Kertas Kerja (DOC)

Document Sample
Kertas Kerja (DOC) Powered By Docstoc
					   Nama : Fajar kusworo
   No    : 29017027
   Prodi : Akuntansi


                                 Kertas Kerja
   Kertas kerja merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan klien dengan laporan
   audit. Oleh karena itu, kertas kerja merupakan alat penting dalam profesi akuntan publik

 KONSEP KERTAS KERJA
  1. Definisi Kertas Kerja
     SA Seksi 339 Kertas Kerja paragraf 03 mendefinisikan kertas kerja sebagai berikut:
     ”kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai
     prosedur audit yang ditempuhnya, Pengujian yang dilakukan, informasi yang
     diperolehnya, dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya”.

   2. Isi Kertas Kerja
      Kertas kerja biasanya berisi:
      a. Telah dilaksanakan standar pekerjaan lapangan pertama yaitu pemeriksaan telah
          direncanakan dan disupervisi dengan baik.
      b. Telah dilaksanakan standar pekerjaan lapangan kedua yaitu pemahaman memadai
          atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan
          menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan.
      c. Telah dilaksanakan standar pekerjaan lapangan ketiga yaitu bukti audit telah
          diperoleh, prosedur audit telah diterapkan, dan pengujian telah dilaksanakan, yang
          memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk
          menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.

   3. Tujuan Pembuatan Kertas Kerja
      Empat tujuan penting pembuatan kertas kerja adalah:
      a. Mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan.
      b. Menguatkan simpulan-simpulan auditor dan kompetensi auditnya
      c. Mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap auditan
      d. Memberikan pedoman dalam audit berikutnya

 KEPEMILIKAN KERTAS KERJA DAN KERAHASIAAN INFORMASI DALAM
  KERTAS KERJA
  SA Seksi 339 Kertas Kerja paragraf 06 mengatur bahwa kertas kerja adalah milik kantor
  akuntan publik, bukan milik klien atau milik pribadi. Namun, hak kepemilikan kertas
  kerja oleh kantor akuntan publik masih tunduk pada pembatas-pembatas yang diatur
  dalam Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang berlaku, untuk menghindari
  penggunaan hal-hal yang bersifat rahasia oleh auditor untuk tujuan yang tidak semestinya

 FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH AUDITOR DALAM
  PEMBUATAN KERTAS KERJA YANG BAIK
   Untuk membuktikan bahwa seseorang merupakan auditor yang kompeten dalam
   melaksanakan pekerjaan lapangan sesuai dengan standar auditing, ia harus dapat
   menghasilkan kertas kerja yang benar-benar bermanfaat. Untuk memenuhi tujuan ini ada
   lima faktor yang harus diperhatikan:
   a. Lengkap
   b. Teliti
   c. Ringkas
   d. Jelas
   e. Rapi

 TIPE KERTAS KERJA
  Secara garis besar kertas kerja dapat dikelompokan kedalam 5 tipe berikut ini:
  1) Program audit
  2) Working trial balance
  3) Ringkasan jurnal adjustment
  4) Skedul utama
  5) Skedul pendukung

 PEMBERIAN INDEKS PADA KERTAS KERJA
  Setiap auditor mempunyai cara tersendiri mengenai cara pemberian indeks kertas kerja.
  Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemberian indeks kertas kerja adalah
  sebagai berikut:
  1) Kertas kerja harus diberi indeks, dapat disudut atas atau disudut bawah
  2) Pencantuman indeks silang harus dilakukan sebagai berikut:
              a. Indeks silang dari skedul pendukung ke skedul utama
              b. Indeks silang dari skedul akun pendapatan dan biaya
              c. Indeks silang antar skedul pendukung
              d. Indeks silang dari skedul pendukung ke ringkasan jurnal adjustment
              e. Indeks silang dari skedul utama ke working trial balance
              f. Indeks silang dapat digunakan pula untuk menghubungkan program audit
                 dengan kertas kerja
  3) Jawaban konfirmasi, pita mesin hitung, print-out komputer, dan sebagainya tidak
      diberi indeks kecuali jika dilampirkan di belakang kertas kerja yang berindeks.

 MERODE PEMBERIAN INDEKS KERTAS KERJA
  a. Indeks angka. Kertas kerja utama, skedul utama, dan skedul pendukung diberi kode
     angka.
  b. Indeks kombinasi angka dan huruf. Kertas kerja diberi kode yang merupakan
     kombinasi huruf dan angka.
  c. Indeks angka berurutan. Kertas kerja diberi kode angka yang berurutan.

 SUSUNAN KERTAS KERJA
  Akuntan senior yang akan me-review kertas kerja biasanya menghendaki susunan kertas
  kerja dalam urutan berikut ini.
  1. Draft laporan audit.
  2. Laporan keuangan auditan.
   3.   Ringkasan informasi bagi reviewer.
   4.   Program audit.
   5.   Laporan keuangan atau lembar kerja yang dibuat oleh klien.
   6.   Ringkasan jurnal adjustment.
   7.   Working trial balance.
   8.   Skedul utama.
   9.   Skedul pendukung.

 PENGARSIPAN KERTAS KERJA
  Auditor biasanya menyelenggarakan dua macam arsip kertas kerja untuk setiap kliennya:
  (1) arsip audit tahunan untuk setiap audit yang telah selesai dilakukan, yang disebut arsip
  kini; (2) arsip permanen untuk data yang secara relatif tidak mengalami perubahan. Arsip
  kini berisi kertas kerja yang informasinya hanya mempunyai manfaat untuk tahunan yang
  diaudit saja. Arsip permanen berisi informasi berikut ini:
  1. Copy anggaran dasar dan anggaran rumah tangga klien
  2. Bagan organisasi dan luas wewenang serta tanggung jawab para manajer
  3. Pedoman akun, pedoman prosedur, dan data lain yang berhubungan dengan
      pengendalian intern
  4. Copy surat perjanjian penting yang mempunyai masa laku jangka panjang
  5. Tata letak pabrik, proses produksi, dan produk pokok perusahaan
  6. Copy notulen rapat direksi, pemegang saham, dan komite-komite yang dibentuk
      klien.

   Pembentukan arsip permanen ini mempunyai tiga tujuan, yaitu:
   1. untuk menyegarkan ingatan auditor mengenai informasi yang akan digunakan dalam
      audit tahun-tahun mendatang.
   2. untuk memberikan ringkasan mengenai kebijakan dan organisasi klien bagi staf yang
      baru pertama kali menangani audit laporan keuangan klien tersebut
   3. untuk menghindari pembuatan kertas kerja yang sama dari tahun ke tahun




 SUMBER
  Mulyadi. Auditing. Edisi ke-6 Jakarta: Salemba Empat, 2002

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:727
posted:12/6/2011
language:Indonesian
pages:3