Docstoc

Metode Pembelajaran Konstektual

Document Sample
Metode Pembelajaran Konstektual Powered By Docstoc
					Metode Pembelajaran Konstektual ( CTL)

| 0 { ADD KOMENTAR } ]




Belajar akan lebih bermakna jika anak “mengalami” sendiri apa yang dialaminya, bukan sekedar
“mengetahui”-nya. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dari
kompetensi “mengingat” jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan
dalam kehidupan jangka panjang, pendekatan kontekstual (contextual teaching and learning/CTL)
adalah suatu pendekatan pengajaran yang diharapkan dapat memenuhi harapan bahwa anak sampai
pada fase mampu mengalami dan mampu menanggapi fenomena-fenomena kotekstual dalam
kehidupan sehari-harinya. Kontekstual dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan lebih
produktif dan bermakna. Definisi yang mendasar tentang pembelajaran kontekstual (Contextual
Teaching and Learning) adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas
dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya
dalam kehidupan mereka sehari-hari.



Pendekatan konstektual dapat dijalankan tanpa harus mengubah kurikulum dan tatanan yang ada. IPS
merupakan ilmu yang berangkat dari fenomena keseharian, dan tidak bisa dilepaskan dari dinamika
perkembangan masyarakat yang senantiasa berubah, dinamika dan perubahan tersebut memiliki
kekhasan sesuai dengan lingkungan masyarakat berada. Oleh karenanya, pembelajaran IPS bagi anak
menjadi keniscayaan untuk selalu dihubungkan dengan konteksnya, sehingga apa yang diperoleh anak
tidak hanya berada dalam wilayah kognisi, melainkan sampai kepada tataran dunia nyata yang ia jalani
sehari-hari. Jika tidak demikian, maka apa yang diperolehnya di sekolah hanya akan menjadi barang
kadaluarsa yang tidak bernilai guna.



Menurut Depdiknas guru harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengkaji konsep atau
teori yang akan dipelajari oleh siswa,

2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama, 3)
Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa yang selanjutnya memilih dan mengkaitkan
dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual, 4) Merancang
pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan
pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan hidup mereka, 5) Melaksanakan penilaian terhadap
pemahaman siswa, dimana hasilnya nanti dijadikan bahan refleksi terhadap rencana pemebelajaran dan
pelaksanaannya. Adapun menurut Depdiknas untuk penerapannya, pendekatan kontektual (CTL)
memiliki tujuah komponen utama, yaitu konstruktivisme (Constructivism), menemukan (Inquiry),
bertanya (Questioning), masyarakat-belajar (Learning Community), pemodelan (modeling), refleksi
(reflection), dan penilaian yang sebenarnya (Authentic,

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:66
posted:11/27/2011
language:Indonesian
pages:2