senam hamil by TrueCiihBernardo

VIEWS: 614 PAGES: 45

									Bernardo Simatupang

NIM : 10.02.060

                                   SENAM HAMIL




   Senam hamil adalah suatu bentuk latihan guna memperkuat dan mempertahankan
elastisitas dinding perut, ligament-ligament, otot-otot dasar panggul yang berhubungan
dengan proses persalinan (FK. Unpad, 1998).

Tujuan Senam Hamil

       Mochtar (1998) membatasi tujuan senam hamil menjadi tujuan secara umum dan
khusus, tujuan tersebut dijabarkan sebagai berikut :

Tujuan umum senam hamil adalah melalui latihan senam hamil yang teratur dapat dijaga
kondisi otot-otot dan persendian yang berperan dalam mekanisme persalinan, mempertinggi
kesehatan fisik dan psikis serta kepercayaan pada diri sendiri dan penolong dalam
menghadapi persalinan dan membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis.

Tujuan khusus senam hamil adalah memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot
dinding perut, otot-otot dasar panggul, ligamen dan jaringan serta fasia yang berperan dalam
mekanisme persalinan, melenturkan persendian-persendian yang berhubungan dengan proses
persalinan, membentuk sikap tubuh yang prima sehingga dapat membantu mengatasi
keluhan-keluhan, letak janin dan mengurangi sesak napas, menguasai teknik-teknik
pernapasan dalam persalinan dan dapat mengatur diri pada ketenangan.




Manfaat Senam Hamil




   Esisenberg (1996) membagi senam hamil menjadi empat tahap dimana setiap tahapnya
mempunyai manfaat tersendiri bagi ibu hamil. Tahap dan manfaat senam hamil yaitu:

1. Senam Aerobik

   Merupakan aktifitas senam berirama, berulang dan cukup melelahkan, dan gerakan yang
disarankan untuk ibu hamil adalah jalan-jalan. Manfaat dari senam aerobik ini adalah
meningkatkan kebutuhan oksigen dalam otot, merangsang paru-paru dan jantung juga
kegiatan otot dan sendi, secara umum menghasilkan perubahan pada keseluruhan tubuh
terutama kemampuan untuk memproses dan menggunakan oksigen, meningkatkan peredaran
darah, meningkatkan kebugaran dan kekuatan otot, meredakan sakit punggung dan sembelit,
memperlancar persalinan, membakar kalori (membuat ibu dapat lebih banyak makan
makanan sehat), mengurangi keletiham dan menjadikan bentuk tubuh yang baik setelah
persalinan.

2. Kalestenik
   Latihan berupa gerakan-gerakan senam ringan berirama yang dapat membugarkan dan
mengembangkan otot-otot serta dapat memperbaiki bentuk postur tubuh. Manfaatnya adalah
meredakan sakit punggung dan meningkatkan kesiapan fisik dan mental terutama
mempersiapkan tubuh dalam menghadapi persalinan.

3. Relaksasi

   Merupakan latihan pernapasan dan pemusatan perhatian. Latihan ini bisa dikombinasikan
dengan katihan kalistenik. Manfaatnya adalah menenangkan pikiran dan tubuh, membantu
ibu menyimpan energi untuk ibu agar siap menghadapi persalinan.

4. Kebugaran Panggul (biasa disebut kegel)

   Manfaat dari latihan ini adalah menguatkan otot-otot vagina dan sekitarnya (perinial)
sebagai kesiapan untuk persalinan, mempersiapkan diri baik fisik maupun mental.

Dalam perkembangannya, senam hamil banyak menimbulkan kontroversi. Hal ini disebabkan
dalam kalangan masyarakat dahulu (dan mungkin masih, ada sampai sekarang) yang terjebak
mitos bahwa seorang ibu hamil tidak boleh bekerja, tidak boleh banyak bepergian, tidak
boleh makan ikan dan masih banyak “tidak boleh” yang lain . Hal ini tentunya akan sangat
merugikan mengingat besarnya manfaat senam hamil jika diterapkan pada semua ibu hamil
agar kehamilan dan persalinannya dapat berjalan secara fisiologis. Untuk menciptakan
kondisi tersebut sangat dibutuhkan peningkatan pengetahuan ibu hamil. Dengan
meningkatnya pengetahuan ibu hamil maka ibu akan semakin merasakan pentingnya senam
hamil bagi kesehatan diri dan janinnya. Munculnya kesadaran ini akan memberikan dampak
pada ibu untuk dapat melaksanakan secara teratur.




Syarat Mengikuti Senam Hamil

     Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh ibu hamil sebelum mengikuti senam
hamil. Menurut Mochtar (1998), syarat tersebut antara lain:

1. Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan.

2. Latihan dilakukan setelah kehamilan mencapai 22 minggu.
3. Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin, dalam batas kemampuan fisik ibu.

4. Sebaiknya latihan dilakukan di rumah sakit atau klinik bersalin dibawah pimpinan
   instruktur senam hamil.

Waktu Pelaksanaan Senam Hamil




        Senam hamil dianjurkan dilakukan ketika janin dalam kandungan telah berusia lebih
dari 3 bulan, karena sebelum usia kandungan menginjak 3 bulan penlekatan janin di dalam
uterus belum terlalu kuat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko abortus
(Kushartanti dkk, 2004).

Tanda dan Gejala Senam Hamil Harus Dihentikan

        Menurut Hening (1992), ada beberapa tanda dan gejala senam hamil harus dihentikan,
antara lain:

1. Timbul rasa nyeri, terutama nyeri dada, nyeri kepala dan nyeri pada persendian.

2. Kontraksi rahim yang lebih sering (interval <20 menit).

3. Perdarahan pervaginam, keluarnya cairan ketuban.

4. Nafas pendek yang berlebihan.

5. Denyut jantung yang meningkat (> 140 x/menit).

6. Mual dan muntah yang menetap.
7. Kesulitan jalan.

8. Pembengkakan yang menyeluruh.

9. Aktifitas janin yang berkurang.

Indikasi: Pada ibu hamil

Kontra Indikasi Senam Hamil

  Ada beberapa kontra indikasi senam hamil yang harus diperhatikan, antara lain:

1. Kontra Indikasi Absolute atau Mutlak

  Bila seorang wanita hamil mempunyai penyakit jantung, penyakit paru, serviks
 inkompeten, kehamilan kembar, riwayat perdarahan, pervaginam pada trimester II dan III,
 kelainan letak plasenta, seperti plasenta previa, preeklamsi maupun hipertensi.

2. Kontra Indikasi Relative

  Bila seorang ibu hamil menderita anemia berat, irama jantung tidak teratur, paru bronchitis
kronis, riwayat DM, obesitas, terlalu kurus, penyakit dengan riwayat operasi tulang ortopedi,
dan perokok berat.

3. Segera menghentikan senam hamil

   Bila terjadi gejala perdarahan pervaginam, sesak saat senam, sakit kepala, nyeri dada,
nyeri otot, gejala kelahiran premature, penurunan gerakan bayi intra uterin (Adi Wiyono,
2004).

Persiapan Tempat Dan Latihan Senam Hamil

         Dalam melakukan senam hamil menurut Hening (1992) memerlukan tempat untuk
melakukan latihan tersebut, adapun syarat dari tempat senam hamil tersebut adalah:

1. Ruangan cukup luas, udara segar, terang dan bersih.

2. Lantai ditutup karpet supaya aman, tidak lembab dan cukup hangat.
3. Dinding ruangan dalam dilapis cermin secukupnya agar membantu ibu untuk konsentrasi
  dan memberi kesempatan untuk mengkoreksi gerakannya sendini.

4. Alat dan perkakas di dalam ruangan dipilih yang berwarna muda untuk memberi suasana
  tenang.

5. Ada iningan/alunan musik lembut untuk mengurangi ketegangan emosi

Persiapan Pasien dan Gerakan Dasar Senam Hamil




       Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Hermina Group memberikan beberapa gerakan dasar
senam hamil, yang dapat dilakukan ibuu di rumah, yaitu:

1. Duduk bersila dan tegak, kedua lengan mengarah ke depan dan rileks. Dilakukan sebanyak
  mungkin setiap hari.

2. Sikap merangkak, jarak antara kedua tangan sama dengan kedua bahu. Keempat anggota
  tubuh tegak lurus pada lantai dan badan sejajar dengan lantai. Kemudian lakukan gerakan
  sebagai berikut:

  a. Tundukkan kepala, lihat perut bagian bawah dan pinggang diangkat sambil
     mengempiskan perut dan mengerutkan lubang dubur. Kemudian turunkan pinggang
     dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan otot dasar
     panggung. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali.

  b. Sikap merangkak, letakkan kepala diantara kedua tangan lalu menoleh ke samping
     kiri/kanan, kemudian turunkan badan sehingga dada menyentuh kasur dengan
     menggeser siku sejauh mungkin ke samping. Bertahanlah pada posisi tersebut selama 1
     menit, kemudian ditingkatkan menjadi 5 hingga 10 menit sesuai dengan kekuatan ibu
     hamil.

3. Berbaring miring ke kiri, lebih baik ke arah punggung bayi. Lutut kanan diletakkan di
  depan lutut kin, lebih baik diganjal bantal. Lengan kanan ditekuk di depan dan lengan kiri
  di belakang badan.

4. Berbaring miring, kedua lengan dan kedua lutut ditekuk, di bawah kepala diberi bantal dan
  di bawah perut pun sebaiknya diberi bantal agar perut tidak menggantung. Tutup mata,
  tenang, dan atur pernafasan dengan teratur dan berirama.

5. Berbaring terlentang, kedua lutut dipegang kedua tangan dan usahakan rileks. Kemudian
  lakukan kegiatan-kegiatan seperti berikut: Buka mulut secukupnya, kemudian mulut
  ditutup. Lalu mengejan seperti gerakan membuang air besar. Gerakannya ke bawah badan
  dan ke depan. Setelah tidak dapat menahan karena lelah, kembali ke posisi awal. Ulangi
  latihan ini sebanyak 3-4 kali, dengan interval dua menit (RSIA Hermina, 2004).

Susunan Lengkap Program Senam Hamil

       Seperti program olahraga pada umumnya, dan senam pada khususñya, maka pada
pelaksanaan senam hamil ini harus terkandung unsur pemanasan dan pendinginan.
Pemanasan dilakukan selama kurang lebih 5 menit dengan gerakan utama jalan ditempat atau
langkah kaki, disertai gerakan pelan dari seluruh tubuh mulai leher sampai ujung kaki.

       Masih dalam posisi berdiri, latihan dilanjutkan dengan latihan kebugaran selama 15
menit, dan pendinginan 5 menit. Latihan penguatan dan peregangan dilakukan pada posisi
berdiri selama 5 menit, dan posisi duduk, merangkak serta tidur selama 10 menit. Dengan
tetap pada posisi tidur, latihan dilanjutkan dengan latihan relaksasi dan latihan pernafasan
masing-masing selama 5 menit. Akhir dari seluruh latihan senam hamil ini adalah latihan
penenangan. Latihan penenangan diiringi musik lembut dan dipandu untuk mendapatkan
bayangan yang indah, serta disugesti untuk mendapatkan kepercayaan diri menghadapi
persalinan. Adapun dalam latihan senam hamil ini menurut Kushartanti (2004) mencakup
empat komponen pokok yaitu latihan kebugaran, latihan penguatan dan peregangan, latihan
relaksasi dan terakhir latihan pernafasan.

Prosedur kerja
       Untuk lebih jelasnya program latihan senam hamil menurut Kushartanti (2004) adalah
seperti berikut mi:

1. Pemanasan dan pendinginan.

Gerakan pada pemanasan ini dimaksudkan untuk mengantarkan semua otot dan jantung-paru
dalam melayani gerakan senam selanjutnya.

a. Ambil nafas

       Dengan jalan ditempat ambil nafas dari hidung dan keluarkan lewat mulut. Saat ambil
nafas, tangan diangkat ke atas.

b. Regang leher

       Dengan tetap jalan ditempat, pegang perut dengan kedua tangan, tunduk tegakkan
kepala, patahkan ke kanan dan ke kiri serta tengok kanan kiri.

c. Putar bahu kebelakang

       Dengan posisi kangkang, dan lutut sedikit ditekuk, bahu diputar ke belakang
bergantian kanan kiri, untuk selanjutnya bersama-sama keduanya.

d. Regang otot samping

       Dengan panggul ke kanan dan ke kiri, regang otot samping sambil menarik satu
tangan bergantian. Pada saat peregangan dipertahankan beberapa detik.

e. Regang lengan, punggung dan pinggang

       Dengan posisi membungkuk kita lempar-tarik lengan ke depan dan selanjutnya ke
bawah untuk meregang pinggang.

f. Regang kencang panggul

       Dengan satu kaki jinjit miring bergantian, rasakan peregangan panggul dan tarik
dubur maupun perut bagian bawah ke dalam.
g. Ayun tungkai ke depan

       Ayunkan tungkai ke depan disertai ayunan lengan.




2. Latihan Kebugaran

       Latihan ini bertujuan untuk memperbaiki kerja jantung, pembuluh darah dan paru
dalam mengedarkan makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Prinsip gerakan dalam latihan
ini adalah menggerakkan seluruh otot, terutama otot besar yang ada di kaki, punggung dan
lengan, sehingga jantung terpacu berdenyut lebih cepat dan keras, frekuensi pernafasan
meningkat dan tubuh mengeluarkan keringat. Gerakan dasar : jalan di tempat atau
melangkahkan kaki ke depan, belakang dan samping dengan berbagai variasi gerakan tangan
dan badan. Target: frekuensi denyut jantung 110-125 kali/menit.

Gerakan pada fase ini antara lain:

a. Langkah depan, lengan depan atas

       Dengan posisi berdiri tungkai kanan melangkah maju satu kali diikuti tungkai kiri
merapat. Bersamaan dengan itu dorong kedua lengan lurus ke depan setinggi bahu,
selanjutnya lakukan langkah mundur satu kali bersamaan dengan gerakan kedua lengan atas.

b. Langkah depan, lengan bawah samping

       Gerakan tungkai seperti latihan pertama, hanya kedua tangan diayun ke bawah pada
saat langkah mundur kedua tangan dibuka ke samping.

c. Langkah samping, ayun lengan depan

       Gerakan tungkai melangkah ke kanan satu kali, dengan tungkai kiri merapat,
bersamaan dengan itu kedua lengan diangkat lurus ke depan setinggi bahu dan diturunkan
kembali, dilanjutkan gerakan dengan arah sebaliknya.

d. Langkah samping , ayun lengan samping
       Langkah sama dengan langkah tiga, namun kedua lengan diayunkan ke samping
kemudian diturunkan.

e. Langkah ke belakang, lengan depan atas

       Gerakan sama dengan latihan pertama, hanya variasi langkah tungkai ke belakang.

f. Langkah belakang, lengan bawah samping

       Gerakan sama dengan latihan dua, hanya variasi langkah ke belakang.

g. Langkah samping, tangan atas

       Langkahkan kaki ke kanan, dan ikuti dengan kaki kiri. Langkah ke kiri kembali ke
posisi semula. Sambil melangkah, naikkan kedua lengan ke atas dan ke bawah.

h. Langkah samping, tangan bawah

       Langkahkan kaki seperti patda latihan tujuh, namun lengan bawah diayun
kebelakang-depan dengan posisi lengan atas ke belakang.

i. Langkah depan tegak anjur

       Langkahkan tungkai kanan ke depan, dan ikuti dengan langkah tungkai

kiri posisi membuka (tegak-anjur). Ulangi langkah maju sekali lagi, dan teruskan dengan
langkah mundur ke posisi semula. Lakukan gerakan lengan seperti memompa, baik pada saat
maju maupun mundur. Teruskan dengan mengangkat kaki ke atas bergantian kanan dan kiri.

j. Langkah samping, putar lengan

       Lakukan gerakan dua langkah ke kanan dan ke kiri dengan satu lengan diputar
bergantian. Kombinasikan dengan gerakan memutar kedua lengan dan membuka lengan pada
posisi tekuk siku. Variasikan pula dengan gerakan kaki jinjit.

3. Latihan Penguatan dan Peregangan
       Dalam latihan ini semua otot terutama yang berperan dalam persalinan dikuatkan dan
diregang. Otot lain yang berperan dalam perbaikan postur tubuh ibu hamil juga dilatih dalam
latihan ini. Otot perut dan otot dasar panggul menjadi sasaran utama, ditambah dengan otot
leher, lengan, atau tubuh bagian atas, punggung, dan kaki atau tubuh bagian bawah. Latihan
ini dilakukan pada posisi berdiri, duduk, merangkak, ataupun tidur. Gerakannya antara lain:




a. Penguatan otot leher

       Satu tangan menyangga kepala, yang lain berkacak pinggang. Dorongkan kepala ke
tangan dan dorongkan tangan ke kepala. Lakukan bergantian dengan sisi yang lain.

b. Penguatan otot bahu

       Tekuk satu tangan di atas bahu, dengan tangan lain lurus ke samping, lakukan gerakan
ngeper baik pada tangan maupun kaki. Lakukan bergantian antara tangan kanan dan kiri.

c. Penguatan otot lengan depan

       Tekuk kedua lengan di depan badan bersama-sama, sambil angkat dan tekuk kaki
bergantian ke atas.

d. Penguatan otot

       Kaitkan kedua lengan lurus dibelakang badan, gerakkan naik turun dengan posisi kaki
berdiri tegak.

e. Penguatan otot perut

       Dengan posisi kaki kangkang dan lutut sedikit ditekuk, gerakkan satu tangan lurus
dan atas sampai ke depan badan bersamaan dengan mengkontraksikan otot peru maupun otot
dasar panggul.

f. Penguatan otot kaki
        Ambil posisi duduk dengan kedua tangan menyangga di belakang badan, luruskan
kaki ke depan ke belakang bergantian dan teruskan dengan kedua kaki bersama-sama.
Variasikan gerakan ini dengan gerakan kaki ke samping maupun memutar.

g. Penguatan otot samping panggul

        Dengan posisi duduk seperti latihan enam, tarik satu tungkai menyilang tungkai yang
lain, tarik kembali sehingga lurus dan ulangi gerakan ini beberapa kali, bergantian kanan dan
kiri.

h. Penguatan otot dasar panggul

        Dengan posisi duduk bersila, tekan lutut dengan kedua tangan, bungkukkan badan.

i. Penguatan otot bahu

        Dengan posisi duduk bersilang letakkan kedua tangan di atas bahu. Putar siku ke
depan alas, belakang dan bawah berulang kali.

j. Penguatan otot lengan

        Dengan posisi merangkak, julurkan satu lengan ke depan setinggi bahu. Lakukan
gerakan ini bergantian kanan dan kiri.

k. Penguatan otot punggung

        Dengan posisi merangkak naik turunkan punggug secara perlahan dan berulang kali.

1. Penguatan otot panggul

        Dengan posisi merangkak, goyangkan panggul ke kanan dan ke kiri dengan gerakan
ngeper. Ulangi gerakan ini beberapa kali.

m. Penguatan otot lengan

        Dengan posisi merangkak ayunkan badan ke depan dan ke belakang, kemudian tahan
pada posisi panggul di atas tumit beberapa saat. Ulangi gerakan ini beberapa kali.
n. Penguatan otot belikat

       Dengan posisi tidur telentang kaitkan kedua tangan di belakang kepala. Tekan kedua
lengan ke lantai tahan beberapa detik, kemudian kendorkan. Ulangi gerakan ini beberapa kali.

o. Penguatan otot tubuh bagian atas

       Dengan posisi tidur telentang dan kedua lutut ditekuk angkat panggul sampai badan
lurus membentuk segitiga antara kedua tungkai bawah dengan lantai.

p. Penguatan otot perut bagian atas

       Dengan posisi tidur telentang tarik kedua kaki mendekati perut angkat kepala dan
tahan beberapa saat untuk kemudian dikendorkan kembali. Pada saat mengangkat kepala
nafas harus ditahan.

q. Penguatan otot panggul dan perut bagian bawah

       Dengan posisi tidur telentang tekuk kedua lutut dan kemudian gerakkan kedua lutut
bersama-sama ke arah lantai, kembali ke posisi semula dan gerakkan kedua lutut kearah yang
lain. Ulangi gerakan ini beberapa kali.

4. Latihan Relaksasi

       Sasaran utama dari latihan ini adalah relaksasi seluruh tubuh terutama otot dasar
panggul. Relaksasi ini sangat bermanfaat untuk menghadapi kontraksi rahim kala I maupun
kala II. Di samping itu relaksasi juga dapat mengurangi stress ibu saat kehamilan
berlangsung. Relaksasi ini dapat dilakukan setiap saat. Gerakan relaksasi ini antara lain:

a. Relaksasi otot muka

       Kerutkan otot muka, tahan 1 sampai 2 detik, kemudian lepaskan sehingga betul-betul
terasa relaksasi. Ulangi latihan ini beberapa kali. Posisi tidur terlentang, lutut ditekuk.

b. Relaksasi lengan-tangan
        Dengan posisi tidur terlentang angkat lengan bawah 900 dari lantai. Genggam tangan
dan kerutkan lengan kuat-kuat pertahankan 1-2 detik, dan lepaskan kembali. Ulangi beberapa
kali.

c. Relaksasi otot perut dan dasar panggul

        Dengan posisi terlentang atau miring, kerutkan otot perut, tahan 1-2 detik, lalu
lepaskan. Ulangi beberapa kali, tarik juga dan perut bawah ke dalam

d. Relaksasi kaki dan tungkai

        Dengan posisi tidur terlentang atau miring luruskan ujung kaki menghadap ke bawah
tahan beberapa detik kemudian lepaskan.

e. Relaksasi seluruh tubuh

        Dengan posisi tidur terlentang atau miring, kontraksikan seluruh otot dan ambil nafas
teratur, relaks. Bayangkan sesuatu yang menyenangkan dan nikmatilah relaksnya tubuh.

5. Latihan Pernafasan

        Latihan ini pada dasarnya melatih teknik pernafasan perut (diafragma) dan pernafasan
dada. Sesuai dengan kebutuhannya untuk mengatasi nyeri selama persalinan, maka kedua
teknik pernafasan di atas dapat digabung maupun dimodifikasi. Gerakannya antara lain:

a. Pernafasan perut

        Dengan sikap berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan di samping
badan, dan relaks, letakkan tangan kiri di atas perut. Tarik nafas dalam melalui hidung,
sampai perut menggelembung dan tangan kiri terangkat. Tahan sampai beberapa detik dan
hembuskan nafas lewat mulut. Ulangi dengan frekuensi 8 kali per menit. Teknik pernafasan
ini digunakan untuk mempercepat relaksasi, mengatasi stress dan mengatasi nyeri his palsu
mauun his permulaan kala I.

b. Pernafasan dada dalam
       Dengan sikap berbaring terlentang kedua lutut ditekuk, kedua lengan di samping
badan dan relaks, letakkan tangan di atas dada. Tarik nafas dalam melalui hidung dengan
mengembangkan dada sehingga tangan kanan terangkat. Tahan satu sampai dua detik, dan
hembuskan nafas lewat celah bibir sehingga tangan kanan turun mengikuti surutnya badan.
Frekuensi yang dianjurkan 8 kali per menit. Teknik pernafasan ini menggantikan pernafasan
perut apabila nyeri his kala I sudah cukup

c. Pernafasan dada cepat

       Dengan sikap berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan di samping
badan dan relaks tarik nafas cepat melalui hidung dan hembuskan cepat melalui mulut,
mulailah dengan frekuensi 30 kali per menit yang makin lama makin dipercepat hingga 60
kali per menit, penrlambat lagi sedikit demi sedikit hingga kembali menjadi 30 kali per menit.

d. Pernafasan kombinasi perut dan dada

       Dengan sikap berbaring terlentang kedua lutut ditekuk, kedua lengan di samping dada
dan relaks, katubkan kedua tangan pada batas antara dada dan perut. Lakukan pernafasan
perut selama 30 detik. Teknik pernafasan ini digunakan untuk mengatasi nyeri his
pertengahan kala I.

e. Pernafasan kombinasi perut, dada dalarn, dan dada cepat

       Dengan sikap berbaring terlentang kedua lutut ditekuk, kedua lengan di samping dada
dan relaks. Lakukan pernafasan perut selama 15 detik, lanjutkan dengan pernafasan dada
dalam 15 detik, kemudian pernafasan dada cepat yang makin lama makin dipercepat untuk
kemudian diperlambat dan dilanjutkan pernafasan dada dalam dan diakhiri pernafasan perut
Teknik pernafasan ini digunakan untuk mengatasi rasa nyeri his pertengahan dan akhir kala I
dan juga mengatasi keinginan mengejan yang belum boleh dilakukan (Kushartanti, 2004).




SADARI/ PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI
       SADARI adalah pemeriksaan/ perabaan sendiri untuk menemukan timbulnya
benjolan abnormal pada payudara (Otto, S, 2005).

Tujuan sadari




       Tujuan dilakukannya skrining kanker payudara adalah untuk deteksi dini. Wanita
yang melakukan SADARI menunjukan tumor yang kecil dan masih pada stadium awal, hal
ini memberikan prognosis yang baik. SADARI hanya untuk mendeteksi dini adanya ketidak
normalan pada payudara, tidak untuk mencegah kanker payudara. Sebagian wanita berfikir
untuk apa melakukan SADARI, apalagi yang masih berusia dibawah 30tahun, kebanyakan
berangapan bahwa kasus kanker payudara jarang ditemukan pada usia dibawah 30 tahun.
Dengan melakukan SADARI sejak dini akan membantu deteksi kanker payudara pada
stadium dini sehingga kesempatan untuk sembuh lebih besar (Otto,S, 2005).
   Mayo Fundation for Medical Education and Research (2005) mengemukakan bahwa
beberapa penelitian memang menunjukan SADARI tidak menurunkan angka kematian akibat
kanker payudara, namun kombinasi antara SADARI dan mamografi masih dibutuhkan
untukmenurunkan resiko kematian akibat kanker payudara. Kearney dan Murray (2006)
mengemukakan bahwa keunggulan SADARI adalah dapat menemukan tumor/benjolan
payudara pada saat stadium awal, penemuan awal benjolan dipakai sebagai rujukan
melakukan mamografi untuk mendeteksi interval kanker, mendeteksi benjolan yang tidak
terlihat saat melakukan mamografi dan menurunkan kematian akibat kanker payudara.

2. Target dan waktu pelaksanaan




 SADARI dianjurkan dilakukan secara intensif pada wanita mulai usia 20 tahun, segera
ketika mulai pertumbuhan payudara sebagai gejala pubertas. Pada wanita muda, agak sedikit
sulit karena payudara mereka masih berserabut (fibrous), sehingga dianjurkan sebaiknya
mulai melakukan SADARI pada usia 20 tahun karena pada umumnya pada usia tersebut
jaringan payudara sudah terbentuk sempurna. Wanita sebaiknya melakukan SADARI sekali
dalam satu bulan. Jika wanita menjadi familiar terhadap payudaranya dengan melakukan
SADARI secara rutin maka dia akan lebih mudah mendeteksi keabnormalan pada
payudaranya sejak awal atau mengetahui bahwa penemuanya adalah normal atau tidak
berubah selama bertahun - tahun. Wanita yang belum menopouse sebaiknya melakukan
SADARI setelah menstruasi sebab perubahan hormonal meningkatkan kelembutan dan
pembengkakan pada payudara sebelum menstruasi. SADARI sebaiknya dilakukan sekitar
satu minggu setelah menstruasi. Satelah menopouse SADARI sebaiknya dilakukan pada
tanggal yang sama setiap bulan sehingga aktifitas rutin dalam kehidupan wanita tersebut
(Burroughs, 1997).
3. Pedoman/ Prosedur kerja melakukan SADARI
 Berikut ini langkah – langkah melakukan SADARI menurut Smeltzer(1996):

Langkah 1 :

a. Berdirilah di depan cermin.
b.   Periksa kedua payudara dari sesuatu yang tidak normal.
c.    Perhatikan adanya rabas pada puting susu, keriput, dimpling atau kulit mengelupas.

     Dua tahap berikutnya dilakukan untuk memeriksa adanya kontur pada payudara. Jadi
ketika melakukan SADARI, anda harus mampu merasakan otot – otot anda yang menegang.

Langkah 2 :

a. Perhatikan dengan baik di depan cermin ketika melipat tangan anda dibelakang kepala
     anda ke arah depan.

b. Perhatikan setiap perubahan kontur pada payudra anda.

Langkah 3 :

a. Selanjutnya tekan tangan anda ke arah pinggang anda dan agak membungkuk ke arah
     cermin sambil menarik bahu dan siku ke arah depan.

b. Perhatikan setiap perubahan kontur pada payudara anda.

         Beberapa wanita melakukan pemeriksaan payudara berikut ketika sedang mandi
dengan shower. Jari – jari akan meluncur dengan mudah diatas kulit yang bersabun, sehingga
anda dapat berkonsentrasi dan merasakan setiap perubahan yang terjadi pada payudara anda.

Langkah 4 :

a. Angkat tangan kiri anda.

b. Gunakan 3 atau 4 jari anda untuk meraba payudara kiri anda dengan kuat, hati – hati dan
     menyeluruh.

c. Mulailah pada tepi luar, ttekan bagian datar dari jari tangan anda dalam lingkaran kecil,
     bergerak melingkar dengan lambat di sekitar payudara.

d. Secara bertahap lakukan ke arah puting susu.

e. Pastikan untuk melakukanya pada seluruh payudara.

f. Beri perhatian khusus pada area diantara payudara dan bawah lengan, termasuk bagian di
     bawah lengan itu sendiri.

g. Rasakan adanya benjolan atau massa yang tidak lazim di bawah kulit.
Langkah 5 :

a. Dengan perlahan remas puting susu dan perhatikan adanya rabas.

b. Jika anda menemukan adanya rabas dari puting susu dalam sebulan yang terjadi ketika
  anda sedang atau tidak melakukan SADARI, temuilah dokter anda.

c. Ulang pemeriksaan pada payudara kanan anda.

Langkah 6 :

a. Tahab 4 sebaiknya diulangi dalam posisi berbaring.

b. Berbaringlah mendatar, terlentang dengan lengan kiri anda di bawah kepala anda dengan
  sebuah bantal atau handuk yang dilipat di bawah bahu kiri.

c. Gunakan gerakan sirkuler yang sama seperti yang diuraikan diatas.

d. Ulangi pada payudara kanan anda.
KONSEP NIFAS / POST PARTUM / PUERPURIUM

Pengertian Nifas




   1. Masa Nifas (puerpurium) adalah masa pulihnya kembali, mulai dari persalinan selesai
      sampai alat – alat kandungan kembali seperti pra-hamil. Lama masa nifas yaitu 6-8
      minggu (Mochtar, 2001:115)
   2. Masa Nifas (puerpurium) dimulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat – alat
      kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil,berlangsung selama kira – kira 6
      minggu (Prawirohardjo, 2009:237)
   3. Nifas atau puerperium adalah periode waktu atau masa dimana organ-organ
      reproduksi kembali kepada keadaan tidak hamil. Masa ini membutuhkan waktu
      sekitar enam minggu (Farrer, 2001:36).
Tujuan Asuhan Masa Nifas




   1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya.
   2. Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau
       merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayi.
   3. Memberi pendidikan kesehatan tentang :

      Perawatan kesehatan diri.
      Nutrisi.
      KB.
      Menyusui.
      Pemberian imunisasi pada bayinya dan perawatan bayi sehat.




   Faktor Yang Menyebabkan Post Partum

      Grandemultipara
      Jarak persalinan pendek kurang dari 2 tahun
      Persalinan yang dilakukan dengan tindakan pertolongan kala uri sebelum waktunya,
       pertolongan persalinan oleh sukun, persalinan dengan tindakan paksa, persalinan
       dengan narkosa




Perawatan Pasien Dalam Post Partum (Nifas)
      Pengawasan Kala IV, 1 jam pertama dari nifas meliputi pemeriksaan plasenta supaya
       tidak ada bagian-bagian plasenta yang tertinggal, pengawasan tingginya fundus uteri,
       pengawasan perdarahan dari vagina, pengawasan konsistensi rahim, pengawasan
       keadaan umum ibu.

      Early ambulation, Kebijaksanaan untuk selekas mungkin membimbing penderita
       keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas mungkin untuk berjalan.

      Karena lelah habis persalinan, ibu harus istirahat, tidur terlentang, selama 8 jam pasca
       persalinan, kemudian boleh miring ke kanan dan ke kiri untuk mencegah terjadinya
       trombosi dan tromboemboli. Pada hari ke-2 diperbolehkan duduk, hari ke-3 jalan-
       jalan, dan hari ke-4 atau ke-5 sudah diperbolehkan pulang.

      Mobilisasi tersebut bervariasi bergantung pada komplikasi persalinan, nifas, dan
       sembuhnya luka-luka. Kini perawatan perenium lebih aktif dengan dianjurkan “
       Mobilisasi Dini ” (early mobilitation), perawatan ini mempunyai keuntungan:

      Memperlancar pengeluaran lochea, mengurangi infeksi nifas.
      Mempercepat involusi alat kandungan.
      Meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan
       pengeluaran sisa metabolisme.

   Jenis Perdarahan Post Partum




1. Perdarahan psot partum adalah perdarahan dalam kala IV yang lebih dari 500 – 600 cc
  dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir. Rustam Mochtar, 1998
2. Perdarahan post partum adalah perdarahan 500 cc / lebih setelah kala III selesai / setelah
   plasenta lahir. Bedah kebidanan, 2000

3. Perdarahan pervaginam yang jumlahnya melebihi 600 cc dan terjadi dalam waktu 24 jam
  pertama setelah janin lahir

1. Perdarahan Post Partum Primer

       Perdarahan post partum primer trjadi dalam 24 jam pertama. Penyebab utama
   perdarahan post partum primer adalah atenia uteri, retentio plasenta, sisa plasenta, dan
   robekan jalan lahir, terbanyak dalam 2 jam pertama

2. Perdarahan Post Partum Sekunder

       Terjadi setelah 24 jam pertama penyebab utama perdarahan post partum sekunder
   adalah robekan jalan lahir dan sisa plasenta / membran

Peran dan Tanggung Jawab Bidan :

   1. Pengawasan kesehatan ibu nifas.
   2. Mendeteksi komplikasi
   3. Mengevaluasi kebutuhan eliminasi
   4. Menfasilitasi hubungan & ikatan batin ibu bayi
   5. Memulai & mendorong pemberian asi
   6. Memberikan pendidikan kesehatan (Sofyan, 2006:22).

Perawatan Payudara pada Ibu Nifas

   1. Menjaga payudara tetap bersih dan kering.
   2. Menggunakan BH yang menyokong payudara.
   3. Apabila puting susu lecet, oleskan ASI yang keluar di sekitarnya setelah selesai
       menyusui.
   4. Apabila payudara bengkak akibat pembendungan ASI dilakukan:

      Pengompresan payudara
      Lakukan pengurutan payudara
      Susukan bayi setiap 2-3 jam sekali apabila tidak dapat menghisap seluruh ASI
       dikeluarkan dengan tangan.
      Keringkan payudara
      Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui.

Perubahan-Perubahan Yang Terjadi Selama Post Partum (Nifas)
1. Uterus

      Involusi uterus melibatkan peng-reorganisasian dan pengguguran decidua atau
       endometrium serta pengelupasan situs placenta sebagaimana diperlihatkan (Varney,
       2004:252).

      Segera setelah kelahiran bayi, placenta dan membran, beratnya adalah kira-kira 1100
       gram dengan panjang kira-kira 15 cm, lebar 12 cm, serta 8 sampai 10 cm tebalnya.
       Ukuran itu adalah kira-kira dua atau tiga kali ukuran uterus non hamil, multipara.
      Uterus berkurang beratnya sampai menjadi kira-kira 500 gram pada akhir minggu
       pertama post partum, 300 gram sampai 350 gram pada akhir minggu kedua, 100 gram
       pada akhir minggu keenam, dan mencapai berat biasa non hamil 70 gram pada akhir
       minggu kedelapan post partum.
      Segera setelah kelahiran, bagian puncak dari fundus akan berada kira-kira dua pertiga
       sampai tiga perempat tingginya diantara shympisis pubis dan umbilicus.
      Fundus ini kemudian akan naik ketingkat umbilicus dalam tempo beberapa jam. Ia
       akan tetap berada pada kira-kira setinggi (atau satu jari lebarnya di bawah) umbilicus
       selama satu, dua hari dan kemudian secara berangsur-angsur turun ke pinggul,
       kemudian menjadi tidak dapat dipalpasi lagi bila di atas symhisis pubis setelah hari ke
       sepuluh (Varney, 2004:252).

2. Involusi tempat plasenta

      Ekstrusi lengkap tempat plasenta perlu waktu sampai 6 minggu.
      Proses ini mempunyai kepentingan klinik yang amat besar, karena kalau proses ini
       terganggu, mungkin terjadi pendarahan nifas yang lama. Segera setelah kelahiran,
       tempat plasenta kira-kira berukuran sebesar telapak tangan, tetapi dengan cepat
       ukurannya mengecil. Pada akhir minggu kedua, diameternya 3 sampai 4 cm.
          Segera setelah berakhirnya persalinan, tempat plasenta normalnya terdiri dari banyak
           pembuluh darah yang mengalami trombosis yang selanjutnya mengalami organisasi
           trombus secara khusus.

3. Pembuluh darah uterus

          Di dalam uterus sebagian besar pembuluh darah mengalami obliterasi dengan
           perubahan hialain, dan pembuluh yang lebih kecil tumbuh ditempat mereka.
          Reasorbsi residu yang mengalami hialinisasi diselesaikan dengan proses yang serupa
           dengan yang di temukan di ovarium setelah ovulasi dan pembentukan korpus luteum.
           Tetapi sisa-sisa kecil tetap ada selama bertahun-tahun, yang dibawah mikroskop
           memberikan cara untuk membedakan antara uterus wanita multipara dan nullipara.

4. Lochia

          Lochia adalah nama yang diberikan pada pengeluaran dari uterus yang terlepas
           melalui vagina selama masa nifas (Varney, 2004:253).

          Pengeluaran Lochia dapat dibagi berdasarkan jumlah dan warnanya sebagai berikut :

   1). Lochia Rubra

          1 sampai 3 hari berwarna merah dan hitam
          Terdiri dari sel decidua, verniks kaseosa, rambut, sisa mekonium, sisa darah

   2). Lochia Sanguinolenta

          3 sampai 7 hari
          Berwarna putih bercampur merah

   3). Lochia Serosa

          7 sampai 14 hari
          Berwarna kekuningan

   4). Lochia Alba

          Setelah hari ke 14
          Berwarna putih

5. Vagina dan Perineum

          Segera setelah persalinan, vagina dalam keadaan menegang dengan disertai adanya
           edema dan memar, dengan keadaan masih terbuka.
          Dalam satu atau dua hari edema vagina akan berkurang. Dinding vagina akan kembali
           halus, dengan ukuran yang lebih luas dari biasanya.
          Ukurannya akan mengecil dengan terbentuk kembalinya rugae, pada 3 minggu setelah
           persalinan. Vagina tersebut akan berukuran sedikit lebih besar dari ukuran vagina
           sebelum melahirkan pertama kali. Meskipun demikian latihan untuk mengencangkan
           otot perineum akan memulihkan tonusnya (Varney, 2004:254).

6. Payudara

          Konsentrasi hormon yang menstimulasi perkembangan payudara selama wanita
           hamil, (estrogen, progesteron, human chorionic gonadotropin, prolaktin, kortisol, dan
           insulin) menurun dengan cepat setelah bayi lahir. Waktu yang dibutuhkan hormon-
           hormon ini untuk kembali ke kadar sebelum hamil sebagian ditentukan oleh apakah
           ibu menyusui atau tidak.

7. Tanda-Tanda Vital

          Tekanan darah biasanya stabil dan normal, temperatur biasanya kembali normal dari
           kenaikannya yang sedikit selama periode melahirkan dan menjadi stabil dalam 24 jam
           pertama setelah melahirkan. Denyut nadi biasanya normal kecuali bila ada keluhan
           persalinan yang lama dan sulit atau kehilangan banyak darah (Varney, 2004:254).

8. Perubahan Sistem Ginjal

          Pelvis ginjal dan ureter yang berdilatasi selama kehamilan, kembali normal pada akhir
           minggu setelah melahirkan.
          Segera setelah melahirkan kandung kemih tampak bengkak, sedikit terbendung, dapat
           hipotonik, dimana hal ini dapat mengakibatkan overdistensi, pengosongan yang tidak
           sempurna dan adanya sisa urin yang berlebihan kecuali bila diambil langkah-langkah
           yang mempengaruhi ibu untuk melakukan buang air kecil secara teratur meskipun
       pada saat wanita itu tidak mempunyai keinginan untuk buang air kecil. Efek dari
       trauma selama persalinan pada kandung kemih dan ureter akan menghilang dalam 24
       jam pertama setelah melahirkan (Varney, 2004:255).

9. Kehilangan Berat Badan

      Seorang wanita akan kehilangan berat badannya sekitar 5 kg pada saat melahirkan.
       Kehilangan ini berhubungan dengan berat bayi, placenta dan cairan ketuban. Pada
       minggu pertama post partum seorang wanita akan kehilangan berat badannya sebesar
       2 kg akibat kehilangan cairan (Varney, 2004:255).

10. Dinding Abdomen

      Strie abdominal tidak bisa dilenyapkan sama sekali akan tetapi mereka bisa berubah
       menjadi garis-garis yang halus berwarna putih perak (Varney, 2004:255).

      Ketika miometrium berkontraksi dan berektrasi setelah kelahiran dan beberapa hari
       sesudahnya, peritonium yang membungkus sebagian besar uterus dibentuk menjadi
       lipatan-lipatan dan kerutan-kerutan. Ligamentum latum dan rotundum jauh lebih
       kendor daripada kondisi tidak hamil, dan mereka memerlukan waktu cukup lama
       untuk kembali dari peregangan dan pengendoran yang telah dialaminya selama
       kehamilan tersebut.

11. Perubahan Hematologis

      Leukositosis yang meningkatkan jumlah sel-sel darah putih sampai sebanyak 15.000
       semasa persalinan, akan tetap tinggi selama beberapa hari pertama dari masa post
       partum. Jumlah sel-sel darah putih tersebut masih bisa naik lagi lebih tinggi sampai
       25.000 atau 30.000 tanpa adanya kondisi patologis jika wanita tersebut mengalami
       persalinan lama. Jumlah hemoglobin, hematokrit dan erytrocyte akan sangat
       bervariasi pada awal-awal masa nifas sebagai akibat dari volume darah, volume
       plasma dan tingkat volume sel darah yang berubah-ubah (Varney, 2004:256

12. Sistem Endokrin
   1). Hormon Plasenta
      Selama periode pascapartum, terjadi perubahan hormon yang besar. Pengeluaran
       plasenta menyebabkan penurunan signifikan hormon-hormon yang diproduksi oleh
       organ tersebut. Penurunan hormon Human Placcental Lactogen (HPL), estrogen dan
       kortisol, serta placental enzyme insulinase membalik efek diabetogenik kehamilan,
       sehingga kadar gula darah menurun secara yang bermakna pada masa puerperium.

   2). Hormon Hipofisis dan Fungsi Ovarium

      Waktu dimulainya ovarium dan menstruasi pada wanita menyusui berbeda. Kadar
       prolaktin serum yang tinggi pada wanita menyusui tampaknya berperan dalam
       menekan ovulasi. Karena kadar Follicle-Stimulating Hormone (FSH) terbukti sama
       pada wanita menyusui dan tidak menyusui, dismpulkan ovarium tidak berespons
       terhadap stimulasi FSH kadar prolaktin meningkat.

13. Sistem Urinarius

      Perubahan hormonal pada masa hamil (kadar steroid yang tinggi) turut menyebabkan
       peningkatan fungsi ginjal, sedangkan penurunan kadar steroid setelah wanita
       melahirkan sebagian menjelaskan sebab penurunan fungsi ginjal selama masa
       pascapartum. Fungsi ginjal kembali normal dalam waktu satu bulan setelah wanita
       melahirkan. Diperkirakan 2 sampai 8 minggu mengalami hipotonia pada kehamilan
       dan dilatasi ureter serta pelvis ginjal kembali ke keadaan sebelum hamil. Pada
       sebagian kecil wanita, dilatasi traktus urinarius bisa menetap selama tiga bulan.

14. Sistem Cerna
   1). Nafsu Makan

      Ibu biasanya setelah melahirkan diperbolehkan untuk mengkonsumsi makanan ringan
       dan setelah benar-benar pulih dari efek analgesia, anesthesia, dan keletihan,
       kebanyakan ibu merasa sangat lapar. Permintaan untuk memperoleh makanan dua kali
       dari jumlah yang biasa dikonsumsi disertai konsumsi camilan yang sering-sering
       ditemukan.

2). Motilitas
      Secara khas, penurunan tonus dan motilitas otot traktus cerna menetap selama waktu
       yang singkat setelah bayi lahir. Kelebihan analgesia dan anesthesia bisa
       memperlambat pengembalian tonus dan motilitas ke keadaan normal.

3). Defekasi

      Buang air besar secara spontan bisa tertunda selama dua sampai tiga hari setelah ibu
       melahirkan. Keadaan ini bisa disebabkan karena tonus otot usus menurun selama
       proses persalinan dan pada awal masa pascapartum, ibu biasanya merasakan nyeri
       diperinium akibat episiotomi, laserasi, atau hemoroid. Kebiasaan buang air besar yang
       teratur perlu dicapai kembali setelah tonus usus kembali normal.

15. Sistem Kardiovaskuler
   1). Volume Darah

      Perubahan volume darah tergantung pada beberapa faktor, misalnya kehilangan darah
       selama melahirkan dan mobilisasi serta pengeluaran cairan ekstravaskuler (edema
       fisiologis).

   2). Curah jantung

      Denyut jantung, volume sekuncup, dan curah jantung meningkat sepanjang masa
       hamil. Segera setelah wanita melahirkan, keadaan ini akan meningkat bahkan lebih
       tinggi selama 30 sampai 60 menit karena darah yang biasanya melintas sirkuit
       etoroplasenta tiba-tiba kembali ke sirkulasi umum.

16. Varises

      Varises di tungkai dan di sekitar anus (hemoroid) sering dijumpai pada wanita hamil.
       Varises, bahkan varises vulva yang jarang dijumpai, akan mengecil dengan cepat
       setelah bayi lahir. Operasi varises tidak dipertimbangkan selama masa hamil. Regresi
       total atau mendekati total diharapkan terjadi setelah melahirkan (Varney, 2004:156).
Hal yang perlu diperhatikan dalam ibu nifas:
1). Diet

      Diet harus sangat mendapat perhatian dalam nifas karena makanan yang baik
       mempercepat penyembuhan ibu, lagi pula makanan ibu sangat mempengaruhi
       susunan air susu.

      Ibu nifas harus mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari. Makan dengan diet
       berimbang untuk mendapat protein, mineral, vitamin yang cukup. Minum sedikitnya 3
       liter air setiap hari. Pil zat besi harus diminum untuk menambah zat besi setidaknya
       40 hari setelah persalinan. Minum kapsul vitamin A (200.000) agar bisa memberikan
       vitamin A pada bayi lewat ASI nyaMakanan harus bermutu, bergizi dan cukup kalori,
       sebaiknya yang banyak mengandung protein, banyak cairan, sayur-sayuran dan buah-
       buahan. Kebutuhan nutrisi selama laktasi didasarkan pada kandungan nutrisi ASI dan
       jumlah nutrisi penghasil susu.

2). Kalori

      Kebutuhan kalori selama menyusui proporsional dengan jumlah air susu ibu yang
       dihasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibanding selama hamil. Rata-rata
       kandungan kalori ASI yang dihasilkan oleh ibu dengan nutrisi baik adalah 70
       kalori/100 ml, dari kira-kira 85 kalori diperlukan oleh 640ibu untuk tiap 100 ml
       yang dihasilkan, rata-rata ibu menggunakan kalori/hari untuk 6 bulan kedua untuk
       menghasilkan jumlah susu normal.

3). Protein

      Ibu memerlukan tambahan 20 gram protein di atas kebutuhan normal ketika
       menyusui, jumlah ini hanya 16% dari tambahan 500 kalori yang dianjurkan.

4). Cairan

      Dianjurkan ibu menyusui minum 2-3 liter cairan/hari baik dalam bentuk air, susu, jus
       buah-buahan minuman ringan, sirup dan minuman yang tidak mengandung kafein.
5). Vitamin dan Mineral

      Vitamin dan mineral selama hamil lebih tinggi nutrien yang paling mungkin
       dikonsumsi dalam jumlah tidak adekuat oleh ibu menyusui adalah kalsium,
       magnesium, zink, vitamin B6 dan folat.

6). Suhu

      Harus diawasi terutama dalam minggu pertama dari masa nifas karena kenaikan suhu
       adalah tanda pertama dari infeksi.

7). Miksi

      Hendaknya kencing untuk dapat dilakukan sendiri secepatnya. Kadang-kadang wanita
       mengalami sulit kencing, karena spinkter uretra ditekan oleh kepala janin dan spasme
       selama persalinan. Apabila kandung kemih penuh dan wanita mengalami sulit
       kencing, sebaiknya dilakukan kateterisasi.

8). Defekasi

      Jika penderita hari ketiga belum juga buang air besar, maka diberi clysma air sabun
       atau gliserin.

9). Puting susu

      harus diperhatikan kebersihannya dan rhagade (luka pecah) harus segera diobati,
       karena kerusakan puting susu merupakan porte d’ entrée dan menimbulkan mastitis.

10). Datangnya haid kembali

      Ibu yang tidak menyusukan anaknya, haid datang lebih cepat dari ibu yang
       menyusukan anaknya. Pada ibu golongan pertama biasanya haid datang 8 minggu
       setelah persalinan. Pada ibu golongan kedua haid seringkali tidak datang selama ia
       menyusukan anaknya, tetapi kebanyakan haid datang lagi pada bulan keempat.
11). Lamanya perawatan di rumah sakit

      Lamanya perawatan di rumah sakit bagi ibu-ibu yang bersalin di Indonesia sering
       ditentukan oleh keadaan sosial ekonomi. Maka pada umumnya ibu-ibu dengan
       persalinan biasa tidak lama tinggal di rumah sakit kira-kira 3-5 hari.

12). Follow up

      Enam minggu setelah persalinan ibu hendaknya memeriksakan diri kembali.

13). Pakaian

      Pakaian agak longgar terutama di daerah dada sehingga payudara tidak tertekan,
       daerah perut diikat kencang tidak akan mempengaruhi involusi.

Perubahan Psikologis Pada Ibu Nifas
       Menerima peran sebagai orang tua adalah suatu proses terjadi dalam 3 tahap yang
meliputi:
1. Fase Taking In

      Fase ini merupakan periode ketergantungan yang berlangsung hari 1-2 setelah
       melahirkan, pada saat itu fokus perhatian ibu terutama pada dirinya sendiri.

2. Fase Taking Hold

      Fase ini berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan, ibu merasa khawatir akan
       ketidakmampuan dan rasa tanggung jawabnya dalam perawatan bayi, ibu menjadi
       sangat sensitif dan mudah tersinggung.

3. Fase Letting Go

      Fase untuk menerima tanggung jawab akan peran yang berlangsung 10 hari, setelah
       melahirkan, sudah beradaptasi dengan bayinya. (Fitramaya, 2008:124)
                                DAFTAR PUSTAKA

1. BKKBN. 2006. Deteksi Dini Komplikasi Persalinan. Jakarta : BKKBN
2. Bobak, 2000. Perawatan Maternitas. Jakarta : EGC
3. Depkes RI, 2004. Penilaian K I dan K IV. Jakarta : Depkes RI
4. Depkes RI. 2007. Perawatan Kehamilan (ANC). http://www.depkes.com.id diakses
   pada tanggal 15 Maret 2010
5. Depkes RI. 2008. Panduan Pelayanan Antenatal. Jakarta : Depkes RI
6. Effendy. 2005. Keperawatan Keluarga. JAKARTA : EGC
7. Farrer, 2001. Perawatan Maternitas. Jakarta : EGC
8. Fitramaya, 2008. Asuhan Ibu Hamil. Yogyakarta : Dian Press
9. Friedman, 2004. Keperawatan Keluarga. Jakarta : EGC
10. Harymawan. 2007. Dukungan Suami Dan Keluarga. http://www.infowikipedia.com.id
   diakses pada tanggal 15 Maret 2010
11. Hiudayat. 2009. Metode Persalinan Normal dan Komplikasi Bayi Baru Lahir. Jakarta
   : JNPK-KR
12. Mandriwati.    2007.   Setiap   Jam   Dua    Ibu   Hamil   Meninggal.   http://www.
   Indoskripsi.com.id, diakses pada tanggal 15 Maret 2010-07-22
13. Manuaba. 2008. Ilmu Kebidanan, Kandungan dan KB. Jakarta : EGC
14. Monika.        2009.      Pengaruh        Pengetahuan       Terhadap      Perilaku.
   http://www.infowikipedia.cm.id diakses pada tanggal 15 Maret 2010
15. Pranoto. 2007. Ilmu Kebidanan. Yogyakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
   Prawirohardjo
16. Pudjiadi, 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta
17. Putriazka. 2007. Angka Kematian Ibu Dan Bayi Tertinggi Di ASEAN. Hidayat. 2006.
   Metode Penelitian Kebidanan. Jakarta : PT. Rineka Cipta
18. Rustam. 2005. Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta : EGC
19. Saifudin. 2005. Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
   Yogyakarta : Yayasan Bina Pustaka Pustaka Sarwono Prawirohardjo
20. Sakinah. 2005. Antenatal Care. http://www.info-wikipedia.com. Diakses tanggal 25
   April 2010
21. Sofyan, 2006. Asuhan Kebidanan Komunitas. Jakarta : Salemba Madika
22. Suririnah. 2008. Tanda Bahaya Pada Kehamilan Trimester I. http://www.kes-
   pro.coom.id diakses tanggal 15 Maret 2010
23. Verney. 2006. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta. EGC. Hal : 36-39
24. WHO. 2006. Pelayanan Kesehatan Maternal. Jakarta : Media Aesclapius Press
25. http://www.indocina.net/viewtopic.php?f=28&t=744626.
26. http://www.mitrakeluarga.com/kemayoran/kesehatan005.html27.
27. http://www.dunia-ibu.org/html/baby_blues.html28.
28. http://pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=2208&tbl=cakrawala29.
29. http://www.korantempo.com/news/2003/3/2/Keluarga/17.html30.
30. http://www.bayisehat.com/child-consultation/cara-mengatasi-baby-blues.html31.
31. http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=06304&rubrik=bayi
32. Maryam,Siti.R.dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta:
   Salemba Medika
33. Macready, Norra. 2003. Biofeedback dan Kegels dapat Mengurangi Rasa Sakit
   Vestibulitis: Meningkatkan Fungsi Otot , ( online ) , ( http://www.nafc.org ), diakses
   9 April 2011
34. Nugroho, Wahyudi . 2001. Perawatan Lanjut Usia Edisi 2. Jakarta : EGC
35. Setiabudhi, Tony. 2001. Panduan Gerontologi Tinjauan Dari Berbagai Aspek
   Menjaga Keseimbangan Kualitas Hidup Para Lanjut Usia Edisi 2. Jakarta : PT
   Gramedia Pustaka Utama
36. Stanley, Mickey dan Beare, Patricia. 2006 . Keperawatan Gerontik Edisi 2. Jakarta :
   EGC
37. Williams dan Wilkins. 2002. Latihan dengan Terapi Biofeedback, ( online ),
   (http://journals.lww.com), diakses 9 April 2011
GRAVIDA-TEST/ ALAT UJI KEHAMILAN




       Hasil test pack kehamilan adalah salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh calon ibu
yang lagi menanti calon bayi yang bakalan hadir untuk meramaikan rumah, terutama buat
yang baru pertama kali akan mengalami masa yang disebut hamil. Hasil test pack positif
merupakan salah satu ciri-ciri orang hamil, so mengenal test pack yang baik dan cara
menggunakan testpack yang benar bisa membantu kamu buat deteksi dini apakah kamu hamil
atau tidak.

Test pack kehamilan ini adalah salah satu dari sekian banyak alat uji kehamilan, yang bisa
jadi salah satu cara yang murah dan meriah, karena kaum hawa tidak perlu repot pergi ke
laboratorium buat ngecek kehamilan. Alat yang biasa disebut home pregnancy test (atau test
pack) ini banyak dijumpai di toko, supermarket, atau apotik dengan harga yang variatif.
Mudahnya, kita sebagai kaum wanita bisa langsung menguji kehamilan sendiri dan
mengetahui apakah sang buah hati akan hadir atau tidak melalui hasil test pack.

Bentuk Test Pack

       Bentuk test pack ada dua macam, yaitu strip dan compact. Bedanya, bentuk strip
harus dicelupkan ke urin yang telah ditampung atau disentuhkan pada urin waktu buang air
kecil. Untuk compact/card udah ada tempat buat menampung urin yang bakalan diteteskan.

Prosedur kerja test pack
       Jika test pack sudah menyentuh dengan urin, maka akan muncul hasil berupa garis.
Kemunculan garis pertama mengisyaratkan kalau test pack dilakukan dengan benar, karena
test pack mendapatkan urin yang cukup. Sebaliknya, kalau nggak muncul garis pertama ini,
berarti kamu salah memakaikannya dan kamu harus mengulangi test dengan menggunakan
testpack yang baru. Jika muncul 2 garis berarti positif hamil, jika 1 garis saja yang muncul
maka negative tidak hamil.

Kapan Test pack

       Kapan dilakukan test pack? Sebagai patokan, kamu bisa memakai alat tersebut dua
hari sebelum datang bulan, atau 12 hari setelah berhubungan seks di masa subur. Ini
dilakukan untuk memastikan test pack seakurat mungkin. Sebagai informasi, testpack
memiliki tingkat keakuratan yang sangat tinggi, yaitu antara 95-99,5% (dalam catatan,
tentunya bila dilakukan dengan prosedur yang benar).

Test Pack yang Akurat

       Walau memiliki tingkat keakuratan yang sangat tinggi, namun kamu juga harus
menjaga makanan yang kamu konsumsi. Pasalnya, obat-obatan tertentu bisa membuat hasil
positif, seperti obat yang mengandung hCG buat terapi kesuburan dan diet, obat diuretik, obat
anti parkinson, vitamin C dosis tinggi, sabun yang terkontaminasi pada urin, dsb.

Bila alat uji kehamilan menandakan positif, namun hasil USG negatif, ini bisa jadi hasil uji
dikacaukan oleh berbagai makanan seperti terurai diatas. Tetap jaga makan, dan coba lakukan
test kembali setelah 3 minggu. Bila hasilnya positif, kemungkinan memang kamu udah hamil.
Prosedur Menggunakan Test Pack




       Biar tidak salah waktu menggunakan alat uji kehamilan ini, ada baiknya kalau kamu
melakukannya dengan benar. Berikut ada sedikit tips menggunakan test pack yang benar:
Waktu beli test pack, cek tanggal kadaluarsanya. Sama seperti makanan, jangan membeli
yang   udah    lewat     kadaluarsa   soalnya   nggak   bakalan   efektif   bila   digunakan.
Jangan minum air berlebihan waktu akan menggunakan test pack, soalnya urin yang terlalu
cair bisa mempengaruhi hasil test pack.

       Buat yang belum pernah menggunakan, baca dengan teliti keterangan yang ada di
kotaknya. Lakukan test pada pagi hari setelah bangun tidur, soalnya kadar hCG terbanyak
terdapat pada urin tersebut.Setelah menyentuhkan urin ke test pack, diamkan selama1 menit.
Setelah itu akan muncul garis-garis pada test pack. Bila tidak ada garis satupun, ulangi
pengujian dengan test pack yang baru.

Hasil test pack positf

Bila hasil testpack menunjukkan positif, kunjungi dokter kandungan untuk memastikan
bahwa kamu memang benar-benar hamil muda dan supaya kamu bisa mengetahui langkah
apa selanjutnya yang bisa kamu tempuh, karena perawatan yang benar sejak dini sangat
penting buat calon buah hati dan calon ibu.
Hasil Test Pack Negatif

Kalau ternyata hasil test mengindikasikan negatif, coba lagi beberapa waktu (disarankan 3
minggu sampai 1 bulan). Bila ternyata hasilnya tetap negatif dan kamu belum juga dapat
mens, segera periksakan ke dokter kandungan.
KEGEL EXERCISE/ SENAM KEGEL

       Latihan senam kegel untuk mengembalikan kekencangan otot di sekitar organ
tersebut. Karena senam kegel ini akan memberikan efek yang sangat signifikan dalam
membawa perubahan kualitas hubungan badan dengan pasangan.

Latihan Memperkuat Otot-otot Panggul

       Berbagai kondisi dapat menyebabkan melemahnya otot-otot panggul, seperti
kehamilan, melahirkan, dan kelebihan berat badan. Otot-otot panggul yang lemah
menyebabkan penurunan kemampuan untuk mengendalikan berkemih atau buang air besar.
Sebagai contoh, pada saat kandung kemih anda sudah penuh dengan urin, anda tentu akan
menahan agar urin tidak segera keluar sebelum anda sampai di toilet atau kamar mandi.
Meskipun sudah urin sudah sangat mendesak dan mungkin kandung kemih sudah meregang,
anda mampu mencegah aliran urin keluar. Otot yang membantu anda untuk menahan urin
untuk tidak segera keluar diperankan oleh otot-otot panggul. Apabila otot-otot panggul ini
sudah melemah, kemampuan untuk mengendalikan perkemihan pun akan menurun.
Otot-otot panggul sama seperti otot-otot di bagian tubuh yang lain. Jika otot ini sudah mulai
melemah, dapat dilatih untuk memperkuatnya kembali.

Pengertian

1. Latihan Kegel diciptakan oleh seorang dokter kandungan bernama Arnold Kegel pada
  tahun 1940. Dr Kegel pertama kali mengembangkan latihan ini untuk membantu wanita
  sebelum dan setelah melahirkan. Selanjutnya latihan ini juga dapat digunakan dalam
  membantu menangani stress inkontinensia urine yaitu pengeluaran urine tidak terkontrol
  akibat bersin, batuk, tertawa atau melakukan latihan jasmani. Latihan kegel bermanfaat
  untuk melatih otot dasar panggul yaitu rangkaian otot dari tulang panggul sampai tulang
  ekor. Latihan kegel merupakan latihan dalam bentuk seri untuk membangun kembali
  kekuatan otot dasar panggul. Otot dasar panggul tidak dapat dilihat dari luar, sehingga sulit
  untuk menilai kontraksinya secara langsung. Oleh karena itu, latihannya perlu benar-benar
  dipelajari, agar otot yang dilatih adalah otot yang tepat dan benar
2. Latihan Kegel adalah latihan otot-otot panggul yang berperan dalam mengendalikan
  perkemihan dan anus. Latihan dilakukan dengan mengencangkan (kontraksi) dan
  mengendurkan (relaksasi) secara bergantian otot-otot panggul. Latihan ini biasanya
   dianjurkan untuk dilakukan bagi mereka yang mengalami gangguan mengendalikan
   perkemihan, seperti sering mengompol, kebocoran (atau merembes), atau desakan
   berkemih yang tidak dapat ditahan. Wanita yang sedang hamil sering mengalami masalah
   kebocoran urin karena janin dalam rahimnya menekan kandung kemih. Selain otot yang
   mengendalikan perkemihan, latihan Kegel ini juga dapat bermanfaat untuk masalah
   kendurnya otot-otot yang mengendalikan pengeluaran BAB.
3. Senam Kegel adalah suatu latihan otot dasar panggul (Pelvic Floor Mucle) atau
   Pubococcygeus (PC) merupakan terapi bagi wanita yang tidak mampu mengontrol
   keluarnya urin. Bagi wanita yang tidak terlatih otot PC-nya akan mengalami penurunan
   uterus akibat melemahnya atau menipisnya otot PC.

       Gerakan senam dalam senam kegel membuat otot-otot di sekitar organ intim wanita
   akan semakin kembali kencang. Selain itu gerakan senam kegel tentunya akan membuat
   seorang wanita bisa menemukan kembali GAIRAH CINTA MEMBARA nan
   MENGGELORA serasa kembali berbulan madu lagi. Hilangnya kendali “tubuh” karena
   melemahnya otot-otot sekitar panggul akan dikembalikan mendekati keadaan semula.
   Sehingga kontrol terhadap kandung kemih akan semakin meningkat dan akan membawa
   rasa percaya diri bagi para wanita. Rasa percaya diri inilah yang akan menghambat proses
   penuaan dini karena tidak lagi membawa beban batin karena “LONGGARNYA” organ
   kewanitaan. Semua wanita pastinya mempunyai resiko mengalami masalah dasar panggul,
   hal ini karena kodrat seorang wanita yang harus mengalami proses kehamilan dan
   bertambahnya usia.

   Namun dengan latihan senam kegel ini seorang wanita akan mempunyai kemampuan
   kontraksi otot-otot dasar panggul lebih kuat, dan pastinya lagi seorang wanita mempunyai
   kemampuan menikmati seks yang lebih hot karena kepekaannya lebih baik dibandingkan
   dengan mereka yang tidak terlatih.

Prosedur kerja

       Sebelum melakukan latihan Kegel, anda harus memastikan menggunakan otot yang
benar. Ada beberapa cara untuk menentukan otot panggul yang digunakan dalam latihan
Kegel ini, yaitu:
- Coba hentikan aliran urin saat anda berada di kamar mandi atau duduk di toilet. Jika anda
 dapat melakukannya, anda telah menemukan otot yang benar.

- Bayangkan anda sedang menahan keluarnya gas (kentut). Kencangkan otot yang anda
 perkirakan dapat menghentikan keluarnya gas. Jika anda merasa seperti ada tarikan, anda
 menggunakan otot yang tepat.

- Berbaring telentang dan masukkan jari anda ke dalam vagina. Kencangkan otot yang anda
 gunakan untuk menghentikan aliran urin. Jika jari anda merasa seperti ada yang menjepit,
 berarti anda menggunakan otot yang benar. Menemukan otot panggul yang benar sangat
 penting, karena jika anda mengencangkan otot yang salah justru akan menambah tekanan
 pada otot-otot panggul, akibatnya memperburuk kemampuan otot panggul untuk
 mengendalikan pengeluaran urin atau sampah tubuh.

 Latihan ini sebaiknya dilakukan secara rutin, tetapi jangan berlebihan. Untuk
melakukannya pertama kali, anda dapat mencobanya saat di kamar mandi. Selain anda dapat
berkonsentrasi penuh, anda juga dapat mencari otot-otot panggul seperti cara di atas.
Kencangkan otot panggul, tahan selama 3 hitungan, kemudian lepaskan juga selama 3
hitungan. Ulangi latihan ini 10 sampai 15 kali, dan ingat jangan menahan napas.

Lakukan rangkaian latihan ini tiga kali dalam sehari. Latihan dilakukan setiap hari dalam
berbagai posisi yang berbeda: berbaring, duduk, dan berdiri. Anda dapat melakukannya saat
berbaring di tempat tidur (misalnya, malam hari sebelum tidur), saat duduk di meja kerja,
atau saat beridiri memasak di dapur. Orang lain tidak akan mengetahui anda melakukan
latihan ini, sehingga mempermudah anda melakukannya di mana saja di tengah-tengah
aktivitas sehari-hari. Latihan di tempat umum pun tidak masalah, anda dapat melakukannya
sambil duduk di kendaraan, atau berdiri saat mengantri kasir di supermarket. Latihan dengan
posisi yang berbeda-beda dapat memperkuat otot-otot panggul anda.

Manfaat latihan kegel

       Untuk memperoleh manfaat latihan ini perlu kesabaran dalam mempraktikkannya
secara rutin. Latihan Kegel ini sangat mudah dan ringan dibandingkan latihan otot lain, hanya
perlu waktu 5 menit, 3 kali sehari. Anda mungkin tidak dapat segera merasakan manfaatnya.
Jika dilakukan dengan rutin, anda akan merasa kemampuan mengendalikan perkemihan atau
BAB membaik setelah 3 sampai 6 minggu.

Dan tahukah anda, ternyata latihan Kegel juga dapat memberi manfaat yang menguntungkan
untuk organ intim anda. Proses melahirkan mengakibatkan kendurnya otot-otot vagina. Hal
ini mungkin dirasakan oleh suami anda. Dengan latihan Kegel, otot vagina yang kencang
seperti sebelum melahirkan dapat diperoleh kembali.

 Ada lagi manfaat latihan Kegel untuk anda. Latihan Kegel yang dilakukan secara rutin
setiap hari, akan meningkatkan elastisitas otot-otot panggul. Pada saat melahirkan, otot-otot
di panggul bawah akan meregang. Proses peregangan ini pada kebanyakan wanita tidak
cukup untuk mengakomodasi pengeluaran kepala, atau kalau pun dapat, membutuhkan waktu
yang lama. Dokter atau bidan yang membantu persalinan akan memotong otot (yang disebut
episiotomi) di antara vagina dan rektum (anus) untuk memperluas jalan lahir, sehingga bayi
dapat keluar dengan mudah dan juga untuk mencegah robekan yang tidak diinginkan. Setelah
proses pelahiran, luka tersebut harus dijahit kembali. Pada otot yang elastisnya bagus, otot
dapat meregang dengan maksimal sehingga tidak robek dan tidak perlu dilakuka episiotomi.


Yang Perlu Diperhatikan saat Melakukan Latihan

- Pastikan anda menggunakan otot yang benar atau jika ragu konsultasikan dengan dokter
 atau perawat anda.

- Jangan mengencangkan otot-otot lain (contoh, perut atau kaki) pada saat melakukan latihan
 Kegel. Anda harus fokus pada otot-otot panggul.

- Jangan menahan napas saat melakukan latihan agar tubuh dan otot-otot anda tetap
  menerima pasokan oksigen, demikian juga untuk latihan otot yang lain.

- Jangan melakukan latihan Kegel pada saat berkemih secara rutin, yaitu dengan
  menghentikan aliran urin dan mengeluarkannya pada saat anda benar-benar di kamar
  mandi. Tindakan ini dapat menyebabkan kandung kemih yang tidak benar-benar kosong,
  akibatnya dapat terjadi infeksi saluran kemih.

- Mengencangkan otot panggul sebelum bersin, mengangkat beban berat, atau melompat
  dapat mencegah kerusakan otot-otot panggul.
SENAM KEGEL PADA LANSIA

Pengertian

Senam Kegel adalah suatu latihan otot dasar panggul Puboccoccygeus (PC) atau Pelvic Floor
Muscle yang digunakan untuk terapi pada seseorang yang tidak mampu mengontrol
keluarnya urine.

Tujuan

a. Menguatkan otot-otot yang mengontrol aliran urine (air seni)
b. Mencegah prolaps uteri atau turunnya rahim (pada wanita)
c. Untuk mengatasi urgo incontinence / inkontinensia urgensi (keinginan berkemih yang
   sangat kuat sehingga tidak dapat mencapai toilet tepat pada waktunya)
d. Untuk meningkatkan kemampuan mengontrol dan mengatasi ejakulasi dini serta ereksi
   lebih lama pada pria
e. Mengencangkan oto-otot vagina pada wanita

								
To top