Embed
Email

Perlindungan Anak dari tindakan eksplotatif

Document Sample
Perlindungan Anak dari tindakan eksplotatif
Description

Materi presentasi ini berisi tentang bentuk-bentuk eksploitatif terhadap anak dan upaya pencegahannya, materi disampaikan dalam Pelatihan Jurnalistik dan Hak Asasi Anak (23 Oktober 2011/Komisi C DPRD Kab. Bantul)

Shared by: Andrie Irawan
Stats
views:
20
posted:
11/25/2011
language:
Indonesian
pages:
18
PERLINDUNGAN ANAK DARI

TINDAKAN EKSPLOTATIF







Lembar Dyahayu Werdiningsih

(Sahabat Anak Perempuan & Keluarga)

DEFINISI EKSPLOTATIF



 Eksploitatif adalah tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban

yang meliputi tetapi tidak terbatas pada pelacuran,kerja atau

pelayanan paksa, perbudakan atau praktik serupa perbudakan,

penindasan, pemerasan, pemanfaatan fisik, seksual, organ

reproduksi, atau secara melawan hukum memindahkan atau

mentransplantasi organ dan/atau jaringan tubuh atau

memanfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain

untuk mendapatkan keuntungan baik materiil maupun immateriil.

EKSPLOTATIF SEKSUAL



Adalah segala bentuk pemanfaatan organ tubuh

seksual atau organ tubuh lain dari korban

untukmendapatkan keuntungan, termasuk tetapi

tidak terbatas pada semua kegiatan pelacuran

dan percabulan.

DEFINISI PERLINDUNGAN ANAK



 Perlindungan adalah segala upaya yang

ditujukan untuk memberikan rasa aman

kepada korban yang dilakukan oleh pihak

keluarga, advokat, lembaga sosial, kepolisian,

kejaksaan, pengadilan, atau pihak lainnya baik

sementara maupun baik berdasarkan

penetapan pengadilan.

LANJUTAN....



 Perlindungan anak adalah segala kegiatan

untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-

haknya agar dapat hidup, tumbuh,

berkembang,dan berpartisipasi,secara

optimal sesuai dengan harkat dan martabat

kemanusiaan, serta mendapat perlindungan

dari kekerasan dan diskriminasi.

CONTINUE...

 Anak juga berhak mendapatkan perlindungan khusus

yaitu perlindungan yang diberikan kepada anak

dalam situasi darurat, anak yang berhadapan

dengan hukum, anak dari kelompok minoritas

dan terisolasi, anak yang dieksploitasi secara

ekonomi dan/atau seksual, anak yang

diperdagangkan, anak yang menjadi korban

penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika,

dan zat adiktif lainnya (napza), anak korban

penculikan, penjualan, perdagangan, anak

korban kekerasan baik fisik dan/atau mental,

anak yang menyandang cacat, dan anak korban

perlakuan salah dan penelantaran.

 Penyelenggaraan perlindungan anak harus

berdasarkan prinsip-prindip KHA (Konvensi Hak

Anak) yaitu:

1. Non diskriminasi

2. Kepentingan terbaik untuk anak

3. Hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan

perkembangan,

4. Penghargaan terhadap hak anak

BENTUK-BENTUK KEKERASAN

 Kekerasan fisik yaitu perbuatan yang mengakibatkan rasa

sakit, atau luka berat.

 Kekerasan psikis yaitu perbuatan yang mangakibatkan

ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya

kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau

penderitaan psikis berat pada pada seseorang.

 Kekerasan seksual yaitu pemaksaan hubungan seksual,

posisi hubungan seksual tertentu, dipaksa untuk terus

melahirkan, atau pemaksaan hubungan seksual dengan

tujuan komersil.

 Kekerasan ekonomi yaitu perbuatan yang mengakibatkan

kerugian finansial atau keuangan.

BEBERAPA TINDAKAN EKSPLOITATIF TERHADAP

ANAK :



 Pekerja anak (Child worker)

 KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)



 Kekerasan di sekolah (School bullying)



 Kekerasan dalam pacaran (Dating Violence)



 Perdagangan Anak (Children Traffikking)

CONTOH TINDAKAN EKSPLOITATIF:

KEKERASAN DALAM PACARAN (KDP)

 Kekerasan dalam Pacaran (Dating Violence)

adalah segala bentuk tindakan yang mempunyai

unsur pemaksaan, tekanan, perusakan, dan

pelecehan fisik maupun psikologis yang terjadi

dalam hubungan pacaran. Kekerasan dalam

pacaran meliputi kekerasan fisik, emosional, dan

atau verbal oleh seseorang kepada pasangannya

yang dilakukan dalam hubungan pacaran. Hal ini

bisa dilakukan tidak hanya oleh pria, melainkan

juga oleh wanita.

BENTUK-BENTUK KDP

 Kekerasan fisik, meliputi memukul, menendang, menjambak rambut,

menampar, menonjok, melempar benda, membawa ke tempat yang

membahayakan keselamatan korban.

 Kekerasan seksual, meliputi setiap kontak seksual yang tidak

diinginkan, rabaan, ciuman, melakukan hubungan seksual yang tidak

kita kehendaki dengan berbagai ancaman.

 Kekerasan emosional atau psikis, meliputi mengejek, curiga berlebihan,

selalu menyalahkan pacar, mengekang, melarang atau membatasi

aktifitas kita, memerasa, melarang kita untuk menegur orang lain.

 Kekerasan secara ekonomi, bentuk kekerasan ini memang tidak terlalu

terasa dan bahkan menganggap tidak pernah ada, kekerasan yang

sering timbul dalam hal ekonomi diantaranya berupa peminjaman uang

dan/atau barang yang pada ketika ingin ditagih maka si peminjam

beralasan yang macam-macam, kemudian dapat juga dengan

pengendalian terhadap pengeluaran dari salah satu pihak

PENYEBAB KEKERASAN DALAM PACARAN

 Pola asuh dan lingkungan keluarga yang tidak

menyenangkan

 Teman sebaya yang sering melakukan tindak

kekerasan

 Media Massa

 Peran Jenis Kelamin (Pemahaman bahwa laki-

laki harus macho dan maskulin yang

ditunjukan dalam bentuk kekerasan)

 Kepribadian yang tempramental

DAMPAK-DAMPAK KDP

 Dampak fisik bisa berupa memar, patah tulang,

lecet dan luka lainnya.

 Dampak psikis bisa berupa sakit hati, harga diri

yang terluka , terhina, dan sebagainya.

 Dampak-dampak lain yang bisa ditimbulkan

antara lain : Depresi, menyalahkan diri sendiri,

ketakutan merasa dibayangi okeh terror, rasa

malu, merasa sedih, bingung, mencoba bunuh

diri, cemas, tidak mempercayai diri sendiri dan

orang lain, merasa bersalah.

 Seiring dengan berjalannya waktu, korban

kekerasan dalam pacaran akan menganggap

perlakuan yang diterima sebagai sesuatu hal

yang wajar, padahal, hal tersebut bisa

menghambat perkembangan remaja dalam

mempelajari sebuah hubungan yang sehat.



APAKAH INI SEBUAH

HUBUNGAN YANG SEHAT???

KHUSUS KORBAN: KHUSUS PELAKU:



 Kepada korban, kita perlu  Bagi pelaku kekerasan, kita

meyakinkan dia untuk berkata telusuri apa penyebab dari

tidak untuk tindak kekerasan perilakunya tersebut,apakah ada

yang diderita, membantunya peristiwa buruk atau

melihat pilihan dan alternative perilaku traumatic sehingga dia

yang mungkin dan menggunakan cara penyelesaian

menumbuhkan kepercayaan konflik dengan cara kekerasan

dirinya. Untuk korban yang atau pada penyebab lainnya.

mengalami trauma tentu Pelaku perlu mendapatkan

dibutuhkan penanganan konseling ataupun psikoterapi dari

khusus oleh psikiater atau psikolog atau psikiater, juga perlu

psikolog atau melalui disadarkan bahaya dari

pendamping korban untuk perilakunya, tidak baik bagi dirinya

tahap awal. sendiri ataupun korban.





UPAYA PENANGANAN

LAYANAN DAN DUKUNGAN BAGI KORBAN



 Medis (Rumah Sakit dan Puskesmas)

 Psikologis



 Rumah Aman



 Hukum (Kepolisian dan LBH (Lembaga

Bantuan Hukum))

 Kelompok dukungan (Sosial dan Ekonomi)

PIHAK YANG DAPAT MEMBERIKAN

PERLINDUNGAN

 Kepolisian setempat, khususnya Sentra Pelayanan

Khusus (SPK) Perempuan dan Anak

 Forum Penanganan Korban Kekerasan

Perempuan dan Anak (FPK2PA) tingkat Provinsi,

Kabupaten maupun kecamatan

 Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan

Perempuan dan Anak (misal: Rekso Dyah Utami)

 LSM dan LBH khusus Perempuan dan Anak

 Aparat RT/RW/Desa tempat kejadian terjadi


Related docs
Other docs by Andrie Irawan
KEADILAN _ KESETARAAN GENDER-new
Views: 392  |  Downloads: 24
Seni Memimpin
Views: 159  |  Downloads: 1
Komunikasi yang Efektif
Views: 247  |  Downloads: 4
Perlindungan Anak dari tindakan eksplotatif
Views: 20  |  Downloads: 0
Dampak Nikah Siri bagi Perempuan dan Anak
Views: 19061  |  Downloads: 360
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!