respon-klien-thd-gg-fungsi-respirasi2

Document Sample
respon-klien-thd-gg-fungsi-respirasi2 Powered By Docstoc
					RESPON KLIEN THD GG
 FUNGSI RESPIRASI




  Bernardo Simatupang
                Tujuan pembelajaran
• Mengidentifikasi struktur sistem respirasi atas dan
  bawah.
• Menjelaskan fungsi2 respirasi atas dan bawah
• Menjelaskan mekanisme pernafasan
• Mengidentifikasi lokasi lobus paru b/d garis hayal
• Melakukan interview dalam pengkajian sistem
  pernafasan
• Menjelaskan tehnik pengkajian fisik fungsi pernafasan
• Mengidentifikasi manifestasi gg fungsi respirasi
Fungsi utama sistem pernafasan  mensuplai
oksigen untuk kebutuhan sel tubuh dan
mengeliminasi CO2, melalui suatu proses :
• Pulomnary ventilation (bernafas udara
  bergerak kedalam/keluar paru2.
• External respiraion  pertuikaran oksigen dan
  CO2 yg terjadi antara alveolus dan darah
• Tranfort gas  O2 dan CO2 ditranfort ke/dari
  paru2 dan sel tubuh mel. Darah
• Internal respiration  pertukaran O2 dan CO2
  antara darah dan sel tubuh.
     Review anatomi dan fisiologi
• Upper respiratory system : hidung, faring,
  laring,dan trakhea
• Lower respiratory system : Paru2.
• Paru2
• Mediastinum  jantung, pemb.darah yg
  besar, bronkus, trakhea, dan esofagus.
• Pleura dan ruang pleura
• Hilus  area dimana pemb.darah paru
  dan sistem sirkulasi masuk dan keluar dari
  paru2.
• Apex  letak dibawah klavikula. Dasar
  terletak pada diapragma.
• Sistem vaskularisasi paru2 terdiri dari
  arteri pulmonal yg menyediakan darah
  pada paru2 untuk oksigenasi dan vena
  pulmonal memberikan darah yg
  teroksigenasi ke jantung.
• Dalam paru2, arteri pulmonal bercabang2
  menjadi kerangka kapiler yang berada
  disekitar alveolus
                      Pleura
• Dua lapisan dan membungkus paru2.
• Pleura parietal dan pleura viseral.
• Pleura memproduksi cairan sebagai pelumas
  memungkinkan paru2 bergerak dg mudah
  terutama pada dinding toraks saat bernafas.

            Bronkhus dan alveolus
• Bronkhiolus terminal  gerakan udara kedalam
  kantong alveolus (bronkhiolus respiratorik)
• Selama pernafasan udara masuk kedalam
  paru2 melalui bronkhus utama dan akan
  mengalir kedalam alveolus petukaran O2 dan
  CO2 External respiration.
• 1 juta alveolus setiap paru.epitel skuamosa.
• Membran respiratorius (alveolus dan kapiler)
  pertukaran gas mel.difusi.
• Dinding alveolus juga mengandung sel yg
  mensekresi surfactan (mengandung cairan)
  mempertahankan agar permukaan alveolus
  tetap lembab dan menurunkan tekanan
  permukaan guna mencegah paru menjadi kollap.
            Mekanisme pernafasan
•    ventilasi pulmonal  gerakan udara
    keluar dan masuk kedalam paru2
    (bernafas).
•   Gerakan bergantung dari perubahan
    volume udara dalam rongga toraks.
•   Normal bernafas  12 – 20 x/menit.
•   Selama inspirasi  diapragma
    berkontraksi. Ekspirasi bersifat pasif
    sebagai akibat elasitas paru2.
• Peningkatan tekanan intratorakal  kompresi
  alveolus udara keluar.

     Faktor yg mempengaruhi pernafasan
• Dikontrol oleh pusat pernafasan  medulla
  oblongata dan pons mel. Chemoreceptor yg
  berlokasi pada medulla oblongata dan pada
  arteri karotis dan aorta.
• Pusat chemoreceptor berespon bila terjadi
  perubahan konsentrasi O2, CO2 dan ion
  hidrogen dalam darah arteri.
• Mis. Bila konsentrasi CO2 meningkat atau pH
  menurun  frekuensi pernfasan meningkat.
  Pernafasan dipengaruhi juga oleh :
1. Jalan udara pernafasan konstriksi
   bronkhiolus, akumulasi mukus atau
   bahan2 produk infeksi, atau tumor.
   peningkatan resistensi dan aliran udara
   menurun.
2. Elasitas paru2 distensi paru2 selama
   inspirasi dan recoil paru2 selama
   ekspirasi.. Penurunan elasitas paru
   akibat penyakit mis. Empisema  gg
   respirasi.
3. Compliance paru  distensibilitas paru yg
  bergtg pada elasitas jaringan paru dan
  fleksibilitas iga. Compliance akan menurun
  akibat peningkatan elasitas paru, blokade jalan
  nafas, atau pengaruh gerakan iga.

4. Cairan yang yang mengelilingi dinding
  alveolus memberikan tegangan permukaan.
  Surfactan (lipoprotein) yg diproduk oleh cel2
  alveolus. Jika terjadi insufisiensi
  surfactankekuatan tegangan permukaan dapat
  memungkinkan terjadi kollaps alveolus.
 Volume respirasi dan kapasitas pernafasan
• Dipengaruhi oleh faktor sex, usia, BB dan status
  kes.
• Tidal Volume (TV) jumlah udara yang
  bergerak keluar masuk paru2 pada keadaan
  bernafas secara normal (500 mL)
• Inspiratory Reserve Volume (IRV)  jumlah
  udara yang dapat dihirup dg kuat melebih tidal
  volume (2100-3100 mL)
• Expiratory Reserve Volume (ERV) jumlah
  udara yg dapat dipaksakan keluar melebihi tidal
  volume
• Residual Volume  volume udara yg
  tertinggal dalam paru setelah ekspirasi
  maksimal (1100 mL)
• Vital Capacity jumlah TV + IRV + ERV
  dg rata2 4500 mL pada orang sehat
• 150 mL udara yg tertinggal dalam jalan
  udara      anatomical dead space
 volume.
             Transportasi O2 dan CO2
•   O2 dibawah oleh darah dan berikatan dg Hb
    atau larut dalam plasma.
•   Kombinasi Hb dg O2  oxyhemoglobin.
•   Ikatan O2 dipengaruhi oleh kondisi temperatur
    tubuh, pH darah, PO2, PCO2, dan konsentrasi
    serum oleh kimia organik (2.3-DPG)
•   Pada kondisi normal  hb dalam darah arteri
    97.4 % tersaturasi dg O2.
•   Ikatan O2 dan Hb akan menurun bila suhu
    badan meningkat diatas normal, peningkatan
    onsentrasi ion hidrogen
• Kimia organik  2.3-DPG dibentuk dalam
  eritrosit yg meningkatkan pelepasan O2 dari Hb
  selama waktu terjadinya peningkatan met. (saat
  suhu badan meningkat).
• Sel secara aktif memproduk CO2 200 mL/menit.
  Jumlah ini sama dg yg dikeluarkan oleh paru2
  setiap menit.
• Eksresi CO2 dari tubuh seldarah paru2.
• CO2 ditranfort dalm 3 bentuk  larut dalam
  plasma, berikatan dg Hb dan dalam bentuk ion
  bikarbonat dalam plasma (terbanyak).
• PO2 menurun penurunan saturasi O2
  peningkatan jumlah CO2 yg diangkut dalam
  darah.
           Pengkajian fungsi respirasi
Interview pengkajian kesehatan
• Interview untuk menentukan masalah pada
  sistem respirasi
• Interview diarahkan pada keluhan utama (mis.
  Sesak nafas)  onset,karakteristik, severity,
  precipitating and relieving factors, gejala2 yg
  menyertai, waktu kejadian, mis ;
• Kesulitan bernafas pada saat baring
  terlentang, nyeri saat bernafas.
• Sejak kapan batuk, apakah batuk disertai
  keluarnya lendir, warna lendir.
• Apakah mengalami mimisan, kapan
• Selama interview perhatikan bunyi nafas, suara,
  batuk.
• Tanyakan  status kes. Saat ini, medical
  history, family health history, faktor risiko.
• Adakan nyeri dirasakan pada hidung,
  tenggorokan, atau dada.jenis, severity, lokasi
  nyeri.
• Info tentang batuk  jenis, kapan terjadi, dan
  bgm mengurangi.
• Tanyakan sputum.
• Dyspnea, adakah berhub. Dg tingkat aktifitas,
  dan saat mana terjadi.
• Tanyakan penggunaan obat2an,
  inhalasi/aerosol, penggunaan O2.
• Riwayat kes. Yg lalu allergi, asthma,
  bronkhitis,emphysema,pneumonia,
  tuberculosis,dan CHF.
• Riwayat pembedahan atau trauma, peny.kronik
  (kanker, peny.ginjal, peny.jantung).
• Riwayat kel allergi, TBC, emphysema, kanker.
• Pola hidup klien, lingkungan, pekerjaan 
  masalah kes.
• Tanyakan riwayat merokok, terpajan oleh
  lingkungan kimiawi, debu, binatang, asbes,dll.
• Faktor kebiasaan, kegemukan, alkohol,
  narkoba.
                  Interview
Health perception-Health Management
• Uraikan berbagai masalah pernafasan (alergi,
  asthma, emphysema, bronchitis, flu, pneumonia,
  TBC), injury, atau pembedahan.
• Bagimana klien menangani masalah
  tsbpengobatan, O2, mengontrol lingkungan
  allergen.
• Apakah menggunakan O2, kapan, berapa
  banyak digunakan.
• Merokok jenis, berapa banyak, berapa lama.
• Apakah mengalami masalah pwernafasan pada
  musim tertentu, jelaskan.
• Bgm anda mengontrol lingkungan  pasang
  masker,pengisap debu.
• Kapan terakhir chest X-ray dan skin test TBC.
• Apakah sudah memperoleh imunisasi influenza

            Nutritional-Metabolic
• Jelaskan makanan yg dikonsumsi/24 jam
• Adakah perubahan nafsu makan selama
  mengalami masalah pernafasan
• Adakah perubahan BB, jelaskan.
• Adakah kesulitan makan akibat masalah
  bernafas, porsi makanan.

               Elimination
• Apakah mengalami kesulitan eliminasi
  bab.
• Pada saat batuk apakah disertai dg
  berkemih
               Activity-Exercise
• Uraikan aktifitas klien selama 24 jam
• Apakah sesak nafas atau cepat capek bila
  aktifitas, jelaskan.
• Apakah kesulitan bernafas bila naik tangga.
• Apakah anda berhenti beraktifitas bila batuk,
  frekuensi batuk dan jenis
• Saat batuk apa disertai sputum--. Jumlah,
  warna, bau, adkah darah
• Apakah anda mampu merawat diri sendiri
  dengan masalah pernafasan yg dialami saat ini
• Jenis olah raga yg biasa dilakukan.
• Apakah tk energi menurun selama
  mengalami masalah pernafasan, apakah
  menganggu ADL
• Lingkungan anda berada/bekerja  polusi
  udara, debu, iritan lain thd saluran nafas.
• Apakah anda memastikan jenis
  makanan/zat yg menyebabkan anda
  kesulitan bernafas, jelaskan.
                   Sleep-rest
• Apakah masalah pernafasan mengg kebutuhan
  tidur/istirahat, jelaskan
• Apakah membutuhkan lebih dari satu bantal
  kepala agar bernafas dg mudah saat tidur
• Seringkah bangun tidur akibat batuk.

             Cognitve-Perceptual
• Nyeri sinus, nyeri dada skala 0-10, lokasi
  nyeri, kapan sangat nyeri, apa yg dilakukan
  untuk mengurangi nyeri.
• Saat mana dirasakan pusing, gelisah, atau
  bingung.
• Apakah anda memahami bgm
  menggunakan obat2an inhaler, O2.

      Self Perception-Self Concept
• Apa yg anda rasakan s/d masalah kes.
  Saat ini
• Apa yg anda rasakan saat ini dan yg akan
  datang s/d masalah kes.
• Apa yg anda rasakan s/d penggunaan O2.
             Role-Relartionship
• Adakah ada riwayat kanker paru dalam keluarga
• Apakah masalah kes. Saat ini mempengaruhi
  perubahan peran dan tanggung jawab dalam
  keluarga, sahabat, dalam pekerjaan, atau
  aktifitas sosial.
• Apakah masalah kes. Saat ini mempengaruhi
  anda dalam bekerja.

           Sexuality-Reproductive
• Apakah masalah kes. Saat ini mempengaruhi
  dalam aktifitas seksual, jelaskan.
• Apakah masalah bernafas semakin berat saat
  aktifitas seksual, jelaskan
• Jelaskan masalah kes anda rasakan
  mengganggu dalam peran sebagai pria/wanita.

                Coping-Stress
• Apakah anda merasakan stress sehub.dg
  masalah kes saat ini, jelaskan
• Apa yg anda lakukan/koping saat mengalami
  stress
• Apakah pola koping yg anda gunakan dapat
  membantu
• Siapa yg membantu anda dalam penyesuaian
  diri dg stress s/d masalah kes.saat ini
              Value-Belief
• Adakah SO atau praktisi, membantu anda
  untuk meyesuaikan diri dengan masalah
  pernafasan, jelaskan
• Apa yg akan anda hadapi kedepan s/d
  masalah kes.saat ini.
        Physical assessment
• Pengkajian fisik  inspeksi, palpasi, perkusi,
  dan auskultasi.
• LOC, warna bibir, tenggorokan, thoraks,
  kuku, hidung, telinga, dan lidah tanda2 gg
  pernafasan.
• Alat2 yang diperlukan : tongue blade,
  penlight, nasal speculum,stestoskop.
• Ruangan sejuk dan cukup pencahayaan.
• Baju dibuka, wanita diberikan pakaian RS
  yg digunakan selama pemeriksaan
• Siapkan alat dg lengkap, dan klien diberi
  penjelasan (informed consent).
• 3 bunyi nafas yg berbeda  vesicular,
  bronchovesikular, dan bronchial.

            Normal breath sounds
1. Bunyi nafas Vesicular :
• lembut, didengar diatas area paru tidak
  terdengar pada area bronkhus utama
• Ratio 3 : 1 (inspirasi > panjang dari ekspirasi)
2. Bunyi nafas Brochovesicular :
• bunyi sedang.
• ratio 1 : 1 (inspirasi sama panjang dg ekspirasi)
• didengar pada bagian depan diatas bronkhus
  utama kiri/kanan sternum, pada bagian belakang
  antara skapula

3. Bunyi nafas Bronchial :
•   bunyi keras
•   terpisah antara inspirasi dan ekspirasi
•   ratio : 2 : 3 (ekspirasi > panjang dari inspirasi)
•   didengan diatas manubrium
• Inspeksi nasal cavity deviasi septum,
  mukosa kemerahan infeksi, sekret
  puruleninfeksi sinus, sekret enceralergi,
  polipalergi lama.
• Kaji kemampuan membedakan bau 
  kerusakan saraf olfaktori atau inflamasi kronik
  pada hidung
• Kaji frekuensi nafas (toraks) : takipnea 
  atelektasis(kollaps jar. Paru yg diikuti
  obstruksi bronchus dan bronchiolus),
  pneumonia, asthma, pleural effusion,
  pneumothorax, dan CHF. Kerusakan batang
  otak/ head injury  takipnea atau bradipnea.
• Bradipnea  gg sirkulasi, gg paru2
  akibat pengobatan,respon nyeri, atau
  fraktur iga.
• Apnea  stroke atau head injury,
  pengaruh pengobatan, obstruksi jalan
  nafas.
• Inspeksi diameter dada anteroposterior
  lebih pendek dari diameter
  transversalnormal = 1 : 2 – 5 : 7.
  Apabila sama  barrel chest 
  emphysema.
• Inspeksi retraksi interkostal : retraksi ruang
  interkostal  asthma, penonjolan ruang
  interkostal  pneumothorax.
• Inspeksi/palpasi ekspansi dada : ekspansi
  menurun  atelektasis, pneumonia,
  pneumothorax, pleural effusion. Bila
  dirasakan kiri dan kanan dada 
  emphysema.
• Palpasi tactile fremitus : menurun 
  atelektasis, emphysema, asthma, pleural
  effusion dan pneumothorax. Meningkat pada
  pneumonia
• Perkusi area paru2 : redup pada klien
  atelektasis, pneumonia lobaris, pleural
  effusion. Hiperresonan  asthma kronik,
  pneumothorax.
• Auskultasi paru2 : bunyi nafas bronchial
  (ekspirasi > inspirasi) dan bunyi nafas
  bronchovesicular (inspirasi = ekspirasi)
  menurun pada atelektasis, emphysema,
  asthma, pleural effusion. Meningkat pada
  pneumonia lobaris. Bunyi nafas akan
  hilang pada kollaps paru, pleural effusion,
  obstruksi bronchus utama.
• Auskultasi : crackles, wheezing, dan
  frriction rub : Crackles/rales (pendek,
  gemercik) pneumonia, bronchitis,
  CHF. Wheezing  bronchitis,
  emphysema, asthma. Friction rub
  inflamasi pleura.
• Voice sound : menurun/hilang pada
  atelektasis, asthma, pleural effusion,
  dan pneumothoraks. Meningkat pada
  pneumonia lobaris.
Terima kasih

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:32
posted:12/11/2011
language:
pages:41