Dream, Love, and Friendship (Part 15) -FinaL-
Annyeong haseyo Chingudeul…
Ini part terakhir dari FFquwh…
Happy Reading…. ^^
Di Rumah sakit Seoul
Hyun woo masih terjaga. Matanya begitu sulit untuk terpejam. Ia terus saja mengawasi
dua wanita di hadapannya, yang satu terbaring dengan mata terpejam dan yang satunya
lagi duduk dengan kepala menunduk, sepertinya ia pun telah tertidur. Di luar rumah
sakit,, hujan rintik-rintik mulai jatuh membasahi kota Seoul. Hujan di musim gugur.
Matahari sepertinya enggan memunculkan wajahnya pagi ini. Warga setempat hilir
mudik menuju tempat beraktivitasnya, begitupun dengan Barisan 8 dan Lingkaran
Cahaya. Pagi ini, mereka harus menjalani aktifitas layaknya seorang pelajar. Duduk
manis di dalam kelas sambil mendengarkan materi pelajaran yang sedang disampaikan
oleh Guru. ”Ingat anak-anakku.. kurang lebih 2 bulan lagi kalian akan menempuh ujian
kelulusan, oleh karena itu.. segeralah berbenah diri.. yang tadinya masih enggan untuk
mengulang-ngulang materi pelajaran,, segera lakukan. Disiplin dalam belajar dan jaga
kesehatan” begitulah nasehat yang disampaikan oleh Pak Nam Gil dan Bu Yo won di
tempat yang berbeda.
Entah ada ikatan hati atau apapun namanya itu, baik Barisan 8 maupun Lingkaran Cahaya
sama-sama tidak bisa berkonsentrasi pada apa yang sedang disampaikan oleh guru
mereka. Pikiran mereka tertuju pada Rumah Sakit Seoul dimana ibu Ah Sung sedang
dirawat sekarang.
Balik lagi ke rumah sakit Seoul
Ah Sung terbangun dari tidurnya. Ia melihat ke sekelilingnya. Dilihatnya ibunya masih
terbaring ditempatnya, disebelahnya Hyun woo yang juga tertidur. Ia melangkahkan
kakinya menuju jendela, dibukanya tirai dan diihatnya hujan masih setia menumpahkan
setitik demi setitik air. Ia menghampiri ibunya, ia sentuh tangannya lalu ia cium berkali-
kali. Dengan suara serak ia berkata ”Eomma.. bangunlah.. aku mohon.. aku butuh
Eomma.. ” Ia merasakan tangan ibunya sedikit bergerak,, Ah Sung terkaget dan bertanya
”Eomma.. apakah kau mendengarku?” kemudian tangan ibunya bergerak kembali. Ah
Sung menatap wajah ibunya. Tangan Ah sung mengelus lembut wajah ibunya. Perlahan-
lahan ibu Ah Sung membuka matanya, lalu ia tersenyum pada Ah Sung. Melihat hal itu
ah sung ikut tersenyum dengan linangan air mata. Tak lama, ibu Ah Sung kembali
menutup matanya dan kali ini terdengar suara yang cukup nyaring yang berasal dari
kontrol denyut nadi*author ga tau namanya apa (?)* Ah Sung panik dan langsung
berteriak. ”Eomma…” Hyun woo yang kaget mendengar teriakan Ah Sung langsung
terbangun dari tidurnya dan bertanya ”Whaeyo?..” Ah sung tak sanggup berkata apapun,
ia hanya bisa menunjuk ke arah ibunya. Hyun woo bergegas memanggil dokter dan
selang beberapa detik dokter sudah berada di dalam ruangan itu. Dokter segera
memeriksa kondisi ibu Ah Sung dan meminta hyun woo beserta ah sung untuk keluar
dari ruangan itu.
Ah Sung berdiri mematung di luar ruangan. Ia merasa kepalanya pusing, dadanya terasa
sakit. Ia merasakan tepukan lembut dipundaknya. Dilihatnya Hyun woo tersenyum
padanya dan mengajaknya untuk duduk.
Mulut Ah sung terlihat berkomat-kamit *bukan baca mantra loh* Ia sedang berdoa untuk
keselamatan dan kesembuhan ibunya.
Di SMA KGI
Lingkaran Cahaya sedang menemui Bu Yo won diruangannya. Mereka ingin meminta
izin untuk menjenguk ibunya Ah Sung. So eun ditunjuk sebagai juru bicara. ”Annyeong
haseyo songsenim.. ”
”Annyeong so eun”balas Bu Yo Won
”Maaf.. apakah ibu sudah tau kalo saat ini ibunya Ah Sung sedang dirawat dirumah
sakit?..”tanya So Eun
”Ne.. ibu sudah tau. Tadi malam, suster ibunya ah sung menelepon ke sekolah”jawab Bu
Yo won
”Jadi begini bu.. Lingkaran Cahaya berniat untuk menjenguk ibunya Ah Sung sekarang,
apakah ibu mengizinkan kami?..”tanya So Eun
”Hmm,, sebenarnya hari ini khan bukan sabtu atau minggu dan seharusnya kalian tidak
boleh keluar dari lingkungan SMA KGI, tapi karna saat ini kondisinya beda.. jadi ibu
mengizinkan kalian,, asalkan kalian tidak berbuat macam-maca dan langsung pulang
setelah urusan menjenguk itu selesai”jelas Bu Yo won
”Ne… songsenim.. gamsahamnida…”ujar So Eun
Lingkaran Cahaya seketika itu juga langsung berangkat menuju Rumah Sakit.
Sementara itu di SMA KBI
“Bagaimana ini?… apa yang harus qt lakukan?.. kalo qt bilang mau menjenguk ibunya
Ah Sung,, Pak Nam Gil pasti tidak akan mengizinkan qt” terang Ki Bum
“Hmm,, gimana kalo qt pergi tanpa sepengetahuan pihak sekolah?..”tanya Joong ki
“Kau yakin dengan idemu itu?..”tanya balik Geun suk
“Begini saja.. kebetulan aku sedang ada keperluan ke bengkel,, untuk persiapan
turnamen. Aku akan mengunakan alasan ini untuk minta izin ke Pak Nam Gil. Jadi
setelah dari bengkel aku akan mampir ke Rumah sakit untuk menjenguk ibunya Ah Sung,
siapa yang mau ikut denganku?… tapi hanya satu orang saja,, karna kalo qt pergi semua
itu akan menimbulkan kecurigaan” jelas Seung ho
Seung ho melirik ke arah kim bum dan berkata “kau saja yang ikut denganku,
bagaimana?..”tanya seung ho
“Okehh.. I’m ready”jawab Kim Bum
Di Rumah sakit Seoul
Hyun woo dan Ah sung masih menunggu di luar ruangan. Tak lama berselang, dokter
yang tadi berada di dalam ruangan keluar untuk menemui mereka. Dokter itu berkata
“Mohon maaf.. pasien sudah tidak bisa tertolong lagi”
“Maksud dokter?”Tanya Ah Sung
“Ibu Anda baru saja meninggal dunia”jelas Dokter
“Mworago?… anio…. Itu ga mungkin.. saya salah mendengar khan dok.. iya kan..”ujar
Ah Sung
Dokter itu hanya bisa menunduk, Ah sung berlari masuk ke ruangan. Dihadapannya ada
sesosok orang yang amat dicintainya terbaring kaku tak berdaya ditutupi oleh kain putih.
Ah Sung menyibakan kain putih itu dan menatap wajah ibunya. “Eomma.. ini aku ah
sung,, anak eomma.. Eomma.. bangunlah.. jangan tidur terus… “ Setetes demi setetes air
mata mulai berjatuhan di pipinya. ”Hyun woo.. bantu aku,, bangunkan Eomma..
bangunkan beliau…”ucap Ah Sung hampir menjerit.
Hyun woo hanya bisa terdiam melihat keadaan Ah Sung. Ia tak bisa berkata apa-apa.
Disaat bersamaan Lingkaran Cahaya, Seung ho dan Kim Bum baru saja tiba di Rumah
sakit dan dikejutkan dengan kabar bahwa ibunya Ah Sung telah meninggal. So eun
menghampiri Ah Sung dan memeluknya. Ah sung terus saja memangil ibunya
”Eomma… Eomma.. Eomma..” Semua orang yang berada diruangan itu terlihat berduka.
Pemakaman dilakukan hari itu juga. Tak banyak yang hadir. Hanya beberapa tetangga
dekat, kerabat dan tentunya Lingkaran Cahaya beserta Bu Yo Won. Kim Bum, Hyun woo
dan seung ho pun turut menyertai. Selesai upacara pemakaman, Ah Sung yang ditemani
oleh Lingkaran Cahaya pulang menuju rumahnya. “Kau yakin ingin sendirian di rumah
ini?..”tanya So Eun
“Ne.. aku sedang ingin sendiri”jawab Ah Sung
“Biarlah aku menemanimu disini”pinta So Eun
“Anio.. sebaiknya sekarang kalian kembali ke asrama, tenanglah.. aku akan baik-baik
saja, kalian tak perlu khawatir. Lagipula, ada suster bersamaku disini”ujar Ah Sung
“Kau tidak akan melakukan sesuatu yang aneh-aneh khan..”ucap Min Ji
“Tentu saja tidak”jawab Ah Sung
“Baiklah.. kalo begitu, kami pamit dulu. Kalau kau butuh teman, segeralah hubungi
nomer telpon asrama, kami akan segera menemuimu”jelas So Eun
”Ne… gomawo chingudeul..”jawab Ah Sung
”Chonmaneyo”balas Lingkaran Cahaya sembari memeluk Ah Sung
Setelah Lingkaran Cahaya pulang, Ah Sung berjalan menuju kamar ibunya.
Pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah sebuah photo berukuran sedang yang
terpampang di dinding kamar itu. Photo seorang wanita dengan senyuman tulusnya.
Seorang wanita yang sangat dicintai oleh Ah Sung. Ia mendekat ke arah photo itu lalu ia
menyentuh dan memeluknya. Air matanya kembali menetes. Pikiran Ah Sung
menerawang jauh. Mengingat kembali masa kecilnya. Masa dimana ia masih bisa
memeluk ibunya dengan erat, ketika ia masih bisa bersender dipundaknya, ketika ia
masih bisa merasakan sentuhan lembut di wajahnya. Ia merindukan masa-masa itu.
Dalam hati ia berkata “Tuhan… izinkanlah aku bahagiakan Eomma,, meski Eomma telah
tiada, biarkanlah aku berarti untuk dirinya. Terbayang satu wajah penuh cinta penuh
kasih, terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan… “ Ah sung terus-terusan
menangis hingga ia tertidur di kamar itu.
Esok paginya, Ah Sung terbangun dan memutuskan untuk berangkat sekolah. “Aku harus
sekolah hari ini juga.. aku tak boleh terlalu lama bersedih.. bukankah aku adalah bunga
teratai yang kuat..”ucapnya meyakinkan diri sendiri. Ah Sung berangkat sekolah dengan
menggunakan kacamata, itu karna matanya bengkak akibat menangis terlalu lama.
Sebelum berangkat, ia menyemputkan untuk menulis sebuah surat
Teruntuk Eomma yang ada di surga
Annyeong Eomma… Ini aku Ah Sung… Apakah Eomma baik-baik saja disana?…
apakah Eomma bahagia?… Aku berharap Eomma dapat tersenyum disana. Begitupun
denganku disini. Aku akan melanjutkan hidupku. Walaupun kini semua berbeda. Tidak
ada lagi Eomma disampingku. Aku merasa sendirian. Tapi, Eomma tenang saja. Aku
akan tetap bersemangat menjalani hidup. Aku akan membuat Eomma bangga padaku.
Sampai suatu saat nanti, qt dapat dipertemukan kembali di suatu tempat yang indah. Aku
sayang Eomma selalu…
Peluk cium dariku… anakmu… Go Ah Sung…
Setibanya di SMA KGI, Lingkaran Cahaya kaget melihat kedatangan Ah Sung.
“Annyeong haseyo chingudeul…”sapa Ah Sung
“Annyeong ah sung”balas Lingkaran Cahaya
“Kau sudah masuk hari ini?..”tanya So Eun
“Ne.. aku tidak ingin ketinggalan pelajaran terlalu banyak, bukankah sebentar lagi qt
akan ujian..” jawab Ah Sung
“Apa kau baik-baik saja?”tanya Hye sun
“Tentu saja.. karna aku adalah Seorang Go Ah Sung si bunga teratai yang kuat”jawab Ah
Sung
****************
Hari-hari telah berlalu. Hingga sampailah pada hari sabtu. Hari dimana Lingkaran
Cahaya dan Barisan 8 akan melaksanakan misi mereka yaitu mempertemukan Pak Nam
Gil dan Bu Yo won. Semua persiapan telah dilakukan. Tadinya Lingkaran Cahaya dan
Barisan 8 akan bersembunyi, tetapi terjadi perubahan rencana. Mereka tidak akan
sembunyi, melainkan akan ikut menyaksikan pertemuan antara Bu Yo won dan Pak Nam
Gil. Mereka akan melakukan interview kepada Pak Nam Gil dan Bu Yo Won secara
langsung. Yang pertama kali datang adalah Bu Yo won. Rupanya Bu Yo won kaget
melihat Lingkaran Cahaya dan Barisan 8 tengah berkumpul menjadi satu. ”Annyeong
haseyo songsenim”sapa Barisan 8 dan Lingkaran Cahaya kompak. ”Annyeong
haseyo..”balas Bu Yo won. ”Ehm,, mungkin ibu kaget melihat kami semua berkumpul
disini. Sebenernya ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan dan sampaikan pada ibu,
tapi.. kami sedang menunggu kedatangan satu orang lagi, ibu mau khan
menunggu..”pinta So Eun
”Sebenarnya ada apa ini?..”tanya Bu Yo won dengan ekspresi bertanya-tanya.
Belum sempat So Eun menjawab pertanyaan Bu Yo won, Pak Nam Gil telah datang.
“Nah.. ini dia orang yang ditunggu-tunggu..”ungkap Kim Bum
Pak Nam Gil pun tak kalah kagetnya seperti Bu Yo Won. Namun Kim Bum segera
meminta Pak Nam Gil untuk duduk disebelahnya “Silahkan songsenim”
“Karena semuanya telah berkumpul… baiklah qt mulai saja yaaa.. saya disini mewakili
teman-teman saya dari Barisan 8 dan juga Lingkaran cahaya”jelas Kim Bum
“Sebelumnya kami ingin meminta maaf kepada Pak Nam Gil dan juga Bu Yo won
apabila kami mengganggu waktu anda berdua. Jadi begini.. berkumpulnya kami disini
adalah karna kami ingin membahas sesuatu hal dengan Bapak dan juga ibu”lanjut Kim
Bum
“Hal apa itu?..”tanya Pak Nam Gil
”Terkait dengan SMA KBI dan SMA KGI. Bukannya kami lancang. Tapi, belakangan ini
kami telah menyelidiki tentang latar belakang SMA KBI dan juga SMA KGI serta masa
lalu Pak Nam Gil dan juga Bu Yo won” terang Kim Bum
”Maksudmu apa melakukan ini semua?..”tanya Bu Yo won
”Mianhamnida songsenim.. kami hanya ingin mencari kebenaran dari semua ini” jawab
Kim Bum ”Kami hanya ingin tau sebenernya ada hubungan apa antara SMA KBI dan
SMA KGI karna banyak sekali kesamaan diantara dua SMA ini”lanjutnya
”Nah.. ada satu hal lagi yang mungkin agak sensitif, sebuah pertanyaan yang kami harap
songsenim bisa menjawabnya dengan jujur. Apakah benar Bu Yo won dan Pak Nam Gil
dulu sewaktu SMA adalah pasangan kekasih?..”tanya Kim Bum
Raut muka Bu Yo won dan Pak Nam Gil berubah seketika. Mereka saling pandang.
Suasana menjadi hening seketika. Pak Nam gil mencoba untuk mengeluarkan suara
”Memang benar dulu kami pernah menjalin hubungan tapi itu hanyalah masa lalu”
Bu Yo won menatap Pak Nam Gil seakan tak percaya dengan apa yang baru saja
didengarnya.
Kali ini So Eun yang berbicara ”Songsenim… sejujurnya kami merasa sangat tidak
nyaman dengan peraturan yang diterapkan oleh SMA KBI dan SMA KGI akhir-akhir ini.
Kami merasa peraturan ini terlalu mengada-ngada. Kami bukan ingin memberontak.
Kami hanya ingin menyampaikan apa yang kami rasakan. Oleh karena itu, kami butuh
bantuan songsenim”
”Bantuan apa?..”tanya Bu Yo won
“Tolong bantu kami menyelidiki ada apa dibalik semua ini. Informasi yang telah kami
dapat menyebutkan bahwa Kepala Sekolah SMA KBI dan SMA KGI adalah kakak
beradik, namun mengapa seakan-akan kedua SMA ini terlihat bermusuhan. Bukankah ini
aneh?..”tanya So Eun
“Ohhh.. jadi hal itu yang ingin kalian ketahui..”ujar Bu Yo won
“Bagaimana… apakah songsenim bisa membantu kami?..”tanya Geun suk
“Lalu, jika kami menolak untuk memberikan informasi atau memberi bantuan pada
kalian gimana?..”tanya Pak Nam Gil
“Kami mohon songsenim… bantu kami. Apakah songsenim tidak bisa melihat
kekompakan antara Lingkaran Cahaya dan Barisan 8?.. kami tidak pernah melakukan
sesuatu yang negatif..”jelas So eun
”Kalo begitu, saya punya sebuah syarat”tegas Pak Nam Gil
”Syarat apa itu?..”tanya Hyun woo
”Kalian harus membuktikan bahwa kalian bisa menempuh ujian kelulusan dengan nilai
rata-rata 8,, jika kalian berhasil.. maka saya akan membantu,, bukankah begitu Yo
won?..”tanya Pak Nam Gil sambil menoleh ke arah Bu Yo won
”Ne.. saya sepakat dengan Nam Gil-ssi”jawab Bu Yo won. ”Jadi bagaimana anak-anak
apakah kalian setuju?..”tanya Bu Yo won
Barisan 8 dan Lingkaran Cahaya saling pandang dan serempak berkata ”Kami setuju”
Esoknya…
Pagi hari Di Asrama SMA KGI
So Eun terlihat sedang menelepon seseorang dengan menggunakan telepon Asrama
”Yoboseyo… Dina Eonnie.. ini aku So Eun”
“Hai so eun… Apa kabar?..”tanya Dina
“Aku baik Eon,, oiya.. aku mau mengembalikan buku yang waktu itu aku pinjam, apakah
hari ini qt bisa bertemu?..”tanya So Eun
“Hmm,, sebenarnya hari ini aku mau pergi bersama dengan mertuaku. Kalo kau mau,,
kau bisa menemuiku sekarang di rumah kim bum, nanti biar bummie yang
menjemputmu, bagaimana?..”tanya Dina
“Apa tidak merepotkan eon?..”tanya So Eun
”Sama sekali tidak.. Bummie pasti akan dengan senang hati menjemputmu. Kira-kira 40
menit lagi bummie akan sampai didepan Gerbang SMA KGI, kau tunggu saja yaaa..”
terang Dina
”Ne Eonnie.. Gamsahamnida”ucap So Eun
So eun segera bergegas berganti pakaian dan menyiapkan dirinya. Hye sun yang melihat
So Eun sedang bersiap-siap kemudian bertanya ”Kau mau kemana Eun?.. Bukankah
jadwal belajar qt baru nanti siang yaaa?..
”Aku mau ke rumah Kim Bum,, mengembalikan buku Dina Eonnie. Nah,, dari sana nanti
aku langsung ke Happines House”jelas So Eun
”Ohhh begitu tohh.. Yasudah,, take care yaaa..”ucap Hye sun
“Ne.. aku pergi dulu,, daaaahh..”ujar So eun seraya pergi meninggalkan Hye Sun
Di depan Gerbang SMA KGI
Terlihat mobil sport orange sedang terparkir. Disebelahnya ada pemuda tampan dengan
senyuman menawan serta wajah rupawan yang tak lain adalah Kim Bum.
”Annyeong Eun..”sapa Kim Bum
”Annyeong Bum… Cepat sekali kau sampai disini”ucap So Eun
”Yooii.. aku khan belajar membalap dengan seung ho,, ehehehehe…”jawab Kim Bum
”ayuukk.. qt berangkat sekarang”ajak Kim Bum
Di dalam Mobil Kim Bum
”Eun.. bukankah ini pertama kalinya kau kerumahku?..”tanya Kim Bum
”Ne..”jawab So Eun
”Apakah kau gugup?…”tanya Kim Bum
”Memangnya kenapa aku harus gugup?..”tanya balik So Eun
”Mungkin saja kau gugup bertemu dengan ibuku,, calon mertuamu..”jawab Kim Bum
sambil tersenyum
”Apa yang kau katakan tadi?.. ”tanya So Eun pura-pura tak mendengar
“Yasudah.. lupakan saja”jawab Kim Bum “Ngomong-ngomong.. kapan aku bisa datang
kerumahmu?..”tanya Kim Bum
”Kau maunya kapan?..”tanya balik So Eun
”Secepatnya…”jawab Kim Bum
”Asal kau siap saja berhadapan dengan ayahku yang galak”ujar So Eun
”Tenang saja.. Aku punya 1001 jurus untuk melunakan hati ayahmu”ungkap Kim Bum
dengan bangganya.
”Okehhh.. kita lihat saja nanti”ucap So Eun
Mereka berdua telah sampai di depan rumah kediaman Tuan dan Nyonya Kim yaitu
orang tua dari Wookie dan Bummie.
”Ayo masuk..”ajak Kim Bum
Kim Bum dan So eun masuk ke dalam rumah itu.
Kesan yang dirasakan oleh So eun ketika pertama kali memasuki ruangan itu adalah
nyaman. Ruang tamu yang didominasi oleh warna pastel. Di dinding ruangan terpajang
photo keluarga dan berbagai lukisan alam. Kemudian So eun memasuki ruang keluarga
yang terlihat ceria dengan warna cerah dan sofa yang sepertinya sangat empuk. Setelah
itu so eun diajak oleh Kim Bum menuju ruang makan. Disana telah berkumpul keluarga
Kim Bum. Ada Tuan dan Nyonya Kim, Wookie dan juga Dina. Kedatangan mereka
disambut oleh senyuman. So eun membungkukan badannya memberikan penghormatan
seraya berucap “Annyeong haseyo..”
“Annyeong”balas Tuan & Nyonya Kim, Wookie dan juga Dina
“Kau sudah datang so eun. Oiya,, mari ikut sarapan bersama kami”ajak Dina
”Ayo So eun… tidak usah sungkan”ucap Kim Bum
Mereka pun sarapan bersama. Ditengah-tengah sarapan terjadilah percakapan
“So Eun… bagaimana persiapanmu untuk menempuh ujian kelulusan.. sudah
siapkah?..”tanya Dina
”Aku sedang berusaha belajar dengan baik Eonnie”jawab So Eun
”Setelah lulus SMA, ingin kuliah kemana?..”tanya Nyonya Kim
”Seoul National University”jawab So eun dengan mantap
”wahh.. bagus itu.. semangat yaaa.. semoga kau berhasil..”ujar Nyonya Kim
”Gamsahamnida ahjuma..”ucap So Eun
Acara sarapan bersamapun telah usai,, Kim Bum berkata ”ayuuk So Eun, qt berangkat
sekarang”
”Berangkat kemana?..”tanya So Eun dengan ekspresi bingung
”Lohh.. koq malah tanya,, khan qt mau belajar bareng,, kau lupa yaaa..”ucap Kim Bum
”Aku ingat.. tapi sekarang khan masih pagi,, qt khan belajar kelompoknya nanti siang”
ungkap So Eun
”Tidak ada salahnya qt datang lebih awal,, daripada telat”jelas Kim Bum
”Ehem… ”Dina menyela pembicaraan mereka ”Bagaimana kalau So eun ikut denganku
dan Eomma?… kau mau kan So Eun?..”tanya Dina
”Kemana Eon?..”tanya So Eun
”Ke suatu tempat yang mengasikan,, bukankah begitu Eomma?..”tanya Dina pada
Nyonya Kim.
”Palingan juga kalo ga shopping ya ke Salon”ungkap Kim Bum
”Apakah aku boleh ikut?..”tanya So Eun
”Tentu saja boleh,, kalo begitu ayuuk qt berangkat. Oiya Bum,, nanti kau jemput kami di
tempat biasa yaaa.. ”pinta Dina
”Kenapa harus aku?.. khan ada Wookie Hyung?… aku seperti supir saja…”keluh Kim
Bum
”Adik iparku yang cakep… Suamiku dan Ayah mertuaku sedang ada urusan yang tak
bisa ditinggalkan,, jadi.. aku memintamu untuk menjemput kami. Aku sedang tidak bisa
menyetir untuk saat ini,, ayolah… mauuuu yaaa.. ”pinta Dina
”Ne… arasoyo..”ucap Kim Bum. Dalam hati ia berkata,, gagal sudah rencanaku untuk
jalan-jalan bersama dengan So Eun.
Nyonya Kim, Dina, dan So Eun pun pergi bersama. Tinggallah Kim Bum sendirian. “Apa
yang harus aku lakukan?.. koq aku jadi mati gaya gini.. lebih baik aku baca buku saja”.
Kim Bum melangkahkan kaki menuju kamarnya.
Di lain tempat… Nyonya Kim, Dina, dan So Eun sedang asiik melihat berbagai model
baju dan sepatu di salah satu Departement Store di kota Seoul.
“Kau suka model baju seperti apa So Eun?.. ayo dipilih saja,, nanti biar aku yang bayar”
ucap Dina
“Tidak usah Eonnie”jawab So Eun
“Tak usah merasa sungkan,, atau aku pilihkan untukmu yaaa.. aku dengar kau baru saja
berulangtahun khan..”ujar Dina
”Ne Eonnie… Gamsahamnida”jawab So Eun
So eunpun mencoba berbagai model pakaian dan pilihannya jatuh pada white dress yang
simple namun terlihat cantik.
”Good choice,, kau terlihat cantik dengan dress itu..”puji Dina
“Gamsahamnida Eonnie”jawab So Eun
“Oiya So Eun.. ini untukmu..”ucap Nyonya Kim sembari menyerahkan sebuah kantong
yang berisi berbagai jenis barang
“Apa ini?..”Tanya So Eun
“Itu.. ada Ginseng dan berbagai suplemen serta vitamin agar kau tetap sehat. Bukankah
sebentar lagi kau akan ujian. Kim Bum juga mengkonsumsi itu..”jelas Nyonya Kim
“Omona.. aku jadi merasa merepotkan. Gamsahamnida Ahjuma”ucap So Eun
Mereka bertiga telah selesai melakukan aktifitas shopping. Saatnya pulang.
Di parkiran telah ada Kim Bum dan Wookie yang menunggu.
“Jagiya.. kau ikut menjemput kami?..”tanya Dina pada Wookie
”Ne… Adikku ini yang memintaku untuk menjemputmu dan Eomma,, karna Kim Bum
harus segera pergi untuk belajar kelompok dengan So Eun”jelas Wookie.
Kim Bum berjalan menuju So Eun dan berkata ”Ayoo qt berangkat,, aku tidak ingin
terlambat”
”Ne…”jawab So Eun
”Kami pamit dulu… Silyehamnida..”ucap Kim Bum dan So eun bersamaan.
Dalam perjalanan menuju Happines House
”Bum.. kau tau,, ibumu memberikan ini padaku”ucap So eun seraya menunjukan sebuah
kantong pada Kim Bum. ”Selain itu,, Dina Eonnie juga membelikanku sebuah white
dress,, aku senang.. keluargamu sangat baik sekali padaku…”jelas So eun dengan wajah
yang cerah.
Kim Bum ikut tersenyum.
Kim Bum dan So eun telah sampai di Happines house dan disana telah berkumpul
Lingkaran Cahaya dan Barisan 8. Agenda belajar bareng pun dimulai.
Yang menjadi mentor adalah Hyun woo, Ah Sung dan Geun Young. Hyun woo dan Ah
Sung membantu Barisan 8 dan Lingkaran Cahaya dalam memahami pelajaran yang
berkaitan dengan hitung-hitungan, sedangkan Geun Young membantu dalam memahami
pelajaran yang berkaitan dengan bahasa.
Semuanya terlihat terlihat semangat dan antusias. Jika ada salah satu dari Lingkaran
Cahaya ataupun Barisan 8 yang dilanda rasa kantuk,, maka mereka menerapakan metode
sentil hidung, dan itu cukup ampuh untuk membangunkan dan membuat mata menjadi
melek*pengalaman author nihh*
********
Agenda belajar bareng itupun rutin dilakukan oleh Barisan 8 dan Lingkaran Cahaya
setiap hari minggu. Happines House menjadi saksi bisu dari setiap aktivitas belajar yang
mereka lakukan. Tidak hanya belajar bareng,, jika mereka sedang merasa jenuh.. maka
Lingkaran Cahaya dan Barisan 8 akan nonton film bareng yang bisa membangkitkan
motivasi untuk belajar kembali. Hingga tiba saatnya mereka mengikuti ujian kelulusan.
Semuanya memiliki keinginan yang sama. Lulus dengan nilai rata-rata 8. Merekapun
saling memberi semangat dan dukungan. Dan akhirnya,, berkat kerja keras dan keyakinan
diri merekapun berhasil lulus dengan nilai diatas rata-rata. Kebahagiaan pun mereka
rasakan. Kini saaatnya mereka menagih janji pada Bu Yo won dan Pak Nam gil untuk
mengungkap tentang rahasia dibalik konflik yang terjadi antara SMA KBI dan SMA
KGI. Dan tanpa diduga… Bu Yo won dan Pak Nam gil telah mengumpulkan info yang
begitu lengkap tentang kepala sekolah dua SMA ini. Bahkan,, Bu Yo won dan Pak Nam
gil membuat sebuah rencana untuk mendamaikan dua kepala sekolah ini. Barisan 8 dan
Lingakaran Cahaya menyatakan kesetujuannya.
*********
Saat perpisahan itu pun tiba. Lingkaran Cahaya dan Barisan 8 telah dinyatakan lulus dari
SMA KGI dan SMA KBI. Saatnya mereka meneruskan langkahnya menuju impian yang
dicita-citakan. Sebelum berpisah, Lingkaran Cahaya dan Barisan 8 bertemu kembali. Kali
ini mereka memilih untuk berpergian ke daerah pegunungan. Disana mereka bermain
ski,, menikmati pemandangan dengan butiran-butiran salju di musim dingin. Kata-kata
perpisahan itupun akhirnya meluncur keluar dari masing-masing personil Lingkaran
Cahaya dan Barisan 8. Butir-butir krystal bening itu pun tanpa diminta mengucur dengan
derasnya. Kebersamaan yang telah terjalin selama ini seakan memberikan kesan yang
mendalam. Kim Bum berkata ”Teman-teman… perpisahan ini bukanlah sebuah akhir,,
justru ini adalah awal dari kuatnya persahabatan qt. Ingatlah.. walau raga qt berjauhan,,
namun hati qt tetap menyatu. Karna ikatan hati. Ikatan dimana hanya orang-orang yang
tulus dalam persahabatannya yang bisa merasakannya. Percaya dan yakinlah bahwa
ikatan hati ini yang akan mempertemukan qt kembali suatu hari nanti. Berjanjilah qt akan
bertemu kembali 5 tahun yang akan datang. Tentunya dengan cerita dan kisah yang
berbeda . Semoga persahabatn qt ini tak lekang oleh waktu. Menjadi everlasting Friends”.
Inilah dimana hari mereka berpisah. Menuju tempat berbeda dengan tujuan yang sama.
Mencari ilmu demi masa depan.
Kim Bum mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di Harvard University bersama dengan
Hyun woo dan Ki Bum.
Walau satu universitas,, tetapi mereka berdeda jurusan. Ah sung dan Geun Young
berkuliah di University Of Tokyo.
Kim Joon, Hyun Joong, Ji Yun dan So eun kuliah di Seoul National University.
Seung ho,, Joong ki,, Ji Hyun dan Min Ji berkuliah di Korean advanced Institute of
Science and Technolohy.
Sedangkan Geun suk, Hye Sun, Min Jung,
dan Ji Yeon berkuliah di YONSEI university.
Kini… Lingkaran Cahaya dan Barisan telah menjadi mahasiswa dan Mahasiswi. Mereka
sedang menikmati dunia baru yang tentunya berbeda dengan dunia sekolah. Jarak yang
memisahkan tak menjadi kendala yang berarti. Mereka tetap saling kontak di sela-sela
aktifitas. Bertukar sapa, kabar, cerita, dan sebagainya.
Di keheningan malam, di belahan dunia bagian barat, terlihat seorang pemuda sedang
asik berhadapan dengan layar kompi.
Pemuda itu mengetikan kata demi kata… lalu tersusun menjadi beberapa paragraph yang
isinya
Tahukah kau….
Hingga kini masih berkecamuk di diriku…
Apa yang membuatku bertemu denganmu? Dalam pertemuan tak terduga…
Kita telah banyak membuat cerita…
Namun…tahukah kau pelangi hatiku?
Aku tak perlu tahu kenapa kau harus ada dalam episode hidupku..
Yang perlu aku mengerti hanya satu…
Kau…anugerah terindah dari Tuhan untukku…
Menjadi pelangi yang selalu mewarnai hariku…
Kala mendung menaungi jiwaku…
Sering…aku bertanya….
Telah benarkah aku mencintaimu ?
Tak salahkah kau kupilih sebagai bunga terindah ditaman hatiku?
Dan hatiku pun menjawab….
Tidak…karena dirinya memang telah kupilih untuk kau beri cinta setulus hati…
Cinta yang tak bisa terdefinisi…
Duhai pelangi hatiku….
Saat rindu mendera diri…
Kubiarkan pena ini menari…
Menuliskan bait sederhana yang mewakili hati…
Dalam tiap kata…rasakanlah ada aura cinta disana…
Meski aku bukanlah seorang pujangga…
Kutahu…telah banyak kata cinta kau terima…
Mungkin…bait-bait ini tak ada apa-apanya…
Tapi…kutulis semua ini dengan cinta dan rindu apa adanya….
Duhai pelangi hatiku…
Meski jarak membuat kita terlalu sulit untuk bertemu…
Dan aku…tak leluasa untuk melindungimu dari para kumbang perayu tak tahu
malu..
Ingatlah….kekuatan hati kita telah mengalahkan jarak itu…
Aku akan selalu ada untukmu…
Dengan pentunganku yang siaga selalu (^_^)
Duhai pelangi hatiku…
Tahukah kau?
Bukan kau yang beruntung karena lahir di bumi ini…
Tapi bumi…yang beruntung menjadi tempat persinggahanmu wahai bidadari…
Tiap kata-katamu bagai hujan yang membasahi…
Hingga gersang pun berubah seketika menjadi bersemi…
Tiap orang begitu menikmati…
Kau…penghuni terbaik yang bumi ini miliki…
Duhai pelangi hatiku…
Entah telah berapa manusia yang kita buat iri setengah mati…
Maka saksikanlah wahai para penghuni bumi…
Ini adalah ungkapan cinta kami sepenuh hati…
Cinta ini telah bersemayam indah di hati kami…
Maka jadikanlah cinta ini semakin kuat setiap hari yang kami lalui…
Pemuda itu adalah Kim Sang Bum yang sedang mengirimkan rangkaian kata untuk
bidadari hatinya Kim So Eun.
Selang beberapa menit kemudian… terlihat balasan di layar kompi itu. Kim So Eun
membalas rangkaian kata yang dikirimkan Kim Bum
Banyak jiwa tawarkan hatinya untukku..
Banyak hati tawarkan cintanya untukku..
Banyak sukma simpan rindu untukku..
Tapi bagiku,tak ada yang bisa gantikanmu..
Tak ada yang bisa gantikan rindumu padaku..
Biar waktu yang akan jawab semua..
Yang pasti,ku takkan pernah berpaling darimu..
Meski resah itu menderaku.. engkau telah kupilih untuk cintaku..
Bukan cinta untuk melampiaskan nafsu ..
Bukan cinta untuk saling berdusta..
Tapi cinta untuk meraih bahagia..
Kunikmati semua waktu yang ada..
Walau hanya dalam dunia maya kita bersua..
Walau hanya dalam nada mendengar suara..
Nuraniku menyimpan harapan menjadi nyata..
Serta berharap dapat bertemu dgmu selamanya..
Satu diantara beribu-ribu keinginanku adalah ingin mencintaimu dengan segala
kemampuanku..
Kim Bum pun membalas lagi.. So Eun,, pandanglah langit… qt sedang memandang
langit yang sama bukan?… apakah di langitmu ada bintang?… dilangitku sepiii..
tak ada 1pun bintang yang terlihat bersinar… Rindu memandang langit
bersamamu…
So eun membalas… Disini banyak sekali bintang,, indah sekaliii…. ^_^
Kim Bum membalas
aku rindu
pada semua kisah yang akan kita ukir di masa depan
yang didalamnya ikatan hati tak terlepaskan
paduan rasa kian melekat
dan kedekatan cinta tak bisa terlepas
aku rindu
pada masa datang yang kian mendekat
dimana kita kan bersama dalam peraduan hidup
dan kita kan lukis semua tawa yang tertebar dari kebahagiaan hati ini
aku rindu
padamu
bidadari yang selalu memberikan aku
sejuta alasan tuk selalu tersenyum
Begitulah Kim Bum dan So eun melewati hari-hari mereka… Menunggu… dalam sebuah
penantian.
Hingga tibalah saat itu… Saat dimana Kim Bum dan So eun beserta Lingakaran Cahaya
dan Barisan 8 telah menyelesaikan studi mereka di bangku kuliah.
”Inilah saatnya”ungkap Kim Bum…
”Saat apa Bum?..”tanya wookie pada adiknya itu. Kim Bum sekarang telah kembali ke
Korea.
”Saatnya untuk meminang bidadari hatiku”jawab Kim Bum
”Andai yang kau jemput wanita biasa, tak apa dijemput dengan cara biasa. Tapi, jika
yang kau jemput adalah bidadari, maka jemput dia dengan cara tak biasa dan istimewa.
Kenapa?.. Karna dia sudah rela melepas langitnya dan turun ke bumi untuk
mendampingimu”jelas Wookie
”Maksudmu Hyung?..”tanya Kim Bum
”Kau pasti paham apa yang kumaksud, sudah tersirat jelas dari kata-kataku tadi”ucap
Wookie
”Ne… arasoyo…”jawab Kim Bum
Beberapa hari kemudian,, di sebuah tempat di Kota Seoul. Terlihat seorang pemuda
sedang berdiri sambil memperhatikan siswa-siswa yang sedang berlalu lalang
dihadapannya. Pemuda itu berdiri tepat di depan gerbang sekolah SMA KBI. Dengan
senyum khasnya, ia menyapa seorang satpam yang sudah sangat dikenalna ”Annyeong
haseyo ahjusi”
”annyeong…”balas satpam itu “Kim Bum… apakah orang yang berdiri dihadapanku ini
adalah benar-benar Kim Bum,, seorang presiden SMA KBI?..”tanyanya
”Ne.. ”jawab Kim Bum diiringi senyuman
”Jadi kau sudah kembali ke Korea? Tapi… kenapa kau memakai seragam SMA KBI?..
bukankah kau sudah lulus?..”tanya Pak Satpam
”Ada sesuatu yang ingin aku lakukan..”jawab Kim Bum
”Ahjusi.. bolehkah aku masuk ke dalam?”tanya Kim Bum
”Tentu saja boleh… ”jawab Pak Satpam
”Oiya.. sekalian aku mau minta tolong… aku sedang janjian dengan seseorang di Taman
SMA KBI,, jika orang itu sudah datang,, tolong antarkan dia ke Taman. Ini orang yang
janjian denganku”ucap Kim Bum sembari menunjukan photo seorang wanita yang ada di
handphonenya.
”Siapp.. Laksanakan Pak Presiden..”jawab Pak Satpam
”Gamsahamnida Ahjusi”ucap Kim Bum
Kim Bum berjalan menuju Taman SMA KBI,, sementara itu diluar gerbang SMA KBI
So eun terlihat celingak-celinguk mencari seseorang. Pak Satpam yang melihatnya segera
menghampiri.. ”Annyeong haseyo..”sapa Pak Satpam
”Annyeong… ”balas So Eun
”Sepertinya nona sedang mencari seseorang yaaa.. apakah nona sedang janjian bertemu
dengan kim bum?..”tanya Pak Satpam
”Ne… bagaimana Anda bisa tau?..”tanya balik So Eun
“Kalo begitu,, mari ikut dengan saya ke Taman. Kim Bum sudah menunggu Nona
disana”jelas Pak Satpam.
Pak Satpam berjalan diikuti dengan So eun dibelakangnya. Tak lama kemudian, mereka
telah sampai di Taman SMA KGI.
So eun mengucapkan terimakasih pada pak Satpam lalu ia menghampiri Kim Bum.
Kedatangan So eun disambut Kim Bum dengan senyuman sejuta pesona.
”Annyeong haseyo…”sapa So eun
”Annyeong..”balas Kim Bum “Jadi kau yang bernama Kim So Eun,, penyiar wanita dari
SMA KGI?”tanya Kim Bum
“Iya. saya So Eun,, jadi dirimu yang bernama Kim Bum,, Presiden siswa KBI?..” So Eun
balik bertanya.
“Betul sekali,, jadi kapan wawancara bisa dilaksanakan,, sekarang?.. tanya kim Bum.
“Saya rasa lebih cepat lebih baik” jawab So Eun.
Mereka berduapun tertawa. ”Rupanya kau
masih mengingat dengan jelas pertemuan pertama qt”ungkap Kim Bum
”Sepertinya iyaaa..”jawab So Eun ”Seorang presiden siswa SMA KBI yang terlihat
bersinar dengan segala potensi, kharisma dan pesonanya”lanjut So Eun
”Dan seorang penyiar wanita SMA KGI yang berbakat dan penuh dengan semangat”
balas Kim Bum
”Lalu… apa yang akan qt lakukan?…”tanya So Eun
”Hmmm,, aku mau menagih janji padamu…”jawab Kim Bum
”Janji apa?..”tanya So Eun
”Janji bahwa kau akan menerimaku jika kau sudah merasa siap.
ketika gerimis membasuh bumi
pias wajahmu penuhi dinding sanubari
ku hadirkan sebuah tanya untukmu
masihkah rasa itu seperti sedia kala ?
dalam diam kupejam mata
kutautkan tangan
dalam do’a tuhanku…
semoga rasa dan setia yang ada
tak sia-sia dalam penantian
panjang ini
Sekarang apakah kau sudah siap?..”tanya Kim Bum
So eun terlihat memejamkan matanya. Ia menarik nafas lalu dihembuskan. Dengan
perlahan, ia berkata ” belajar cara bersama dalam satu ikatan
karena kita kan berjalan hingga akhir nafas
kuingin kita bisa memahami segala keadaan
dan menempatkan hati dengan tepat
biarkan kita berdiri sejajar
tapi jangan terlalu rapat
seperti pohon yang tumbuh di hutan
sedikit berjarak
tuk berikan ruang bagi hadirnya sinar mentari
seperti rel kereta api
walau terpisah namun sejajar
dan di ikat dengan ikatan
yang kokoh kuat
dan kita kan bahagia hingga akhir nafas”
”Jadi… kau menerimaku?…”tanya Kim Bum
So eun menganggukan kepalanya. Ekspresi bahagia terpancar dari wajah Kim Bum. Ia
pun segera mendekat ke arah So eun,, berniat untuk memeluknya. Namun So eun keburu
menghindar dan berkata ”Bum,, sepertinya hari sudah menjelang malam. Sebaiknya qt
pulang yuuk..”
Dengan gugupnya Kim Bum menjawab ”aa..ayuuk”
So eun tersenyum jail.
**********
Beberapa hari berselang,, Kim Bum sedang asik menyiapkan sesuatu. Hari ini Ia akan
melamar bidadari hatinya, Kim So Eun.
Kim Bum mengajak So eun ke suatu tempat. Dengan menggunakan gitar,, kim bum
mengungkapkan isi hatinya lewat sebuah lagu.
It came over me in a rush
When I realized that I love you so much
That sometimes I cry, but I cant tell you why
why I feel what I feel inside How I try to express what’s been troublin’ my mind
But still can’t find the words
But I know that something’s got a hold of me
Baby, some day I’ll find a way to say
just what you mean to me
But if that day never comes along
and you don’t hear this song
I guess you’ll never know that…
And when I say inside, I mean deep
You fill my soul with something I can’t explain
It’s over me
Selesai bernyanyi,, Kim Bum mendekat ke arah So Eun dan berkata “Would you marry
me?…”
So eun menatap Kim dengan lembut dan menganggukan kepalanya
Kim Bum seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya dan bertanya “Jinca?…”
So eun menjawab dengan penuh keyakinan “Ne…”
Atmosfer kebahagiaan menyelimuti keduanya.
Hari-hari berikutnya mereka disibukan dengan persiapan pernikahan. Dari mulai
penentuan tanggal,, pemesanan dan fitting baju pengantin,, booking lokasi pernikahan,,
mengurusi catering makanan,, menyebar undangan,, dan sebagainya. Itu semua mereka
lakukan bersama,, Kim Bum dan So eun tidak ingin menggunakan jasa wedding
organizer,, sehingga semuanya mereka urus bareng-bareng,, tentunya dibantu juga oleh
kedua keluarga dan sahabat-sahabatnya yang tak lain adalah Lingkaran Cahaya dan
Barisan 8. Dan Lucunya,, pada saat So eun sedang fitting baju pengantin,, Lingkaran
Cahaya juga sempet merasakan mengenakan gaun pengantin walaupun hanya sebentar.
Ini foto-foto mereka.
Hanya Min Ji dan Ji Yun dan JI Hyun yang tidak mencoba mengenakan gaun pengantin.
Mereka bilang mereka belum siap.
************
Pagi yang cerah. pagi yang menginspirasi. melangkah kaki dengan segenap harap
menyambut indahnya hari. Senyuman tulus terpancar dari wajah Pria tampan dan wanita
cantik yang tak lain adalah Kim Bum dan So eun. Hari ini, mereka akan melangsungkan
pernikahan mereka dimana pengucapan janji pernikahan itu akan dilakukan di antara
awan-awan. Kim Bum dan So eun sedang bersiap untuk menaiki balon udara yang akan
menjadi saksi dari bersatunya dua hati dalam sebuah janji suci pernikahan. Keluarga Kim
Bum dan So eun,, teman-teman semasa SMA dan kuliah dan tak lupa sahabat-sahabat
mereka yaitu Lingkaran Cahaya dan Barisan 8 turut menyaksikan upacara pernikahan itu.
Semua yang hadir diliputi perasaan haru dan bahagia. Kini, Kim Bum telah resmi
menjadi suami Kim So eun begitupun sebaliknya, So eun telah resmi menjadi istri dari
Kim Sang Bum.
Acarapun berlanjut. Para tamu undangan dihibur dengan adanya Bintang tamu. Sebuah
band yang cukup terrenal di Korea, C.N Blue yang membawakan lagu-lagu bertemakan
cinta.
(Love Light) geudael bomyeon eolguri ppalgaejigo
geudael bomyeon gaseumi dugeundugeun
aicheoreom sujupge malhago
geudael bomyeon gwaensiri useumi na
ba bocheoreom jakkuman geurae
ama naege sarangi on geot gata President
geudaeneun nae maeum sogui President
nae gaseumui byeol sunochi
I’m Genie for you Girl
nae sumeul meotge haji
geudaega wonhaneun geon da
neoreul saranghanikka
You know
nae sarange iyuneun eobtjanha You know
Darling
geudaeneun Darling
bam haneul byeolbitboda areumdawoyo
nae mamsok gipeun goseseo banjjakgeorineun
na manui sarang bit
Darling
geudaereul saranghaeyo Darling
eonjena nae gyeoteseo bicheul naejwoyo
maeil bam barabogo
barabwado areumdawoyo
geudaen naui sarang bit
geudael bomyeon gureumeul naneun gibun
yuchihaedo jakkuman geurae
ama naege sarangi on geon gabwaDarling
geudaeneun Darling
bam haneul byeolbitboda areumdawoyo
nae mamsok gipeun goseseo banjjakgeorineun
na manui sarang bit Darling
geudaereul saranghaeyo Darling
eonjena nae gyeoteseo bicheul naejwoyo
maeil bam barabogo
barabwado areumdawoyo
geudaen naui sarang bitLovely
geudaeneun Lovely
jeo haneul haessalboda nuni busyeoyo
nae mamsok eodun gotkkaji barkge bichuneun
namanui sarang bit Lovely
geudaereul saranghaeyo Lovely
du nuneul gamabwado geudae boyeoyo
ireoke barabogo
barabwado nuni busyeoyo
geudaen naui sarang bich
Translation:
when I look at you my face gets red
when I see you my heart goes thump thump
I talk with shyness like a kid
when I look at you I just smile out of nowhere
like a fool I keep doing that
I think love came to me
You’re the president of my heart
You’re my chests’ star embroider
I’m Genie for you girl
You make me stop breathing
whatever you want
because I love you
There’s no reason for my love you know
you’re a darling
you’re more beautiful than the stars above in the night sky
the shining thing deep inside my heart
my own love light
I love you darling
give me light next to me whenever
every night I look at you
and you’re beautiful even when I look at you
you’re my love light
when I see you I feel like I’m up on the clouds
It may be immature but i keep doing this
I think love came to me
you’re a darling
you’re more beautiful than the stars above in the night sky
the shining thing deep inside my heart
my very own love light
I love you darling
give me light next to me whenever
every night I look at you
and you’re beautiful even when I look at you
you’re my love light
you’re lovely
you’re more blinding than the sunlight up in that sky
you shine the dark places inside my heart
my own love light
I love you lovely
even if I close my eyes I see you
looking at you like this
you’re still blinding even when I see you
you’re my love light
Lingkaran Cahaya dan Barisan 8 telah menyiapkan sebuah piala bergilir. Yang pertama
kali memegang piala tersebut tentu saja Kim Bum dan So eun karna mereka adalah
pasangan yang menikah pertama kali diatara barisan 8 dan lingkaran cahaya.
Resepsi pernikahan itu selesai pada sore hari. Kim Bum dan So eun diantar oleh kedua
orangtua mereka ke sebuah hotel yang sudah dipersiapkan khusus untuk pengantin baru.
Sesampainya di hotel
”Gimana pengantin baru, kalian sudah siap?..”tanya Tuan Kim
Kim Bum dan So eun tidak menjawab kecuali dengan senyuman.
”Baiklah… Kim Bum, So eun.. kalian berbahagilah malam ini. Kami tidak akan lama-
lama disini. Kami pamit dulu”ucap Tuan Kim sambil beranjak pergi diikuti oleh Nyonya
Kim dan kedua orangtuan So eun.
Kini.. tinggal Kim Bum dan So eun dalam ruangan itu. Mereka menjadi salah tingkah.
Wajah So eun merona. Tubuh kim bum mendadak panas dingin. Mereka sama-sama
canggung mau berbuat apa.
”Aku mau mandi dulu…”ungkap Kim Bum. So eun masih berdiri tak jauh dari Kim Bum
dengan wajah menunduk. Kim Bum bergerak mendekati So eun dan menggandeng
tangannya
”Bagaimana kalo qt mandi bersama saja..”ungkap Kim Bum
So eun terlihat terkejut, namun Kim Bum segera berkata ”ehehehehe.. aku bercanda
sayaaangg”
Kim Bum melepas jas dan kemeja yang dikenakannya. So eun terlihat memejamkan
matanya. Kim Bum bertanya ”Yeobo..Kau kenapa?…” bukankah kita sudah resmi
menjadi suami istri, kenapa harus malu?..” Lalu, Kim Bum mengecup kening So eun
berkali-kali. So eun membuka matanya dan langsung memeluk Kim Bum. Air mata
meleleh di pipinya. Kim bum mengelus kepala So eun dan menyeka air mata yang
meleleh di pipinya. ”Kim Bum… aku mencintaimu..” So eun mengucapkannya dengan
penuh kesungguhan.
Aku juga mencintaimu… istriku sayaaang…”jawab kim bum sambil perlahan mengecup
kening so eun dengan penuh cinta. Ini untuk pertama kalinya Kim Bum mengecup kening
seorang wanita. Suasana begitu indah.
”Kecupan pertama tak kan pernah kulupa”ungkap So eun
Kim Bum tersenyum. Hatinya sangat bahagia. Kim Bum segera beranjak menuju kamar
mandi. ”Aku mandi duluan yaaa..”
So eun menganggukan kepalanya. Setelah Kim Bum selesai,, barulah So eun mandi.
Mereka berdua kini sedang memandang langit dari balik kaca hotel. Terlihat kerlap-kerlip
lampu di luar sana. Mula-mula Kim Bum dan So eun duduk biasa. Kemudian Kim Bum
beranjak dari tempat duduknya dan seperti sedang mengambil sebuah buku. Lalu Kim
Bum menyerahkan buku itu pada So eun ”Ini… bacalah… itu adalah ungkapan hatiku
pada saat aku sedang dalam masa pencarian tulang rusukku yang hilang”.
”Tunggu sebentar… aku juga punya sesuatu yang ingin aku perlihatkan padamu..” So eun
bergegas mengambil buku diary birunya dan memberikannya pada Kim Bum ”Kau baca
ini yaaa…”
Mereka berduapun membaca kata demi kata yang tertulis di buku itu. Hingga akhirnya,
mereka dapat mengetahui bagaimana perasaan masing-masing. Setelah selesai membaca,
So eun menyandarkan kepalanya ke bahu Kim Bum. Kim Bum menarik tubuh So eun
untuk rebahan di dadanya. Kim Bum dengan bebas membelai-belai rambut So eun dan
memeluknya. Di langit sana bintang kedap-kedip seperti mengerling cemburu pada
mereka. Sambil memandang keindahan malam,, Kim Bum meminta So eun bercerita
tentang kehidupannya. So eun pun mulai bercerita dengan antusiasnya. Ketika So eun
telah selesai bercerita, Kim Bum bertanya ”Jam berapa sekarang sayang?..”
”Mungkin jam dua belas”jawab So eun
“Sudah malam… sudah waktunya qt untuk….”ungkap Kim Bum sembari mengedipkan
matanya.
“Untuk apa?..”Tanya So eun pura-pura tak tau.
Kim Bum mengajak So eun masuk ke kamar pengantin yang semerbak wangi. Mereka
berdua telah berada di tepi ranjang. Kim Bum dengan puas menikmati keelokan wajah So
eun. “So eun… kau cantik sekali.. memandang wajahmu sangat menyenangkan”ungkap
Kim Bum
So eun tersenyum sambil melingkarkan kedua tangannya ke leher Kim Bum.
“Kim Bum.. kau pria terbaik yang pernah kutemui. Berharap kaulah cinta pertama dan
terakhirku. *kek lagunya sherina* Aku punya sebuah pusisi untukmu. Maukah kau
mendengarnya?..”
Kim Bum menganggukan kepala. Kim Bum memperhatikan dengan seksama apa yang
akan diucapkan So eun. Namun, So eun malah terdiam lama sekali lalu tersenyum. Kim
Bum gemas dibuatnya.
Apa yang terjadi selanjutnya?…. eng… ing… eng… *sensor*
Udahan ya mates…
Ceritanya segini aja…
Pesan singkat dari autor : Semoga FFquwh ini bisa memberikan kesan untuk kalian
semua,, karna aku hanya berusaha menuliskan apa yang kulihat,, kudengar,, dan
kurasakan…
Mianhamnida jika ada kata-kata yang kurang berkenan…
Kuucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya untuk orang-orang yang telah dengan setia
membaca dan memberikan komentar untuk FFquwh ini…