DOKUMEN 1 SMA 2 AIMAS by ajiparluji

VIEWS: 270 PAGES: 21

									  KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

              (K T S P)
SMA NEGERI 2 AIMAS TAHUN PELAJARAN 2011/2012




 NAMA SEKOLAH           : SMA NEGERI 2 AIMAS
 STATUS SEKOLAH         : NEGERI
 ALAMAT SEKOLAH         : JL. Merpati SP 1 Klamalu
                          Kabupaten Sorong
 NO.TELEPON / HP        : 085230407074
 NO. FAX                : -
 PROVINSI               : PAPUA BARAT




                                                     1
                        LEMBAR PENGESAHAN




Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMA Negeri 2 Aimas telah disetujui dan
disahkan pada tanggal…………………………………


        Ketua Komite Sekolah,             Kepala SMA Negeri 2 Aimas



      ISHAK KOMIGI, SH.M.Si               ABNER MAMBRAKU, S.Pd
                                          NIP. 19660421 1988121002




                  MENGETAHUI DAN MENYETUJUI


                         Kepala Dinas Pendidikan
                          Provinsi Papua Barat


                           Drs. YUNUS BOARI
                        NIP. 19601112 198803 1 012




                                                                         2
                             KATA PENGANTAR
    Puji Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan Taufik Hidayah dan Inayah-NYA sehingga Kurikulum SMA Negeri
2 Aimas ini dapat diselesaikan.
    Kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong mewajibkan setiap sekolah
menyusun kurikulum di masing-masing sekolah, sebagai perwujudan PP No. 19
tahun 2005 dan Permendikas No.22, 23 dan 24 tahun 2006 di sekolah. Upaya ini
disambut masyarakat sekolah Kab. Sorong dengan penuh antusias, termasuk SMA
Negeri 2 Aimas mengawali tahun ajaran 2011/2012 mendatang SMA Negeri 2
Aimas akan memberlakukan Kurikulum sekolah yang telah dipersiapkan pada
semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 ini. Untuk mewujudkan kurikulum
sekolah ini SMA Negeri 2 Aimas telah berupaya optimal dalam menyiapkan
segala sesuatu yang mendukung pelaksanaan Kurikulum sekolah baik itu kesiapan
personal sekolah, sarana prasarana, maupun adminstrasi sekolah.
    Penyusunan Kurikulum sekolah ini berhasil berkat dukungan dari semua
pihak, maka dengan selesainya penyusunan kurikulum disampaikan terima kasih
kepada :
   1. Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kab. Sorong beserta segenap
       jajarannya yang telah memfasilitasi ;
   2. Pengawas Sekolah Menengah Atas yang telah memberi arahan ;
   3. Komite Sekolah SMA Negeri 2 Aimas yang telah memberi pertimbangan ;
   4. Seluruh Guru SMA Negeri 2 Aimas yang telah berperan aktif.
Penyusunan Kurikulum sekolah tahun 2011/2012 ini merupakan pengalaman
pertama bagi sekolah, sehingga masih dirasa ada kekurangan di beberapa sisi.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan Rahmat-NYA sehingga
kurikulum sekolah yang sederhana ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
                                               Aimas, Juli 2011
                                          KEPALA SMA NEGERI 2 AIMAS



                                               ABNER MAMBRAKU S.Pd
                                               NIP. 19660421 1988121002




                                                                               3
                                                   DAFTAR ISI


LEMBAR PENGESAHAN .............................................................................                      2
KATA PENGANTAR .....................................................................................                 3
DAFTAR ISI ....................................................................................................      4
BAB. I         PENDAHULUAN
               A. Rasional ....................................................................................      5
               B. Landasan ...................................................................................       6
               C. Tujuan Penyusunan Kurikulum ................................................                       7
               D. Prinsip Pengembangan Kurikulum ...........................................                         7


BAB.II         VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
               A. Tujuan Pendidikan ....................................................................             9
               B. Visi ...........................................................................................   9
               C. Misi ...........................................................................................   9
               D. Tujuan Sekolah .........................................................................           10


BAB.III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
               A. Kelompok Mata Pelajaran ........................................................                   11
               B. Muatan Lokal............................................................................           14
               C. Kegiatan Pengembangan Diri ...................................................                     14
               D. Beban Belajar ...........................................................................          15
               E. Ketuntasan belajar ....................................................................            16
               F. Kriteria Kenaikan Kelas dan Penjurusan dan Kelulusan .........


BAB.IV KALENDER PENDIDIKAN ..........................................................                                18
BAB V. PENUTUP .......................................................................................               21
LAMPIRAN :
     1. Program tahunan dan program semester
     2. Silabus dan RPP
     3. SK. Tim Penyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.




                                                                                                                         4
                                     BAB I
                              PENDAHULUAN


A. Rasional
       Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
   isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
   penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
   tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan Nasional serta
   kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan
   untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan
   dan potensi yang ada di daerah.
       Pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang
   beragam mengacu pada standar Nasional pendidikan untuk menjamin
   pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri
   atas standar ini standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
   pembiayaan dan standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar
   nasional pendidikan tersebut, yaitu standar ISI dan standar kompetensi
   lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam
   mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan.
       Dalam pengembangan dan pelaksanaan pada standar isi, ada beberapa
   factor yang mempengaruhi, diantaranya kegiatan PBM dan pendukung
   kegiatan PBM, Lokasi Sekolah (ketenangan), Partnership, Kurikulum, Sarana
   dan Prasarana Pendukung , serta Humas. PBM di SMA Negeri 2 Aimas dapat
   dikatakan berjalan dengan baik, dengan jumlah siswa 107 dan di dukung
   dengan     ketenagaan   professional   dibidangnya   yang   hampir   100%
   berpendidikan S1 bahkan ada beberapa bidang studi di ampu oleh lebih dari
   satu guru. Hal ini yang menyebabkan terjadinya keadaan sekolah kurang
   efektif, karena jika kita memperhatikan PP Nomor 74 pasal 52:2 tentang guru
   mengatur bahwa setiap guru memiliki jam wajib mengajar minimal 24 jam
   perminggu, maka rata-rata guru pada SMA Negeri 2 Aimas tidak sesuai
   dengan PP di maksud, maka untuk menjawab PP tersebut sebagian dari guru




                                                                            5
   diberikan tugas tambahan pada bidang studi lain dan diberikan izin untuk
   mencari jam tambahan pada sekolah lain.
        Selain mata pelajaran wajib, sekolah menyediakan kegiatan positif untuk
   membangun/menumbuhkan sikap kemandirian siswa diantaranya pramuka,
   osis, HIV AIDS dan life skill. Dengan kelengkapan kurikulum dan dukungan
   dari komite maupun stake holder terhadap sekolah, besar harapan kami, SMA
   Negeri 2 Aimas menjadi sekolah yang unggul/berprestasi dan bertagwa pada
   Tuhan Yang Maha Esa.


B. Landasan.
   1.   Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional
        pasal 38 ayat 2 dan pasal 51 ayat 1
   2.   Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang standar Nasional
        pendidikan.
   3.   Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang standar isi.
   4.   Peraturan Mendikas No. 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi
        lulusan.
   5.   Peraturan Mendikans No. 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan
        permendiknas No.22 dan 23.
   6.   Permen Mendiknas No. 6 Tahun 2007 tentang perubahan peraturan
        menteri pendidikan nasional nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan
        peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang
        standar isi, dan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun
        2006 tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar
        dan menengah
   7.   Permen Mendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
        Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
   8.   Permen Mendiknas No. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian
        Pendidikan
   9.   Permen Mendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang standar Proses Untuk
        Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
   10. Keputusan Kepala SMA Negeri 2 Aimas No……. tanggal …… tentang
        Tim Penyusun Kerikulum Satuan Pendidikan.




                                                                             6
C. Tujuan Penyusunan Kurikulum
       Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 2 aimas dapat
   terlaksana apabila kegiatan pembelajaran mampu membentuk pola tingkah
   laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasi
   melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes. Proses
   pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup
   dan terencana. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyusunan KTSP
   sehingga tujuan yang telah direncanakan dapat tercapai.


D. Prinsip Pengembangan Kurikulum
       Kurikulum SMA Negeri 2 Aimas dikembangkan dengan mengacu pada
   SI dan SKL serta berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang
   disusun oleh BSNP serta memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah
   berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1.   Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan
       peserta didik dan lingkungannya.
           Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik
       memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar
       menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
       Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi
       warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

           Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan
       kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan,
       kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
       Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada
       peserta didik.

  2.   Beragam dan terpadu
            Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman
       karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan,
       serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama,
       suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum
       meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan
       pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan
       kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.




                                                                               7
3.   Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
         Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu
     pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh
     karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar
     peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu
     pengetahuan, teknologi, dan seni.

4.   Relevan dengan kebutuhan kehidupan
         Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku
     kepentingan (stake holders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan
     kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan,
     dunia usaha dan       dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan
     keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial,
     keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan
     keniscayaan.

5.   Menyeluruh dan berkesinambungan
          Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi,
     bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan
     disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

6.   Belajar sepanjang hayat
         Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan,
     dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
     Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan
     formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan
     tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan
     manusia seutuhnya.

7.   Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
         Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan
     nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan
     bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan
     kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan
     dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan
     Republik Indonesia (NKRI).




                                                                          8
                                     BAB II
                      VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH


A. TUJUAN PENDIDIKAN
        Kurikulum disusun oleh sekolah untuk memungkinkan penyesuaian
    program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah,
    sekolah. Sebagai unit penyelenggara pendidikan terkecil harus
    memperhatikan tantangan dan perkembangan masa depan misalnya :
    (1) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
    (2) pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia,
    (3) berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, .
   Tantangan sekaligus peluang itu harus direspon oleh sekolah kami, sehingga
   visi sekolah diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak
   lain merupakan citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang
   diinginkan di masa datang. Namun demikian, visi sekolah kami tetap dalam
   koridor kebijakan pendidikan nasional, dengan memperhatikan dan
   mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah dan harapan masyarakat
   yang dilayani oleh sekolah.

   Dalam merumuskan visi, kami melibatkan pihak-pihak terkait (stakeholders)
   untuk bermusyawarah, sehingga visi sekolah mewakili aspirasi berbagai
   kelompok yang terkait, sehingga seluruh kelompok yang terkait (guru,
   karyawan, siswa, orang tua, masyarakat, pemerintah) mempunyai rasa
   memiliki, tanggung jawab serta bersama-sama berperan aktif untuk
   mewujudkannya.




MISI :
         1. Meningkatkan disiplin kerja (Guru, Siswa, Tenaga Administrasi)
         2. Melaksanakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan
            menyenangkan (PAIKEM)
         3. Menerapkan manajemen yang partisipatif, transparan dan akuntabel
         4. Meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
         5. Meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai moral agama
            dan budaya (melaksanakan kegiatan religius, budaya santun, dan
            budaya bersih diri dan lingkungan)


                                                                               9
TUJUAN :
     1. Meningkatkan mutu tenaga pendidik dan peserta didik
     2. Meningkatkan pelayanan yang terbaik terhadap seluruh komponen
           sekolah dan masyarakat
     3. Menjuarai lomba olimpiade sains dan lomba pidato bahasa inggris di
           tingkat Daerah maupun Nasional
     4. Menyiapkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan usaha sendiri
           dengan bermodal pada keterampilan yang dimiliki
     5. Menyediakan laboratorium MIPA dan Komputer yang memadai
     6. Melengkapi sarana perpustakaan yang memadai




                                                                       10
                                    BAB III

                  STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM


1.   Kelompok Mata Pelajaran
          Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
     yang tertuang dalam standar isi meliputi lima kelompok mata pelajaran
     sebagai berikut,
     1)   Kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia
     2)   Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
     3)   Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
     4)   Kelompok mata pelajaran estetika
     5)   Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
          Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan atau
     kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 pasal 7.
     Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan sebagai berikut ;
     NO Kelompok Mata Pelajaran                   Cakupan
      1   Agama dan Ahlak Mulia  Kelompok mata pelajaran agama dan ahlak
                                 mulia dimaksudkan untuk membentuk
                                 peserta    didik menjadi manusia yang
                                 beriman dan bertakwa kepada Tuhan
                                 Yang Maha Esa serta berahlak mulia.
                                 Ahlak mulia mencakup etika, budi pekerti,
                                 atau moral sebagai perwujudan dari
                                 pendidikan agama.
      2   Kewarganegaraan    dan Kelompok mata pelajaran kewarga-
          kepribadian            negaraan dan kepribadian dimaksudkan
                                 untuk      meningkatkan kesadaran dan
                                 wawasan peserta didik akan status, hak,
                                 dan kewajibannya        dalam kehidupan
                                 bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,
                                 serta peningkatan kualitas dirinya sebagai
                                 manusia.
                                 Kesadaran dan wawasan termasuk
                                 wawasan kebangsaan, jiwa, dan patriotis-
                                 me bela Negara, penghargaan terhadap
                                 hak-hak asasi manusia, kemajemukan
                                 bangsa pelestarian lingkungan hidup,
                                 kesetaraan gender, demokrasi, tanggung
                                 jawab sosial, ketaatan pada hokum,
                                 ketaatan membayar pajak, dan sikap serta
                                 perikalaku anti korupsi, kolusi,       dan
                                 nepotisme.


                                                                            11
3   Ilmu Pengetahuan Dan Kelompok         mata     pelajaran    ilmu
    Teknologi            pengetahuan dan teknologi pada SMA
                         Negeri 2 Aimas dimaksudkan untuk
                         memperoleh kompetensi lanjut ilmu
                         pengetahuan       dan     teknologi    serta
                         membudayakan berfikir ilmiah secara
                         kritis. kreatif dan mandiri.
4   Estetika             Kelompok        mata    pelajaran   estetika
                         dimaksudkan           untuk meningkatkan
                         sensitivitas, kemampuan mengekspresikan
                         dan kemampuan mengapresiasi keindahan
                         dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi
                         dan mengekspresikan harmoni mencakup
                         apresiasi      dan ekspresi,    baik dalam
                         kehidupan individual sehingga mampu
                         dalam kehidupan              kemasyarakatan
                         sehingga          mampu         menciptakan
                         kebersamaan yang harmonis.
5   Jasmani, Olahraga Dan Kelompok mata pelajaran jasmani,
    Kesehatan             olahraga dan kesehatan pada SMA Negeri
                          2 Aimas dimaksudkan untuk meningkatkan
                          potensi fisik serta membudayakan sikap
                          sportif; disiplin, kerja sama dan hidup
                          sehat. Budaya hidup sehat termasuk
                          kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat
                          yang bersifat individual ataupun yang
                          bersifat kolektif kemasyarakatan seperti
                          keterbatasan dari perilaku seksual bebas,
                          kecanduan narkoba HIV/AIDS, demam
                          berdarah, muntaber, dan penyakit lain
                          yang potensial untuk mewabah.




                                                                   12
A. Mata Pelajaran
   Muatan mata pelajaran yang diberikan di SMA Negeri 2 Aimas sesuai dengan struktur kurukulum yang terdapat dalam Standar Isi.
                                                                              ALOKASI WAKTU
                  KOMPONEN                   KELAS X         KLS XI IPA        KLS XI IPS    KLS XII IPA                 KLS XII IPS
                                           Smt 1 Smt 2      Smt 1    Smt 2    Smt 1   Smt 2 Smt 1    Smt 2              Smt 1    Smt 2
    A. Mata pelajaran
        1. Agama                             2       2        2        2        2         2          2            2      2         2
        2. PKn                               2       2        2        2        2         2          2            2      2         2
        3. Bahasa Indonesia                  4       4        4        4        4         4          4            4      4         4
        4. Bahasa Inggris                    4       4        4        4        4         4          4            4      4         4
        5. Matematika                        4       4        4        4        4         4          4            4      4         4
        6. Fisika                            2       2        4        4                             4            4
        7. Biologi                           2       2        4        4                             4            4
        8. Kimia                             2       2        4        4                             4            4
        9. Sejarah                           2       2        1        1        2         2          1            1      2         2
       10. Geografi                          2       2                          3         3                              3         3
       11. Ekonomi                           2       2                          4         4                              4         4
       12. Sosiologi                         2       2                          4         4                              4         4
       13. Seni Budaya                       2       2        2        2        2         2          2            2      2         2
       14. Penjasorkes                       2       2        2        2        2         2          2            2      2         2
        15. TIK                              2       2        2        2        2         2          2            2      2         2
     B. Muatan Lokal
     -    HIV AIDS                           2       2        2        2        2         2          -            -      -         -
     -    Pertanian                          -       -        -        -        -         -          2            2      2         2
     C. Pengembangan Diri
     -    Pramuka/Konseling                 2 *)    2 *)    2 *)      2 *)     2 *)    2 *)         2 *)         2 *)   2 *)      2 *)
    Jumlah                                   38      38      41        41       41      41           41           41     41        41
   Keterangan :
   *) Berupa kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan pilihan siswa dengan waktu ekivalen       2 Jam pelajaran.




                                                                                                                                         13
B. Muatan Lokal
         Muatan      lokal     merupakan         kegiatan    kurikuler      untuk
   mengembangkan      kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan
   potensi daerah, termasuk keunggulan daerah yang materinya tidak sesuai
   menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga
   harus menjadi mata pelajaran tersendiri,             substansi muatan    lokal
   ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada masa pelajaran
   ketrampilan. Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan
   pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi
   Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan.             Satuan
   pendidikan     dapat menyelenggakan.           Satuan pendidikan         dapat
   diselenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini
   berarti bahwa dalam           satu      tahun satuan pendidikan          dapat
   menyelenggarakan 1(satu) mata pelajaran muatan lokal.
   Dengan mengacu pada subtansi yang ada SMA Negeri 2 Aimas
   memberikan muatan lokal berdasarkan           kebutuhan dan budaya daerah
   yaitu HIV AIDS dan Pertanian local. Dua hal tersebut dikembangkan
   pada SMA Negeri 2 Aimas untuk pemenuhan kebutuhan peserta didik
   akan wawasan dan tuntutan usaha mandiri              dengan bermodal     pada
   keterampilan yang dimiliki.
    NO               KELAS                          MUATAN LOKAL
    1.          X                               HIV AIDS
    2.          XI IPA dan IPS                  HIV AIDS
    3.          XII IPA dan IPS                 Pertanian Lokal

C. Kegiatan Pengembangan Diri
         Pengembangan      diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan
   kesempatan     kepada     peserta    didik   untuk    mengembangan        dan
   mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap
   peserta didik sesuai dengan kondisi SMA Negeri 2 Aimas.
   Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui :
   1. Kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri
      pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pembentukan karier peserta
      didik
   2. Pengembangan diri bagi peserta didik SMA Negeri 2 Aimas terutama
      ditujukan untuk pengembangan kepemimpinan yaitu Pramuka.


                                                                              14
          Setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan pengembangan diri
   yang di programkan sekolah dibawah pembinaan dan pengawasan guru
   Pembina yang telah ditugasi oleh Kepala Sekolah.


D. Beban Belajar
          Beban belajar di SMA Negeri 2 Aimas diatur dalam sistem paket
   yaitu sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya
   diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar
   yang    sudah ditetapkan untuk setiap       kelas sesuai dengan     struktur
   kurikulum yang berlaku di SMA Negeri 2 Aimas. Beban belajar setiap
   mata pelajaran pada        sistem   paket dinyatakan   dalam    satuan    jam
   pembelajaran sebagaimana tercantum pada daftar mata pelajaran yang
   telah disebutkan terdahulu.
          Beban     belajar dirumuskan     dalam bentuk    satuan waktu yang
   dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran
   melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri
   tidak terstruktur.    Semua itu dimaksudkan       untuk mencapai     standar
   kompetensi       lulusan    dengan memperhatikan tingkat perkembangan
   peserta didik.
          Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa
   proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik.         Beban belajar
   kegiatan   tatap muka perjam pembelajaran di SMA Negeri 2 Aimas
   berlangsung selama 45 menit, jumlah          jam tatap muka yang         telah
   ditetapkan di SMA Negeri 2 Aimas adalah sebagai berikut :
    NO              KELAS                  Jumlah Jam pelajaran per minggu
     1                 X                                 40
     2          XI IPA dan IPS                           41
     3          XII IPA dan IPS                          41

E. Ketuntasan Belajar
          Berdasarkan kesepakatan seluruh pengajar, maka SMA Negeri 2
   Aimas menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebagai target
   pencapaian kompetensi dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan
   rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan
   sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.


                                                                              15
   Kriteria Ketuntasan Minimal Mata Pelajaran adalah sebagai berikut :
                                               KKM
        Mata Pelajaran
                              X      XI IPA XI IPS XII IPA XII IPS
    1. Agama                  65       70       70        75         75
    2. PKn                    65       70       70        75         75
    3. Bahasa Indonesia       60       65       65        70         70
    4. Bahasa Inggris         60       63       63        65         65
    5. Matematika             60       62       62        65         65
    6. Fisika                 60       64                 67
    7. Biologi                60       65                 65
    8. Kimia                  60       62                 65
    9. Sejarah                60       65       65        70         70
    10. Geografi              60                65                   70
    11. Ekonomi               65                65                   70
    12. Sosiologi             65                70                   75
    13. Penjasorkes           65       68       68        70         70
    14. TIK                   60       68       68        72         72
    15. Keterampilan          68       70       70        75         75
    Muatan lokal :
    - HIV AIDS                65       68       68        72         72
    - Pertanian               65       68       68        72         72
    Pengembangan diri         65       70       70        75         75


F. Kriteria kenaikan kelas dan penjurusan pada SMA Negeri 2 Aimas
   1. Kriteria kenaikan kelas
       a. Kenaikan kelas berdasarkan pada penilaian hasil belajar pada
           semester genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang
           belum tuntas pada semester ganjil (sebelumnya) harus dituntaskan
           sampai mencapai KKM yang ditetapkan sebelum akhir semester
           genap
       b. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas, apabila yang
           bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal
           lebih dari 3 mata pelajaran
       c. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas, apabila yang
           bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal
           lebih dari 3 mata pelajaran
       d. Peserta didik memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir
           tahun pelajaran untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata
           pelajaran
           - agama dan akhlak mulia,
           - kewarganegaraan dan kepribadian
           - estetika
           - jasmani dan olah raga kesehatan




                                                                        16
2.   Penjurusan
     a. Waktu penjurusan
         - Penentuan penjurusan program studi Ilmu Alam, Ilmu Sosial
            dan Bahasa di lakukan pada awal semester 2
         - Pelaksanan penjurusan program studi di semester 1 kelas XI

     b.   Kriteria penjurusan program studi
          1. Nilai akademik
              Peserta didik yang naik kelas XI dan akan mengambil
              program studi :
              a. IPA
                   1. Boleh memiliki nilai yang tidak kompeten paling
                       banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran
                       yang bukan menjadi ciri khas program studi tersebut
                       (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi)
                   2. Penjurusan peserta didik yang memasuki program
                       Ilmu Alam adalah peserta didik yang memiliki nilai
                       mata pelajaran program IPA (matematika, fisika,
                       biologi, kimia) dengan 5 poin di atas KKM
              b. IPS
                   1. Boleh memiliki nilai yang tidak kompeten paling
                       banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran
                       yang bukan menjadi ciri khas program studi tesebut
                       (ekonomi, sejarah, geografi, dan sosiologi)
                   2. Penjurusan peserta didik yang memasuki program
                       Ilmu Sosial adalah peserta didik yang memiliki nilai
                       mata pelajaran program IPS (ekonomi, sejarah,
                       geografi, dan sosiologi) dengan 5 (lima) poin di atas
                       KKM

          2.   Minat peserta didik
               Untuk mengetahui minat peserta didik dapat dilakukan
               melalui angket/kuesioner dan wawancara yang dilakukan
               oleh guru BK dan wali kelas, atau cara lain yang dapat
               digunakan untuk mendeteksi minat dan bakat siswa

     c.   Batas waktu untuk pindah program studi paling lambat 2
          (dua) minggu dengan memperhatikan point a dan b di atas




                                                                         17
                                   BAB IV
                         KALENDER PENDIDIKAN


        Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan
pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan
mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran
efektif dan hari libur.

        Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program di sekolah
menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran
selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu
efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu
belajar di sekolah mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan
daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta
ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.

       Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun
kalender pendidikan sebagai berikut:
1.    permulaan tahun pelajaran          adalah waktu dimulainya kegiatan
      pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
      Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan
      Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.
2.    minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran
      untuk setiap tahun pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan
      lamanya minggu efektif belajar sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.
3.    waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap
      minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran
      termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan
      pengembangan diri.
4.    waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
      pembelajaran terjadwal. Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan
      berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri
      Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala
      Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara
      pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
5.    waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester,
      libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum
      termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
6.    libur jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun
      pelajaran digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan
      awal tahun.




                                                                           18
7.   sekolah/madrasah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur
     keagamaan lebih panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri
     tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran
     efektif.
8.   bagi sekolah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan
     waktu secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan
     waktu pembelajaran efektif.
9.   Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap
     jenjang dan jenis pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah
     Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota.




                                                                        19
20
                                   BAB V
                                  PENUTUP

        Kurikulum SMA Negeri 2 Aimas ini adalah sebagai acuan untuk
pelaksanaan pendidikan di sekolah. Maka dengan adanya pedoman ini diharapkan
pelaksanaan pendidikan di sekolah dapat berjalan dengan lebih baik,
berkesinambungan, terarah dan terprogram. Sehingga Tujuan Pendidikan Nasional
dan Tujuan Pendidikan Sekolah dapat tercapai dengan maksimal dan dapat
menciptakan manusia Indonesia cerdasa, khususnya masyarakat Papua Barat dan
lebih khusus masyarakat Sorong.




                                                                          21

								
To top