I. SEDIMENT SHORES
PANTAI BERPASIR
PANTAI BERLUMPUR
Daerah rataan terbuka lebih luas jika dibandingkan daerah pantai berbatu yang terekspose. Jumlah jenis dan bentuk organisme yang memiliki pergerakan yang aktif khususnya epibentik krustasea, burung dan ikan beserta juvenilenya lebih banyak dibandingkan pantai berbatu.
1.1 PEMANGSA PADA KOMUNITAS SEDIMEN
Aktivitas predator pada pantai berpasir dan berlumpur berdasarkan dinamika pasang surut di daerah rataan Daerah pembesaran dengan kepadatan tinggi dan mengkonsumsi dalam jumlah besar invertebrata yang lebih kecil.
Predator seperti burung pantai memangsa invertebrata pada saat air surut. Air pasang menggenang, ikan dan krustasea menjadi predator epibentik utama bagi invertebrata di sedimen.
PERAN BURUNG PANTAI DAN FLATFISH DALAM KOMUNITAS PANTAI SEDIMEN Burung pantai menjadi predator yang paling menonjol Contoh : Di pantai berlumpur sandpipers dan redshanks memakan corophium dan eiders memakan mytilus. Efek Predasi burung pantai bervariasi terhadap waktu dan wilayah (Schneider, 1985)
Sejumlah besar beberapa jenis ikan secara rutin bergerak ke dalam zona intertidal saat pasang datang.
1.2 HUBUNGAN SIGNIFIKAN PEMANGSA DI DAERAH BERBATU DAN DI PANTAI SEDIMEN
Peran pemangsa pada pantai sedimen dan pantai berbatu saling bertolak belakang. Di komunitas pantai sedimen meningkat besar dalam jumlah pemangsaan yang diikuti perpindahan pemangsa. Contoh : jika Polychaeta Platynereis bicaniculuta dikeluarkan dari area rataan berlumpur, polychaeta Armanda brevis meningkat secara tajam. Sebaliknya jika P. bicaniculuta dimasukkan maka kelimpahan A. brevis akan menurun. Namun jika kepiting Cancer magister dimasukkan kedalam area, A. brevis akan meningkat lagi kelimpahannya karena kepiting tersebut mengkonsumsi P. bicaniculuta. Di komunitas pantai berbatu, peran pemangsa berkaitan dengan pembentukan pola zonasi.
1.3 INTERAKSI BIOTA - SEDIMEN Bioturbation: Gangguan dan stabilisasi. Kehadiran fisik dari organisma lebih besar dapat menstabilkan pergerakan arus dan sedimen. Alat penstabil sedimen lain meliputi lamun, akar bakau, hamparan alga dan hamparan kerang-kerangan.
1.3 INTERAKSI BIOTA SEDIMEN
Gangguan sedimen oleh Epibentik predator - Lubang kecil yang diciptakan oleh gangguan menjadi suatu perangkap bagi material organik - Gangguan macam ini menciptakan suatu lubang kecil menciptakan karakteristik biologi dan sedimen yang berbeda dari area itu.
II. SUKSESI KOMUNITAS
2.1. SUKSESI DISUBSTRAT BERBATU 3 bentuk proses suksesi 1. Suksesi Primer : Tercipta oleh faktor fisik seperti adanya serpihan batu, pengaruh gelombang pecah, struktur buatan manusia dan aktivitas geologi vulcanic 2. Suksesi Sekunder : Terjadi akibat adanya kejadian alam yang cukup besar seperti badai 3. Suksesi Tersier : terjadi akibat perpindahan tempat dari sumberdaya yang baru kewilayah lain dalam ruang lingkup lokal
Terjadinya Interaksi Selama Suksesi Tiga model suksesi (Connell dan Slatyer, 1977) :
1. Fasilitator : Jenis yang dianggap sebagai pionir karena kemampuannya memodifikasi lingkungan sehingga memungkinkan organisme lainnya untuk hidup ditempat tersebut.
2. Toleran : umumnya tumbuhnya lambat dengan pengaruh positif atau negatif terhadap koloni awal namun dapat mendominasi komunitasnya. 3. Inhibition : Terjadi ketika koloni awal melindungi komunitasnya dari organisme pendatang dan hanya dapat dimasuki jika koloni awal dipindahkan ketempat lain.
2.2. SUKSESI DALAM SEDIMEN
Tiga pendekatan konseptual nyata dalam investigasi menyangkut proses disturbance-recolonisasi pada sedimen: 1. Pendekatan lingkungan oleh model Johnson'S (1973), dimana rekolonisasi tergantung pada respon luar yang besar atau toleransi spesies terhadap karakteristik sedimen. 2. Sejarah hidup spesies (Grassle dan Grassle, 1974; Mccall, 1977; Pearson dan Rosenberg, 1978; Rhoads Et al., 1978). Spesies memiliki tingkat reproduksi yang tinggi dan penyebaran larva luas yang biasanya koloni awal yang masuk ke area yang terganggu. 3. Pemahaman dinamika suksesional oleh Zajac dan Whitlatch (1985), dimana interaksi biotik antar spesies yang memfasilitasi atau inhibit menginvasi spesies sehingga mengganggu area.
KESIMPULAN Predasi di dalam komunitas penting untuk mencegah dominasi oleh organisme yang memiliki laju pertumbuhan cepat Di dalam komunitas sedimen, efek predasi dipengaruhi oleh waktu dan wilayah Suksesi komunitas penting untuk mengembalikan komunitas ke struktur aslinya dan mencegah dominansi organisme tertentu Perbedaan utama antara antara pantai berbatu dan pantai bersedimen adalah bahwa di pantai besedimen/berlumpur tidak dapat berkembang dengan hadirnya gelombang. Pantai berlumpur dapat berkembang dengan baik jika ada suatu sumber partikel sedimen yang butirannya halus.
KESIMPULAN
Pantai berlumpur cenderung untuk mengakumulasi bahan organik yang berarti bahwa tersedianya cukup makanan yang potensial untuk organisme penghuni pantai. Ketika pasang turun, berbagai burung pantai biasanya berasosiasi dengan zona intertidal Burung pantai ini mempunyai peranan yang penting dalam ekologi daerah intertidal