attribute sampling fixed-size-sampling by chibos

VIEWS: 195 PAGES: 2

									   Nama : Fajar Kusworo
   No    : 29017027
   Prodi : Akuntansi

        Attribute Sampling untuk Pengujian Pengendalian
              Fixed-Sample-Size Attribute Sampling
 Prosedur Pengambilan Sample
  1. Penentuan attribute yang akan diperiksa untuk menguji efektivitas pengendalian
     intern
  2. Penentuan populasi yang akan diambil sampelnya
  3. Penentuan besarnya sampel
  4. Pemilihan anggota sampel dari seluruh anggota populasi
  5. Pemeriksaam terhadap attribute yang menunjukan efektivitas unsur pengendalian
     intern
  6. Evaluasi hasil pemeriksaan terhadap attribute anggota sampel

 Penentuan Attribute
  Sebelum auditor melakukan pengambilan sampel, ia harus secara seksama menentukan
  attribute yang akan diperiksa. Attribute adalah karakteristik yang bersifat kualitatif suatu
  unsur yang membedakan unsur tersebut dengan unsur yang lain. Dalam hubungannya
  dengan pengujian pengendalian, attribute adalah penyimpangan dari atau tidak adanya
  unsur tertentu dalam suatu pengendalian intern yang seharusnya ada.

 Penentuan Populasi
  Setelah attribute yang akan diuji ditentukan, selanjutnya adalah menentukan populasi
  yang akan diambil sampelnya. Sebagai contoh dalam hal penjualan kredit. Dalam
  pengujian pengendalian terhadap penjualan kredit tersebut, setelah attribute yang akan
  diperiksa ditentukan, yaitu adanya tanda tangan persetujuan kredit oleh Kepala Bagian
  Kredit, maka populasi yang akan diambil sampelnya adalah arsip tembusan surat order
  pengiriman. Arsip ini berisi copy surat order pengiriman yang dilampirkan dengan credit
  copy yang seharusnya ditandatangani oleh Kepala Bagian Kredit, yang disusun menurut
  abjad pembeli, dan yang diselenggarakan oleh Bagian Order Penjualan

 Penentuan Besarnya Sampel
  Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan besarnya sampel:
  1. Penentuan tingkat keandalan atau confidence level atau disingkat R%
  2. Penaksiran presentase terjadi attribute dalam populasi
  3. Penentuan batas kesepakatan atas yang diinginkan
  4. Penggunaan tabel penentuan besarnya sampel untuk menentukan besarnya sampel

   Cara menentukan besarnya sampel dari tabel:
   1. Ambil tabel penentuan besarnya sampel dengan tingkat keandalan sebesar 95%
   2. Lihat kolom taksiran presentasi kesalahan populasi pada tabel tersebut dan cari angka
      1%
   3. Cari DUPL sebesar 5%
   4. Cari pertemuan antara kolom accurrence rate 1% dengan DUPL 5%
   5. Kolom accurrance rate 1% dengan DUPL 5% bertemu pada angka 100. Inilah
      besarnya sampel yang harus diambil oleh auditor

 Pemilihan Anggota Sampel dari Anggota Populasi
  Agar setiap populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjaid anggota
  sampel, maka auditor dapat menggunakan tabel angka acak.

 Pemeriksaan Terhadap Attribute yang Menunjukan Efektivitas Unsur Pengendalian
  Intern
  Setelah 100 surat order pengiriman yang diambil secara acak dari arsip, langkah
  berikutnya adalah memeriksa attribute berupa credit copy yang ditandatangani oleh
  Kepala Bagian Kredit, yang melampirkan surat order pengiriman tersebut. Jika terdapat
  surat order pengiriman yang tidak dilampiri dengan credit copy yang telah ditandatangani
  , maka hal ini merupakan attrtibute, yaitu penyimpangan dari unsur pengendalian intern
  yang seharusnya ada.

 Evaluasi Hasil Pemeriksaan Terhadap Attribute Anggota Sampel
  Misalnya dari 100 order surat pengiriman auditor menemukan 3 lembar surat order
  pengiriman tanpa dilampiri credit copy yang ditandatangani oleh Kepala Bagian Kredit,
  maka auditor tersebut kemudian menggunakan tabel evaluasi hasil yang memiliki tingkat
  keandalan sesuai yang digunakan untuk menentukan besarnya sampel yang lalu.

   Pencarian AUPL (achieved upper precision limit) dilakukan oleh auditor dengan cara
   sebagai berikut:
   1. Ambil tabel evaluasi hasil keandalan 95%
   2. Dalam kolom sample size, cari angka besarnya sampel yang telah dipilih sebelumnya
   3. Dari angka sample size 100 tersebut kemudian pencarian berjalan kekanan secara
      horinsental untuk menemukan angka kesalahan yang dijumpai oleh auditor dalam
      pemeriksaan terhadap sampel
   4. Dari angka 3 yang kalau ditarik horisental ke kiri didapat sampel size, ditarik vertikal
      ke atas untuk menemukan achieved upper precision limit

   AUPL ini kemudian dibandingkan dengan DUPL, untuk menilai apakah unsur
   pengendalian intern tersebut efektif. Jika AUPL lebih rendah dari DUPL, kesimpulan
   yang dapat diambil adalah unsur pengendalian intern yang diperiksa merupakan unsur
   sistem yang efektif. Begitupula sebaliknya jika AUPL lebih tinggi dari DUPL , maka
   kesimpulannya adalah pengendalian intern tersebut tidak efektif.


 Sumber
  Mulyadi. Auditing. Edisi ke-6 Jakarta: Salemba Empat, 2002

								
To top