FENOMENA HUJAN ES

Document Sample
FENOMENA HUJAN ES Powered By Docstoc
					                      HUJAN LEBAT, ANGIN KENCANG, BADAI
                           Oleh : Drs. Achmad Zakir, AhMG



1.   Hujan Lebat, Angin Ribut, dan Hujan Es

          Fenoma cuaca seperti hujan es, angin kencang yang dikategorikan angin putting
     beliung/leysus/angin puyuh serta issu Badai menerjang kawasan Indonseia, fenomena
     cuaca tersebut sebenarnya bukan fenomena cuaca yang baru terjadi atau fenomena cuaca
     yang aneh, karena fenomena ini biasa terjadi di Indonesia. Masih segar ingatan kita
     beberapa bulan atau minggu yang lalu, seperti d
          i daerah pacitan, ngawi, taman mini, cileduk, Krawang, Tegal, Madiun, dan
     beberapa tempat di Sumatera, dan daerah lainnya, bahkan beberapa tahun lalu di Jakarta
     Pusat pernah dihebohkan dengan adanya angin kencang dapat menghempaskan pesawat
     helikoper, jadi fenomena ini sudah pernah terjadi, hanya kejadiannya mempunyai
     frekuensi yang jarang.
          Sementara hujan lebat atau deras yang biasa terjadi setiap tahun sebenarnya
     fenomena cuaca yang umum terjadi, bahkan dari tahun ketahun hujan lebat selalu ada,
     apakah disaat musim penghujan, musim peralihan sekalipun dimusim kemarau,
     ringkasnya hujan lebat tidak mempunyai siklus teratur, kesemuanya itu tergantung
     sirkulasi udara yang sedang terjadi, wallahu alam !
          Angin Putting beliung adalah angin kencang, tapi angin kencang belum tentu
     dikatakan angin putting beliung, tergantung kecepatan angin yang menyertainya, angin
     putting beliung kejadiannya singkat antara 3- 5 menit setelah itu diikuti angin kencang
     yang berangsur-angsur keceptannya melemah, sedangkan angin kencang dapat
     berlangsung lebih dari 30 menit bahkan bisa lebih dari satu hari dengan kecepatan rata-
     rata 20 – 30 knot, sementara puting beliung biasa kecepatannya dapat mencapai 40 – 50
     km/jam atau lebih dengan durasi yang sangat singkat dan tidak sama dengan fenomena
     Badai yang sering melanda di negara Amerika, Australia, filipina, Jepang, Kore maupun
     China.


          Fenomen ini biasanya terjadi pada saat musim peralihan atau pada saat cuaca/hujan
     di musim hujan yang hujannya masih banyak terjadi pada siang atau malam hari, karena

                                                                                          1
       memang fenomenanya selalu terjadi setelah lepas pukul 13.00 – 17.00 namun demikian
       tidak mentup kemungkinan dapat terjadi pada malam hari.


            Hujan Es+ Angin putting beliung berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-
       lapis (CB) dekat dengan permukaan bumi, dapat juga berasal dari multi sel awan , dan
       pertumbuhannya secara vertical dengan luasan area horizontalnya sekitar 3 – 5 km dan
       kejadiannya singkat berkisar antara 3 - 5 menit atau bisa juga 10 menit tapi jarang, jadi
       wajar kalau peristiwa ini hanya bersifat local dan tidak merata, jenis awan berlapis lapis
       ini menjulang kearah vertical sampai dengan ketinggian 30.000 feet lebih, Jenis awan
       berlapis-lapis ini biasa berbentuk bunga kol dan disebut Awan Cumulo Nimbus (CB)




Bagaimana mengetahui adanya hujan es/angin puting beliung ?

            Karena sifatnya yang lokal , luasannya kurang dari 10 km maupun durasinya yang
sangat singat maka jika kita menggunakan model cuaca dengan grib 0,75 derajat (82,5 km),
maka mempunyai perbandingan 1 : 8, kecuali kita mempunyai meso scal dengan domain yang
sangat kecil kurang lebih 10 km, namun demikian fenomena tersebut sangat perlu diketahuia
oleh kita yang ada diluar rumah, seperti :
   -    lebih sering terjadi pada peralihan musim kemarau ke musim hujan
   -    lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, tapi terkadang pada malam hari
   -    satu hari sebelumnya udara pada malam hari- pagi hari udaranya panas/pengap/sumu’
   -    sekitar pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan cumulus (awan berlapis-lapis), diantara
        awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna
        abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol
   -    tahap berikutnya adalah awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi hitam gelap
   -    perhatikan pepohonan disekitar tempat kita berdiri, apakah ada dahan atau ranting yang
        sudah bergoyang cepat, jika ada maka hujan dan angin kencang sudah akan datang
   -    terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri
   -    biasanya hujan pertama kali turun adalah hujan tiba-tiba dengan deras, apabila hujan
        nya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari lingkungan kita berdiri




                                                                                               2
     -    Terdengar sambaran petir yang cukup keras, apabila indikator tersebut dirasakan oleh
          kita maka ada kemungkinan hujan lebat+petir dan angin kencang akan terjadi
     -    Jika 1 atau 3 hari berturut –turut tidak ada hujan pada musim penghujan, maka ada
          kemungkinan hujan deras yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang
          masuk dalam kategori puting beliung maupun tidak.


Dampak kerusakan yang ditimbulkan angin puting beliung
     -    Biasanya hanya menghantam rumah semi permanent atau rumah yang beratap
          seng/asbes maupun pelepah daun nipah serta rumah bedeng
     -    atap rumah berterbangan
     -    Pohon yang rapuh


Antisipasi                                                                                      :

              o Jika terdapat pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh agar segera ditebang
                  untuk mengurangi beban berat pada pohon tersebut
              o Perhatiakan atap rumah yang sudah rapu, karena pada rumah yang rapuh sangat
                  mudah sekali terhempas, sedangkan pada rumah yang permanent kecil
                  kemungkinan terhempas.
              o Cepat berlindung atau menjauh dari lokasi kejadian, karena peristiwa fenomena
                  tersebut sangat cepat



2.       Badai

         Badai Tropis (typhoon atau Tropical Cyclone) adalah pusaran angin kencang dengan
         diameter s/d 200 km/jam dan berkecepatan > 200 km/jam serta mempunyai lintasan
         sejauh 1000 km.


         Badai Tropis tumbuh pada lautan bebas dengan suhu laut sekitar 27 oC, dan akan
         melemah ketika didaratan, badai tropis begerak menuju lintang tinggi (menjauhi ekuator),
         karena itu topan atau badai tropis France,Daryl, Jim dlsb, tidak mungkin sampai ke
         Indonesia, karena Indonesia berada pada lintang 11 oLU – 6 oLS



                                                                                               3
    Di Indoensia sendiri tidak mungkin menjadi daerah lintasan Badai seperti Amerika, Cina,
    Jepang dan Filipina, melainkan hanya pengaruh atau efek tidak langsung, apabila ada
    badai tropis yang tumbuh dekat dengan perairan Indonesia, seperti :
            Pada saat musim kemarau, Badai Tropis tumbuh disekitar utara perairan Papua
               Nugini dan bergerak kearah Filipina dan Korea/Jepang, biasanya daerah yang
               terpengaruh adalah sekitar Sulawesi Utara, dan Papua Nugini
            Pada saat musim Hujan, badai tropis tumbuh disekitar peariaran Laut Timor
               atau Teluk Carpentaria dan bergerak kerah Barat atau Barat Daya, daerah yang
               dipengaruhinya adalah NTT, NTB, Jawa, Bali dan Sumatera Selatan.

    Kecepatan angin dari 10 – 34 knot tidak termasuk disebut Badai tapi merupakan bibit
    badai, atau angin kencang, lebih dari 34 knot barulah disebut Badai dengan pemberian
    nama oleh negara yang diberi tanggung jawa oleh Badan Meteorologi Dunia, untuk
    wilayah Indonesia yang berwenang memberi nama adalah Australia, sementara Indonesia
    baru kan diberi tanggungjawa pada awal tahun 2007 khus Badai yang tumbuh pada lintan
    0 – 10 derajat Lintang Selatan, 90 – 120 Bujur Timur.

    Badai Tropis yang tumbuh dekat dengan perairan Indonesia tidak mutlak selalu
    menimbulkan hujan, lebat, dan angin tergantung dari intensitas badai itu sendiri dan faktor
    sirkulasi udara di wilayah Indonesia. Terkadang ketika ada inidkasi tumbuh badai
    berberapa wilayah cuacanya akan cenderung memburuk, tapi ketika Badai itu matang atau
    sdudah diberi nama, justru tidak berpengaruh apa-apa terhadap pola cuaca, tapi ketika
    badai tersebut menjauhi atau melemah justru cuaca di Indoensia bagian selatan cenderung
    memburuk, namun itu semua tergantung dari sirkulasi udara yang terjadi, karena
    adakalanya ketika badai terjadi cuaca di Indoensai bagian selatan justru cenderung
    memburuk, Jadi sekali lagi bahwa Badai itu tidak selama membentuk cuaca buruk di
    Indonesia, itu semuanya yang tahu adalah prakirawan yang berpengalaman dan qualified,
    memahami seluk beluk sirkulasi udara, tidak hanya sekedar melihat gejala badai lantas
    menyimpulkan badai ancam Indonesia, apalagi Badai itu dijadikan untuk meresahkan
    masyarakat.

\



                                                                                             4
Perbedaan Badai Tropis bernama dan Putting Beliung

                           Badai Tropis                    Gusty / Squall / Putting Beliung
Krtietria
                           Selalu dilaut, diatas lintang 10
Daearah tumbuhnya                                           Sering didarat
                           derjat LU/LS
                           Selatan Ekuator Indonesia
                           Desember – April, Utara
Periode Ulang                                               Tidak tentu
                           Ekuator Indonesia Mei –
                           Nopember
Arah Gerakan               Menjauhi lintang Indonesia      Tergantung arah gerakan angin
                                                           Lebih sering terjadi pada siang atau
Waktu terjadinya           Tidak tentu
                                                           sore hari
                           Minimum 35 knots (63
Kecepatan Angin            km/jam), bisa lebih dari 90 30 – 40 knots, durasi sangat singkat
                           knots
Lamanya                    1 – 3 hari                  Maksimum 5 menit
                                                      Hanya atap rumah dan tiang atau
Sifat                      Kerusakan yang hebat       pohon yang tinggi , rimbun dan
                                                      rapuh tumbang
Luas daerah yang rusak     200 km                     5 – 10 km


Cuaca yang bersifat mendadak seperti adanya hujan es, angin kencang + hujan lebat tiba-tiba
serta petir biasanya terjadi disaat awal peraliahan atau pancaroba dari musim kemarau ke
musim hujan namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi disaat musim hujan. Cuaca yang
bersifat mendadak bukan berarti tidak dapat diprediksi akan tetapi sulit diperkirakan, karena
periode proses pertumbuhannya sangat cepat, dengan demikian sangat sulit menentukan dimana
dan kapan akan terjadi hujan lebat+es+angin kencang, sehingga masyarakat perlu tanda-tanda
seperti yang diuraikan diatas.



DIMANA SAJA ?

Wilayah yang akan memeasuki musim pancaroba dapat dipastikan akan mengalami hujan
lebat+angina kencang yang bersifat local, namun tidak menutup kemungkinan dimusim hujan
juga akan terjadi angina putting beliung, pada saat musim penghujan biasanya terjadi jika 2 – 3
hari berturut-turut tidak terjadi hujan bahkan sebaliknya cuaca cukup cerah.Suatu daerah sudah




                                                                                              5
mengalami putting beliung kecil kemungkinan akan terjadi angin putting beliung susulan.
Berikut beberapa daerah yang berpotensi terjadinya Puting beliung :



NANGGROE ACEH DARUSSALAM ( NAD ), dan SUMATERA
 NO                     Wilayah                            Perkiraaan (antara)
       Pantai Barat Aceh, Aceh bagian selatan
 1                                                      Nop – Awal Des
       dan timur
       Bengkulu Utara bagian barat, Musi Banyu
 2     Asin bagian barat, Tanjung Jabung bagian         Nop- Awal Des
       barat
 3     Lampung bagian Barat                             Nop – Awal Des
       Lampung Tengah bagian utara, Lampung
 4                                                      Nov – akhir Nov
       Utara
       Lampung Selatan bagian timur, Lampung            Pertengahn Nov – Awal
 5
       Timur, Kodya Metro                               Des
       Lampung Selatan bagian barat, Lampung            Akhir Nop – pertengahn
 6
       Tengah bagian utara                              Des



BANTEN, DKI JAKARTA DAN JAWA BARAT
 No                       Wilayah                           Prakiraan (antara)
                                                        Awal Nov –pertengahn
 1     Pandeglang bagian barat
                                                        Des
       Pandeglang bagian utara, Serang bagian
 2     barat, Lebak bagian barat, Pandeglang Awal Nov – akhir Nov
       bagian timur, Serang bagian barat daya
       DKI Jakarta bagian utara, Bekasi bagian
       tengah, Kodya Tangerang, Karawang
 3                                                Awal Des – akhir Des
       bagian barat laut, Tangerang bagian utara,
       Serang bagian utara

       DKI Jakarta bagian selatan, Bekasi bagian
 4                                               Nop _ akhir Des
       selatan, Kotif Depok, Tangerang bagian
       selatan, Serang bagian timur

 5     Bekasi bagian utara, Karawang                    Akhir Nop - pertengah Des
       bagian utara
       Indramayu bagian barat laut, Karawang            Pertengahan Nop – Awal
 6
       bagian timur, Subang bagian utara                Des
       Lebak bagian tenggara, Sukabumi bagian
                                                        Pertengahan Nop – Awal
 7     barat, Sukabumi bagian utara, Kodya
                                                        Desember
       Sukabumi, Lebak bagian timur, Sukabumi


                                                                                     6
     bagian selatan, Cianjur bagian barat,
     Sukabumi bagian timur, Cianjur bagian
     timur,
     Bandung bagian utara, Cianjur bagian
                                                  Pertengahan Nop – Akhir
8    utara,    Purwakarta    bagian    selatan,
                                                  Nop
     Bandung bagian barat
     Karawang bagian selatan, Purwakarta          Pertengahan Nop – Akhir
9
     bagian utara, Subang bagian barat daya       Nop
     Bekasi bagian selatan, Karawang bagian
     tengah, Subang bagian barat, Indramayu       Pertengahan Nop – Akhir
10
     bagian barat, Subang bagian timur,           Nop
     Indramayu bagian utara
     Cirebon bagian barat, Indramayu bagian       Pertengahan Nop – Akhir
11
     timur, Kuningan bagian utara, Majalengka     Nop
     Indramayu bagian selatan, Majalengka         Pertengahan Nop – Akhir
12
     bagian utara, Sumedang bagian timur laut     Nop
     Subang bagian tenggara, Sumedang             Pertengahan Nop – Akhir
13
     bagian utara                                 Nop
     Bandung bagian timur, Kodya Bandung,
                                                  Pertengahan Nop – Akhir
14   Sumedang bagian barat, Subang bagian
                                                  Nop
     selatan
     Garut bagian utara, Sumedang bagian
                                                  Pertengahan Nop – Akhir
15   timur, Majalengka bagian
                                                  Nop
     barat daya
     Bandung bagian selatan, Garut bagian
16                                                Awal Nop - akhir Nop
     barat
     Garut bagian utara, Tasikmalaya bagian
17                                                Awal Nop - akhir Nop
     utara, Majalengka bagian selatan
     Ciamis bag. barat, Cianjur bag. selatan,
     Garut bagian selatan, Tasikmalaya bagian
     selatan, Ciamis bagian barat, Tasikmalaya
18   bagian utara, Ciamis bag. utara, Cilacap     Awal Nop - akhir Nop
     bag. utara, Kuningan bagian selatan,
     Cirebon bagian selatan, Kuningan bagian
     tengah, Majalengka bagian timur
     Brebes bagian utara, Cirebon bagian          Pertengahan Nop - Awal
19
     utara, Kodya Tegal, Tegal bagian utara       Des
     Ciamis bagian timur, Cilacap bagian
20                                                Awal Nop - akhir Nop
     tengah




                                                                            7
JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
                                                         Prakiraan
No                    Wilayah
                                                          (Antara)
     Ciamis bag. utara, Cilacap bag. utara,
     Kuningan bagian selatan, Ciamis bagian
     timur, Cilacap bagian tengah, Cilacap
53                                                Awal Nop – akhir Nop
     bagian selatan, Kebumen bagian barat,
     Cirebon bagian selatan, Kuningan bagian
     tengah, Majalengka bagian timur
     Brebes bagian utara, Cirebon bagian          Pertengahan Nop – Awal
55
     utara, Kodya Tegal, Tegal bagian utara       Des
     Banjarnegara     bagian     barat    daya,
58   Banyumas bagian selatan, Cilacap bagian      Awal Nop – akhir Nop
     tengah, Purbalingga bagian selatan
     Brebes bagian tengah, Cirebon bagian
59   tenggara, Kuningan bagian timur, Tegal       Awal Nop – akhir Nop
     bagian barat
     Brebes bag. selatan, Pemalang bag. barat,
60   Tegal bagian selatan, Purbalingga bagian     Awal Nop – akhir Nop
     utara
     Banjarnegara bagian barat, Banyumas
     bagian utara, Pekalongan bagian selatan,
61                                                Awal Nop – akhir Nop
     Pemalang bagian selatan, Purbalingga
     bagian selatan
     Batang bagian barat dan tengah,
     Pekalongan bagian tengah, Pemalang
     bagian tengah, Batang bagian utara,
     Kodya Pekalongan, Pekalongan bagian
62                                                Awal Nop – akhir Nop
     utara, Pemalang bagian utara,
     Tegal bagian utara, Batang bagian timur,
     Kendal bagian barat, Temanggung bagian
     utara, Wonosobo bagian utara
     Batang bagian utara, Kendal bagian utara,
                                                  Pertengahan Nov – Awal
65   Demak bagian barat dan selatan, Kodya
                                                  Des
     Semarang
     Demak bagian selatan, Semarang bagian
     utara, Grobogan bagian barat, Kendal
66   bagian timur, Kendal bagian selatan,         Awal Nop – akhir Nop
     Temanggung bagian tengah, Magelang
     bagian barat, Wonosobo bagian utara
     Banjarnegara bagian timur, Batang bagian
     selatan,   Wonosobo       bagian    utara,
     Banjarnegara bagian selatan, Banyumas
68   bagian timur, Magelang bagian barat,         Awal Nop – akhir Nop
     Purbalingga bagian selatan, Purworejo
     bagian utara, Temanggung bagian barat
     daya, Wonosobo bagian selatan

                                                                           8
     Bantul bagian selatan, Kebumen bagian
     selatan, Gunung Kidul bagian barat daya, Pertengahan Nop – awal
70
     Purworejo bagian selatan, Kulon Progo Des
     bagian selatan

     Kebumen bagian timur, Kulon Progo
     bagian barat, Purwerejo bagian Tengah,
     Kodya Magelang bagian barat, Magelang
71   bagian barat, Kulon Progo bagian utara, Awal Nop – akhir Nop
     Purworejo bagian utara, Sleman bagian
     barat

     Boyolali tengah, Karanganyar bag. selatan,
     Kodya Magelang bag. timur, Magelang
73                                              Awal Nop – akhir Nop
     bag. utara, Salatiga bag. utara, Sleman
     bag. utara, Temanggung bag. Timur

     Boyolali bagian barat, Salatiga bagian
     selatan,Bantul bagian utara, Sleman,
                                             Pertengahan Nop – Awal
74   Klaten, Boyolali bagian selatan, Gunung
                                             Des
     Kidul bagian utara, Kodya Yogyakarta,
     Kulon Progo bagian tengah

     Boyolali bagian timur, Karanganyar bagian
     selatan,    Grobogan     bagian    selatan,
76                                                 Awal Nop – akhir Nop
     Surakarta bagian utara, Wonogiri bagian
     utara, Ngawi bagian barat
     Karanganyar bagian utara, Sragen bagian
77                                                 Awal Nop – akhir Nop
     selatan
     Demak bagian timur, Kudus bagian
     selatan, Grobogan bagian Tengah, Pati
     bagian selatan, Demak bagian timur laut,
78   Kudus bagian utara, Jepara bagian             Awal Nop – akhir Nop
     selatan, Pati bagian selatan, Demak bag.
     utara, Pati bagian tengah, Jepara bagian
     utara
     Gunung Kidul bagian tengah dan selatan,
     Sukoharjo bagian selatan, Wonogiri bagian
81   tengah, Blitar bagian selatan, Pacitan        Awal Nop – akhir Nop
     bagian selatan, Tulungagung bagian
     selatan, Trenggalek bagian selatan
     Magetan bagian selatan, Pacitan bagian
     utara,    Ponorogo      bagian     tengah,
                                                   Pertengahan Nop – Awal
85   Trenggalek bagian utara, Tulungagung
                                                   Des
     bagian barat, Kediri bagian barat,
     Tulungagung bagian utara, Ponorogo


                                                                            9
     bagian timur laut
                                                  Pertengahan Nop – awal
86
                                                  Des
     Blora bagian selatan, Karanganyar bagian
     timur, Bojonegoro bagian selatan, Magetan    Pertengahan Nop – awal
87
     bagian tengah, Madiun, Ngawi bagian          Des
     timur,
     Blora bagian tengah, Tuban bagian
88                                                Awal Nop – akhir Nop
     selatan, Bojonegoro bagian utara
     Blora bagian utara, Rembang, Tuban
89                                                Awal Des – akhir Des
     bagian utara
     Boyolali bagian timur, Karanganyar bagian
     selatan,    Grobogan     bagian   selatan,
76                                                Awal Nop – akhir Nop
     Surakarta bagian utara, Wonogiri bagian
     utara, Ngawi bagian barat
     Karanganyar bagian utara, Sragen bagian
77                                                Awal Nop – akhir Nop
     selatan
     Demak bagian timur, Kudus bagian
     selatan, Grobogan bagian Tengah, Pati
     bagian selatan, Demak bagian timur laut,
     Kudus bagian utara, Jepara bagian
78   selatan, Pati bagian selatan, Demak bag.     Awal Nop – akhir Nop
     utara, Pati bagian tengah, Jepara bagian
     utara, Pati bagian timur, Grobogan bagian
     timur

     Gunung Kidul bagian tengah dan selatan,
                                                  Pertengahan NoI – awal
83   Sukoharjo bagian selatan, Wonogiri
                                                  Des
     bagian tengah
     Blitar bagian selatan, Pacitan bagian
                                                  Pertengahan Nov – awal
84   selatan, Tulungagung bagian selatan,
                                                  Des
     Trenggalek bagian selatan
     Magetan bagian selatan, Pacitan bagian
     utara,    Ponorogo     bagian     tengah,    Pertengahan Nop – awal
85
     Trenggalek bagian utara, Tulungagung         Des
     bagian barat
     Kediri bagian barat, Tulungagung bagian      Pertengahan Nop – awal
86
     utara, Ponorogo bagian timur laut            Des
     Blora bagian selatan, Karanganyar bagian
     timur,   Bojonegoro     bagian    selatan,
                                                  Pertengahan Nop – awal
87   Magetan bagian tengah, Madiun, Ngawi
                                                  Des
     bagian timur

     Blora bagian tengah, Tuban bagian
     selatan, Bojonegoro bagian utara, Blora
88                                           Awal Nop – akhir Nop
     bagian utara, Rembang, Tuban bagian
     utara

                                                                           10
89                                                 Awal Des – akhir Des
      Gresik bagian utara, Kodya Surabaya,
                                                   Akhir Nop – pertengahan
90    Tuban bagian timur, Lamongan bagian
                                                   Des
      utara
      Gresik bagian selatan, Lamongan bagian
      selatan, Jombang bagian tengah dan
91    utara, Mojokerto bagian utara, Nganjuk       Awal Nop – akhir Nop
      bagian tengah,
      Sidoarjo bagian barat
      Jombang bag. tenggara, Malang bagian
92    utara, Mojokerto bagian selatan, Pasuruan    Awal Nop – akhir Nop
      bagian barat
      Blitar bagian utara, Kediri bagian tengah,
93    Malang bagian barat laut, Nganjuk bagian     Awal Nop – akhir Nop
      timur, Tulungagung bagian timur
      Blitar bagian timur laut, Kediri bagian
                                                   Pertengahan Nop – awal
94    tenggara
                                                   Des
      Blitar bagian timur, Malang bag. tengah,
      Kodya Malang bagian selatan, Pasuruan
      bag. Selatan, Lumajang bagian barat,
      Malang bagian selatan, Lumajang bagian
95    barat daya, Jember bagian barat daya,        Awal Nop – akhir Nop
      Lumajang bagian timur, Jember bagian
      barat laut, Jember bagian barat, Jember
      bagian tengah, Bondowoso bagian barat,
      Jember bagian timur laut
      Banyuwangi bagian barat laut, Jember
                                                   Pertengahan Nop – awal
103   bagian timur, Bondowoso bagian tengah,
                                                   Des
      Situbondo bagian barat
      Pasuruan bagian tengah dan utara,
      Sidoarjo bagian timur, Kodya Pasuruan,       Pertengahan Nop – awal
104
      Pasuruan bagian tenggara, Probolinggo        Des
      bagian barat
      Pasuruan bagian timur, Probolinggo
106                                                Awal Des – akhir Des
      bagian utara
      Bondowoso bagian Barat, Probolinggo
107   bagian selatan, Banyuwangi bagian barat,     Awal Nop – akhir Nop
      Jember bagian selatan

    Bondowoso bagian barat laut, Probolinggo
    bagian tengah, Bondowoso bagian utara, Akhir Nop – pertengahan
108
    Situbondo bagian tengah, Banyuwangi Des
    bagian utara, Situbondo bagian timur,
    Sekitar Gunuing Ijen-Banyuwangi
                                             Pertengahan Nop – awal
113
                                             Des

                                                                             11
    Bangkalan bagian selatan, Bangkalan
                                         Pertengahan Nop – awal
114 bagian barat dan tengah, Pamekasan
                                         Des
    bagian barat
    Sampang bagian tengah, Pamekasan
    bagian tengah, Sampang bagian timur,
116 Bangkalan bagian utara, Pamekasan Awal Nop – akhir Nop
    bagian Utara, Sumenep bagian tengah
    dan timur, Banyuwangi bagian timur,




NUSA TENGGARA BARAT
                                                        Prakiraan
No                    Wilayah
                                                         (Antara)
                                                 Pertengahan Nop – awal
134 Lombok Barat bagian barat,
                                                 Des
      Lombok Barat bagian selatan, Lombok
135                                              Awal Nop – akhir Nop
      Tengah bagian barat daya
      Lombok Barat bagian selatan, Lombok
136                                              Awal Nop – akhir Nop
      Tengah bagian barat
      Lombok Barat bagian tengah, Lombok
137                                              Awal Nop – akhir Nop
      Tengah bagian utara
      Lombok Barat bagian utara, Lombok Timur    Pertengahan Nop – awal
138
      bagian barat laut                          Des
      Lombok Tengah bagian timur, Lombok
                                                 Pertengahan Nop – awal
139   Timur bagian tengah, Lombok Timur
                                                 Des
      bagian utara
      Lombok Tengah bagian tengah, Lombok
140                                              Awal Nov – akhir Nop
      Timur bagian barat daya

      Lombok Tengah bagian tenggara, Lombok
141                                         Awal Nop – akhir Nop
      Timur bagian selatan

      Sumbawa bagian barat,, timur dan selatan   Pertengahan Nop – awal
142
                                                 Des
    Sumbawa bagian utara, Bima bagian barat
    daya, Bima bagian utara, Dompu bagian
146 utara, Bima bagian selatan, Bima bagian Awal Des – akhir Des
    tengah, Bima bagian timur, Dompu bagian
    selatan, Sumbawa bagian timur




                                                                          12
SULAWESI SELATAN


                                                     Permulaan
                                                    Musim Hujan
                                                       Antara
185                                           Awal Nop – akhir Nop
      Gowa bagian barat, Jeneponto bagian Pertengahan Nop – awal
186
      utara, Takalar bagian timur             Des
      Bone bagian selatan, Bulukumba bagian
      utara, Gowa bagian timur, Sinjai bagian
      barat, Barru, Pangkajene kepulauan,
187                                           Awal Nop – akhir Nop
      Gowa bagian utara, Maros bagian timur,
      Bantaeng bagian barat, Gowa bagian
      selatan, Jeneponto bagian timur
      Bone bagian timur, Kodya Bone, Wajo Akhir Nop – pertengahan
189
      bagian timur                            Des




                                                                     13

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:56
posted:12/3/2011
language:Indonesian
pages:13