Embed
Email

silabus

Document Sample
silabus
Categories
Tags
Stats
views:
138
posted:
11/29/2011
language:
Malay
pages:
36
PENGEMBANGAN SILABUS



MATA PELAJARAN MATEMATIKA



A. Pengertian Silabus



Silabus Adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata

pelajaran tertentu yang mencakup Standar Kompetensi (SK), Kompetensi

Dasar (KD), materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian

kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.



B. Prinsip Pengembangan Silabus



Beberapa prinsip dalam pengembangan silabus adalah sebagai berikut :



1. Ilmiah



Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan silabus

harus benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuwan.



2. Relevan



Cakuplah, kedalaman, tingkat kesukaran, dan penyajian materi

dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual,

sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.



3. Sistematis



Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara

fungsional dalam mencapai kompetensi.



4. Konsistensi



Adanya hubungan yang konsistensi antara kompetensi dasar,

indikator pencapaian, materi pembelajaran, pengalaman belajar,

sumber belajar, dan system penilaian.

5. Memadai



Cakupan indikator, materi belajar, sumber belajar, dan sistem

penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar (KD).



6. Aktual dan kontekstial



Cakupan indikator, materi belajar, sumber belajar, dan sistem

penilaian memperhatikan perkembanagan IPTEKS yang mutakhir

dalam kehidupan yang nyata.



7. Fleksibel



Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman

peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di

sekolah dan tuntutan masyarakat.



8. Menyeluruh



Komponen-komponen silabus mencakup keseluruhan ranah

kompetensi (kognitif, psikomotorik, dan afektif)



C. Unit Waktu Silabus



1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang

disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di

tingkat satian pendidik.



2. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakn per

tahun, per semester, dan alokasi waktu mata pelajaran yang

sekelompok.



3. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalangan

silabus yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur

kurikulum. Bagi SMA/MAK menggunakan penggalang silabus

berdasarkan satuan kompetensi.



D. Pengembangan Silabus



Pengembangan silabus dapat dilakukan secara mandiri atau secara

berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah,

kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada pusat kegiatan

guru (PKG), dan Dinas Pendidikan (Diknas).



1. Disusun secara mandiri oleh guru, apabila seorang guru mampu mengenali

karakteristik peserta didik, kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya.



2. Apabila guru mata pelajaran karena suatu hal belum dapat melaksanakan

pengembangan silabus secara mandiri maka pihak sekolah/madrasah dapat

mengusahakan membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk

mengembangakan silabus yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah

tersebut.



3. Di SD/MI semua guru kelas I sampai guru kelas VI menyusun silabus

secara bersama. Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPs terpadu

disusun secara bersama oleh guru yang terkait dengan mata pelajaran

tersebut.



4. Sekolah /Madrasah yang belum mampu mengembangakan silabus sacara

mandiri sebaiknya bergabung dengan sekolah/madrasah yang lainnya

dalam lingkup MGMP/PKG agar silabus dapat disusun secara maksimal.



5. Dinas Pendidikan/Departemen yang menangani urusan pemerintah di

bidang agama setempat dapat menfasilitasi penyusunan silabus dengan

membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru di bidangnya masing-

masing.

E. Tahap-tahap Pengembangan Silabus



1. Perencanaan : Tim yang ditugaskan untuk menyusun silabus terlebih

dahulu perlu mengumpul informasi dan mempersiapkan kepustakaan atau

refrensi yang sesuai untuk mengembangkan silabus. Pencarian informasi

dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat teknologi dan informasi

seperti multimedia dan internet.



2. Pelaksanaan : Dalam melaksanakan penyususnan silabus,penyusun perlu

memahami semua perangkat yang berhubungan dengan penyusunan

silabus.



3. Perbikan : Buram silabus perlu dikaji ulang sebelum digunakan dalam

kegiatan pembelajaran.



4. Pemantapan : Masukan dari pengkajian ulang dapat dijadikan bahan

pertimbangan untuk memperbaiki buram awal.



5. Penilaian Silabus : Penilaian pelaksanaan silabus perlu dilakukan secara

berkala dengan menggunakan model-model penilaian kurikulum.



F. Langkah-langkah Pengembangan Silabus



1. Mengisi Identitas Silabus



Identitas terdiri dari nama sekolah, kelas, mata pelajaran, dan semester.

Identitas ditulis di atas matriks silabus.



2. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar



Standar Kompetensi adalah kualifikai kemampuan peserta didik yang

menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang

diharapkan dicapai diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu.



Kompetensi dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang

harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran

tertentu.

Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran

sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal

berikut:



a) Urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat

kesulitan materi, tidak harus sesuai dengan urutan yang ada di Standar

Isi.



b) Keterkaitan antara Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam

mata pelajaran.



c) Keterkaitan antara Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar antara

mata pelajaran



3. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran



Dalam mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran harus

mempertimbangkan :



a. Potensi peserta didik.



b. Relevansi materi pokok dengan SK dan KD.



c. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan

spiritual peserta didik.



d. Kebermanfaatan bagi peserta didik.



e. Struktur keilmuan.



f. Aktualisasi, kedalaman dan keluasan materi pembelajaran.



g. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.



h. Alokasi waktu



Selain itu harus memperhatikan :

a) Kesalihan (validity) : materi memang benar-benar teruji kebenaran

dan kesalihannya.



b) Tingkat kepentingan ( Significance) : materi yang diajarkan

memang benar-benar diperlukan peserta didik.



c) Kebermanfaatan ( utility) : materi tersebut memberikan dasar-dasar

pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya.



d) Layak dipelajari (learnability) : materi layak dipelajari baik dari

aspek tingkat kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar dan

kondisi setempat.



e) Menarik Minat (interest) : materi menarik minat peserta didik dan

memotivainya untuk mempelajari lebih lanjut.



4. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran



Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman

belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melaui interaksi dan

sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.

Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dapat terwujud melalui

penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada

peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan yang hidup yang

perlu dikuasai peserta didik.



Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan

pembelajaran adalah sebagai berikut :



a) Kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan

kepada para pendidik, khususnya guru, agar mereka dapat bekerja dan

melaksanakan proses pembelajaran secara profesaional sesuai dengan

tuntutan kurikulum.

b) Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus

dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai

kompetensi dasar.



c) Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus

dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai

kompetensi dasar.



d) Kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik ( student-

centered). Guru harus selalu berfikir kegiatan apa yang bisa dilakukan

agar peserta didik memiliki kompetensi yang telah ditetapkan.



e) Materi kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, sikap dan

keterampilan.



f) Perumusan kegiatan pembelajaran harus memuat materi yang harus

dikuasai untuk mencapai Kompetensi Dasar.



g) Penentuan urutan langkah pembelajaran sangat penting artinya bagi

KD-KD yang memerlukan prasyarat tertentu.



h) Pembelajaran bersifat spiral (terjadi pengulangan-pengulangan

pembelajaran materi tertentu)



i) Rumusan penyataan dalam egiatan pembelajaran minimal

mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengolaan

kegiatan pembelajaran peserta didik, yaitu kegiatan dan objek belajar.



Pemilihan kegiatan pembelajaran mempertimbangkan hal-hal

sebagai berikut :



a. Memberikan peluang bagi peserta didik untuk mencari,

mengolah, dan enemukan sendiiri pengetahuan di bawah

bimbingan guru.

b. Mencerminkan ciri khas dalam pengembangan kemampuan mata

pelajaran.



c. Disesuaikan dengan kemampuan peserta didik, sumber belajar

dan sarana yang tersedia.



d. Bervariasi dengan mengombinasikan kegiatan

individu/perorangan,berpasangan, kelompok dan klasikal.



e. Memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual peserta

didik seperti, bakat, minat, kemampuan, latar belakang keluarga,

sosial ekonomi, dan budaya, serta masalah khusus yang dihadapi

peserta didik yang bersangkutan.



5. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi



Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang

ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap,

penegetahuan dan keterampilan.



Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik

mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam

kata kerja operasional yang diukur dengan dan/atau dapat diobservasi.

Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.



Kriteria dalam penentuan indikator adalah sebagai berikut :



a. Sesuai tingkat perkembangan berfikir peserta didik.



b. Berkaiatan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.



c. Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (life

skills).



d. Harus dapat menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik

secara utuh.

e. Memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan.



f. Menggunakan kata kerja operasional.



6. Penentuan Jenis Penilaian



Penilaian pencapaian Kompetensi dasar peserta didik dilakukan

berdasarkan indikator. Di dalam kegiatan penilaian ini terdapat tiga

komponen penting yang meliputi : teknik penilaian, bentuk instrumen,

dan contoh instrumen.



a) Teknik penilaian



Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh,

menganalisan dan menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik

yang dilakukan secara sistematis dan berskesinambungan sehingga

menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan

untuk menetukan tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang

telah ditentukan. Adapun yang dimaksud dengan teknik penilaian

adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi

mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang

dilakukan oleh peserta didik.



Ada beberapa teknik yaang dapat dilakukan dalam rangka

penilaian ini, yanng secara garis besar dapat dikategorikan sebagai

teknik tes dan teknik non tes. Teknik tes merupakan cara untuk

memperoleh informasi melalui pertanyaan yang memerlukan

jawaban betul atau salah, sedangkan teknik notes adalah suatu cara

untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan yang tidak

memerlukan jawaban betul atau salah.



Dalam melaksanakan penilaian, penyusun silabus perlu

memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini:

1) Pemilihan jenis penilaian harus disertai dengan aspek-aspek

yang akan dinilai sehingga memuudahkan dalam penyusunan

soal.



2) Penilaian diarahkan untuk menguku pencapaian indikator.



3) Penlaian menggunakan acuan criteria; yaitu berdasarkan apa

yang bisa dilakukan peserta didik setelah peserta didik

mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menetukan

posisi seseorang terhadap kelompoknya.



4) Sistem yang direncanakan oleh sistem penilaian yang

berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih,

kemudian hasilnya dianalisis untuk menetukan kompetensi dasar

yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui

kesulitan peserta didik.



5) Hasil penilaian dianalisis untuk menetukan tingkat perbaikan,

berupa program remedy. Apabila ppeserta didik belum

menguasai suatu kompetensi dasar, ia harus mengikuti proses

pembelajaran lagi, dan bilah telah menguasai kompetensi dasar,

ia diberi tugas pengayaan.



6) Peserta didik yyang telah menguasai semua atau hampir semua

kompetensi dasar dapat diberi tugas unntuk mempelajari

kompetensi dasar berikutnya.



7) Dalam sistem penilaian berkelanjutan, guru harus membuat kisi-

kisi penilaian dan rancangan penilaian secara menyeluruh

unntuk satu semester dengan menggunakan teknik penilaian

yang tepat.



8) Penilaian dilakukan untuk menyeimbangankan berbagai asspek

pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan

mengunakan berbagai penilaian, baik formal maupun nonformal

secara berkesinambungan.



9) Penilaian merupakan suatu proses pengumpulan dan pengunaan

informasi tentang hasil belajar peserta didik dengan menerapkan

prinsip berkelanjutan, bukti-bukti autentik, akurat dan konsisten

sebagai akuntabilitas publik.



10) Penilaian merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi

dan hasil belajar yang dikemukakan melaui pernyataan yang

jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai

dengan peta kemajuan hasil belajar peserta didik.



11) Penilaian berorientasi pada Standar Kompetensi, Lompetensi

Dasar dan Indikator. Dewngan demikian, hasil akan menberikan

gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi.



12) Penilaian dilakukan secara berkelanjutan direncanakan dan

dilakukan secara terus menerus) guna mendapatkan gambaran

yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi

peserta didik, baik sebagai efek langsung (main effect) maupun

efek pengiring (nnurturant effect) dan proses pembelajaran.



13) Sistem penilaian harus disesuaikan dengan kegiatan

pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran.

Misalnya jika pembelajaran mengunakan pendekatan tugas

observasi lapangan, penilaian harus dilakukan baik pada proses

(keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun

produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa

informasi yang dibutuhkan.



b) Bentuk Instrumen



Bentuk instrumen yang dipilih harus sesuai dengan teknik

penilaiannya. Oleh karena itu, bentuk instrumen yang dikembangkan

dapat berupa bentuk instrumen yang tergolong teknik:



1) Tes tulis, dapat berupa essai/uraian, pilihan ganda, isian,

menjodohkan dan sebagainya.



2) Tes lisan, yaitu berbentuk daftar pertanyaan.



3) Tes untuk kerja, dapat tes identifikasi, tes simulasi, dan uji petik

kerja produk, uji petik kerja prosedur dan produk.



4) Penugasan, seperti tugas proyek atau tugas rumah.



5) Observasi yaitu dengan mengunakan lembar observasi



6) Wawancara yaitu dengan menguanakan pedoman wawancara.



7) Portofolio dengan mengunakan dokumen pekerjaan, karya, dam

atau prestasi peserta didik.



8) Penilaian diri dengan menggunakan lembar penilaian diri.









Sesudah penetuan instrument ted telah dipandang tepat,

selanjutnya instrument tes itu dituliskan di dalam kolom matriks

silabus yang tersedia. Berikut ini disajikan ragamteknik penilaian

peserta berbentuk instrumen yang dapat digunakan.



Ragam Teknik Penilaian Beserta Ragam Bentuk Instrumennya.



Teknik Bentuk Instrument

Tes Tulis  Tes Isian

 Tes Uraian

 Tes Pilihan Ganda

 Tes Menjodohkan

 Dll.

Tes Lisan  Daftar Pertanyaan

Tes Unjuk Kerja  Tes Identifikasi

 Tes Simulasi

 Uji Petik Kerja Kelompok

 Uji Petik Kerja Prosedur

 Uji Petik Kerja Prosedur dan Produk

Penugasan  Tugas Proyek

 Tugas Rumah

Observasi  Lembar Obeservasi

Wawancara  Pedoman Wawancara

Portofolio  Dokumen pekerjaan, karya dan/atau

prestasi peserta didik

Penilaian Diri  Lembar Penilaian diri







c) Contoh Instrumen



Contoh instrument dapat dituliskan di dalam kolom matriks

silabus yang tersedia. Namun, apabila dipandang hal itu menyulitkan

karena kolom yang tersedia tidak mencukupi, selanjutnya contoh

instrument penilaian diletakkan di dalam laporan.



7. Menetukan Alokasi Waktu



Penetuana alokasi waktu pada setiap komponen dasar didasarkan pada

jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu

denga mempertimbangkan jumlah Kompetensi Dasar, keluasan,

kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar.

Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan

waktu rata-rata untuk meguasai kompetesi dasar yang dibutuhkan oleh

peserta didik yanng beragam.

8. Menetukan Summber Belajar



Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan

untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektornik,

narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial dan budaya.



Penetuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan

kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan

pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.



G. Kompetensi Silabus



1. Kompetensi Identifikasi



Pada kompoonen identifikasi yang perlu diisi adalah nama sekolah,

kelas, mata pelajaran, dan semester.



2. Komponen Standar Kompetensi



Standar kompetensi merupakan kemampuan dasar yang harus

dimiliki oleh peserta didik dalam suatu mata pelajaran. Penempatan

kompetensi dasar pada silabus dalam menjabarkan kompetensi dasar

menjadi pengalaman belajar sehingga rangkaian kegiatan belajar peserta

didik tidak menyimpan dari koridor kemampuan yang ingin dicapai.



3. Komponen Kompetensi Dasar



Penempatan kompetensi dasar dalam silabus sangat penting. Hal ini

sangat berguna untuk meningkatkan para guru sejauh mana tuntutan

target kompetensi dasar ini dimuat hasil belajar yaitu pernyataan untuk

kerja (kinerja) yang diharapkan setelah peserta didik mengalami

pembelajaran dalam kompetensi tertentu.



4. Komponen Indikator



Indikator merupakan kompetensi dasar yang lebih spesifik

Apabila serangkaian indikator dalam kompetensi dasar sudah dicapai

peserta didik berarti target kommpetensi dasar tersebut sudah terpenuhi.



5. Komponen Materi Pokok



Materi pokok adalah bagian dari struktur keilmuan suatu bahan

kajian yang dapat merupakan pengertian kontekstual, gugus isi atau

konteks, proses, bidang ajar dan keterampilan. Penempatan materi pokok

di dalam silabus berfungsi sebagai paying bagi setiap uraian materi yang

disajikan dalam pengalaman belajar peserta didik.



6. Komponen Pengalaman Belajar



Pengalaman mengajar memuat rangkaian kegiatan yang harus

dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai

kompetensi dasar. Penentuan urutan langkah pembelajaran sangat

penting artinya bagi materi-materi yang memerlukan persyaratan

tertentu. Selain itu, pendekatan pembelajaran yang bersifat spiral (mudah

ke sukar, konkret ke abstrak, dekat ke jauh) juga memerlukan urutan

pembelajaran terstruktur.



Rumusan persyaratan dalam pengalaman belajar minimal

mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan

pengalaman belajar peserta didik, yaitu peserta didik dan materi. Contoh:

Menemukan dalil phytagoras.



Beserta syarat penting yang harus dipenuhi dalam pemilihan

kegiatan peserta didik dan materi pembelajaran, sebagai berikut:



a) Kegiatan Siswa



Dalam memilih kegiatan peserta didik yang akan digunakan

dalam pembelajaran sebaiknya dipertimbangkan hal-hal berikut ini:

1) Hendaknya memberikan peluang bagi pesrta didik untuk

mencari, mengelolah dan menemukan sendiri pengetahuan di

bawah bimbingan guru.



2) Merupakan pola yang mencerminkan ciri khas dalam

pengembangan keterampilan dasar mata pelajaran yang

bersangkutan. Misalnya, observasi di lingkungan sekitar,

penyelidikan, eksperimen, pemecahan masalah, simulasi,

wawancara dengan narasumber, pengembangan teknologi,

penggunaan peta untuk foto, pemanfaatan kliping, dan

sebagainya.



3) Disesuaikan dengan ragam sumber belajar dan sarana belajar.



4) Bervariasi dengan mengkombinasikan antara kegiatan belajar

perorangan, pasangan, kelompok, dan klasikal.



5) Memperhatikan pelayanan terhadap individual siswa-siswa

seperti bakat, kemampuan, minat, latar belakang, sosial,

ekonomi dan budaya serta masalah khusus yang dihadapi

peserta didik yang bersangkutan.



Pembelajaran berbasis kompetensi merupakan program

pembelajaran yang dirancang untuk menggali potensi dan

pengalaman belajar siswa agar mampuh memenuhi pencapaian

kompetensi yang telah ditetapkan. Konsekuensi dari pembelajaran

berbasis kompetensi materi pelajaran yang dipilih haruslah

bermakana yaitu memberikan kecakapan untuk memecahkan

permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengunakan

pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang telah dipelajarinya

sehingg siswa terhindar dari materi-materi yang tidak menunjang

pencapaian kompetensi.

Agar siswa belajar secara aktif, guru perlu menciptakan strategi

yang tepat guna sedemikian sehingga siswa mempunyai motivasi

yang tinggi untuk belajar. Motivasi seperti ini akan dapat tercipta

bila guru dapat menyajikan siswa akan kegunaan materi pelajaran

bagi kehidupan nyata siswa. Demikian juga guru harus memiliki

sensitivitas (kepekaan yang tinggi) dan dapat menciptakan situasi

sehingga materi pelajaran selalu tampak menarik dan tidak

membosankan.



b) Materi



Agar penjabaran dan penyesuaian kemampuan dasar tidak

meluas dan melebar maka perlu diperhatikan kriteria untuk

menyeleksi materi yang perlu diaajarkan. Kriteria tersebut antara

lain:



1) Sahih (valid)



2) Tingkat kepentingan



3) Kebermanfaatan



4) Layak dipelajari



5) Menarik minat



7. Alokasi Waktu



Untuk merencanakan pembelajaran, lamanya waktu yang diperlukan

untuk menguasai kompetensi dasar yang ingin dicapai perlu ditentukan

alokasi waktunya. Penetuan besarnya alokasi waktu ini bergantung

kepada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran dengan

mempertimbangkan jumlah, keluasan dan kedalaman kompetensi dasar

serta tingkat kepentinganya dengan keadaan dan kebutuhan setempat.

8. Sumber/Bahan/Alat



a) Sumber



Sumber belajar yang strategis bagi guru adalah buku, brosur,

majalah, surat kabar, lembar informasi lepas, naskah brosur, peta,

foto dan lingkungan sekitar.



b) Bahan



Bahan yang dimaksud disini adalah bahan-bahan yang

diperlukan dalam praktikum atau proses pembelajaran. Bahan yang

digunakan tentunya harus sesuai dengan karakteris mata pelajaran.



c) Alat



Alat bantu belajar berfungsi memudahkan terjadinya proses

pembelajaran. Oleh karena itu, hendaknya dipilih alat bantu yang

dimiliki ciri-ciri sebagai berikut:



1) Menarik perhatian dan minat siswa.



2) Meletakkan dasar-dasar untuk memahami sesuatu hal-hal secara

konkret yang sekaligus mencegah atau mengurangi verbalisme.



3) Meangsang tumbuhnya pengertian dan atau usaha

pengembangan nilai-nilai.



4) Sederhana, mudah digunakan dan dirawat, dapat dibuat sendiri

oleh guru atau diambil dari lingkungan sekitarnya.



Salah satu prinsip belajar menyatakan bahwa makin banyak alat

bantu pembelajaran yang dimanfaatkan secara tepat dalam

pembelajaran makin besar daya serap siswa terhadap materi yang

dipelajarinya



.

9. Penilaian



Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh,

menganalisa dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa

yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Pemilihan

bentuk penilaian dalam silabus seperti penilaian tertulis, produk, unjuk

kerja, dan portofolio. Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam

penilaian antara lain:



1. Penilaian harus mencakup tiga aspek kemampuan yaitu

pengetahuan, keterampilan dan sikap.



2. Menggunakan berbagai cara penilaian pada waktu kegiatan

belajar sedsng berlangsung misalnya mendengarkan, observasi,

mengajukan pertanyaan, mengamati hasil kerja siswa dan

memberi tes



3. Pemilihan cara dan bentuk penilaian berdasarkan atas tuntutan

kompetensi dasar.



H. Hal-hal yang Perlu Diperhatiakan dalam Pengembangan Silabus



1. Pengantar pengembangan silabus mata pelajaran matematika



a. Ruang lingkup mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan

SD/MI meliputi aspek-aspek sebagai berikut:



a) Bilangan



b) Geometri dan pengukuran



c) Pengelolaan data



b. Ruang lingkup mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan

SMP/MTs meliputi aspek-aspek sebagai berikut:



a) Bilangan

b) Aljabar



c) Geometri dan pengukuran



d) Statistika dan peluang



c. Ruang lingkup mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan

SMA/MA meliputi aspek-aspek sebagai berikut:



a) Logika



b) Aljabar



c) Geometri



d) Trigonometri



e) Kalkulus



f) Statistika dan peluang



2. Pengembanga Silabus mata pelajaran matematika lebih diarahkkan

kepada:



a) Pemahaman konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep

dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat,

efesien, dan tepat dalam pemecahan masalah.



b) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan

yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minta dalam



c) mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam

pemecahan masalah.



3. Pada kegiatan pembelajaran yang ada disilabus, siswa dituntut untuk

terlibat secara lebih aktif dan guru sebagai fasilitator.



4. Kegiatan pembelajaran yang diarahkan pada ciri khas kedaerahan

disesuaikan dengan ciri daerah setempat.

5. Alokasi waktu yang ada dalam silabus disesuaikan dengan situasi dan

kondisi kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing.



6. Pengembangan kompetensi dasar ke dalam indikator sangat tergantung

pada materi dan kegiatan pembelajaran serta kreatifitas guru.



7. Contoh pengembangan silabus ini dirancang unruk siswa berkemampuan

rata-rata. Satuan pendidikan dapat mengembangkan silabus dengan standar

yang lebih tinggi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan.



I. Format penyajian silabus



Dalam penyusunan silabus dapat menggunakan salah satu format yang

sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan. Pada dasarnya ada dua jenis,

yaitu jenis kolom (format 1) dan jenis uraian (format 2). Dalam menyusun

format urutan KD, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran,

indikator dan seterusnya dapat ditetapkan oleh masing-masing satuan

pendidikan, sejauh tidak mengurangi komponen-komponen dalam silabus.



Dalam menyajikan silabus, ada beberapa cara hal yang penting

mendapat perhatian, yaitu aspek keterbacaan, keterkaitan antarkomponen, dan

kepraktisan penggunannya. Silabus harus mudah dibaca dan dipahami, baik

oleh guru yang mengembangkan maupun guru lain yang menggunakannya.

Penentuan format silabus tidak dibakukan, guru bebas menentukan format

mana yang akan digunakan.

PENGANTAR PENYUSUNAN RPP







A. PENDAHULUAN



Dalam rangka pembaharuan sistem pendidikan nasional telah ditetapkan

visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan nasional. Visi pendidikan

nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang

kuat dan beribawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia

berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif

menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.



Terkait dengan visi tersebut telah ditetapkan serangkaian prinsip

penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan

reformasi pendidikan. Salah satu prinsip tersebut adalah pendidikan

diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik

yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan guru

yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan

potensi dan kreatifitas peserta didik. Implikasi dari prinsip ini adalah

pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke

paradigma pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didk

dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses

pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan,dinilai, dan diawasi agar

terlaksana secara efektif dan efisien.



Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan

karakteristik peserta didik, serta tuntunan untuk menghasilkan lulusan bermutu,

proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel, bervariasi,

dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan

dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif,menyenangkan, menantang, dan

memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikanruang

cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat

dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik.



Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005

tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus

dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional

pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan

pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria

minimal proses pembelajaran pada satuan pandidikan dasar dan menengah di

seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses

ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal,

baik pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester.



Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan

proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan prses

pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan

efisien.



B. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN



Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran,

standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian

kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode

pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber

belajar.



a. Silabus



Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata

pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, indikator

pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI)

dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan

Kurikulum Tingkat Satusn Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya,

pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau

berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah,

kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat

Kegiatan Guru (PKG), Dinas Pendidikan. Pengembangan silabus disusun

di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di

bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan dinas propinsi yang

bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SMA dan SMK, serta

departemen yang menangani urusan kepemerintahan di bidang agama

untuk MI, MTs, MA, dan MAK.



b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran



RPP dijabarkan untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik

dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan

berkewajiban menyususn RPP secara lengkap dan sistematis agar

pembelajaran berlangsung secara interktif, inspiratif, menyenangkan,

menantang, memotivsi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta

memberikan ruang yang cukup prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian

sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis

peserta didik.



RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali

pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap

pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.



Komponen RPP adalah :



1. Identitas mata pelajaran



Identitas mata pelajaran meliputi : satuan pendidikan, kelas,

semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema

pelajaran, jumlah pertemuan.

2. Standar Isi



Standar Kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal

peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap

dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau

semester pada suatu mata pelajaran.



3. Kompetensi Dasar



Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus

dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan

penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.



4. Indikator pencapaian kompetensi



Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau

diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar

tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator

pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja

operasional yang dapat diamati dan diukur yang mencakup

pengetahuan, sikap dan keterampilan.



5. Tujuan pembelajaran



Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar

yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi

dasar.



6. Materi ajar



Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang

relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan

indikator pencapaian kompetensi

7. Alokasi waktu



Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk

pencapaian KD dan beban belajar.



8. Metode pembelajaran



Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan

suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai

kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan.

Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan

kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan

kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.

Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas

I sampai kelas III SD/MI.



9. Kegiatan pembelajaran



a. Pendahuluan



Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu

pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan

motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk

berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.



b. Inti



Kegiatan inti merupakan proses untuk mencapai KD.

Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif,

menyenangkan, menantang, memotivassi peserta didik untuk

berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi

prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat,

dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kegiatan ini

dilakukan secara sistematis sistemik melalaui proses eksplorasi,

elaborasi, dan konfirmasi.

c. Penutup



Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk

mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam

bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian, dan refleksi,

umpan balik, dan tindak lanjut.



10. Penilaian hasil belajar



Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar

disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengaju

kepada Standar Penilaian.



11. Sumber belajar



Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan

kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan

indikator kompetensi.



c. Prinsip-prinsip penyusunan RPP



1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik



RPP disusun dengan memperhatiakan perbedaan jenis kelamin,

kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat,

potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus,

kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau

lingkungann peserta didik.



2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik



Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik

untuk mendorong motivasi, minat, kreatifitas, inisiatif, inspirasi,

kemandirian, dan semangat belajar.

3. Mengembangakan budaya membaca dan menulis



Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran

membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam

berbagai bentuk tulisan.



4. Dan Memberikan umpan balik dan tindak lanjut



RPP memuat rancangan program pemberian umpan balaik positif,

penguatan, pengayaan, dan remedi.



5. Keterkaiatan dan keterpaduan



RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan

antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran,

indikator, pencapaian kompetensi, penilaian dan sumber belajar dalam

satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan

mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata

pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.



6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi



RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi

informasi dan komunikasi secara terintegrassi, sistematik, dan efektif

sesuai dengan situasi kondisi.



C. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN



a) Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran



1. Rombongan belajar



Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah :



a. SD/MI : 28 peserta didik



b. SMP/MT : 32 peserta didik

c. SMA/MA : 32 peserta didik



d. SMK/MK : 32 peserta didik



2. Beban kerja minimal guru



a. Beban kerja guru mencakup kegiatan pokok, yaitu merencanakan

pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil

pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta

melaksanakan tugas tambahan.



b. Beban guru sebagaimana yang dimaksud pada bagian a. di atas

adalah sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka

dalam 1 (satu) minggu.



3. Buku teks pelajaran



a. Buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah

dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite

sekolah/madrasah dari buku-buku teks pelajaran yang telah

ditetapkan oleh menteri.



b. Rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per

mata pelajaran



c. Selain buku teks mata pelajaran, guru menggunakan buku

panduan guru, buku pengayaan, buku refrensi, dan sumber belajar

lainnya.



d. Guru membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan

sumber belajar lainnya yang ada di perpustakaan

sekolah/madrasah.

4. Pengelolan kelas



a. Guru mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik peserta

didik dan mata pelajran, serta aktivitas pembelajaran yang akan

dilakukan.



b. Volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus

dapat didengar dengan baik oleh peserta didik.



c. Tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik.



d. Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan

kemampuan belajar peserta didik.



e. Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan,

keselamatan, dan kepatuhan pada peraturan dalam

menyelenggarakan proses pembelajaran.



f. Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respon

dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran

berlangsung.



g. Guru menghargai peserta didik tanpa memandang latar belakang

agama, suku, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi



h. Guru menghargai pendapat peserta didik



i. Guru memakai pakaian sopan, bersih, dan rapi.



j. Pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus mata

pelajaran yang diampunya.



k. Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan

waktu yang dijadwalkan



b) Pelaksanakan Pembelajaran



Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP.

Pelaksanakan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti

dan kegiatan penutup.



1. Kegiatan Pendahuluan



Dalam kegiatan pendahuluan, guru :



a. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk

mengikuti proses pembelajaran



b. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan

pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan

dipelajari.



c. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar

yang akan dicapai.



d. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian

kegiatan sesuai silabus



2. Kegiatan inti



Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran

mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif,

menyenangkan, menantang, memotivasi pesrta didik untuk

berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi

prakarsa, krativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat,

minat, dan perkembangan fisik secara psikologis peserta didik.



Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan

dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang

dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.



a. Eksplorasi



Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

1. Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas

dan dalam tentang topik/tema materi yang akan

dipelajari dengan menerapkan prinsip alam terkembang

jadi guru dan belajar dari aneka sumber.



2. Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran,

media pembelajaran, dan sumber belajar lain.



3. Menfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik

serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan

sumber belajar lainnyaa.



4. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap

kegiatan pembelajaran, dan



5. Menfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di

laboratorium, studio atau lapangan.



b. Elaborasi



Dalam kegiatan elaborasi, guru:



1. Membiasakan peserta didik membaca dabn menulis

yang beragam yang melalui tugas-tugas tertentu yang

bermakna.



2. Menfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,

diskusi, dan lain-lainuntuk memunculkan gagasan baru

baik secara lisan maupun tertulis.



3. Memberi kesempatan untuk berfikir, menganalisa,

menyelesaiakan masalah, dan bertindak tanpa rasa

takut.



4. Menfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran

kooperatif dan kolaboratif.

5. Memfasilitasi peserta didik berkompetensi secara sehat

untuk meningkatkan prestasi belajar.



6. Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi

yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara

individual maupun kelompok.



7. Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil

kerja individual maupun kelompok.



8. Memafasilitasi peserta didik melakukan pameran,

turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan



c. Konfirmasi



Dalam kegiatan informasi, guru:



1. Memberikan umpan balik positif dan penguatan bentuk

lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap

keberhasilan peserta didik.



2. Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan

elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber.



3. Menfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk

memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan.



4. Menfasilitasi peserta didik untuk memperoleh

pengalaman yang bermakan dalam mencapai

kompetensi dasar: berfungsi sebagai narasumber dan

fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik

yang menghadapi kesulitan dengan menggunakan

bahasa yang baku dan benar.



5. Membantu menyelesaikan masalah.

6. Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan

pengecekan hasil eksplorasi.



7. Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh.



8. Memberikkan motivasi kepada peserta didik yang

kurang atau belum berpartisipasi aktif.



3. Kegiatan penutup



Dalam kegiatan penutup, guru:



a. Bersama-sama dengan pesrta didik dan/atau sendiri

membuat rangkuman/simpulan pelajaran.



b. Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan

yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.



c. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil

pembelajaran.



d. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk

pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan

konseling dan/atau memberikan tugas individual maupun

kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.



e. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan

berikutnya.



D. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN



Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk

mengatur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai

bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses

pembelajaran.

Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan

menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan

kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau

produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran

menggunakan standar penilaian dan penduan penilaian kelompok mata

pelajaran.



E. PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN



a. Pemantauan



1. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,

pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.



2. Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok, terfokus,

pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi.



3. Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh kepala dan pengawas satuan

pendidikan.



b. Supervisi



1. Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,

pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.



2. Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian

contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.



3. Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan

pendidikan.



c. Evaluasi



1. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas

pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses

pembelajaran.

2. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara:



a) Membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru

dengan standar proses,



b) Mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai

dengan kompetensi guru.



c) Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan

kinerja guru dalam proses pembelajaran.



d. Pelaporan



Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses

pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan.



e. Tindak lanjut



1. Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah

memenuhi standar.



2. Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang

belum memenuhi standar.



3. Guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatiahan/penataran

lebih lanjut.


Related docs
Other docs by Dewi Nurhayati...
silabus
Views: 138  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!