Docstoc

Space Matrik

Document Sample
Space Matrik Powered By Docstoc
					SPACE Matriks



Internal Dimension


Financial Strenght
-Return On Investment                 4
-Financial and Operating Leverage     3
-Liquidity                            3
-Working Capital                      5
-Cash Flow                            4
Competitive Advantage
-Market Share                         -2
-Quality                              -2
-Product Live Cycle                   -1
-Customer Preferrence                 -3
-Technoligocal Inovation              -3
-Sound Supply Chain                   -2
External Dimension


Enviromental Stability
-Technological Change                 -2
-Inflation                            -4
-Demand Elasticity                    -2
-Competitor price range               -3
-Barries to entry                     -1
-Competitive Pressure                 -3
-Ease to exit                         -2
-Price Elasticity of demand           -2
-Risk Exposure                        -3
Industry Strenght
-Growth Potensial                     6
-Profit Potensial                     5
-Financial Stability                  6
-Resource Availability                5
-Ease to Entry                        5
-Capacity Utilization                 3


Rata-rata nilai dari setiap dimensi
Financial Strenght                     3.8
Competitive Advantage                 -2.2
Enviromental Stability                -2.4
Industry Strenght                      5.0
Keterangan:
Financial Strenght
      Return On Investment, dengan menghitung return on investment perusahaan
pada tahun 2009 = 26,283,281,815/ 607,900,336,085 = 4,32 %
pada tahun 2010 = 32,581,439,732 /688,388,681,704 = 4,73 %
return on investmen mengalami kenaikan sebesar 9,4% dari tahun sebelumnya
      Financial and Operasional Leverage, dengan menghitung rasio leverage pada debt to
       total Aset
Pada tahun 2009 = 445,810,270,187/ 1,063,476,840,405 = 41,92%
Pada tahun 2010 = 531,884,258,629/ 1,229,706,831,351 = 43,25%
Debt to total asset mengalami kenaikan sebesar 3,17%
      Likuiditas perusahaan, dengan menghitung current ratio
Pada tahun 2009 = 720,026,693,325/ 107,912,187,549 = 6,67 (kali)
Pada tahun 2010 = 850,123,488,757/ 157,684,763,050 = 5,39 (kali)
Current ratio turun 19,19% dari tahun sebelmnya, artinya perusahaan lebih meningkatkan
kegunaan inventories perusahaan untuk proses produksi.
      Working capital dapat kita hitung dengan cara mengurangi aset lancar perusahaan
       dengan kewajiban lancar perusahaan.
Pada tahun 2009 = 720,026,693,325-107,912,187,549 = 612,114,505,776
Pada tahun 2010 = 850,123,488,757-157,684,763,050 = 692,438,725,707
Mengalami kenaikan 13,12% pada working capital perusahaan dari tahun sebelumnya.
      Cash Flow perusahaan
Pada tahun 2009 = 64,569,420,812
Pada tahun 2010 = 60,304,059,839
Mengalami penurunan Cash Flow perusahaan dari tahun sebelumnya sebesar 6,60%.


Competitive Advantage
      Market Share, berdasarkan data pada Indonesia Consumer Profile 2010, AQUA
       menguasai 60,01% market share air minum dalam kemasan baru setelah itu Club dan
       Vit dengan 1,8% dan 1,7%.
      Kualitas, kualitas Aqua masih di atas rata-rata air minum dalam kemasan yang lain,
       terkenal dengan teknologi terpadu yang menjaga kemurnian air dari sumbernya
       hingga kepada konsumen dengan metode 27 kali penyaringan.
      Produk Life Cycle, Brand Aqua sangat kuat, sehingga umur produk life cycle nya pun
       semakin tinggi
      Customer preference, dengan Brand yang sangat kuat, kualitas air dan kemasan yang
       bagus, maka jelaslah Aqua leih disukai oleh pelangganya.
      Tecnological Inovation, Aqua memperkenalkan satu jalur baru dari kemasan terbuat
       dari PET (polyethilene terephthalate). Dibandingkan PVC, zat-zat kimia yang
       digunakan dalam pembuatan PET lebih kecil dalam merusak lingkungan umum
       daripada penggunaan dalam pembuatan PVC.
      Sound Supply Chain, dengan beroperasi di Pasuruan maka supply chain atas
       sumber produksinya pun menjadi lebih terjamin karena sumber mata air yang di
       ambil pun berasal dari Pasuruan.
Enviromental Stability
      Technological Change, system bottling yang dilakukan semua air minum dalam
       kemasan relatie sama, tetapi dengan metode baru dari Aqua dengan tutup Botol pada
       Gallon yang reltive mudah dan aman untuk di buka, menjadikanya masih unggul di
       dalam technologinya.
      Inflation, tingkat inflasi di Indonesia adalah 6,16% tingkat inflasi yang cukup tinggi
       untuk negara indonesia karena rata-rata tingkat inflasi di Indonesia selama dua tahun
       terakhir ini adalah 4,97
      Demand Elasticity, Aqua mempunyai tingkat elastisitas permintaan yang cukup
       rendah, sehingga pembeli tidak mudah untuk berpaling hatinya ke kemasan Air
       minum lain, karena harga yang lebih mahal dari yang lain.
      Competitor price range, tingkat harga dari kompetitor Aqua sangat beragam, tetapi
       rata-rata harganya jauh lebih murah di bandingkan dengan Aqua.
      Barries to entry, halangan untuk masuk ke pasar, hampir tidak ada halangan, karena
       Brand yang kuat dari Aqua telah melekat di hati pelangganya.
      Competitive Pressure, tekanan kompetisi Aqua cukup besar, karena begitu banyak
       perusahaan air minum dalam kemasan yang denga berbagai macam warna dan corak
       mewarnai pemasaran air minum dalam kemasan di Indonesia.
      Ease to Exit, perusahaan air minum Aqua mempunyai kualitas dan nama besarnya
       dengan menjadi air minum dalam kemasan pertama di Indonesia, sehinga ease to exit
       nya dalam kategori sangat mudah.
       Price elasticity of demand, pada perusahaan Aqua tidak begitu elastis, terbukti harga
        Aqua yang semakin tinggi tetapi Aqua tetap memimpin pangsa pasar air minum
        dalam kemasan.
       Risk Eksposure, risiko yang dihadapi Aqua menjadi lebih mudah di tangani, karena
        pihak Aqua sendiri juga telah membranding produknya dengan Danone.


Industry Strenght
Secara garis besar, perusahaan Aqua memiliki kekuatan industri yang sangat memadai,
sehingga hal ini membantu kinerja perusahaan dengan technology yang dimilikinya untuk
lebih efektif dan efisien dalam proses produksinya.


Analisis SPACE Matriks
Sumbu X (competitive advantage and industry strength)
=-2.2 + 5.0
= 2,8
Sumbu Y (financial strength and environmental stability)
=-2.4+3.8
= 1.4


Dengan demikian Aqua tergolong dalam kriteria Quadran yang Agresive pada strategi yang
di pilihnya, yaitu Market Development, Market Penetration, Product Development yang
dilakukan pihak Aqua. Berdasarkan SPACE Matriks ini maka Aqua mempunyai
kecenderungan untuk agresive dalam bergerak di pasaran.




Perhatian: Space matrik di atas dikerjakan saat PT Aqua Golden Missisipi go public.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:172
posted:12/11/2011
language:
pages:4