Penerimaan Penugasan dan Perencanaan Audit

					    Nama : Fajar kusworo
    No    : 29017027
    Prodi : Akuntansi

      Penerimaan Penugasan dan Perencanaan Audit
   TAHAP-TAHAP AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN
    1. Penerimaan perikatan audit
       Dalam perikatan audit, klien yang memerlukan jasa auditing mengadakan suatu
       perikatan perjanjian dengan auditor. Dalam ikatan perjanjian tersebut, klien
       menyerahkan pekerjaan audit atas laporan keuangan kepada auditor dan auditor
       sanggup untuk melaksanakan pekerjaan audit tersebut bedasarkan kompetensi
       profesionalnya
    2. Perencanaan audit
    3. Pelaksanaan pengujian audit
       Tahap ini disebut “pekerjaan lapangan”. Pelaksanaan pekerjaan lapangan harus
       mengacu pada “standar pekerjaan lapangan”
    4. Pelaporan audit
       Ada langkah penting yang dilaksanakan dalam pelaporan audit: (1) menyelesaikan
       audit dengan meringkas semua hasil pengujian dan menarik simpulan, (2)menerbitkan
       laporan keuangan.

 TAHAP-TAHAP PENERIMAAN PERIKATAN AUDIT
  A. Mengevaluasi integritas manajemen
      Cara yang dapat ditempuh oleh auditor dalam mengevaluasi integritas manajemen:
      I. Melakukan komunikasi dengan auditor pendahulu
     II. Meminta keterangan kepada pihak ketiga
    III. Melakukan review terhadap pengalaman auditor di masa lalu dalam berhubungan
         dengan klien yang bersangkutan

    B. Identifikasi kondisi khusus dan risiko luar biasa
       Berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan oleh auditor tentang kondisi khusus dan
       risiko luar biasa yang mungkin berdampak terhadap penerimaan perikatan audit dari
       calon klien dapat diketahui dengan cara (1) mengidentifikasi pemakai laporan audit
       dan (2) mendapatkan informasi tentang stabilitas keuangan dan legal calon klien di
       masa depan, (3) mengevaluasi kemungkinan dapat atau tidaknya laporan keuangan
       calon klien diaudit.

    C. Penentuan kompetensi auditor untuk melaksanakan audit
       Sebelum auditor menerima perikatan audit, ia harus mempertimbangkan apakah ia
       dan anggota tim auditnya memiliki kompetensi memadai untuk menyelesaikan
       perikatan tersebut, sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan oleh IAI.
       Umumnya pertimbangan tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi anggota kunci
       tim audit dan mempertimbangkan perlunya mencari bantuan dari spesialis dalam
       pelaksanaan audit
   D. Evaluasi terhadap independensi auditor
      Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap
      mental harus dipertahankan oelh auditor. Oleh karena itu, sebelum auditor menerima
      perikatan audit, ia harus memastikan bahwa setiap profesional yang menjadi anggota
      timnya tidak terlibat atau memiliki kondisi yang menjadikan independensi timnya
      diragukan.

   E. Penentuan kemampuan dalam menggunakan kemahiran profesionalnya dengan
      cermat dan seksama
          Penentuan waktu periaktan
          Pertimbangan jadwal pekerjaan lapangan
          Pemanfaatan personel klien

   F. Pembuatan surat perikatan audit
      Isi pokok surat perikatan audit
      A. Tujuan audit atas laporan keuangan
      B. Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan
      C. Lingkup audit
      D. Bentuk laporan atau komunikasi lain yang akan digunakan untuk menyampaikan
           hasil perikatan
      E. Fakta bahwa audit memiliki keterbatasan bawaan bahwa kekeliruan dan
           kecurangan material tidak akan terdeteksi
      F. Pengaturan reproduksi laporan keuangan auditan
      G. Kesanggupan auditor untuk meyampaikan informasi tentang kelemahan
           signifikan dalam pengendalian intern yang ditemukan oleh auditor dalam auditnya
      H. Akses ke berbagai catatan
      I. Dasar yang digunakan auditor untuk menghitung fee audit dan pengaturan
           penagihanya

 PERENCANAAN AUDIT
  1. Memahami bisnis dan indutri klien
     Sumber informasi bagi auditor untuk memahami bisnis dan industri klien
     a) Pengalaman sebelumnya tentang entitas dan industrinya
     b) Diskusi dengan orang dalam entitas
     c) Diskusi dengan personel dari fungsi audit intern dan review terhadap laporan
        auditor intern
     d) Diskusi dengan auditor lain dan dengan penasihat hukum atau penasihat lain
        yangtelah memberikan jasa kepada entitas atau dalam industri
     e) Diskusi dengan orang yang berpengaruh di luar entitas
     f) Publikasi yang berkaitan dengan industri
     g) Perundangan dan peraturan yang secara signifikan berdampak terhadap entitas
     h) Kunjungan ketempat atau fasilitas pabrik entitas
     i) Dokumen yang dihasilkan oleh entitas

   2. Melaksanakan prosedur analitik
      Tahap-tahap prosedur analitik
      1) Mengidentifikasi perhitungan /perbandinga yang harus dibuat
   2) Mengembangkan harapan
   3) Melaksanakan perhitungan /perbandinga
   4) Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan signifikan
   5) Menyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi perbedaan
      tersebut
   6) Menetukan dampak hasil prosedur analitik terhadap perencanaan audit

3. Mempertimbangkan tingkat materialitas awal
   Pada tahap perencanaan audit, auditor perlu mempertimbangkan materialitas awal
   pada du tingkat berikut ini: (1) tingkat laporan keuangan, dan (2) tingkat saldo akun

4. Mempertimbangkan resiko bawaan
   Pada tahap perancanaan audit, auditor harus mempertimbangkan resiko bawaan. Pada
   tahap pemahaman dan pengujian pengendalian intern, auditor harus
   mempertimbangkan resiko penegdalian. Pada tahap pelaksanaan pengujian substantif,
   auditor harus mempertimbangkan resiko deteksi. Pada tahap penerbitan laporan audit,
   auditor harus mempertimbangkan resiko audit.

5. Mempertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap saldo awal, jika
   perikatan audit merupakan audit tahun pertama
   Auditor harus memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk menyakini bahwa
   o Saldo awal tidak mengandung salah saji yang mempunyai dampak material
       terhadap laporan keuangan tahun berjalan
   o Saldo penutup tahun sebelumnya telah ditransfer dengan benar ketahun berjalan
       atau telah dinyatakan kembali, jka hal itu semestinya dilakukan
   o Kebijakan akuntansi yang semestinya telah diterapkan secara konsistens

6. Mengembangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan
   Karena keterkaitan anatara bukti audit, materialitas, dan komponen resiko audit,
   auditor dapat memilih strategi audit awal dalam perencanaan audit terhadap asersi
   individual atau golongan transaksi. Ada dua strategi awal yang dapat dipilih auditor:
   (1) primarily substantive approach, dan (2) lower assessed level of control risk
   approach

7. Mereview informasi yang berhubungan dengan kewajiban-kewajiban legal klien
   Informasi tersebut tercantum dalam dokumen-dokumen berikut ini:
   a) Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
   b) Perjanjian persekutuan
   c) Notulen rapat direksi dan pemegang saham
   d) Kontrak
   e) Peraturan-peraturan pemerintah yang secara langsung menyangkut perusahaan
       klien
   f) Arsip korespondensi

8. Memahami pengendalian intern klien
   Jika auditor yakin bahwa klien telah memiliki pengendalian intern yang baik, yang
   meliputi pengendalian terhadap penyediaan data yang dapat dipercaya dan penjagaan
       kekayaan serta catatan akuntansi, jumlah bukti audit yang harus dikumpulkan oleh
       auditor akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan jika keadaan pengendalian
       internnya jelek.

 PENGUJIAN AUDIT
  1. Pengujian analitik
     Pengujian ini dilakukan oleh auditor padatahap awal proses auditnya dan pada tahap
     review menyeluruh terhadap hasil audit. Pengujian ini dilakukan oleh auditor dengan
     cara mempelajari perbandingan dan hubungan antara data yang satu dengan data yang
     lain.

   2. Pengujian pengendalian
      Pengujian pengendalian merupakan proseudr audit yang dirancang untuk
      memverifikasi efektivitas pengendalian inten klien. Pengujian pengendalian terutama
      ditujukan untuk mendapatkan informasi mengenai: (1) frekuensi pelaksanaan
      aktivitas pengendalian yang ditetapkan, (2) mutu pelaksanaan aktivitas pengendalian
      tersebut, (3) karyawan yang melaksanakan aktivitas pengendalian tersebut.

   3. Pengujian substatif
      Kesalahan moneter ysng terdapat dalam informasi yang disajikan dalam laporan
      keuangan kemungkinan terjadi karena kesalahan dalam:
      a. Penerapan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia
      b. Tidak diterapkannya prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia
      c. Ketidakkonsistensian dalam penerapan prinsip akuntansi berterima umum di
         Indonesia
      d. Ketidaktepatan pisah batas pencatatan transaksi
      e. Perhitungan
      f. Pekerjaan penyalinan, penggolongan dan peringkasan informasi
      g. Pencatutan pengungkapan unsur tertentu dalam laporan keuangan




 SUMBER
  Mulyadi. Auditing. Edisi ke-6 Jakarta: Salemba Empat, 2002

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:560
posted:12/6/2011
language:Malay
pages:4