Embed
Email

BILA FITNAH DATANG MENGHADANG

Document Sample

Description

ceramah

Shared by: Putri Aprilia
Categories
Tags
Stats
views:
3
posted:
11/25/2011
language:
pages:
4
BILA FITNAH DATANG MENGHADANG

Kamis, 06 April 06









‫ك‬



...



‫ص ى‬ .







Jama‟ah jum‟ah yang dimuliakan Allah,



Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib menyeru kepada diri pribadi dan jama‟ah pada umumnya,

untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Alloh serta menjaga hati, mensyukuri nikmat yang telah

diberikan kepada kita, baik yang kita rasakan ataupun tidak. Mengenai nikmat ini, banyak sekali

disebutkan dalam a-Qur‟an, di antaranya:



‫آل‬ ‫ى‬ ‫ص‬



Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu tentang keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah

kalian merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislaman kalian. Sebenarnya Alloh-lah yang

melimpahkan nikmat kepada kalian dengan menunjukki kepada keimanan, jika kamu orang yang benar.”

(QS. Al-Hujurat: 17).





Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Alloh, niscaya kalian tak dapat menentukan jumlahnya. (QS

Ibrahim: 34).



Dari sini kita tahu, betapa besar dan tak terkira nikmat Alloh yang dianugerahkan kepada hamba-Nya

dalam bentuk keimanan, kesehatan, kecukupan, ketenangan, dan sebagainya. Tetapi perlu diingat bahwa

kalimat terbesar yang dikaruniakan Alloh kepada hamba-Nya adalah diutusnya Nabi Muhammad

shollallahu „alaihi wa sallam



Diakui atau tidak, kedatangan beliau shollallahu „alaihi wa sallammembawa banyak perubahan

struktural yang positif di berbagai aspek kehidupan.





Jama‟ah yang dimuliakan Alloh,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib akan membahas permasalahan pelik yang sedang dihadapi

umat Isla saat ini yaitu seputar “fitnah”.



Sebagian ulama mengartikan fitnah dengan :



‫ل‬ ‫ب‬



Memasukan emas ke dalam tungku api untuk mengetahui kadar keaslian emas tersebut, sebagaimana

yang telah dikemukakan ar-Raghib dalam Fathul Bari 14/491.



Ada juga yang berpendapat, fitnah adalah ‫ إل‬artinya ujian, sebagaimana dikatakan Ibnul „Arabi,

demikian juga dalam Lisanul Arab 13/317, Mu‟jamul Wasith hal. 673. Tetapi yang dimaksud fitnah di sini

adalah pendapat yang kedua, Allohu A‟lam.



Rasulullah shollallahu „alaihi wa sallam telah memperingatkan umatnya agar senantiasa berhati-hati dan

siap siaga menghadapi fitnah, mengingat begitu besar dan dahsyatnya fitnah. Beliau telah

mengilustrasikan dalam hadits beliau:



‫ل‬ ‫صى‬ ‫: ل‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫ؤ‬

‫ؤ‬ ‫ض‬ .



Dari Abu Hurairah radhiallahu „anhu bahwasanya Rasulullah shollallahu „alaihi wa sallam bersabda,

“Berlomba-lombalah kalian dengan amalan (yang baik) sebelum datangnya potongan malam kelam,

seorang laki-laki yang di pagi hari dalam keadaan mukmin tetapi di sore harinya menjadi kafir dan yang di

sore hari mukmin tetapi di pagi harinya kafir, dia menjual agamanya dengan harga dunia yang tidak

seberapa nilainya.” (HR. Muslim 118).



Nyatalah bagi kita dahsyatnya fitnah ini yang datang bagaikan kegelapan malam tanpa satupun cahaya

menyinari, membuat orang kebingungan tidak tahu lagi kemana dia lari, dari pintu mana dia akan keluar

dan terbebas darinya.



Rasulullah shollallahu „alaihi wa sallam dengan jelas mengatakan seorang yang pagi harinya mukmin, di

sore harinya menjadi kafir. Demikian juga di sore harinya menjadi mukmin tapi di pagi harinya kafir. Itu

semua karena dia telah menjual agamanya dengan harga dunia yang tidak bernilai sama sekali (di

hadapan Alloh). Dia menukar agamanya dengan mie instan. Dia rela menjual agamanya dengan jabatan

yang tidak langgeng. Subhanallah …! Seakan-akan dien ini tidak berharga sama sekali, dalam satu hari

seseorang dibuat murtad (keluar) dari agamanya.



Dalam riwayat lain disebutkan seorang laki-laki dari suatu kaum datang kepada Rasulullah shollallahu

„alaihi wa sallamuntuk mengingkari putusan beliau dalam masalah pembagian harta rampasan

perang dari negeri Yaman. Maka Rasulullah shollallahu „alaihi wa sallam bersabda:



‫ض‬ ‫ؤ‬ ‫ج‬ ‫ق‬ ‫إل‬





Sesungguhnya akan datang dari sulbi orang ini (keturunannya), suatu kaum yang membaca al-Qur’an

tetapi tidak melewati tenggorokan. Mereka keluar dari Islam laksana anak panah keluar dari sasarannya.

Mereka membunuh orang-orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. (HR. Bukhari 7432, 3344).



MACAM-MACAM FITNAH



Jama‟ah yang dimuliakan Alloh,



Fitnah ada beberapa macam di antaranya:



1. Fitnah Yahudi dan Nashrani

Fitnah yang dihembuskan musuh-musuh Alloh, Yahudi dan Nasrani, senantiasa ada di sepanjang zaman.

Hal ini telah disinyalir dalam al-Qur‟an, Alloh berfirman:



‫ى‬ ‫ى‬

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha hingga kalian mengikuti agama mereka. (QS. Al-

Baqarah: 120)



Fitnah ini akan terus-menerus menguji kaum muslimin kapan saja dan di mana pun mereka berada.

Tujuan mereka adalah menceburkan kaum muslimin dalam kubangan kehinaan, menjauhkan dari al-Qur‟a

dan as-Sunnah, serta menanamkan dalam benak kaum muslimin pemikiran-pemikiran dan gaya hidup

yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.



Tidaklah mengherankan kalau sebagian kaum muslimin yang tidak berpijak di atas dasar (aqidah) yang

kuat akan terombang-ambing oleh derasnya fitnah ini. Suatu contoh, kaum muslimin saat ini telah

mengikuti langkah-langkah Yahudi yang dikemas dalam bentuk modernisasi. Salah satunya adalah fashion

(gaya pemakaian) yang tidak senonoh.



Seakan-akan kita dipaksa mengikuti trend yang ada dengan dalih modernisasi. Sekali saja kita coba

melawan arus, dengan berupaya tetap tegar di atas agama Alloh dengan mengenakan pakaian islami

(pakaian yang menutup aurat), spontan kita akan dijuluki norak, kampungan, ketinggalan zaman dan

sebagainya.



Sudah banyak orang Islam yang tidak memiliki pendirian menjadi korban, mereka terseret arus

modernisasi buatan orang kafir.



Rasulullah shollallahu „alaihi wa sallam bersabda,



‫ى‬ ‫ب‬ . :‫ل‬ ‫: ل‬

Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, setapak demi

setapak, sampai sekiranya mereka masuk pada lubang biawak pun pastilah kalian akan mengikuti mereka.

Kami (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu dari golongan Yahudi dan Nasrani?”

Rasulullah menjawab, “Kalu bukan mereka, siapa lagi?” (HR. Bukhari 7320, 3456)

Hadist ini memberikan gambaran, begitu rentannya kondisi kaum muslimin di akhir zaman. Umat Islam

telah mengikuti langkah Yahudi dan Nasrani. Yang lebih tragis lagi, mereka menjadikan orang-orang

Yahudi dan Nasrani sebagai kiblat dalam segala aspek kehidupan. Subhanallah, kita berlindung kepada

Alloh dari makar serta tipu daya musuh-musuh Alloh.



2. Fitnah Kebodohan & Kemaksiatan



Rasulullah shollallahu „alaihi wa sallam bersabda,



‫زل‬ ‫ج‬ ‫ج‬

Sesungguhnya mendekati datangnya hari kiamat benar-benar ada hari yang di dalamnya tumbuh

kebodohan, diangkatnya ilmu, dan banyaknya pembunuhan. (HR. Bukhari 7063)



Faedah yang dapat kita ambil dari hadits di atas antara lain; Pertama, tatkala ilmu telah diangkat dengan

diwafakannya para ulama. Dengan berkurangnya ulama itulah akan bermunculan orang-orang bodoh yang

mengaku ulama. Kedua, sebagian ulama memberikan makna “al-haraj” pada hadits di atas dengan

banyaknya pembunuhan, ikhtilath, fitnah di akhir zaman, banyaknya kedustaan, dan tiadanya perhatian

serius terhadap suatu hal. (Fathul Bari, kitabul fitan hal. 511)



3. Fitnah diabaikannya amanah



Orang yang memiliki akal sehat tentu tidak akan mengingkari pentingnya sebuah amanah.

Rasulullah shollallahu „alaihi wa sallam telah mengkhabarkan,



‫ى‬ ‫ق‬ ‫ق‬ ‫ؤ‬ . : ‫: ل‬

.



Akan datang pada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan, dibenarkan orang yang berdusta

dan didustakan orang yang jujur, dipercaya orang yang khianat dan dikhianati orang yang amanah, serta

orang-orang “ruwaibidhah” telah berani angkat suara. Ditanyakan (kepada Rasulullah), “Siapakah

ruwaibidhah itu?”Beliau menjawab, “Orang yang tidak tahu apa-apa tetapi berani berbicara masalah

umat.” (HR. Ibnu Majah 4042, disahihkan al-Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah 1887)



:‫ل ل‬ ‫صى‬ .‫: ل‬ ‫ل‬ ‫: ل‬

‫ى‬



Dari Abu Hurairah radhiallahu „anhu bahwasanya Rasulullah shollallahu „alaihi wa sallam bersabda, “Jika

amanah telah disia-siakan meka tunggulah hari kiamat. Abu Hurairah bertanya, “Bagaimana (bentuk)

menyia-nyiakan amanah?” Beliau menjawab, “Jika suatu perkara diserahkan kepada bukan ahlinya maka

tunggulah kehancurannya.” (HR. Bukhari 6496, 59)



Cukuplah bagi kita dua hadits di atas untuk mengetahui bagaimana fitnah dalam bentuk amanah ini telah

disia-siakan begitu saja. Dan masih banyak lagi fitnah yang belum kami sebutkan mengingat terbatasnya

waktu. Kita memohon kepada Alloh agar dijadikan hamba-hamba yang dapat memikul serta mengemban

amanah ini dengan baik. Amiin.



Khutbah Kedua



.

‫صى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ص‬ .‫ى ل‬ :

.‫ى ل‬ :{ ‫ج‬ }‫{: ل‬ }

‫ى‬ ‫{: ل‬ ‫ى‬ ‫ص‬ }.

‫ىص‬ ‫ى‬ ‫ل‬ ‫ىص‬ ‫ى‬ ‫ل‬ ‫ك.ج‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ل‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ل‬

‫.ج‬ ‫ؤ‬ ‫ؤ‬ ‫. ب‬

. ‫آل‬ . ‫ب‬ .

‫ز‬ ‫ى‬ .

‫ص‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ص‬ . .

Jama‟ah yang dimuliakan Alloh,

Setelah kita sebutkan pada khutbah pertama, dahsyatnya fitnah yang menerpa kaum muslimin, pada

khutbah kedua ini akan kita paparkan beberapa solusi atas masalah tersebut, di antaranya:



1.Kembali menelaah serta mempelajari agama kta, yang sudah banyak dilupakan orang.



Rasulullah shollallahu „alaihi wa sallam bersabda,

‫ل ل: ل‬ ‫صى‬ ‫ب‬ ‫ز ع‬ ‫ج‬

‫ى ز‬ ‫ى‬

Dari Ibnu Umar radhiallahu „anhu dia berkata, “Rasulullah shollallahu „alaihi wa sallam bersabda, „Jika

kalian telah melakukan jual beli sistim „ienah (salah satu jual beli riba), kalian disibukkan oleh ternak dan

ladang kalian, serta kalian telah meninggalkan jihad, maka Alloh akan timpakan pada kalian suatu

kehinaan. Dan Alloh tidak akan mencabut kehinaan itu hingga kalian kembali ke agama kalian”. (HR. Abu

Dawud 3458 dan dishahihkan al-Albani dalam silsilah Ahadits Shahihah 11).



2. Berpegang kepada jama’ah kaum muslimin, sebagaimana dikemukakan dalam potongan hadits

Hudzaifah bin al-Yaman radhiallahu „anhu:



: ‫ز : ل‬ . : ‫ز : ل‬

‫ق‬ ‫ص ض‬ ‫ى ج‬ ‫ى‬

Saya (Hudzaifah) berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan jika aku mendapati

kekeruhan tersebut?” Beliau berkata, “Pegang erat-erat jama’ah kaum muslimin dari kepemimpinan

mereka.” Saya berkata, “Bagaimana jika mereka tidak memiliki jama’ah dan kepemimpinan?” Beliau

berkata, “Tinggalkan seluruh kelompok yang ada walaupun engkau akan menggigit akar pohon sampai

kematian datang menjemputmu dan kamu tetap di atas itu.” (HR. Muslim 1847)



Nyatalah bagi kita, wahai jama‟ah kaum muslimin, hanya dengan kembali kepada agama Alloh –dengan

menaati perintah Alloh, mengikuti sunnah Nabinya, serta berpegang kepada jama‟ah kaum muslimin-

insya Alloh, kita akan selamat dari fitnah ini. Dan akhirnya, marilah kita memohon kepada Alloh agar

diberi kekuatan menjalankan agama Alloh dan diselamatkan dari gelombang fitnah ini. Amiin ya Rabbal

„aalamin.



‫ؤ‬ ‫ؤ‬ ‫جب‬

‫ج‬ ‫ق‬ ‫ص‬ ‫ى‬ ‫ز‬









Sumber: Majalah Al-Fuqon, Pebruari 2006 M


Related docs
Other docs by Putri Aprilia
Penyimpangan Pemikiran
Views: 10  |  Downloads: 0
sms lucu 7
Views: 110  |  Downloads: 1
tax-attorney-Ohio
Views: 0  |  Downloads: 0
Tiga Amalan Baik
Views: 16  |  Downloads: 0
tax-attorney-tampa
Views: 0  |  Downloads: 0
Mengingat Kematian
Views: 11  |  Downloads: 0
tax-Law-attorney
Views: 0  |  Downloads: 0
tax-attorney-michigan
Views: 0  |  Downloads: 0
HAKIKAT HIDUP SUKSES
Views: 6  |  Downloads: 0
Kembali ke Islam
Views: 1  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!