arsitektur
- Peta
- Sinematograf
- Fotografi
- Terjemahan, tafsir dan penyusunan bunga rampai.
2. Perlindungan hak cipta diberikan kepada pengungkapan atau cara gagasan
itu diungkapkan.
3. Perlindungan bagi karya asing
Negara peserta TRIP"s harus memberikan perlindungan kepada warga
negara peserta lainnya, tidak boleh kurang dari perlakuan negara tersebut
kepada warga negaranya sendiri.
III. Jangka Waktu Perlindungan
1. Sepanjang hayat pencipta ditambah 50 tahun setelah meninggal dunia
untuk ciptaan yang asli dan bukan turunan (derevatif).
186 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
2. Selama 50 tahun sejak pertama kali ciptaan itu diumumkan. Jenis-jenis
ciptaan yang dimaksud meliputi program komputer, dan karya deveratif
seperti karya sinematografi, rekaman suara, karya pertunjukkan dan karya
siaran.
3. Selama 25 tahun. Perlindungan yang terpendek ini diberikan untuk karya
fotografi dan karya susunan perwajahan, karya tulis yang diterbitkan.
4. Ciptaan yang dimiliki atau dipegang oleh Badan Hukum, berlaku selama
50 tahun dan 25 tahun sejak pertama kali diumumkan.
5. Ciptaan yang dipegang atau dilaksanakan oleh negara berdasarkan
pasal 10 ayat (2) huruf b, berlaku tanpa batas.
IV. Status Pendaftaran
1. Hak cipta tidak memerlukan pendaftaran, sifatnya otomatis. Namun demi-
kian, dianjurkan kepada pencipta maupun pemegang hak cipta untuk
mendaftarkan ciptaannya, karena surat pendaftaran ciptaan tersebut dapat
dijadikan alat bukti awal di pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian
hari terhadap ciptaan tersebut.
2. Yang tidak dapat didaftarkan sebagai ciptaan adalah :
- Ciptaan di luar bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra.
- Ciptaan yang tidak orisinil.
- Ciptaan yang tidak diwujudkan dalam suatu bentuk yang nyata.
- Ciptaan yang sudah merupakan milik umum.
- Ketentuan yang diatur dalam pasal 12 UU Hak Cipta.
V. Hal-hal yang tidak dianggap sebagai Pelanggaran Hak Cipta
Yang tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta, dengan syarat sumber
harus disebut atau dicantumkan, adalah :
BAB XII LINDUNGI KARYAMU Menulis lagu dari hati 187
.................................................
1. Penggunaan ciptaan pihak lain untuk keperluan pendidikan, penelitian
penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik dan tinjauan
suatu masalah dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang
wajar bagi pencipta.
2. Pengambilan ciptaan pihak lain baik seluruhnya maupun sebagian guna
keperluan pembelaan di dalam dan di luar pengadilan.
3. Pengambilan ciptaan pihak lain baik seluruhnya maupun sebagian guna
keperluan :
a. Ceramah yang semata - mata untuk tujuan pendidikan dan ilmu penge-
tahuan.
b. Pertunjukan atau pementasan yang tidak dipungut bayaran dengan
ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar bagi pencipta.
4. Perbanyakan suatu ciptaan bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra
dalam huruf braile guna keperluan para tuna netra, kecuali jika perbanyak-
an itu bersifat komersil.
5. Perbanyakan suatu ciptaan selain program komputer, secara terba-
tas dengan cara atau alat apapun atau proses yang serupa dengan per-
pustakaan umum, lembaga ilmu pengetahuan atau pendidikan dan pusat
dokumentasi yang non komersial, semata-mata untuk keperluan aktivi-
tasnya.
6. Perubahan yang dilakukan atas karya arsitektur seperti ciptaan bangun-
an berdasarkan pertimbangan pelaksanaan teknis.
7. Pembuatan salinan cadangan suatu program komputer oleh pemilik
program komputer yang dilakukan semata-mata untuk digunakan sendiri.
VI. Mutasi dan Lisensi
1. Hak cipta dianggap sebagai benda bergerak (merupakan kekayaan) yang
dapat dialihkan kepemilikannya kepada orang lain, antara lain melalui :
188 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
- Pewarisan
- Hibah
- Wasiat
- Dijadikan milik negara dan
- Perjanjian
Dalam perjanjian harus dilakukan dengan akta, dengan ketentuan bahwa
perjanjian itu hanya mengenai wewenang yang disebut dalam akta itu.
2. Negara memegang hak cipta :
- Karya peninggalan sejarah, prasejarah dan benda budaya nasional
lainnya.
- Hasil kebudayaan rakyat yang menjadi milik bersama, dipelihara dan
dilindungi oleh negara dan sekaligus negara sebagai pemegang hak
ciptaannya terhadap luar negeri.
- Suatu ciptaan yang tidak diketahui penciptanya, dan ciptaan itu belum
diterbitkan.
3. Lisensi
- Pemegang hak cipta berhak memberi lisensi kepada pihak lain berda-
sarkan surat perjanjian lisensi.
- Kecuali jika diperjanjian lain, maka lingkup lisensi meliputi seluruh cip-
taan untuk waktu tertentu dan berlaku di seluruh wilayah R.I.
- Kecuali jika diperjanjian lain, pemegang hak cipta tetap boleh melaksa-
nakan sendiri atau memberi lisensi kepada pihak ketiga lainnya.
- Agar dapat mempunyai akibat hukum terhadap pihak ketiga perjan-
jian lisensi wajib dicatatkan di kantor hak cipta.
- Adapun tujuan pemberian lisensi adalah untuk memberi kesempatan
kepada pihak yang bukan pencipta atau pemegang hak cipta untuk me-
manfaatkan hasil ciptaan pencipta dan bagi pencipta dapat menerima
imbalan atau royalti atas hasil ciptaannya.
BAB XII LINDUNGI KARYAMU Menulis lagu dari hati 189
.................................................
4. Lisensi wajib
Lisensi wajib dari pemegang hal meliputi pengumuman dan perbanyakan
ciptaan dengan ijin Menteri Kehakiman bagi kepentingan pendidikan,
ilmu pengetahuan, kegiatan penelitian dan pengembangan.
VII. Pelanggaran dan Sanksi
1. Suatu perbuatan dapat dikatakan sebagai suatu pelanggaran hak cipta
apabila perbuatan tersebut melanggar hak khusus dari pencipta atau
pemegang hak cipta.
2. Ancaman pidana dalam UU Hak Cipta yaitu :
- Dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak
suatu ciptaan. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 (tujuh
tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus
juta rupiah).
- Dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mendengarkan atau men-
jual kepada umum ciptaan hasil pelanggaran hak cipta, ancaman pen-
jara paling lama 5 (lima) tahun dan / atau denda paling banyak
Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
- Melanggar ketentuan pasal 16, ancaman pidana penjara paling lama 3
(tiga) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 25.000.000,00 (dua pu-
luh lima juta).
- Melanggar ketentuan pasal 18, ancaman pidana penjara paling lama 2
(dua) tahun dan atau denda paling banyak Rp 15.000.000,00 (lima be-
las juta rupiah).
VIII. Prosedur Pendaftaran Hak Cipta
Menurut Menteri Kehakiman No. 01.HC.03.01 tahun 1987 ditentukan bahwa
permohonan pendaftaran ciptaan diajukan kepada Menteri Kehakiman
190 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
melalui Direktorat Hak Cipta :
1. Mengisi formulir pendaftaran ciptaan rangkap dua, lembar pertama di-
bubuhi materai Rp 6.000,00
2. Di atas kertas folio berganda.
3. Ditulis dalam bahasa Indonesia.
4. Ditandatangani oleh pemohon atau kuasanya.
5. Surat permohonan pendaftaran dilampiri :
- Contoh ciptaan atau penggantinya.
- Bukti kewarganegaraan berupa foto copy KTP atau paspor dari pencipta,
pemegang hak cipta maupun kuasanya.
- Foto copy NPWP, berdasarkan surat edaran Menteri Kehakiman R.I
No. 02-HC.03.01 tahun 1971.
- Melampirkan surat kuasa, apabila permohonan diajukan melalui
seorang kuasa, beserta bukti kewarganegaraan kuasa tersebut.
- Akte/salinan resmi pendirian badan hukum yang telah dilegalisir oleh
notaris
- Membayar biaya permohonan pendaftaran sebesar Rp 75.000,00
(tujuh puluh lima ribu rupiah) sedangkan terhadap ciptaan program
komputer sebesar Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah)
Orang-orang yang sukses memecahkan masalah, orang-orang yang gagal
terbawa masalah.
Winners solve problems, losers are dissolved by problems.
Naif
BAB XII LINDUNGI KARYAMU Menulis lagu dari hati 191
.................................................
1. Chrisye Fans Club
PO. BOX 1512
Jkt 12015
2. Jikustik
Purwanggan No. 44 A Yogyakarta
Tel/fax : 0274-546179
3. Dewa 19 Management
Jl. Pinang Emas VIII / US 19
Telp./fax : 021-75900013
Jakarta Selatan 12316
4. Glenn Fredly
Jl Adhyaksa III no. 36
Komplek Kejaksaan Agung Lebak Bulus
Jakarta Selatan 1200
Tel. 021-7510893, 92652353
Contact : Billy : 091 5184 9313,
Arytranto : 081 51882002
5. Ada Band
Jl. Rela Raya No. 42 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12140
Tel. 021-7226953 Ada Band
Hp. 081 8945843, 081 2884 5296
192 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
6. Ari Lasso
Metro Pondok Indah Plaza I
Blok UA No. 58
Telp/Fax. 021-7364385
Jakarta Selatan
7. Ungu Fans Club
Komplek Cipinang Indah II
Jl. Nuri Blok DD / 12 Jakarta
Telp./Fax. 021-8603864
E-mail : fansclub@unguband.com, ungu@unguband.com
8. Samsons
Po Box 6187
Contact manajemen : 081 2976 9864
9. Iwan Fals
Jl. Desa Leuwinanggung 19
Cimanggis Bogor, Jakarta Barat
10. Krisdayanti Passtel
Jl. Kuricang XIX GD 8 no. 1 Pondok Indah
Bintaro Jakarta
11. Opick (Nadahijrah/forte records)
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 7
Arteri Pondok Indah Jakarta 12240
Tel. 021-72895151
Fax. 021 - 72895153 Email : nadahijrah@forte.co.id
ALAMAT BAND DAN PENYANYI INDONESIA Menulis lagu dari hati 193
.................................................
12. Twilite Orchestra
Jl. Taman Pinang Nikel Pr 35
Pondok Indah Jakarta 12310
13. Slank
Jl. Potlot 14 Duren tiga
Jakarta Selatan 12760
Telp, 021-79196819
14. Peterpan
Jl. Lombok 10 Bandung
Telp. 022-70266246
15. Kiai Kanjeng (Emha Ainun Nadjib)
Gd. CNKK Center Lt. 2
Jl. Barokah 287 Kadipiro
Yogyakarta
Telp. 274-618810 Boomerang
16. Boomerang fans club
Po. Box 1175 Surabaya 60001
17. Jamrud
Management : Telp. 021-66603545, Fax. 021-66693766
Fans club : 081 3822 33366
18. Sheila on 7 fans club
Kak Evie
Po Box 7007 YK 550
Email : sheilagank@sheilasonic.com
Contact manajemen : 0274-883507
Fans club SMS : 0856 297 7777
194 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
19. Ratu
Jl. Pinang Mas VIII / US 19
Pondok Indah Jakarta 12310
Telp. 021-75900013
Manajemen : 081 5187 1696, 091 7688 1919
20. Kahitna
Graha Persada Building 2 floor
Jl. Persada I/7 Jakarta 12870
Contact Danniels : 081 2916 2116 Kahitna
21. Sandy
Jl. Menteng 16 / A Jakarta 14270
Telp/Fax : 021 4308675
Management : 081 51871 696, 021-45860577
22. Audy
Jl. Raya Pasar Minggu no. 29
Pancoran Jakarta Selatan 12780
Telp. 021-79192610, 081 29010038, 081 5180 7795 Radja
23. Stinky
Komplek Perum Meruya Indah Blok D no. 7
Kembangan Jakarta Barat 11650
Hp. 081 38079 7959
24. Kapten
Jl. Cigadung Raya Timur
Komplek Griya Cigadung Baru no. A6
Bandung 40191
Hp. 081 3224 38393
ALAMAT BAND DAN PENYANYI INDONESIA Menulis lagu dari hati 195
.................................................
6. PT. CAKRAWALA MUSIK NUSANTARA
Jl. Kebun Jeruk 15/13 Jakarta
Kelurahan Maphar
Telp. 021-6120473
Fax. 021-6120479
1. EMI MUSIC INDONESIA Po. Box 2666 Jkt 10001
Graha Aktiva 5th floor
Jl. HR. Rasuna said Blok X-1 Kav.3 7. Hp. Record
Tel. 021-522 1010 Pantai Mutiara Blok AJ/6 Pluit Jakarta
Fax. 021 - 522 1001 Telp. 021-6600785, 6600793
Jakarta 12950 Indonesia
8. SONY MUSIC INDONESIA
2. MUSICA STUDIOS Department A & R Sony Music
Jl. Pancoran Timur Raya No. 3 PO. Box. 18118 JKP 10018
Pancoran - Pasar Minggu Jakarta 12780
Telp. 021-7987423 9. SONY BMG
Jl. Johar No. 13 Menteng
3. PT. AQUARIUS MUSIKINDO Jakarta 10350
Jl. Batu Tulis XIII / 17 Jakarta Telp. 021-390 1269
Tel. 021-38072836, 3457238
Fax. 021-3440934 10. WARNER MUSIC INDONESIA
Gedung Alia Lt. 6
4. LOGISS GROUP Jl. M.I. Ridwan Rais No. 10-18
Jl. Kemanggisan Ilir No. 3 Batusari Slipi Jakarta 10110
Jakarta Barat, Telp. 021-389 7626
Tel./fax : 021-5324549
11. NADAHIJRAH / FORTE RECORDS
5. TRINITY OPTIMA PRODUCTION Jl. Sultan Iskandar Muda No. 7
Jl. Hayam Wuruk 58 Jakarta 11160 Arteri Pondok Indah Jakarta 12240
Tel. . 021-6012700 Telp. 021-72895151 Fax. 021-72895153
Fax. 021-6120479 Email : nadahijrah@forte.co.id
www.trinityproduction.com
196 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
12. NAGASWARA 19. DEMAJORS
Jl. Johar $ U Menteng Jakarta 10350 Jl. Gandaria I No. 7A Kebayoran Baru
Telp. 021-3192738 Jakarta 12130
Telp. 021-7208860
13. AKSARA RECORDS
Jl. Brawijaya VII No. 1 Kebayoran Baru 20. SELYKA MUSIK INDONESIA
Jakarta Selatan 12160 Jl. Cendrawasih I No. 11 B
Telp.021-7251006 Komp. Kodam Pondok Indah
Jakarta Selatan 12240
14. SHELMER RECORDS Telp. 021-70414003
Jl. Jingga Raya C8 No. 19
Kelapa Gading Jakarta 21. JAYA RECORDS
Telp. 021-4506965 Jl. Wonorejo Permai Selatan IV / CC 269 A
Nirwana Ekskurif Surabaya 60296
15. DNB RECORDS Telp. 031-8707436, 70155992
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 69
Jakarta Selatan 12820 22. LOVELY RECORDS
Telp. 021-8351269 Jl. Bumi No. 17 Mayestik Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
16. FIASCO RECORDS Contact Bpk. Erick Hp. 081 7680 3833
Jl. Pulomas IH / 4 Jakarta 13210
SMS 081 3179 29551 23. DIMI RECORDS
Up. Bpk. Mahdenny Zulkarnaen Jl. Gandaria I No. 57 A
Kebayoran Baru Jakarta 12130
17. PT. BRAVO MUSIK ENTERTAINMENT Telp. 021-720 8860
Jl. Bangau V No. 9 Jakarta 10610 Contact Bpk. David Karto
Tel. 021-4288 6693
24. POPS MUSIK RECORDS
18. CAPRICORN MUSIK INDONESIA Jl. Batu Tulis 13 No. 19
Jl. Danau Poso No. 28 Bendungan Hilir Jakarta 10120
Jakarta Pusat Telp. 021-70414003
MAJOR LABEL & INDHIE LABEL INDONESIA Menulis lagu dari hati 197
.................................................
25. SMI RECORDS
Jl. Cendrawasih I No. 11 B
Komp. Kodam Pondok Indah
Jakarta Selatan 12240
26. NOEY JAVA JIVE
Jl. Cihampelas 107 Bandung
Peterpan
Telp. 022-2034984
27. HIJAU PRODUCTION
Jl. Margagung Plaza No. 3A
Radio Dalam Jakarta Selatan 12140
Telp. 021-72801401
Contact : Bpk. Heru Pijiarto
28. PROTON RECORDS
Jl. Depsos I / 12 Pesanggrahan
Bintaro Jakarta Selatan 12330 Duo Maia
29. MAJESTYC
Home Digital Recording
Jl. Genteng Muhamadiyah 6
Surabaya
Tel. 031-70162415, 081 330 454 135
30. YKCI (Yayasan Karya Cipta Indonesia)
SURABAYA
Gedung Graha Pena Lt.7 No. 707
Jl. Achmad Yani 88 Surabaya
Telp. 031-8202192
198 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
1. Independent Music Portal
PT. HIJAU MULTI KREATIF INDONESIA
www.importmusik.com
Plaza 5 Pondok Indah #A9
Jl. Margaguna Raya Jakarta Selatan 12140 Indonesia
Tel. 021-7396755 Fax. 021-7396749 Email : contact@importmusik.com
2. PT. EQUINOX PUBLISHING INDONESIA
www.equinoxdmd.com
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-17 Jakarta 12940
Tel. 021-5220875, 5220877
Email : aghi@equinoxdmd
3. WWW.DIGITALBEATSTORE.COM
Jl. Taman Patra II No. 21 Kuningan Village Jakarta 12950
Tel. 021-5213493, 5213490
4. PT. OK COM
www.tingtung.com
Ruko Fatmawati Mas Kav. 219 Lt. IV
Jl. RS. Fatmawati Raya 20 Jakarta Selatan
Tel. 021-751 4856, 751 4885 Fax. 021-75907701
Email : ok@ok-oke.com
5. DONDANDON MUSIC NETWORK
www.music.dondandon.com
Jl. Matahari IV No. 474 A Jaka Setia (Taman Galaxi)
Bekasi Selatan 17147
Tel. 021-955 9600
DIGITAL DISTRIBUSI Menulis lagu dari hati 199
.................................................
6. PT. AGRANET MULTICITRA SIBERKOM
www.iring808.com
Alderco Octagon Building Lt. 2
Jl. Warung Buncit Raya No. 75 Jakarta Selatan 12740
Tel. 021-7941178, Fax. 021-7941176
Email : cs@agrakom.com
7. PT. DIGITAL MEDIA DISTRIBUSI
www.pasarmusik.com
Jl. Pang. Sudirman 101-103 Surabaya
Gedung Dharmala Lt. 3
Tel. 031-5465858 Fax. 031-5480600
Email : info@pasarmusik.com Opick
Orang-orang yang sukses cermat dalam bekerja, orang-orang yang gagal
ceroboh.
Winners work smartly hard, losers work blindly hard.
200 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
1. www.dewa19.com 23. www.equinoxdmd.com
2. www.sobatpadi.net 24. www.digitalbeatstore.com
3. www.ada-band.com 25. www.tangsel.com
4. www.unguband.com 26. www.tingtung.com
5. www.alexatheband.com 27. www.kiosmusik.com
6. www.myaudy.com 28. www.4th-monkey.com
7. www.slank.com 29. www.tembang.com
8. www.glenfredly.com 30. Www.duniamp3.com
9. Www.boomerang-ku.com 31. www.myspace.com
10. www.nidji.boleh.com 32. www.friendster.com
11. www.radjaband.com 33. www.blogger.com
12. www.samsoniaku.com 34. www.pintarsoftware.com
13. www.iwanfals.co.id 35. www.music-live.net
14. Www.naiffunclub.com 36. www.code lagu.com
15. www.j-rockstar.com 37. www.divine-music.info
16. www.duniamaia.com 38. www.synthaSite.com
17. www.sitizone.com (siti nurhalisa) 39. www.freedomain.co.nr
18. www.kapanlagi.com 40. www.absolutely-free-hosting.com
19. www.thesongwriter.com 35. www.geocities.com
20. www.songwriter.com 37. www.smpdhaniswara.co.cc
21. www.importmusik.com 38. www.pasarxdami.co.cc
22. www.pasarmusik.com
POJOK INTERNET Menulis lagu dari hati 201
.................................................
Passtel
and ini dibentuk pada tanggal 3 Agustus 2005. Para
Bpersonil dari PaSstel ini adalah pecahan dari beberapa
grup band lain yang berbeda paham dengan grup band
awalnya, lalu terbentuklah sebuah grup band baru bernama
“PaSstel”. Band ini mengusung aliran alternatif, karena
keadaan blantika musik di tanah air saat ini sedang meng-
gandrungi aliran alternatif. Oleh karena itu, kami mencoba
menawarkan warna musik yang kami rangkai sedemikian rupa
agar musik kami mudah untuk dinikmati (easy listening) oleh
semua kalangan baik muda ataupun tua. Dalam proyek ini
Passtel membawakan tiga lagu karya Widya Swara dan Tigita
yakni “Ku Tak Marah”, :Awalnya Biasa saja” dan “Berdendang”.
Ketiga lagu tersebut liriknya sederhana, mudah untuk
didengarkan dan chordnya sederhana.
Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mendukung,
membantu dan terlibat selama pembuatan demo CD ini. Karena tanpa adanya bantuan
dan dukungan dari semua pihak yang ada, mungkin kami tidak berhasil membuat demo
CD ini. Sekian prakata dari kami, mohon maaf apabila ada salah kata yang kurang
berkenan. Kami harap musik kami dapat diterima oleh masyarakat.
Passtel Management
Komplek Taman Kopo Indah 1 Blok O-27 Bandung 40226
Phone (022) 5404230, (022) 91231780, (022) 70907592
Demo lagu : www.pasarxdami.co.cc dan www.pasarmusik.com
202 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
.................................................
A.T. Mahmud, 2003, Sebuah Memoar A.T. Mahmud, Meniti Pelangi, Jakarta
penerbit PT. Grasindo.
Departemen Perindustrian dan perdagangan RI, tahun 2006, Buku Panduan
Undang-Undang no. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta, Jakarta
Don Cambell, Efek Mozart, 2002, Memanfaatkan Kekuatan untuk mempertajam
Pikiran, Jakarta, penerbit PT. Gramedia Grego Media
Frans Sartono, 2006, Koran Kompas edisi Minggu 23 Juli 2006, Jakarta
Inung K. Arisasangka, Membuat Aransemen Musik dengan Komputer, Jakarta
penerbit Eska Media.
Marc Ferrari, 2003, Rock Star 101, Strategi Jitu buat yang mau menjadi
musisi sukses, Jakarta, penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.
Matius Ali, 2006, Seni Musik SMA, Jakarta, penerbit Erlangga
Mr. G, 2006, Musik, Rileks, Gaul, edisi 27, Jakarta, penerbit PT. Guitar Grego
Media
Piyu (Padi), Soul, Jakarta, Majalah Music Television TRAX, edisi Nopember 2003
Peter Nickol, 2005, Panduan Praktis Membaca Notasi Musik, Jakarta, penerbit
PT. Gramedia Pustaka Utama.
Redaksi Indonesia Cerdas, 2007, Koleksi 100 lagu Daerah Indonesia Terpopuler,
Yogyakarta, penerbit Indonesia Cerdas
Stephen Anderson, 2003, So you wanna be a Rockstar? Wujudkan impianmu
dalam dunia musik, Jakarta, penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.
DAFTAR PUSTAKA Menulis lagu dari hati 203
.................................................
Syekh Ibnu Atho, 2007, Telaga Ma’rifat, Mitra Press
Today Indonesian Hits, 2003, Yogyakarta, penerbit Hanggar Kreator
Top 40, 2006, Music, Chord dan Informasi, edisi 18, Jakarta, penerbit Telaga
Media
Top Cord, 2006, Musik & Infotainmen, volume 18 tahun III, penerbit Selaras
Arya Media Utama
204 Menulis lagu dari hati WIDYA SWARA & TIGITA
PENERBIT YAYASAN DHANISWARA SURABAYA
2009
Menulis Lagu dari Hati
Karya : Widya Swara & Tigita
Diterbitkan oleh : Yayasan SMP Dhaniswara Surabaya
Jl. Kalidami 14-16 Surabaya 60285
Dicetak oleh : CV. Alfa Widya Prima Surabaya
Disetting : Tim Alfa Widya Prima
Editor : Titik Rahmawati
Gambar sampul : Widya Swara
Desain sampul : Firzyah (Abiyasa.com)
Tata letak : Widya Nursejanto
Edisi I, cetakan I September 2009
ISBN : 978-979-17737-0-6
Dilarang keras memperbanyak isi buku ini, sebagian atau keseluruhan dengan
fotocopy, cetak dan sebagainya tanpa izin dari penerbit.
Dicetak oleh : CV. ALFA WIDYA PRIMA Surabaya
Isi di luar tanggung jawab percetakan
.................................................
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas karuniaNya,
penulis bisa mewujudkan apa yang selama ini dicita-citakannya. Melalui buku "Menulis
Lagu dari Hati" inilah sangat diharapkan mampu mendukung dan membantu proses pen-
ciptaan lagu-lagu bagi para pemula di negeri ini.
Buku "Menulis Lagu dari Hati" ini disusun berdasar atas harapan penulis yaitu dapat
memberi sumbangan pengetahuan dan keterampilan tentang cara menciptakan lagu
yang memiliki penjiwaan sesuai dengan hati penciptanya. Buku ini sangat menarik bagi
para pemula, yang ingin menciptakan lagu-lagu berbobot. Tidak hanya teori dijelaskan
dalam buku ini, tetapi juga praktek musik yang membawa kita semua bisa mengem-
bangkan pengetahuan sekaligus keterampilan dalam penciptaan lagu. Dengan begitu, isi
buku ini cukup mudah dipahami dan kegiatan praktek-prakteknya tidak sulit dilakukan oleh
siapapun.
Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtuaku H. Tirto
Samudro dan Hj. Kastini ;, Tigita istriku ; ananda Rr. Nakhlah Retno Wijaya ; Sri Mariyati,
SE; H.Ach.Sudarmaji, S.pd.I, selaku kepala sekolah SMP Dhaniswara beserta rekan-
rekan guru ; Aris Susanto ; sobatku Peni Utami, SE ; Nining dari Dian Rakyat ; Anas ; Lukas
H. ; Fenny Rahma Suyadi ; Firzyah (Abiyasa.com) dan semua pihak yang mendukung
penerbitan buku ini. Penulis menyadari buku ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka, penulis akan menerima setiap saran dan kritik membangun dari
para pembaca. Semoga buku ini bermanfaat bagi para pembaca.
Ayo berkarya dengan lagumu!
Surabaya, September 2009
Penulis
.................................................
Kata Pengantar
Bab Satu Menulis Lagu dari Hati ............................. 1
Bab Dua Belajar Alat Musik .................................... 11
Bab Tiga Mendengarkan Musik .............................. 18
Bab Empat Mendapatkan Inspirasi ............................ 29
Bab Lima Temukan Nada Indah dan Lirik Lagu ....... 41
Bab Enam Menulis Partitur Lagu ............................... 78
Bab Tujuh Aransemen Lagu ...................................... 98
Bab Delapan Membuat Demo ....................................... 107
Bab Sembilan Promosikan Lagu Anda ........................... 111
Bab Sepuluh Penghasilan Penulis Lagu........................ 124
Bab Sebelas Maestro Komponis Indonesia................... 130
Bab Duabelas Lindungi Karyamu .................................... 184
Daftar Pustaka
Alamat Band dan Penyanyi Indonesia
Major Label dan Indie Label Indonesia
Profil Band dan Penyanyi
.................................................
1. Aku Bukan Pilihan Hatimu (Ungu) ........................................................ 14
2. Ku Tak Bisa (Slank) .............................................................................. 16
3. Yesterday (The Beatles)........................................................................ 25
4. Bersujud (Widya Swara & Tigita) ......................................................... 27
5. Mentari (Widya Swara) ......................................................................... 38
6. Hapus Aku (Nidji) .................................................................................. 39
7. Nasi Goreng (Widya Swara & Tigita) .................................................... 43
8. Rasa Sayange (Lagu Maluku) .............................................................. 72
9. Aku Rindu (Widya Swara) ..................................................................... 74
10. Suwe ora Jamu (Jawa Tengah) ............................................................ 75
11. Jiwo Sosial (Sunan Drajat & Widya Swara) .......................................... 76
12. Bubuy Bulan (Sunda) ........................................................................... 92
13. Segala yang Ada (Widya Swara & Tigita) ............................................. 95
14. Rumahku Istanaku (Widya Swara) ....................................................... 105
15. Bangun Pagi (Widya Swara & Tigita) .................................................... 109
16. Kenangan Terindah (Samsons) ............................................................ 120
17. Ulang Tahun (Widya Swara) ................................................................. 122
18. Ayo Berdendang (Tigita) ....................................................................... 128
19. Indonesia Raya (WR. Supratman) ........................................................ 133
20. Bagimu Negri (Kusbini) ......................................................................... 136
21. Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki) ................................................ 138
22. Bengawan Solo (Gesang) .................................................................... 141
23. Menanam Jagung (Ibu Sud) ................................................................. 145
.................................................
24. Pelangi (AT. Mahmud) ............................................................................ 149
25. Hidup Yang Sepi (Tonny Koeswoyo, Koes Plus) ................................... 153
25. Kupu-kupu Malam (Titiek Puspa) ............................................................ 158
26. Kebyar-Kebyar (Gombloh) ...................................................................... 163
27. Kucari Jalan Terbaik (Pance F. Pondaag) ............................................... 167
28. Sakura (Fariz R.M.) ................................................................................ 171
29. Darah Muda (Rhoma Irama) ................................................................... 176
30. Sore Tugu Pancoran (Iwan Fals) ............................................................ 180
www.synthaSite.com
website : widya swara18.com
email : jufri@yahoo.com
password : 5410758
www.blogger.com
widya swara01.blogspot.com
email : tigita25@yahoo.com
password : 99999999 (8x)
Get documents about "