Dinamika Komunitas Pantai Berbatu
PANTAI BERBATU (ROCKY SHORE)
pantai berbatu tersusun dari bahan yang keras merupakan daerah yang paling padat makroorganismenya dan mempunyai keragaman terbesar baik untuk spesies hewan maupun tumbuhan.
Adapun pembagian zona untuk pantai barbate terdiri atas:
Zona Horizontal: ini tersusun secara tegak lurus mulai dari permukaan pasang surut terendah (low tide) sampai ke daratan yang sebenarnya (high tide). Zona vertikal: pada zona intertidal berbatu amat beragam, bergantung pada kemiringan permukaan berbatu, kisaran pasang-surut, dan keterbukaannya terhadap gerakan ombak.
Oleh Stephenson dan Stephenson (1949) mengusulkan suatu skema universal untuk pantai berbatu. Skema ini dibagi atas:
Tepi Supralitoral, batas atasnya adalah zona untuk teritip (organisme penempel) dan meluas ke batas atas untuk siput dari genus Littorina. Bagian dari zona ini dapat dicapai oleh pasang purnama (Full Moon), akan tetapi lebih dominan oleh gelombang yang pecah di pesisir. Zona Midlitoral, adalah zona yang paling luas, batas teratasnya bertepatan dengan batas teratasnya dari zona teritip sedangkan batas bawahnya ditempati oleh jenis Laminaria yang mencapai penyebaran yang paling tinggi. Tepi infralitoral, membentang dari pasang surut terendah sampai batas atas dari kebun kelp (adalah sejenis tumbuhan air yang banyak hidup di zona intertidal).
Penyebab adanya Zonasi:
Faktor Fisik, yang terdiri dari pasang surut, suhu (penyebab kekeringan), sinar matahari. Faktor Biologis, yang utama adalah persaingan, pemangsaan dan grazing (herbivor).
Sistem di daerah intertidal dicirikan oleh bintang laut besar
Suatu rangkaian eksperimen yang dilakukan oleh Paine menunjukkan predation/pemangsaan oleh bintang laut ini memainkan peran utama di dalam organisasi komunitas ( Paine, 1966, 1969, 1974). Bintang laut Pisaster ochraceus adalah suatu komponen yang sangat menyolok pada jaringan makanan dan rantai makanan pada kerang dan beberapa invertebrate yang menempel (sessile).
Eksperimen yang dilakukan oleh Paine:
Memindahkan Pisaster dengan tangan untuk memelihara dan mempertahankan area pantai tersebut bebas dari bintang laut dan mencatat suatu perubahan dramatis pada sisa dari komunitas pantai pertengahan/midshore.
Pada teluk Mukkaw, kesuburan spesies merosot dari 15 ke 8 species yang menyolok menempati ruang setelah hanya 30 bulan. Setelah 5 tahun kerang Mytilus californianus dan teritip Pollicipes polymerus sepenuhnya mendominasi midshore (Paine, 1974).
Gambar Pengaruh Pemindahan bintang laut pada species yang subur dari organisme yang menyolok/mendominasi ruang utama di north-east Pacific dan Selandia Baru utara. Pisaster merupakan predator top dalam system. Kemampuaanya untuk memakan mitilus dan mencegah penguasaan ruang, pisaster mampu untuk mempengaruhi struktur keseluruhan komunitas di intertidal sehingga disebut spesies dasar.
Pemangsaan oleh Pisaster meningkatkan atau menurunkan keanekaragaman???
Ketika kehadiran Pisaster memelihara/mempertahankan kesuburan spesies yang tinggi, keanekaragaman komunitas yang luas mungkin secara local dikurangi oleh pemangsaan bintang laut.
Jadi, tergantung pada sudut pandang dan skala pengamatan, predasi oleh Pisaster dapat dilihat sebagai suatu mekanisme untuk meningkatkan atau mengurangi keanekaragaman jenis pada pantai itu.
Meskipun demikian, bintang laut ini yang dengan jelas berperan penting di dalam mengorganisir komunitas.
Interaksi Grazzer dan Alga
Penelitian yang dilakukan:
Lubchenco (1978) di genangan-pasang dan di pantai New
England, ditemukan alga dominan adalah Chondrus ciprus (lumut Irlandia). Di genangan pasang, tetapi bukan dibagian intertidal yang terbuka, alga tersebut disaingi oleh alga hijau Enteromorpha intestinalis, tetapi ternyata lumut irlandia mampu bertahan hidup di genangan-pasang yang mempunyai populasi grazer Littorina littorea yang besar, karena grazer ini senang memakan E. intestinalis.
Jones (1948) memindahkan seluruh limpet (Patella vulgate) dari suatu daerah intertidal, daerah itu kemudian dihuni oleh populasi alga yang rapat dan kelihatan kontras dengan daerah kosong di sekelilingnya.
Beberapa pantai, sedikitnya, sudah mempunyai pemangsa atau grazers, seperti Pisaster, Strongylocentrotus dan Pattela, yang semuanya terpenting dalam memelihara/mempertahankan struktur dan komposisi komunitas.
Persediaan Ruang: Gangguan Fisik vs Biologi
Faktor Fisik
Faktor Fisik seperti pasang-surut, kekeringan dan suhu adalah faktor yang menentukan batas teratas dari penyebaran organisme intertidal. Sepanjang bagian utara-timur pasifik, pohon tumbuh menuju tepi pantai, sehingga banyak potongan kayu dibawa ke pantai dalam patahan ombak. Gesekan oleh pasir/kerikil dalam pengendapan dapat juga memiliki pengaruh besar pada pantai berbatu.
Pengaruh litorina pada keanekaragaman ganggang laut dalam kolom air tergantung pada kerapatan siput. Pada kepadatan tinggi dan rendah keanekaragaman menurun sedangkan pada kerapatan sedang keanekaragamannya tinggi.
Faktor biologi: Persaingan, Pemangsaan, Grazing
Di zona intertidal berbatu, hanya satu sumber yang umumnya terbatas persediaanya yaitu ruang. Hal ini mungkin karena luas daerah yang terbatas di lingkungan lautan yang berkaitan dengan dimensi fisik; pada waktu yang sama populasi organisme menjadi padat, paling tidak di daerah beriklim sedang. Akibatnya terjadi persaingan ruang yang intensif, sehingga menghasilkan pola-pola zonasi. Contoh yang lebih kompleks mengenai persaingan adalah antara kerang M.calofirniaus dan beberapa spesies Teritip di pantai Pasifik Amerika Utara, persaingan antar Hedophyllum sessile, Laminaria setchelli dan Lessionopsis littoralis (Antar algae)
Mytilus californianus
Hedophyllum sessile
Interaksi dapat menjadi kompleks, spesies yang satu dapat memiliki pengaruh positif dan juga negative terhadap yang lain dan sepertinya telah menjadi hirarki/struktur dari hubungan kompetisi dan pemangsaan diantara komunitas.
Peranan Interaksi Biologi dalam merubah Gradien Pantai Vertikal dan Horisontal Pemangsaan merupakan interaksi dominan struktur komunitas dalam lingkungan yang tenang/tidak berbahaya secara fisik. Ketika lingkungan menjadi lebih kasar, predasi menjadi kurang penting dan kompetisi merupakan suatu kekuatan struktur yang utama. Bahkan dalam lingkungan yang lebih kasar kompetisi menjadi kurang penting dan faktor fisik diasumsikan menjadi paling utama.
Yang diharapkan adalah Pertama; Predator akan menjadi perantara struktur yang penting pada tingkat pantai rendah dan pada pantai tersembunyi. Kedua; Kompetisi akan menjadi lebih penting pada level pantai tertinggi dan pada pesisir yang lebih terbuka. Ketiga; Faktor fisik akan menjadi kekuatan organisasi utama pada pantai yang tinggi dan pantai yang sangat terbuka.
Menurut Menge 1991;dan Sutherland 1987’; organisme yang bergerak/mobile (grazer atau predator) lebih dipengaruhi oleh tekanan lingkungan dari pada organisme yang menempel.