PERLINDUNGAN ANAK DARI
TINDAKAN EKSPLOTATIF
Lembar Dyahayu Werdiningsih
(Sahabat Anak Perempuan & Keluarga)
DEFINISI EKSPLOTATIF
Eksploitatif adalah tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban
yang meliputi tetapi tidak terbatas pada pelacuran,kerja atau
pelayanan paksa, perbudakan atau praktik serupa perbudakan,
penindasan, pemerasan, pemanfaatan fisik, seksual, organ
reproduksi, atau secara melawan hukum memindahkan atau
mentransplantasi organ dan/atau jaringan tubuh atau
memanfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain
untuk mendapatkan keuntungan baik materiil maupun immateriil.
EKSPLOTATIF SEKSUAL
Adalah segala bentuk pemanfaatan organ tubuh
seksual atau organ tubuh lain dari korban
untukmendapatkan keuntungan, termasuk tetapi
tidak terbatas pada semua kegiatan pelacuran
dan percabulan.
DEFINISI PERLINDUNGAN ANAK
Perlindungan adalah segala upaya yang
ditujukan untuk memberikan rasa aman
kepada korban yang dilakukan oleh pihak
keluarga, advokat, lembaga sosial, kepolisian,
kejaksaan, pengadilan, atau pihak lainnya baik
sementara maupun baik berdasarkan
penetapan pengadilan.
LANJUTAN....
Perlindungan anak adalah segala kegiatan
untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-
haknya agar dapat hidup, tumbuh,
berkembang,dan berpartisipasi,secara
optimal sesuai dengan harkat dan martabat
kemanusiaan, serta mendapat perlindungan
dari kekerasan dan diskriminasi.
CONTINUE...
Anak juga berhak mendapatkan perlindungan khusus
yaitu perlindungan yang diberikan kepada anak
dalam situasi darurat, anak yang berhadapan
dengan hukum, anak dari kelompok minoritas
dan terisolasi, anak yang dieksploitasi secara
ekonomi dan/atau seksual, anak yang
diperdagangkan, anak yang menjadi korban
penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika,
dan zat adiktif lainnya (napza), anak korban
penculikan, penjualan, perdagangan, anak
korban kekerasan baik fisik dan/atau mental,
anak yang menyandang cacat, dan anak korban
perlakuan salah dan penelantaran.
Penyelenggaraan perlindungan anak harus
berdasarkan prinsip-prindip KHA (Konvensi Hak
Anak) yaitu:
1. Non diskriminasi
2. Kepentingan terbaik untuk anak
3. Hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan
perkembangan,
4. Penghargaan terhadap hak anak
BENTUK-BENTUK KEKERASAN
Kekerasan fisik yaitu perbuatan yang mengakibatkan rasa
sakit, atau luka berat.
Kekerasan psikis yaitu perbuatan yang mangakibatkan
ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya
kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau
penderitaan psikis berat pada pada seseorang.
Kekerasan seksual yaitu pemaksaan hubungan seksual,
posisi hubungan seksual tertentu, dipaksa untuk terus
melahirkan, atau pemaksaan hubungan seksual dengan
tujuan komersil.
Kekerasan ekonomi yaitu perbuatan yang mengakibatkan
kerugian finansial atau keuangan.
BEBERAPA TINDAKAN EKSPLOITATIF TERHADAP
ANAK :
Pekerja anak (Child worker)
KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)
Kekerasan di sekolah (School bullying)
Kekerasan dalam pacaran (Dating Violence)
Perdagangan Anak (Children Traffikking)
CONTOH TINDAKAN EKSPLOITATIF:
KEKERASAN DALAM PACARAN (KDP)
Kekerasan dalam Pacaran (Dating Violence)
adalah segala bentuk tindakan yang mempunyai
unsur pemaksaan, tekanan, perusakan, dan
pelecehan fisik maupun psikologis yang terjadi
dalam hubungan pacaran. Kekerasan dalam
pacaran meliputi kekerasan fisik, emosional, dan
atau verbal oleh seseorang kepada pasangannya
yang dilakukan dalam hubungan pacaran. Hal ini
bisa dilakukan tidak hanya oleh pria, melainkan
juga oleh wanita.
BENTUK-BENTUK KDP
Kekerasan fisik, meliputi memukul, menendang, menjambak rambut,
menampar, menonjok, melempar benda, membawa ke tempat yang
membahayakan keselamatan korban.
Kekerasan seksual, meliputi setiap kontak seksual yang tidak
diinginkan, rabaan, ciuman, melakukan hubungan seksual yang tidak
kita kehendaki dengan berbagai ancaman.
Kekerasan emosional atau psikis, meliputi mengejek, curiga berlebihan,
selalu menyalahkan pacar, mengekang, melarang atau membatasi
aktifitas kita, memerasa, melarang kita untuk menegur orang lain.
Kekerasan secara ekonomi, bentuk kekerasan ini memang tidak terlalu
terasa dan bahkan menganggap tidak pernah ada, kekerasan yang
sering timbul dalam hal ekonomi diantaranya berupa peminjaman uang
dan/atau barang yang pada ketika ingin ditagih maka si peminjam
beralasan yang macam-macam, kemudian dapat juga dengan
pengendalian terhadap pengeluaran dari salah satu pihak
PENYEBAB KEKERASAN DALAM PACARAN
Pola asuh dan lingkungan keluarga yang tidak
menyenangkan
Teman sebaya yang sering melakukan tindak
kekerasan
Media Massa
Peran Jenis Kelamin (Pemahaman bahwa laki-
laki harus macho dan maskulin yang
ditunjukan dalam bentuk kekerasan)
Kepribadian yang tempramental
DAMPAK-DAMPAK KDP
Dampak fisik bisa berupa memar, patah tulang,
lecet dan luka lainnya.
Dampak psikis bisa berupa sakit hati, harga diri
yang terluka , terhina, dan sebagainya.
Dampak-dampak lain yang bisa ditimbulkan
antara lain : Depresi, menyalahkan diri sendiri,
ketakutan merasa dibayangi okeh terror, rasa
malu, merasa sedih, bingung, mencoba bunuh
diri, cemas, tidak mempercayai diri sendiri dan
orang lain, merasa bersalah.
Seiring dengan berjalannya waktu, korban
kekerasan dalam pacaran akan menganggap
perlakuan yang diterima sebagai sesuatu hal
yang wajar, padahal, hal tersebut bisa
menghambat perkembangan remaja dalam
mempelajari sebuah hubungan yang sehat.
APAKAH INI SEBUAH
HUBUNGAN YANG SEHAT???
KHUSUS KORBAN: KHUSUS PELAKU:
Kepada korban, kita perlu Bagi pelaku kekerasan, kita
meyakinkan dia untuk berkata telusuri apa penyebab dari
tidak untuk tindak kekerasan perilakunya tersebut,apakah ada
yang diderita, membantunya peristiwa buruk atau
melihat pilihan dan alternative perilaku traumatic sehingga dia
yang mungkin dan menggunakan cara penyelesaian
menumbuhkan kepercayaan konflik dengan cara kekerasan
dirinya. Untuk korban yang atau pada penyebab lainnya.
mengalami trauma tentu Pelaku perlu mendapatkan
dibutuhkan penanganan konseling ataupun psikoterapi dari
khusus oleh psikiater atau psikolog atau psikiater, juga perlu
psikolog atau melalui disadarkan bahaya dari
pendamping korban untuk perilakunya, tidak baik bagi dirinya
tahap awal. sendiri ataupun korban.
UPAYA PENANGANAN
LAYANAN DAN DUKUNGAN BAGI KORBAN
Medis (Rumah Sakit dan Puskesmas)
Psikologis
Rumah Aman
Hukum (Kepolisian dan LBH (Lembaga
Bantuan Hukum))
Kelompok dukungan (Sosial dan Ekonomi)
PIHAK YANG DAPAT MEMBERIKAN
PERLINDUNGAN
Kepolisian setempat, khususnya Sentra Pelayanan
Khusus (SPK) Perempuan dan Anak
Forum Penanganan Korban Kekerasan
Perempuan dan Anak (FPK2PA) tingkat Provinsi,
Kabupaten maupun kecamatan
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan
Perempuan dan Anak (misal: Rekso Dyah Utami)
LSM dan LBH khusus Perempuan dan Anak
Aparat RT/RW/Desa tempat kejadian terjadi