KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
(K T S P)
SMA NEGERI 2 AIMAS TAHUN PELAJARAN 2011/2012
NAMA SEKOLAH : SMA NEGERI 2 AIMAS
STATUS SEKOLAH : NEGERI
ALAMAT SEKOLAH : JL. Merpati SP 1 Klamalu
Kabupaten Sorong
NO.TELEPON / HP : 085230407074
NO. FAX : -
PROVINSI : PAPUA BARAT
1
LEMBAR PENGESAHAN
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMA Negeri 2 Aimas telah disetujui dan
disahkan pada tanggal…………………………………
Ketua Komite Sekolah, Kepala SMA Negeri 2 Aimas
ISHAK KOMIGI, SH.M.Si ABNER MAMBRAKU, S.Pd
NIP. 19660421 1988121002
MENGETAHUI DAN MENYETUJUI
Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi Papua Barat
Drs. YUNUS BOARI
NIP. 19601112 198803 1 012
2
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan Taufik Hidayah dan Inayah-NYA sehingga Kurikulum SMA Negeri
2 Aimas ini dapat diselesaikan.
Kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong mewajibkan setiap sekolah
menyusun kurikulum di masing-masing sekolah, sebagai perwujudan PP No. 19
tahun 2005 dan Permendikas No.22, 23 dan 24 tahun 2006 di sekolah. Upaya ini
disambut masyarakat sekolah Kab. Sorong dengan penuh antusias, termasuk SMA
Negeri 2 Aimas mengawali tahun ajaran 2011/2012 mendatang SMA Negeri 2
Aimas akan memberlakukan Kurikulum sekolah yang telah dipersiapkan pada
semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 ini. Untuk mewujudkan kurikulum
sekolah ini SMA Negeri 2 Aimas telah berupaya optimal dalam menyiapkan
segala sesuatu yang mendukung pelaksanaan Kurikulum sekolah baik itu kesiapan
personal sekolah, sarana prasarana, maupun adminstrasi sekolah.
Penyusunan Kurikulum sekolah ini berhasil berkat dukungan dari semua
pihak, maka dengan selesainya penyusunan kurikulum disampaikan terima kasih
kepada :
1. Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kab. Sorong beserta segenap
jajarannya yang telah memfasilitasi ;
2. Pengawas Sekolah Menengah Atas yang telah memberi arahan ;
3. Komite Sekolah SMA Negeri 2 Aimas yang telah memberi pertimbangan ;
4. Seluruh Guru SMA Negeri 2 Aimas yang telah berperan aktif.
Penyusunan Kurikulum sekolah tahun 2011/2012 ini merupakan pengalaman
pertama bagi sekolah, sehingga masih dirasa ada kekurangan di beberapa sisi.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan Rahmat-NYA sehingga
kurikulum sekolah yang sederhana ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Aimas, Juli 2011
KEPALA SMA NEGERI 2 AIMAS
ABNER MAMBRAKU S.Pd
NIP. 19660421 1988121002
3
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. 2
KATA PENGANTAR ..................................................................................... 3
DAFTAR ISI .................................................................................................... 4
BAB. I PENDAHULUAN
A. Rasional .................................................................................... 5
B. Landasan ................................................................................... 6
C. Tujuan Penyusunan Kurikulum ................................................ 7
D. Prinsip Pengembangan Kurikulum ........................................... 7
BAB.II VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
A. Tujuan Pendidikan .................................................................... 9
B. Visi ........................................................................................... 9
C. Misi ........................................................................................... 9
D. Tujuan Sekolah ......................................................................... 10
BAB.III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A. Kelompok Mata Pelajaran ........................................................ 11
B. Muatan Lokal............................................................................ 14
C. Kegiatan Pengembangan Diri ................................................... 14
D. Beban Belajar ........................................................................... 15
E. Ketuntasan belajar .................................................................... 16
F. Kriteria Kenaikan Kelas dan Penjurusan dan Kelulusan .........
BAB.IV KALENDER PENDIDIKAN .......................................................... 18
BAB V. PENUTUP ....................................................................................... 21
LAMPIRAN :
1. Program tahunan dan program semester
2. Silabus dan RPP
3. SK. Tim Penyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Rasional
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan Nasional serta
kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan
untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan
dan potensi yang ada di daerah.
Pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang
beragam mengacu pada standar Nasional pendidikan untuk menjamin
pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri
atas standar ini standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan dan standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar
nasional pendidikan tersebut, yaitu standar ISI dan standar kompetensi
lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam
mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan.
Dalam pengembangan dan pelaksanaan pada standar isi, ada beberapa
factor yang mempengaruhi, diantaranya kegiatan PBM dan pendukung
kegiatan PBM, Lokasi Sekolah (ketenangan), Partnership, Kurikulum, Sarana
dan Prasarana Pendukung , serta Humas. PBM di SMA Negeri 2 Aimas dapat
dikatakan berjalan dengan baik, dengan jumlah siswa 107 dan di dukung
dengan ketenagaan professional dibidangnya yang hampir 100%
berpendidikan S1 bahkan ada beberapa bidang studi di ampu oleh lebih dari
satu guru. Hal ini yang menyebabkan terjadinya keadaan sekolah kurang
efektif, karena jika kita memperhatikan PP Nomor 74 pasal 52:2 tentang guru
mengatur bahwa setiap guru memiliki jam wajib mengajar minimal 24 jam
perminggu, maka rata-rata guru pada SMA Negeri 2 Aimas tidak sesuai
dengan PP di maksud, maka untuk menjawab PP tersebut sebagian dari guru
5
diberikan tugas tambahan pada bidang studi lain dan diberikan izin untuk
mencari jam tambahan pada sekolah lain.
Selain mata pelajaran wajib, sekolah menyediakan kegiatan positif untuk
membangun/menumbuhkan sikap kemandirian siswa diantaranya pramuka,
osis, HIV AIDS dan life skill. Dengan kelengkapan kurikulum dan dukungan
dari komite maupun stake holder terhadap sekolah, besar harapan kami, SMA
Negeri 2 Aimas menjadi sekolah yang unggul/berprestasi dan bertagwa pada
Tuhan Yang Maha Esa.
B. Landasan.
1. Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional
pasal 38 ayat 2 dan pasal 51 ayat 1
2. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang standar Nasional
pendidikan.
3. Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang standar isi.
4. Peraturan Mendikas No. 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi
lulusan.
5. Peraturan Mendikans No. 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan
permendiknas No.22 dan 23.
6. Permen Mendiknas No. 6 Tahun 2007 tentang perubahan peraturan
menteri pendidikan nasional nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan
peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang
standar isi, dan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun
2006 tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar
dan menengah
7. Permen Mendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
8. Permen Mendiknas No. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian
Pendidikan
9. Permen Mendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang standar Proses Untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
10. Keputusan Kepala SMA Negeri 2 Aimas No……. tanggal …… tentang
Tim Penyusun Kerikulum Satuan Pendidikan.
6
C. Tujuan Penyusunan Kurikulum
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 2 aimas dapat
terlaksana apabila kegiatan pembelajaran mampu membentuk pola tingkah
laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasi
melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes. Proses
pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup
dan terencana. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyusunan KTSP
sehingga tujuan yang telah direncanakan dapat tercapai.
D. Prinsip Pengembangan Kurikulum
Kurikulum SMA Negeri 2 Aimas dikembangkan dengan mengacu pada
SI dan SKL serta berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang
disusun oleh BSNP serta memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah
berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan
peserta didik dan lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik
memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan
kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan,
kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada
peserta didik.
2. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman
karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan,
serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama,
suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum
meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan
pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan
kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.
7
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh
karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar
peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku
kepentingan (stake holders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan
kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan,
dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan
keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial,
keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan
keniscayaan.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi,
bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan
disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
6. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan,
dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan
formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan
tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan
manusia seutuhnya.
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan
nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan
kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan
dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).
8
BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
A. TUJUAN PENDIDIKAN
Kurikulum disusun oleh sekolah untuk memungkinkan penyesuaian
program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah,
sekolah. Sebagai unit penyelenggara pendidikan terkecil harus
memperhatikan tantangan dan perkembangan masa depan misalnya :
(1) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
(2) pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia,
(3) berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, .
Tantangan sekaligus peluang itu harus direspon oleh sekolah kami, sehingga
visi sekolah diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak
lain merupakan citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang
diinginkan di masa datang. Namun demikian, visi sekolah kami tetap dalam
koridor kebijakan pendidikan nasional, dengan memperhatikan dan
mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah dan harapan masyarakat
yang dilayani oleh sekolah.
Dalam merumuskan visi, kami melibatkan pihak-pihak terkait (stakeholders)
untuk bermusyawarah, sehingga visi sekolah mewakili aspirasi berbagai
kelompok yang terkait, sehingga seluruh kelompok yang terkait (guru,
karyawan, siswa, orang tua, masyarakat, pemerintah) mempunyai rasa
memiliki, tanggung jawab serta bersama-sama berperan aktif untuk
mewujudkannya.
MISI :
1. Meningkatkan disiplin kerja (Guru, Siswa, Tenaga Administrasi)
2. Melaksanakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan
menyenangkan (PAIKEM)
3. Menerapkan manajemen yang partisipatif, transparan dan akuntabel
4. Meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
5. Meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai moral agama
dan budaya (melaksanakan kegiatan religius, budaya santun, dan
budaya bersih diri dan lingkungan)
9
TUJUAN :
1. Meningkatkan mutu tenaga pendidik dan peserta didik
2. Meningkatkan pelayanan yang terbaik terhadap seluruh komponen
sekolah dan masyarakat
3. Menjuarai lomba olimpiade sains dan lomba pidato bahasa inggris di
tingkat Daerah maupun Nasional
4. Menyiapkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan usaha sendiri
dengan bermodal pada keterampilan yang dimiliki
5. Menyediakan laboratorium MIPA dan Komputer yang memadai
6. Melengkapi sarana perpustakaan yang memadai
10
BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
1. Kelompok Mata Pelajaran
Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
yang tertuang dalam standar isi meliputi lima kelompok mata pelajaran
sebagai berikut,
1) Kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia
2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4) Kelompok mata pelajaran estetika
5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan atau
kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 pasal 7.
Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan sebagai berikut ;
NO Kelompok Mata Pelajaran Cakupan
1 Agama dan Ahlak Mulia Kelompok mata pelajaran agama dan ahlak
mulia dimaksudkan untuk membentuk
peserta didik menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa serta berahlak mulia.
Ahlak mulia mencakup etika, budi pekerti,
atau moral sebagai perwujudan dari
pendidikan agama.
2 Kewarganegaraan dan Kelompok mata pelajaran kewarga-
kepribadian negaraan dan kepribadian dimaksudkan
untuk meningkatkan kesadaran dan
wawasan peserta didik akan status, hak,
dan kewajibannya dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,
serta peningkatan kualitas dirinya sebagai
manusia.
Kesadaran dan wawasan termasuk
wawasan kebangsaan, jiwa, dan patriotis-
me bela Negara, penghargaan terhadap
hak-hak asasi manusia, kemajemukan
bangsa pelestarian lingkungan hidup,
kesetaraan gender, demokrasi, tanggung
jawab sosial, ketaatan pada hokum,
ketaatan membayar pajak, dan sikap serta
perikalaku anti korupsi, kolusi, dan
nepotisme.
11
3 Ilmu Pengetahuan Dan Kelompok mata pelajaran ilmu
Teknologi pengetahuan dan teknologi pada SMA
Negeri 2 Aimas dimaksudkan untuk
memperoleh kompetensi lanjut ilmu
pengetahuan dan teknologi serta
membudayakan berfikir ilmiah secara
kritis. kreatif dan mandiri.
4 Estetika Kelompok mata pelajaran estetika
dimaksudkan untuk meningkatkan
sensitivitas, kemampuan mengekspresikan
dan kemampuan mengapresiasi keindahan
dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi
dan mengekspresikan harmoni mencakup
apresiasi dan ekspresi, baik dalam
kehidupan individual sehingga mampu
dalam kehidupan kemasyarakatan
sehingga mampu menciptakan
kebersamaan yang harmonis.
5 Jasmani, Olahraga Dan Kelompok mata pelajaran jasmani,
Kesehatan olahraga dan kesehatan pada SMA Negeri
2 Aimas dimaksudkan untuk meningkatkan
potensi fisik serta membudayakan sikap
sportif; disiplin, kerja sama dan hidup
sehat. Budaya hidup sehat termasuk
kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat
yang bersifat individual ataupun yang
bersifat kolektif kemasyarakatan seperti
keterbatasan dari perilaku seksual bebas,
kecanduan narkoba HIV/AIDS, demam
berdarah, muntaber, dan penyakit lain
yang potensial untuk mewabah.
12
A. Mata Pelajaran
Muatan mata pelajaran yang diberikan di SMA Negeri 2 Aimas sesuai dengan struktur kurukulum yang terdapat dalam Standar Isi.
ALOKASI WAKTU
KOMPONEN KELAS X KLS XI IPA KLS XI IPS KLS XII IPA KLS XII IPS
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
A. Mata pelajaran
1. Agama 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
2. PKn 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
4. Bahasa Inggris 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
5. Matematika 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
6. Fisika 2 2 4 4 4 4
7. Biologi 2 2 4 4 4 4
8. Kimia 2 2 4 4 4 4
9. Sejarah 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2
10. Geografi 2 2 3 3 3 3
11. Ekonomi 2 2 4 4 4 4
12. Sosiologi 2 2 4 4 4 4
13. Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
14. Penjasorkes 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
15. TIK 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
B. Muatan Lokal
- HIV AIDS 2 2 2 2 2 2 - - - -
- Pertanian - - - - - - 2 2 2 2
C. Pengembangan Diri
- Pramuka/Konseling 2 *) 2 *) 2 *) 2 *) 2 *) 2 *) 2 *) 2 *) 2 *) 2 *)
Jumlah 38 38 41 41 41 41 41 41 41 41
Keterangan :
*) Berupa kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan pilihan siswa dengan waktu ekivalen 2 Jam pelajaran.
13
B. Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk
mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan
potensi daerah, termasuk keunggulan daerah yang materinya tidak sesuai
menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga
harus menjadi mata pelajaran tersendiri, substansi muatan lokal
ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada masa pelajaran
ketrampilan. Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan
pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan
pendidikan dapat menyelenggakan. Satuan pendidikan dapat
diselenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini
berarti bahwa dalam satu tahun satuan pendidikan dapat
menyelenggarakan 1(satu) mata pelajaran muatan lokal.
Dengan mengacu pada subtansi yang ada SMA Negeri 2 Aimas
memberikan muatan lokal berdasarkan kebutuhan dan budaya daerah
yaitu HIV AIDS dan Pertanian local. Dua hal tersebut dikembangkan
pada SMA Negeri 2 Aimas untuk pemenuhan kebutuhan peserta didik
akan wawasan dan tuntutan usaha mandiri dengan bermodal pada
keterampilan yang dimiliki.
NO KELAS MUATAN LOKAL
1. X HIV AIDS
2. XI IPA dan IPS HIV AIDS
3. XII IPA dan IPS Pertanian Lokal
C. Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangan dan
mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap
peserta didik sesuai dengan kondisi SMA Negeri 2 Aimas.
Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui :
1. Kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri
pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pembentukan karier peserta
didik
2. Pengembangan diri bagi peserta didik SMA Negeri 2 Aimas terutama
ditujukan untuk pengembangan kepemimpinan yaitu Pramuka.
14
Setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan pengembangan diri
yang di programkan sekolah dibawah pembinaan dan pengawasan guru
Pembina yang telah ditugasi oleh Kepala Sekolah.
D. Beban Belajar
Beban belajar di SMA Negeri 2 Aimas diatur dalam sistem paket
yaitu sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya
diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar
yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur
kurikulum yang berlaku di SMA Negeri 2 Aimas. Beban belajar setiap
mata pelajaran pada sistem paket dinyatakan dalam satuan jam
pembelajaran sebagaimana tercantum pada daftar mata pelajaran yang
telah disebutkan terdahulu.
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang
dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran
melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar
kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan
peserta didik.
Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa
proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar
kegiatan tatap muka perjam pembelajaran di SMA Negeri 2 Aimas
berlangsung selama 45 menit, jumlah jam tatap muka yang telah
ditetapkan di SMA Negeri 2 Aimas adalah sebagai berikut :
NO KELAS Jumlah Jam pelajaran per minggu
1 X 40
2 XI IPA dan IPS 41
3 XII IPA dan IPS 41
E. Ketuntasan Belajar
Berdasarkan kesepakatan seluruh pengajar, maka SMA Negeri 2
Aimas menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebagai target
pencapaian kompetensi dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan
rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan
sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.
15
Kriteria Ketuntasan Minimal Mata Pelajaran adalah sebagai berikut :
KKM
Mata Pelajaran
X XI IPA XI IPS XII IPA XII IPS
1. Agama 65 70 70 75 75
2. PKn 65 70 70 75 75
3. Bahasa Indonesia 60 65 65 70 70
4. Bahasa Inggris 60 63 63 65 65
5. Matematika 60 62 62 65 65
6. Fisika 60 64 67
7. Biologi 60 65 65
8. Kimia 60 62 65
9. Sejarah 60 65 65 70 70
10. Geografi 60 65 70
11. Ekonomi 65 65 70
12. Sosiologi 65 70 75
13. Penjasorkes 65 68 68 70 70
14. TIK 60 68 68 72 72
15. Keterampilan 68 70 70 75 75
Muatan lokal :
- HIV AIDS 65 68 68 72 72
- Pertanian 65 68 68 72 72
Pengembangan diri 65 70 70 75 75
F. Kriteria kenaikan kelas dan penjurusan pada SMA Negeri 2 Aimas
1. Kriteria kenaikan kelas
a. Kenaikan kelas berdasarkan pada penilaian hasil belajar pada
semester genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang
belum tuntas pada semester ganjil (sebelumnya) harus dituntaskan
sampai mencapai KKM yang ditetapkan sebelum akhir semester
genap
b. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas, apabila yang
bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal
lebih dari 3 mata pelajaran
c. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas, apabila yang
bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal
lebih dari 3 mata pelajaran
d. Peserta didik memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir
tahun pelajaran untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata
pelajaran
- agama dan akhlak mulia,
- kewarganegaraan dan kepribadian
- estetika
- jasmani dan olah raga kesehatan
16
2. Penjurusan
a. Waktu penjurusan
- Penentuan penjurusan program studi Ilmu Alam, Ilmu Sosial
dan Bahasa di lakukan pada awal semester 2
- Pelaksanan penjurusan program studi di semester 1 kelas XI
b. Kriteria penjurusan program studi
1. Nilai akademik
Peserta didik yang naik kelas XI dan akan mengambil
program studi :
a. IPA
1. Boleh memiliki nilai yang tidak kompeten paling
banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran
yang bukan menjadi ciri khas program studi tersebut
(Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi)
2. Penjurusan peserta didik yang memasuki program
Ilmu Alam adalah peserta didik yang memiliki nilai
mata pelajaran program IPA (matematika, fisika,
biologi, kimia) dengan 5 poin di atas KKM
b. IPS
1. Boleh memiliki nilai yang tidak kompeten paling
banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran
yang bukan menjadi ciri khas program studi tesebut
(ekonomi, sejarah, geografi, dan sosiologi)
2. Penjurusan peserta didik yang memasuki program
Ilmu Sosial adalah peserta didik yang memiliki nilai
mata pelajaran program IPS (ekonomi, sejarah,
geografi, dan sosiologi) dengan 5 (lima) poin di atas
KKM
2. Minat peserta didik
Untuk mengetahui minat peserta didik dapat dilakukan
melalui angket/kuesioner dan wawancara yang dilakukan
oleh guru BK dan wali kelas, atau cara lain yang dapat
digunakan untuk mendeteksi minat dan bakat siswa
c. Batas waktu untuk pindah program studi paling lambat 2
(dua) minggu dengan memperhatikan point a dan b di atas
17
BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan
pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan
mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran
efektif dan hari libur.
Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program di sekolah
menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran
selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu
efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu
belajar di sekolah mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan
daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta
ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.
Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun
kalender pendidikan sebagai berikut:
1. permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan
pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan
Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.
2. minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran
untuk setiap tahun pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan
lamanya minggu efektif belajar sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.
3. waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap
minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran
termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan
pengembangan diri.
4. waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
pembelajaran terjadwal. Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri
Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala
Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara
pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
5. waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester,
libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum
termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
6. libur jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun
pelajaran digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan
awal tahun.
18
7. sekolah/madrasah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur
keagamaan lebih panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri
tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran
efektif.
8. bagi sekolah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan
waktu secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan
waktu pembelajaran efektif.
9. Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap
jenjang dan jenis pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah
Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota.
19
20
BAB V
PENUTUP
Kurikulum SMA Negeri 2 Aimas ini adalah sebagai acuan untuk
pelaksanaan pendidikan di sekolah. Maka dengan adanya pedoman ini diharapkan
pelaksanaan pendidikan di sekolah dapat berjalan dengan lebih baik,
berkesinambungan, terarah dan terprogram. Sehingga Tujuan Pendidikan Nasional
dan Tujuan Pendidikan Sekolah dapat tercapai dengan maksimal dan dapat
menciptakan manusia Indonesia cerdasa, khususnya masyarakat Papua Barat dan
lebih khusus masyarakat Sorong.
21