Docstoc

HAKIKAT HIDUP SUKSES

Document Sample
HAKIKAT HIDUP SUKSES Powered By Docstoc
					HAKIKAT HIDUP SUKSES
Jumat, 01 Desember 06

ٌَٗ ٞ‫إِْ اٌحّد ِهللِ َٔحّدٖ َٚٔسخع١ٕٗ َٚٔسخغفِسٖ َٚٔعٛذ بِبهللِ ِِٓ شسٚز أَٔفسٕب ٚس١ّئَبث أَعّبٌِٕب ِٓ ٠َٙدٖ هللا فَال َ ِضً ٌَٗ ِٚٓ ٠ضًٍِ فال َ ٘بد‬
ُ َ ِ َ      َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ      ُ ِ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ِ           َ َ َ ِ ُ ْ ِ ْ ُ ُ ْ        ُ ْ ُ َ ُ ُ ْ َ ْ َ ُ ُْ ِ َ ْ َ ُ ُ َ ْ        َ ْ َ ْ ّ
                                                                                            ٌُٗٛ‫أَشٙد أَْْ ال َ إٌِٗ إِال ّ هللا ٚأَشٙد أَْ ِحّّدًا عبدٖ ٚزَس‬
                                                                                            ُ ْ ُ َ ُ ُ ْ َ       َ ُ ّ ُ َ ْ َ ُ           َ           ُ َ ْ

                                                                                     ٍَِّْٛ‫٠َبأَ٠ّٙب اٌّر٠ٓ إِٓٛا احّمٛا هللا حك حُمَبحِٗ َٚال َ حَّٛحُٓ إِال ّ ٚأَْٔخُ ِس‬
                                                                                       ْ ُ ْ ُ ْ ُ َ         ّ ْ ُ          ِ        ّ َ َ     ُ     ْ َُ َ َْ    َ

         ِٗ‫٠َبأَ٠ّٙب إٌبس احّمٛا زبّىُُ اٌّرِٞ خٍَمىُُ ِِٓ َٔفسٍ ٚاحدة ٚخٍَك ِٕٙب شٚجٙب ٚبَث ِّٕٙب زجبال ً وثِ١سا ِٚٔسبء ٚاحّمٛا هللا اٌَرِٞ حَسبءٌَْٛ ب‬
         ِ     َُْ َ          َ      ُ َ ً َ َ ً ْ َ          َ ِ َ ُ ِْ ّ َ َ َ َْ َ ِْ َ َ َ ٍ َ ِ َ ْ ْ   ْ َ َ            ُ َ ْ ُ ُ َ           َ
                                                                                                                ‫ٚاألَزحبَ َ إِْ هللا وبَْ عٍَ١ىُُ زلِ١بًب‬
                                                                                                                   ْ َ ْ ْ َ       َ َ    ّ       َ ْ َْ

               ‫٠َبأَ٠ّٙب اٌّر٠ٓ إِٓٛا احّمٛا هللا ٚلٌُٛٛا لٛال ً سد٠دًا ٠صٍِح ٌَىُُ أَعّبٌَىُُ َٚ٠َغفسٌَىُُ ذُٔٛبَىُُ ِٚٓ ٠طِعِ هللا ٚزَسٌَٛٗ فمَد فَبش فٛشًا عظ١ًّب‬
                  ْ ِ َ ْ َ َ ْ َ ُ ْ ُ َ َ             ُ ْ َ َ ْ ْ ُ ْ ْ ِ ْ        ْ     َ ْ ْ      ْ ْ ُ ِْ َ       ْ َ ْ ْ َُ َ      ُ     ْ َُ َ ِْ    َ

،ً‫فأِْ أَصدقَ اٌْحد٠ثِ وِخبة هللاِ ، ٚخ١س اٌْٙدِٜ ٘دٜ ِحّد صٍ ّٝ هللا عٍَ١ٗ ٚسٍُّ، ٚشسّ األُِٛز ِحدثَبحُٙب، ٚوً ِحدثَت بِدعت ٚوً بِدعت ضَالٌََت‬
           ٍ َ ْ ّ ُ َ ٌ َ ْ ٍ َ ْ ُ ّ ُ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ ِ ْ َ           َ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ْ َ َ َْ َ      ُ َ       ِْ َ       َ ْ ّ َ
                                                                                                                         .‫ٚوً ضالٌََت فِٟ إٌّبز‬
                                                                                                                          ِ          ِ      َ ّ ُ َ




Jama‟ah Jum‟at yang dirahmati Allah,

Marilah kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan iman dan
taqwa itu, manusia akan meraih kesuksesan yang sebenarnya dalam kehidupan. Baik kehidupan di dunia
sekarang ini, atau diakhirat nanti. Karena seluruh manusia yang hidup di dunia ini akan menuju kepada
akhir yang sama, yaitu menuju kematian. Allah berfirman:

Artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah akan
disempurnakan balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka
sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
(QS. Ali Imran/3 : 185)

Ayat Allah yang mulia ini, dengan tegas memberitakan bahwa tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Setiap orang, termasuk kita, akan merasakan kematian. Baik orang itu kaya atau miskin, berpangkat atau
tidak; berani atau takut, semua akanmati, walaupun manusia lari kematian, dan berlindung di dalam
benteng yang kokoh, ia tidak akan mampu menolak kematian. Allah berfirman:

Artinya: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam
benteng yang tinggi lagi kokoh..” (QS. An Nisaa’/4:78).

Kemudian apa sebenarnya yang akan terjad setelah kematian? Apakah manusia setelah mati berubah
menjadi tanah dan selesai segala urusan? Tidak! Akan tetapi, sesungguhnya ada kehidupan setelah
kematian. Ada pembalasan terhadap segala perbuatan. Dan seluruh manusia akan melihat hasil
perbuatannya. Jika perbuatannya baik, hasilnyapun baik. Sebaliknya jika perbuatannya buruk,
hasilnyapun buruk.

Artinya: “Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan balasanmu.” (QS Ali Imran/3 : 185).

Kita lihat kenyataan di dunia ini, keadilan tidak tegak dengan sebenarnya! Memang di dunia ini sudah ada
balasan, namun belum sempurna. Demikian juga di alam kubur, ada pembalasan, ada nikmat kubur, ada
siksa kubur, namun itu juga belum sempurna. Balasan yang sempurna adalah setelah pengadilan agung
pada hari kiamat. Sudah siapkah kita menghadapinya? Siapkah kita mempertanggungjawabkan segala
perbuatan kita? Semoga kita selalu mendapatkan bimbingan Allah Ta’ala, meniti jalan yang lurus, hingga
akhir hayat kita.

                     ‫هللا‬




[KHUTBAH KEDUA]
     ‫اٌَحّد هلل زة اٌعبٌَّ١ٓ، ٚأشًٙد أَْْ ال َ إٌِٗ إِال ّ هللا ٌِٟٚ اٌصّبٌِح١ٓ، ٚأِشٙد أَْ ِحّدًا خبحَُ األَٔب١ًبء ٚاٌّْسسٍِ١ٓ، اٌَ ٍُّٙ صٍ ّٟ عٍٝ ِحّد‬
     ٍ ّ َ ُ   َ      َ ّ ُ       َ ْ َ ْ ُ َ ِ ِْ    ُ َ      ّ َ ُ ّ ُ َ ْ َ َ ِْ       ّ َ             َ              ُ ْ َْ َ ْ ِ َ ْ ّ َ        ُ ْ َ ْ
  ‫ٚعٍٝ آيِ ِحّّد وّب صٍََ١ج عٍَٝ آيِ ِإْبسَا٘١ُ َٚبَبزن عٍٝ ِحّد ٚعٍَٝ آيِ ِحّّد وّب بَبزوْج عٍٝ آيِ إِبسا٘١ُ فَ ِِ ٞ اٌْعبٌَّ١ٓ إِّٔه حّ١د‬
  ٌ ِْ َ َ   َ ِْ َ             َ ِْ َ ْ        َ َ َ     َ َ ٍ َ ُ          َ َ ِ ّ َ ُ َ ْ ِ    َ ِْ                     َ َ ْ    َ َ     َ ُ           َ َ
                                                                                                                                         :‫ِجِ١د، أَِب بَعد‬
                                                                                                                                          ُ ْ ّ ٌ ْ َ




Jama‟ah Jum‟at yang dirahmati Allah,

Telah kami sampaikan berita dari Allah tentang kematian yang pasti datang, dan Pembalasan pada hari
kiamat yang siap menghadang. Lantas, siapakah yang akan meraih keberuntungan dan kesuksesan pada
hari pembalasan nanti? Marilah kita perhatikan firman Allah berikutnya:

Artinya: “Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah
beruntung.” (QS. Ali Imran/3 : 185).

Inilah keberuntungan hakiki, inilah kesuksesan abadi, inilah puncak harapan sejati, inilah yang pantas
dijadikan cita-cita. Yaitu selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga. Dan ini tidak akan terjadi,
kecuali jika kita seorang hamba mendapatkan rahmat Allah, wasilah masuk surga, sebab selamat dari
neraka, adalah iman dan amal shalih. Allah berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih, mereka itu adalah
sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga „And yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun
ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya.” (QS. Al
Bayyinah/98: 7-8).

Namun jika seseorang tidak beriman, maka dia disebut seburuk-buruk makhluk dan kekal di dalam neraka.
Allah berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik, (akan masuk)
neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al
Bayyinah 98:6).

Walaupun jalan itu sudah jelas, kebenaran terang-benderang, ternyata banyak manusia tertipu dan
terpedaya di dunia ini. Allah telah mengingatkan manusia pada akhir ayat:

Artinya: “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran/3:
185).

Jama‟ah Jum‟at yang dirahmati Allah,

Kita harus ingat bahwa, kesenangan dunia ini hanyalah ujian. Apakah manusia lebih mementingkan dunia,
ataukah lebih mementingkan ridha Allah? Yaitu dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi
larangannya.

Ketahuilah, dan hendaklah kita waspada. Orang yang ingin menempuh jalan kebenaran, dia memiliki
musuh, yaitu setan yang berwujud jin atau manusia. Setan-setan tersebut menghiasa dunia ini, sehingga
seseorang menjadi lupa terhadap tujuan hidupnya, yaitu mengabdi dan menyembah kepada Allah yang
Esa.

Allah berfirman,
Artinya: “Hai manusia, bertakwalah kepad Tuhanmu dan takutlah suatu hari yang (pada hari itu) seorang
bapak tidak dapat menolong anaknya dn seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun.
Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan
kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (QS.
Luqman/31 : 33).

Oleh karena itu, kita harus selalu waspada, karena memang dunia ini hanyalah kesenangan yang
memperdayakan. Gunakanlah hidup kita ini untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan
ikhlas dan mengikuti tuntunan RasulNya.

Sumber : Majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun X/1427/2006M

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: kutbah
Stats:
views:11
posted:11/26/2011
language:Arabic
pages:2
Description: ceramah