BAB II

Document Sample
BAB II Powered By Docstoc
					                               Bab 2
                        Tinjauan Pustaka




2.1. Sistem Informasi
Mengacu pada pendapat James B Bower dan kawan-kawan dalam
bukunya Computer Oriented Accounting Information System, maka
sistem penghasil informasi atau yang dikenal dengan nama sistem
informasi, memiliki pengertian sebagai berikut:


“Sistem informasi adalah suatu cara tertentu untuk menyediakan
informasi yang dibutuhkan oleh organisasi bisnis dengan cara yang
sukses   dan    untuk   organisasi     bisnis   dengan   cara   yang
menguntungkan”.


“Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi
yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian,
mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari
suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan. (Robert A. Leitch/K. Roscoe
Davies)”.


Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat
oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam
organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
Sistem informasi di dalam suatu organisasi yang mempertemukan

                                  8
                                                                  9




kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat
manajerial, dan kegiatan stratetgi dari suatu organisasi dan
meneyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan.


Sistem informasi menerima masukan data dan intruksi, mengolah
data teresebut sesuai instruksi, dan mengeluarkannya. Model dasar
sistem menghendaki agar masukan, pengolahan dan keluaran tiba
pada saat bersamaan, yang sebaiknya sesuai untuk sistem
pengolahan informasi yang paling sederhana, di mana semua
masukan tersebut tiba pada saat bersamaan tetapi hal tersebut jarang
terjadi. Fungsi pengolahan informasi sering membutuhkan data yang
telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu sebelumnya,
karena itu ditambahkan sebuah penyimpanan data file (data file
stronge) ke dalam model sistem informasi; dengan begitu data yang
telah dikumpulkan dan disimpan sebelumnya.


2.1.1. Karakteristik Sistem Informasi
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu
yaitu mempunyai komponen-komponen (component), batas sistem
(boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung
(interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process)
dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal).
                                                                                               10




                                                                       Interface

                           Lingkungan luar




                                                         Sub
                                                        sistem     Sub
                                                                  sistem

                                                                                    Boundary


                                                         Sub
                                                        sistem     Sub
                                                                  sistem            Boundary




       Input    Pengolah          Output



                                             Boundary




                            Gambar 2.1. Karakteristik suatu sistem



2.1.2. Siklus Informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat
berceritera banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah
melalui suatu model untuk dijadikan suatu informasi.
                                                  Proses
                                                 (Model)




                                                   Dasar
                                                   Data
                Input                                                          Output
                (Data)                                                       (Informasi)




                   Data                                                       Penerima
               (dilengkapi)




                      Hasil
                    Tindakan                                     Keputusan
                                                                 Tindakan

                                    Gambar 2.2. Siklus Informasi
                                                                      11




2.1.3. Komponen Sistem Informasi
John Burch dan Gary Grudnitski dalam bukunya Information System
Theory And Practice memberikan gambaran komponen sistem
informasi seperti pada gambar dibawah.
                          User               User


               Input              Model              Control
   User                                                        User
             Technology          Database            Output


                          User               User
                Gambar 2..3. Blok Komponen Sistem Informasi


Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa sistem informasi memiliki
komponen-komponen yang saling terintegrasi membentuk satu
kesatuan dalam mencapai sasaran sistem.
    1.    Blok Masukan (Input Block)
          Blok masukan dalam sebuah sistem informasi meliputi
          metode-metode dan media untuk menangkap data yang
          akan dimasukkan, dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
    2.    Blok Model (Model Block)
          Blok model ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan
          model matematik yang berfungsi memanipulasi data untuk
          keluaran tertentu.
    3.    Blok Keluaran (Output Block)
          Blok keluaran berupa data-data keluaran seperti dokumen
          output serta informasi yang berkualitas.
    4.    Blok Teknologi (Technology Block)
                                                                           12




         Blok      teknologi        digunakan    untuk    menerima      input,
         menjalankan model, menyimpan dan mengakses data,
         menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu
         pengendalian        dari     sistem    secara   keseluruhan.   Blok
         teknologi     ini     merupakan         komponen      bantu    yang
         memperlancar proses pengolahan yang terjadi dalam
         sistem.
    5.   Blok Basis Data (Database Block)
         Merupakan kumpulan data yang berhubungan satu dengan
         lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan
         perangkat lunak untuk memanipulasinya.
    6.   Blok Kendali (Controls Block)
         Meliputi masalah pengendalian terhadap operasional sistem
         yang        berfungsi          mencegah         dan     menangani
         kesalahan/kegagalan sistem.


2.1.4. Kualitas Informasi
Istilah kualitas informasi (quality of information) terkadang juga
dipakai untuk menyatakan informasi yang baik. Dari sekian
karakteristik yang telah dibahas, kualitas informasi sering kali diukur
berdasarkan:
    1.   Akurasi
    2.   Ketepatan Waktu
    3.   Relevansi
                                                                   13




Kualitas Informasi dapat dianalogikan sebagai pilar-pilar dalam
bangunan (Jhon G. Burch & Gary Grudnitski, 1989) dan
menentukan baik tidak nya pengambilan keputusan.

                                     Kualitas
                                    Informasi




                                                 Ketepatan Waktu
                          Akurasi



                                       Relevan




                     Gambar 2.4. Kualitas Informasi


2.1.5. Perangkat Sistem Informasi
Sebuah sistem informasi yang lengkap memiliki kelengkapan sistem
sebagai berikut:
    1.   Hardware
         Bagian ini merupakan bagian perangkat keras sistem
         informasi. Sistem informasi modern memiliki perangkat
         keras seperti komputer, printer dan teknologi jaringan
         komputer.
    2.   Software
         Bagian ini merupakan bagian perangkat lunak sistem
         informasi. Sistem informasi modern memiliki perangkat
         lunak untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas
         yang harus dilakukannya. Software dapat digolongkan
         menjadi beberapa kelompok, yaitu:
                                                                 14




         a.     Sistem Operasi, seperti        program Microsoft
                Windows, LINUX, Novel Netware, dan lain
                sebagainya.
         b.     Aplikasi, seperti Microsoft Office, General Ledger,
                Corel Draw, dan lain sebagainya.
         c.     Utilitas, seperti anti virus, Norton Utilities, Disk
                Doctor, dan lain-lain.
         d.     Bahasa Pemrograman, seperti Visual basic, Visual
                Foxpro, Bahasa C++, Borland Delphi, dan lain-
                lain.
3.   Data
     Merupakan komponen dasar dari informasi yang akan
     diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi. Seperti
     contoh adalah dokumen bukti-bukti transaksi, nota, kuitansi
     dan sebagainya.
4.   Prosedur
     Merupakan bagian yang berisikan dokumentsi prosedur atau
     proses-proses yang terjadi dalam sistem. Prosedur dapat
     berupa buku-buku penuntun operasional seperti prosedur
     sistem pengendalian atau buku penuntun teknis seperti buku
     manual menjalankan program komputer dan sebagainya
5.   Manusia
     Manusia merupakan bagian utama dalam suatu sistem
     informasi. Yang terlibat dalam komponen manusia antara
     lain adalah:
                                                                       15




             a.   Clerical Personnel (untuk menangani transaksi
                  dan pemrosesan data dan melaukan inquiry =
                  operator)
             b.   First Level Manager, untuk mengelola pemrosesan
                  data didukung dengan perencanaan, penjadwalan,
                  identifikasi situasi out-of-control dan pengambilan
                  keputusan level menengah ke bawah.
             c.   Staff   Specialist,     digunakan       untuk   analisis
                  perencanaan dan pelaporan.
             d.   Management, untuk pembuatan laporan berkala,
                  permintaan    khusus,     analisa   khusus,     laporan
                  khusus, pendukung identifikasi masalah dan
                  peluang,     pendukung       analisis      pengambilan
                  keputusan level atas.


2.1.6. Pengelolaan Sistem Informasi
Salah satu perangkat yang paling penting dari sistem informasi
adalah manusia sebagai pengelola informasi. Oleh karena itu
hubungan antara sistem informasi dengan pengelolanya sangat erat.
Sistem informasi yang dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan
pengelolanya.


Pengelola sistem informasi terorganisir dalam suatu struktur
manajemen. Oleh karena itu bentuk atau jenis sistem informasi yang
diperlukan sesuai dengan level manajemennya.
                                                                          16




        a. Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis,
           kebijakan dan pengambilan keputusan.
        b. Manajemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis
           dan pengambilan keputusan.
        c. Manajemen Level Bawah: untuk perencanaan dan
           pengawasan operasi dan pengambilan keputusan.
        d. Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespond
           permintaan.
                                        Direktur Sistem
                                           Informasi




                              Manajer              Manajer Komputer dan
                        Pengembangan Sistem            Operasional




               Analisis Sistem          Programmer


           Gambar 2.5. Contoh Struktur Organisasi Sistem Informasi



Kemudian pada perkembangannya, dengan semakin besarnya
lingkup sebuah sistem informasi memerlukan adanya penataan
kembali personil dengan baik terutama pada struktur manajemen
organisasi personil. Lihat contoh penataan struktur organisasi pada
departemen sistem informasi pada gambar diatas. Tetapi struktur
organisasi seperti pada gambar tersebut bisa dimodifikasi sesuai
dengan kondisi real perusahaan. Variasi struktur manajemen tersebut
sangat tergantung pada Managerial Efficiency yang dibandingkan
dengan tingkat User Service.
                                                                 17




Manajemen sumber daya manusia perlu dilakukan dengan benar agar
sistem informasi dapat berjalan dengan baik. Hal itu dilakukan untuk
mengurangi terjadinya kesalahan-kesalahan yang bersifat manusiawi
yang dapat mengurangi mutu informasi yang dihasilkan sebuah
sistem. Gordon B. Davis memberikan contoh-contoh kesalahan
tersebut, misalnya:
          a. Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak
              tepat.
          b. Operator sistem tidak mengikuti prosedur pengolahan
              yang benar.
          c. Kehilangan data atau data tidak terolah.
          d. Pemeriksaan atau pencatatan data yang salah.
          e. Salah dalam menggunakan dokumen induk/file induk.
          f. Kesalahan dalam prosedur pengolahan.
          g. Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja.


Kesulitan karena kesalahan dapat diatasi dengan dua teknik yaitu
pengontrolan data dan penambahan batas kepercayaan pada data.
Pengontrolan secara intern dapat dilakukan untuk menemukan
kesalahan-kesalahan yang terjadi. Selain itu perlu juga dilakukan
pemeriksaaan auditing baik secara intern maupun ekstern.


2.1.7. Pemanfaatan Sistem Informasi
Sistem informasi telah berkembang sedemikian pesatnya baik dari
sisi teknologi maupun manajemen pengoperasiannya. Organisasi
menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi,
                                                                  18




mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu
produk atau pelayanan mereka.


Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek
nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi
yang terjadi.


Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan
persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis
barang yang tersedia. Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam
sebuah perusahaan adalah kumpulan dari sistem manajemen atau
sistem yang menyediakan informasi yang bertujuan mendukung
operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu
organisasi yang cenderung berhubungan dengan pengolahan
informasi yang berbasis pada komputer (computer base information
system) dengan mempertimbangkan informasi apa, untuk siapa, dan
kapan harus disajikan.


SIM tergantung dari besar kecilnya organisasi yang dapat terdiri dari
sistem-sistem informasi:
    1.   Akuntansi (Accounting Information Systems)
    2.   Pemasaran (Marketing Information Systems)
    3.   Penyediaan (Inventory Information Systems)
    4.   Pesonalia (Personnel Information Systems)
    5.   Distribusi (Distribution Information Systems)
    6.   Pembelian (Purchasing Information Systems)
                                                                 19




    7.   Kekayaan (Treasury Information Systems)
    8.   Analisis Kredit (Credit Analysis Information Systems)
    9.   Penelitian dan Pengembangan (Research and Development
         Information Systems)
    10. Teknik (Engineering Information Systems)


Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective).
Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka suatu sistem
tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan
sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan
dihasilkan oleh sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila
mengenai sasaran atau tujuan.


2.1.8. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sistem Informasi
Sebagai sebuah sistem yang berinteraksi dengan lingkungannya,
sistem Informasi banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti
sumber daya manusia dalam organisasi, penggunaan metode untuk
melakukan analisa serta pemakaian komputer sebagai alat bantu.
    1.   Faktor metode kuantitatif yang digunakan
         Metode kuantitatif yang dimaksud merupakan alat bantu
         yang sangat penting bagi manajemen dalam melaksanakan
         proses pengambilan keputusan. Metode-metode tersebut
         seperti program evaluation and review (PERT), program
         analisa regresi dan lain sebagainya. Penggunaan metode
         kuantitatif ini biasanya dikelompokkan dalam suatu sub
         sistem yang disebut dengan Decision Support System (DSS)
                                                               20




    2.   Faktor penggunaan komputer sebagai alat bantu
         Sebenarnya secara teori, komputer tidak harus digunakan
         dalam suatu sistem informasi tetapi pada prakteknya tidak
         mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat
         berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem
         Informasi yang akurat dan efektif dalam kenyataannya
         selalu berhubungan dengan yang namanya computer-based
         information processing atau pengolahan informasi yang
         berbasis pada komputer.
    3.   Faktor sumber daya manusia
         Sebuah sistem dijalankan oleh dan untuk manusia. Manusia
         yang menjadi penggerak utama sistem. Sistem tidak akan
         dapat berjalan dengan baik jika manusia yang berada
         didalamnya tidak saling mendukung untuk pencapaian
         tujuan sistem. Oleh karena itu, penyusunan sebuah sistem
         informasi harus memperhatikan perilaku manusia di
         dalamnya agar nantinya tidak menghambat berjalannya
         sistem tersebut.


2.1.9. Metodologi Pengembangan Sistem
Untuk dapat melakukan langkah-langkah sesuai dengan yang
diberikan oleh pengembangan sistem yang terstruktur, maka
dibutuhkan alat dan teknik untuk melaksanakannya. Alat-alat yang
digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa suatu gambar
atau diagram atau grafik.
                                                                    21




Untuk mengembangkan suatu sistem pendekatan yang digunakan
harus diaplikasikan melalui suatu metodologi, yaitu kesatuan dari
metode-metode,      prosedur-prosedur,      konsep-konsep   pengerjaan,
aturan-aturan, dan prinsip-prinsip yang digunakan oleh suatu disiplin
ilmu.


Dalam pengembangan sistem informasi metodologi digunakan
sebagai pedoman atau kerangka kerja, dengan mengikuti metodologi
pengembangan sistem dapat diselesaikan dengan berhasil.


Pada      rentang   waktu       1960-1970      banyak   dikembangkan
dikembangkan sistem-sistem besar yang tidak efisien dan bahkan
gagal. Baru pada tahun 1970-an banyak muncul metodologi-
metodologi sebagai jawaban dari kegagalan sebelumnya.


Metodologi diklasifikasi menjadi tiga kelompok yaitu:
1.   Functional Decomposition Methodologies, metodologi ini
     menitik beratkan pada pemecahan sistem menjadi sub-sub
     sistem yang lebih kecil sehingga lebih mudah dipahami,
     dirancang dan diterapkan, yang termasuk metode ini adalah:
     a.   HIPO (Hierarchy Plus Input-Process-Output).
     b.   ISR (Iterative Steapwise Refinement).
     c.   Information Hiding.
2.   Data Oriented Methodologies, adalah metodologi yang menitik
     beratkan pada karakteristik data yang akan diproses, metodologi
     ini dibagi lagi menjadi dua kelompok yaitu:
                                                              22




a.   Data-Flow     Oriented,    metode   ini   didasarkan   pada
     pemecahan sistem menjadi modul-modul berdasarkan tipe
     elemen data dan logika sistem tersebut. Yang termasuk
     metode ini antara lain :
        SADT (Structured Analisys and Design Techniques).
        Composite Design.
        SSAD (Structured Systen Analisys and Design)
b.   Data Structure Oriented, Metode ini menitik beratkan pada
     struktur input output dalam sistem. Struktur ini digunakan
     sebagai pedoman untuk melakukan pengembangan sistem
     lebih lanjut. Yang termasuk metode ini antara lain:
        JSD (Jackson’s System Development).
        W/O (Warnier/Orr).
c.   Prescriptive Metodologies, adalah metode berupa software
     yang berguna untuk mengotomatisasi proses pengembangan
     sistem informasi, dengan metode ini software akan
     merancang sistem informasi sesuai dengan parameter-
     parameter yang ditentukan user dengan memilih tipe yang
     cocok dari basis pengetahuan yang dimilikinya. Yang
     termasuk metode ini antara lain:
        ISDOS
        PLEXYS
        PRIDE
        SPECTRUM
        Dll.
                                                                                        23




a. SADT (Structured Analisys and Design Techniques)
SADT adalah suatu metodologi yang dikembangkan oleh D. T. Ross
pada tahun 1969 – 1973. SADT memandang suatu sistem terdiri dari
dua hal yaitu objek dan kejadian. Yang termasuk kedalam objek
suatu sistem informasi adalah data atau dokumen, dan yang termasuk
kejadian adalah kegiatan yang dilakukan manusia, mesin, atau
software. Untuk menggambarkan dua hal tersebut digunakan
diagram yang berbeda, yaitu:
1.   Diagram Data
2.   Diagram Kegiatan
             Ringkas

                               Entity                                System
                            Relationship                            Flowchart
                             Diagram

                       Data-Flow    Data-Store       Data-Flow
                       Dictionary   Dictionary        Diagram
                         Entry        Entry


                           Data Structure
                          Dictionary Entry

                           Data Element              Structured      Program
                          Dictionary Entry            English/      Flowchart
                                                     Psedocode

             Rinci       Data Diagram                     Proses Diagram


                                     Gambar 2.6. SADT



SADT      sebagai       metode             terstruktur     juga       mengatur      konsep
Dekomposisi,         dengan          pendekatan          top-down,          yaitu   melalui
penggambaran sistem secara utuh (whole system) sebagai tingkat
tertinggi (top level) dan kemudian memecahnya secara rinci.
a. Keunggulan SADT
     1.   Mudah dipelajari.
                                                                                     24




    2.    Merupakan alat yang baik untuk komunikasi antara analis
          sistem dan user.
    3.    Hasil analisis dan desain memiliki dokumentasi yang baik.
    4.    Hasil yang diperoleh dari analis berbeda relatif mirip.


b. Kelemahan SADT
    1.    Membutuhkan waktu dan personil yang lebih banyak.
    2.    Metode ini baik untuk analisis dan desain secara umum,
          sedangkan untuk tahap desain secara rinci dapat digunakan
          alat dari metode yang lain.
    3.    Proses dalam modul tidak digambarkan.
    4.    Efektivitas metode ini dipengaruhi oleh tingkat keahlian
          dan pengalaman analis.


b. Warnier/Orr
W/O      adalah   metodologi             yang            dikembangkan       oleh   Jean
Doimininique Warnier pada awal tahun 1970-an dan dikembangkan
lebih lanjut oleh Ken Orr. W/O mirip dengan hierarchy chart yang
dibuat secara vertikal dan dikembangkan secara horisontal.
Operator dalam W/O
                                                           Baca transaksi
                                                           1
                                      Ambil transaksi
                                             1             Edit transaksi
                                                           1
                                        Baca record

                  Update File Induk          1


                                      Proses Transaksi
                                             1
                                       Rekam record
                                             1

                               Gambar 2.7. Warnier/Orr
                                                               25




                      Simbol               Arti
                       +          XOR (exlusive OR)
                      +           OR (inclusive OR)
                      /,*,-,+     Operator aritmetika
                      proses      NOT
                             Tabel 2.1. Warnier/Orr



c. JSD (Jacson’s System Development)
Dikembangkan oleh Michael Jacson pada tahun 1975 sebagai alat
pengembangan software dan pada tahun 1983 sebagai alat
pengembangan SI. JSD dimulai dengan membangun model dari
dunia nyata yang menyediakan subjek-subjek permasalahan,
kemudian ditambahkan fungsi dari sistem.


Dunia nyata digambarkan dalam bentuk urutan kejadian-kejadian
dalam kurun waktu tertentu. Dunia nyata di intrepetasikan dalam
bentuk entitas dan aksi. Misalnya untuk sistem dalam sebuah bank,
maka entitas diantaranya adalah nasabah, sedangkan aksinya antara
lain membuka rekening, mengambil dana, mengisi dana, atau
berhenti sebagai nasabah.


JSD memiliki enam langkah pengembangan sistem, yaitu:
1.   Entity Action Step.
2.   Entity Struture Step.
3.   Initial Model Step.
4.   Function Step.
                                                                                    26




5.   System Timing Step.
6.   Implementation Step


                                                          Prosedur JSD



                                  Pengembangan                      Pengembangan
                                     Aplikasi                        Implementasi




                     Menentukan Model            Menentukan
                       Dunia Nyata              Fungsi Sistem




               Abstraksi          Definisi
                                   Model
              Dunia Nyata         Realisasi



            1             2          3           4           5                6
          Entity       Entity      Initial                 System        Implemen
                                              Function     Tming           tation
          Action      Structure    Model        Step
           Step         Step        Step                    Step            Step
                                  Gambar 2.8. JSD




2.2. Teknik Desain Dalam Perancangan sistem
Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan
gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru.
Desain sistem secara umum merupakan persiapan dari desain terinci.
Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen
sistem informasi yang akan didisain secara rinci. Desain terinci
dimaksudkan untuk pemrograman komputer dan ahli teknik lainnya
yang akan mengimplementasikan sistem. Tahap desain sistem secara
umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan dan
hasil analisis disetujui oleh manajemen.
                                                                    27




Seperti halnya arsitek yang akan membangun rumah tempat tinggal,
setelah arsitek selesai melakukan analisis, maka arsitek mulai
membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah.
Sketsa ini hanya dimaksudkan kepada calon pemakai rumah, bukan
kepada ahli teknik dan insinyur-insinyur teknik sipil yang akan
membangun rumah ini. Desain terinci yang memuat potongan-
potongan gambar dengan ukuran-ukurannya yang terinci akan dibuat
setelah desain secara umum disetujui oleh calon pemakai rumah.
Arsitek belum akan menggambar detail bangunannya dengan ukuran
terinci sebelum bentuk dan susunan rumah itu sendiri disetujui oleh
calon pemakai rumah.


2.2.1. Kebijakan Sistem
Kebijakan    untuk   mengembangkan     informasi    dilakukan     oleh
manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih
kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh
sistem yang lama atau sistem yang mempunyai banyak kelemahan-
kelemahannya yang perlu diperbaiki.


2.2.2. Perencanaan Sistem
Setelah     manajemen    puncak   menetapkan       kebijakan     untuk
mengembangkan        sistem   informasi,    sebelum     sistem     ini
dikembangkan maka perlu direncanakan terlebih dahulu dengan
cermat. Tahap perencanaan sistem informasi akan memberikan
banyak keuntungan beberapa keuntungan yaitu:
    1.    Menentukan lingkup dari proyek.
                                                               28




    2.   Mengenali berbagai area permasalahan potensial.
    3.   Mengatur urutan tugas.
    4.   Memberikan dasar untuk pengendalian.


Untuk itu perancangan sebuah sistem informasi dari mulai tahap
perancangan sampai dengan tahap evaluasi sistem informasi harus
dilakukan dengan terstruktur supaya tidak terjadi kesalahan yang
bisa mengakibatkan sistem tidak bisa digunakan.


2.2.3. Analisis Sistem
Analisis sistem (systems analyst) adalah penguraian dari sistem
informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan
maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-
permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang
terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat
diusulkan perbaikan-perbaikannya.
Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem
(system planning) dan sebelum tahap desain sistem (system design).
Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting,
karena kesalahan dalam tahap ini akan menyebabkan juga pada tahap
selanjutnya.


2.2.3.1. Langkah-Langkah Analisis Sistem
Langkah-langkah didalam analisis sistem hampir sama dengan
langkah-langkah yang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-
proyek sistem yang akan dikembangkan dalam tahap perencanaan
                                                                    29




sistem. Perbedaannya terletak pada ruang-lingkup tugasnya. Di
analisis sistem ruang-lingkup dan tugasnya adalah lebih rinci
(detail). Di analisis sistem ini, penelitian yang dilakukan oleh analis
sistem merupakan penelitian terinci, sedang di perencanaan sistem
sifatnya hanya penelitian pendahuluan.


Didalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang
harus dilakukan oleh analis sistem adalah sebagai berikut:
1.   Identify, yaitu mengidentifikasi masalah.
2.   Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada.
3.   Analyze, yaitu menganalisis sistem.
4.   Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.


2.2.3.2. Alat Bantu Dalam Analisis Sistem
a. Model Verbal
Model verbal berupa uraian naratif mengenai sistem yang sedang
berlangsung tanpa harus memberi penilaian terlalu rinci yang berisi
sumberdaya-sumberdaya input, beragam output dan manfaatnya,
subsistem-subsistem proses, dan komponen-komponen atau entitas-
entitas yang terlibat.


b. Entity Ralationship Chart
Entity realtionship diagram adalah sebuah dokumentasi yang berisi
data entitas dan hubungan diantara entitas. ERD dilakukan ketika
gambaran besar data ditentukan yaitu pada:
                                                                       30




    1.   Pada saat eksekutif terlibat dalam pembuatan model untuk
         keseluruhan sistem.
    2.   Saat eksekutif terlibat dalam pembuatan model untuk
         segmen operasi yang besar.
    3.   Saat spesialis dan user terlibat dalam pembuatan model data
         untuk area penerapan tertentu.


c. Jenis Entitas
Dalam ERD entitas dapat berupa semua lingkungan, sumberdaya,
transaksi. Suatu entitas didokumentasikan dengan bentuk segi empat
seperti berikut:
               Pelanggan          Karyawan             Kartu Absensi

                           Gambar 2.9. Jenis entitas



Suatu entitas dapat diidentifikasi dan dideskripsikan, yaitu setelah
suatu entitas dianggap terlibat dalam sistem kemudian, entitas
tersebut dirinci karakteristiknya, rincian itu dikenal dengan istilah
atribut. Atribut yang mengidentifikasi entitas disebut dengan
identifier, atribut lain dari entitas tersebut adalah descriptor.


d. Hubungan
Hubungan (relationship) adalah suatu asosiasi yang ada diantara dua
jenis entitas. Hubungan ini digambarkan dengan bentuk belah
ketupat. Ketika dua entitas dihubungkan maka sebaiknya aliran
pembacaan dari kiri ke kanan seperti berikut:
                                                                                31




                Pelanggan           Mengisi            Kartu Absensi


                            Gambar 2.10. hubungan



e. Keterkaitan
Keterkaitan     (conectivity)     adalah      jumlah     suatu     entitas   yang
berhubungan dengan entitas lain, dalam hal ini terdapat tiga jenis
keterkaitan yaitu:
    1.   One-to-one (1-1)
    2.   One-to-many (1-M)
    3.   Many-to-many (M-M)

                              M                  1
                Pelanggan           Mengisi            Kartu Absensi


                            Gambar 2.11. Keterkaitan



f. Flowchart Sistem
Alat bantu lain adalah flowchart system, terkadang disebut juga
dengan istilah flowmap system. Dengan flowchart system digunakan
untuk menggambarkan aliran prosedur kerja dan dokumen dari suatu
entitas ke entitas lain pada sistem secara keseluruhan. Flowchart
sistem digambarkan dengan simbol sebagai berikut: (untuk tabel 2.2.
simbol-simbol flowchart pada lampiran 5)


g. Data Flow Diagram
Data     flow    diagram        (DFD)      sering        digambarkan         untuk
menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang
                                                                   32




akan dikembangkan secara logika tanpa memperhatikan lingkungan
fisik dimana data tersebut akan disimpan. DFD merupakan alat yang
digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur
(structured anlysis and design). DFD merupakan alat yang cukup
populer sekarang ini karena dapat menggambarkan arus data di
dalam sistem secara terstruktur dan jelas. Lebih lanjut DFD
merupakan juga dokumentasi dari sistem yang baik.


Beberapa simbol yang digunakan dalam di DFD untuk maksud
mewakili:
    1.   External entity (kesatuan luar) atau boundary (batas sistem).
    2.   Data flow (arus data).
    3.   Process (proses).
    4.   Data store (simpanan data).



                                              Proses
                  Sumber data/tujuan data



                                             Aliran data

                      Penyimpanan

                           Gambar 2.12. Simbol DFD



h. Kamus Data
Kamus data (KD) atau data dictionary atau disebut juga dengan
istilah systems data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan
kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan
menggunakan kamus data, analis sistem dapat mendefinisikan data
yang mengalir di sistem dengan lengkap, kamus data dibuat pada
                                                                33




tahap analisis sistem dan digunakan pada tahap analisis maupun
tahap perancangan sistem.


Kamus data merupakan kumpulan data yang memberikan informasi
mengenai deskripsi formal dari elemen-elemen yang ada pada Data
Flow Diagram. Informasi tersebut mencakup definisi, struktur serta
pemakai data.


i. Isi Kamus Data
  1. Nama arus data
     Nama arus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir
     berdasarkan Data Flow Diagram (DFD).
  2. Alias
     Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain
     ini ada dan mempunyai nama sama.
  3. Bentuk data
     Bentuk data bisa berupa dokumen dasar/formulir, dokumen
     hasil cetakan komputer, laporan tercetak, tampilan layar
     dimonitor, variabel, parameter, field, dan lain-lain.
  4. Arus data
     Arus data menunjukan dari mana data mengalir dan kemana
     data akan menuju.
  5. Penjelasan
     Bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan
     tentang arus data tersebut.
                                                                    34




  6. Periode
      Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini.
  7. Volume
      Volume yang dicatat yaitu tentang volume rata-rata dan
      volume puncak dari arus data.
  8. Struktur data
      Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di kamus
      data terdiri dari item-item data apa saja.


2.3. Desain Input dan Output
2.3.1. Desain Output Secara Umum
Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang dapat
dilihat. Istilah output ini kadang-kadang membingungkan, karena
output dapat terdiri dari macam-macam jenis. Output dapat berupa
hasil dimedia kertas (seperti misalnya kertas, microfilm) atau hasil di
media lunak (berupa tampilan dilayar video). Disamping itu output
dapat berupa hasil dari suatu proses yang akan digunakan oleh proses
lain dan tersimpan di suatu media seperti tape, disk atau kartu. Yang
dimaksud dengan output pada tahap desain ini adalah output yang
berupa tampilan dimedia keras atau dilayar video.
    1.   Tipe Output
         Output dapat diklasifikasikan kedalam beberapa tipe, yaitu
         output intern (internal output) dan output ekstern (eksternal
         output). Output intern adalah output yang dimaksudkan
         untuk mendukung kegiatan manajemen. Output ini akan
         tetap tinggal didalam perusahaan dan akan disimpan sebagai
                                                                35




     arsip atau dimusnahakan bila sudah tidak digunakan lagi.
     Output jeis ini dapat berupa laporan-laporan terinci, laporan-
     laporan ringkasan dan laporan-laporan lainnya. Output
     ekstern adalah output yang akan didstribusikan kepada pihak
     luar yang membutuhkannya. Contoh output ekstern adalah
     faktur, check, tanda terima pembayaran dan lain sebagainya.
     Banyak output ekstern ini dibuat di formulir yang sudah
     tercetak   sebelumnya    (preprinted    form)   dan    sistem
     informasihanya menambahkan bagian-bagian tertentu yang
     masih harus diisi.


2.   Format Output
     Bentuk atau format dari output dapat berupa keterangan-
     keterangan (narrative), tabel atau grafik. Yang palig banyak
     dihasilkan adalah output yang berbentuk tabel. Akan tetapi
     sekarang dengan kemampuan teknologi komputer yang
     dapat menampilkan grafik, maka output berupa grafik juga
     mulai banyak dihasilkan, terutama output untuk keperluan
     manajemen tingkat menengah keatas.


3.   Langkah-langkah Desain Output Secara Umum
     Desain output secara umum ini dapat dilakukan dengan
     langkah-langkah sebagai berikut ini:
       a. Menentukan kebutuhan output dari sistem baru.
         Output yang akan didesain dapat ditentukan dari DAD
         (Diagram Arus Data) sistem baru yang telah dibuat.
                                                                 36




            Output DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu
            proses ke kesatuan luar atau dari suatu proses ke proses
            yang lainnya.
          b. Menentukan parameter dari output.
            Setelah output-output yang akan didesain telah dapat
            ditentukan, maka parameter dari output selanjutnya juga
            dapat ditentukan. Parameter ini meliputi tipe dari
            output, formatnya, media yang digunakan, alat output
            yang digunakan, jumlah tembusannya, distribusinya dan
            periode output. Analisis sistem dapat menggunakan
            formulir F-102 untuk mengidentifikasi output berupa
            laporan di media keras yang akan didesain dan formulir
            F-104 untuk mengidentifikaasi output yang berupa
            dialog layar terminal.


2.3.2. Desain Input Secara Umum
Bila anda berpikir tentang input, biasanya anda juga akan berpikir
tentang alat input (input device) yang akan digunakan, semacam
keyboard, card reader dan lain sebagainya. Alat input dapat
digolongkan kedalam 2 golongan yaitu alat input langsung (online
input device) dan alat input tidak langsung (off-line input device).
Alat   input langsung    merupakan alat     input   yang   langsung
dihubungkan dengan CPU, misalnya adalah keyboard, mouse, touch
screen dan lain sebagainya. Alat input tidak langsung adalah alat
input yang tidak langsung dihubungkan dengan CPU, misalnya KTC
(key-to-card), KTT (key-to-tape) dan KTD (key-to-disk).
                                                                37




4.   Proses Input
     Tergantung dari alat input yang digunakan, proses dari inpt
     dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama, yaitu data
     capture, data preparation dan data entry.
     a. Penangkapan Data (data capture), merupakan proses
        mencatat kejadian nyata yang terjadi akibat transaksi
        yang dilakukan oleh organisasi ke dalam dokumen dasar.
        Dokumen dasar merupakan bukti transaksi.
     b. Penyiapan data (data preparation), yaitu mengubah data
        yang telah ditangkap kedalam bentuk yang dapat dibaca
        oleh mesin (machine readable form, misalnya kartu
        plong, pita magnetic atau disk magnetik).
     c. Pemasukan     data   (data   entry)      merupakan   proses
        membacakan atau memasukan data kedalam komputer.
        Input yang menggunakan alat input tidak langsung
        mempunyai 3 tahapan utama ini, yaitu tahapan data
        capture, data preparation dan data entry. Input yang
        menggunakan alat input langsung, dapat terdiri dari 2
        tahapan utama ini saja, yaitu data capture dan data entry,
     d. Tipe Input
        Input dapat dikelompokan kedalam 2 tipe, yaitu input
        ekstern (external input) dan input intern (internal input).
        Input ekstern adalah input yang berasal dari luar
        organisasi, seperti misalnya faktur pembelian, kwitansi-
        kwitansi dari luar organisasi. Input intern adalah input
        yang berasal dari dalam organisasi, seperti misalnya
                                                               38




          faktur penjualan dan lain sebagainya. Umunya dokumen
          dasar yang akan didesain adalah dokumen dasar untuk
          data capture input intern.
5.   Langkah-langkah desain input secara umum
     Yang perlu didesain secara terinci untuk input adalah bentuk
     dari dokumen dasar yang digunakan untuk menangkap data,
     kode-kode input yang digunakan dan bentuk dari tampilan
     input di alat input. Untuk tahap desain input secara umum,
     yang perlu dilakukan oleh analis adalah mengidentifikasi
     terlebih dahulu input-input yang akan didesain secara rinci.
     Langkah-langkah ini adalah sebagai berikut:
     1.    Menentukan kebutuhan input dari sistem baru.
           Input yang akan didesain dapat ditentukan dari DAD
           sistem baru yang telah dibuat. Input di DAD ditunjukan
           oleh arus data dari suatu kesatuan luar kesatuan proses
           dan bentuk tampilan input di alat yang ditunjukan oleh
           suatu proses memasukan data.
     2.    Menentukan parameter dari input.
           Setelah input-input yang akan didesain telah dapat
           ditentukan, maka parameter dari input selanjutnya juga
           dapat ditentukan. Parameter ini meliputi:
           -   Bentuk dari input, dokumen dasar atau bentuk isian
               di alat input (dialog layer terminal);
           -   Sumber input;
           -   Jumlah tembusan untuk input berupa dokumen
               dasar dan distribusinya;
                                                                  39




             -   Alat input yang digunakan;
             -   Volume input dan
             -   Periode input.


2.4. Desain Database Secara Umum
Data yang dimiliki oleh sebuah organisasi merupakan salah satu
yang aset yang paling berharga. Oleh karenanya, penyimpanan dan
manajemen data yang efektif merupakan fungsi penting bagi sistem
informasi.


Meskipun pandangan antara para pemakai terhadap database
berbeda, sistem database menyimpan data hanya dengan satu cara.
Dalam banyak hal organisasi data fisik berbeda dari persepsi
pemakai tentang bagaimana database disimpan.


Dalam pembuatan database juga harus lengkap, relevan, keterkinian,
fleksibilitas, efisiensi, efektivitas biaya, integritas, dan juga
keamanan agar tujuan perancangan sistem informasi tercapai.


Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan database
adalah:
     1. Skema, menjelaskan struktur logis dari sebuah database.
     2. Kamus data, salah satu komponen kunci dari sebuah
          manajemen database.
     3. Bahasa sistem manajemen database, menunjukkan bahasa
          yang digunakan dalam sistem manajemen database baik dari
                                                                40




         segi    rangkaian   perintah    yang   digunakan    untuk
         melaksanakan fungsi tersebut.
     4. Fungsi dan pemakai, untuk membatasi jumlah jumlah
         karyawan yang memiliki kapasitas untuk merubah database
     .
2.4.1.    Pengenalan Microsoft Visual Basic
Visual Basic merupakan salah satu bahasa pemograman atau
pengembangan yang sudah dikenal. Baik itu karena kemudahannya
dalam pengembangan aplikasi maupun kemampuannya beragam
selain itu Visual Basic didukung berbagai fasilitas dalam
pengembangan aplikasi. Salah satunya adalah pengembangan
aplikasi database.


Visual Basic adalah sebuah bahasa pemograman yang digunakan
untuk membuat program aplikasi berbasis orientasi objek atau Object
Oriented Program (OOP). Visual Basic merupakan pengembangan
dari bahasa Basic yang pernah populer. Dengan Visual Basic,
perencanaan sebuah program akan lebih mudah dan menyenangkan
karena memiliki standar Windows.


2.4.2. Perangkat Yang Diperlukan
Untuk kelancaran pemograman, diperlukan perangkat minimum:
         a.   PC 200 MHz
         b. Hard disk 1 GB
         c.   Monitor Color SVGA
         d. RAM 32 MB
                                                                   41




        e.   Sistem Operasi Windows 98
        f.   Software MS. Visual Basic
        g. Software MS. Acces


2.5. Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
Dalam upaya memecahkan masalah seorang problem solver akan
banyak membuat keputusan. Keputusan harus diambil untuk
menghindari    atau    mengurangi   dampak    negatif   atau   untuk
memanfaatkan peluang.
Keputusan terbagi menjadi:
        Keputusan terprogram, bersifat berulang dan rutin.
        Keputusan tak terprogram, bersifat baru dan tidak
         terstruktur, tidak ada metode pasti untuk menanganinya
         karena belum pernah terjadi sebelumnya.
Manajer melakukan empat tahap pengambilan keputusan, yaitu:
        Kegiatan Intelejen, mengamati lingkungan untuk mencari
         kondisi yang perlu diperbaiki.
        Kegiatan Merancang, menemukan, mengembangkan, dan
         menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin.
        Kegiatan Memilih, memilih salah satu rangkaian tindakan
         diantara alternatif.
        Kegiatan Review, menilai pilihan-pilihan yang lalu.
                                                                                                                                42




Matriks Masalah menurut Gorry dan Scott Morton
                                                         Pengendalian         Pengendalian           Pengendalian
                                                          Operasional          Manajemen               Strategis

                                      Terstruktur                                                     Pengaturan
                                                        Piutang Dagang   Analisi Anggaran           Armada Angkut

                                                        Input Pesanan        Biaya Rekayasa
                                                                                                    Lokasi Gudang
                                                                                                      dan Pabrik
                                                         Pengendalian          Peramalan
                                                          Persediaan         Jangka Pendek
                      TINGKAT
                     STRUKTUR     Semi Terstruktur
                     AMSALAH
                                                         Penjadwalan                                 Penggabungan
                                                                             Analisis Varian
                                                          Produksi                                 Usaha dan Akuisisi

                                                                               Penyiapan              Perencanaan
                                                        Manajemen Kas
                                                                               Anggaran               Produk Baru
                                  Tidak Terstruktur
                                                           Sistem            Penjualan dan            Perencanaan
                                                         PERT/COST             Produksi                  R&D




            Gambar 2.13. Matriks Masalah menurut Gorry dan Scott Morton


Garis putus-putus memisahkan area masalah yang telah dapat
diselesaikan oleh komputer yang dinamakan Sistem Keputusan
Terstruktur (SDS), dan area yang tidak di selesaikan oleh komputer
yaitu DSS.
Jenis DSS



                                                                                                                     Tingkat
                                                                                                                    Dukungan
                                                                                                                    Pemecahan
         Mengambil     Menganalisa      Menyiapkan      Memperkirakan Mengusulkan            Mengambil               Masalah
          elemen       seluruh file     laporan dan         akibat     keputusan             keputusan
         informasi                      berbagai file     keputusan


                                Tingkat Kerumitan Sistem Pemecahan Masalah

               Gambar 2.14. Tingkat kerumitansistem pemecahan masalah



    1.      Jenis pertama hanya memungkinkan manajer mengambil
            elemen keputusan, seperti bertanya berapa jumlah penjualan
            wilayah X.
                                                                       43




    2.   Jenis kedua memungkinkan memperoleh laporan dari suatu
         file, misalnya laporan persediaan.
    3.   Jenis ketiga memungkinkan manajer mendapat laporan yang
         berasal dari berbagai file, seperti laporan laba rugi.
    4.   Jenis keempat memungkinkan manajer melihat dampak-
         dampak berbagai keputusan. Misalnya perubahan harga
         produk dan implikasi terhadap keuntungan.
    5.   Jenis kelima memungkinkan manajer menerima usulan
         keputusan, misalnya memperoleh harga jual optimal yang
         diperoleh dari sebuah model matematika.
    6.   Jenis keenam adalah DSS yang mampu memberikan
         keputusan, misalnya komputer yang memutuskan besarnya
         premi untuk nasabah berusia dibawah 25, bekerja di Trans
         Am, tinggal di Houston DLL.


Tiga DSS pertama cukup dengan menggunakan database query,
sedangkan tiga terakhir harus menyertakan model matematika.
Tujuan DSS, adalah:
    1.   Membantu manajer membuat keputusan untuk pemecahan
         masalah semi terstruktur.
    2.   Mendukung        penilaian     manajer      bukan        mencoba
         menggantikannya.
    3.   Meninggalkan efektifitas pengambilan keputusan manajer
         dari pada efisiensinya.
                                                                            44




                                     Solusi
             Solusi                                          Solusi
                              Manajer  Komputer
            Komputer                                         Manajer
                                     (DSS)




            Terstruktur          Semi Terstruktur         Tak Terstruktur

                             Tingkat Struktur Masalah


                    Gambar 2.15. Tingkat struktur masalah



Model DSS

                                                        Anggota kelompok
          Problem Solving
                                                           yang Lain




             Software
                                    Model                   Software
             pembuat
                                   Matematika                GDSS
              laporan




                                    Database

          DSS




          Data               Informasi                  Komunikasi

                            Gambar 2.16. Model DSS



2.6. Pengenalan Perawatan (Maintenance)
Maintenance atau Perawatan didefinisikan sebagai suatu kegiatan
merawat fasilitas sehingga fasilitas tersebut berada dalam kondisi
siap pakai sesuai kebutuhan. Dengan kata lain perawatan adalah
kegiatan effort dalam rangka mengupayakan fasilitas produksi
berada dalam kondisi kemampuan produksi yang dikehendaki.
                                                                     45




Perawatan    pada      umumnya    dilihat   sebagai   kegiatan   seperti
membersihkan peralatan, memberi pelumas, memperbaiki kerusakan,
mengganti komponen dan semacamnya jika diperlukan. Untuk
terlaksananya kegiatan-kegiatan tersebut perlu adanya dukungan
suku cadang dalam berbagai wujud sesuai dengan peralatan yang
digunakan, daisamping itu juga memerlukan tenaga-tenaga yang
mempunyai kemampuan untuk merawat. Pendeknya kegiatan
perawatan memerlukan adanya sumber daya seperti yang diperlukan
dalam aktifitas lain yaitu: Manusia, Mesin, Material, dan Money
(4M).


Dari definisi diatas tadi maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
masalah perawatan merupakan kegiatan untuk menjaga keandalan
(Reliability) dari suatu sistem produksi.


Keandalan (Reliability) dapat didefinisikan sebagai kemungkinan
bahwa suatu sistem produksi atau peralatan akan berfungsi dengan
baik sampai suatu saat tertentu. Pada umumnya keandalan dapat
dipelihara dikembangkan dengan:
     1. Menambah jumlah pekerja perawatan dan fasilitas
          perawatan sehingga waktu menganggur mesin dapat
          dikurangi.
     2. Melakukan perawatan pencegahan sehingga peralatan yang
          diperbaiki atau diganti sebelum kerusakan terjadi.
     3. Memberi kelonggaran pada tempat-tempat kritis dalam
          sistem, dengan menambah peralatan pada tempat yang
                                                                        46




           kritis secara pararel. Sehingga penggunaan diluar batas
           kapasitas dapat dijaga,
    4.     Membuat komponen-komponen khusus dalam mesin
           dimana    secara    teknis   dapat     dipercaya,      sehingga
           keandalannya menjadi lebih tinggi.
     5. Mengadakan suatu persediaaan cadangan diantara berbagai
           tingkat produksi yang ada, sehingga terdapat keandalan
           dimana masing-masing tingkat tersebut tidaka akan
           tergantung pada tingkat sebelumnya.


2.6.1. Macam-Macam dan Bentuk Perawatan
Perawatan dapat dibagi menjadi bebrapa macam, tergantung dari
dasar yang dipakai untuk menggolongkannya:
a. Berdasarkan Tingkat Peralatan
Penentuan tingkat peralatan pada dasarnya berpedoman pada tingkat
pekerjaan yang meliputi kerumitan, macam dukungan serta waktu
yang diperlukan untuk pelaksanaannya
    1. Perawatan tingkat ringan
         Bersifat preventif yang dilaksanakan untuk mempertahankan
         sistem dalam keadaan siap operasi dengan cara sistematik
         dan periodic memberikan inpeksi, deteksi, dan pencegahan
         awal. Dalam kegiatan ini digunakan peralatan pendukung
         perawatan secukupnya serta personil dengan kemampuan
         yang   tidak   memerlukan      tingkat    spesialisasi     tinggi.
         Kegiatannya antara lain menyiapkan sistem servicing,
         perbaikan ringan.
                                                                     47




    2. Perawatan tingkat sedang
       Besifat korektif, dilaksanakan untuk mengembalikan dan
       memulihkan sistem dalam kedaan siap dengan memberikan
       perbaikan sistem dalam kegiatan siap dengan memberikan
       perbaikan    pada    kerusakan    yang     telah   menyebabkan
       merosotnya tingkat kendalan kegiatannya anatara lain
       terbatas pada part, sub assemblies, miodifikasi, perbaikan
       dan pengetesan motor, kalibrasi, dan pencegahan korosi.
    3. Perawatan tingkat berat
       Bersifat    restorative    dilaksanakan    pada    sistem   yang
      memerlukan major overhaul atau suatu pembangunan lengkap
      meliputi assembling, membuat suku cadang, modifikasi,
      testing serta reklamasi sesuai keperluannnya. Pekerjaan
      tersebut mencakup perbaikan yang rumit yang memerlukan
      pembongkaran       total,   perbaikan,     pemasangan    kembali,
      pengujian, serta pencegahan korosi dan pengecetan.


b. Berdasarkan Periode Pelaksanaan
    1. Pemeliharaan terjadwal
    2. Pemeliharaan tidak terjadwal


c Berdasarkan Dukungan dananya
    1 Terprogram
    2 Tidak terprogram
                                                                       48




d. Berdasarkan Tempat Pelaksanaan Perawatan
Untuk melkasanakan kegiatan perawatan diperlukan suatu tempat
perawatan yang disesuaikan dengan macam beban kerja yang
dihadapi. Tempat-tempat tersebut dilengkapi dengan peralatan yang
memenuhi     persyartan     tertentu,    berharga      mahal,    sehingga
pendayagunaan perlu dilakukan secara efektif dan efisien.
Bentuk perawatan terbagi dua bagian, yaitu:
    a. Berdasarkan tujuan perawatan yang mencakup bentuk
       perawatan untuk:
    1. Pencegahan/Preventif
       Merupakan tindakan perwatan              yang bertujuan      untuk
       menghambat         mencegah      terjadinya     kerusakan     yang
       kecenderungan kerusakannya telah diketahui atau dapat
       diperkirakan     sebelumnya.      Pada        umumnya     tindakan
       perawatan      preventif   diselenggrakan       secara   terjadwal,
       meliputi pergantian komponen, pergantian penambahan
       cairan pelumas, ataupun pengukuran/ penyetelan suatu sub
       sistem.
    2. Perbaikan/Korektif
       Merupakan tindakan yang dilakukan terhadap suatu barang
       untuk mengembalikan terkondisi semula akibat mengalami
       kerusakan atau berfungsi tidak baik. Tindakan tersebut
       dilakukan setelah ditemukan kerusakan atau barang tidak
       berfungsi normal, dan lebih cenderung suatu tindakan tak
       terjadwal.
                                                                      49




    3. Pengamatan/Pengawasan (Surveilance)
      Merupakan tindakan pemeliharaan yang dilakukan sebagai
      proses      selanjutan   dari   kegiatan     perbaikan.   Kegiatan
      pengamatan/ pengawasan dilaksanakan untuk kondisi atau
      fungsi suatu peralatan sesuai persyaratam yang ditentukan
      dengan cara uji coba atau uji fungsi.


    b. Berdasarkan waktu pelaksanaan, yang meliputi:
           1. Berdasarkan jam: 50, 100, 300 dsb.
           2. Berdasarkan waktu kalender: 3 bulan, 1 tahun.
           3. Isochronal: availability dan b dipakai bersama tergantung
             mana yang datang lebih dahulu. Umpamanya pemeliharaan
             100 jam3 bulan.
           4. On condition, artinya perawatan dilaksanakan setelah
             kondisi sistem berada dibawah batas minimum yang
             diperbolehkan atau rusak.


2.7. Pengenalan Distribusi Weibull
Distribusi Weibull ini memberi kita keleluasan untuk menyetel tiga
parameter: bentuk, skala, dan threshold, agar bentuk distribusi sesuai
dengan realitas sampel. (Distribusi normal yang banyak dikenang
orang kadang tidak cocok diterapkan karena tidak semua fenomena
alam berprilaku normal.)


Matematikawan merumuskan fungsi peluang Weibull sebagai
berikut:
                                                                         50




                                                                 a
                                            a 1       x c 
                                                           
                          a   xc 
Jika x  c :    f x                        e  b 
                         b  b 
                                                                      (2.1)
Jika x  c :    f x   0
Peluang kumulatif Weibull dirumuskan sebagai berikut:
                                        a
                              x c 
                                  
Jika x  c : F x     1 e  b 
                                                                      (2.2)
Jika x  c : F x   0

Yang banyak didiskusikan orang adalah cara menentukan parameter
a, b, dan c. Dengan beberapa modifikasi, dan mengurutkan langkah
kalkulasi sebagai berikut:


    1.   Sortir data mentah, sebut saja xi dimulai dengan yang
         terkecil dan diakhiri dengan yang terbesar.
    2.   Hitung peluang ranking pi tiap-tiap data mentah.
                 i  0,5
         pi                                                         (2.3)
                    N
    3.   Hitung variable Bantu wi untuk tiap-tiap peluang ranking pi.
                 1          
         wi  ln
                 1 p
                             
                                                                    (2.4)
                      i     
    4.   Hitung parameter b dengan persamaan sebagai berikut:


              N         1 a     N  N        1 a
            N  xi wi     xi   wi  
         b   i 1            i 1   i 1                      (2.5)
                                           1 a 2
                     N              N         
                  N  wi        wi  
                            2 a

                    i 1           i 1
                                              
                                               
                                                                      51




5.   Hitung parameter c dengan persamaan sebagai berikut:

          N  N             2 a 
                                      N
                                               1 a 
                                                        N
                                                            1 a
           xi   wi     xi wi    wi  
     c   i 1   i 1           i 1            i 1       (2.6)
                                                1 a 2
                          N             N          
                       N  wi    wi  
                                  2 a

                         i 1            i 1
                                                   
                                                    
6.   Baik persamaan untuk mencari b maupun untuk mencari c,
     keduanya memerlukan nilai parameter a. Parameter a,
     ditentukan mula-mula sama dengan 1. Hitung b dan c. Jika
     kurang memuaskan, coba naikkan a, hitung lagi b dan c.
     terus demikian sampai hasil yang paling memuaskan.


7.   Untuk menghindari kriteria “memuaskan” yang subjektif,
     gunakan teknik hitung Sum Square error (SSE). Untuk
     setiap pasangan parameter a, b, dan c, kita dapat
     menghitung estimasi variable xi dengan persamaan sebagai
     berikut:
                                    1 a
     ~             1        
     x i  c  b ln
                    
                              
                                                                  (2.7)
                   1  pi
                             
8.   Error dinyatakan sebagai selisih antara nilai estimasi
     dengan data mentah xi, dinyatakan sebagai berikut:
           ~
     δi  x  x i                                                  (2.8)


9.   SSE dinyatakan sebagai berikut:
               N
     SSe   δi 2                                                (2.9)
               i 1
                                                                          52




     10. Kriteria “memuaskan” bagi pasangan parameter a, b, dan c
           adalah yang menghasilkan SSE terendah.


2.8. Membuat Analisis Biaya
Tujuan analisis ini adalah untuk menghitung rata-rata biaya jangka
panjang per unit komponen per satuan waktu. Makin rendah nilai ini
berarti makin hemat pembelanjaannya. Dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:


long _ term _ average _ cos t           C1  C 2 .F T             (2.10)
                              
         unit _ time            T               
                                  t . f t dt   T 1  F T 
                                t  0           

T adalah periode penggantian komponen. C1 adalah biaya setiap
penggantian komponen. C2 adalah biaya kerugian total akibat
kerusakan komponen. Biaya risiko ini meliputi kerusakan mesin-
mesin keseluruhan dan kerugian produk manufaktur yang bersumber
dari kerusakan komponen tersebut.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:68
posted:11/26/2011
language:Indonesian
pages:45