Satuan Kegiatan Usaha (SKU) - DOC - DOC

Document Sample
Satuan Kegiatan Usaha (SKU) - DOC - DOC Powered By Docstoc
					BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG




   (Materi Pembelajaran Siswa SPP
 dengan Pendekatan Mastery Learning)
                              PENGANTAR


      Untuk    anda   dapat   melaksanakan    tugas   sebagai   Penyuluh
Pertanian tentang Budidaya Tanaman Jagung sebagai Satuan Kegitan
Usaha (SKU) yang bertujuan agar anda menjadi terampil menyuluh
tentang bisnis tanaman jagung, maka anda harus mempelajari dengan
baik materi SKU ini secara berurutan dan tertib.


      Di dalam SKU ini terdapat Satuan Keterampilan Teknis (SKT) yang
akan menuntun anda untuk pemahaman serta menjadikan anda terampil
dalam teknik Budidaya Tanaman Jagung. Baiklah, pada Pengantar ini
anda akan dibawa kepada pemahaman secara umum sebagai landasan
untuk melakukan kegiatan bercocok tanam komoditas tanaman secara
universal. Untuk itu, anda akan diberikan terlebih dahulu apa yang
dimaksud dengan Sistem Pertanian.


      Sistem adalah suatu komponen yang terdiri dari beberapa sub
sistem, sub sistem terdiri dari beberapa unsur, unsur terdiri dari
beberapa sub unsur yang bekerja secara sendiri-sendiri atau saling
ketergantungan untuk menghasilkan suatu totalitas (Sjechnadarfuddin
dan Indrayanti, 2005). Contoh: Sistem dari sebuah mobil. Mobil dapat
bergerak apabila terdapat mesin, kerangka mobil, dan unsur penunjang
lainnya yang saling bekerjasama atau bekerja sendiri-sendiri untuk
menggerakkan mobil tersebut.


      Sistem Pertanian merupakan suatu komponen yang terdiri dari
tanah, iklim, organisme, tanaman, waktu, dan manusia sebagai tenaga
kerja/sebagai manajer untuk menghasilkan hasil tanaman yang bernilai

Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                          2
ekonomis. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut: Hasil
Tanaman= f-manusia sebagai manajer (tanah, iklim, organisme,
tanaman, waktu, manusia sebagai tenaga kerja).
         Hasil adalah semua produk dari pertumbuhan tanaman: berupa
akar, batang, cabang/ranting, daun, bunga, dan buah. Hasil tanaman
secara umum adalah semua bagian tanaman. Hasil tanaman yang dapat
dikonsumsi secara langsung oleh manusia disebut hasil ditinjau dari
pendekatan konsumtif. Sedangkan, hasil tanaman yang dapat dijadikan
bagian     tanaman     menghasilkan   uang   disebut   hasil    ditinjau   dari
penedekatan ekonomik (Sjechnadarfuddin dan Indrayanti, 2005).


         Produksi tanaman adalah nilai bobot hasil tanaman per satuan
luas. Hasil ini menunjukkan bahwa produksi adalah pendekatan pada
total populasi tanaman per satuan luas.         Selanjutnya produktivitas
adalah nilai bobot hasil tanaman per satuan luas dalam kurun waktu
tertentu. Produktivitas lahan adalah kemampuan atau daya dukung
lahan tersebut untuk didapatkan nilai bobot hasil tertinggi per satuan
luas dalam satuan waktu tertentu. Daya dukung lahan adalah
kemampuan tanah, iklim, organisme, tanaman (genetik), waktu dan
manusia sebagai pengelola atau tenaga kerja (Sjechnadarfuddin dan
Indrayanti, 2005).
         Dalam penentuan produktivitas lahan sangatlah dipengaruhi oleh
manusia      sebagai    “manager”.    Manusia   sebagai        manajer     akan
menentukan sistem pertanian yang akan dilaksanakan dari kegiatan
usahataninya. Berdasarkan hal tersebut di atas maka produktivitas usaha
(lahan pertanian) adalah kemampuan manusia untuk mengelola semua
sumberdaya yang ada agar didapatkan nilai tukar uang optimal dari
satuan luas lahan pertanian yang diusahakannya dalam suatu sistem

Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                                 3
pertanian. Dengan demikian penilaian produktivitas usaha dalam sistem
pertanian haruslah berorientasi kepada pendapatan (nilai tukar uang)
optimal    atau     pendekatan    ekonomik.      Pendekatan    ekonomik   ini
mengisyaratkan bahwa petani sebagai manager haruslah berorientasi
bahwa hasil pertanian yang diusahakan tidak ada sisa atau pendekatan
“zero waste”. Dengan pendekatan “zero waste” maka petani dapat
mengembangkan “pohon industri” komoditas atau memperbanyak
produk      hasil    tanaman      yang   dapat     ditukar    dengan   uang
(Sjechnadarfuddin dan Indrayanti, 2005).
         Nah, diskusikanlah Pengantar ini agar dapat dipahami dengan
baik.     Karena,     Pengantar    ini   akan     membawa      anda    dapat
mengembangkan usaha pertanian sehingga anda atau orang lain
percaya bahwa usaha di bidang pertanian menjanjikan kehidupan yang
cerah.




                                                 Jakarta, 26 September 2006
                                                 Kepala Pusat Pengembangan
                                                 Pendidikan Pertanian,



                                                 SJECHNADARFUDDIN
                                                 NIP. 080 036 810


Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                              4
          SATUAN KETERAMPILAN TEKNIS 1 (SKT-1)
           Judul : Penyiapan Lahan Tanaman Jagung


 TIU    : Agar siswa dapat melakukan persiapan untuk Budidaya
          Tanaman Jagung pada skala ekonomi kecil.
 TIK    : Agar siswa dapat menentukan lahan dan iklim yang sesuai
          untuk pertanaman jagung, serta mampu menyiapkan lahan
          sesuai dengan jenis jagung yang akan di tanam.

A. Mata Pelajaran dan Pokok Bahasan:
   1. Budidaya Tanaman Pangan (1-3 sks)
      o Syarat tumbuh tanaman jagung (1-3 sks/minggu)
      o Varitas jagung (1-3 sks/minggu)
      o Pengolahan tanah (1-3 sks/minggu) x 3
   2. Agroklimatologi (1-1 sks)
      o Unsur iklim pertanian (1-1 sks/minggu)
      o Kesesuaian lahan tanaman jagung (1-1 sks/minggu)
   3. Mekanisasi Pertanian (1-1 sks)
      o Alat pengolah tanah konvensional & modern (1-1
         sks/minggu) x 3
   4. IPA (1-2 sks)
      o Sifat fisik dan kimia tanah (1-2 sks/minggu) x 2
      o Unsur hara esensial tanaman jagungm(1-2 sks/minggu) x 3
      o Metabolisme tanaman (1-2 sks/minggu)
      o Besaran dan satuan (1-2 sks/minggu)

B. Materi Pembelajaran Terpadu:
   1. Penentuan lahan untuk tanaman jagung
   2. Penentuan iklim untuk tanaman jagung
   3. Pemilihan varietas jagung
   4. Penyiapan lahan untuk tanaman jagung

C. Alokasi Jam Pembelajaran
    Teori : 17 sks ≈ 12,75 jam (1,5 -2,2 hari, dimana 1 hari≈6-8 jam
    kerja)
    Praktek : 34 sks ≈ 51 jam (6,4 -8,5 hari, dimana 1 hari≈6-8 jam
    kerja)




Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                           5
 I. Landasan Kaedah Teoritis
          Kegiatan penanaman harus memperhatikan beberapa faktor
    antara lain waktu tanam dan persiapan lahan.             Pada musim
    penghujan dimana tersedia air berlebihan, low-land tidak dapat
    ditanami kecuali tanaman yang hidup pada habitat berair (contoh
    padi). Sedangkan pada up-land, pada musim penghujan suplai air
    tanah cukup tersedia untuk tanaman, akan tetapi apabila sinar
    matahari terhalang oleh banyak awan kondisi cuaca menjadi lembab
    dapat menyebabkan banyak terserang penyakit.              Di musim
    kemarau, serangan hama lebih banyak mengancam, disamping
    terlalu sedikitnya suplai air, bahkan kekeringan mengancam
    terutama pada up-land yang sumber airnya mengandalkan dari
    bandar langit (Sjechnadarfuddin dan Indrayanti, 2005).
          Iklim mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap
    pertumbuhan tanaman dan keadaan tanah. Pengaruh iklim terhadap
    tanah dan tanaman di sajikan pada Tabel 1.


            Tabel 1. Pengaruh Iklim terhadap Tanah dan Tanaman
  Unsur                Tanah                        Tanaman

Suhu       Baik untuk pemecahan zat-zat    Baik untuk pertumbuhan dan
           dan bahan-bahan organis,        pematangan, menambah
           menambah palarutan mineral-     hilangnya air dan
           mineral serta zat-zat yang      kecondongan untuk menjadi
           mengandung nitrogen             kering.

Kelengasan Menghambat pengeringan, baik    Baik untuk pertumbuhan,
           untuk pemecahan bahan-bahan     membatasi hilangnya air.
           organis, mendorong pelarutan

Angin      Mengikis tanah yang terbuka,    Menambah hilangnya alir dan
           mendorong pengeringan           kecondongan untuk menjadi
                                           kering, membantu


Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                            6
                                            penempelan tepungsari

Penyinaran    Menaikkan suhu permukaan      Mengatur fotosintesis (sintesis
matahari                                    dengan sinar), menaikkan
                                            suhu daun-daun.

Hujan         Mengikis dan mencuci, meng-   Persediaan air untuk tanaman,
              gumpalkan tanah liat          mungkin kerugian fisik.

Debu          Dapat mengendap               Mungkin kerugian fisik



             Air merupakan bagian dari semua sel, jumlahnya bervariasi
    tergantung dari jaringannya. Air merupakan sistem pelarut dari sel
    dan memberikan suatu medium untuk pengangkutan di dalam
    tanah. Air dapat mempertahankan turgor yang sangat perlu dalam
    transpirasi dan pertumbuhan tanaman. Selain itu, air diperlukan
    sebagai hara untuk pembentukan persenyawaan baru.
             Air bagi tanaman berada dalam suatu keadaan aliran yang
    kontinu. Kehilangan air menyebabkan terhentinya pertumbuhan dan
    defisiensi air yang terus menerus menyebabkan perubahan-
    perubahan dalam tanaman dan mengakibatkan kematian.
             Pada saat tanaman mengalami pertumbuhan, tanaman terus-
    menerus mengisap air dari tanah dan mengeluarkannya pada saat
    transpirasi. Kehilangan air ini adalah akibat sampingan dari fiksasi
    karbon. Kehilangan air secara transpirasi oleh tanaman dapat
    dipandang sebagai pertukaran dengan karbon. Tanaman yang
    sedang tumbuh cepat memerlukan banyak air, jauh lebih banyak
    daripada jumlah yang terdapat dalam tanaman itu sendiri.
    Kecepatan kehilangan air tergantung pada suhu, kelembaban dan
    gerakan air serta tekstur tanah.



Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                             7
          Kehilangan air pada tanaman di atas batas titik layu (wilting
   point) dapat menyebabkan layu permanent (permanent wilting)
   sehingga dapat menyebabkan tanaman mati.
          Tanah     merupakan    faktor    lingkungan      yang    dapat
   mempengaruhi pertubuhan dan perkembangan tanaman. Dalam
   mendukung kehidupan tanaman, terdapat tiga fungsi tanah yang
   primer, yaitu (a) memberikan unsur-unsur mineral, melayaninya
   baik   sebagai   medium    pertukaran   maupun       sebagai   tempat
   persediaan, (b) memberikan air dan melayaninya sebagai reservior,
   dan (c) melayani tanaman sebagai tempat berpegang dan bertumpu
   untuk tegak.
          Penyerapan hara tanaman dari dalam tanah dipengaruhi oleh
   selisih potensial air dalam tanah dengan air yang berada dalam
   tanaman. Terserapnya air oleh tanaman karena potensial air pada
   tanaman lebih rendah bila dibandingkan dengan potensial air dalam
   tanah. Selisih potensial air tersebut disebabkan oleh evaporasi,
   transpirasi atau evapotranspirasi. Pada siang hari cuaca cerah nilai
   evapotranpirasi lebih besar bila dibandingkan pada keadaan cuaca
   mendung.
          Penyerapan air dan unsur hara dalam tanah dilakukan oleh
   bulu-bulu akar. Air dan unsur hara tersebut harus melewati
   beberapa lapisan sel dalam akar sebelum diangkat ke daun melalui
   jaringan pengangkut (xylem). Dan unsur hara yang sampai di daun
   melalui fotosintesis akan diubah menjadi asimilat/ fotosintat,
   kemudian dibagikan keseluruh bagian tanaman melalui jaringan
   pembagi (phloem). Penampang melintang akar disajikan pada
   Gambar 1.



Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                          8
            Gambar 1. Penampang melintang akar tanaman dikotil.


         Mekanisme masuknya unsur hara dari dalam tanah ke tubuh
   tanaman yaitu dengan metoda serapan hara pada bulu-bulu akar
   melalui proses difusi dipacu oleh adanya evaporasi dan transpirasi
   pada tanaman. Unsur hara melalui bulu-bulu akar masuk ke dalam
   jaringan epidermis, hypodermis, dan cortex melalui ruang antar sel
   bebas hambatan (Free Donant Space = FDS). Akan tetapi untuk
   masuk ke jaringan xylem, harus melalui mekanisme massanger ion
   carrier theory karena pada jaringan endodermis terdapat penebalan
   sel yang tidak dapat dilalui oleh mekanisme FDS. Penebalan jaringan
   endodermis dapat dilihat secara mikroscopis, yaitu apabila dilakukan
   pemotongan jaringan tumbuhan kearah melintang (cross section)
   tampak penebalan dinding endodermis seperti dikelilingi pita
   (Casparian Strips), dan pada irisan tegal lurus (tangensial section)
   tampak penebalan seperti titik-titik (Casparian dosts).
         Selanjutnya, untuk melakukan budidaya tanaman jagung
   yang baik maka perlu difahami syarat lahan dan iklim yang sesuai
   untuk tanaman jagung ( Tabel 2).




Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                         9
      Tabel 2. Persyaratan Penggunaan Lahan untuk Tanaman Jagung
   Persyaratan
   penggunaan                          Tingkat Kesesuaian Lahan
       lahan/
Karakteristik Lahan            S1            S2                S3                N
         (1)                   (2)           (3)               (4)              (5)
IKLIM
Suhu ( ºC )                20-26            26-30          16-20               <16
                                                           30-32               >32
Curah Hujan (mm)         500-1200       1200-1600          >1600
                                         400-500          300-400               <300
Draenase                 Baik-agak      Agak cepat       Terhambat             Sangat
                          lambat                                             terhambat
Kelembaban (%)              >42             36-42             30-36             <30
MEDIA
PERAKARAN
Tekstur                        h,s            ah               ak               k
Bahan Bakar (%)                <15          15-35             35-55            >55
Kelembaban gambut              <60          60-140           140-200           >200
(cm)
RETENSI HARA
KTK liat (c nol)           >16                ≤16              -                 -
Kejenuhan Basa (%)         >50               35-50            <35                -
pH H2O                    5,8-7,8           5,5-5,8           <5,5               -
                                            7,8-8,2           >8,2               -
C-Organik (%)              >0,4              ≤0,4

    Keterangan : Tekstur: h = halus, ah= agak halus. S = sedang, ak = agak
                 kasar, t = gambut dengan sisipan/ pengkayaan bahan
                 mineral bahaya erosi, sr = sangat ringan, r = ringan, sd =
                 sedang, b = berat, dan sb = sangat berat.

           Setelah mengetahui persyaratan tanah dan iklim untuk
    tanaman jagung, marilah kita mempelajari tentang tanaman jagung
    itu sendiri.     Tanaman jagung dalam dunia tumbuh-tumbuhan
    termasuk dalam Kelas Spyrmatophyta, Famili Gramineae, Species
    Zea    mays.     Sebagai     tanaman,     jagung     untuk        dibudidayakan
    dikelompokkan      kedalam       kelompok         yang     disesuaikan     guna
    mempermudah keperluan bagi manusia.


Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                                         10
            Perkembangan teknologi produksi merupakan salah satu
   syarat yang paling pokok dalam meningkatkan produksi jagung.
   Oleh     karena   itu   dalam       upaya    meningkatkan       produksi   dan
   produktivitas     jagung,    kita    harus   senantiasa     mencari    inovasi
   teknologi baru yang merupakan teknologi tepat guna yang memiliki
   kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah atau kendala
   dalam pertumbuhan tanaman.


   Penggunaan Varietas Unggul Potensi Produksi Tinggi
            Tinggi rendahnya tingkat kuantitas dan kualitas hasil suatu
   tanaman sebagian besar dipengaruhi oleh varietas yang digunakan.
   Selain     itu    varietas      unggul       biasanya      memiliki    tingkat
   resistensi/ketahanan yang lebih tinggi terhadap serangan berbagai
   jenis    hama      penyakit,     kualitas     yang      lebih   baik   seperti
   warna/penampakan, rasa dan lain-lain.
            Yang dimaksud dangan varietas hibrida adalah keturunan
   pertama (F1) dari persilangan antara : varietas dengan varietas,
   varietas dengan galur, atau galur dengan galur. Ditinjau dari umur
   suatu varietas maka varietas jagung hibrida dapat dikelompokkan
   menjadi 2 umur yaitu :
   o Varietas Jagung Berumur Genjah
     Varietas jagung yang memiliki umur antara 90 – 100 hari.
     Beberapa varietas jagung hibrida dari golongan berumur genjah
     diantaranya adalah Bisi-1, C-2, C-3, C-4, C-5, C-6, C-7, Pioneer -1,
     Pioneer-2, Pioneer-3, Pioneer-4, Pioneer-5, Pioneer-6, CPI-1, Bisi-
     1, Bisi-4, Seminar-1.
   o Varietas Jagung Berumur Dalam



Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                                   11
     Varietas jagung yang memiliki umur lebih dari 100 hari. Beberapa
     varietas jagung hibrida yang berumur dalam adalah IPB-4, Bisi-2,
     Pioneer-7, Pioneer-8, Pioneer-9, dan C-4.


   Penyiapan Lahan
        Beberapa kegiatan yang perlu diperhatikan dalam penyiapan
   lahan untuk penanaman jagung, yaitu :
  a. Pengolahan Tanah Sempurna
     ◦ Terutama     pada      tanah   berat,   pengolahan   tanah   harus
        dilakukan secara sempurna yaitu usahakan agar kondisi tanah
        yang akan diolah tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah
        supaya mudah diolah.

     ◦ Tanah dibajak atau dicangkul 2 kali sedalam 15 -20 cm dan
        gulma serta sisa-sisa tanaman dibenamkan, selanjutnya tanah
        digaru hingga rata.




Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                           12
  b. Minimun Tillage (Pengolahan Tanah Minimum)

        ◦ Tanah–tanah yang sangat peka terhadap erosi yang biasanya
              bertekstur ringan, perlu dilakukan usaha konservasi misalnya
              dengan mulsa dan pengolahan tanah hanya dilakukan
              seminimal mungkin.

        ◦ Jika waktu tanam mendesak, tanah yang diolah hanya pada
              barisan tanaman saja yaitu selebar 60 cm dan dalamnya
              berkisar antara 15– 20 cm.

  c. Zerro Tillage (Tanpa olah tanah)

        Dalam budidaya jagung Zerro Tillage hanya dianjurkan pada
        lahan-lahan yang tanahnya bertekstur ringan yaitu dengan cara:
        tanah dicangkul hanya pada lubang – lubang tanaman saja,
        dilakukan pemberian mulsa guna mengatasi erosi dan menekan
        pertumbuhan gulma atau rumput pengganggu.



II.     Alat
               Cangkul, traktor, bajak, garu, meteran, jalon, ajir, stasiun
      klimatologi, pH meter, soil test kit, timbangan analitik, cawan
      porselen, perangkat penentuan tekstur tanah dengan metoda
      ”centrifuge”.


III. Bahan
               Air, spiritus, korek api, kertas lakmus, reagen penentu zat
      hara.




Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                             13
IV.     Metoda Pembelajaran
             Metoda pembelajaran dengan berbagai metoda antara lain:
      ceramah, diskusi, praktek, penugasan, unjuk keterampilan, dls.-


V. Tugas Kerja
       A.   Praktek Lapangan/Laboratorium
       1.   Lakukan pengolahan lahan untuk tanaman jagung dengan
            menggunakan alat konvensional (seperti cangkul) atau alat
            mesin pengolah tanah (traktor). Tanah dibajak dua kali, dan
            kemudian digaru dua kali. Setelah itu dapat dibuat guludan
            atau guludan dibuat bersamaan dengan pemeliharaan melalui
            kegiatan pembumbunan. Arah guludan sebaiknya disesuaikan
            dengan kondisi kemiringan tanah dengan arah yang dapat
            mencegah terjadinya erosi.
       2.   Pemupukan dapat dilakukan bersamaan dengan penggaruan
            terutama apabila diberi pupuk organik/pupuk kandang.
       3.   Luas lahan untuk satu orang siswa adalah 0,1 hektar atau per
            kelompok siswa 4-5 orang/0,1 hektar.
       4.   Lakukan penentuan pH tanah pada lahan yang akan di tanami
            jagung.
       5.   Lakukan penentuan tekstur tanah pada lahan yang akan di
            tanami jagung dengan metoda ”pijit” dan metoda ”centrifuge”.
       6.   Lakukan uji kandungan bahan organik tanah lahan yang akan
            ditanami jagung dengan metoda ”quick analysis”.
       7.   Lakukan penentuan kandungan unsur hara dalam tanah yang
            akan   ditanami   jagung     dengan    menggunakan     metoda
            sederhana.


Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                            14
    8.   Lakukan penentuan jenis iklim pada lahan yang akan di tanami
         jagung berdasarkan data cuaca yang terdapat di stasiun
         klimatologi terdekat.
    9.   Gambarlah penampang melintang akar, dan batang dan daun
         tumbuhan dikotil.


    B.   Diskusi Kelompok (dibimbing oleh seorang
         guru/kelompok)
    1.   Apakah yang dimaksud dengan tanah, lahan, komponen
         penyusun tanah, tekstur tanah, struktur tanah, konsistensi
         tanah, dan peranan tanah bagi tanaman.
    2.   Apakah yang dimaksud dengan iklim, iklim pertanian, unsur-
         unsur iklim, cuaca, dan peranan iklim bagi tanaman.
    3.   Bagaimana hubungan antara tanah-iklim-tanaman.
    4.   Bagaimana mekanisme serapan unsur hara oleh akar tanaman
         sehingga masuk ke daun tanaman.
    5.   Apa yang dimaksud dengan fotosintesis.



Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                       15
    6.   Mengapa tanah untuk pertanaman jagung perlu diolah
         dibajak/ digaru/dicangkul.
    7.   Jelaskan apa yang dimaksud dengan varietas, dan hybrida.
    8.   Berilah contoh varietas / hybrida jagung berdasarkan
         pengelompokan: (a) tinggi tempat, (b) umur, (c) biji
    9.   Jelaskanlah beberapa kegiatan penyiapan lahan.


    C.   Diskusi Pleno (dibimbing oleh tim guru)
     Hasil diskusi kelompok didiskusikan secara pleno.


    D.   Penugasan
    1.    Buatlah laporan tertulis dengan lengkap kegiatan persiapan
          lahan untuk budidaya tanaman jagung dengan menggunakan
          kaedah    Bahasa    Indonesia   yang   baku    (ketik   dengan
          komputer).
    2.    Buatlah   laporan    masing-masing/individu     hasil   diskusi
          kelompok dan diskusi pleno.


VI. Catatan
    Lakukan pemeliharaan tanaman jagung secara berkala dan
    berkelanjutan sampai panen dan buatlah laporan tertulis secara
    lengkap dengan menggunakan kaedah Bahasa Indonesia yang
    baku (ketik dengan komputer) yang merupakan satu kegiatan
    utuh dengan SKT lainnya.




CATATAN BAGI TIM GURU:


Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                           16
 o   Satuan Keterampilan Teknis (SKT) adalah satuan kegiatan teknis
     yang dibentuk dari paduan (integrasi) beberapa pokok bahasan
     dari beberapa matapelajaran yang terkait
 o   Satuan Kegiatan Usaha (SKU) adalah suatu satuan kegiatan usaha
     agribisnis yang dibentuk dari paduan (integrasi) beberapa SKT
     yang saling terkait dalam kegiatan usaha tsb.
SKT yang disusun oleh Pusbangdiktan ini baru pada tahapan persiapan
budidaya   tanaman    jagung   sehingga    harus     dilengkapi   dengan:
Pelaksanaan Penanaman, Pemeliharaan, Penanganan Panen, serta
Agroniaga/Analisis Finansial Usahatani (perencanaan-analisis finansial-
usahatani-pelaksanaan).




  Perhatian: Minggu pertama awal semester, penanaman harus
  sudah selesai (Karena masa pembelajaran semesteran tidak
  sama dengan masa pertumbuhan tanaman).

Kepustakaan:

Anonymous, 1997. Kriteria Kesesuaian Lahan dan Iklim Tanaman
       Pertanian. Biro Perencanaan, Jakarta, 262 hal
Sjechnadarfuddin dan Indrayanti,Temy. 2005. Modul. Sistem Pertanian.
       Deptan, BPSDMP, STPP- Medan. 79 hal




Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006                           17
            Lanjut ke Penanaman Tanaman Jagung




Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian 2006     18

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:87
posted:12/8/2011
language:Malay
pages:18