Embed
Email

SISTEM PERADILAN

Document Sample
SISTEM PERADILAN
Shared by: HC111129082333
Categories
Tags
Stats
views:
28
posted:
11/29/2011
language:
Indonesian
pages:
20
SISTEM PERADILAN



Susunan Pengadilan di Indonesia diatur dalam UU No. 14

tahun 1970, tentang ketentuan-ketentuan pokok kekuasaan

kehakiman.

Pasal 10 ayat 1 menetapkan : kekuasaan kehakiman

dilakukan oleh Pengadilan dalam lingkungan :

1. Peradilan Umum

2. Peradilan Agama

3. Peradilan Militer

4. Peradilan Tata Usaha Negara



Pasal 10 ayat 2 menetapkan : MA adalah pengadilan negara

tertinggi.

Pasal 10 ayat 3 menetapkan : terhadap putusan-putusan yang

diberikan tingkat terakhir oleh pengadilan-pengadilan lain

daripada MA, kasasi dapat diminta kepada MA

Pasal 10 ayat 4 menetapkan : MA melakukan pengawasan

tertinggi atas perbuatan pengadilan yang lain, menurut

ketentuan yang ditetapkan dengan UU

Pasal 20 : Atas putusan pengadilan dalam tingkat banding

dapat dimintakan kasasi kepada MA oleh pihak-pihak yang

diatur dalam UU

Pasal 21 : Apabila terdapat hal-hal atau keadaan-keadaan

yang ditentukan dengan UU terhadap putusan pengadilan,

yang telah memperoleh kekuatan hukum yang tetap dapat

dimintakan peninjauan kembali kepada MA, dalam perkara

perdata dan pidana oleh pihak-pihak yang berkepentingan.



MA menjadi badan pengadilan yang berwenang menjalankan

kasasi dan peninjauan kembali.

Pasal 26 ayat 1 : MA berwenang untuk menyatakan tidak sah

semua peraturan perundang-undangan dari tingkat yang lebih

rendah dari UU dengan alasan bertentangan dengan

peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Ayat 2 : putusan tersebut dapat diambil berhubung dengan

pemeriksaan dalam tingkat kasasi, tetapi pencabutan dari

peraturan perundang-undangan yang dinyatakan tidak sah itu

tidak dilakukan oleh MA karena MA tidak diberi wewenang

legislatif, tetapi dilakukan oleh instansi yang bersangkutan.



Pasal 15 ayat 1 : Semua pengadilan memeriksa dan

memutuskan dengan sekurang-kurangnya 3 orang hakim,

kecuali apabila UU menentukan lain.

Pasal 17 ayat 1 : Sidang pemeriksaan pengadilan terbuka

untuk umum kecuali bila UU menentukan lain.

Ayat 2 : Kalau tidak dipenuhi mengakibatkan batalnya

putusan menurut hukum.

Rapat permusyawaratan hakim bersifat rahasia, sehingga

keputusan pengadilan tidak dapat dipengaruhi oleh kekuatan-

kekuatan diluar badan-badan pengadilan.



Pasal 18 : Menjamn tidak adanya peradilan rahasia : semua

keputusan pengadilan hanya syah dan mempunyai kekuatan

hukum bila diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum.



Agar nasib yang bersangkutan tidak tergantung pada

keputusan satu badan pengadilan saja, maka peradilan dapat

dijalankan dalam 2, yaitu tingkat pertama dan jika perlu

tingkat banding (pasal 14)

Badan pengadilan tingkat pertama adalah pengadilan negeri,

yang ada disetiap kabupaten atau kota madya.

Badan pengadilan dalam tingkat kedua adalah pengadilan

tinggi yang mengadili dalam tingkat banding.

Pengadilan tinggi dapat :

1. Memperkuat keputusan pengadilan negeri, atau

2. Menolak keputusan pengadilan negeri.

3. Pengadilan Tinggi dapat memerintahkan pengadilan

negeri untuk memeriksa kembali perkara yang telah

diputuskan.



Atas keputusan pengadilan tinggi tidak ada lagi banding,

hanya ada kemungkinan diadakan kasasi oleh MA.

Peradilan MA bukan peradilan dalam tingkat ketiga, karena

dalam kasasi hanya diselidiki apakah hukum dijalankan

secara tepat, jadi tidak lagi fakta-fakta perkara diselidiki.

Penyelidikan fakta-fakta perkara telah dilangsungkan dalam

tingkat pertama dan tingkat banding.

Setiap orang yang tersangkut perkara berhak memperoleh

bantuan hukum (pasal 35)



Dalam perkara seorang tersangka terutama sejak saat

dilakukan penagkapan/ penahanan berhak menghubungi dan

meminta bantuan penasehat hukum untuk memperkuat

kedudukan yang diadili dalam sidang pengadilan (pasal 36)



Untuk memperkuat kedudukan obyektif seorang hakim dan

melindunginya terhadap pengaruh yang kurang baik yang

dapat mengurangi keobyektifan pendapat hakim, maka : bila

seorang hakim masih terikat hubungan keluarga sedarah

sampai derajat ketiga atau semenda dengan ketua, salah

seorang hakim anggota, jaksa, penasehat hukum atau

panitera dalam suatu perkara tertentu, dia wajib

emngundurkan diri dari pemeriksaan perkara (pasal 28 ayat

2)



Begitu pula bila ketua, hakim anggota, penuntut umum atau

panitera masih terikat dalam hubungan keluarga sedarah

sampai derajat ketiga atau semenda dengan yang diadili dia

wajib mengundurkan diri dipemeriksaan perkara itu (pasal

28 ayat 3)



Pada pengadilan negeri dapat diadakan suatu pengadilan

ekonomi (pasal 35 LN 1955 no 27) dan pada pengadilan

tinggi dapat diadakan suatu pengadilan tinggi ekonomi

(pasal 47 LN 1955 no 27). Dua jenis badan pengadilan ini

mengadili delik-delik ekonomis.



Berdasarkan perundang-undangan ini juga mengatur kasasi

pada MA. Berdasarkan pasal 9 Penpres no 11/ 1963

(sekarang sudah berlaku sebagai UU biasa) pada pengadilan

negeri dapat diadakan pengadilan subversi.



Di Indonesia masih tetap berlaku peradilan agama yaitu

perkara yang menyangkut agama Islam.

Pengadilan ini juga disusun dalam dua tingkat : di Jawa dan

Madura ada pengadilan agama, sebagai pengadilan banding

diadakan Mahkamah Islam di Solo. Di Kalimantan ada

pengadilan Kadi dan pengadilan banding : Mahkamah Kadi

diadakan di Banjarmasin.

PP no 45/ 1957 mengatur dibentuknya pengadilan agama

dan mahkamah syari’ah diluar Jawa dan Madura. Menurut

UU no 1/1974 tentang perkawinan yang dilaksanakan

menurut PP no 9/ 1975 : setiap keputusan pengadilan agama

harus dikukuhkan oleh pengadilan negeri.

Sekarang setiap pengadilan negeri melakuan pengadilan

anak.



Kejaksaan

Kejaksaan merupakan suatu bagian kenegaraan. Badan

penegak hukum yang terutama bertugas sebagai penuntut

umum (pasal 1 ayat 1 UU no 15/1961)

Dalam melaksanakan tugasnya, kejaksaan harus selalu

menjunjung tinggi hak-hak asasi rakyat dan hukum negara

(pasal 1 ayat 2)

Dalam menjalankan peranan praktis (pasal 13) jaksa dapat

memohon bantuan kepolisian negara yang juga diberi

wewenang penyidikan perkara.

Mengenai pembagian tugas antara kepolisian negara dan

kejaksaan perlu ditegaskan bahwa penuntutan perkara

diserahkan semata-mata pada kejaksaan dengan pengertian

bahwa dalam hal-hal tertentu menurut dan ditetapkan dalam

hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lain,

kepolisian negara berwenang mengajukan suatu perkara

pidana langsung kepada pengadilan negeri, misal : perkara

rol (pelanggaran/ kejahatan ringan)

Berhubung dengan hal bahwa kejaksaan berwenang

melakukan penyidikan lanjutan, maka perlu adanya

ketentuan-ketentuan yang mengatur kerjasama antara

kepolisian negara dan kejaksaan dalam penyidikan lanjutan,

yang diatur tersendiri antara instansi-instansi yang

bersangkutan.

Dalam praktek kepolisian negara, berdasarkan kepentingan

umum dapat mengesampingkan suatu perkara yang serba

ringan, sehingga perkara itu tidak sampai pada tingkat

penuntutan oleh jaksa.

Berhubung dengan penuntutan perkara yang menjadi tugas

semata-mata dari kejaksaan ditambah wewenang jaksa agung

untuk menyimpan atau mengesampingkan suatu perkara

berdasarkan kepentingan umum (asas oportunitas) berlaku

prosedur (acara), bahwa kepolisian negara diajak berunding

sebelum diambil tindakan mengesampingkan oleh jaksa

agung.

Kejaksaan bertugas :

1. a, Mengadakan penuntutan dalam perkara-perkara pidana

pada pengadilan yang berwenang.

b. Menjalankan keputusan dan penetapan hakim pidana.

2. Mengajukan penyidikan lanjutan terhadap kejahatan dan

pelanggaran serta mengawasi dan mengkoordinasikan

alat-alat penyidik menurut ketentuan-ketentuan dalam UU

hukum acara pidana dan lain-lain peraturan negara.

3. Mengawasi aliran-aliran kepercayaan yang dapat

membahayakan masyarakat dan negara.

4. Melaksanakan tugas-tugas khusus lain yang diberikan

kepadanya oleh suatu peraturan negara.



Susunan dan kekuasaan pengadilan di Indonesia



Di Indonesia terdapat bermacam-macam pengadilan yang

dpaat dibedakan dalam :

1. Pengadilan sipil, terdiri dari :

a. Pengadilan umum :

I. Pengadilan negeri

II. Pengadilan tinggi

III. Pengadilan agung

b. Pengadilan khusus

I. Pengadilan agama

II. Pengadilan adat

III. Pengadilan administrasi negara

2. Pengadilan militer

a. Pengadilan tentara/ Mahkamah Militer

b. Pengadilan tentara tinggi/ Mahkamah Militer Tinggi

c. Pengadilan tentara agung/ Mahkamah Militer Agung



Pengadian negeri dan pengadilan tinggi diatur dalam UU

darurat no 1/1951 dan UU no.13/ 1965 tentang : Peradilan

dalam lingkungan pengadilan umum dan MA.

Mengenai MA juga diatur dalam UU no.13/1965 dan UU

no.14./1970 yang mengatur tentang ketentuan-ketentuan

pokok kekuasaan kehakiman.



Pengadilan Negeri



Merupakan suatu pengadilan (yang umum) sehari-hari yang

memeriksa dan memutuskan perkara dalam tingkat pertama

dari segala perkara perdata dan perkara pidana sipil untuk

semua golongan penduduk (warga negara dan orang asing)

Perkara diadili oleh hakim yang dibantu oleh panitera.

Dalam perkara Summier (perkara-perkara ringan yang

ancaman hukumannya kurang dari 1 tahun) diadili oleh

seorang hakim (hakim tunggal).

Daerah hukum pengadilan negeri pada asasnya meliputi satu

daerah tingkat II. Pada pengadilan negeri terdapat seorang

kepala, seorang wakil kepala dan beberaa orang hakim,

seorang panitera dan beberapa orang panitera pengganti.

Pengadilan negeri dibentuk oleh menteri kehakiman dengan

persetujuan MA.

Panitera diangkat dan diberhentikan oleh menteri

kehakiman, paniterapengganti oleh kepala pengadilan yang

bersangkutan.

Pada tiap-tiap pengadilan nengeri ditempatkan satu

kejaksaan negeri yang terdiri dari seorang atau lebih jaksa

dan jaksa muda. Daerah kekuasaan kejaksaan sama dengan

daerah kekuasaan pengadilan negeri.

Kejaksaan adalah alat pemerintah yang bertindak sebagai

penuntut umum dalam suatu perkara pidana terhadap

pelanggar hukum pidana, yang bertindak untuk

mempertahankan kepentingan masyarakat.

Peranan seorang jaksa tidak ada dalam perkara perdata.

Disamping itu kejaksaan dibebani pula dengan tugas

pengusutan pelanggaran pidana yang telah terjadi dan tugas

pelaksanaan keputusan hakim.

Untuk dapat menuntut seorang harus dilihat asas yang

berlaku dalam negara yaitu :

1. Asas Oportunitas

Kejaksaan tidak berkewajiban untuk menuntut seseorang

walaupun telah diketahui benar-benar dia bersalah, demi

kepentingan umum. Asas ini dianut oleh Indonesia

2. Asas Legalitas

Jaksa diwajibkan menuntut setiap orang yang melakukan

delik (tindakan pidana) tanpa memperhatikan akibat-

akibat yang akan timbul dengan perkataan lain, setiap

perkara yang cukup buktinya harus dituntut.



Pengadilan Tinggi

Adalah pengadilan banding yang mengadili lagi di tingkat

kedua (tingkat banding) suatu perkara perdata dan atau

perkara pidana yang telah diadili/ diputuskan oleh

pengadilan negeri pada tingkat pertama.

Pemeriksaan disini hanya berkas perkara saja kecuali bila

pengadilan tinggi merasa perlu untuk langsung

mendengarkan para pihak yang berperkara.

Pengadilan Tinggi dibentuk dengan UU daerah hukum

pengadilan tinggi pada sasnya meliputi satu daerah tingkat I.



Mahkamah Agung

Merupakan badan pengadilan yang tertinggi yang

berkedudukan di ibu kota RI atau dilain tempat yang

ditetapkan oleh presiden.

Daerah hukumnya meliputi seluruh Indonesia dan

kewajibannya terutama melakukan pengawasan tertinggi atas

tindakan-tindakan segala pengadilan lainnya diseluruh

Indonesia, dan menjaga/ menjamin agar hukum dilaksanakan

dengan sepatutnya.

MA terdiri dari seorang ketua, seorang wakil ketua, beberapa

orang ketua, dan beberapa hakim anggota, dibantu oleh

seorang panitera dan beberapa orang panitera pengganti.

Hakim Ma diangkat oleh presiden atas usul DPR melalui

ketua MA dan menteri kehakiman

MA dalam mengadili dan mengambil keputusan hanya

dengan seorang hakim saja.

Disamping diadakan kejaksaan agung yang dikepalai oleh

jaksa agung dan dibawahnya ada seorang atau lebih jaksa

agung muda. Daerah hukum kejaksaan agung sama dengan

daerah hukum MA

Dalam hal memeriksa dan memutuskan perkara pidana

militer, ketua, wakil ketua dan anggota-anggota MA beserta

jaksa agung diberi pangkat militer (Tituler)



Pengadilan Militer

Tugas pengadilan militer adalah mengadili hanya lapangan

pidana, mereka yang pada saat melakukan tindak pidana itu

adalah :

1. Anggota ABRI

2. Seorang yang pada waktu itu adalah orang yang dengan

UU atau dengan peraturan pemerintah ditetapkan sama

dengan ABRI

3. Seorang yang pada waktu itu adalah anggota suatu

golongan atau jawatan yang dipersamakan atau dianggap

sebagai anggota ABRI oleh atau berdasarkan UU.

4. Tidak termasuk 1 s/d 3 tetapi menurut keputusan menteri

pertahanan dan keamanan yang ditetapkan dengan

persetujuan menteri kehakiman diadili oleh pengadilan

militer.



Pengadilan Tentara/ Mahkamah Militer

Tempat kedudukan pengadilan tentara beserta daerah

hukumnya masing-masing ditetapkan oleh menteri

kehakiman bersama-sama menteri pertahanan dan keamanan,

disamping tiap-tiap pengadilan tentara ada kejaksaan tentara

yang daerah hukumnya sama.

Pengadilan tentara mengadili dalam tingkat pertama perkara

kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota

ABRI yang berpangkat Kapten kebawah :

1. Dan termasuk suatu pasukan yang ada didalam daerah

hukumnya

2. Didalam daerah hukumnya



Pengadilan Militer Tinggi / Mahkamah Militer Tinggi

Tempat kedudukan suatu pengadilan tinggi ditetapkan oleh

menteri kehakiman dan menteri pertahanan dan keamanan,

menjadi tempat kedudukan suatu pengadilan tentara tinggi.

Daerah hukumnya ditetapkan juga oleh menteri-menteri

tersebut. Disamping tiap-tiap pengadilan tentara tinggi

terdapat kejaksaan tentara tinggi yang daerah hukumnya

sama.

Pengadilan tentara tinggi memutuskan dalam tingkat pertama

perkara-perkara kejahatan dan pelanggaran yang terdakwa

atau salah satu terdakwanya pada waktu melakukannya

seorang perwira yang pangkatnya mayor keatas.



Mahkamah Tentara Agung/ Mahkamah Militer Agung

Mahkamah tentara agung berkedudukan ditempat kedudukan

MA Indonesia dan daerah hukumnya adalah seluruh negara

RI, disamping mahkamah tentara agung terdapat kejasaan

tentara agung yang daerah hukumnya sama.

Mahkamah tentara agung mengadili perkara kejahatan dan

pelanggaran dalam tingkat pertama dan akhir yang

berhubungan dengan jabatannya dilakukan oleh :

1. Sekretaris jenderal departemen hankam, jika jabatan itu

dipangku oleh seorang anggota ABRI

2. Panglima Besar

3. Kepala staf angkatan bersenjata.

4. Mahkamah Tentara Agung juga memeriksa dan

memutuskan dalam peradilan tingkat kedua segala yang

telah diputuskan oleh pengadilan tentara tinggi



Pengadilan Agama

Pengadilan agama memeriksa dan memutuskan perkara-

perkara yang timbul antara orang-orang yang beragama

Islam tentang soal nikah, talak, rujuk, perceraian, nafkah,

dan lain-lain. Dalam hal yang dianggap perlu berlaku oleh

pengadilan negeri.

Mahkamah Islam Tinggi adalah pengadilan yang merupakan

hakim banding bagi pengadilan agama.



Hukum tentang Peradilan Administrasi Negara

Peranan dan campur tangan langsung dari administrasi

negara terhadap kehidupan masyarakat makin lama main

bertambah untuk membatasi kekuasaan adminstrasi negara

dan melindungi masyarakat dari kemungkinan

penyalahgunaan kekuasaan oleh administrasi negara,

terdapat beberapa jalan antara lain ditempuh dengan

pengembangan peradilan administrasi negara.

Dalam arti luas : Peradilan administrasi negara adalah

peradilan yang menyangkut pejabat-pejabat dan isntansi-

instansi administrasi negara, baik yang bersifat perkara

pidana atau perdata dan perkara administrasi negara murni.

Dalam arti sempit : peradilan administrasi negara adlaah

peradilan yang menyelesaikan perkara administrasi negara

murni adalah suatu perkara yang tidak mengandung

pelanggaran hukum pidana atau perdata melainkan suatu

sengketa/ konflik, yang berpangkal pada atau yang mengenai

interpretasi dari suatu pasal atau ketentuan UU (dalam arti

luas)

Peranan peradilan administrasi negara adalah besar dalam

usaha penyempurnaan aparatur negara melalui tindakan

hukum terhadap praktek dan perbuatan para pejabat yang :

1. Melanggar hukum

2. Melanggar UU

3. Melanggar kewajiban

4. Tidak efisien, melanggar kepentingan umum.



Kekuasaan kehakiman di Indonesia yang dilaksanakan oleh

4 macam peradilan (peradilan umum, agama, militer dan

peradilan tata usaha negara) semuanya berpuncak pada

mahkamah agung sebagai pengadilan negara tertinggi.

Masing-masing badan peradilan tersebut mempunyai

susunan dan kekuasaan yang diatur dalam UU trsendiri.

- Badan peradilan umum diatur dalam UU no.2/ 1986

- Badan peradilan agama diatur dalam UU no.7/1989

- Badan peradilan militer

- Badan peradilan tata usaha negara diatur dalam UU

no.5/1986



Masing-masing pengadilan dalam lingkungan badan-badan

peradilan tersebut mempunyai wewenang untuk menerima,

memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan perkara

sejenis tertentu yang merupakan kompetensi absolut,

karenanya apa yang merupakan kompetensi suatu badan

peradilan secara mutlak tidak mungkin dilakukan oleh badan

peradilan lain.

Pengadilan dalam lingkungan pengadilan umum mempunyai

wewenang untuk menerima, memeriksa dan mengadili serta

menyelesaian perkara perdata dan pidana sipil untuk semua

golongan penduduk (warga negara dan orang asing).

Pengadilan dalam lingkungan peradilan umum terdiri dari

pengadilan negeri yang memeriksa dan memutuskan perkara

pada tingkat pertama dan pengadilan tinggi yang memeriksa

dan memutuskan perkara pada tingkat banding.

Pengadilan negeri berkedudukan di kotamadya atau

kabupaten dan daerah hukumnya meliputi wilayah

kotamadya atau kabupaten, sedangkan pengadilan tinggi

berkedudukan di ibukota provinsi dan daerah hukumnya

meliputi wilayah provinsi.



Pengadilan dalam lingkungan badan peradilan agama

emmpunyai wewenang untuk menerima, memeriksa dan

mengadili serta menyelesaikan perkara perdata khusus

orang-orang yang beragama Islam, yaitu perkara mengenai

perkawinan, perceraian, pewarisan, dan wakaf.

Pengadilan dalam lingkungan peradilan agama terdiri dari

pengadilan agama yang memeriksa dan memutuskan perkara

pada tingkat pertama, dan pengadilan tinggi agama yang

memeriksa dan memutuskan perkara pada tingkat banding.

Pengadilan agama berkedudukan di kotamadya atau ibukota

kabupaten dan daerah hukumnya meliputi wilayah

kotamadya atau kabupaten, sedangkan pengadilan tinggi

agama berkedudukan di ibukota provinsi dan daerah

hukumnya meliputi wilayah provinsi.



Pengadilan dalam lingkungan badan peradilan militer

mempunyai wewenang untuk menerima, memeriksa dan

mengadili serta menyelesaikan perkara pidana yang

terdakwanya adalah anggota ABRI atau yang dipersamakan

berdasarkan UU. Pengadilan dalam lingkungan peradilan

militer terdiri dari Mahkamah Militer, Mahkamah Militer

Tinggi dan Mahkamah Militer Agung. Mahkamah militer

memeriksa dan memutuskan perkara (kejahatan atau

pelanggaran) tingkat pertama yang terdakwanya adalah

anggota ABRI berpangkat Kapten kebawah.

Mahkamah militer tinggi memeriksa dan memutuskan pada

tingkat pertama perkara(kejahatan dan pelanggaran) yang

terdakwanya adlaah anggota ABRI yang berpangkat Mayor

keatas; serta memeriksa dan memutuskan perkara pada

tingkat banding segala perkara yang telah diputuskan oleh

mahkamah militer. Tempat kedudukan mahkamah militer

dan mahkamah militer tinggi ditetapkan oleh menteri

kehakiman bersama-sama dengan menteri pertahanan dan

keamanan. Sedangkan mahkamah militer agung memeriksa

dan memutuskan pada tingkat pertama perkara (kejahatan

dan pelanggaran) yang berhubungan dengan jabatannya yang

dilakukan oleh :

a. Sekjen Departemen Pertahanan dan Keamanan

b. Panglima Besar

c. Kepala Staf angakatn bersenjata

d. Kepala staf angakatn darat, laut, udara dan kepolisian.



Selain itu mahkamah militer agung memeriksa dan

memutuskan pada tingkat banding semua perkara yang telah

diputus oleh mahkamah militer tinggi pada tingkat pertama

yang dimintakan pemeriksaan ulang.

Mahkamah militer agung berkedudukan di tempat

kedudukan mahkamah agung RI dan daerah hukumnya

adalah seluruh wilayah negara RI.



Sebelum ada peraturan MA no.47/ 1977 tentang jalan

pengadilan dalam pemeriksaan kasasi, dalam perkara perdata

dan perkara pidana yang ditangani oleh pengadilan agama

dan pengadilan militer, maka putusan yang diberikan oleh

mahkamah militer agung merupakan putusan akhir yang

mempunyai kekuatan hukum tetap jadi putusan-putusan

dalam lingkungan pengadilan militer tidak bisa dimintakan

pemeriksaan tingkat kasasi dimahkamah agung. Dengan

adanya peraturan MA no.47/1977 tanggal 26 november

1977, putusan pengadilan militer dapat dimintakan

pemeriksaan tingkat kasasi. Hukum acara kasasi termuat

dalam UU no.8/ 1981 tentang KUHAP yang juga berlaku

bagi pengadilan dalam lingkungan badan peradilan militer.



Pengadilan dalam lingkungan badan peradilan tata usaha

negara mempunyai wewenang untuk menerima, memeriksa

dan mengadili serta menyelesaikan perkara-perkara atau

sengketa tata usaha negara, yaitu sengketa yang timbul

dalam bidang tata usaha negara antara orang atau badan

hukum perdata dengan badan atau pejabat tata usaha negara,

baik di pusat maupun di daerah. Sebagai akibat

dikeluarkannya keputusan tata usaha negara termasuk

sengketa kepegawaian berdasarkan peratuan perundang-

undangan yang berlaku. Yang dimaksud Keputusan Tata

Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang

dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang

berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan

peraturan perundang-undangan yang berlaku yang bersifat

konkrit, individual dan final yang menimbulkan akibat

hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata.



Pengadilan dalam lingkungan peradilan tata usaha negara

terdiri dari pengadilan tata usaha negara (yang memeriksa

dan memutuskan perkara pada tingkat pertama), pengadilan

tinggi tata usaha negara (yang memeriksa dan memutuskan

perkara pada tingkat banding).

Pengadilan tata usaha negara berkedudukan di kotamadya

atau kabupaten sedangkan pengadilan tinggi tata usaha

negara berkedudukan di ibukota provinsi dan daerah

hukumnya meliputi wilayah provinsi.



Walaupun pelaksanaan peradilan dari semua badan peradilan

berpuncak pada mahkamah agung, namun pembinaan

organisasi, administrasi dan keuangan badan peradilan

dilakukan oleh departemen masing-masing.

Badan peradilan umum dibina oleh departemen kehakiman,

badan peradilan agama dibina oleh departemen agama,

badan peradilan militer dibina oleh depratemen pertahanan

dan keamanan, dan bidang peradilan tata usaha negara dibina

oleh departemen kehakiman namun pembinaan organisasi.

Administrasi dan keuangan yang dilakukan oleh departemen-

departemen ini tidak boleh mengurangi kebebasan hakim

dalam memeriksa dan memutuskan suatu perkara.



Pemberian kebebasan kepada kekuassan kehakiman dalam

melaksanakan peradilan memang sudah selayaknya karena

tindakan mengadili adalah tindakan untuk memberikan

putusan terhadap suatu perkara yang harus didasarkan

kepada kebenaran, kejujuran dan keadilan. Karenanya harus

dijauhkan dari tekanan atau pengaruh dari pihak manapun

baik oknum, golongan dalam masyarakat apalagi suatu

kekuasaan pemerintah yang biasanya mempunyai jaringan

yang kuat dan luas, sehingga dikhawatirkan [ihak lainnya

yang lemah akan dirugikan.



Semua badan peradilan dalam melaksanakan tugasnya harus

menerapkan dan menegakkan hukum dan keadilan

berdasarkan Pancasila. Realisasi dasar Pancasila tersebut

dapat dilihat dalam setiap keputusan pengadilan memakai

kepala :” demia keadilan berdasarkan ketuhanan yang maha

esa”



Peradilan juga harus memenuhi harapan pencari keadilan

yang selalu menghendaki peradilan yang sederhana, cepat

dan biaya ringan

DEPT. DEPT. MAHKAMAH DEPT.

KEHAKIMAN AGAMA AGUNG HANKAM







PT PTA MMA PTTUN

PN PA MMT PTUN

MM





: Pemeriksaan perkara pada tingkat kasasi di MA



: Pembinaan organisasi, administrasi dan keuangan


Related docs
Other docs by HC111129082333
SILABUS MATA KULIAH
Views: 103  |  Downloads: 0
jkhg
Views: 0  |  Downloads: 0
Prunette
Views: 0  |  Downloads: 0
CIUG Systems OPAC Administration 111607
Views: 0  |  Downloads: 0
ecology sg
Views: 0  |  Downloads: 0
W E02
Views: 0  |  Downloads: 0
bep metiers hygiene proprete Environnement
Views: 4  |  Downloads: 0
Youth Ministry Resource List
Views: 1  |  Downloads: 0
Diapositiva 1
Views: 3  |  Downloads: 0
SEVEN GENERATIONS CHARTER SCHOOL
Views: 3  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!