Embed
Email

Mendambakan Para Alim Robbani

Document Sample

Description

ceramah

Shared by: Putri Aprilia
Categories
Tags
Stats
views:
5
posted:
11/25/2011
language:
pages:
3
Mendambakan Para Alim Robbani

Jumat, 18 Juni 04



Oleh: Agus Hasan Bashori, Lc



Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Kini kita benar-benar sangat mendambakan hadirnya para Alim Robbani, karena cahaya Islam di tengah

kita semakin pudar, benang-benang iman bertambah kusut, ulama-ulama gadungan semakin banyak

yang gentayangan, serta derasnya arus serangan yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam. Islam tidak

bisa diselamatkan tanpa Alim Robbani, umat tidak bisa dibina tanpa Alim Robbani dan kemungkinan tidak

akan maju tanpa Alim Robbani. Alim Robbani sangat langka di negeri kita ini, namun patut bagi kita

mengenal siapa Alim Robbani itu !!



Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqor menyimpulkan bahwa Alim Robbani adalah seseorang yang mentarbiyah

umat manusia dengan manhaj Allah Subhannahu wa Ta'ala, ia membina mereka setahap demi setahap

sampai berhasil membawa mereka kepada pengikutnya yang tinggi yang diinginkan oleh Allah

Subhannahu wa Ta'ala (Ma’alim Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah hal: 30).



Alim dalam istilah syar’i adalah orang yang memiliki ilmu dan mengamalkannya. Sebutan Robbani adalah :

Dinisbatkan kepada lafazh-lafazh “Rabb” dengan tujuan pengkhususan terhadap ilmu Rabb yaitu ilmu

syariat. Karena itu ditambah dengan alif dan nun ‫ رب ان ي‬ini menurut Imam Sibawaih. Sebagian ahli nahwu

berpendapat bahwa tambahan alif dan nun untuk mubalaghah (memberi arti lebih) artinya sangat alim

dan menguasai ilmu syariat.



Al-Mubarrid berkata : Robbani dinisbatkan kepada lafadz tarbiyah (pendidikan) ‫ربا ر ر‬ ‫= ربا‬

ditambahi alif dan nun untuk mubalaghah artinya seorang guru yang sangat mendidik dan benar-benar

membimbing.



Imam Mujahid berkata: Rabbaniyyun adalah diatas Ahbaar, sedangkan ahbaar adalah ulama.

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:



“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang

menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh para nabi-nabi yang

menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta, disebabkan mereka

diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya”. (Al-Maidah : 44).



Abu Umar Az-Zauhid bertanya kepada Tsa’lab tentang makna Robbani. Maka Tsa’lab menjawab: Saya

dulu juga bertanya kepada Ibnul A’robiy. Maka jawabnya: “Jika seorang itu menguasai ilmu (syar’i) lalu

mengamalkan dan mengajarkannya maka gelar ini diberikan kepadanya, itulah Robbani. Dan jika ia lepas

dari salah satu sifat tersebut maka kamu tidak lagi menyebutnya “Rabbani”



Jadi sungguh langka Alim Robbani di negeri ini pada jaman ini, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala

memerintahkan kita dan ulama kita agar menjadi Rabbani. Dalam firmanNya:



“... Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan

disebabkan kamu tetap mempelajarinya” (Al-Imran : 79)



‫ رب ان ين ك ن ا‬Jadilah ulama syariat yang mengamalkan dan mengajarkannya kepada manusia sesuai

dengan manhaj Allah. Manhaj yang benar ini adalah manhaj ulama salaf dalam belajar mengajar beramal

dan berda’wah.



Seorang Tabi’in besar Abu Abdir Rahman As Sulaimani memutuskan: Sungguh kami balajar Al-Quran dari

para shahabat seperti Utsman bin Affan (W 35 H) dan Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu anhu mereka

bercerita kepada kami bahwa mereka dulu jika belajar sepuluh ayat mereka tidak melewatinya untuk

belajar sepuluh ayat yang baru. Sebelum mereka mempelajari dan mengamalkannya. Maka kami juga

belajar ilmu dan pengamalannya sekaligus. Sesungguhnya Al-Qur’an sesudah kami ini akan diwarisi oleh

suatu kaum yang menirukan Al-Qur’an. Seperti layaknya meminum air tidak akan melewati tenggorokan

(tidak memahaminya)(HR. Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat dengan sanad shahih dan HR. Ibnu Abi Syaibah).



Begitulah, ulama Rabbani mengajarkan Al-Qur’an, mulai dari cara membacanya, menghafalkan,

menafsirkan dan mengamalkan-nya. Coba kita perhatikan di sekeliling kita :



Banyak dari para hafizh sampai terbentuk banyak wadah untuk mereka seperti Jam’iyyatul Qura’wal

huffazh dan Jam’iyyah sema’an, namun apakah mereka telah melaksanakan amanah Al-Qur’an seperti

ulama Rabbani ? mereka kebanyakan membaca Al-Qur’an hanya dalam pesta, festifal, musabaqah dan

upacara-upacara. Istilah Qurra’ dan Huffadz yang ada dalam Islam telah mereka zhalimi dan mereka

kotori. Qurra’ menurut pamahaman syara’ adalah ulama fuqaha’ yang benar-benar memahami Al-Qur’an

dan Sunnah.



Imam Adh Dhahhak Radhiallaahu anhu berkata:



Maksudnya adalah jadilah kalian ulama Robbaniyyun yang memahamkan Al-Kitab kepada manusia, dan

maknanya, hukum-hukumnya, perintah-perintah dan segala larangannya, serta hafalkan lafadz-lafadznya!



Para Khotib, mubaligh dan Da’i juga banyak, namum kebanyakan mereka masih bersifat sebagai da’i

penghibur yaitu da’i pemusik (yang berda’wah menggunakan alat-alat musik) dan da’i pelawak (yang

menjadikan lawakan sebagai bumbu utama dalam setiap waktunya).



Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani berkata:

“Kamu duduk di maqom ini menasehati manusia kemudian kamu tertawa di tengah mereka dan juga

kamu kisahkan cerita lucu maka cara seperti itu tidak akan selamat”.



Benar yang dikatakan oleh syaikh sebagai buktinya lihat masyarakat yang menyukai kiyai-kiyai pelawak,

apakah mereka mengerti dan mengamalkan Islam? Apakah mereka memahami aqidah ahlussunnah yang

benar dan bisa membedakan mana yang sunnah mana yang bid’ah? Apakah mereka memiliki hati yang

bergetar jika disebut ayat-ayat Allah? Jawabannya tentu tidak. Mengapa? Karena mereka berguru kepada

kiyai pelawak yang jika membahas adzab kubur dan adzab neraka pendengarnya akan terpingkal-pingkal

karena asyik, senang dan gembira. Itu baru membahas adzab neraka, belum lagi kalau bicara tentang

pernikahan maka Allah Maha mengetahui tentang penyimpangan mereka ‫.م نه ب ا هلل وال ع ياذ‬



Dan sebagai akibatnya mereka tidak menyukai ulama ahlussunnah yang mengisi pengajian atau ceramah

dengan serius sebagaimana sikap Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ketika khutbah atau khithabah.

Sungguh telah jungkir balik timbangan yang telah dipasang oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam di

saat sekarang ini ‫. ب ا هلل إ ال ق ة و ال ح ل و ال‬

Ma’asiral Muslimin rahimakumullah.



Kiyai penghibur lainnya adalah Kiyai dan pemusik yang menjalankan maksiat sebagai media resmi dan

sarana kebanggaan dalam berkhutbah. Da’i atau Kiyai jenis ini mempunyai andil besar dalam

menanamkan kemunafikan dan menyebarkan kefasikan. Mengapa tidak ? Mereka yang telah gandrung di

musiknya para da’i ini baik musik kosidah, gambus, dangdut, pop, gending jawa atau musik jenis apa saja

hatinya akan berpaling dari Al-Qur’an dan akan berpaling dari As-Sunnah dan akan berpaling dari

Ashhabul Hadits. Padahal sebenarnya mereka mencintai Al-Qur’an, As-Sunah dan Ahlus Sunnah, bahkan

ini adalah nifak! tentu Ulama, Kiyai, dan Da’i penghibur bukanlah Alim Robbani yang kita dambakan.



Ada lagi ulama yang serius dalam berda’wah, namun tidak berjalan di atas manhaj Allah, manhaj yang

shahih, mereka serius mengajak kepada bid’ah, mengajak untuk membunuh Sunnah dan

memadamkannya, ada yang mengajak kepada wirid-wirid bid’ah, ada yang mengajak kepada upacara-

upacara bid’ah, ada yang mengajak kepada aqidah-akidah bid’ah. Mereka bukan ulama Rabbaniyyun yang

bisa memuliakan Islam. Tetapi merekalah yang membodohi umat dan mencoreng Islam dengan warna

hitam. ‫.ال م س ت عا وا هلل‬



Padahal Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

‫.ا ن يا ور الع ما‬



“Ulama adalah pewaris para nabi” (HR. Amhad dan At-Tirmidzi dihasankan oleh Al-Hafidz dalam Fathul

Bari).



Mereka adalah ulama Robbaniyyun yang mewarisi tugas Nabi yang telah termasuk dalam surat Ali Imran:

164.



Tugas pertama adalah Tazkiyah, mensucikan akhlaq dan jiwa mereka dari syirik, riya, dusta, khiyanat,

sombong, hasad dan sebagainya) dan Tazkiyah ini tidak bisa sempurna tanpa tarbiyah.



Tugas kedua adalah Ta’lim Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan ta’lim ini tidak bisa sempurna tanpa Tashfiyah

yaitu membersihkan Islam dari ajaran yang telah mengotori Islam. Tazkiyah dan Tashfiyah ialah tugas

berat yang diemban oleh para Alim Robbani yang kehadiran mereka yang sangat kita dambakan demi

membimbing umat manusia ke dalam jalan yang lurus Al-Kitab dan As-Sunnah.



‫هلل ِٚ٠ و ثٙذ وز ثٗ أل ي ل ٌ ٘ز ٚأ ز ف ُ هلل عظ ُ ٌ ٌٚى ِٚغ ئ ِ ُ ٍّ َ ِ ْ ًُ ر ت ف ز فش ٖ ِٔٗ ٘ٛ غف س‬ ٕ‫ٔفع‬

ُ ُٛ َ ٌْ‫َ َ َ ِٟ ا ُ َإَّب ُُْ ِ ُ َٜ ِ َبِ ِ. َ ُْٛ ُ َِْٟٛ َ َا ََعْ َغْ ِش ا َ اٌْ َ ِ١ْ َ ِٟ ََ ُُْ ٌَ َبِش اٌّْغْ ِ ِ١ْٓ ِٓ و ِّ َْٔ ٍ َبعْ َغْ ِ ُْٚ ُ إَّ ُ ُ َ ا‬

ُ ‫َّح‬

.ُ ْ١ِ ‫اٌش‬

‫‪Khutbah Kedua‬‬



‫َ١ئ د أ ّ ٌٕ ِ ٠ ذٖ هلل ف َ ِ ًِ ٌٗ َِ ٠ ٍ فا‬ ‫ِْ ح ذ ٍِٗ ٔ ّذ ٖ َٚ زع ٕٗ َٚ ز فش ٚٔع ر ث ِ ِ شش س أ فغٕ َِ‬

‫إ َّ اٌْ َّْ َ ٌ َّ ِ َحْ َ ُ ُ َٔغْ َ ِ١ْ ُ ُ َٔغْ َغْ ِ ُْٖ ََ ُٛ ُ ِبهلل ِْٓ ُ ُْٚ ِ َْٔ ُ ِ َب ٚ ِْٓ ع ِّ َب ِ َعْ َبِ َب، َْٓ َْٙ ِ ِ ا ُ َا ُِ َّ َ ُ ٚ َْٓ ُِْ ًِْ َ َ‬

‫ٌٗ َأ ح ثٗ ٚعٍُ‬ ‫هلل عٍ ٔ ِ١ٕ ِ َّذ ٚعٍ‬ ‫٘ دٞ ٌٗ أ ٙ ُ أ ال إٌ َ إ َّ هلل َ ذٖ ال شش ه ٌٗ ٚأ ٙ ُ أ َّ ِ َّذ ع ذٖ ٚسع ٌٗ ٍَ‬

‫َب ِ َ َ ُ. َشْ َذ َْْ َ َِٗ ِال ا ُ ٚحْ َ ُ َ َ ِ٠ْ َ َ ُ ََشْ َذ َْ ُح َّ ًا َجْ ُ ُ َ َ ُْٛ ُ ُ ص َّٝ ا ُ َ َٝ َج ِّ َب ُح َّ ٍ َ َ َٝ آِ ِ َٚصْ َبِ ِ َ َ َّ َ‬

‫َِ َز ِ هلل ٠ ع ٌٗ‬ ‫٠ َ٠ ب اٌز ٓ ء ِٕ ارم هلل َك رم رٗ ٚال رّ ر َّ ِال َأ ز ْ ُّ ٍّ ْ ل ي رع ٌ‬ ‫َ ٍ ّ وث ش ل ي رع ٌ‬

‫رغْ ِ١ْ ًب َ ِ١ْ ًا. َب َ َ َبَٝ: َب أَُّٙ َّ ِ٠ْ َ َا َ ُٛا َّ ُٛا ا َ ح َّ ُ َبِ ِ َ َ َ ُْٛ ُٓ إ َّ َٚٔ ُُ ِغْ ِ ُْٛ َ. َب َ َ َبَٝ: {ٚ َٓ ٠ َّك ا َ َجْ ًَ َّ ُ‬

‫ِ َج ٚل ي َِ َز ِ هلل ٠ىف ع ٗ َ١ئ رٗ ٚ٠ ْظ ٌ ُ َ ش‬

‫َخْش ًب} َ َب َ: {ٚ َٓ ٠ َّك ا َ ُ َ ِّشْ َْٕ ُ ع ِّ َبِ ِ َ ُع ُِْ َٗ أجْ ًا}‬

‫ُُ اعْ َ ُْٛا َِْ اهلل أ َش ُُْ ث َّ َ ِ ٚ َّ َ ِ َ َٝ َ ُِْٛ ِ َ َب َ: {ِْ ا َ ٚ َ َِ َ َ ُ ُص ُّْٛ َ َ َٝ َّج ِّ، َب أُّٙب َّ ِ٠ْ َ َا َ ُْٛا ص ُّْٛا َ َ١ْ ِ‬

‫ث َّ ٍّ فئ َّ َ َِ َو ِبٌصاح َاٌغاَ عٍ سع ٌٗ فم ي إ َّ هلل َِائىزٗ ٠ ٍَ ْ عٍ إٌ ِٟ ٠ َ٠ َ اٌز ٓ ء ِٕ ٍَ عٍ ٗ‬

‫ٚ ٍَّ ر ٍ ّ‬

‫َع ِّ ُْٛا َغْ ِ١ْ ًب}.‬



‫ي ِ َّذ‬ ‫ٚث س عٍ ِ َّذ ٚعٍ‬ ‫ِ إ ش ٘ ُ إَّه حّ ِج‬ ‫ِ ِ َّ ٍ وّ ٍَ ذ عٍ إ ش ٘ ُ ٚعٍ‬ ‫ٌٍَ ُُ ًَ عٍ ِ َّذ ٚعٍ‬

‫ا َّٙ َّ ص ِّ َ َٝ ُح َّ ٍ َ َ َٝ آي ُح َّذ َ َب ص َّ١ْ َ َ َٝ ِثْ َا ِ١ْ َ َ َ َٝ آي ِثْ َا ِ١ْ َ، ِٔ َ َ ِ١ْذ َ ِ١ْذ. ََب ِنْ َ َٝ ُح َّ ٍ َ َ َٝ آ ِ ُح َّ ٍ‬

‫ي إ ش ٘ ُ ِٔ َ حّ ِج ٌٍَٙ َّ ف ٌ ُ ٍّ ٓ ٚ ّ ٍّ د ٚ ّ ِْٕ ٓ ٚ ّ ِْٕ د َ ١ ء ِ ٙ‬ ‫وّ ث َ ذ عٍ إ ش ٘ ُ ٚعٍ‬

‫َ َب َبسوْ َ َ َٝ ِثْ َا ِ١ْ َ َ َ َٝ آ ِ ِثْ َا ِ١ْ َ، إَّه َ ِ١ْذ َ ِ١ْذ. ا َّ ُُ اغْ ِشْ ٍِّْغْ ِ ِ١ْ َ َاٌْ ُغْ ِ َب ِ، َاٌْ ُؤ ِ ِ١ْ َ َاٌْ ُؤ ِ َب ِ اْألحْ َب ِ ِْٕ ُُْ‬

‫خشح‬ ‫ٌٍَٙ َّ أسٔ ح َّ َم ٚ ص ٕ ارج عٗ َأسٔ ج طً َطا ٚ ص ٕ زٕ ثٗ َثٕ رٕ ف اٌذ ١ َغٕخ ٚف‬ ‫َ َ ٛ د ِٔه عّ لش‬

‫ٚاْألِْ َا ِ، إَّ َ َ ِ١ْع َ ِ٠ْت. ا َّ ُُ َ َِب اٌْ َك ح ًّب َاسْ ُلْ َب ِّ َب َ ُ، َٚ َِب اٌْ َب ِ َ ثب ِ ً َاسْ ُلْ َب اجْ ِ َبَ ُ. سَّ َب آِ َب ِٟ ُّْٔ َب ح َ َ ً َ ِٟ ا٢ ِ َ ِ‬

‫َغٕخ ٚلٕ عز َ إٌ س َثٕ ٘ ٌٕ ِ ْ أ ٚ جٕ ٚر ِّ٠ رٕ ُشح أ ١ٓ ٚ ع ٕ ٌ ُزم َ ِِ ِ ع ح ْ َثه َة ِضح َّ ٠صف ْ ٚعا عٍ‬

‫ح َ َ ً َ ِ َب َ َاة َّب ِ. سَّ َب َتْ َ َب ِٓ َصْ َا ِ َب َ ُسَّبِ َب ل َّ َ َعْ ُ ٍ َاجْ ٍَْ َب ٍِّْ َّ ِ١ٓ إ َب ًب. ُجْ َب َ سِّ َ س ِّ اٌْع َّ ِ ع َّب َ ِ ُْٛ َ، َ َ ََ َ َٝ‬

‫ّ عٍ ٓ ٚ ح ذ ٍِٗ َة ع ٌّ ٓ‬

‫اٌْ ُشْ َ ِ١ْ َ َاٌْ َّْ ُ ٌ َّ ِ س ِّ اٌْ َبَ ِ١ْ َ.‬

‫ٌٗ ٚص جٗ ٚ ٍَُ َألُ اٌصاح‬ ‫هلل عٍ ِ َّذ ٚعٍ‬

‫َص َّٝ ا ُ َ َٝ ُح َّ ٍ َ َ َٝ آِ ِ َ َحْ ِ ِ َع َّ َ. َٚ ِ ِ َّ َ َ.‬ ‫ٚ ٍَ‬



‫: ‪Bacaan Khutbah Pertama‬‬



‫َ١ئ د أ ّ ٌٕ ِ ٠ ذٖ هلل ف َ ِ ًِ ٌٗ َِ ٠ ٍ فا‬ ‫ِْ ح ذ ٍِٗ ٔ ّذٖ َٚ زع ٕٗ َٚ ز فش ٚٔع ر ث ِ ِ شش س أ فغٕ َِ‬

‫إ َّ اٌْ َّْ َ ٌ َّ ِ َحْ َ ُ ُ َٔغْ َ ِ١ْ ُ ُ َٔغْ َغْ ِ ُْٖ ََ ُٛ ُ ِبهلل ِْٓ ُ ُْٚ ِ َْٔ ُ ِ َب ٚ ِْٓ ع ِّ َب ِ َعْ َبِ َب، َْٓ َْٙ ِ ِ ا ُ َا ُِ َّ َ ُ ٚ َْٓ ُِْ ًِْ َ َ‬

‫ٚ ذٖ ال شش ه ٌٗ َأ ٙ ُ َْ ِ َّذ ع ذٖ ٚسع ٌٗ‬ ‫٘ دٞ ٌٗ ٚأ ٙ ُ أ َ إٌٗ ِال‬

‫َب ِ َ َ ُ، ََشْ َذ َْْ ال َِ َ إ َّ اهلل َحْ َ ُ َ َ ِ٠ْ َ َ ُ َٚشْ َذ أ َّ ُح َّ ًا َجْ ُ ُ َ َ ُْٛ ُ ُ.‬



‫٠ َ٠ َ اٌز ٓ ء ِٕ ارم هلل َك رم رٗ ٚال رّ ُٓ ِال َأ ز ُّ ٍّ ْ ٠ َ٠ٙ إٌ ُ ارم َثى ُ اٌز ْ خٍمى ْ ِ ٔ ظ ٚ حذح َخٍك ِ ٙ‬

‫َب أُّٙب َّ ِ٠ْ َ َا َ ُٛا َّ ُٛا ا َ ح َّ ُ َبِ ِ َ َ َ ُْٛر َّ إ َّ َٚٔ ُُْ ِغْ ِ ُْٛ َ. َب أُّ َب َّبط َّ ُْٛا سَّ ُُ َّ ِٞ َ َ َ ُُ ِّْٓ َفْ ٍ َا ِ َ ٍ ٚ َ َ َ ِْٕ َب‬

‫َ اٌز َغ ءٌ ْ ثٗ َ أل ْح َ ِْ هلل و ْ عٍ ى سل ج ٠ َ٠ٙ اٌز ٓ ء ِٕ ارم هلل ٚل ٌ ل ال‬ ‫ص ْجٙ َٚث ِ ّٙ ِج ً وث ش ِٚغ ء َارم‬

‫َٚ َ َب َث َّ ِْٕ ُ َب س َبال َ ِ١ْ ًا َٔ َآ ً ٚ َّ ُٛا اهلل َّ ِْٞ ر َآ َ ُْٛ َ ِ ِ ٚاْ َس َبَ إ َّ ا َ َب َ َ َ١ْ ُُْ َ ِ١ْ ًب. َب أُّ َب َّ ِ٠ْ َ َا َ ُٛا َّ ُٛا ا َ َ ُُْْٛٛا َْٛ ً‬

‫عذ ذ ٠ ٍ ٌى ْ أ ّ ٌى ٚ٠ ف ٌى رٔ ثى َِ ُطع هلل ٚسع ٌٗ فم ف ص ف ص َظ ّ‬

‫َ ِ٠ْ ًا. ُصْ ِحْ َ ُُ َعْ َبَ ُُْ ََغْ ِشْ َ ُُْ ُ َُْٛ ُُْ ٚ َْٓ ٠ ِ ِ ا َ َ َ َُْٛ ُ َ َذْ َب َ َْٛ ًا ع ِ١ْ ًب.‬



‫أ َّب َعْ ُ؛ َِْ َصْ َق اٌْ َ ِ٠ ِ ِ َب ُ ا َ، ٚ َ١ْش اٌ َذْ ِ َذْ ُ ُح َّ ٍ ص َّٝ اهلل َ َ١ْ ِ َع َّ َ ٚ َّ َ ا ُ ُٛس ُحْ ََب ُ َب ٚو َّ ُحْ ََ ٍ ِذْ َخ ٚو َّ ِذْ َ ٍ‬

‫عٍ ٗ ٚ ٍَُ َشش ألِ ِ ِ ذث رٙ َ ًُ ِ ذثخ ث ع َ ًُ ث عخ‬ ‫َِ ث ذ فئ َّ أ ذ َ حذ ث وز ة هلل َخ َ ٙ ٞ ٘ ٞ ِ َّذ ٍَ‬

‫ضاٌ َ ًُ ضاٌخ ف إٌ س‬

‫َ ََخ ٚو َّ َ ََ ٍ ِٟ َّب ِ.‬



‫ٌٗ ٚص جٗ َِ رجعٙ ثِ ِغ ْ ٌِ ٠ َ اٌذ ٓ‬ ‫ٌٍَ ُُ ًَ عٍ ِ َّذ ٚعٍ‬

‫ا َّٙ َّ ص ِّ َ َٝ ُح َّ ٍ َ َ َٝ آِ ِ َ َحْ ِ ِ ٚ َْٓ َ ِ َ ُُْ ِئح َب ِ إَّٝ َْٛ ِ ِّ٠ْ ِ.‬


Related docs
Other docs by Putri Aprilia
Penyimpangan Pemikiran
Views: 10  |  Downloads: 0
sms lucu 7
Views: 110  |  Downloads: 1
tax-attorney-Ohio
Views: 0  |  Downloads: 0
Tiga Amalan Baik
Views: 16  |  Downloads: 0
tax-attorney-tampa
Views: 0  |  Downloads: 0
Mengingat Kematian
Views: 11  |  Downloads: 0
tax-Law-attorney
Views: 0  |  Downloads: 0
tax-attorney-michigan
Views: 0  |  Downloads: 0
HAKIKAT HIDUP SUKSES
Views: 6  |  Downloads: 0
Kembali ke Islam
Views: 1  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!