Karya Tulis Study Tour

Document Sample
Karya Tulis Study Tour Powered By Docstoc
					                                    BAB I
                              PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
            Alasan paling utama penulisan karya tulis ini adalah untuk memenuhi
   persyaratan Ujian Praktek Mata Pelajaran Bahasa Indonesia sehingga saya
   mengambil penelitian disalah satu obyek wisata yang saya kunjungi yaitu
   obyek wisata “MUSEUM PURNA BHAKTI PERTIWI”.Dan saya juga ingin
   menambah banyak pengetahuan di MUSEUM PURNA BHAKTI PERTIWI
   yang saya kunjungi ini.


B. Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat ditulis rumusan
   masalah sebagai berikut : Bagaimana sejarah-sejarah dan perkembangan
   MUSEUM PURNA BHAKTI PERTIWI ?


C. Tujuan Penulisan
   1.    Untuk Mengetahui perkembangan Museum Purna Bhakti Pertiwi.
   2.    Untuk meningkatkan imajinasi dan kreatifitas siswa
   3.    Untuk mengenal lebih jauh kebudayaan Indonesia
   4.
D. Metode Penulisan
   Metode penulisan guna mencapai, saya menggunakan sebagai berikut :
   1. Metode Observasi
        Yaitu cara memperoleh data- data pengamatan langsung dari wisata yang
        dituju
   2. Metode Kepustakaan
        Dalam metode penulisan ini menggunakan buku panduan
   3. Metode Literaturisasi
        Yaitu cara memperoleh data- data dengan cara membaca buku         yang
        berhubungan dengan obyek wisata tersebut


E. Kegunaan Penulisan
   1) Bagi Pembaca
         a. Menambah wawasan
         b. Sebagai salah satu sumber pengembangan bagi pembaca.




                                       1
   2) Bagi Penulis
        a. Karya tulis ini dalam rangka memenuhi salah satu tugas akhir mata
            pelajaran Bahasa Indonesia kelas IX
        b. Untuk menambah ilmu pengetahuan


F. Sistematika Penulisan
   Mencakup :
   A. PENDALUHUAN
   B. ISI
   C. PENUTUP


   BAB I      PENDAHULUAN
              A. Latar Belakang Masalah
              B. Rumusan Masalah
              C. Tujuan Penulisan
              D. Metode Penulisan
              E. Kegunaan Penulisan
              F. Sistematika Penulisan


   BAB II     PERSEMBAHAN


   BABIII     PENUTUP
              A. Kesimpulan
              B. Saran
  Daftar Pustaka
  Biografi Pustaka
  Lampiran




                                       2
                                      BAB II
                                 PEMBAHASAN
                         Museum Purna Bhakti Pertiwi


       Yayasan Museum Purna Bhakti Pertiwi mendirikan Museum Purna Bhakti
Pertiwi (MPBP) atas prakarsa Alm. Ibu Tien Soeharto. Museum yang berada di
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini berisi koleksi benda-benda dan cindera
mata yang bersangkut-paut dengan perjalanan Presiden Republik Indonesia Ke-2,
Soeharto..Jika berkunjung       ke TMII, rasanya kurang lengkap jika tidak
mengunjungi musum ini.
       Museum ini diresmikan pada tanggal 23 Agustus 1993 oleh Presiden
Soeharto bertepatan dengan hari ulang tahun ke-70 Ibu Tien Soeharto, penggagas
pendirian museum ini. Luas bangunan museum 25.095 meter persegi di atas tanah
seluas 19,7 hektar.
       MPBP berisi ribuan barang yang semua punya sangkut paut dengan
sejarah pengabdian mantan Presiden Soeharto, sejak bundel-bundel naskah
pidatonya, senapan yang dipakai di masa revolusi, baju-baju dinas militer, sampai
KRI Harimau, kapal perang yang digunakan dalam Operasi Mandala dan
pembebasan Irian Jaya tahun 1963.
       Sebelumnya sebagian besar koleksi ini dirawat dan disimpan Ibu Tien
Soeharto sebagai pendamping setia Pak Harto. Kemudian, Ibu Tien menyadari
bahwa pengalaman hidup Pak Harto bukanlah hanya milik keluarga. Pak Harto
adalah milik bangsa Indonesia. Maka, koleksi barang-barang pribadi dan
cinderamata yang dimilikinya harus dinikmati oleh khalayak ramai. Tentu, tempat
yang paling baik untuk itu adalah di museum.
       Memasuki bangunan yang arsitekturnya mirip nasi tumpeng atau
gunungan (sebagai kelengkapan inti upacara tradisional) itu -melambangkan rasa
syukur, keselamatan dan keabadian- pengunjung disambut dua patung
Panyembrama, patung selamat datang. Patung karya seniman Dewa Made Windia
sumbangan Ny Siti Hardiyanti Rukmana ini, terbuat dari lempengan uang kepeng
dengan tinggi 240 sentimeter. Panyembrama adalah tarian Bali yang biasa
diperagakan untuk penyambutan tamu-tamu terhormat.
       Bangunan museum dikelompokkan dalam dua kategori, yakni bangunan
utama dan bangunan penunjang. Bangunan utama berfungsi sebagai ruang pamer
benda-benda koleksi seluas 18.605 meter persegi terdiri enam lantai dengan tinggi
45 meter sampai puncak ornamen lidah api berwarna keemasan di atas kerucut
terbesar, dikelilingi sembilan kerucut kecil.



                                          3
Ruang Utama diapit empat tumpengan warna kuning. Ruang terdepan adalah
Ruang Perjuangan, dikitari Ruang Khusus, Ruang Asthabrata, dan Ruang
Perpustakaan. Ruang Perjuangan berbentuk kerucut berukuran sedang seluas
1.215 meter persegi terletak di bagian barat kelompok Ruangan Utama. Ruang
Khusus seluas 567 meter persegi terletak di bagian utara. Ruang Asthabrata seluas
1.215 terletak di bagian timur. Dan, Ruang Perpustakaan seluas 567 meter persegi
di bagian selatan.
       Di Ruang Utama tersimpan berbagai ragam cinderamata persembahan
Tamu Negara RI, kenalan atau sahabat Presiden Soeharto. Tetapi juga ada
cinderamata persembahan tamu-tamu atau pejabat dalam negeri. Semua
cinderamata tersimpan dalam kotak kaca.
       Cinderamata pemberian PM Kamboja Hun Sen dan PM Malaysia
Mahathir Mohamad masing-masing berupa tempat sirih terbuat dari perak.
Presiden Mexico Earlos Salinas de Gortari kerajinan perak berbentuk labu,
Presiden Kazakstan Nursultan Nazar Bayer berupa seperangkat piring perak,
masih banyak lagi.
       Cinderamata pemberian pejabat atau rekan kerja mantan Presiden Soeharto
maupun Ny Tien Soeharto, semisal sebuah kerajinan batu hias berupa mangkuk
persembahan     istri   Bupati   Tulungagung.   Pada   cinderamata   itu   tertulis:
"Dipersembahkan kepada Ibu Tien Soeharto dari Ny Hardjanti Poernanto".
       Pengusaha Sudwikatmono mempersembahkan ukiran kayu Johar (Cassia
Siamea) berupa pasangan suami-istri yang "dikerubuti" 11 anak mereka. Pada
keterangan patung yang diberi nama Menbrayut karya I Ketut Modern itu tertulis:
"Zaman dahulu orang percaya banyak anak banyak rejeki. Saat ini kita percaya,
banyak anak banyak masalah".
       Masih di Ruang Utama berbentuk lingkaran dan luas itu, terdapat replika
Peraduan Putri Cina. Replika ini terbuat dari batu giok-jadeite berwarna hijau dan
berasal dari Propinsi Yunan, Cina. Konon replika dengan ukuran panjang 2,77
meter, lebar 2,14 meter, dan panjang 3,04 meter itu meniru peraduan putri Cina
pada masa Dinasti Sung (960-1279) dan Dinasti Ming (1384-1644).
       Di Ruang Khusus, tersimpan tanda-tanda kehormatan yang pernah
diberikan kepada Presiden Soeharto. Untuk menyebut beberapa, misalnya Bintang
RI Adipura I yang diberikan pemerintah RI (1968), Bintang Mahaputra Adipurna
(1968), dan Bintang Gerilya (1965).
Tanda kehormatan dari beberapa negara sahabat, dari Uni Emirat Arab, Brunei
Darussalam, Singapura, Jepang, dan lain-lain. Di Ruang Khusus ini pula
tersimpan koleksi pedang kehormatan yang di antaranya dipersembahkan oleh



                                         4
Pemimpin PLO Yasser Arafat dan pedang kristal dari Presiden Kroasia Franjo
Tudman.
       Karcis tanda masuk seharga Rp 2.000.00 ( dewasa ) dan Rp1.000 ,00 (
anak- anak), pengunjung dapat menikmati koleksi museum ini pada hari Senin-
Sabtu dari pukul 9.00 WIB hingga 16 .00 WIB.Sedangkan pada hari Minggu
dibuka pada pukul 9.00 WIB hingga 18.00 WIB. Setiap pengunjung diantar
pulang pergi oleh 4 kendaraan “ Jeepney” tanpa dipungut biaya lagi.




                                       5
                                  BAB III
                                PENUTUP


A. Kesimpulan
        Setelah saya menyusun karya tulis ini yang berjudul “ Museum Purna
   Bhakti Pertiwi telah disetujui sebagai salah satu syarat untuk mengikuti
   ujian pratek Bahasa Indonesia tahun 2010/2011 di SMP Negeri 1 Jeruklegi.
   Dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
   1. Museum Purna Bhakti Pertiwi adalah salah satu perjuangan dan
     pengabdian Bapak Soeharto kepala nusa dan bangsa.
   2. Museum Purna Bhakti Pertiwi meruapakan obyek wisata yang bersejarah
     bagi Bangsa Indonesia.
   3. Museum Purna Bhakti Pertiwi merupakan prakarsa Ibu Tien Soeharto


B. Saran
   1. Biro jasa wisata supaya tepat waktu dalam memberangkat kami menuju
     obyek wisata .
   2. Pihak sekolah supaya meneruskan program study tour ini karena para
     siswa dapat menambah wawasan.
   3. Pihak sekolah supaya menambah waktu untuk mengamati obyek- obyek
     yang ada di Jakarta.




                                      6
                               DAFTAR PUSTAKA


   Maghfiroh L.2006. Mengenal sedikit Museum Purna Gajah, laporan karya
    tulis, SMP N 1 Jeruklegi
   Pratiwi N.2006. Melihat luar angkasa di Planetarium, laporan karya tulis,
    SMP M 1 Jeruklegi.
   Prianto A. 2006. Sekilas tenyang MPBP, laporan karya tulis, SMP N 1
    Jeruklegi.




                                     7
                             BIODATA PENULIS


Nama                 : RINA WAHYUNI
Kelas                : IXG
Tempat tanggal lahir : Cilacap, 05 Juli 1996
Hobi                 : Menyanyi dan mendengarkan musik
Agama                : Islam
Alamat               : Jl Beo barat RT 03 RW 05 Sumingkir
Cita- cita           : Dokter
Motto                : Janganlah mudah putus asa karena hidup penuh
                       Perjuangan.




                                       8

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:4704
posted:12/11/2011
language:Indonesian
pages:8