Embed
Email

Ulasan Reksadana Mutual Fund -indosurya.net-

Document Sample
Ulasan Reksadana Mutual Fund -indosurya.net-
Shared by: Jon slyman
Stats
views:
427
posted:
12/7/2011
language:
pages:
5
Istilah Reksa Dana



1. Reksa Dana (Mutual Fund)

Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk

selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.



Berikut ini adalah jenis reksa dana dan penjelasannya:



a) Reksa Dana Konvensional (Biasa)

Reksa Dana Konvensional (Biasa) adalah reksa dana yang dapat dibeli atau dijual

kembali oleh investor setiap saat tergantung tujuan investasi, jangka waktu dan profil

risiko investor.



Jenis-jenis Reksa Dana Konvensional (Biasa) adalah sebagai berikut:



 Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada Efek bersifat utang dengan jatuh

tempo kurang dari 1 (satu) tahun.



 Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh

perseratus) dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat utang.



 Reksa Dana Saham

Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh

perseratus) dari aktivanya dalam Efek bersifat Ekuitas.



 Reksa Dana Campuran

Reksa Dana yang melakukan investasi dalam Efek bersifat Ekuitas dan Efek bersifat

utang yang perbandingannya tidak termasuk dalam Reksa Dana Pendapatan Tetap

dan Reksa Dana Saham.



b) Reksa Dana Terstruktur



Reksa Dana Terstruktur adalah reksa dana yang hanya dapat dibeli atau dijual kembali

oleh investor pada saat tertentu saja yang ditentukan oleh Manajer Investasi.



Jenis-jenis Reksa Dana Terstruktur adalah sebagai berikut:



 Reksa Dana Terproteksi

Reksa Dana yang memberikan proteksi atas investasi awal investor melalui

mekanisme pengelolaan portofolionya. Dalam rangka pemberian proteksi atas

investasi awal tersebut, Manajer Investasi Reksa Dana Terproteksi akan

menginvestasikan sebagian dana yang dikelolanya pada Efek bersifat utang yang

masuk dalam kategori layak investasi (investment grade), sehingga nilai Efek

bersifat utang pada saat jatuh tempo sekurang-kurangnya dapat menutupi jumlah

nilai yang diproteksi.

 Reksa Dana dengan Penjaminan

Reksa Dana yang memberikan jaminan bahwa investor sekurang-kurangnya akan

menerima sebesar nilai investasi awal pada saat jatuh tempo sepanjang

persyaratannya terpenuhi. Pemberian jaminan tersebut dilakukan melalui

penunjukan Penjamin/Guarantor berupa lembaga yang dapat melakukan

penjaminan dan telah memperoleh ijin usaha dari instansi yang berwenang.



 Reksa Dana Indeks

Reksa Dana yang portofolio Efeknya terdiri atas Efek yang menjadi bagian dari

sekumpulan Efek dari suatu indeks yang menjadi acuannya.



2. Manajer Investasi

Pihak yang kegiatan usahanya mengelola portfolio efek untuk para nasabah atau

mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan

asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan

perundang-undangan yang berlaku.



3. Bank Kustodian

Pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain berkaitan dengan efek serta jasa

lain, termasuk menerima deviden, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan

mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.



4. Agen Efek Penjual Reksa Dana

Pihak yang melakukan penjualan efek reksa dana berdasarkan kontrak kerja sama dengan

Manajer Investasi pengelola reksa dana.



5. Wakil Agen Efek Penjual Reksa Dana

Orang perseorangan yang mendapat izin dari BAPEPAM untuk bertindak sebagai Penjual

Efek Reksa Dana.

ULASAN REKSADANA KONVENSIONAL



PEMBAGIAN REKSA DANA



Berdasarkan produk investasi yang dipilih oleh manajer investasi, ada 4 macam produk

Reksa Dana:



1. Reksa Dana Saham. Ini adalah produk Reksa Dana di mana manajer investasi kebanyakan

menginvestasikan uang nasabahnya ke dalam saham. Dari segi potensi keuntungan, Reksa

Dana Saham dianggap bisa memberikan potensi keuntungan paling besar. Ini karena sifat

saham yang nilainya bisa naik dan bisa juga turun, di mana kenaikannya bisa besar sekali,

tapi penurunannya juga bisa besar sekali. Karena itulah, Reksa Dana Saham paling

berisiko dibanding ketiga produk Reksa Dana yang lain.



2. Reksa Dana Pendapatan Tetap. Ini adalah produk Reksa Dana di mana manajer investasi

kebanyakan menginvestasikan uang nasabahnya ke dalam surat berharga yang

memberikan pendapatan tetap, yaitu obligasi. obligasi adalah surat hutang yang

diterbitkan oleh sebuah perusahaan dan dijual kepada masyarakat. Potensi keuntungan

yang diberikan Reksa Dana Pendapatan Tetap biasanya dianggap tidak sebesar seperti

pada Reksa Dana Saham. Namun demikian, potensi penurunan nilainya biasanya juga

tidak besar. Itulah sebabnya, Reksa Dana Pendapatan Tetap risikonya dianggap lebih kecil

daripada Reksa Dana Saham.



3. Reksa Dana Campuran. Di sini manajer investasi menginvestasikan uang nasabahnya

biasanya secara sama rata ke dalam saham dan obligasi. Untuk risiko, karena Reksa Dana

ini merupakan reksa dana yang mencampur saham dan obligasi, maka dianggap lebih

besar daripada Reksa Dana Pendapatan Tetap, tapi lebih kecil daripada Reksa Dana

Saham.



4. Reksa Dana Pasar Uang. Di sini manajer investasi menginvestasikan uang nasabahnya ke

dalam produk-produk Pasar Uang seperti Deposito, SBI, dan Obligasi Jangka Pendek.

Pada Reksa Dana ini, potensi keuntungannya jauh lebih kecil dari ketiga reksa dana di

atas, namun pasti.



Sebetulnya apa saja keunggulan reksa dana dibanding jenis investasi lainnya?



1. Yang pertama, Anda yang belum biasa melakukan investasi akan sangat terbantu karena

ada manajer investasi yang akan mengevaluasi investasi Anda setiap harinya. Anda tidak

perlu bersusah payah mengevaluasi, karena Anda cukup mendapatkan report-nya setiap

bulan atau beberapa bulan sekali.



2. Yang kedua, Anda bisa melakukan investasi dengan jumlah dana awal yang kecil

jumlahnya. Beberapa reksa dana bisa dimulai hanya dengan dana awal Rp 100.000,-.

Bayangkan, Anda tentu tidak bisa membuka deposito dengan dana sekecil itu, bukan?

Namun dengan reksa dana, dana sejumlah itu sudah bisa untuk melakukan investasi (salah

satunya) ke dalam deposito.



3. Keuntungan ketiga adalah adanya diversifikasi atau penyebaran risiko. Dengan reksa

dana, Anda bisa menyebar risiko investasi Anda dengan leluasa. Sebagai contoh, bila

dana Anda hanya Rp 1 juta, maka Anda tidak mungkin bisa membuka beberapa deposito

secara bersamaan di beberapa bank karena untuk membuka satu deposito saja dibutuhkan

dana minimal Rp 500 ribu.

Tapi dengan melakukan investasi di reksa dana deposito, maka uang Anda bisa tersebar di

berbagai deposito dalam berbagai bank, tanpa Anda harus memiliki dana yang besar.



4. Keuntungan keempat adalah dari segi perpajakan. Pembelian maupun penjualan kembali

UP dari produk reksa dana adalah bebas pajak. Ini dilakukan atas kebijakan pemerintah

(Dirjen Pajak), untuk merangsang dunia investasi di Indonesia.



Bisakah Manajer Investasi Dipercaya?



Sebetulnya, kata "manajer" ditujukan bagi orang, bukan perusahaan. Tapi peraturan

menyebutkan bahwa kata "Manajer Investasi" ditujukan bagi perusahaan yang mengelola

investasi Anda. Orang-orang yang bekerja di dalamnya hanya disebut Wakil Manajer

Investasi. Kadang-kadang disebut juga Tim Pengelola Investasi, atau Komite Investasi (Anda

bisa melihatnya di prospektus Anda). Dalam bahasa keuangan, orang yang tugasnya

mengelola dana investasi seperti ini disebut fund manager.



Tidak sembarang orang bisa menjadi fund manager. Dia harus mendapatkan izin dari

Pemerintah (BAPEPAM atau Badan Pembina dan Pengawas Pasar Modal). Untuk

mendapatkan izin tersebut, maka seorang calon fund manager harus melalui ujian yang

tingkat kesulitannya sangat tinggi. Untuk mengetahui siapa saja fund manager atau anggota

Tim Pengelola Investasi Anda, Anda bisa membacanya di prospektus reksa dana Anda.



Bagaimana Kalau Perusahaan Reksa Dananya Bangkrut?



Produk Reksa Dana diterbitkan oleh Perusahaan Reksa Dana, yang sekaligus bertindak

sebagai manajer investasi. Karena itu, perusahaan Manajer investasi hidup dari komisi yang

diterimanya sewaktu investor membeli UP (Unit Penyertaannya). Besar komisi ini biasanya

maksimal sekitar 3% dari nilai UP yang dibeli nasabah. Dari komisi-komisi yang terkumpul

inilah perusahaan reksa dana ini "menggaji" dirinya sendiri. Terkadang, komisi juga didapat

bila nasabah menjual kembali UP yang mereka miliki.



Mungkin saja terjadi, pendapatan yang diterima manajer investasi dari komisi-komisi

tersebut lebih kecil daripada biaya-biaya yang harus dia keluarkan untuk membiayai

perusahaannya. Akibatnya, bisa saja manajer investasi (Perusahaan Reksa Dana) ini tidak

bisa hidup lebih lama, dan akhirnya bangkrut. Pertanyaannya, apakah harta Reksa Dana yang

dibeli para investor ikut hilang?



Jawabannya: tidak. Menurut peraturan, harta Reksa Dana harus disimpan dalam sebuah

tempat terpisah, yang disebut dengan nama Bank Kustodian. Bank Kustodian adalah sebuah

lembaga/badan yang sudah memiliki izin dari BAPEPAM untuk bisa menyimpan harta dari

suatu aset reksa dana. Perusahaan Reksa Dana tidak boleh menyimpan sendiri harta reksa

dananya. Dia harus menyimpannya di tempat lain, yaitu pada Bank Kustodian.



Jadi, bila Perusahaan Reksa Dana/Perusahaan Manajer investasi bangkrut, maka harta Reksa

Dana yang Anda miliki dijamin tetap aman. Bacalah prospektus reksa dana Anda, di situ

akan tertulis Bank Kustodian mana yang dipakai oleh perusahaan reksa dana Anda.



Anda pasti sudah pernah mendengar mengenai instrumen investasi yang bernama Reksa

Dana. Pada dasarnya, reksa dana merupakan wadah yang dipergunakan untuk menghimpun

dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh

manajer investasi. Reksa dana terdiri dari berbagai jenis, di antaranya adalah Reksa Dana

Pasar Uang.

Apakah Reksa Dana Pasar Uang itu ?? Yang pasti, jangan samakan reksa dana jenis ini

dengan reksa dana konvensional. Reksa Dana Pasar Uang memang memiliki sedikit

perbedaan dengan reksa dana konvensional. Reksa dana jenis ini bukan berarti reksa dana

yang menempatkan aset investor pada berbagai macam fundamen mata uang atau berbagai

macam bisnis valas. Sebaliknya, reksa dana pasar uang (Money Market Fund) adalah reksa

dana yang menempatkan seluruh aset investornya pada instrumen pasar uang. Lalu apa yang

disebut sebagai instrumen pasar uang itu ? Instrumen pasar uang adalah efek yang jangka

waktunya kurang dari setahun, misalnya sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito, atau

obligasi dengan jangka waktu kurang dari satu tahun.



Dengan jangka waktu yang kurang dari satu tahun itu, otomatis Reksa Dana Pasar Uang itu

lebih likuid dari Reksa Dana biasa. Jenis ini sangat cocok untuk investor pemula, yang masih

lekat dengan berinvestasi di deposito, tetapi ingin menjajal berinvestasi di reksa dana. Oleh

karena itu, kupon bunga reksa dana jenis ini bernilai hanya sedikit lebih tinggi dari suku

bunga deposito. Walaupun reksa dana ini memiliki bunga yang tidak jauh beda dari deposito,

toh tetap saja reksa dana jenis ini memiliki lebih banyak keunggulan. Pertama, adanya

kebebasan waktu penarikan.

Seperti yang telah saya sebutkan di atas, reksa dana jenis ini memiliki likuiditas tinggi. Hal

ini sangat berbeda dengan deposito, investor hanya dapat mencairkan dananya jika memang

sudah jatuh tempo. Jika investor deposito ingin menarik uangnya sebelum jatuh tempo,

investor itu akan dikenai penalti yang nilainya beragam, besarnya bisa mencapai lebih dari

10% bunga.

Kedua, investor dapat menentukan jumlah uang yang ingin dicairkan. Sementara itu, di

deposito, investor tidak dapat menentukan sendiri jumlah uang yang akan ia cairkan. Mau

tidak mau, investor harus rela menarik seluruh uangnya di deposito plus seluruh imbal

hasilnya. Keunggulan reksa dana pasar uang lainnya adalah keuntungannya yang lebih tinggi

dari deposito.

Hal ini disebabkan karena reksa dana jenis ini biasanya menempatkan sebagian dananya

pada obligasi berjangka waktu pendek. Nah, obligasi seperti ini, selain memiliki bunga yang

lebih tinggi dari deposito, juga masih bebas dari pajak. Selain masalah pajak, Reksa Dana ini

juga masih memiliki capital gain dari pasar sekunder, meskipun tidak begitu signifikan.

Setelah saya uraikan beberapa keunggulan dari reksa dana pasar uang, tidak ada salahnya

jika Anda yang baru mulai beralih profesi –dari investor deposito ke investor reksa dana-

mencoba reksa dana jenis ini.



Related docs
Other docs by Jon slyman
Rekomendasi Emas & Trading 2 April 2012
Views: 57  |  Downloads: 1
Rekomendasi Emas 26 Maret 2012
Views: 13  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!