Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

TINJAUAN KECENDERUNGAN PENGGUNAAN MODEL LUAR NEGERI DAN MEREK by iGYwLqtB

VIEWS: 71 PAGES: 13

									                                                                             1


                                   BAB I
                             PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah

   Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain makanan dan
   tempat tinggal untuk berteduh (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk
   melindungi dan menutup dirinya. Dahulu, manusia membuat pakaian dari
   kulit pepohonan dan kulit binatang. Kemudian manusia membuat kain dari
   hasil pintalan benang yang berasal dari kapas, bulu domba dan sutera. Dan
   sekarang banyak sekali jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat
   pakaian.

   Perkembangan dan jenis-jenis pakaian bergantung pada adat-istiadat,
   kebiasaan, dan budaya dimana masing-masing bangsa memiliki ciri khas
   masing-masing.

   Pakaian bebas dibuat oleh siapapun. Dengan adanya kebebasan orang untuk
   berkreasi dalam membuat model pakaian, maka bermunculanlah berbagai
   jenis atau model pakaian, mulai dari model yang biasa-biasa saja sampai
   dengan yang dianggap “aneh” oleh masyarakat. Orang bebas memilih produk
   pakaian yang akan dikenakannya. Semakin banyak jenis pakaian yang dibuat,
   maka masyarakat akan semakin bingung untuk memilih model pakaian yang
   ingin dikenakannya.

   Sekarang ini, di Indonesia banyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang
   industri garment yang membuat atau memproduksi berbagai jenis pakaian.
   Bahkan terdapat suatu perusahaan yang memproduksi lebih dari dua atau tiga
   produk pakaian sekaligus. Yang secara otomatis jenis atau produk yang ada di
   pasaran pun makin banyak.

   Banyaknya produk pakaian yang dibuat, tentunya menambah persaingan
   antara produsen pakaian menjadi sangat ketat dalam hal menarik konsumen.
   Orang tidak mau lagi memilih pakaian yang biasa-biasa saja, terutama orang
                                                                           2


yang mempunyai kemampuan finansial yang tinggi. Mereka memandang
sebuah pakaian bukan hanya sekedar untuk melindungi tubuhnya, tetapi juga
sebagai cerminan dari kepribadian orang yang mengenakannya.

Berbagai macam perilaku dan motivasi konsumen bisa sangat beragam
terhadap suatu produk. Beragamnya perilaku dan motivasi konsumen
tersebut, menjadikan perusahaan-perusahaan yang memproduksi pakaian
membuat segala sesuatu yang tentunya dapat menarik orang untuk membeli
produknya.

Produk-produk yang bersaing pun tidak hanya produk pakaian dari Indonesia
saja, tetapi juga produk pakaian dari luar negeri. Berbagai cara dilakukan
untuk memperkenalkan produk pakaian yang dibuat. Saat ini, orang Indonesia
sudah sedikit banyak meniru adat-adat atau budaya dari luar negeri, terlebih
dalam hal berpakaian.

Produk pakaian yang berasal dari luar negeri, sering mendapat tanggapan
positif dari masyarakat Indonesia, misalnya saja kualitasnya dianggap lebih
baik daripada produk lokal. Padahal dalam hal ini, produk dari luar negeripun
dibuatnya masih di Indonesia dengan menggunakan brand yang sudah
terkenal, tentunya perusahaan tersebut telah mendapat lisensi dari perusahaan
yang memproduksi brand dari luar tersebut. Misalnya saja produk pakaian
dengan brand Levi’s, Kelvin Clain, Lea Cooper, Wrangler, Volcom,
Bilabong dan lain sebagainya.

Persaingan dalam penjualan produk-produk pakaian tidak hanya pada berasal
dari mana suatu produk tersebut dibuat. Tetapi dari segi model atau jenis
pakaian. Satu jenis brand, bisa mengeluarkan berbagai jenis model pakaian,
baik dari mulai pakaian atasan, seperti kemeja, kaos, jaket, dan lain
sebagainya. Juga bawahan, seperti celana panjang, celana pendek dan lain
sebagainya. Dari satu jenis produk pakaian pun bisa dibuat menjadi berbagai
model, sehingga muncul varians dari satu jenis produk pakaian.
                                                                              3


   Dengan berbagai persaingan yang ada saat ini, perusahaan-perusahaan yang
   memproduksi pakaian harus lebih jeli terhadap perilaku masyarakat. Seperti
   yang telah dijelaskan di atas, bahwa masyarakat bebas memilih produk
   pakaian yang akan dikenakannya sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
   Terlebih dengan daya beli masyarakat saat ini cukup tinggi. Masyarakat
   tentunya menginginkan produk pakaian dengan mutu yang terbaik.

   Oleh karena itu, perusahaan tidak begitu saja melempar produknya ke
   pasaran. Mereka memberi identitas kepada produk pakaian yang dibuatnya,
   berupa sebuah merek (brand), agar mudah dikenali oleh masyarakat.

   Mengenalkan suatu produk, tentunya periklanan menjadi salah satu
   sarananya, tidak terkecuali untuk memperkenalkan produk pakaian.
   Pembuatan iklan pun tentunya tidak dilakukan sembarangan, harus
   berdasarkan atribut dari produk yang dibuat. Agar produk tersebut selain
   dikenal juga melekat di benak masyarakat.




1.2 Identifikasi Masalah


   M.GEE, RFL Jeans dan MOVE merupakan brand produk pakaian yang
   dipasarkan di department store - department store Indonesia, seperti Matahari
   dan Yogya. Saat ini, penyebaran produknya sudah menyebar di 220 titik di
   kota-kota besar Indonesia, seperti pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Garut,
   Bogor, Surabaya dan lain sebagainya) dan Sumatera (Aceh, Medan) juga
   pulau Bali.


   Sebagai sebuah produk pakaian, baik M.GEE, RFL Jeans ataupun MOVE,
   tentunya menginginkan produknya dikenal dan brand tersebut tertanam di
   benak masyarakat. Oleh karena itu, mereka pun melakukan sebuah
   pengenalan dan promosi produk melalui sebuah iklan. Dan media iklan yang
   dipilih yaitu melalui iklan cetak, berupa poster dan iklan majalah.
                                                                            4




Baik iklan berupa poster ataupun iklan di majalah, visualisasi iklannya sama,
yang berbeda hanya dimensi dan ukurannya. Visualisasi daripada iklan yang
ingin disampaikan tentunya harus sesuai dengan apa yang produk itu miliki,
baik itu dalam hal kualitas ataupun karakteristiknya.


M.GEE adalah sebuah brand produk pakaian yang sudah berusia 14 tahun.
Jenis-jenis produk pakaian yang dibuat diantaranya kemeja, tangan panjang
dan pendek, kaos (t-shirt), jaket, rompi dan lain sebagainya. Selain itu juga
membuat celana panjang dan pendek. Harga untuk suatu produk pakaian
berkisar antara Rp. 129.500,- sampai Rp. 299.500,-.


Model pakaian yang ditampilkan yaitu ada dua jenis, diantaranya Casual
Basic dan Army. Untuk pakaian casual basic, sangat cocok untuk dipakai
sehari-hari dan pergi ke kantor, sedang untuk pakaian yang berjenis army,
sangat cocok untuk kepribadian para pria yang senang berpetualang. Bahan
pakaian yang dipakai kebanyakan terbuat dari bahan katun. Dan yang menjadi
unggulan dari produk pakaian M.GEE yaitu pakaian Cargo, sejenis pakaian
baik atasan atau bawahan yang mempunyai banyak saku. Dari segi warna,
pakaian yang dibuat, cenderung menggunakan warna-warna alam, seperti
coklat, hitam, hijau tua dan lain sebagainya.


Bentuk visual daripada iklannya yaitu menampilkan sosok laki-laki yang
seolah-olah sedang menikmati suasana pemandangan di sebuah gurun.
Tentunya sosok laki-laki yang ditampilkan tersebut menggunakan produk
pakaian M.GEE. Ditampilkan dengan menggunakan teknik warna sephia
(kecoklat-coklatan). Selain itu, juga terdapat tampilan visual poster yang
berupa pemandangan sebuah gurun dan jalan yang lurus, tanpa ada sosok
seorang laki-laki.


Lain halnya dengan RFL Jeans. Diproduksi sekitar tahun 2000. Produk yang
dibuat diantaranya t-shirt, kemeja, jaket, celana panjang dan lain sebagainya.
                                                                               5


Harga produknya berkisar antara Rp. 99.500,- sampai Rp. 200.000,-. Model
pakaian yang menjadi unggulan yaitu jaket simple dan celana panjang 5
pocket.


Bentuk visual yang ditampilkan dalam posternya yaitu menampilkan sosok
seorang laki-laki yang sedang bebas melakukan gerakan yang dinamis dengan
menggunakan produk pakaian RFL Jeans di sebuah tempat di sudut-sudut
bangunan kota. Warna yang ditampilkan yaitu abu-abu dan putih sebagai
akibat dari warna yang dibuat dengan teknik gray scale.


Sedangkan untuk produk pakaian MOVE yang diproduksi bersamaan dengan
RFL Jeans. Produk yang dibuat hampir sama dengan M.GEE dan RFL Jeans,
tetapi pada produk pakaian MOVE dibuat lebih “berani” baik dari segi warna
bahan dan bentuk sablon yang dipakai. Produk unggulan dari MOVE yaitu t-
shirt dan celana “hip hop”, yaitu celana yang modelnya seperti penyanyi hip
hop, dibuat agak besar seperti celana kedodoran. Harga produknya hampir
sama dengan RFL Jeans.


Bentuk visual yang ditampilkan dalam iklannya yaitu menampilkan sosok
remaja laki-laki yang sedang berekspresi seolah berontak terhadap sesuatu.
Selain itu juga muncul warna-warna yang terang dan cukup berani dalam
visualisasinya.


Di Indonesia, tidak hanya terdapat ketiga produk tersebut saja yang bersaing
memperebutkan pasar. Brand-brand lainnya pun muncul, seperti halnya
Cardinal, Watch Out, Tira, Camel, Metalizer, Ie-be, C-59 dan lain
sebagainya. Bahkan brand yang berasal dari luar negeripun yang tentunya
banyak disukai dan cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia pun ikut
bersaing, seperti Levi’s, Lea Jeans, Calvin Klein, Polo dan lain sebagainya.


Tentunya tiap produk mempunyai karakter sendiri-sendiri, meskipun tidak
dapat dipungkiri bahwa bentuk dari pakaian baik itu celana ataupun baju bisa
                                                                               6


   dikatakan sama saja (homogen). Dan jika di lihat, terdapat kecenderungan
   yang sama dalam visualisasi iklannya, yaitu penggunaan figur seorang model
   sebagai objek utamanya disamping unsur-unsur visual lainnya. Dan model
   yang digunakan yaitu model yang berasal dari luar negeri. Mengingat bahwa
   ketiga produk tersebut (M.GEE, RFL Jeans dan MOVE) berasal dari
   Indonesia. Adapun produk pakaian dari luar negeri seperti Calvin Klain,
   menggunakan model dan artis dari Indonesia, yang bernama Michael, dalam
   visualisasi posternya, yang mempunyai wajah seperti orang Barat.


   Banyaknya merek (brand) yang beredar di masyarakat, terutama untuk
   produk pakaian, terlebih di pasarkan di outlet yang sama dan dengan harga
   yang hampir sama, membuat orang akan merasa kebingungan untuk memilih
   jenis pakaian yang diinginkan. Oleh karena itu, visualisasi iklan dalam bentuk
   poster yang di pajang di outlet dibuat sedemikian rupa sehingga terbentuk
   sebuah citra merek (brand image) yang dapat menarik perhatian konsumen
   untuk membeli produk yang ditawarkan.




1.3 Perumusan Masalah


   Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka peneliti merumuskan masalah
   sebagai berikut:
      Banyaknya merek (brand) yang ditawarkan dalam satu outlet, membuat
       perusahaan yang memproduksi produk tersebut berlomba-lomba membuat
       image yang baik agar dikenal dan tertanam di benak konsumen dengan
       menampilkan sebuah visual iklan dalam bentuk poster. Bagaimanakah
       citra merek (brand image) dari produk M.GEE, RFL Jeans dan MOVE
       ditinjau dari unsur-unsur visual yang dipakainya?
      Tampilan visual iklan produk pakaian dalam bentuk poster yang di pajang
       di outlet-outlet banyak menggunakan figur seorang model yang berasal
       dari luar negeri (Australia). Bagaimana peranan figur model dalam iklan
                                                                                7


       yang dibuat dalam proses membangun sebuah citra merek (brand image)
       M.GEE, RFL Jeans dan MOVE?


1.4 Pembatasan Masalah


   Pembatasan masalahnya yaitu:
      Membahas unsur-unsur visual sebagai bagian dalam proses pembentukan
       brand image dari M.GEE, RFL Jeans dan MOVE. Diantaranya: objek,
       teks iklan, ukuran dan sudut pengambilan gambar serta warna.
      Produk pakaian yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia, yaitu
       M.GEE, RFL Jeans dan MOVE.
      Objek penelitian dibatasi pada tampilan visual yaitu iklan dalam bentuk
       poster yang menggunakan figur model sebagai objek utama yang di
       tempatkan di outlet-outlet.
      Penelitian di Bandung antara bulan Maret sampai Agustus 2004. Versi
       iklan tahun 2004.




1.5 Metode Penelitian


   Dalam hal ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian
   yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang
   terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada.
   (Denzim dan Lincoln 1987).


   Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode penelitian
   deskriptif dengan metode observasi analisis isi yaitu untuk menggambarkan
   atau melukiskan permasalahan yang sedang diteliti pada kurun waktu yang
   sedang berlangsung, kemudian di analisis dengan bertitik tolak pada
   penggunaan data yang di observasi atau lebih dikenal dengan metode survei.
                                                                                   8


Data yang terkumpul disusun secara sistematis, dijelaskan kemudian di
analisis. Metode yang digunakan dalam pencarian data yaitu metode studi
kasus, yaitu suatu penelitian ilmiah dimana penulis menggunakan individu
atau kelompok sebagai bahan studinya. Dalam penelitian ini, penulis meneliti
visualisasi iklan produk pakaian produksi Indonesia, yaitu produk pakaian
M.GEE, RFL Jeans dan MOVE.


1.5.1   Instrumen Penelitian


        Yang bertindak sebagai instrumen penelitian yaitu peneliti itu sendiri.
        Dalam hal ini, peneliti merupakan perencana, pelaksana pengumpulan
        data, penafsir data dan pada akhirnya menjadi pelapor hasil
        penelitiannya.      Instrumen penelitian tidak bersifat eksternal atau
        objektif melainkan subjektif, yaitu penelitian dilakukan tanpa test,
        angket atau eksperimen.


        Untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini,
        penulis menggunakan teknik-teknik sebagai berikut:
           Studi lapangan (field research)
            Yaitu        meneliti       atau     melakukan      pengamatan         ke
            lapangan/perusahaan secara langsung untuk mendapatkan bahan
            atau data primer dengan cara:
            a.   Wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan jalan
                 melakukan tanya jawab langsung dengan pihak-pihak yang
                 berwewenang dan bertanggung jawab untuk memberikan
                 informasi atau data dari perusahaan yang bersangkutan.
            b.   Observasi, yaitu teknik pengumpulan data yang dilaksanakan
                 dengan cara mengadakan pengamatan langsung di lokasi
                 penelitian yang berhubungan dengan data yang diperlukan.
           Studi kepustakaan (library research)
            Yaitu   penelitian      untuk      memperoleh    data   sekunder     yang
            dikumpulkan       melalui     penelaahan   terhadap     literature   yang
                                                                            9


           berhubungan dengan masalah yang diteliti dimana didalamnya
           terdapat teori, konsep, hukum dan dalil dari para ahli di bidangnya
           yang menunjang bagi penulis dalam melakukan penelitian.


1.5.2   Skema/Bagan Berpikir Penelitian




                       Tabel 1.1 Bagan Berpikir Penelitian
                                                                                 10


1.6 Maksud dan Tujuan Penelitian


   Maksud diadakannya penelitian ini yaitu untuk meninjau visualisasi dari
   sebuah iklan produk pakaian, yaitu M.GEE, RFL Jeans dan MOVE. Terutama
   meninjau unsur-unsur visual dari segi penggunaan figur model dalam sebuah
   iklan produk pakaian serta nilai-nilai merek yang terkandung dalam ketiga
   brand tersebut yang dituangkan dalam satu bentuk visual iklan.


   Tujuan dari penelitian ini adalah:
          Untuk mengetahui brand image dari ketiga produk pakaian M.GEE,
           RFL Jeans dan MOVE yang ditinjau dari unsur-unsur visual iklannya.
          Untuk mengetahui peranan figur seorang model yang terdapat dalam
           visual iklan dalam hal membangun sebuah brand image.




1.7 Manfaat Penelitian


   1.7.1    Umum


            Manfaat dari penelitian secara umum, yaitu kita bisa mengetahui
            bagaimana visualisasi sebuah iklan produk pakaian. Selain itu, kita
            bisa mengetahui kecenderungan visual iklan seperti apa yang dibuat
            untuk produk-produk pakaian yang diproduksi dan dipasarkan di
            Indonesia.


   1.7.2    Khusus
            Dengan diadakannya penelitian ini, kita bisa mengetahui sebuah pola
            relasi atau hubungan antara unsur visual berupa ilustrasi gambar, nilai-
            nilai merek dan peranan seorang figur model yang terdapat pada
            tampilan visual iklan sebuah produk pakaian Indonesia, yaitu M.GEE,
            RFL Jeans dan MOVE dalam proses pembentukan citra merek (brand
            image) nya.
                                                                           11


1.8 Landasan Teori


   Komunikasi Periklanan


   Frank Jefkins dalam bukunya yang berjudul “Periklanan” menuliskan definisi
   periklanan menurut Institut Praktisi Periklanan Inggris, yaitu merupakan
   pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada calon
   pembeli yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan
   biaya yang semurah-murahnya.


   Definisi lainnya menyebutkan bahwa periklanan merupakan cara menjual
   melalui penyebaran informasi. Tidak sembarang informasi yang harus
   dikemukakan, dan tidak semua informasi merupakan iklan.


   Sebuah pesan iklan akan langsung diserap oleh orang-orang yang melihat
   iklan tersebut (jika     berbentuk poster, iklan majalah atau koran),
   mendengarnya (jika merupakan siaran iklan radio), menontonnya (jika berupa
   siaran televisi) atau membacanya (jika berupa iklan di surat kabar).


   Dalam mengiklankan suatu brand atau produk, kata-kata dan gambar sangat
   berperan penting. Komunikasi yang efektif senantiasa sangat ditentukan oleh
   perpaduan antara kata-kata dan gambar.




   Citra Merek (Brand Image)

   Menurut UU Merek, yang terakhir diubah dengan UU No. 14 Tahun 1997,
   yang dimaksud merek (brand) adalah suatu "tanda" yang berupa gambar,
   nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari
   unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam
   kegiatan perdagangan barang dan jasa.
                                                                               12


   Menurut Agus Sachari dalam kamus Desain, menyatakan bahwa citra (image)
   adalah sesuatu yang seolah-olah menampakkan diri atau tertangkap oleh indra
   dan pikiran.

   Citra merek (brand image) adalah citra yang terbentuk di kalangan konsumen
   terhadap merek (brand) tertentu yang diakibatkan oleh kesan yang mendalam
   dalam melihat atau memakai produk/merek tertentu.



   Nilai-nilai Sebuah Merek


   Selama ini terdapat banyak konsep tentang nilai merek. Aaker (1996: 95)
   mengatakan adanya tiga nilai yang dijanjikan sebuah merek, yaitu nilai
   fungsional, nilai emosional dan nilai ekspresi diri.




1.9 Sistematika Penulisan


   BAB I Pendahuluan
   Berisi tentang latar belakang, identifikasi masalah, perumusan dan
   pembatasan masalah, metode penelitian, maksud dan tujuan penelitian dari
   penelitian yang dilakukan.


   BAB II Tinjauan Teori
   Yaitu   berisi   tentang   penjelasan   tinjauan   teoritis   untuk   membedah
   permasalahan yang akan diteliti yaitu tentang periklanan, merek (brand)
   termasuk di dalamnya nilai-nilai dari sebuah merek juga unsur-unsur visual
   dalam desain komunikasi visual, seperti objek, warna, teks iklan. Juga tentang
   teknik pengambilan gambar, mulai dari ukuran gambar dan sudut
   pengambilan gambar (angle) nya.
                                                                         13


BAB III Tinjauan Penelitian Produk
Berisi tentang semua data produk yang diteliti, terutama tentang visualisasi
poster untuk iklan produk pakaian M.GEE, RFL Jeans dan MOVE. Selain itu
juga menerangkan bagaimana dan hal apa saja yang pernah dilakukan ketiga
produk tersebut dalam mengiklankan produknya.


BAB IV Pembahasan Masalah
Berisi tentang pembahasan masalah yang dihadapi, yaitu meninjau unsur-
unsur visual dalam sebuah iklan yang digunakan untuk mengiklankan produk
pakaian M.GEE, RFL Jeans dan MOVE. Terutama unsur-unsur visual yang
terdapat pada poster. Dan yang diteliti adalah dari segi objek, teks iklan,
warna, ukuran gambar dan sudut pengambilan gambar. Yang kemudian
dihubungkan dengan nilai-nilai sebuah merek, diantaranya nilai fungsional,
nilai emosional dan nilai ekspresi diri.


BAB V Kesimpulan
Berisi tentang kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan yaitu
berdasarkan hasil tinjauan terhadap unsur-unsur visual yang terdapat dalam
tampilan iklan berbentuk poster dari iklan produk pakaian M.GEE, RFL Jeans
dan MOVE.

								
To top