contoh KKP BSI

Document Sample
contoh KKP BSI Powered By Docstoc
					                                              BAB I

                                       PENDAHULUAN



1.1.   Umum

                 Pada era globalisasi ini banyak berdiri perusahaan yang bergerak dalam berbagai

       bidang. Mereka memproduksi berbagai jenis produk yang mereka buat sesuai dengan keinginan

       pasar saat ini. Dimana produk-produk inilah yang nantinya akan mereka tawarkan kepasaran

       dan akan bersaing dengan produk-produk lain. Semuanya itu mereka kelola dengan sebaik-

       baiknya agar tidak mudah jatuh dalam persaingan pasar nasional maupun internasional, dengan

       harapan dapat menghasilkan sesuatu yang maksimum sehingga dapat menghasilkan devisa bagi

       Negara.

                 Dalam kehidupan persaingan perekonomian yang semakin ketat ini perlu adanya

       komunikasi dan informasi, dimana komunikasi itu perlu kita lakukan dengan berbagai pihak

       baik pihak dalam ataupun dengan pihak luar. Tanpa komunikasi dan informasi yang cukup kita

       tidak dapat mengetahuiperkembangan perekonomian yang ada. Begitu juga dalam suatu

       perusahaan, komunikasi sangat amat diperlukan untuk menambah kemajuan bagi perusahaan

       dan dapat menghasilkan suatu pemikiran yang berguna bagi kemajuan perusahaan itu sendiri.

                 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini berkembang sangat pesat

       seiring dengan pentingnya informasi dan pengolahan data dari berbagai aspek bidang kegiatan.

       Dan berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, memberikan banyak

       kemudahan dan kelancaran akses kerja pada setiap instansi-instansi maupun perusahaan. Salah

       satu dari hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berperan amat sangat



                                                 1
    penting dan dapat dikatakan sebagai sarana yang paling utama bagi kemajuan dunia usaha yaitu

    sebuah teknologi komputer.

            Dalam bidang pembelian suatu sistem yang digunakan membutuhkan suatu

    penanganan yang cermat dan baik sehingga dapat menghindari kesalahan pencatatan transaksi

    pembelian yang terjadi. Untuk itu maka diperlukan suatu system pembelian dalam rangka

    penyediaan informasi transaksi pembelian yang tepat, cepat dan akurat, serta dapat mengukur

    keuntungan yang diperoleh dari hasil proses pembelian barang.



       KOMPUTERISASI SISTEM PEMBELIAN BARANG BANGUNAN PADA TOKO

                            KEMENANGAN JAYA JAKARTA.



1.2. Maksud dan Tujuan

    Maksud dari penulisan Kuliah Kerja Praktek ini adalah :

    a Untuk mendapat gambaran mengenai penyusunan Kuliah Kerja Praktek

    b Mendidik penulis agar dapat bertanggung jawab terhadap tulisan dan hasil penelitian

    c Memadukan pengetahuan teori yang didapat selama mengikuti kegiatan perkuliahan dengan

       pelaksanaan sistem berjalan yang dilakukan pada Kemenangan Jaya.

    d Menerangkan secara jelas prosedur-prosedur sistem berjalan di Kemenangan Jaya.

    e Adapun tujuan dari penulisan Kuliah Kerja Praktek ini adalah untuk memenuhi mata kuliah

       KKP pada program Diploma III Jurusan Komputerisasi Akuntansi pada Akademi

       Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika (AMIK BSI).




                                               1
1.3. Metode Penelitian

     Dalam penulisan ilmiah ini, metode yang digunakan adalah :

     1. Observasi

        Yaitu teknik pengumpulan data dengan melihat objek penelitian secara langsung ke lapangan

        berdasarkan data yang penulis peroleh sewaktu mengadakan wawancara. Sehingga hasilnya

        dapat digunakan sebagai dasar penelitian yang spesifik.

     2. Wawancara

        Yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab terhadap pimpinan dan

        karyawan yang berhubungan dan mengenai masalah yang sedang diteliti.

     3. Studi Pustaka

        Yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan pengambilan data-data dengan membaca

        buku atau literature yang sesuai dengan pembahasan materi serta pengetahuan lain yang

        penulis lakukan.



1.4. Ruang Lingkup

     Untuk memperjelas masalah yang akan dibahas dan agar tidak terjadi pembahasan yang meluas

atau menyimpang pada penulisan kuliah kerja praktek ini, penulis membatasi pada sistem pengadaan

barang pada Kemenangan Jaya. yang meliputi proses pengolahan data pengadaan barang yang terdiri

dari proses penerimaan barang, pembelian , penjualan dan laporan barang..



1.5. Sistematis Penulisan




                                                 1
     Sistematis penulisan kuliah kerja praktek ini agar tersusun dengan baik maka penulisan

membagi dalam beberapa bab, yaitu :

BAB I         PENDAHULUAN

              Merupakan bab yang menguraikan tentang masalah umum, maksud dan tujuan, ruang

              lingkup, metode-metode penelitian dan sistematika penulisan.



BAB II        LANDASAN TEORI

              Dalam bab ini membahas konsep dasar sistem yang meliputi pengertian sistem,

              karakteristik sistem dan peralatan pendukungnya (tool sistem) yaitu mengenai

              pengertian Data Flow Diagram, pengertian normalisasi, serta prosedur penerimaan

              pasien.



BAB III       ANALISA SISTEM BERJALAN

              Pada bab ini penulis membahas masalah umum, tinjauan perusahaan, sejarah

              perusahaan, struktur organisasi dan fungsinya, prosedur sistem akuntansi berjalan,

              diagram alir data (DAD) sistem akuntansi berjalan, kamus data sistem berjalan,

              spesifikasi sistem akuntansi berjalan, spesifikasi bentuk dokumen masukan, spesifikasi

              bentuk dokumen keluaran, struktur kode, permasalahan pokok dan alternatif

              pemecahan masalah yang ada.



BAB IV        PENUTUP




                                                 1
Merupakan bab terakhir yang menguraikan kesimpulan dan saran dari penulis

mengenai pembahasan penulis Kuliah Kerja Praktek.




                                1
                                              BAB II

                                     LANDASAN TEORI



       2.   Konsep Dasar Sistem

      Istilah “SISTEM” sekarang ini banyak dipakai dan mempunyai banyak pengertian. Dengan

adanya pendekatan sistem memberikan banyak manfaat dalam memahami persoalan-persoalan yang

ada. Mempersoalkan sistem sebenarnya bukan membahas hal yang baru, karena itu penulis akan

mengemukakan tentang definisi sistem, karakteristik dan klasifikasi sistem.



            3. Definisi Sistem

       Definisi sistem berdasarkan pendapat para pakar sistem adalah sebagai berikut:

Menurut Raymond Mc Leod

  Sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai

  suatu tujuan.

Menurut Gordon B. Davis dalam Sutabri ( 1984 : 67)

  Sistem adalah seperangkat unsur-unsur yang terdiri dari manusia, alat konsep dan prosedur yang

  dihimpun untuk maksud dan tujuan bersama. Sistem dapat abstrak atau fisik, sistem abstrak yaitu

  sistem susunan gagasan atau konsepsi dari dasar yang saling tergabung.




Menurut Prof. Dr. Mr. S. Prajudi A dalam Sutabri (1984 : 10)




                                                  1
  Sistem adalah suatu yang terdiri dari obyek, unsur-unsur atau komponen yang berkaitan dan

  berhubungan satu sama lain, sehingga unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan proses.

Menurut Drs. Komaruddin

  Sistem adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan yang berhubungan satu sama lainnya serta

  prosedur-prosedur yang berkaitan untuk melaksanakan dan memudahkan pelaksanaan kegiatan

  dari suatu organisasi.

Menurut C.West Churchman (1968)

  Sistem dinilai sebagai proses yang diselenggarakan oleh sekumpulan unsur yang masing-masing

  unsur itu dipadukan secara fungsional dan operasional guna mencapai suatu tujuan.

Menurut Wahyudi, Kumoroto

  Sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur-unsur komponen atau variabel-variabel

  yang terorganisasi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu.

Norman L.Enger dalam Sutabri (1984 : 10)

  Sistem dapat terdiri atas kegiatan – kegiatan yang berhubungan guna mencapai tujuan- tujuan

  perusahaan seperti pengendalian inventaris atau penjadwalan produksi.




          4. Karakteristik Sistem

       Suatu sistem memiliki karakteristik sistem atau sifat-sifat tertentu, sehingga dapat dikatakan

sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud menurut Jogiyanto (2005 : 3) sebagai berikut:

a Komponen Sistem (Components)




                                                 1
  Suatu sistem terdiri dari komponen-komponen yang saling berinteraksi membentuk suatu

  kesatuan. Komponen tersebut dapat berupa subsistem atau

  bagian-bagian dari sistem dan mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan fungsi tertentu

  yang mempengaruhi proses sistem keseluruhan.

b Batasan Sistem (Boundary)

  Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau

  dengan lingkungan luarnya.

c Lingkungan Luar Sistem (Environment)

  Bentuk apapun yang ada di ruang linggkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem

  tersebut, disebut dengan lingkungan luar sistem.

d Penghubung sistem (Interface)

  Sebagai media yang menghubungkan sistem dengan sub sistem yang lainnya.

e Masukan sistem (Input)

  Masukan dapat berupa masukan perawatan, yaitu supaya sistem tersebut dapat beroperasi dan

  masukan sinyal energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

f Keluaran sistem (Output)

  Hasil energi yang dikeluarkan sehingga dapat berguna, dan sisa pembuangan keluaran dapat

  merupakan masukan untuk subsistem.

g Pengolahan sistem (Process)

  Pengolahan sistem adalah suatu proses mengolah atau mengubah bentuk masukan menjadi

  keluaran.

h Sasaran dan tujuan sistem (Objectives and Goal)




                                                 1
  Sistem pasti mempunyai suatu tujuan (goal) atau sasaran (objective). Jika suatu sistem tidak

  memiliki sasaran, maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil jika

  mengenai sasaran dan tujuannya.

           5. Klasifikasi Sistem

       Menurut Jogiyanto sistem dapat diklasifikasikan menjadi beberapa sudut pandang,

diantaranya adalah sebagai berikut:

     4. Sistem Abstrak (Abstrack System) dan Sistem Fisik (Phisycal System)

  Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

  Sedangkan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.

     5. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)

  Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sedangkan

  sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.

     6. Sistem Tertentu (Deterministic system) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)

  Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.

  Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi

  karena mengandung unsur probabilitas.

     7. Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System)

  Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan

  luarnya. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan mendapat pengaruh dari

  lingkungan luarnya.




                                                 1
       Siklus hidup sistem (system life cycle) menurut Tata Sutabri (1998) adalah proses evalusioner

yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. Beberapa fase

atau tahapan dari daur hidup sistem, yaitu:

a Mengerti adanya kebutuhan

   Sebelum segala sesuatunya terjadi, timbul suatu kebutuhan atau masalah yang harus dapat dikenali

   sebagaimana adanya.

b Pembangunan sistem

   Proses atau prosedur yang harus diikuti untuk menganalisa kebutuhan yang timbul dan

   membangun suatu sistem untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

c Pemasangan sistem

   Tahapan ini dilakukan setelah tahap pembangunan sistem selesai, yaitu dimana peralihan dari

   tahap pembangunan menuju tahap operasional terjadi pemasangan sistem yang sebenarnya, yang

   merupakan langkah akhir dari suatu pembangunan sistem.

d Pengoperasian sistem

   Tahap dimana sistem yang baru itu diterapkan dan dipelihara.

e Sistem menjadi usang

   Sistem dimana sistem yang ada sudah tidak layak lagi di operasikan dan sistem yang baru

   dibangun untuk menggantikannya.

       6. Peralatan Pendukung (Tool System)

      Dalam penulisan karya ilmiah ini serta untuk merancang suatu sistem diperlukan peralatan

pendukung (tool system). Adapun peralatan pendukung yang penulis gunakan adalah:

           7. Diagram Alir Data (DAD)




                                                 1
        Diagram alir data adalah suatu jaringan (network) yang menggambarkan sebuah sistem, baik

secara komputerisasi, manual atau gabungan dari keduanya, yang penggambarannya disusun dalam

bentuk kumpulan kompnen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya.

        Simbol-simbol atau lambang-lambang yang digunakan dalam membuat DAD adalah:

2   Lingkungan Luar (External Entity)

    Digambarkan dalam simbol bujur sangkar yang digunakan untuk menggambarkan awal dan akhir

    data, external entity dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang akan memberikan

    input atau menerima output dari sistem atau keduanya.

3   Proses (Process)

    Digambarkan dengan simbol lingkaran yang digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang

    dilakukan oleh orang, mesin, atau komputer dari hasil suatu alir data yang masuk ke dalam proses

    untuk dihasilkan alir data yang keluar dari proses.

4   Arus Data (Data Flow)

    Digambarkan dengan anak panah yang digunakan untuk arah dari proses sistem. Data flow ini

    digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau informasi dari suatu bagian ke bagian

    lainnya. Data flow ini mengalir diantara proses (process), simpanan data (data store) dan kesatuan

    luar (external entity). Selain menunjukkan arah alir data, data flow ini perlu diberikan nama sesuai

    dengan data atau informasi yang dimaksud.

5   Simpanan Data (Data Store)

    Digambarkan dengan simbol sepasang garis horizontal paralel yang tertutup di salah satu

    ujungnya, yang menunjukkan suatu tempat penyimpanan data yang berupa suatu file di sistem

    komputer, arsip atau catatan manual, kotak tempat data pada meja, tabel acuan manual dan agenda.




                                                    1
          Dalam menggunakan diagram alir data ada beberapa aturan main yang harus diperhatikan,

yaitu:

1. Didalam diagram alir data tidak boleh menghubungkan antara external entity dengan external

   entity secara langsung.

2. Didalam diagram alir data tidak boleh menghubungkan antara data store dengan data store secara

   langsung

3. Didalam diagram alir data tidak boleh menghubungkan antara data store dengan external entity

   secara langsung (atau sebaliknya).

4. Setiap proses harus ada data flow yang masuk dan data flow yang keluar.

          Tahapan atau langkah-langkah didalam membuat diagram alir data dibagi menjadi tiga tahap,

yaitu:

         f Diagram Konteks

   Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan diproses dari

   keseluruhan sistem yang ada.

         g Diagram Nol

   Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan proses yang ada didalam diagram konteks yang

   dijabarkan secara rinci.

         h Diagram Detail

   Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih detail lagi dari tahapan proses

   yang ada pada diagram nol.

             8. Kamus Data (Data Dictionary)




                                                  1
       Kamus data adalah katalog fakta tentang informasi dengan mengindentifikasikan data yang

mengalir pada sistem secara lengkap. Fungsi kamus data adalah sebagai katalog yang menjelaskan

lebih detail tentang DAD (Diagram Alir Data) yang mencakup proses, data flow, dan data store.

Selain itu juga untuk menghindari penggunaan kata-kata yang sama, karena kamus data disusun

secara abjad.

       Adapun kegunaan dari kamus data adalah:

1. Memvalidasi diagram alir data dalam hal kelengkapan dan keakuratan,

2. Menyediakan suatu titik awal untuk mengembangkan layar dan laporan-laporan.

3. Menentukan muatan data yang disimpan dalam file-file.

4. Mengembangkan logika untuk proses-proses DAD (Diagram Alir Data).

       Isi kamus data harus mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatat, maka

kamus data harus memuat hal-hal sebagai berikut:

1. Nama Arus Data

  Nama arus data harus dicatat di kamus data karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang

  mengalir di DAD (Diagram Alir Data), sehingga apabila DAD dibaca dan memerlukan penjelasan

  lebih lanjut tentang arus data tertentu di DAD dapat langsung mencarinya dengan mudah pada

  kamus data.

2. Alias

  Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila ada. Alias perlu ditulis karena terkadang

  terdapat data yang sama tetapi mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen yang

  satu dengan lainnya.

3. Bentuk Data




                                                   1
  Data yang mengalir dari hasil suatu proses ke proses lainnya biasanya dibentuk dalam bentuk

  laporan serta dokumen hasil cetakan komputer. Dengan demikian bentuk dasar dari data yang

  mengalir berupa dokumen dasar atau formulir laporan tercetak, tampilan layar monitor, variabel,

  parameter, dan field-field. Bentuk-bentuk seperti inilah yang dicatat dalam kamus data.

4. Arus Data

  Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan kemana data akan menuju. Keterangan arus

  data ini perlu dicatat di kamus data agar mempermudah mencari arus data di diagram alir data.

5. Penjelasan

  Untuk memperjelas makna dari arus data yang dibuat di kamus data, maka pada bagian penjelasan

  dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus data yang dibuat.

6. Periode

  Periode menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu dicatat dalam kamus data

  karena periode digunakan untuk mengidebtifikasi kapan input data harus dimasukkan ke dalam

  sistem, kapan proses program harus dilakukan serta kapan laporan-laporan harus dihasilkan.

7. Volume

  Volume perlu dicatat dalam kamus data karena pada volume berisi tentang volume rata-rata yang

  menunjukkan banyaknya arus data yang mengalir dari suatu periode tertentu. Sedangkan volume

  puncak menunjukkan volume yang terbanyak.

8. Struktur Data

  Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat pada kamus data yang terdiri dari item-item atau

  elemen-elemen data.




                                                 1
          Selain hal-hal diatas, kamus data juga mempunyai bentuk mempersingkat arti atau makna dari

sistem yang dijelaskan yang disebut notasi. Dimana notasi kamus data lebih mudah menjelaskan data

dibandingkan dengan narasi. Notasi atau simbol yang digunakan dibedakan menjadi dua macam,

yaitu:

         a Notasi Tipe Data

           Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi format input maupun output suatu data.

          Notasi yang umum digunkan antara lain adalah:

                                     Tabel II.1. Notasi Tipe Data

             NOTASI                       KETERANGAN

                 X       Untuk karakter

                 9       Untuk angka

                 A       Untuk alphabet

                 Z       Untuk angka nol sebagai spasi kosong

                  .      Untuk pemisah ribuan

                  ,      Untuk pemisah pecahan

                  -      Untuk penghubung

                  /      Untuk tanda bagi



          b. Notasi Struktur Data

              Notasi yang digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data. Dimana notasi yang

          umum digunakan adalah sebagai berikut:

                                    Tabel II.2. Notasi Struktur Data




                                                   1
                     NOTASI                    KETERANGAN
                       =        Terdiri dari

                           +    And (dan)
                           ()   Pilihan (Ya atau Tidak)
                           {}   Iterasi / Pengulangan proses
                           []   Pilih salah satu pilihan
                            I   Pemisah pilihan didalam tanda [ ]
                           *    Keterangan atau catatan
                           @    Petunjuk (key field)




            9. Normalisasi

       Normalisasi merupakan proses pengelompokan elemen data ke dalam bentuk tabel-tabel yang

menyatakan entitas dan relasinya. Normalisasi adalah proses pengelompokan attribute-attribute dari

suatu relasi sehingga membentuk WELL STRUKTURE RELATION, yaitu sebuah relasi yang jumlah

kerangkapan datanya sedikit (Minimum Amount of Redundancy), serta memberikan kemungkinan

bagi user untuk melakukan insert, delete dan modify terhadap baris-baris data pada relasi tersebut,

yang tidak berakibat terjadinya error atau inkonsestensi data, yang disebabkan oleh operasi-operasi

tersebut.

       Adapun beberapa hal yang terkait dengan normalisasi adalah:

1. Kunci Calon (Candidate Key)

   Kunci calon adalah satu set minimal attribute yang mengidentifikasi secara unik suatu kejadian

   spesifik dari entity.




                                                 1
2. Kunci Primer (Primary Key)

  Kunci primer adalah satu set minimal attribute yang mengidentifikasi secara unik suatu kejadian

  spesifik dan dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entity.

3. Kunci Alternatif (Alternate Key)

  Kunci alternatif adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai primary key.

4. Kunci Tamu (Foreign Key)

  Kunci tamu dalah satu attribute yang melengkapi satu relationship yang menunjukkan ke

  induknya.

5. Kunci Super (Super Key)

  Kunci super adalah himpunan dari satu atau lebih entitas yang digunakan untuk

  mengidentifikasikan secara unik sebuah entitas dalam entitas set.




       Langkah-langkah pembentukan normalisasi:

1. Bentuk Tidak Normal (Unnormalize Form)

  Merupakan kumpulan data yang direkam dengan tidak memperhatikan format tertentu. Dapat saja

  data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan saat menginput.

2. Bentuk Normal Ke Satu (1NF / First Normal Form)

  Setiap data pada bentuk ini memiliki ciri setiap data dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam

  satu record demi satu record nilai dari filed-field berupa “atomic value”, mempunyai

  ketergantungan secara partial, tidak ada set attribute / field yang berulang atau bernilai ganda, dan

  tiap field / attribute hanya memiliki satu pengertian.




                                                   1
3. Bentuk Normal Ke Dua (2NF / Second Normal Form)

  Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria benuk normal

  kesatu. Attribute bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama/primary key.

  Sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field. Kunci

  field haruslah unik dan dapat mewakili attribute lain yang menjadi anggotanya. Bentuk normal

  kedua mempunyai hubungan transitif yaitu menjadi attribute biasa pada suatu relasi tetapi menjadi

  kunci pada relasi lain.

4. Bentuk Normal Ke Tiga (3NF / Third Normal Form)

  Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan senua

  attribute bukan primer tidak punya hubungan yang transitif. Dengan kata lain, setiap attribute

  bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primary key secara menyeluruh.

5. Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

  BCNF mempunyai paksaan yang lebih kuat dari bentuk normal ketiga. Untuk menjadi BCNF,

  relasi harus dalam bentuk normal kesatu dan setiap attribute harus bergantung pada attribute

  superkey.

6. Bentuk Normal Ke Empat (4NF / Fourth Normal Form)

  Relasi R adalah bentuk 4NF jika dan hanya jika relasi tersebut juga termasuk BCNF dan semua

  ketergantungan multivalue adalah juga ketergantungan fungsional.

7. Bentuk Normal Ke Lima (5NF / Fifth Normal Form)

  Disebut juga PJNF (Projection Join Normal Form) dari 4NF dilakukan dengan menghilangkan

  ketergantungan join yang bukan merupakan kunci kandidat.

          10. Pengkodean




                                                1
      Kode digunakan untuk mengklasifikasikan data, memasukkan data ke dalam komputer, dan

mengambil bermacam-macam informasi, kode harus dapat berupa angka, huruf dan karakter khusus.

A. Petunjuk Pembuatan Kode

  Dalam merancang suatu kode ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  a Mudah diingat

     Agar kode dapat dengan mudah diingat, maka dapat dilakukan dengan menghubungan kode

     dengan objek yang diwakili oleh kode.

  b Harus unik

     Kode harus unik untuk masing-masing item yang diwakilinya. Unik berarti tidak ada kode yang

     kembar.

  c Harus fleksibel

     Kode harus fleksibel sehingga memungkinkan perubahan-perubahan atau penambahan item

     baru dapat tetap diwakili oleh kode.

  d Harus efisien

     Kode harus sependek mungkin, selain mudah diingat juga akan efisien jika direkam disimpan

     komputer.

  e Kode harus konsisten

     Bilamana mungkin kode harus konsisten kode yang harus dipergunakan

  f Harus distandarisasikan

     Kode haris distandarisasikan untuk seluruh tingkatan dari departemen dalam organisasi.

  g Spasi harus dihindari




                                                1
     Spasi di dalam kode sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan kesalahan di dalam

     menggunakannya.

  h Panjang kode harus sama

     Masing-masing kode yang sejenis harus mempunyai panjang yang sama.

B. Tipe Dari Kode

          Ada beberapa tipe dari kode yang dapat digunakan di dalam sisitem informasi, diantaranya

adalah:




  a Kode Mnemonik

     Kode mnemonik digunakan untuk tujuan supaya mudah diingat. Kode mnemonic di buat

     dengan dasar singkat atau mengambil sebagian karakter dari item yang akan diwakili dengan

     kode ini.

  b Kode Urut (Sequential Code)

     Kode urut disebut juga dengan kode serial, merupakan kode yang nilainya urut antara satu

     dengan kode berikunya.

     Kebaikan dari kode urut adalah kode ini sangat sederhana, mudah diterapkan, kode dapat

     pendek tapi unik, mudah dicari jika kode sudah diketahui, cocok untuk menggunakan file yang

     menggunkan nomor record relatif, sehingga nomor record dapat sama dengan kodenya,

     demikian file tidak perlu di indeks, baik untuk pengendalian karena kode yang hilang dapat

     mudah diketahui.




                                                  1
  Sedangkan kelemahan dari kode urut adalah penambahan kode hanya bisa ditambah pada akhir

  urutan dan tidak dapat disisipkan, tidak mempunyai dasar logika tentang informasi item yang

  diwakili kecuali berdasarkan urutan-urutannya saja, tidak fleksibel bila terjadi perubahan kode.

c Kode Blok

  Kode blok mengklasifikasi item ke dalam kelompok blok tertentu yang mencerminkan satu

  klarifikasi tertentu atas dasar pemakaian maksimum yang diterapkan.

  Kebaikan dari kode blok adalah nilai dari kode mempunyai arti yaitu masuk ke dalam blok

  yang sudah tertentu, mudah diperluas, kode dapat ditambah atau dibuang sebagian, proses

  pembuatan laporan keuangan dapat dilakukan dengan lebih mudah karena tiap-tiap kelompok

  rekening diketahui dari blok kodenya.

  Sedangkan kelemahan dari kode blok adalah panjang kode tergantung dari jumlah bloknya,

  akibatnya kode menjadi cukup panjang, kurang mudah diingat.

d Kode Group

  Kode group merupakan kode yang berdasarkan field-field dan tiap field kode mempunyai arti.

  Kebaikan dari kode group adalah mudah diperluas, dapat ditambah atau dibuang sebagian.

  Sedangkan kelemahan dari kode group adalah kode menjadi panjang.

e Kode Desimal

  Kode desimal mengklasifikasikan kode atas dasar sepuluh unit angka decimal mulai dari angka

  0 sampai dengan 9 atau dari 00 sampai dengan 99 tergantung dari banyaknya kelompok.




                                              1
1
                                           BAB III

                                ANALISA SISTEM BERJALAN



       9. Umum

       Toko Kemenangan Jaya merupakan salah satu jenis perusahaan yange menangani kegiatan

perdagangan dalam membeli dan menjual barang bangunan yang prosedur penjualannya sudah

terkomputerisasi dengan baik namun prosedur pembeliannya masih dilakukan secara manual.

Perusahaan ini dikategorikan sebagai perusahaan kecil, karena tergolong baru maka perusahaan ini

masih dalam tahap perkembangan usaha.

       Untuk melakukan pengembangan usaha peranan komputer sangat berpengaruh bagi

perusahaan ini, tanpa adanya komputer kegiatan transaksi pembelian belum dapat berjalan secara

optimal. Karena sering kali terjadi kesalahan disebabkan oleh manusia, peranan manusia sangat

dibutuhkan untuk membantu mengoperasikan komputer pada perusahaan yang masih belum

terkomputerisasi atau manual.

       Proses perhitungan pembelian yang masih manual banyak sekali terdapat kekurangan atau

kendala-kendala yang akan dihadapi oleh perusahaan, misalnya pada proses tersebut dibutuhkan

ketelitian, ketepatan dan keakuratan didalam memasukkan angka-angka sehingga pada proses

perhitungan tidak mengalami kesulitan.

       Dalam melakukan transaksi pembelian fungsi komputer sangatlah bermanfaat karena dengan

menggunakan komputer proses sehingga proses perhitungan akan lebih cepat dilakukan, sehingga

dapat menghemat waktu, selain itu komputer juga dipakai untuk membantu seluruh kegiatan yang ada

didalam suatu perusahaan.




                                               1
       10. Tinjauan Perusahaan

     Dalam suatu perusahaan atau organisasi tentunya memiliki bagan atau struktur organisasi yang

jelas. Tujuannya adalah skema atau program kerja dan bidang-bidang dalam perusahaan atau

organisasi tersebut harus dengan sangat jelas diketahui dan diterapkan agar proses kegiatan dalam

perusahaan atau organisasi dapat lancar guna mencapai tujuan yang diharapkan.

          11. Sejarah Perusahaan

       Kemenangan Jaya, Toko Bahan Bangunan didirikan pada tahun 2008, berlokasi di Jl.
Percetakan Negara Raya No. C 261-263 Jakarta Pusat. Kemenangan Jaya merupakan toko yang
menyediakan pelayanan di bidang penjualan dan distribusi bahan bangunan.

       Pada awalnya Kemenangan Jaya merintis ritel keramik dan aksesorisnya, yang kemudian
berkembang menjadi keramik dan usaha distribusi semen (inducement). Kemudian para pendiri grup
Kemenangan Jaya membangun pabrik keramik PT. Perkasa Primarindo (1991). PT. Indo Penta Sakti
Teguh (1992) dan PT. Arwana Citra Mulia (1993). Pada tahun 1994 Grup Kemenangan Jaya
mendirikan PT. Industri Keramik Kemenangan Jaya (IKKJ) yang merupakan pabrik pertama yang
100% dimiliki oleh grup Kemenangan Jaya.

       Produk keramik biasa dipakai untuk lantai dan dinding rumah, baik di dalam maupun di luar
ruangan. Grup Kemenangan Jaya menawarkan produk yang secara spesifik menarik bagi para pemilik
dan pengembang perumahan, dengan beragam merk yang diproduksi dan pilihan ukuran serta desain
emboss, marmer maupun dekoratif.

       Dengan memiliki jaringan distribusi yang sangat luas, dan tetap berfokus terhadap pasar
komersial ritel, serta besarnya keinginan dari sebuah keluarga di Indonesia utuk memiliki dan
merenovasi rumah sendiri memberikan dampak langsung yang positif akan kebutuhan konstruksi dan
dekorasi interior yang memakai produk keramik. Hal tersebut merupakan factor utama yang
menjadikan bisnis Grup Kemenangan Jaya dapat tetap terus bertahan dan berkembang.




                                                1
         Berbekal pengalaman bisnis bahan bangunan lebih dari 38 tahun ini, manajemen
mengembangkan konsep “one stop shoping” bahan bangunan, Kemenangan Jaya menyediakan segala
kebutuhan bangunan mulai dari pondasi awal hingga atap bangunan.


         Kemenangan Jaya bukan hanya menyediakan kelengkapan kebutuhan bahan bangunan, tetapi
juga memberikan kenyamanan berbelanja bagi para pegunjung dengan fasilitas bangunan yang
dilengkapi dengan rak display, AC dan lapangan parkir yang luas serta didukung dengan pelayanan
para staf yang berpengalaman.


         Usaha lainnya yang saat ini sedang dijalankan grup Kemenangan Jaya adalah usahaa
transportasi, property dan industri bahan.




         Adapun visi dan misi Kemenangan Jaya adalah :

f Visi

         Kemenangan adalah group usaha global yang sehat dan terpandang dalam industri dan

         distribusi bahan bangunan dan integrasinya.

g Misi

         Melaksanakan usaha produksi dan distribusi keramik yang sehat dan menguntungkan melalui:

6   SDM yang inovatif, loyal, sinergi dan harmoni.




                                                   1
7   Rencana kerja yang efektif dan didukung oleh komitmen penuh dari seluruh manajemen untuk

    melaksanakannya.

8   Memberikan kepuasan bagi pelanggan, dengan membentuk pelanggan yang loyal bagi produk dan

    persepsi perseroan.

9   Memberikan keuntungan dan manfaat bagi seluruh stakeholders,termasuk pemegang saham,

    kreditor, karyawan, pembeli dan masyarakat luas.




           12. Struktur Organisasi dan Fungsinya

        Struktur organisasi adalah susunan sub-sub sistem dengan hubungan wewenang dan tanggung

jawab. Dalam organisasi terdapat struktur yang menerapkan bagaimana tugas akan dibagi, siapa

melapor ke siapa dan mekanisme koordinasi yang formal serta pula yang akan diikuti.

5. Struktur Organisasi

    Adapun struktur pembelian pada Kemenangan Jaya dapat dilihat pada Gambar III.1

6. Tugas dan Fungsi Organisasi

    Pada bagian ini penulis menjelaskan fungsi dan organisasi, wewenang dan tanggung jawab serta

    tugas pada bagian pembelian di Kemenangan Jaya.



B. Manager

        3. Memimpin rapat-rapat perusahaan dimana perlu menetapkan keputusan akhir dalam rapat

           tersebut.




                                                 1
       4. Memberikan segala keterangan tentang keadaan dan jalannya perusahaan baik dalam

          bentuk laporan tahunan maupun laporan berkala lainnya menurut cara dan waktu yang

          telah ditentukan.

       5. Memberikan sebuah keputusan-keputusan yang penting untuk kelancaran pembelian

          Kemenangan Jaya.

F. Marketing

                b Melayani konsumen yang datang

                c Membuat nota penjualan

                d Membuat pemesanan barang kebagian purchasing



G. Purchasing

       8. Mengatur pembelian yang dibutuhkan

       9. Melakukan penawaran harga negosiasi untuk persediaan barang di

                   Kemenangan Jaya

J. Supplier

       11. Sebagai rekan kerja external yang menjual barang-barang bangunan kepada Kemenangan

          Jaya

L. Bagian Gudang

       13. Memeriksa barang yang masuk untuk mengetahui apakah barang

                   tersebut tidak cacat.

       14. Membuat laporan penerimaan barang setelah menerima barang

                   datang dari supplier.




                                               1
O. Bagian Accounting

      16. Membuat laporan penerimaan barang

      17. Membuat penerimaan retur




                             STRUKTUR ORGANISASI

                       PEMBELIAN KEMENANGAN JAYA


                                     Manager




                                Bagian Pemasaran




                                               1
Bagian Gudang                Accounting                         Bagian Pembelian             Supplier




                                Gambar III.1 Stuktur Organisasi Toko Kemenagan Jaya




                  13. Prosedur Sistem Akuntansi Berjalan

                 Sesuai dengan ruang lingkup dalam penyusunaan Kuliah Kerja Praktek ini, penulis

         menguraikan secara umum prosedur sistem berjalan yang meliputi :

            1.    Proses Pembuatan MR (Marginal Request)

                  Bagian pemasaran membuat Marginal Request (permohonan pembelian barang), lalu daftar

                  pemesanan barang diserahkan ke supervisor untuk dimintai persetujuan. MR yang telah di acc

                  Supervisor diserahkan ke bagian pembelian.



         5. Proses Pembuatan PO




                                                           1
      MR yang telah diserahkan ke bagian pembelian, pembelian didokumentasikan oleh bagian

      pembelian. Lalu bagian pembelian membuat PO (pemesanan barang) berdasarkan

      permohonan pembelian barang. PO yang telah dibuat diserahkan ke supplier melalui fax.



  7. Penerimaan Barang

      Setelah Supplier menerima PO yang difax, Supplier datang membawa barang pesanan dan

      bukti pembayaran (invoice) ke bagian gudang.



  4. Pembuatan Laporan

      Setelah barang bukti pembayaran diterima bagian gudang membuat LPB (Laporan Pembelian

      Barang) yang diserahkan ke bagian accounting untuk diarsip.


      14. Diagram Alir Data ( DAD ) Sistem Akuntansi Berjalan


                  Data Stok                           MR
  Bag.                                                      MR. Acc
Pemasara                                                                      Supervisor
   n




                                   Proses Pembelian
                MR. Acc                                       PO
                                  Barang Kemenangan
  Bag.
              MR. Acc                    Jaya          Invoice, Data Barang    Supplier
Pembelian




           Invoice, Data Barang                       LPB
 Gudang                                                                       Accounting




                                                1
                  Gambar III.2 Diagram Konteks Sistem Akuntansi Berjalan

Keterangan :

Marginal Request (MR)    : Pemesanan Barang
Purchasing Order         : Order Barang
Invoice                          : Bukti Pembayaran
LPB                      : Laporan Penerimaan Barang




                                            1
                                             Data Stok
                                                                Data Stok




       Bag.                               1.0
                                                           MR
     Pemasara Data Stok                Pembuatan                            Supervisor
        n                                 MR                MR Acc




                                              MR Acc
                                                                 MR Acc
       Bag.    MR Acc
     Pembelian
                                          2.0                               Supplier
                                                           PO
               MR Acc
                                       Pembuatan
                                          PO


                     Data Barang
     Data Barang




                                           3.0
                                        Penerimaan
                   Invoice, Data Barang
      Gudang                              Barang




                                           4.0
                   Data Barang                    Invoice, Data Barang
                                        Pembuatan                           Accounting
                                         Laporan
                                                                 LPB



                        Gambar III.3. Diagram Nol Sistem Akuntansi Berjalan


Keterangan :

Marginal Request (MR)            : Pemesanan Barang
Purchasing Order                 : Order Barang
Invoice                                  : Bukti Pembayaran



                                                       1
LPB                   : Laporan Penerimaan Barang

  Bag.
         Data Stok            1.1        Data Stok      Data Stok
Pemasara                  Cek Barang
   n


                             Data Stok




                            1.2
                         Membuat MR




                           Data Stok, MR



                                                         Supervisor
                              1.3              MR
                          Pengesahan
                              MR



                                MR




                              1.4              MR Acc
                            Acc MR



                               MR Acc




                              1.5
  Bag.       MR Acc
                          Penyerahan
Pembelian                    MR




                                           1
               Gambar III.4. Diagram Detail Proses 1.0 Sistem Akuntansi Berjalan



  Bag.    MR Acc                    2.1      MR Acc        MR Acc
Pembelian                       Diarsipkan




                                    MR Acc




                                  2.2
                              Pembuatan PO




                                     PO



                                                   PO
                                                                Supplier
                                  2.3
                               Pemeriksaan
                                                  PO Acc
                                  PO




Keterangan :

Marginal Request (MR)      : Pemesanan Barang
Purchasing Order           : Order Barang
Invoice                            : Bukti Pembayaran
LPB                        : Laporan Penerimaan Barang




               Gambar III.5. Diagram Detail Proses 2.0 Sistem Akuntansi Berjalan




                                              1
                                   3.1
           Invoice                         Invoice Acc   Invoice Acc
Supplier                       Pemeriksaan
                                 Invoice



                                  Invoice Acc




                                   3.2
                               Penerimaan
                                 Invoice




                                 Invoice Acc



                                                             Gudang
                                   3.3            LPB
                                Pembuatan
                                  LPB



                                      MR




                      LPB          3.4
 Accounting                    Mengarsipkan       LPB Acc
                                   LPB
                     LPB Acc




                                  1
                Gambar III.6. Diagram Detail Proses 3.0 Sistem Akuntansi Berjalan




     15. Kamus Data Dokumen Sistem Akuntansi Berjalan

    Kamus data dalam sistem akuntansi berjalan terdiri dari:

i Dokumen Masukan

     10. Permohonan Pembelian Barang (MR)

     Nama Arus              : Permohonan Pembelian Barang

     Alias                  : PPB

     Bentuk Data            : Cetakan Komputer atau Manual

     Arus Data              : Bagian Pembelian – Proses 1.0

                              Proses 1.0 – Bagian Pemasaran

     Penjelasan             : Sebagai salah satu persyaratan pemesanan barang

     Periode                : Setiap memesan barang

     Volume                 : 1 sampai 10

     Struktur Data          : Header + isi + footer

     - Header               = Nama Perusahaan

     - Isi                  = Judul + Merk Barang + Kode Barang + Ukuran +

                              KW + Jumlah yang diminta + Stock Akhir + Jumlah

                              Yang Dipesan + Keterangan

     - Footer               = Tanggal + TTD_Marketing Spv + Marketing

                              Manager + Kadept. F&A + TTD_Spv.Gudang



                                                1
f Print Hasil Foto

    Nama Arus        : Print Hasil Foto

    Alias            : PHF

    Bentuk Data      : Cetakan Komputer

    Arus Data        : Dokter – Proses 2.0

                      Proses 2.0 – Petugas Administrasi

                      Petugas Administrasi – Proses 2.0

                      Proses 2.0 – Pasien

                      Proses 2.0 – Arsip PHF

    Penjelasan       : Merupakan hasil pemeriksaan rontgen

    Periode          : Setiap setelah dilakukan pemeriksaan

    Volume           : 50 lembar

    Struktur Data    : Header + isi + footer

    - Header         = Logo + Nama_Rumah_Sakit + Nama_Bag_Instansi

                       + Alamat_Rumah_Sakit + No_Telp + Nama_Dokter

                       + Nama_Pasien + No_RSPJ + Alamat +No_Rontgen

                       + Merk_Film + Pemeriksaan + Pendapat_Klinis

    Keterangan       = Pemeriksaan [ Fluoroskopi  Radiografi ]

    - Isi            = Tgl_Hasil_Foto + Hasil

    Keterangan       = Hasil * Hasil pemeriksaan rontgen *

    - Footer         = Nama_Dokter




                                          1
g Bukti Bayar Rawat Jaan

    Nama Arus          : Bukti Bayar Rawat Jalan

    Alias              : BBRJ

    Bentuk Data        : Cetakan Manual

    Arus Data          : Petugas Administrasi – Proses 2.0

                           Proses 2.0 - Pasien

                           Proses 2.0 – Arsip BBRJ (1)

                           Pasien – Proses 3.0

                           Proses 3.0 – Kasir

                           Proses 3.0 – Arsip BBRJ (2)

    Penjelasan         : Sebagai bukti pemeriksaan dan pembayaran

    Periode            : Setiap ada pasien

    Volume             : 50 lembar

    Struktur Data      : Header + isi + footer

    - Header           = Logo_Rumah_Sakit + Nama_Rumah_Sakit +

                           Nama_Dokumen + Nama_Pasien + No_RSPJ + No_

                           Pekerjaan + Pekerjaan + Alamat&Telp_Rumah +

                           Alamat&Telp_Kantor

    Keterangan         = Gol = [ D  P  U  M  B ]

    - Isi              = 1 {No + Jns_Pekerjaan + No_Kode + Biaya + Ket } 8

                           + Jumlah

    - Footer           = Nama_Kota + Tgl_Transaksi + TTD_Bag_Radiologi




                                                1
  h Kwitansi

     Nama Arus             : Kwitansi

     Alias                 : KW

     Bentuk Data           : Cetakan Komputer

     Arus Data             : Kasir – Proses 3.0

                            Proses 3.0 − Pasien

     Penjelasan            : Sebagai bukti pembayaran

     Periode               : Setiap ada pasien yang sudah membayar

     Volume                : 50 lembar

     Struktur Data         : Header + isi + footer

     - Header              = Logo + Nama_Rumah_Sakit + Alamat_Rumah_

                             Sakit + No_Telp_Rumah_Sakit + No_Kwitansi +

                             Nama_Dokumen

     - Isi                 = Sudah_Terima_Dari + Uang_Sejumlah + Untuk_

                             Pembayaran + Nama_Pasien + Alamat_Pasien

     - Footer              = Rp + Tempat

     Keterangan            = Rp * Jumlah dibayar menggunakan angka *

                             Tempat = Kota + Tgl + Bulan + Tahun



k Dokumen Keluaran

     12. Surat Pengantar

     Nama Arus             : Surat Pengantar




                                                  1
Alias           : SP

Bentuk Data     : Dokuman Cetakan

Arus Data       : Pasien – Proses 1.0

                 Proses 1.0 – Petugas Administrasi

Penjelasan      : Sebagai salah satu persyaratan pemeriksaan pasien

Periode         : Setiap pasien akan melakukan pemeriksaan

Volume          : 50 lembar

Struktur Data   : Header + isi + footer

- Header        = Logo + Nama_Rumah_Sakit + Nama_Dokumen +

                  No_RSPJ + Tgl_Kunjungan + Nama_Pasien +

                  Tgl_Lahir + CR + Jenis_Kel + Nama_Suami +

                  No_Peg + Gol + Dit/Div/Pek + Agama + Bangsa +

                  Alamat_Kator + Telp_Kantor + Alamat_Rumah +

                  Tahun + Dokter + Specialist + Alamat_No_RO +

                  Telp + Ket_Klinis + No_Foto_Lama + Tgl

- Isi           = Jns_Permintaan + Foto_Polos_Tanpa_Bhn_Kontras

                  + Dgn_Bhn_Kontras + Radiography_Intervensional_

                  Arteriography

Keterangan      = Foto_Polos_Tanpa_Bhn_Kontras [ Kepala  Sinus

                  Paranasal  Mastoid Mandibula Orbita  Basis

                 Cranii  Thorax  Abdomen AP  Abdomen 3 Posisi

                   B.N.D  Pelvis  Cervical  Cervico Thoracal 



                                    1
                        Thoracal  Thoraco Lumbal  Lumbal  Lumbo

                        Sacral  Sacrum  Clavicula  Scapula  Gleno

                        Humerale  Humerus  Cubiti  Antebrachii  Wrist

                         Manus  HRP + Coxae  Femur  Genu  Cruris 

                        Ankle  Pedis  Bone Survey  Mamography ]

                       = Dgn_Bhn_Kontras [ Cor Analysa Oesophagography

                         Barium Meal + M.D  O.M.D  Followthrough 

                        Colon Enema  Cholecystography  E.R.C.P  I.V.P

                         A.P.G + R.P.G + Urethrography  Cystography 

                        H.S.G  Fislulography  Myelography  Sialography

                         Lymphography  Phlebography  Arthography ]

                       = Radiography_Intervensional_Arteriography

                        [ Cerebral  Renales  Coeliacal  Leg + Arm  Tae

                        + Tai  Arcus Ao  Thoracal Ao  Abdominal Ao 

                        Mesenterica SUP  Mesenterica INF ]

- Footer               = TTD_Dokter



13. Print Hasil Foto

Nama Arus              : Print Hasil Foto

Alias                  : PHF

Bentuk Data            : Cetakan Komputer ( Print Out)




                                            1
Arus Data            : Dokter – Proses 2.0

                       Proses 2.0 – Petugas Administrasi

                       Petugas Administrasi – Proses 2.0

                       Proses 2.0 – Pasien

                       Proses 2.0 – Arsip PHF

Penjelasan           : Untuk mengetahui hasil rontgen foto

Periode              : Setiap setelah di lakukan pemeriksaan

Volume               : 50 lembar

Struktur Data        : Header + isi + footer

- Header             = Logo + Nm_RS + Nm_bagian instalasi + Alamat_RS

           No_Tlp + Nm_dokter + Nm_pasien + No_RSPJ +

                       Alamat + No_rontgen + Merk_Film + pemeriksaan

                       Pendapat_klinis

Keterangan           : pemeriksaan = [ Fluoroskopi  Radiografi ]

- Isi                = Tgl_hasilfoto + Hasil

-Keterangan          : Hasil * Hasil Pemeriksaan Rontgen *

- Footer             = Nm_Dokter

14. Bukti Bayar Rawat Jalan

Nama Arus            : Bukti Bayar Rawat Jalan

Alias                : BBRJ

Bentuk Data          : Cetakan Manual

Arus Data            : Petugas Administrasi – Proses 2.0




                                         1
                 Proses 2.0 - Pasien

                 Proses 2.0 – Arsip BBRJ (1)

                 Pasien – Proses 3.0

                 Proses 3.0 – Kasir

                 Proses 3.0 – Arsip BBRJ (2)

Penjelasan      : Sebagai bukti pemeriksaan dan pembayaran

Periode         : setiap pasien datang periksa

Volume          : 50 lembar

Struktur Data   : Header + isi + footer

- Header        = Logo_Rumah_Sakit + Nama_Rumah_Sakit +

                  Nama_Dokumen + Nama_Pasien + No_RSPJ + No_

                  Pekerjaan + Pekerjaan + Alamat&Telp_Rumah +

                  Alamat&Telp_Kantor

Keterangan      = Gol = [ D  P  U  M  B ]

- Isi           = 1 {No + Jns_Pekerjaan + No_Kode + Biaya + Ket } 8

                 + Jumlah

- Footer        = Nama_Kota + Tgl_Transaksi + TTD_Bag_Radiologi

15. Kwitansi

Nama Arus       : Kwitansi

Alias           : KW

Bentuk Data     : Cetakan Komputer

Arus Data       : Kasir – Proses 3.0




                                       1
                      Proses 3.0 − Pasien

Penjelasan          : Sebagai bukti pembayaran

Periode             : Setiap ada yang sudah membayar

Volume              : 50 lembar

Struktur Data       : Header + isi + footer

- Header            = Logo + Nama_Rumah_Sakit + Alamat_Rumah_

                       Sakit + No_Telp_Rumah_Sakit + No_Kwitansi +

                       Nama_Dokumen

- Isi               = Sudah_Terima_Dari + Uang_Sejumlah + Untuk_

                       Pembayaran + Nama_Pasien + Alamat_Pasien

- Footer            = Rp + Tempat

Keterangan          = Rp * Jumlah dibayar menggunakan angka *

                       Tempat = Kota + Tgl + Bulan + Tahun

16. Laporan Kegiatan Radiologi

Nama Arus           : Laporan Kegiatan Radiologi

Alias               : Laporan

Bentuk Data         : Cetakan Komputer atau Manual

Arus Data           : Proses 4.0 – TU Medis

Penjelasan          : Berisi laporan pemeriksaan Radiologi per bulan

Periode             : Per bulan

Volume              : 1 lembar / bulan

Struktur Data       : Header + isi + footer




                                         1
- Header         = Nm_Dokumen

- Isi            = 1 {No + Radiodiagnostik + Jumlah + Pertamina +

                  Purna_karya + Pertamedika + Pihak_ketiga }4 + Total

- Keterangan     = Pertamina = K + I + S + A

                   Purna karya = P + IP

                   Pertamedika = K + I + S + A

                   Pihak_Ketiga = AP + KPS / JOB + NPJAM +

                                   NPCASH

- Header + Isi

- Header         = MCU

- Isi            = 1{ No + Radiodiagnostik + Jumlah + Pertamina +

                   Purna_Karya + Pertamedika + Pihak_Ketiga }3 +

                   Total

- Keterangan     = Pertamina = K + I + S + A

                   Purna karya = P + IP

                   Pertamedika = K + I + S + A

                   Pihak_Ketiga = AP + KPS / JOB + NPJAM +

                                   NPCASH

- Footer         = Tempat + Tanggal + Nm_Pengawas




                                    1
       16. Spesifikasi Sistem Berjalan

            8. Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan

       Dokumen Masukan merupakan proses awal dari suatu pelayanan pasien. Adapun bentuk

dokumen masukan tersebut adalah sebagai berikut :

     8. Surat Pengantar

    Nama Dokumen            : Surat Pengantar

    Fungsi                  : Untuk mengetahui keterangan tentang pasien

    Sumber                  : Pasien

    Tujuan                  : Petugas Administrasi

    Frekuensi               : Setiap kunjungan pasien

    Media                   : Kertas

    Jumlah Rangkap          : Satu Lembar

    Bentuk                  : Lihat Lampiran A-1

     9. Print Hasil Foto

    Nama Dokumen            : Print Hasil Foto

    Fungsi                  : Untuk mengetahui hasil rontgen pasien

    Sumber                  : Dokter

    Tujuan                  : Pasien

    Frekuensi               : Setiap ada pasien yang periksa

    Media                   : Kertas

    Jumlah Rangkap          : Dua Lembar




                                                 1
Bentuk                   : Lihat Lampiran A-2



 10.        Bukti Bayar Rawat Jalan

Nama Dokumen             : Bukti Bayar Rawat Jalan

Fungsi                   : Sebagai bukti pembayaran

Sumber                   : Petugas Administrasi

Tujuan                   : Kasir

Frekuensi                : Setiap ada transaksi

Media                    : Kertas

Jumlah Rangkap           : Dua Lembar

Bentuk                   : Lihat Lampiran A-3

 11.        Kwitansi

Nama Dokumen             : Kwitansi

Fungsi                   : Sebagai bukti pembayaran

Sumber                   : Kasir

Tujuan                   : Pasien

Frekuensi                : Setiap ada pembayaran

Media                    : Kertas

Jumlah Rangkap           : Satu Lembar

Bentuk                   : Lihat Lampiran A-4



        6. Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran




                                             1
       Dokumen Keluaran merupakan proses akhir dari proses pelayanan pasien. Adapun dokumen

keluaran tersebut adalah sebagai berikut :

Surat Pengantar

    Nama Dokumen              : Surat Pengantar

    Fungsi                    : Untuk mengetahui keterangan tentang pasien

    Sumber                    : Pasien

    Tujuan                    : Petugas Administrasi

    Frekuensi                 : Setiap kunjungan pasien

    Media                     : Kertas

    Jumlah Rangkap            : Satu Lembar

    Bentuk                    : Lihat Lampiran A-1

Print Hasil Foto

    Nama Dokumen              : Print Hasil Foto

    Fungsi                    : Untuk mengetahui hasil rontgen pasien

    Sumber                    : Dokter

    Tujuan                    : Pasien

    Frekuensi                 : Setiap ada pasien yang periksa

    Media                     : Kertas

    Jumlah Rankap             : Dua Lembar

    Bentuk                    : Lihat Lampiran A-2

Bukti Bayar Rawat Jalan

    Nama Dokumen              : Bukti Bayar Rawat Jalan




                                                   1
   Fungsi                    : Sebagai bukti pembayaran

   Sumber                    : Radiologi

   Tujuan                    : Kasir

   Frekuensi                 : Setiap ada transaksi

   Media                     : Kertas

   Jumlah Rangkap            : Dua Lembar

   Bentuk                    : Lihat Lampiran A-3

Kwitansi

   Nama Dokumen              : Kwitansi

   Fungsi                    : Sebagai bukti pembayaran

   Sumber                    : Kasir

   Tujuan                    : Pasien

   Frekuensi                 : Setiap ada pembayaran

   Media                     : Kertas

   Jumlah Rangkap            : Satu Lembar

   Bentuk                    : Lihat Lampiran A-4

Laporan Kegiatan Radiologi

   Nama Dokumen              : Laporan Kegiatan Radiologi

   Fungsi                    : Untuk mengetahui jumlah pasien

   Sumber                    : Radiologi

   Tujuan                    : Tata Usaha Penunjang Medis

   Frekuensi                 : Setiap akhir bulan




                                                    1
    Media                   : Kertas

    Jumlah Rangkap          : Satu Lembar

    Bentuk                  : Bentuk Lampiran B-1




       9. Permasalahan Pokok

     Ada beberapa perasalahan yang terjadi pada Sistem Pelayanan Paisen pada Unit Radiologi

Rumah Sakit Pertamina Jaya. Untuk memperjelas manfaat dari penulisan kuliah kerja praktek ini,

penulis akan mencoba untuk merumuskan masalah-masalah yang akan dibahas sebagai berikut :

  i Pembuatan laporan jumlah pemeriksaan berdasarkan eselon masih manual.

  j Bukti pembayaran rawat jalan masih dalam bentuk manual.



       10. Alternatif Pemecahan Masalah

      Sebagai alternatif pemecahaan dari permasalahan diatas, maka penulis mengajukan

pemecahaannya sebagai berikut :

     i Seharusnya setelah pembuatan laporan, laporan juga di disimpan ke dalam komputer, dalam

        bentuk file.

     j Dibuatnya sistem komputer untuk bukti pembayaran yang sama dengan unit-unit yang

        lainnya yang ada di RSPJ.

       Dalam hal ini penulis membuat Analisa Sistem Penerimaan Pasien dengan membuat aplikasi

pengolahan data yang menggunakan bahasa pemograman Visual FoxPro 6.0. Dimana nantinya data




                                              1
tersebut akan tersimpan dalam suatu database, sehingga memudahkan dalam proses pembuatan

laporan.

       9475336




                                           1
                                                BAB IV

                                           PENUTUP



9.1. Kesimpulan

     Sebagai akhir dari penulisan kuliah kerja praktek ini, maka penulis memberi kesimpulan bahwa

sistem penerimaan pasien pada unit radiologi Rumah Sakit Pertamina Jaya sudah mengunakan sistem

komputer tetapi masih ada kendala yang harus dihadapi diantaranya :

     k Dalam proses pembayaran.

     l Pembuatan laporan mengenai jumlah pemeriksaan berdasarkan eselon.

    Dengan adanya komputerisasi sistem akan didapatkan beberapa keuntungan :

     12.      Alternatif pemecahan masalah dan dapat membantu komputerisasi sebagai pemecahan

        permasalahan yang dihadapi pada sistem yang lama.

     13.      Penyimpanan data dalam harddisk akan lebih menghemat tempat dan juga aman,

        selain itu dapat juga digunakan berulang-ulang dan dapat diperbaharui isinya.

     14.      Dengan menggunakan media komputer dapat diperoleh informasi yang cepat, tepat

        waktu dan memungkinkan pemberian layanan yang lebih baik kepada pemakai.




9.2. Saran




                                                 1
      Sebagai akhir dari penulisan kuliah kerja praktek ini, penulis akan memberikan saran-saran

sebagai berikut :

      11.        Cara yang tepat dan cepat terhindar dari berbagai kendala tersebut adalah dengan

         mengganti sistem manual menjadi sistem komputerisasi.

      12.        Dengan adanya sistem komputerisasi pemrosesan data akan lebih cepat, data yang

         tersimpan lebih rapi dan aman, dan untuk kembali data-data atau informasi tesebut akan

         lebih mudah dan cepat.

      13.        Mengingat pentingnya data yang tersimpan dalam file, maka perlu dibuatkan file

         duplikatnya (Back Up).

Untuk lebih berhasilnya sistem yang baru tersebut dengan melaksankan prosedur-prosedur yang

ditetapkan karena tanpa kedisiplinan pelaksanaanya maka tujuan pembaharuan sistem tersebut tidak

akan tercapai.




                                                 1

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:12623
posted:12/7/2011
language:Malay
pages:53