INVESTASI by ovLsQg

VIEWS: 92 PAGES: 26

									          INVESTASI


Pengorbanan dana yang ditanamkan saat
     ini dengan ekspektasi untuk
  mendapatkan keuntungan yang lebih
   besar di masa yang akan datang.
    JENIS INVESTASI

1. REAL ASSETS
   Land
   Building
   Mechine
   Gold


2. FINANSIAL ASSETS
   Saham
   Obligasi
                 SAHAM

  Bukti kepemilikan terhadap perusahaan.
Lebih menarik dibandingkan surat berharga
   lainnya karena karakteristik saham yang
    memberikan penghasilan yang variatif.
       TUJUAN INVESTASI



Fokus utama dari setiap aktivitas
  investasi adalah mendapatkan
           keuntungan.
KEUNTUNGAN BERINVESTASI DALAM
           SAHAM

1. DIVIDEN
   Bagian keuntungan perusahaan yang
   menjadi hak pemegang saham.

   a. Cash Dividend
      Berasal dari Net Income After Tax.
      Tidak semua laba dibagikan, ada
      sebagian yang ditahan.
Pendapatan perlembar saham (EPS) =
NIAT/jumlah saham yang beredar

Ukuran yang menentukan proporsi NIAT yang
dibagikan kepada investor adalah
Rasio Pembayaran Dividen (DPR) = DPS/EPS

Dividen perlembar saham (DPS) =
Dividen/jumlah saham beredar di masyarakat
 Contoh:

PT. A telah membukukan laba bersih setelah pajak
(NIAT) sebesar Rp. 600.000.000,-.
Saham PT. A yang beredar sebanyak 2.000.000 lembar.
Berapa pendapatan perlembar sahamnya (EPS) ?
Jawab:
EPS = Rp 600.000.000 = Rp 300,-
        2.000.000 lembar
Jika PT. A menentukan DPR sebesar 40%, berarti DPS
yang diterima investor = 40% x Rp.300,- = Rp. 120,-
b) Stock Dividend
  dividen dalam bentuk saham dibagikan
  karena perusahaan mengalami kesulitan
  keuangan atau memerlukan biaya
  pengembangan.
 2. Capital Gain

keuntungan yang diperoleh pemegang
 saham apabila harga jual > harga beli saham.
Contoh:
Ibu Ori membeli saham PT. A seharga Rp 5.050,-.
Dua hari kemudian ia menjual saham tsb seharga Rp
5.100 perlembar.
Maka capital gain yang ia peroleh adalah =
Rp 5.100 – Rp 5.050 = Rp 50,-
Unsur yang melekat pada setiap
dana yang diinvestasikan adalah
 keuntungan (Return) dan Resiko
             (Risk)
           RESIKO

Adalah kemungkinan hasil yang
 diperoleh tidak sesuai dengan
     hasil yang diharapkan
    1. Resiko Sistematis (Resiko Pasar)

    Wujud secara alami di pasar, tidak dapat
    dikurangi/didiversifikasi.

    Muncul karena faktor ekonomi makro:
-   Inflasi
-   Tingkat bunga
-   dll
 Contoh:
Jika seseorang menginvestasikan dananya sebesar
Rp 1.000.000,- dengan expected return Rp
1.050.000, Maka faktor resiko yang sebelumnya
harus dipertimbangkan adalah:
- inflasi:
  3% = untung
 Rp 1.050.000.000 - (3% x Rp 1.000.000) = Rp 1.020.000
 5% = 0
 Rp 1.050.000.000 - (5% x Rp 1.000.000) = Rp 0
 7% = rugi
 Rp 1.050.000.000 - (7% x Rp 1.000.000) = Rp 980.000
2. Resiko Tidak Sistematis = Resiko Unik
  bisa dikurangi dengan pembentukan
 portofolio.
   Kerugian Berinvestasi dalam Saham

1. Capital Loss
    harga jual saham < harga belinya
   Contoh :
   Ibu Ori membeli saham PT.A seharga Rp 5.050,-.
   Apabila saham tsb hanya terjual seharga Rp 5000,-
   perlembar, maka capital loss yang diderita ibu Ori
   adalah Rp 50 perlembar
2. Opportunity Loss
3. Perusahaan dilikuidasi
          PROSES INVESTASI PADA SAHAM


1. Penentuan Kebijakan investasi
   a. Kondisi Finansial
      berapa banyak dana yang akan diinvestasikan?

  b. Kondisi Psikologis
     berapa resiko yang bersedia ditanggung?
    Risk Seeker           mempengaruhi jenis
    Risk Neutral          sekuritas yang akan dipilih
    Risk Avers
2. Analisis Sekuritas
  Untuk mengidentifikasi saham yang mispriced (salah
   harga).
   Contoh:
   Pada saat dibeli, saham PT. Indofood Rp 12.000,-
   perlembar. Diprediksikan di masa mendatang bahwa
   harga INDF akan menjadi Rp 13.000,-. Ternyata di
   masa tsb harganya hanya Rp 11.000,-
  a. Analisis Fundamental
  b. Analisis Teknikal
3. Membentuk Portofolio Investasi
   sekumpulan investasi yang jenisnya berbeda
  untuk diversifikasi resiko.
  Contoh:
  Tn. A memiliki dana sebesar Rp 1 milyar yang
  dialokasikan ke beberapa sektor industri, yaitu:
  Perbankan, Retail, Pertambangan, Kimia, dan
  Asuransi.
4. Revisi Portofolio
  perubahan terhadap portofolio yang dimiliki
  jika tidak optimal lagi (tidak sesuai dengan
  preferensi resikonya).
  contoh:
  Tn. A merubah portofolio yang dimilikinya dengan
  mengganti sektor pertambangan dengan sektor
  telekomunikasi.
5. Evaluasi Kinerja Portofolio
  Investor melakukan penilaian terhadap
  kinerja portofolio, baik dari segi keuntungan
  maupun resiko, apakah selanjutnya perlu
  melakukan revisi lebih lanjut.
   ANALISIS FUNDAMENTAL

Mengidentifikasi prospek perusahaan
untuk memperkirakan harga saham di
      masa yang akan datang
Karakteristik Analisis:
 Investor adalah rasional

 Mempelajari hubungan harga saham dengan

  kondisi pasar

Asumsi:
  Nilai saham mewakili nilai perusahaan untuk
  meningkatkan nilai di kemudian hari.
Faktor fundamental yang mempengaruhi harga
  saham:
 Kondisi ekonomi makro:

  inflasi, tingkat bunga, GNP, dll

   Kondisi spesifik perusahaan:
    kinerja perusahaan (Laporan Keuangan)
          Analisis Fundamental


Membandingkan Nilai intrinsik saham dengan
           harga pasar saham.

   Nilai intrinsik > harga pasar saham =
        overpriced (overvalued)  sell
   Nilai intrinsik < harga pasar saham =
      underpriced (undervalued)  buy
      Nilai intrinsik (nilai fundamental)
adalah nilai yang menentukan harga wajar
   suatu saham agar harga saham tersebut
 mencerminkan nilai saham yang sebenarnya
                    (riil value).
Dihitung dengan mencari Present Value dari
 semua aliran kas di masa yang akan datang,
    baik dari dividen maupun capital gain.
                         SOAL

Anda sebagai calon investor ingin menginvestasikan
dana anda pada saham industri Retail, dengan
alternatif emiten yaitu: PT. Hero (HERO) &
PT. Ramayana (RALS).
Untuk menentukan pilihan saham mana yang layak
untuk dibeli, lakukanlah analisis fundamental
terhadap kedua emiten tsb, dan apa rekomendasi
anda?
Data Tambahan:
Market Price: HERO @Rp 925 & RALS @RP 2.625
PER Industri Retail 10%

								
To top