KONDISI PASOKAN DAN HARGA PANGAN TAHUN 2010 by 2yr30pa

VIEWS: 161 PAGES: 38

									  KONDISI PASOKAN DAN
HARGA PANGAN TAHUN 2010




     BADAN KETAHANAN PANGAN
      KEMENTERIAN PERTANIAN
KONDISI PANGAN GLOBAL
     TAHUN 2010




          2
 KONDISI PERBERASAN GLOBAL


Produksi beras global tahun 2010/2011 diproyeksikan naik 4 persen
(menjadi 459,4 juta ton) karena iklim yang membaik (El Nino
melemah dan hujan normal)


Perdagangan beras global 2010 diprediksikan juga meningkat 6
persen (mencapai 31,4 juta ton)

Harga beras di Thailand pada Mg-I Juli 2010 turun 29 - 31 persen
dari minggu sebelumnya karena kurangnya permintaan dan
meningkatnya suplai global. Sebaliknya, harga beras Vietnam
meningkat sekitar 4 persen




                            3
 KONDISI GLOBAL PANGAN LAINNYA
          Produksi global gula 2009/2010 diprediksikan akan
           mencapai 153,9 juta ton, atau lebih tinggi
           dibandingkan produksi 2008/2009 yaitu 149,9 juta ton
          Walaupun demikian, suplai global gula tahun 2010
GULA
           diperkirakan tetap defisit karena permintaan dunia
PASIR      yang lebih besar dibandingkan produksi
          Defisit suplai dunia diperkirakan akan mencapai 13,5
           juta ton


          Produksi daging sapi dunia 2010 diproyeksikan turun
           menjadi 56,4 juta ton
          Rendahnya produksi antara lain disebabkan tingginya
DAGING     harga sapi hidup dan tingginya biaya produksi yang
 SAPI      menyebabkan margin keuntungan rendah. Disamping
           itu juga disebabkan masih akan terjadinya outbreak
           dari penyakit mulut dan kuku
          Perdagangan daging sapi diproyeksikan meningkat
           sekitar 1 persen karena permintaan global yang
           meningkat       4
  PERKEMBANGAN HARGA PANGAN
SAMPAI DENGAN MINGGU I JULI 2010




               5
PERKEMBANGAN HARGA GKP DI TINGKAT PETANI DAN GKG
 DI TINGKAT PENGGILINGAN DESEMBER 2009 - JUNI 2010

                                 4.000


                                 3.500


                                 3.000
     ( Rp/Kg)




                                 2.500


                                 2.000


                                 1.500


                                 1.000
                                           Des'09   jan'10   Feb'10   Mrt'10   Apr'10   Mei'10       Jun'10
                GKP Tk. Petani             2.963    3.151    3.166    2.857    2.807    2.825         2.951
                HPP GKP Tk. Petani         2.400    2.640    2.640    2.640    2.640    2.640         2.640
                GKG Tk. Penggilingan       3.124    3.532    3.777    3.420    3.356    3.494         3.688
                HPP GKG Tk. Penggilingan   3.000    3.300    3.300    3.300    3.300    3.300         3.300

                                                                                        Sumb er : BPS diolah BKP




 Harga gabah di tingkat petani dan penggilingan selama tahun 2010
  selalu berada di atas HPP dan menunjukkan kenaikan
 Namun, masih ada kasus harga gabah di bawah HPP karena kualitas
  rendah akibat banjir, kekeringan6dan serangan OPT
    LUAS BANJIR DAN KEKERINGAN TANAMAN PADI

                                                                                     (Hektar)
                                       Banjir             Kekeringan          OPT Utama
             Periode
                                   T             P        T         P        T          P
I. Musim Kemarau (April -Juni)
a. MK 2010*)                      45.171    13.907        7.033    1.529    77.218      1.571
b. MK 2009                        10.934        3.582    27.406    1.492    80.171          233

c. Rerata 5 MK (MK 2004-2008)     32.428    11.535       72.831   10.277    63.790          578

II. Tahun (Januari - Juni)
a. Tahun 2010*)                  126.901    34.771       90.728   20.000   242.480      2.747
b. Tahun 2009                    174.261    55.872       48.098    2.818   245.458      1.401
c. Rerata 5 MK (MK 2004-2008)    214.014    69.696      161.933   22.547   186.347      1.531

Keterangan:
T = Terkena, P = Puso
*) Data Sementara


Diperkirakan total kehilangan hasil akibat banjir, kekeringan dan serangan OPT
pada Januari – 24 Juni 2010 mencapai 291.156 ton padi
                                           7
                PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI
                    TAHUN 2009 S.D. JUNI 2010
       105,00



       103,00



       101,00




        99,00



        97,00



        95,00
                   09




                   09




                   10




                   10
                     9




                     0
            M 9




            M 0
          A -09




                    9




           D 9

                    9
                    9




                    0
                    9




                    0
                    9



                    9
                 -0




                 -1
                   0




                   1
                 -0




                  -0
                 -0




                 -1
                 -0
                -0
                 -0




                 -1
                -0
               n-




               n-




               n-




               n-
               b-




               b-
             op
                l
              ar




              ar
             es
             ep
              pr




              pr
              ei




              ei
              st



              kt
             Ju
            Ja




            Ju




            Ja




            Ju
            Fe




            Fe
            M




            M
           gu




            O
            A




            A
           N
           S




 Nilai Tukar Petani selama tahun 2010 cenderung stabil, tetapi
  cenderung meningkat dibandingkan tahun 2009

                                  8
                                          PASOKAN BERAS DI PIBC

                  Pemasukan Beras ke PIBC Tahun 2009 dan 2010                                       Pengeluaran Beras dari PIBC Tahun 2009-2010
                90.000                                                                            80.000
                80.000                                                                            70.000
                70.000




                                                                              Pengeluaran (Ton)
                                                                                                  60.000
Pasokan (Ton)




                60.000
                                                                                                  50.000
                50.000
                                                                                                  40.000
                40.000
                                                                                                  30.000
                30.000
                20.000                                                                            20.000

                10.000                                                                            10.000
                   -                                                                                 -




                                                                                                                          ri
                                                                                                               i




                                                                                                                                                           ni
                                                                                                                                 et




                                                                                                                                                                     )
                                                                                                                                           ril
                              ri




                                                                                                                                                    ei
                               i




                                                                                                             ar
                                                            ni
                                     et




                                                                      )
                                            ril


                                                     ei
                             ar




                                                                                                                                                                  li*
                                                                                                                        ua
                                                                   li*
                            ua




                                                                                                                                                         Ju
                                                                                                                                         Ap
                                                                                                                               ar




                                                                                                                                                    M
                                                          Ju
                                          Ap
                                   ar




                                                                                                           nu
                                                     M




                                                                                                                                                                Ju
                          nu




                                                                 Ju




                                                                                                                     br


                                                                                                                               M
                         br


                                   M




                                                                                                         Ja
                        Ja




                                                                                                                   Fe
                       Fe




                                       2009   2010                                                                                    2009   2010

Keterangan: *) s.d. 12 Juli 2010


Pasokan beras di pasar grosir PIBC pada tahun 2010 lebih tinggi
dibandingkan periode yang sama tahun 2009, sementara itu permintaannya
stabil

                                                                          9
   PERKEMBANGAN HARGA BERAS UMUM, TERMURAH DAN THAI
           BULAN MARET S.D. MINGGU I JULI 2010

                         8.000



                         7.500


                         7.000



                         6.500
    (R P /K g )




                         6.000



                         5.500



                         5.000
                                   Mg-I   Mg-II   Mg-III Mg-IV Mg-V Mg-I   Mg-II   Mg-III Mg-IV Mg-I   Mg-II   Mg-III Mg-IV Mg-I   Mg-II   Mg-III Mg-IV Mg-V Mg-I
                                                  Maret'10                    A pril'10                   Mei'10                           J uni'10          J uli'10

                  Beras Thai 5%    6.784 6.275 6.141 6.001 5.975 6.018 5.892 5.741 5.624 5.604 5.571 5.639 5.613 5.656 5.613 5.508 5.457 5.380 5.313
                  Beras Thai 15%   6.422 5.979 5.813 5.676 5.653 5.739 5.679 5.529 5.412 5.371 5.306 5.371 5.345 5.385 5.339 5.237 5.186 5.110 5.048
                  Beras Umum       7.592 7.531 7.514 7.427 7.395 7.383 7.387 7.381 7.377 7.393 7.391 7.401 7.426 7.452 7.523 7.597 7.678 7.754 7.807
                  Beras Termurah 6.127 6.058 6.047 5.986 5.965 5.962 5.958 5.944 5.940 5.947 5.948 5.949 5.962 5.980 6.025 6.093 6.151 6.214 6.261

                                                                                                                                      Sumber : BPS dan PIBC


 Harga beras dalam negeri di tingkat grosir dan konsumen menunjukkan
  kenaikan, sedangkan harga beras di luar negeri menurun  Perlu
  diwaspadai adanya rembesan impor10
           PERKEMBANGAN HARGA BERAS UMUM
  TAHUN 2008 S.D. JULI 2010 DAN PERKIRAAN AGUSTUS 2010

                  8.500

                  8.000

                  7.500
    (Rp/kg)




                  7.000

                  6.500

                  6.000

                  5.500

                  5.000
                          Oct   Nov   Dec   Jan   Feb   Mar   Apr     May   Jun   Jul *)   Aug   Sep
              TH 2008     5.981 5.985 6.147 6.405 6.377 6.221 6.132 6.253 6.388 6.401 6.412 6.436
              TH 2009     6.440 6.441 6.502 6.594 6.725 6.724 6.643 6.646 6.653 6.649 6.657 6.702
              TH. 2010 *) 6.705 6.707 6.938 7.495 7.721 7.492 7.382 7.403 7.601 7.807 7.922
                                                              7.601               7.807 7.738
        Keterangan: *) Untuk tahun 2010, data s.d. minggu I Juli                      Sumber: BPS
                                                                                  7.807 8.105

 Trend harga beras umum tahun 2010 mengikuti pola tahun 2008
 Diprediksikan pada bulan Agustus 2010, harga beras umum akan naik 1,47
  persen dibanding Juli 2010, dengan kisaran Rp 7.738/kg – Rp 8.105/kg atau
  rata-rata sebesar Rp 7.922/kg
                                                   11
       PERKEMBANGAN HARGA BERAS TERMURAH
TAHUN 2008 S.D. JULI 2010 DAN PERKIRAAN AGUSTUS 2010
             7,000


             6,500


             6,000
   (Rp/kg)




             5,500


             5,000


             4,500


             4,000
                     Oct     Nov     Dec     Jan     Feb     Mar     Apr     May     Jun     Jul *)   Aug     Sep
              2008   4,766   4,770   4,910   5,105   5,066   4,938   4,876   4,979   5,113   5,123    5,140   5,247
              2009   5,247   5,237   5,308   5,397   5,511   5,517   5,469   5,474   5,486   5,488    5,427   5,462
              2010   5,451   5,436   5,604   6,079   6,264   6,037   5,951   5,952   6,065   6,117    6,328
                                                                                             6,117  6,128
    Keterangan: *) Untuk tahun 2010, data s.d. minggu I Juli                                 6,117Sumber: BPS
                                                                                                    6,528



 Trend harga beras termurah tahun 2010 mengikuti pola tahun 2008
 Harga beras termurah pada Agustus 2010 diproyeksikan naik 3,45 persen
  dibandingkan Juli 2010, berkisar antara Rp 6.128/kg – Rp 6.528/kg atau
  rata-rata sebesar Rp 6.328/kg
 Harga beras diprediksikan akan terus meningkat terutama menjelang
  bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri
                                    12
               PERKEMBANGAN HARGA GULA TINGKAT KONSUMEN VS
                HARGA PARITAS INTERNASIONAL EKS LIFFE LONDON
                     BULAN MARET S.D. MINGGU I JULI 2010
                  11.000




                  10.000




                    9.000
     R p/K g




                    8.000




                    7.000




                    6.000




                    5.000
                              Mg-I    Mg-II   Mg-III     Mg-IV   Mg-V    Mg-I    Mg-II   Mg-III    Mg-IV   Mg-I    Mg-II   Mg-III   Mg-IV   Mg-I    Mg-II    Mg-III    Mg-IV   Mg-V    Mg-I
                                              Maret'10                               Apr'10                            Mei'10                                Juni'10                   Juli'10

           Gula Eceran DN 10.441 10.384 10.368 10.278 10.153 10.077 10.051 10.005                  9.914   9.886   9.883   9.815    9.759   9.674    9.523   9.476     9.418   9.413   9.414
           Paritas Internt.   9.447   8.773    8.696     8.696   8.189   8.346   8.199   8.682     8.124   7.883   8.129   8.387    8.626   8.728    8.542   8.847     9.156   9.155   9.138

                                                                                                                                            S umber : B PS dan Eks L IF F E L ondon




 Harga gula pasir tingkat konsumen pada minggu I Juli 2010 turun 0,92 persen
  dibandingkan rata-rata Juni 2010, sedangkan harga paritas gula internasional (Ex-
  LIFFE London) naik 2,84 persen
                                                                                              13
           PERKEMBANGAN HARGA MINYAK GORENG TINGKAT
           KONSUMEN DAN HARGA PARITAS INTERNASIONAL
               BULAN MARET S.D. MINGGU I JULI 2010
                 12.000




                 11.000




                 10.000
       R p/K g




                  9.000




                  8.000




                  7.000




                  6.000
                             Mg-I    Mg-II   Mg-III   Mg-IV     Mg-V    Mg-I    Mg-II   Mg-III   Mg-IV   Mg-I    Mg-II   Mg-III   Mg-IV   Mg-I    Mg-II   Mg-III    Mg-IV   Mg-V    Mg-I
                                             Maret'10                               Apr'10                           Mei'10                               Juni'10                    Juli'10

          Migor Kemasan 11.080 11.077 11.078 11.073 11.051 11.047 11.041 11.030 10.964 10.965 10.961 10.956 10.954 10.952 10.951 10.946 10.954 10.950 10.884
          Migor Curah        9.119   9.139    9.291     9.275   9.250   9.273   9.236   9.248    9.196   9.182   9.135   9.100    9.100   9.112   9.089   9.074     9.073   9.073    9.061
          Paritas Internt.                            10.389 10.294 10.147 10.118 9.915          9.831 10.014 10.004 9.885        9.862 10.017 9.881      9.754     9.648   9.625    9.646

                                                                                                                                                   S um be r: B P S & R otte rda m



• Harga minyak goreng curah dan kemasan selama tahun 2010 cenderung stabil
• Pada minggu I Juli 2010, harga minyak goreng sedikit menurun 0,26% (curah) dan
  0,61% (kemasan) dibandingkan rata-rata Juni 2010
• Harga minyak goreng paritas internasional pada minggu I Juli 2010 cenderung
                                        14
  turun 1,42% dibandingkan rata-rata Juni 2010
    PERKEMBANGAN HARGA CABE MERAH TINGKAT PRODUSEN
     DAN KONSUMEN BULAN MARET S.D. MINGGU I JULI 2010
             45.000



             40.000



             35.000



             30.000



             25.000
     Rp/Kg




             20.000



             15.000



             10.000



              5.000



                   0
                        Mg-I    Mg-II   Mg-III   Mg-IV     Mg-V    Mg-I   Mg-II   Mg-III   Mg-IV   Mg-I   Mg-II   Mg-III   Mg-IV   Mg-I   Mg-II   Mg-III    Mg-IV   Mg-V   Mg-I
                                        Maret'10                              Apr'10                          Mei'10                              Juni'10                  Juli'10

             Tk. Kons. 16.664 14.127 12.943 12.132 12.907 15.425 15.976 16.131 17.523 17.739 18.209 20.845 21.942 25.663 28.961 29.219 31.968 34.763 39.866
             Tk Prod.   8.848   6.531    7.280     7.558   7.558   8.873 11.918 12.004 12.672 10.147 9.600 12.355 11.406 17.531 20.861 21.955 22.400 24.125 27.926

                                                                                                                       Sumber : BPS dan SMS Center Kementan

• Harga cabe merah menunjukkan peningkatan terus-menerus sejak akhir Maret 2010. Di
  tingkat konsumen, harga cabe merah pada minggu I Juli 2010 naik 32,38% dan di tingkat
  produsen 30,65% (dibandingkan rata-rata Juni 2010)
• Kenaikan harga cabe disebabkan kurangnya pasokan akibat cuaca buruk dan serangan
                                           15
  hama penyakit busuk akar, busuk buah dan kutu putih
  PERKEMBANGAN HARGA BAWANG MERAH TK. PRODUSEN DAN
      KONSUMEN BULAN MARET S.D. MINGGU I JULI 2010


                   18.500


                   16.500


                   14.500


                   12.500
      (R p/K g )




                   10.500


                    8.500


                    6.500


                    4.500
                                                                                                                                    S um be r : B P S da n S MS C e nte r K e m e nta n

                    2.500      Mg-I    Mg-II   Mg-III   Mg-IV     Mg-V    Mg-I    Mg-II   Mg-III   Mg-IV   Mg-I    Mg-II   Mg-III   Mg-IV    Mg-I    Mg-II   Mg-III     Mg-IV   Mg-V    Mg-I
                                               Maret'10                              A pr'10                           Mei'10                                J uni'10                   J uli'10

        B w Merah Tk K ons .   13.841 13.818 13.511 13.520 13.967 15.309 15.297 15.142 14.235 13.901 13.833 13.782 14.234 14.653 15.357 17.267 18.084 18.885 19.386
        B w Merah Tk Prods .   5.527   5.500    5.821     5.788   6.175   6.305   5.407   5.363    5.313   5.950   5.350   6.125     7.167   7.000   8.180   8.191      9.050   9.653   9.597



• Harga bawang merah mulai naik sejak akhir Mei 2010. Dibandingkan rata-rata Juni 2010,
  harga bawang merah pada minggu I Juli 2010 naik 15,06% di tingkat konsumen dan
  14,05% di tingkat produsen
• Kenaikan harga disebabkan karena menurunnya kualitas bawang merah akibat cuaca
                                         16
  buruk dan serangan hama penyakit
          PERKEMBANGAN HARGA DAGING SAPI
 TAHUN 2007 S.D. JULI 2010 DAN PERKIRAAN AGUSTUS 2010
               65,000


               60,000


               55,000
     (Rp/kg)




               50,000


               45,000


               40,000
                          Jan    Feb    Mar    Apr    May    Jun   Jul*)   Aug     Sep   Oct     Nov   Dec
               Th.2007   49,165 49,024 49,280 49,355 49,418 49,484 49,629 49,618 48,858 53,224 49,375 49,517
               Th.2008   49,704 50,391 51,171 51,142 51,221 51,529 52,060 53,138 58,552 59,676 58,709 58,908
               Th.2009   59,026 58,867 58,768 58,761 58,648 58,443 58,458 59,120 61,992 61,001 60,486 60,957
               Th. 2010 61,124 61,121 61,006 61,000 60,890 60,873 60,876 60,887
                                                        60,876
      Keterangan: *) Untuk tahun 2010, data s.d. minggu I Juli 59,287                          Sumber: BPS
                                                                   60,876 62,486

• Harga daging sapi dalam negeri di tingkat konsumen s.d. Mg-I Juli 2010 cenderung
  stabil, sedangkan di tingkat produsen naik 0,48 persen dibandingkan bulan
  sebelumnya
• Pada bulan Agustus 2010, harga diperkirakan masih akan stabil
• Perlu diantisipasi kenaikan harga terutama menjelang bulan puasa dan Hari Raya
  Idul Fitri, karena menurunnya produksi dunia
                                          17
             PERKEMBANGAN HARGA DAGING AYAM
    TAHUN 2007 S.D. JULI 2010 DAN PERKIRAAN AGUSTUS 2010
                 35,000




                 30,000
       (Rp/kg)




                 25,000




                 20,000




                 15,000
                             Jan      Feb      Mar      Apr      May      Jun      Jul*)    Aug      Sep      Oct       Nov      Dec

                 Th.2007    20,123   18,790   20,232   22,796   22,659   22,403   24,370   24,615   25,701   25,769    22,274   21,718
                 Th.2008    20,990   21,743   22,370   23,345   24,569   23,780   26,458   26,984   29,309   29,931    25,714   23,013
                 Th.2009    24,814   26,476   26,187   25,142   25,750   25,621   27,091   27,348   28,628   26,663    23,560   22,074
                 Th. 2010   20,778   21,118   21,959   21,727   22,401   23,780   24,161   28,352
                                                                                  24,161   25,279
         Keterangan: *) Untuk tahun 2010, data s.d. minggu I Juli                                                     Sumber: BPS
                                                                                  24,161   31,424


•   Pada minggu I Juli 2010, harga daging ayam tingkat konsumen naik sebesar 13,43 persen
    dibandingkan rata-rata Juni 2010
•   Harga daging ayam tingkat produsen naik 5,26 persen dari Rp 14.797/kg (Juni 2010)
    menjadi Rp 15.575/kg (minggu I Juli 2010)
•   Pada bulan Agustus 2010, harga daging ayam di tingkat konsumen diproyeksikan akan
    naik hingga mencapai Rp 28.352/kg atau berkisar antara Rp 25.279/kg – Rp 31.424/kg
                                              18
         PERKEMBANGAN HARGA TELUR AYAM RAS
  TAHUN 2007 S.D. JULI 2010 DAN PERKIRAAN AGUSTUS 2010
                        17,000

                        16,000

                        15,000

                        14,000

                        13,000
       (Rp/kg)




                        12,000

                        11,000

                        10,000

                         9,000

                         8,000

                         7,000
                                   Jan      Feb      Mar      Apr      May      Jun      Jul*)    Aug      Sep      Oct       Nov      Dec

                       Th 2008                                        12,227   11,931   10,845   14,098   15,019   14,917    13,977   13,111
                       Th. 2009   13,087   12,805   12,901   13,022   12,825   12,605   13,791   14,347   13,243   12,539    12,226   13,021
                       Th. 2010   12,403   12,258   12,689   12,925   12,233   13,292   14,617   14,353
                                                                                        14,617   12,648
                 Keterangan: *) Untuk tahun 2010, data s.d. minggu I Juli16,057
                                                                 14,617                                                     Sumber: BPS



• Harga telur ayam di tingkat konsumen pada minggu I Juli 2010 naik 9,97 persen
  dibandingkan rata-rata Juni 2010, begitu juga di tingkat produsen naik 10,31 persen
• Diperkirakan harga akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada hari raya Idul
  Fitri. Pada bulan Agustus 2010 diperkirakan harga telur ayam turun hingga Rp 14.352/kg
  atau berkisar antara Rp 12.648 - Rp 16.057/kg
                                           19
 PROGNOSA KETERSEDIAAN DAN
KEBUTUHAN PANGAN MENJELANG
        HBKN 2010




            20
           PROGNOSA KETERSEDIAAN DAN
         KEBUTUHAN PANGAN NASIONAL 2010
                                                    Produksi-
                Ketersediaan    Kebutuhan                             Surplus, Defisit
                                                    Kebutuhan
   Komoditi      (ribu ton)     (ribu ton)                             Kumult/Stok
                                                     (ribu ton)
                                                                      Akhir (ribu ton)


Beras              38,224,525       32,586,345          4,020,180           5,638,180
Gula Pasir          6,243,609        4,944,000            -88,194           1,299,609
Minyak Goreng       5,741,065        5,310,998         11,412,052             430,067
Kacang Tanah        1,159,531             754,062        290,511              302,946
Cabe Merah          1,220,078        1,220,088                -10                  -10
Bawang Merah          701,667             557,411        144,256              113,079
Daging Sapi           403,160             403,160                 0                 0
Daging Ayam           566,918             566,918                 0                 0
Telur Ayam          1,010,230             989,168         42,205               21,062




                                     21
    KETERSEDIAAN BERAS DALAM NEGERI

 Ketersediaan beras di dalam negeri tahun 2010
  diproyeksikan akan aman
 Pada setiap akhir bulan, mulai Juni – September
  2010, diperkirakan akan terdapat surplus beras
  sekitar 9,2 juta sampai 10 juta ton
 Walaupun demikian tetap perlu dilakukan
  antisipasi kemungkinan terjadinya serangan
  Organisme Penggangu Tanaman (OPT), cuaca
  yang tidak menentu dan kenaikan harga input
  produksi akibat kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL)




                         22
      PROGNOSA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN
                BERAS TAHUN 2010
                                                                                                              Satuan: ton
                                     Produksi
                                                                                            Prod.
    Bulan/                             Bersih                            Kebutuhan/                         Stok Akhir
                   Stok Awal                         Ketersediaan                          Bersih -
    Tahun                            (ARAM II-                           Konsumsi                          (Kumulatif)
                                                                                          Kebutuhan
                                       2010)

    Jun-10            8,792,222        3,046,216         11,838,438         2,584,167          462,049         9,254,271

    Jul-10            9,254,271        3,201,823         12,456,094         2,584,167          617,656         9,871,927

   Aug-10             9,871,927        3,300,458         13,172,386         3,080,327          220,131       10,092,059

   Sep-10            10,092,059        2,442,010         12,534,069         3,328,407         -886,397         9,205,662
   Th 2010            1,618,000      36,606,525          38,224,525        32,586,345        4,020,180         5,638,180
Sumber : Ditjen Tanaman Pangan dan BKP Kementan
Keterangan :
1) Stok awal bulan Januari 2010 hanya diperhitungkan stok akhir Desember 2009 di BULOG (CBP 518 ribu ton dan Beras Raskin
   1,1 juta ton) dan ekpor-impor tidak diperhitungkan
2) Produksi beras tersedia dihitung dengan asumsi :
      a) GKG tersedia = GKG (Aram-II-2010) dikurangi penggunaan gabah 7,3%, terdiri untuk untuk benih 0,9%; pakan 0,44%;
      b) Industri non makanan 0,56%; tercecer/susut 5,4%;
      c) Konversi GKG tersedia ke beras (62,7%), dikurangi penggunaan beras sebesar 3,33 %, terdiri: untuk pakan
          ternak/unggas 0,17%; industri non makanan 0,66%; tercecer/susut 2,5%;
      d) Pola produksi bulanan didasarkan realisasi luas panen (Jan-April) dan perkiraan Mei - Desember 2009;
      e) Total kebutuhan/konsumsi dihitung dari konsumsi beras per kapita 139,15 kg/th dan proyeksi jumlah penduduk th 2010:
                                                              23
          234.181.400 jiwa.
       KETERSEDIAAN GULA PASIR

 Di dalam negeri, ketersediaan gula tahun 2010
  yang berasal dari stok awal tahun, produksi gula
  kristal putih, gula rafinasi dan gula impor,
  diperkirakan mencapai 6,24 juta ton
 Diproyeksikan pada akhir tahun 2010 akan
  terdapat surplus sebesar 1,3 juta ton
 Pada setiap akhir bulan (Juni-September 2010)
  diperkirakan akan tersedia surplus gula antara
  723 ribu – 1,5 juta ton




                        24
    PROGNOSA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN
           GULA PASIR TAHUN 2010
                                                                                              Satuan: ton

   Bulan/                      Produksi
               Stok Awal                       Impor      Ketersediaan     Kebutuhan        Stok Akhir
   Tahun                         Gula
 Jun-10           434,160         661,466      13,853        1,109,479           385,656        723,823
 Jul-10           723,823         740,781      11,564        1,476,168           383,625      1,092,543
 Agus-10        1,092,543         673,355      11,009        1,776,907           382,946      1,393,961
 Sep-10         1,393,961         539,522      13,607        1,947,090           438,739      1,508,351
 Th 2010          790,909       4,855,806      31,997        6,243,609         4,944,000      1,299,609
Sumber : Ditjen Perkebunan dan Set.Dewan Gula Indonesia

Keterangan:
1) Stok awal adalah sisa cadangan gula (GKP, GKR, Mamin & Farmasi) yang belum dikonsumsi; untuk
   GKP memenuhi kebutuhan 3 (tiga) bulan berikutnya, untuk GKR dapat memenuhi kebutuhan 1 (satu)
   bulan kedepan
2) Produksi gula dalam negeri terdiri dari gula pasir eks tebu, eks raw sugar dan gula impor rafinasi.
   Konversi raw sugar menjadi gula putih 92 %
3) Ketersediaan gula = stok gula, produksi GKP, GKR + impor, belum diperhitungkan dengan tercecer.
   Penduduk BPS th. 2010 : 234.181,4 jt jiwa
4) Kebutuhan penggunaan gula diperhitungkan dengan kebutuhan langsung dan kebutuhan industri
   makanan, minuman & Farmasi
5) Konsumsi gula secara langsung: 14,19 Kg/Kap/Tahun dan perkiraan kebutuhan gula industri mamin =
   39 % dari produksi
                                                    25
    KETERSEDIAAN MINYAK GORENG


 Pada akhir tahun 2010 diperkirakan akan
  terdapat surplus minyak goreng sebesar 430 ribu
  ton.
 Pada bulan Juni-September 2010 diperkirakan
  akan tersedia surplus antara 267 ribu – 500 ribu
  ton minyak goreng




                        26
           PROGNOSA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN
                MINYAK GORENG TAHUN 2010
                                                                                                  Satuan: ton
                                                                                        Surplus/Defisit
                 Stok
  Bulan                       Produksi      Ekspor       Ketersediaan    Konsumsi    Produksi-     Kumulatif/
                 Awal
                                                                                     Kebutuhan     Stok Akhir
  Jun-10        246,435        1,400,326     963,012          662,044      394,137    1,006,189      267,907
  Jul-10        267,907        1,569,320     917,501          895,402      459,827    1,109,493      435,575
  Aug-10        435,575        1,707,515    1,170,948         945,676      551,792    1,155,723      393,884
  Sep-10        393,884        1,772,643    1,017,613        1,121,438     620,766    1,151,877      500,672
Jumlah
                975,000      16,723,050    11,697,778        5,741,065   5,310,998   11,412,052      430,067
Th 2010

Sumber: Ditjen Perkebunan Kementan


 Keterangan:
 1. Stok CPO dan minyak goreng bersumber dari BPS, GAPKI dan AIMMI
 2. Produksi Total adalah penjumlahan minyak goreng dari CPO dan kopra dengan asumsi
    rendemen sbb: Rendemen minyak goreng dari CPO 68,28 %; pertumbuhan konsumsi 1 %
    dan kopra 53%
 3. Angka ekspor dan impor dari BPS diasumsikan sama dengan bulanan tahun 2009
 4. Tercecer minyak goreng 1,55 % (kajian BKP dan BPS tahun 2002, 2003)
 5. Angka kebutuhan konsumsi masyarakat untuk minyak sawit 5,80 Kg/Kap/Th dan minyak
    kelapa 2,33 Kg/Kap/Th dan pertumbuhan konsumsi 1 persen per tahun
                                                        27
      KETERSEDIAAN CABE MERAH


 Produksi cabe merah diperkirakan cukup untuk
  memenuhi kebutuhan
 Perlu diantisipasi lonjakan harga cabe merah
  pada masa HBKN karena ketersediaan cabe
  merah pada bulan Juli – Agustus 2010
  diperkirakan tidak dapat mencukupi kebutuhan




                       28
          PROGNOSA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN
                 CABE MERAH TAHUN 2010
                                                                                          Satuan: Ton

                                                                      Total          Produksi-
       Bulan                   Produksi           Ketersediaan
                                                                    Kebutuhan        Kebutuhan
      Jun-10                            111,720           105,833       97,999                7,834
       Jul-10                           102,637            97,228       97,999                (771)
      Aug-10                            114,291           108,268      117,599              (9,331)
      Sep-10                            105,504            99,944      107,799              (7,855)
     Th 2010                     1,287,953           1,220,078       1,220,088                 (10)
Sumber: Ditjen Hortikultura, Kementan


Keterangan:
1) Stok awal tidak ada karena cabe bertahan segar paling lama 5 hari
2) Angka produksi merupakan angka perencanaan pola produksi nasional tahun 2010
3) Kebutuhan konsumsi cabe secara langsung dengan asumsi :
     a. Jumlah proyeksi penduduk tahun 2010: 234.181,4 juta jiwa (Supas);
     b. Konsumsi cabe perkapita : 5,21 Kg/Kap/th (NBM sementara 2008) dan konsumsi cabe: 0,43
        Kg/kap/bln
     c. Kebutuhan bulan Agustus, September, Nopember dan Desember dinaikkan per bulan dari konsumsi
        normalnya, yaitu : Agustus (Puasa) naik 20 %; September (Puasa dan Idul Fitri) dinaikkan 10%;
        Nopember (Idul Adha) dinaikkan 10% dan Desember (Natal dan Tahun Baru) dinaikkan 5%
                                                     29
    KETERSEDIAAN BAWANG MERAH


 Pada akhir tahun 2010, diproyeksikan akan
  terdapat surplus bawang merah sebesar 113,1
  ribu ton
 Pada bulan Juni, produksi bawang merah tidak
  dapat mencukupi kebutuhan. Namun pada bulan
  Juli sampai dengan September 2010, akan
  terdapat surplus penyediaan bawang merah




                      30
      PROGNOSA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN
           BAWANG MERAH TAHUN 2010
                                                                                           Satuan: Ton
                                                                            Produksi        Surplus/
                 Stok       Produksi
   Bulan                                 Ketersediaan     Kebutuhan          Bersih-       Defisit Stok
                 Awal         2010
                                                                           Kebutuhan          Akhir
  Jun-10       (23,509)         91,641          47,033          48,048           22,495          (1,015)
   Jul-10       (1,015)        101,238          79,546          48,048           32,513           31,498
  Aug-10         31,498        130,116         140,434          52,853           56,084           87,581
  Sep-10         87,581        122,629         194,385          50,450           56,353         143,934
 Th 2010                0     892,453         701,667         588,588         113,079          113,079

Sumber: Ditjen Hortikultura, Kementan

Keterangan:
1) Stok awal tidak ada karena daya simpan hanya satu (1) bulan untuk konsumsi;
2) Angka produksi merupakan angka perencanaan Pola Produksi Nasional tahun 2010;
3) Tercecer merupakan angka produksi dikalikan 8,36 persen; Benih merupakan rencana luas tambah tanam
   nasional dikalikan 1,2 ton/hektar
4) Jumlah tersedia = produksi dikurangi tercecer dan kebutuhan benih dan impor-ekpor tidak diperhitungkan
5) Kebutuhan = konsumsi bawang merah perkapita 2,5Kg/Kap/tahun (ASEM NBM 2008), kebutuhan bulan
   Agustus, September, Nopember dan Desember diasumsikan naik dari kebutuhan normalnya, yaitu:
   Agustus naik 10 persen; September (Puasa dan Idul Fitri) naik 5 persen; Nopember (Idul Adha) naik 5
   persen dan Desember (Natal) naik 5 persen
                                                  31
      KETERSEDIAAN DAGING SAPI

 Produksi daging sapi dalam negeri tahun 2010
  sebesar 329,4 ribu ton yang berasal dari
  pemotongan 2,36 juta ekor, sapi lokal 2,1 juta
  ekor dan lebih dari 260 ribu ekor sapi bakalan
  eks impor
 Kebutuhan daging sapi dalam negeri sebesar
  403,16 ribu ton. Kekurangan produksi daging
  sapi akan dipenuhi dari impor sebesar 73,76
  ribu ton
 Ketersediaan daging sapi bulan Juni-September
  2010 diperkirakan aman



                       32
     PROGNOSA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN
           DAGING SAPI TAHUN 2010
                                                                                                   Satuan: Ton
                                                                                             Ketersediaan/
      Bulan            Produksi            Impor          Ketersediaan       Kebutuhan
                                                                                              -Kebutuhan
 Jun-10                     24,596              5,508            30,104           30,104                     0
 Jul-10                     18,521              4,147            22,668           22,668                     0
 Agt-10                     53,945            12,080             66,025           66,025                     0
 Sep-10                     25,824              5,783            31,607           31,607                     0
 Tahun 2010                329,400            73,760            403,160         403,160                      0
Sumber: Ditjen. Peternakan Kementan

Keterangan:
 Produksi daging dalam negeri = 329,4 ribu ton yang berasal dari pemotongan sebesar 2,36 juta ekor, berasal
  dari sapi lokal sebesar 2,1 juta ekor dan 260 – 450 ribu ekor sapi bakalan ex impor (dengan berat rata-rata
  450 kg)
 Kebutuhan daging berdasarkan asumsi konsumsi daging perkapita PSDS Ditjen Peternakan = 1,72 Kg/Kap/Th,
  berasal dari 1,47 Kg/Kap/Th kebutuhan rumah tangga dan 0,25 Kg/Kap/Th kebutuhan industri daging olahan
  (industri rumah tangga dan prosesing daging), dengan asumsi jumlah penduduk 234,4 juta jiwa

 Stok cadangan Daging dan Jeroan (DJ) ex impor merupakan stok yang tersedia di gudang penyimpanan dan
  dihitung sebagai ketersediaan. Ketersediaan daging sapi sebesar 403.160 ton untuk mencukupi kebutuhan
  konsumsi daging sapi segar, daging beku dan bahan baku industri pengolahan daging. Selain itu masih
  tersedia cadangan dalam bentuk sapi siap potong baik sapi lokal maupun sapi eks impor yang setara dengan
  5% (20 ribu ton) dari volume ketersediaan daging
 Kebutuhan daging sapi per bulan didasarkan skor konsumsi kajian UNPAD. Khusus produksi daging yang
  berasal dari sapi potong, bakalan ex impor telah disiapkan oleh asosiasi feedlot-feedlot sebesar 60.000 ekor
                                                      33
  KETERSEDIAAN DAGING AYAM RAS

 Kebutuhan daging ayam untuk rumah tangga
  tahun 2010 sebesar 561.249 ton dan kebutuhan
  industri 5.669 ton  Kebutuhan daging ayam
  dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri
 Pada bulan Juni –September 2010, ketersediaan
  daging ayam cukup memenuhi kebutuhan
  selama HBKN




                      34
        PROGNOSA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN
              DAGING AYAM TAHUN 2010
                                                                                              Satuan: Ton

                 Populasi                                                             Kebutuhan
                                Produksi      Produksi    Tercecer    Ketersedia
    Bulan        Ayam Ras                                                          Rumah
                                 Karkas        Daging       (5%)          an                    Industri
                   (Ekor)                                                          Tangga
 Juni            74,246,588          83,358      48,348       2,417       45,930     45,471          459
 Juli            55,906,089          62,767      36,405       1,820       34,585     34,239          346
 Agustus        117,257,323         131,647      76,355       3,818       72,538     71,812          725
 Sepetember      74,511,965          83,656      48,521       2,426       46,094     45,634          461
 Tahun 2010     916,425,428     1,028,889       596,756      29,838      566,918    561,249         5,669
Sumber: Ditjen Peternakan, Deptan




  Keterangan:
  1) Ketersediaan daging ayam belum termasuk ketersediaan daging ayam buras, ayam ras
      petelur dan itik (sebesar 344.5 Ton*)
      * Angka sementara Buku Statistik Peternakan Tahun 2010
  2) Kebutuhan daging ayam ras per bulan didasarkan skor konsumsi kajian UNPAD
  3) Produksi daging diasumsikan 58% dari produksi karkas, sumber Buku Statistik
      Peternakan Tahun 2009 (Studi Kasus UGM 1976)

                                                     35
   KETERSEDIAAN TELUR AYAM RAS

 Produksi telur ayam ras dalam negeri tahun
  2010 sebesar 1.031.373 ton
 Setelah dikurangi tercecer sebanyak 2,05
  persen dan kebutuhan sebesar 989,17 ton,
  maka pada akhir tahun 2010 diperkirakan akan
  terdapat surplus telur sebesar 21,06 ribu ton
 Pada bulan Juni –September 2010, kecuali
  Agustus, ketersediaan telur ayam ras cukup
  memenuhi kebutuhan




                      36
    PROGNOSA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN
           TELUR AYAM TAHUN 2010
                                                                                             Satuan: Ton

                                    Tercecer                                              Ketersediaan-
       Bulan        Produksi                        Ketersediaan         Kebutuhan
                                     (2,05%)                                               Kebutuhan
Juni                    85,905            1,761               84,144           77,976               6,168
Juli                    85,990            1,763               84,228           58,714              25,514
Agustus                 86,076            1,765               84,311          110,605             -26,294
September               86,161            1,766               84,395           82,512               1,883
Tahun 2010           1,031,373          21,143            1,010,230           989,168              21,062
Sumber: Ditjen Peternakan, Deptan

Keterangan:
1) Konsumsi telur/kapita/tahun = 4,22 kg, dengan asumsi jumlah penduduk 234,4 juta jiwa
2) Ketersediaan telur belum termasuk ketersediaan telur ayam buras dan telur itik (sebesar 333,6 Ton*)
   * Angka Sementara Buku Statistik Peternakan Tahun 2010
3) Tercecer 2,05% berdasarkan Buku Statistik Tahun 2009 (Studi kasus UGM 1976)




                                                  37

								
To top