Docstoc

Penelitian - DOC

Document Sample
Penelitian - DOC Powered By Docstoc
					RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK MENUNJANG KINERJA
                       PERGUDANGAN PADA PT.XYZ
                       MUCHAMAD DESTA FADILAH
                              108093000044



1.   Latar Belakang
            Sistem Informasi Eksekutif (SIE) yaitu bagian yang menyediakan
     informasi bagi eksekutif mengenai kinerja keseluruhan perusahaan, dan di
     gunakan untuk memonitoring serta komunikasi perusahaan terhadap data
     yang diolah dengan lingkungan bisnis (Lang dan Whinston, 1997); (Elam
     dan Leidner, 1995); dan (McNurlin dan Sprague, 2004). SIE sangat
     berguna untuk para pengambil keputusan yang cepat agar tidak kehilangan
     kesempatan dalam meraih rekan kerja (Martinsons dan Davison, 2006).
     Dalam penelitian sebelumnya, negara yang sering melakukan penelitian
     SIE hanya sebatas pada negara Jepang dan China, hampir seluruh
     penelitian sebelumnya beroperasi dalam wilayah Top Management
     (Martinsons dan Davison, 2007). Dalam mengembangkan SIE ada 5 hal
     yang harus diperhatikan, diantaranya: masukan informasi harus berupa
     data internal maupun eksternal, pengolahan informasi hasu dalam bentuk
     grafik, manfaat informasi yang dihasilkan merupakan proyeksi jawaban
     yang akan datang, penggunaan informasi untuk manajemen tingkat atas,
     dan peramalan yang dilakukan dalam SIE memiliki interval peramalan 1-5
     tahun.(Laudon dan Laoudon, 2003).
            Pada penelitian kali ini, ruang lingkup SIE tidak sebatas membantu
     para manager di tingkat atas, melainkan membantu memaksimalkan
     penyimpanan barang dari gudang ke gudang lainnya, dengan pengolahan
     informasi menampilkan sebuah grafik yang             interaktif. Dengan
     memanfaatkan sistem pergudangan seorang Manager pemasaran bisa
     melihat grafik penyimpanan barang ke gudang-gudang secara efisien. Pada
     penelitian SIE faktor faktor kesuksesan(Watson, 1993), merupakan hal
     yang relevan dalam penentuan kebijakan terkait informasi internal dan
     eksternal perusahaan.


                                      1
       Penentu keputusan berada pada tingkat manajemen yang hampir
setiap permasalahan dapat terselesaikan tanpa bantuan sebuah Sistem
Penujang   Keputusan    (SPK),   dengan    memanfaatkan    Instuisi   dan
kemampuan tapi dengan memberikan hasil yang berbeda antara pemula
dengan para ahli (Hung, dalam SIE, 2003). Di negara Spanyol yang di
teliti oleh Jose L. Salermon mengatakan motivasi dan komunikasi
merupakan hal penting dalam menjalani SIE dan itu merupakan faktor
penting yang ada dalam diri manusia (Jose, 2003).
       Berdasarkan penelitian sebelumnya, dapat dirangkum dalm 5
kriteria yang bisa di kategorikan kesuksesan dalam menjalani SIE,
diantaranya: tingkat akses, dalam mengembangkan SIE harus ada
pembagian penggunaan dalam mengakses sistem agar tidak terjadi salah
prosedur dalam hal akses ke sistem SIE, manfaat, sangat logis ketika
sistem SIE dikembangkan untuk memberikan manfaat ke pengguna
terutama eksekutif, oleh sebab itu kebutuhan SIE harus dikembangkan
berdasarkan kebutuhan dari pengguna, kepuasan, tingkat kepuasan
pengguna terhadap SIE menjadi hal yang mutlak, ketika sistem
memberikan manfaat maka akan digunakan, begitu juga sebaliknya,
berdampak positif, SIE yang baik biasanya akan memberikan dampak
yang baik terhadap penentu kebijakan yaitu eksekutif, mental para manajer
memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan, cenderung
menyebar, manfaat lain dari SIE yaitu ketika sukses dijalankan cenderung
penggunaanya semakin meningkat dan pemanfaatan aplikasi SIE tidak
hanya pada satu bidang, melainkan menyebar ke setiap aplikasi perusahaan
terkait pengambilan keputusan (Poon dan Wagner, 2001) .
       Memaksimalkan stok persedian digunakan untuk memberikan
pilihan konsumen terhadap pilihan produk berupa produk pengganti yang
mirip atau lebih di kenal dengan pilihan pengganti konsumsi (Rajaraman
dan Tang, 2001) dan (Lin dan Hou, 2005). Selain itu masih ada penelitian
yang menggunakan istiliah pilihan pengganti konsumsi yaitu dengan
mengoptimalkan produk yang tidak terlalu bersaing dan lebih dikenal
dengan 2 produk pengganti (Parlan dan Goyal, 1984 ), dalam pengertian

                                  2
yang lain yaitu dikenal dengan 3 produk pilihan pengganti (Ernst dan
Kouvelis, 1999) dan juga dikenal dengan            n produk tapi tidak
menggambarkan nilai optimal dari setiap kondisi produk -n (Noonan,
1995).
         Produsen   dalam     memahami     produksi   barang,   biasanya
memprediksi kebutuhan masa depan dengan perencanaan kebutuhan
material (PKM) dimana kebutuhan yang akan datang sudah di perkirakan
melalui analis secara bergulir, dan rencana produksi sesuai dengan hasil
prediksi waktu rata-rata    dan model yang digunakan dengan kegiatan
terpusat dengan metode waktu rata-rata, data yang valid, dan keputusan
ahli. Manager produksi hanya melihat hasil dari peramalan dari prakiraan
yang telah ditentukan dan hanya menentukan barang ini layak di produksi
atau tidak (Toktay dan Wein, 2001).
         Penelitian kali ini menghubungkan SIE dengan sistem gudang
dimana dalam sistem gudang manajemen dapat melihat barang yang
tersimpan pada setiap toko atau autlet dan kinerja setiap outlet. Pada
penelitian sebelumnya hampir pengembangan sistem gudang masih
terbatas pada keadaan barang di gudang lalu di kirim ke tujuan, tanpa
melihat kinerja dari masing masing gudang.
         Hasil yang diharapkan dari SIE dapat menjembatani sistem
pergudangan dengan menggunakan web service. Aplikasi SIE ini
menampilkan informasi penyimpanan melalui grafik di setiap toko dan
produk atau barang yang diminati konsumen melalui delaer atau toko,
sehingga keputusan dapat diambil oleh manajemen pergudangan secara
cepat dan tepat sehingga kinerja gudang penyimpanan menjadi lebih
efektif dan efisien (Watson et al.2001).
         Berdasarkan uraian yang saya jelaskan, penelitian ini diharapkan
dapat menambah pemanfaatan SIE dalam sistem pergudangan yang sudah
ada sehingga perusahaan akan lebih efektif dan efisien dalam manajemen
penyimpanan. Oleh karena itu, penelitian ini layak untuk di angkat dan
diberi judul “Rancang Bangun Sistem Informasi Eksekutif untuk
Menunjang Kinerja Sistem Pergudangan pada PT. XYZ”.

                                   3
2.   Pertanyaan Penelitian
              Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka
     dapat dirumuskan pertanyaan penelitian, sebagai berikut:

     1. Bagaimana membuat sebuah rancangan sistem informasi yang
          terintegrasi antara SIE dengan sistem informasi pergudangan?
     2. Bagaimana membuat sebuah rancangan sistem informasi eksekutif
          yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam sistem
          informasi pergudangan?


3.   Ruang Lingkup
              Penelitian ini akan di lakukan di Perusahaan kecil – menengah yang
     portabilitas pergudangan atau penyimpanan yang cukup tinggi sehingga
     diperlukan sebuah aplikasi untuk mengoptimalkan pergudangan barang-
     barang yang di produksi atau di jual.


4.   Tujuan Penelitian
              Dengan mengembangkan aplikasi SIE untuk perusahaan kecil-
     mengengah dengan terintegrasi dengan sistem informasi pergudangan yang
     berbasis web untuk mempermudah dalam memantau aktifitas pergudangan
     secara     tepat   dan   efesien.   Sedangkan    tujuan    secara   khusus
     dikembangkannya aplikasi SIE ini yaitu:
     1.   Untuk memantau aktifitas pergudangan pada PT. XYZ
     2.   Untuk merancang SIE yang terintegrasi secara web-server di PT. XYZ
          dengan sistem informasi pergudangan.
     3.   Untuk merancang sistem informasi pergudangan yang dapat
          menghasilkan data yang cepat dan akurat, dan menghasilkan laporan
          secara periodik dengan grafik tertentu.
     4.   Untuk mengimplemntasikan SIE dapat menunjang setiap kegiatan
          pergudangan di PT. XYZ.




                                         4
5.   Manfaat Penelitian
     Adapun manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah:
     1. Menjadi referensi bagi penelitian berikutnya, khususnya dalam
        membuat sistem informasi eksekutif yang terintegrasi dengan sistem
        informasi pergudangan.
     2. Dapat memberikan pemahaman lebih jauh tentang penerapan sistem
        informasi eksekutif.
     3. Dapat memberikan pemahaman lebih jauh tentang proses-proses bisnis
        yang dapat diterapkan pada sistem informasi eksekutif.


6.   Metodologi Penelitian
     1. Teknik Observasi
            Teknik Observasi menjelaskan sebagai pengamatan langsung suatu
        kegiatan yang sedang dilakukan. Observasi atau pengamatan
        merupakan salah satu teknik pengumpulan data atau fakta (fact finding
        technique) yang cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem
        (Jogiyanto, 2005).
     2. Teknik Wawancara
            Teknik wawancara digunakan untuk menganalisa sistem dimana
        terdapat pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara
        tatap muka langsung dengan orang yang di wawancarai (interviewee).
        Teknik wawancara telah diakui sebagi teknik pengumpulan data atau
        faktu yang penting dan dilakukan oleh rata-rata peneliti atau
        pengembang sistem (Jogiyanto, 2005).
     3. Teknik Kuesioner
            Teknik kuesioner yaitu suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-
        pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan analis sistem
        untu mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden
        yang dipilih. Daftar pertanyaan ini kemudian akan dikirimkan kepada
        responden yang akan mengisinya sesuai dengan pendapat mereka,
        tidak ada teknik pengumpulan yang efisien dibandingkan dengan
        daftar pertanyaan (Jogiyanto, 2005).

                                       5
     4. Teknik Studi Pustaka
              Pencarian data sekunder dengan jalan mengadakan studi
         kepustakaan dan rekaman. rekaman sebagai setiap tulisan atau
         pernyataan yang dipersiapkan oleh individual atau organisasi dengan
         tujuan    membuktikan       adanya   suatu   peristiwa   atau    memenuhi
         accounting. Sedangkan dokumen digunakan untuk mengacu setiap
         tulisan atau rekaman, yaitu dipersiapkan secara khusus untuk tujuan
         tertentu (Sonhaji, 1994).
     5. Metode Pengembangan Sistem
             Pada metode pengambangan sistem, peneliti menggunakan
         metodologi XP (Extreme Programming), dimana tahapan-tahapan
         pengembangan terjadi dalam 4 fase, yaitu exploration, planning,
         iterations, dan productionizing (Kent Beck, 1999).


7.   Jadwal Penelitian


     N    Tahap dan Kegiatan
                               November Desember Januari     Febuari     Maret April
     O     dalam Penelitian
         Persiapan menyusun
     1
         usulan penelitian
     2   Pengolahan data
     3   Analisis Sistem
     4   Perancangan Sistem
     5   Implementasi Sistem
     6   Persetujuan Laporan
     7   Seminar skripsi
     8   Sidang skripsi
     9   Wisuda




                                          6
9.      Kerangka Berfikir




10.     Kajian Teori
           1. Konsep Sistem Pendukung Keputusan

        alokasikan sumber daya manusia yang tepat bagi kebutuhan perusahaan.
        2. Analisis GAP
            3. untuk memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.\
      2. Konsep Extreme Programming (XP)

             Extreme Programming (XP) merupakan metode yang populer saat
        ini. XP digunakan untuk mengatasi masalah requirements yang kurang
        jelas dan sering berubah-ubah. XP menjadi begitu populer sejak
        diperkenalkan oleh Kent Beck menjadi sebuah metodologi untuk
        pengembangan perangkat lunak. XP dimunculkan untuk menangani
        perubahan-perubahan    yang   biasanya    sering   terjadi   pada   saat
        pengembangan berlangsung bahkan pada saat proses pengembangan sudah
        hampir berakhir.



                                         7
     XP sebagai sebuah metode yang dinamis diperlihatkan dalam empat
nilai yang dimilikinya dan keempatnya merupakan dasar-dasar yang
diperlukan dalam XP. Kent Beck menyatakan bahwa tujuan jangka pendek
individu sering berbenturan dengan tujuan sosial jangka panjang. Karena
itu dibuatlah nilai-nilai yang menjadi aturan, hukuman, dan juga
penghargaan. Keempat nilai tersebut adalah:
 1. Komunikasi (Communication)
 2. Kesederhanaan (Simplicity)
 3. Umpan Balik (Feedback)
 4. Keberanian (Courage)
     Tahapan-tahapan pengembangan sistem dengan metode XP (Extreme
Programming) terdiri dari 4 tahap diantaranya adalah :

a. Exploration
     Fase ini dilakukan identifikasi vision, identifikasi ruang lingkup dan
     kebutuhan sistem, menentukan tools dan teknologi yang digunakan,
     dan   membuat      studi    kelayakan    terhadap    sistem     yang   akan
     dikembangkan. (Kent Beck, 1999)




b.   Planning
     Fase ini dilakukan penentuan batasan dan prioritas, membuat tahapan
     teknis, membuat rencana pelepasan, serta mempersiapkan uji
     penerimaan penggguna. (Kent Beck, 1999)

c. Iterations
     Fase ini dilakukan pembuatan kriteria penerimaan, membuat desain
     sederhana,    melakukan        implementasi         penulisan     program,
     mengintegrasikan     kode     program,    melakukan      uji    penerimaan,



                                     8
              melakukan pelacakan kemajuan proyek, dan menentukan penerimaan
              dari tahapan iteration. (Kent Beck, 1999)

         d.   Productionizing
              Fase ini dilakukan pengujian oleh pengguna terhadap kriteria uji
              penerimaan    pengguna     sebagai   parameter   pengujian   dengan
              menggunakan metode black-box. (Kent Beck, 1999)




11.     Daftar Pustaka


Andrew. Yao, S.-K. P. dan Wedel, T.             (2010). “Developing an Efficient

      warehousing operation system: An Expert System Approach”. Academy of

      Information and Management Sciences Journal, 13.

Allison, I. K. (2006). “Executive Information System implementation in

      organisations in South Africa and Spain: A comparative analysis”. Computer

      Standards dan Interfaces, 28, 625-634.

Bruce A. Walters, J. J. J. dan Klein, G.        (2003). “Strategic information and

      strategic decision making: the EIS/ CEO interface in smaller manufacturing

      companies”. Information dan Management, 40, 487-495.




                                            9
Cheung, W. dan Babin, G. (2006). “A metadatabase-enabled executive

    information system (Part A): A flexible and adaptable architecture”. Science

    Direct: Elvisier, 42, 1589 – 1598.

Cheung, W. dan Babin, G.          (2006). “A metadatabase-enabled executive

    information system (Part B): Methods for dynamic multidimensional data

    analysis”. Science Direct: Elvisier, 42, 1599 – 1612.

Delone, W. H. dan McLean, E. R. (2003). “The DeLone and McLean Model of

    Information Systems Success: A Ten-year Update”. Journal of Management

    Informations Systems, 19, 9-30.

David. Bedford, David. A. Brown, T. M. dan Sivabalan., P. (2008). “Balanced

    Scorecard Design and Performance Impacts: Some Australian Evidence”.

    Journal of Management Informations Systems, 6.

Ford, L. (2008). “A New Intelligent Tutoring System”. Journal of Educational

    Technology, 39, 311-318.

Hendel, I. dan Nevo, A. (2008). “Sales and Consumer Inventory”. The RAND

    Journal of Economics, 37, 543-561.

Hung, S.-Y. (2003). “Expert versus novice use of the executive support systems:

    an empirical study”. Journal of Management Informations Systems, 40, 177-

    189.

Jose L. Salmeron, P. L. dan Martinez, F. J. (2001). “Executive information

    systems in major companies: Spanish case study”. Computer Standards dan

    Interfaces, 23, 195-207.




                                         10
Lin, L. C. dan Hou, K. L. (2005). “An Inventory System with Invesment to

    Reduce Yield Variablitiy and Setup Cost”. The Journal of The Operational

    Research Society, 56, 67-74.

Liming Liu, X. L. dan Yao, D. D. (2005). “Analysis and Optimization of

    Multistage Inventory-Queue System”. Institute for Operations Reseach and

    the Management Sciences, 50, 365-380.

Mark Xu, Vincent Ong, Y. D. dan Mathews, B. (2010). “Intelligent agent systems

    for executive information scanning, filtering and interpretation: Perceptions

    and challenges”. Information Processing and Management, 47, 186-201.

Martinsons, M. G. dan Davison, R. M. (2006). “Strategic Decision making and

    support systems: Comparing American, Japanese and Chinese management”.

    Decision Support Systems: elsevier, 43, 284-300.

Natale, S. M. dan Diamante, T. (2005). “The Five Stages of Executive Coaching:

    Better Process Makes Better Practice”. Journal of Business Ethics, 59, 361-

    374.

Netessine, S. dan Rudi, N. (2003). “Centralized and Competitive Inventory

    Models with Demand Substitution”. Institute for Operations Reseach and the

    Management Sciences, 51, 329-335.

Poon, P. dan Wagner, C. (2001). “Critical success factors revisited: success and

    failure cases of information systems for senior executives”. Institute for

    Operations Reseach and the Management Sciences, 30, 393–418.

P, Priya. dan Iyakutti, D. K. (2011). “Web based Multi Product Inventory

    Optimization using Genetic Algorithm”. International Journal of Computer

    Applications, 25, 23-28.

                                        11
Rossen. Iliev, L. K. dan Bournaski, E. (2010). “Web-Based Decision Support

     System in Regional Water Resources Management”. International

     Conference on Computer Systems and Technologies, 97, 323-328.

R. Teunter, E. v. d. L. dan Vlachos, D. (2004). “Inventory Strategies for Systems

     with Fast Remanufacturing”. The Journal of The Operational Research

     Society, 55, 475-484.

Salmeron, J. L. (2003). “EIS success: keys and difficulties in major companies”.

     International Journal of Technovation, 23, 35-39.

Salmeron, J. L. (2002). “EIS evolution in large Spanish business”. Institute for

     Operations Reseach and the Management Sciences, 40, 41-50.

Sanjay K. Singh, H. J. W. dan Watson, R. T. (2002). “EIS support for the strategic

     management process”. Journal of Business Ethics, 33, 71-85.

Susan Cohen Kulp, H. L. L. dan Ofek, E. (2004). “Manufacturer Benefits from

     Information Integration with Retail Customers”. Management Science, 50,

     431-444.

Suresh P. Sethi, H. Y. dan Zhang, H. (2003). “Inventory Models with Fixed Costs,

     Forecast Updates, and Two Delivery Modes”. Institute for Operations

     Reseach and the Management Sciences, 51, 321-328.

Sun, D. dan Queyranne, M. (2002). “Production and Inventory model using Net

     Present value”. Institute for Operations Reseach and the Management

     Sciences, 50, 528-537.

Teubner, R. A. (2007). “Strategic information systems planning: A case study

     from the financial services industry”. Journal of Strategic Information

     Systems, 16, 105-125.

                                         12
Toktay, L. B. dan Wein, L. M. (2001). “Analysis of a Forecasting-Production-

    Inventory System with Stationary Demand”. Institute for Operations

    Reseach and the Management Sciences, 47, 1268-1281.




                                      13

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:227
posted:11/28/2011
language:Indonesian
pages:13