Docstoc

Kebersihan

Document Sample
Kebersihan Powered By Docstoc
					Kebersihan
Selasa, 13 Juli 04

Jamaah Jum`at rahimakumullah, semoga Allah senantiasa merahmati kita sekalian.

Dari seluruh kenikmatan yang dianugerahkan kepada kita itu, ada kemudian kenikmatan yang paling
agung, yaitu hidayah Iman dan Islam, sebab tanpa keduanya, seluruh rizki dan kenikmatan pada akhirnya
hanyalah bencana. Iman dan Islam itu menuntut umat manusia untuk senantiasa bersih, menjaga
kebersihan bahkan mendidik ikhlas dan thaharah, serta ihsan. Ikhlas berarti menjaga kemurnian,
kebersihan iman. Yaitu niat dan ibadah serta muamalah senantiasa disesuaikan dengan syari’at Allah dan
hanya karena Allah.

“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan
kepadaNya dalam menjalankan agama dengan lurus”. (Al-Bayyinah: 5)

Yaitu jauh dari syirik dan jauh dari kesesatan, bersih dengan sebersih-bersihnya, seperti difirmankan oleh
Allah :

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan amal yang
shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya. (QS Al- Kahfi
18: 110).

Hadhirin jamaah jum’at A’azzakumullah!

Bersih dalam beribadah adalah niat ikhlas, tanpa syirik, riya’, ujub dan sebagainya.

     ‫هلل عّل ه َسّلّم يق ل م صّل ير ئ ف َ ْ أ رك َم ص م ير ئ فق أ رك َم تصّدق‬                          ‫و‬                 ‫ق ل شّد فإّن سم ت رس َ هلل صّل‬
     َ َ َ َ ْ‫َا َ َ َاد: َِِي َ ِعْ ُ َ ُول اْ ِ َ َى ا ُ َ َيْ ِ ِ َ َ َ َ ُوْ ُ: َنْ َ َى ُ َاِي َقّد َشْ َ َ و َنْ َا َ ُ َاِي َ َّدْ َشْ َ َ و َن‬
 ‫أّن خ ر َس ّم لم أ رك ب ْ م ْ أ رك ب ش ئ فإّن ح ّده عمّله قّل ّله َكث ره ِشر كه لذ أ رك به‬                                                 ‫ير ئ ف ق أ ر ك ق ل‬
 ِ ِ َ َ ْ‫ُ َاِي َ َّدْ َشْ َ َ .. َا َ اهلل ََا َيْ ُ ق ِيْ ٍ ِ َنْ َشْ َ َ ِي َن َشْ َ َ ِيْ َيْ ًا َِ َ ( َشْ َ ُ) َ َ َ ُ َ ِيْ َ ُ و َ ِيْ َ ُ ل َ ِيْ ِ ِ اَ ِيْ َش‬
                                                                                                                   .)521/4 ‫وََا َنْ ُ َ ِ ٌ (أحمّد في المسنّد‬
                                                                                                                                                         ‫َأّن ع ه غني‬

Syaddad Radhiallaahu anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Siapa yang shalat dengan berpa-mer (riya’) maka sungguh dia telah syirik (menyekutukan Allah). Siapa
puasa dengan riya’ maka dia telah syirik dan siapa yang bershadaqah dengan berpamer maka dia telah
syirik, ……

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Akulah sebaik-baik pem-bagi bagi siapa yang menyekutukan Aku,
siapa yang menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun maka seluruh amalnya sedikitnya atau banyaknya
adalah untuk sekutunya yang dia telah berbuat syirik dengannya, sedangkan Aku Maha Kaya (tidak butuh)
dari amal itu. (HR. Ahmad dalam Musnad IV=125).

Jamaah jum’at rahima kumullah!

Bersih dalam beribadah berarti melaksanakan sesuai dengan contoh dari Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam cocok dengan syari’at Allah, bersih dari bid`ah, tradisi yang menyalahi syariah, tidak membuat
tatacara beribadah yang tiada diberi contoh oleh Rasulullah, karena tiada lurus amalan yang dibuat-buat
sendiri ini. Rasulullah mengancam :

                                                                                                                                                     ٌ ََ َ ٍ َ ْ‫ُ ُ ِّد‬
                                                                                                                                                     ‫كّل ب عة ضاللة‬

"Setiap bid`ah adalah tersesat”. (HR. Abu Daud).

                                                                                                                                                ‫نر‬       ‫َكّل ضاللة ف‬
                                                                                                                                                ِ ‫و ُ ُ َ ََ ٍ ِي ال َا‬

”Dan setiap kesesatan berada di neraka” .

Ibadah itu harus sesuai dengan syari’at, tentang syarat dan rukunnya, dengan niat ikhlas hanya karena
Allah, itulah syarat diterimanya amal ibadah. (Tafsir Ibnu Katsir V=110). Itu berarti bersih Iman yang
menghasilkan akhlaq dan muamalah yang bersih. Akhlaq yang dicontohkan Rasulullah n, akhlaq yang
agung lagi mengagumkan. Dipuji oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala sepanjang masa yang di hadapan
segenap makhluq yang tunduk padaNya. Kalam Allah dalam Al-Qur`an itulah akhlaq Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam. Demikian diriwayatkan oleh ummul mukminin ‘Aisyah Radhiallaahu anha :
                                                                      )57 : ‫ََقْرأ الْ ُرْآ َ ؟ … َا َ ُ ُ ُه الْ ُرَ ُ (مسّلّم 746، أحمّد‬
                                                                                               ‫ك ّن خّلق ُ ق ْآّن‬        ‫أت َُ ق ّن‬

    “Tidakkah anda membaca Al-Qur’an? Akhlaq beliau adalah Al-Qur’an”

    Jamaah jumiah A’azza kumullah!

    Dengan Al-Qur’an kalam Allah itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memimpin, mencontohkan,
    membimbing, memperagakan, membuktikan dan mendidik secara langsung sepanjang hidupnya dengan
    akhlaq yang paling bersih, paling tulus kehadirat Allah dan paling indah mengagumkan dan menjadi
    pedoman yang kokoh bagi kehidupan umat sepanjang zaman.

    “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang
    yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah”.
    (Al-Ahzab: 21).

    Keteladanan sebagai pemimpin, sebagai warga, sebagai anggota ummat sebagai apapun, di dalam
    beragama, beraqidah, beribadah, berakhlaq maupun bermuamalah, keteladanan beliau yang indah dan
    bersih itu, tercermin dalam:


           Hati yang ikhlas, mencakup sifat-sifat marhamah penyayang, penyantun, ramah, sabar, qana’ah,
       tawadhu’, adil, pemberani dan sifat-sifat mulia seluruhnya dan jauh dari sifat-sifat buruk seperti: riya’,
       kejam, kasar, kikir, ambisi, rakus, sombong, aniaya, curang, penakut, munafiq (bermuka dua) dll.
       (Fana’udzu billah min dzalik).

             Perkataan yang bersih dan indah adalah jujur, benar, singkat, jelas, halus, manis dan
       menggembirakan, santun serta sesuai dengan teman bicaranya. Rasulullah n teladan yang jauh dari
       sifat dusta, berbohong, perkataan membual, bertele-tele, kasar, pahit, mengancam, jorok, menusuk
       hati, kelakar dan lain-lain yang bukan merupakan perkataan orang-orang mulia.

       Dari banyak wasiat beliau dapat kita cermati satu, dua, dan mari kita wasiatkan untuk generasi kita.

                                                        ِ َ َ ْ‫َ َيْ ُّمْ ِال ِّدْ ِ َِ َ ال ِّدْ َ َهْ ِي َِى الْ ِ ِ وِّن الْ ِ َ َهْ ِي َِى ال‬
                                                        ‫جنة‬        ‫بر َإ َ بر ي ّد إل‬              ‫عّل ك ب ص ق فاّن ص ق ي ّد إل‬

       “Wajib atas kalian bersifat jujur sebab kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan, dan sesungguhnya
       kebaikan itu menunjukkan kepada Surga”. (HR.Imam Bukhari dan Muslim).

       Sebaliknya; seperti berbohong, menipu, bicara kasar dll, jelas beliau larang.

                                                      ‫نر‬       ‫فج ِ إ َ فج ر ي ّد ْ إل‬                ‫إي ك و ك ِب فإّن ك ِب ي ّد إل‬
                                                     .ِ ‫َِا ُّمْ َالْ َذ َ َِ َ الْ َذ َ َهْ ِي َِى الْ ُ ُوْر وِّن الْ ُ ُوْ َ َهْ ِي َِى ال َا‬




       “Jauhilah berkata bohong sebab sesungguhnya kebohongan itu menunjukan kepada kekejian. Dan
       sesungguhnya kekejian itu menunjukkan ke neraka”. (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

            Perbuatan yang diteladankan adalah yang baik, yang benar sesuai dengan hukum dan jiwa yang
       bersih itu. Itulah At-Taqwa dan itulah Al-Birru.

       Karena dasar keimanan itu maka setiap perbuatannya ia lakukan sebaik-baiknya, dengan disiplin dan
       hati-hati.

                                                                                      ‫ّظ ّم فإّن ّظ َ ظّلم ت ي م قي مة‬                       ‫إ تق‬
                                                                       )‫َِ ُواْ ال ُّلْ َ َِ َ ال ُّلّْم ُ ُ َا ٌ َوْ َ ال ِ َا َ ِ. (رواه مسّلّم‬

       “Jauhilah kedhaliman sebab sesungguhnya kedhaliman itu adalah, kegelapan di hari kiamat”. (HR.
       Muslim No:6523)

       “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat balasannya.
       Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat
       balasannya pula (QS. Al-Zalzalah 99: 7 - 8).

       Dengan berpedoman dengan ayat ini maka alangkah teliti, indah dan bersih amal mereka.
           Muamalah yang dicontohkan oleh Rasulullah sampai akhir hayat adalah amanah yang adil, indah,
      bersih dan bermanfaat. Itulah Khalifah di bumi sebagai amanah yang ditegakkan dengan jujur oleh
      hamba yang tulus dan penuh tanggung jawab. Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu Rasulullah
      Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

                                                                                                              ‫ك ُ ك ر ع وكّلك ْ َ ئ ل ع رعيته‬
                                                                                              .)‫ُّل ُّمْ َا ٍ َ ُ ُ ُّم مسْ ُوْ ٌ َنْ َ ِ َ ِ ِ (رواه البخاري‬

      “Setiap anda adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya”. (HR. Al-
      Bukhari : 893, 5188)

                                                                                                                                       ‫م غشن فّل س من‬
                                                                                                                                     .‫َنْ َ َ َا َ َيْ َ ِ ِا‬

      “Siapa yang menipu maka bukan termasuk golongan kita” . (HR. At-Tirmidzi dari Abu hurairah, Shahih)

      Menjaga dan memanfaatkan nikmat dan karunia dengan sebaik-baiknya, sebagai hamba dan pemikul
      hukum Allah itu tiada berkenan berbuat kerusakan, kecurangan, pencemaran apalagi penghancuran.
      Mereka bertanggung jawab dengan ketaqwaan, Iman dan penuh harap pahala kepada Allah dengan
      segenap amal dan program-program amal shalih.

      “Bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”. (At-Tiin 95: 6)

      Dengan siapapun, kepada apapun, orang beriman selalu menebarkan rahmat, kebaikan dan manfaat,
      dengan bersih, murni dan indah. Mereka selalu siap menolong agama Allah:

      “(yaitu orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka’ dimuka bumi; niscaya mereka
      mendirikan sembahyang, menunaikan zakat menyuruh berbuat yang mahruf dan mencegah dari
      perbuatan yang mungkar, dan kepada Allahlah kembali segala urusan (Qs:22, Al-Hajj: 45)”. Mereka
      selalu menjauhkan diri dari perbuatan merusak, merugikan atau bencana, sebab itu larangan keras.
      Allah berfirman :

      “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya, yang
      demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang beriman”. (QS. Al-A’raaf 6: 81).
      Jamaah rahimakumullah!

      Iman pada Mizan di hari akhir dan malaikat yang mencatat amal kita, serta tanggung jawab
      mengemban amanah kekholifahan adalah juga menuntun orang beriman untuk menjaga kebersihan,
      kelestarian dan manfaat lingkungan dan alam sekitarnya, demi kemakmuran bukan kerusakan atau
      pengrusakan (lihat Tafsir Ibnu Katsir I hal : 218).

      Mereka aktif melaksanakan kebersihan lingkungan, reboisasi, penghijauan dan peningkatan
      produktifitas alam dengan eksplorasi yang wajar dan bertanggung jawab.

      “Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya”. (Huud: 75).

      Sampai benda penghalang di lintasan orang lewat saja dibuang, disingkirkan oleh Iman yang haus
      amal shaleh itu. Demi kebersihan Iman dan amalnya, demi amanah Imarah, memakmurkan,
      kemakmuran (Ibnu Katsir I:218 IV 331)

                               ‫اإل م ّن ب ع وس ع ّن أ ب ع وست ّن ش بة فأ ضّله ق ل ال إل َ إ َ هلل َأ اه إم طة ذ عن طر ق‬
                .)‫َ ِيْ َا ُ ِضْ ٌ َ َبْ ُو َ َوْ ِضْ ٌ َ ِ ُوْ َ ُعْ َ ً ََفْ َ ُ َا َوْ ُ َ َِه ِال ا ُ وَدّْنَ َا َ َا َ ُ األ َى َ ِ ال َ ِيْ ِ (رواه مسّلّم‬

      “Iman itu bercabang tujuh puluh lebih, yang paling tinggi adalah kalimat “Tiada Tuhan yang berhak
      disembah selain Allah” dan yang paling rendah adalah menyingkirkan kotoran dari jalan.” (HR. Muslim
      I/63)




    Jamaah jum’at A’azza kumullah

    Akhirnya semoga Allah menguatkan pohon Iman kita dengan membuahkan amal-amal shalih yang penuh
    manfaat sehingga terwujud lingkungan yang bersih, kali sungai yang bersih, pantai-lautan yang bersih,
    hutan, sawah, ladang semua yang hijau tanpa tercemari, udara yang sehat dan segar sebagai buah pohon
    rahmat Iman dan Islam kita, Amin ya Rabbal Alamin.
                                                                                            ‫خ ر ت أق ل ق ل هذ ف ت فر هلل إّنه هو غف ُ َح ّم‬                                      ‫ف تبق‬
                                                                                           ‫َاسْ َ ِ ُوا الْ َيْ َا ِ، َ ُوْ ُ َوِْيْ َ َا َاسْ َغْ ِ ُوا ا َ َِ ُ ُ َ الْ َ ُوْر الر ِيْ ُ.‬

‫‪Khutbah Kedua‬‬

     ‫إّن ح ّد لّله ّن مّده وَ تع نه وَ ت فر وّنع ذ ب ِ م شر ر أ فسن َم سيئ ت أ م لن م ي ّده هلل ف َ مضّل له َم ي ّل فال‬
     ‫ِ َ الْ َمْ َ ِ َ ِ َحْ َ ُ ُ َّنسْ َ ِيْ ُ ُ َّنسْ َغْ ِ ُهْ ََ ُو ُ ِاهلل ِنْ ُ ُوْ ِ َّنْ ُ ِ َا و ِنْ َ ِ َا ِ َعْ َاِ َا، َنْ َهْ ِ ِ ا ُ َال ُ ِ َ َ ُ و َنْ ُضْ ِّلْ َ َ‬
‫له َأ ح به وسّلّم‬           ‫هلل عّل ّنبين محمّد وعّل‬          ‫ه دي له أ ه ُ أ ال إل َ إ َ هلل َ ّده ال شر ك له وأ ه ُ أ َ محمّد ع ّده ورس له صّل‬
‫َا ِ َ َ ُ. َشْ َّد َّنْ َ َِه ِال ا ُ وحْ َ ُ َ َ ِيْ َ َ ُ ََشْ َّد َّن ُ َ َ ًا َبْ ُ ُ َ َ ُوْ ُ ُ َ َى ا ُ َ َى َ ِ ِ َا ُ َ َ ٍ َ َ َى آِ ِ وَصْ َاِ ِ َ َ َ َ‬
       ‫َم يت ِ هلل ي ع له‬               ‫ي أي ا لذ ن ء من تق هلل حق تق ته وال تم ت َ إال َأ ت ْ ُ ّلم ّن وق ل تع ل‬                                    ‫َ ّل م كث ر ق ل تع ل‬
       ‫تسْ ِيْ ًا َ ِيْ ًا. َا َ َ َاَى: َا َُهَ اَ ِيْ َ َا َ ُوا اَ ُوا ا َ َ َ ُ َاِ ِ َ َ َ ُوْ ُن ِ َ وَّن ُّم مسْ ِ ُوْ َ. َ َا َ َ َاَى: {و َن َ َق ا َ َجْ َّل َ ُ‬
                                                                                                 ‫م َج وق ل َم يت ِ هلل يكف ع ه سيئ ته وي ّْظ ل ُ َ ر‬
                                                                                             ‫َخْر ًا} َ َا َ: {و َن َ َق ا َ ُ َ ِرْ َنْ ُ َ ِ َاِ ِ َ ُع ِّمْ َه أجْ ًا}‬

          ‫ُّم اعْ َ ُوْا َِّن اهلل أ َر ُّمْ ِال َ َ ِ َال َ َ ِ َ َى َ ُوِْ ِ َ َا َ: {ِّن ا َ و َ َِ َ َ ُ ُ َ ُوْ َ َ َى ال َ ِ ِ، َا َُها اَ ِيْ َ َا َ ُوْا َ ُوْا َ َيْ ِ‬
          ‫نبي ي أي َ لذ ن ء من صّل عّل ه‬                       ‫ث َ ّلم فإ َ َ َم َك ب صالة و سالم عّل رس له فق ل إ َ هلل َمالئكته يصّل ّن عّل‬
                                                                                                                                                          ‫وسّلم ت ّل م‬
                                                                                                                                                       ‫َ َ ِ ُوْا َسْ ِيْ ًا}.‬

 ‫ل محمّد‬             ‫ِ إ ر ه ّم إَك حم ٌ مج ّد وب ر عّل محمّد وعّل‬                               ‫ِ محم ٍ كم صّل ت عّل إ ر ه ّم وعّل‬                        ‫ا ّلهّم صّل عّل محمّد وعّل‬
 ‫َل َ ُ َ َ ِ َ َى ُ َ َ ٍ َ َ َى آل ُ َ َّد َ َا َ َيْ َ َ َى ِبْ َا ِيْ َ َ َ َى آل ِبْ َا ِيْ َ، ِّن َ َ ِيّْد َ ِيْ ٌ. ََا ِكْ َ َى ُ َ َ ٍ َ َ َى آ ِ ُ َ َ ٍ‬
         ‫ل إ ر ه ّم إّن َ حم ٌ مج ّد ا ّله َ ف ل ُ ّلم ن و م ّلم ت و م ْمن ن و م ْمن ت َ ي ء م ه‬                                                       ‫كم ب َ ت عّل إ ر ه ّم وعّل‬
      ‫َ َا َاركْ َ َ َى ِبْ َا ِيْ َ َ َ َى آ ِ ِبْ َا ِيْ َ، َِك َ ِيّْد َ ِيْ ٌ. َل َ ُّم اغْ ِرْ ِّلْمسْ ِ ِيْ َ َالْ ُسْ ِ َا ِ، َالْ ُؤ ِ ِيْ َ َالْ ُؤ ِ َا ِ اْألحْ َا ِ ِنْ ُّمْ‬
   ‫خرة‬            ‫ّد ي َسنة وف‬                ‫َ َ و ت إّنك سم ع قر ب ا ّله َ أرّن ح َ حق و ز ن تب عه َأرّن ب طّل َطال و ز ن تن به ربن تن ف‬
   ‫واْألمْ َا ِ، َِ َ َ ِيْ ٌ َ ِيْ ٌ. َل َ ُّم َ َِا الْ َق َ ًا َارْ ُقْ َا اِ َا َ ُ، وَ َِا الْ َا ِ َ با ِ ً َارْ ُقْ َا اجْ ِ َاَ ُ. ََ َا آِ َا ِي ال ُّنْ َا ح َ َ ً َ ِي اآل ِ َ ِ‬
    ‫َسنة وقن عذ َ ن ر ربن ه لن م أ و جن وذري تن قرة أ ين و ع ن ل متق َ ِم م س ح ّن ربك رب عّزة عم يصف ّن وسالم عّل‬
 ‫ح َ َ ً َ ِ َا َ َاب ال َا ِ. ََ َا َبْ َ َا ِنْ َزْ َا ِ َا َ ُ َِاِ َا ُ َ َ َعْ ُ ٍ َاجْ َّلْ َا ِّلْ ُ َ ِين إ َا ًا. ُبْ َا َ َِ َ َ ِ الْ ِ َ ِ َ َا َ ِ ُوْ َ، َ َ َ ٌ َ َى‬
                                                                                                                                              ‫م سّل ن و ح ّد لّله َب ع لم ن‬
                                                                                                                                             ‫الْ ُرْ َ ِيْ َ َالْ َمْ ُ ِ َ ِ ر ِ الْ َاَ ِيْ َ.‬

                                                                                                         ‫له وص به وسّلّم َأقّم صالة‬               ‫هلل عّل محمّد وعّل‬      ‫وصّل‬
                                                                                                        ‫َ َ َى ا ُ َ َى ُ َ َ ٍ َ َ َى آِ ِ َ َحْ ِ ِ َ َ َ َ. وَ ِ ِ ال َ َ َ.‬

‫: ‪Bacaan Khutbah Pertama‬‬



    ‫إّن ح ّد لّله ّن مّده وَ تع نه وَ ت فر وّنع ذ ب ِ م شر ر أ فسن َم سيئ ت أ م لن م ي ّده هلل ف َ مضّل له َم ي ّل ه فال‬
    ‫ِ َ الْ َمْ َ ِ َ ِ َحْ َ ُ ُ َّنسْ َ ِيْ ُ ُ َّنسْ َغْ ِ ُهْ ََ ُو ُ ِاهلل ِنْ ُ ُوْ ِ َّنْ ُ ِ َا و ِنْ َ ِ َا ِ َعْ َاِ َا، َنْ َهْ ِ ِ ا ُ َال ُ ِ َ َ ُ و َنْ ُضْ ِّلْ ُ َ َ‬
       ‫ه دي له َأ ه ُ أ َ إل َ إ َ هلل و ّده ال شر ك له َأ ه ُ أّن محمّد ع ّده ورس له ي أيه ن ُ أ ص ك َإي ي بت و هلل فق ف ز‬
       ‫َا ِ َ َ ُ. وَشْ َّد َّنْ ال َِه ِال ا ُ َحْ َ ُ َ َ ِيْ َ َ ُ وَشْ َّد َ َ ُ َ َ ًا َبْ ُ ُ َ َ ُوْ ُ ُ. َا َُ َا ال َاس ُوْ ِيْ ُّمْ وَِا َ ِ َقْ َى ا ِ َ َّدْ َا َ‬
              ‫ي أيه ن س تق ربك ُ لذ‬                      ‫َ حق تق ته وال تم تن إال َأ ت ْ ُ ّل ُ ّن ق ل تع ل‬                        ‫ي أي ا لذ ن ء من تق‬               ‫متق ّن ق ل تع ل‬
          ‫الْ ُ َ ُوْ َ. َا َ َ َاَى: َا َُهَ اَ ِيْ َ َا َ ُوا اَ ُوا اهلل َ َ ُ َاِ ِ َ َ َ ُوْ ُ َ ِ َ وَّن ُّم مسْ ِموْ َ. َا َ َ َاَى: َا َُ َا ال َا ُ اَ ُوْا ََ ُّم اَ ِيْ‬
  ‫َ لذ تس ءل ّن به و أل ْح َ إ َ َ ك ّن عّل ك رق ب ي‬                                ‫خّلقك ْ م ّن س و حّدة وخّل َ م ه ز ْجه وبّث م هم ِج ً كث ر وِس ء و تق‬
 ‫َ َ َ ُّم ِنْ َفْ ٍ َا ِ َ ٍ َ َ َق ِنْ َا َو َ َا ََ َ ِنْ ُ َا ر َاال َ ِيْ ًا َّن َآ ً َاَ ُوا اهلل اَ ِيْ َ َآ َُوْ َ ِ ِ َاْ َر َام ِّن اهلل َا َ َ َيْ ُّمْ َ ِيْ ًا. َا‬
                     ‫أيه لذ ن ء من تق هلل وق ل ق ال سّد ّد ي ّل لك ْ أ م لك وي ف لك ذّن بك َم ُطع هلل ورس له فق ف ز ف ز َّظ م‬
                  ‫َُ َا اَ ِيْ َ َا َ ُوا اَ ُوا ا َ َ ُوْ ُوْا َوْ ً َ ِيْ ًا. ُصْ ِحْ َ ُّم َعْ َاَ ُّمْ ََغْ ِرْ َ ُّمْ ُ ُوَْ ُّمْ و َنْ ي ِ ِ ا َ َ َ ُوَْ ُ َ َّدْ َا َ َوْ ًا ع ِيْ ًا.‬

 ‫أ َا َعْ ُ؛ َِّن َصْ َق الْ َ ِي ِ ِ َا ُ ا َ، و َيْر الْ َّدْ ِ َّدْ ُ ُ َ َ ٍ َ َى اهلل َ َيْ ِ َ َ َ َ َ َ َ ا ُ ُور ُحْ ََا ُ َا َ ُ َ ُحْ ََ ٍ ِّدْ َ ٌ و ُ َ ِّدْ َ ٍ‬
 ‫عّل ه وسّلّم وشر ألم ِ م ّدث ته وكّل م ّدثة ب عة َكّل ب عة‬                                 ‫َم ب ّد فإ َ أ ّد َ حّد ّث كت ب هلل َخ َ ه ي ه ي محمّد صّل‬
                           ‫له وص به َم تبعه بإ ْس ٍ إل ي م قي مة‬                            ‫ن ر ا ّلهّم صّل وسّل عّل ّنبين محمّد وعّل‬                   ‫ضاللة َكّل ضاللة ف‬
                           ‫َ ََ ٌ و ُ َ َ ََ ٍ ِي ال َا ِ. َل َ ُ َ َ ِ َ َ ِّمْ َ َى َ ِ ِ َا ُ َ َ ٍ َ َ َى آِ ِ َ َحْ ِ ِ و َنْ َ ِ َ ُّمْ ِِح َاّن َِى َوْ ِ الْ ِ َا َ ِ‬

‫‪Oleh: Waznin Mahfudz‬‬

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: kutbah
Stats:
views:87
posted:11/26/2011
language:Malay
pages:4
Description: ceramah