Embed
Email

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara berdasarkan UU 11/2011

Document Sample
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara berdasarkan UU 11/2011
Description

Capacity Building DPRD Kabupaten Siak di Harbour Bay Amir Hotel-Batam, 25 November 2011

Shared by: Dadang Solihin
Categories
Tags
Stats
views:
64
posted:
11/25/2011
language:
Indonesian
pages:
59
Nama Dr. Solihin SE

: Dr Dadang Solihin, SE, MA

Tempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961

Pekerjaan : Direktur Evaluasi Kinerja

Pembangunan Daerah

Bappenas

Alamat Kantor : Jl. Taman Suropati No. 2

Jakarta 10310

Telp/Fak Kantor : (021) 392 6248

HP : 0812 932 2202

PIN BB : 277878F0

Email : dadangsol@yahoo.com

Website :

http://dadang-solihin.blogspot.com



dadang-solihin.blogspot.com 2

dadang-solihin.blogspot.com 3

Materi

• Rencana K j P

R i t h

Kerja Pemerintah

• Tema dan Prioritas RKP 2011

• Perekonomian,

Kebijakan Perekonomian Fiskal dan

Perkiraan Resource Envelope 2011

• UU 11/2011 tentang Perubahan atas UU

10/2010 tentang APBN 2011









dadang-solihin.blogspot.com 4

dadang-solihin.blogspot.com 5

RKP 2011

• Merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2010-2014

p g g j p

– Memperhitungkan rangkaian lanjutan dari Inpres no: 1/2010

tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan

Nasional Tahun 2010 yang dilaksanakan tahun ini

• Telah memuat Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah sebagai

implementasi dari reformasi perencanaan dan penganggaran.

Memiliki ki j Output d O t tiap k i t

– M iliki prakiraan maju O t t dan Outcome ti kegiatan

prioritas dan program beserta pendanaannya.









dadang-solihin.blogspot.com 6

Dokumen

Dok men RKP 2011

S b i j b k

Sebagai penjabaran RPJMN 2010 2014 maka RKP 2011 t di i d i 3

2010-2014, terdiri dari

buku :



Buku I Tema Pembangunan tahun 2011 dan Prioritas Nasional

Buku serta kegiatan prioritas nasional menuju terwujudnya Visi,

I Presiden.

Misi dari Presiden-Wakil Presiden



Rencana pembangunan di semua bidang-bidang

Buku tertuang d l

sebagaimana yang t t

b i 2005-2025

dalam RPJPN 2005 2025

II dalam rangka mewujudkan sasaran RKP 2011.



Rencana pembangunan di semua bidang-bidang

Buku sebagaimana yang tertuang dalam RPJPN 2005-2025

III dalam rangka mewujudkan sasaran RKP 2011

2011.







dadang-solihin.blogspot.com 7

2010-

Sasaran RPJMN 2010-2014



VISI 2014 : “INDONESIA YANG SEJAHTERA, DEMOKRATIS

DAN BERKEADILAN”

2010 2011 2012 2013 2014



PERTUMBUHAN (%) 5,5 - 5,6 6,0 - 6,3 6,4 - 6,9 6,7 - 7,4 7,0 - 7,7



PENGANGGURAN (%) 76

7,6 73-74

7,3 7,4 6,7 7,0

67-70 60-66

6,0 6,6 5,0 6,0

50-60



KEMISKINAN (%) 12 0 -13 5

12,0 -13,5 11 5 - 12 5

11,5 12,5 10 5 - 11 5

10,5 11,5 9,5 10,5

9 5 - 10 5 8 0 - 10 0

8,0 10,0





Four Track Strategy: Pro-Growth - Pro-Jobs - Pro-Poor –

Pro-Green



dadang-solihin.blogspot.com 8

8

dadang-solihin.blogspot.com 9

Acuan Penyusunan

Tema dan Prioritas RKP 2011

VISI 2014 : “INDONESIA YANG SEJAHTERA, DEMOKRATIS

BERKEADILAN

DAN BERKEADILAN”

ARAHAN “RAKER

CIPANAS” ; AKSELERASI

S S ISU LAINNYA :

PRIORITAS RPJMN DEBOTTLENECKING PERTUMBUHAN : Pemantapan

BESERTA DAN SINERGI PUSAT Kebijakan Pro Poor;

DAERAH (6,3% di 2011 dan

TARGETNYA Justice for All dan

- PROGRAM 100 HARI minimal 7% di 2014) MDG S

Pencapaian MDG’S

- INPRES 1/2010









TEMA DAN PRIORITAS RKP 2011



dadang-solihin.blogspot.com 10

10

Tema RKP 2011



RKP 2010 RKP 2011

PEMULIHAN PEREKONOMIAN PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG

NASIONAL DAN PEMELIHARAAN BERKEADILAN DIDUKUNG PEMANTAPAN TATA

KESEJAHTERAAN RAKYAT KELOLA DAN SINERGI PUSAT DAERAH





TINGKAT PERTUMBUHAN

TINGKAT PERTUMBUHAN

Pertumb. Ek. 6,0 6,3

P t b Ek (%) : 6 0 - 6 3

Pertumb. Ek. (%) : 5,5 - 5,6

KUALITAS PERTUMBUHAN

KUALITAS PERTUMBUHAN

BERKEADILAN  menurunnya

Tk. Pengangguran (%) : 7,6

Tk. Pengangguran (%) : 7,3 - 7,4

Tk Kemiskinan (%) : 12,0 -13,5

Tk. 12 0 13 5

Tk. Kemiskinan (%) : 11,5 - 12,5





dadang-solihin.blogspot.com 11

p g

Pemantapan Tata Kelola dan Sinergi

antara Pusat dan Daerah

• PEMANTAPAN TATA KELOLA, a.l. :

– Seluruh KL sudah memulai reformasi birokrasi

– Sosialisasi dan Piloting reformasi birokrasi di daerah

– Harmonisasi regulasi (perda, tata ruang, pertanahan)

Mempersiapkan ASEAN C

– M i k it

Community 2015 a.l. d k t

l dengan memperkuat

lembaga-lembaga penjaminan mutu produk dan layanan (seperti Badan

Pengawas Obat dan Makanan, Badan Standardisasi Nasional,

memperkuat langkah persiapan lainnya di berbagai K/L).



• DAERAH, a.l.

SINERGI ANTARA PUSAT DAN DAERAH a l :

– Pelayanan dasar (a.l. pendidikan, kesehatan)

gg g

– Penanggulangan kemiskinan ( , , )

(a.l. PNPM, PKH, KUR)

– Percepatan pertumbuhan (a.l. penyediaan infrastruktur untuk domestic

conectivity, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus)



dadang-solihin.blogspot.com 12

Prioritas Nasional RKP 2011

1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola

2 Pendidikan

3 Kesehatan

4 Penanggulangan Kemiskinan

5 Ketahanan Pangan

11 Prioritas Nasional

Kabinet Indonesia Bersatu II 6 Infrastruktur

2009-2014

2009 2014 7 Iklim Investasi dan Iklim Usaha

8 Energi



NEW INITIATIVES : 9 Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana

1. AKSELERASI 10 Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pasca-konflik

OUTPUT

2. OUTPUT BARU 11 Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi

3 KEGIATAN BARU

3.

12 Bidang Politik, Hukum dan Keamanan



Prioritas Lainnya 13 Bidang Perekonomian



14 Bidang Kesejahteraan Rakyat



PENCAPAIAN TARGET RPJMN 2010-2014 DILAKSANAKAN SECARA KONSISTEN DAN BERKESINAMBUNGAN MELALUI PENGGUNAAN

14 PRIORITAS RPJMN 2010-2014 DALAM RKP 2010, 2011, 2012, 2013 DAN 2014. PERBEDAAN PRIORITAS ANTAR TAHUN (RKP)

dadang-solihin.blogspot.com 13

TERSEBUT TERLETAK PADA PENEKANANNYA.

Resource Envelope Pagu Kebijakan

Indikatif 2011 RKP 2011

Pagu Kenaikan/

Kenaikan/

No URAIAN

APBN

Indikatif Penurunan

• Meneruskan

2010 kebijakan yang

2011 Thd 2010

telah direncanakan

I.

I BELANJA MENGIKAT : 148.631,4

148 631 4 154.798,6

154 798 6 6 167 2

6.167,2 2010-

pada RPJMN 2010

1. Belanja Pegawai (Rp. Murni) 89.979,1 96.809,8 6.830,7

2. Belanja Barang (Rp. Murni) 35.840,4 35.766,5 -73,9

2014 (baseline)

3. PNBP dan BLU 22.811,9 22.222,3 -589,6 • Kebijakan baru

2011 (new

II. BELANJA TIDAK MENGIKAT : 191.517,8 264.501,4 72.983,6

1. Rupiah Murni 166.271,1 233.743,1 67.472,0 initiatives)

2. Pinjaman Dalam Negeri (PDN) 1.000,0 1.000,0 0,0

3. PHLN 24.246,7 29.758,3 5.511,6

a. Pinjaman LN 23.026,8 26.641,5 3.614,7

b. Hibah LN 1.219,9 3.116,8 1.896,9



TOTAL BELANJA K/L 340.149,2 419.300,0 79.150,8







dadang-solihin.blogspot.com 14

Contoh Baseline RKP 2011 1/3

1/3

KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

KEGIATAN INDIKATOR (KELUARAN) PERANAN DAERAH

PEMANTAPAN TATA KELOLA

Koordinasi Pengembangan Persentase peraturan pelaksanan UU Menyusun Perda yang mendukung

Penataan Ruang dan KEK yang terselesaikan (80%) pelaksanaan KEK

Pengembangan Wilayah

SINERGI PUSAT – DAERAH

Perluasan areal pertanian Luasan perluasan (519.570 ha) Menyusun perda-perda

implementasi UU 41/2001 tentang

Perlindungan Lahan Pertanian

Pengembangan Pelabuhan Jumlah pelabuhan perikanan (973 Pemilihan dan penetapan lokasi

P ik

Perikanan l b h )

pelabuhan) pelabuhan

Pelaksanaan Preservasi dan Jumlah jalan yang ditingkatkan Peningkatan kualitas jalan

Peningkatan Kapasitas Jalan dan kapasitasnya (3.977,61 km) konektor

Jembatan Nasional

Perencanaan Tata Ruang Wilayah Jumlah rencana tata ruang yang telah Penyelesaian RTRW Provinsi dan

Nasional disinkronkan (33 RTRW) RTRW Kab/Kota

Penyelenggaraan Rehabilitasi Fasilitasi dan pelaksanaan rehabilitasi - Mengoptimalkan rehabilitasi

Hutan hutan, magrove, gambut ,rawa, lahan kawasan hutan kritis dan DAS;

kritis dan hutan kota (642.000 ha) - Meningkatkan kesejahteraan

masyarakat sekitar hutan

y



dadang-solihin.blogspot.com 15

15

Contoh Baseline RKP 2011 2/3



KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT

KEGIATAN INDIKATOR (KELUARAN PERANAN DAERAH

SINERGI PUSAT – DAERAH

Penyediaan subsidi Pendidikan Jumlah siswa (44,8 juta siswa) - Penyediaan data siswa

dasar dan menengah (BOS) penerima BOS;

pelaksanaan.

- Pengawasan pelaksanaan

Bantuan Operasional Jumlah puskesmas (8.608 - Penyediaan data

Kesehatan (BOK) puskesmas) puskesmas penerima BOK;

Pengawasan pelaksanaan

- P l k

Pengembangan kebijakan dan Jumlah klinik KB Pemerintah Memperkuat lembaga

pembinaan kesertaan ber-KB dan swasta (28.200 klinik KB) pelayanan KB di kab/kota

PNPM Mandiri Cakupan penerapan PNPM & Sinkronisasi kegiatan daerah

Penguatan PNPM (9.878 desa; dengan PNPM

gg )

5.982 kec. dan 80 kab. tertinggal)









dadang-solihin.blogspot.com 16

16

Contoh Baseline RKP 2011 3/3



KOORDINATOR BIDANG POLITIK DAN PERTAHAHAN KEAMANAN

KEGIATAN INDIKATOR (KELUARAN) PERANAN DAERAH

PEMANTAPAN TATA KELOLA

Penyusunan dan Persentasi K/L yang Menyusun Grand

pelaksanaan kebijakan melaksanakan secara tuntas Design reformasi

reformasi birokrasi (100% tahun 2014) birokrasi di daerah

Harmonisasi regulasi Jumlah Perda yang dikaji Pengendalian

(9.000

(9 000 Perda) penyusunan Perda

SINERGI PUSAT - DAERAH

g g

Pengembangan Sistem p yang

Jumlah penduduk y g g

Penguatan

Administrasi Kependudukan menerima e-KTP (67,29 juta) kelembagaan

(SAK) kependudukan di

kab/kota sampai

kecamatan





dadang-solihin.blogspot.com 17

17

Kebijakan Pendanaan RKP 2011



Peningkatan Quality of

•Ekonomi Spending

Kesra

•Kesra

•Polhukam Meningkatkan Sinergi Kebijakan Belanja

• Integrasi kebijakan subsidi

• Sinergi dengan transfer daerah

Memfokuskan prioritas belanja

• Menghapuskan “never ending projects” dan

g g y g gp

kegiatan “reguler” yang kurang prioritas.

Quality Assurance

• Proses perencanaan, a.l. melalui Trilateral

g( pp

Meeting(Bappenas, Kemenkeu dan KL

terkait) guna mempertajam program dan

•Penerimaan Pajak kegiatan.

•Pembiayaan Defisit • Proses implementasi, a.l. melalui audit teknis

Pembiayaan

• Pinjaman DN (SBN, output dari kegiatan/proyek.

SUN) • Penguatan Monev.

• Pinjaman LN



dadang-solihin.blogspot.com 18

Kerangka Pagu Indikatif

RESOURCE ENVELOPE 2011

RPJMN 2010 - 2014

NEW INITIATIVES

INDIKASI 2011

(TERGANTUNG KETERSEDIAAN

(DEFISIT 1,9% dari PDB) ANGGARAN)









ALOKASI

PAGU INDIKATIF

RKP 2011





• Ketersediaan anggaran untuk tahun 2011 diperkirakan sangat terbatas,

gg p g

• Pemenuhan New Initiatives dilakukan melalui penajaman program dan realokasi

dari pagu RPJMN



dadang-solihin.blogspot.com 19

Pendanaan New Initiatives

Dilaksanakan tahun 2011

P

Pagu i dik tif RPJMN 2010

indikatif 2010- sebagai New Initaitives

2014 untuk tahun 2011

Dilanjutkan tahun

2012 s/d 2014









Kebutuhan

New Initiatives







REALOKASI :

– Efisiensi non prioritas, output

prioritas RPJMN tetap

– Sebagian output prioritas

g p p

Kegiatan yang sudah RPJMN digeser ke tahun-tahun

direncanakan dalam berikutnya

RPJMN

dadang-solihin.blogspot.com 20

Alokasi d P i it

Al k i pada Prioritas RKP 2011

• Upfront loading untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi Tahun

2011*).

– Di awal pemulihan krisis, pemerintah merupakan stimulan

utama, sehingga diperlukan daya dorong belanja yang besar

– Back log di infrastruktur jika tidak segera diatasi akan

menghambat akselerasi pertumbuhan

• Pemenuhan Renstra K/L sesuai 14 prioritas nasional dalam RPJMN

2010 – 2014

– Cukup besar, tidak dapat menumpuk di belakang



)

*) TEMA RKP 2011 :

“PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKEADILAN DIDUKUNG

PEMANTAPAN TATA KELOLA DAN SINERGI PUSAT - DAERAH”



dadang-solihin.blogspot.com 21

RANCANGAN PAGU INDIKATIF RKP 2011

g Mengikat)

g

(Mengikat dan Tidak Mengikat) (Triliun Rupiah)

SUMBER DAYA MANUSIA

- Kem. Pendidikan Nasional

BELANJA KEMENTERIAN/LEMBAGA 2005-2011 - Kem. Agama

- Kem. Kesehatan

,450,0



AKSELERASI

,400,0 PERTAHANAN DAN KEAMANAN

MELANDAI - Kem. Pertahanan

- Polri RI

121,7

,350,0 (29,0%)







,300,0 103,8

(30 5%)

(30,5%) ,

INFRASTRUKTUR, PERTANIAN, ,

87,0 109,0 KELAUTAN DAN KEHUTANAN

72,5

(27,9%) (33,8%) - Kem. PU

,250,0 (17,3%)

- Kem. Perhubungan

75,1 - Kem. ESDM

(29,1%) - Kem. Pertanian

69,5 - Kem. Dalam Negeri

200 0

,200,0 59 7

59,7

(20,4%)

(19,2%) 58,5 - Kem. Kelautan dan Perikanan

60,0 (18,1%) - Kem. Kehutanan

(29,4%) PEMERINTAHAN UMUM

52,7 131,4

- Kem. Keuangan

,150,0 (20,4%) (31,3%)

- Kem. Luar Negeri

45,0 81,8 85,5 - Mahkamah Agung

36 0

36,0 26,2%)

26 2%) 81,6 (25 1%)

(25,1%)

(22,0%)

(22 0%)

59,5 (25,3%)

,100,0(28,2%) (23,1%)

43,8 26,7

33,1

(21,4%) 28,2 26,1 (6,4%)

(26,0%) 18,1 26,1

(9,0%) (7,7%) 61 K/L LAINNYA

13,5 (7,0%) (8,1%)

,50,0 30,0

(23 5%) (6,6%)

( , ) 67,1

(23,5%) 52,5 55 2

55,2 55 2

55,2

41,9 47,1 (16,0%)

9,4 (20,4%) 17,7%) (16,2%)

(20,5%) (14,6%)

(7.4%)

- 18,9

(14,8%)

2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011





• Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi perlu akselerasi belanja pemerintah.

dadang-solihin.blogspot.com 22

• Bagian terbesar akselerasi tersebut untuk membiayai infrastruktur.

dadang-solihin.blogspot.com 23

Penyesuaian

Komponen Dana Pen es aian

Pasal 1.28

P l 1 28

UU 10/2010 UU 11/2011

Dana Insentif Daerah Dana Insentif Daerah

Dana Tambahan Penghasilan Guru Dana Tambahan Penghasilan Guru

Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD)

Tunjangan Profesi Guru dan Bantuan Tunjangan Profesi Guru dan Bantuan

Operasional Sekolah (BOS) Operasional Sekolah (BOS)

Dana Penyesuaian Infrastruktur Dana Penyesuaian Infrastruktur

Daerah Daerah

Kurang Bayar Dana Sarana & Kurang Bayar Dana Sarana &

Prasarana Infrastruktur Provinsi Prasarana Infrastruktur Provinsi

p

Papua Barat p

Papua Barat

- Tidak ada - Dana Percepatan Pembangunan

Infrastruktur Daerah (DPPID)



dadang-solihin.blogspot.com 24

p g

Dana Percepatan Pembangunan

Insfrastruktur Daerah (DPPID)

• DPPID adalah:

– dana yang dialokasikan kepada

daerah

– dalam rangka peningkatan

pelayanan publik

– melalui penyediaan infrastruktur

dan prasarana daerah,

– yang ditujukan untuk mendorong

t b d

percepatan pembangunan daerah h



1.29a

Pasal 1 29a





dadang-solihin.blogspot.com 25

p y g

Komponen Pembiayaan Dalam Negeri

Pasal 1.31



UU 10/2010 UU 11/2011

Penerimaan: Penerimaan:

Penerimaan cicilan pengembalian Penerimaan cicilan pengembalian

penerusan pinjaman penerusan pinjaman

g g

Rekening Kas Umum Negara g g

Rekening Kas Umum Negara untuk

untuk pembiayaan kredit investasi pembiayaan kredit investasi

Pemerintah Pemerintah

S ld anggaran l bih

Saldo lebih Saldo lebih

S ld anggaran l bih

-Tidak Ada- Rekening cadangan dana reboisasi

Pri atisasi

Privatisasi Privatisasi

Pri atisasi

Hasil pengelolaan aset Hasil pengelolaan aset

Penerbitan bersih surat berharga Penerbitan bersih surat berharga

negara negara

j g

Pinjaman dalam negeri j g

Pinjaman dalam negeri

dadang-solihin.blogspot.com 26

p y g

Komponen Pembiayaan Dalam Negeri

Pasal 1.31





UU 10/2010 UU 11/2011

g

Pengeluaran: g

Pengeluaran:

-Tidak Ada- Rekening Pembangunan Hutan

Dana Investasi Pemerintah Dana Investasi Pemerintah

Penyertaan Modal Negara Penyertaan Modal Negara

Dana Bergulir Dana Bergulir

Dana Pengembangan Pendidikan Dana Pengembangan Pendidikan

Nasional Nasional

Kewajiban yang Timbul Akibat Kewajiban yang Timbul Akibat

Penjaminan Pemerintah Penjaminan Pemerintah









dadang-solihin.blogspot.com 27

gg p g

Sumber Anggaran Pendapatan Negara

dan Hibah Tahun Anggaran 2011

(2), (3), (4),

Pasal 2: Perubahan atas ketentuan Pasal 2 ayat (2) ayat (3) ayat (4) dan

ayat (5)

UU 10/2010 UU 11/2011 Perubahan

(2) Penerimaan Perpajakan: (2) Penerimaan Perpajakan: Rp. 28.429.740.762.000

Rp. 850.255.476.000.000 Rp. 878.685.216.762.000

(3) Penerimaan Negara Bukan (3) Penerimaan Negara Bukan Rp. 35.660.328.766.000

Pajak: Pajak:

Rp. 250.906.988.236.000 Rp. 286.567.317.002.000

(4) Penerimaan Hibah: (4) Penerimaan Hibah: Rp. 922.605.508.000

Rp. 3.739.500.000.000 Rp. 4.662.105.508.000

(5) Jumlah Anggaran (5) Jumlah Anggaran Rp 65 012 675 036 000

Rp. 65.012.675.036.000

Pendapatan Negara dan Pendapatan Negara dan

Hibah Tahun 2011: Hibah Tahun 2011:

Rp. 1.104.901.964.236.000 Rp. 1.169.914.639.272.000









dadang-solihin.blogspot.com 28

Penerimaan Perpajakan

p j 1/3

1/3

Pasal 3: ketentuan Pasal 3 ayat (2) dan ayat (3) diubah, ayat (2) huruf a angka 3

dihapus, dan ayat (2) huruf b diubah, ayat (4) tetap, dan penjelasan ayat (4)

diubah.

UU 10/2010 UU 11/2011 Perubahan

(2) Penerimaan pajak dalam (2) Penerimaan pajak dalam Rp. 4.499.182.636.000

negeri direncanakan negeri diperkirakan

Rp. 827.246.166.000.000 Rp. 831.745.348.636.000

(2).a.3 Hibah dan pembiayaan - Dihapus -

internasional dari

lembaga keuangan

multilateral

Rp. 1.000.000.000.000

(2).b Pajak pertambahan nilai (2).b Pajak pertambahan nilai Rp. 13.668.584.273.000

barang dan j

g pajak

jasa dan p j g

barang dan j pajak

jasa dan p j

penjualan atas barang penjualan atas barang

mewah mewah

Rp. 312.109.978.000.000 Rp. 298.441.393.727.000

(3) Penerimaan pajak (3) Penerimaan pajak Rp. 23.930.558.126.000

perdagangan internasional perdagangan internasional

Rp. 23.009.310.000.000 Rp. 46.939.868.126.000



dadang-solihin.blogspot.com 29

Penerimaan Perpajakan 2/3

Pasal 3: ketentuan Pasal 3 ayat (2) dan ayat (3) diubah, ayat (2) huruf a angka 3 dihapus,

dan ayat (2) huruf b diubah, ayat (4) tetap, dan penjelasan ayat (4) diubah.



No Sumber Penerimaan Perkiraan Jumlah

1 pajak dalam negeri: Rp 831.745.348.636.000

• pajak penghasilan (termasuk pajak Rp 431.977.019.922.000

penghasilan ditanggung Pemerintah (PPh

DTP) atas:

• komoditas panas bumi Rp 1.000.000.000.000

• bunga, imbal hasil, dan penghasilan Rp 2.500.000.000.000

pihak ketiga atas jasa yang diberikan

k d Pemerintah d l

kepada P bit

i t h dalam penerbitan

surat berharga negara di pasar

internasional (tidak termasuk jasa

konsultan hukum lokal) )

• pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan Rp 298.441.393.727.000

pajak penjualan atas barang mewah

• pajak bumi dan bangunan Rp 29.057.780.000.000

29 057 780 000 000

• cukai Rp 68.075.339.103.000

• pajak lainnya Rp 4.193.815.884.000



dadang-solihin.blogspot.com 30

Penerimaan Perpajakan

p j 3/3



No Sumber Penerimaan Perkiraan Jumlah

2 Penerimaan pajak perdagangan

P i j k d Rp 46.939.868.126.000

R 46 939 868 126 000

internasional:

• bea masuk, termasuk: Rp 21.500.792.207.000

• fasilitas bea masuk ditanggung Rp 500.000.000.000

Pemerintah (BM DTP)

bea keluar

• b k l Rp 25.439.075.919.000

R 25 439 075 919 000









dadang-solihin.blogspot.com 31

1/3

Penerimaan Negara Bukan Pajak 1/3

Pasal 4: Ketentuan Pasal 4 ayat (2), ayat (4), ayat (8), dan ayat (9) diubah, ayat

(10) tetap, dan penjelasan ayat (10) diubah.



UU 10/2010 UU 11/2011 Perubahan

(2) Penerimaan Sumber Daya (2) Penerimaan Sumber Daya Rp 28 856 796 856 000

Rp. 28.856.796.856.000

Alam Alam

Rp. 163.119.225.862.000 Rp. 191.976.022.718.000

(4) Bagian Pemerintah atas (4) Bagian Pemerintah atas Rp 1 245 423 000 000

Rp. 1.245.423.000.000

laba BUMN laba BUMN

Rp. 27.590.400.000.000 Rp. 28.835.823.000.000

Penerimaan negara b k

(8) P i bukan (8) P

Penerimaan negara b k

i bukan R 5 172 882 280 000

Rp. 5.172.882.280.000

pajak pajak

Rp. 45.166.553.743.000 Rp. 50.339.436.023.000

(9) Pendapatan BLU (9) Pendapatan BLU Rp. 385.226.630.000

Rp. 15.030.808.631.000 Rp. 15.416.035.261.000









dadang-solihin.blogspot.com 32

2/3

Penerimaan Negara B k P j k

P i N Bukan Pajak

y ( ) y ( ) y ( ) y ( ) y

Pasal 4: Ketentuan Pasal 4 ayat (2), ayat (4), ayat (8), dan ayat (9) diubah, ayat

(10) tetap, dan penjelasan ayat (10) diubah.



No Sumber Penerimaan Perkiraan Jumlah

penerimaan sumber daya alam; Rp191.976.022.718.000



p y y

penerimaan sumber daya alam minyak p

Rp173.167.270.000.000

bumi dangas bumi (SDA migas)

penerimaan sumber daya alam Rp18.808.752.718.000

nonminyak bumi dan gas bumi (SDA

nonmigas)

bagian Pemerintah atas laba BUMN Rp28.835.823.000.000



penerimaan negara bukan pajak lainnya; Rp50.339.436.023.000

Rp50 339 436 023 000



pendapatan BLU Rp15.416.035.261.000









dadang-solihin.blogspot.com 33

3/3

Penerimaan Negara B k P j k

P i N Bukan Pajak

• Dana yang dicadangkan untuk kegiatan pemulihan lokasi perminyakan

yang ditinggalkan oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) harus

p

ditempatkan p p

pada perbankan nasional.

• Dalam rangka mengoptimalkan penerimaan bagian Pemerintah atas laba

BUMN di bidang usaha perbankan:

l i i t

– penyelesaian piutang b l h d bidang usaha

bermasalah pada BUMN di bid h

perbankan dilakukan sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2007 tentang

Perseroan Terbatas dan UU No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha

Milik Negara beserta peraturan pelaksanaannya.

• Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelesaian piutang bermasalah pada

BUMN di bidang usaha perbankan diatur dengan Peraturan Menteri

Keuangan.

• Penerimaan bagian Pemerintah atas laba BUMN di atas termasuk

penerimaan bagian Pemerintah atas laba PT PLN (Persero) pada tahun

buku 2010 sebagai akibat dari pemberian margin usaha sebesar 8%

p (

kepada PT PLN (Persero). )

dadang-solihin.blogspot.com 34

Komponen APBN Anggaran 2011

K A



Pasal 5: Ketentuan Pasal 5 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diubah

No Komponen Perkiraan Jumlah

1 Anggaran belanja Pemerintah Rp 908.243.422.687.800,00

Pusat

P t

2 Anggaran transfer ke daerah Rp 412.507.891.828.200,00

TOTAL 1.320.751.314.516.000,00

Rp 1 320 751 314 516 000 00









dadang-solihin.blogspot.com 35

Komponen APBN Anggaran 2011

K A

Pasal 5: Ketentuan Pasal 5 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diubah

UU 10/2010 UU 11/2011 Perubahan

(2) Anggaran Belanja (2) Anggaran Belanja Rp. 68.665.255.860.000

Pemerintah Pusat Pemerintah Pusat

R 839 578 166 827 800

Rp. 839.578.166.827.800 Rp. 908.243.422.687.800

R 908 243 422 687 800

(3) Anggaran Transfer ke (3) Anggaran Transfer ke Rp. 19.527.593.350.000

Daerah Daerah

Rp. 392.980.298.478.200 Rp. 412.507.891.828.200

(4) Jumlah Anggaran Belanja (4) Jumlah Anggaran Belanja Rp. 91.192.849.210.000

Negara TA 2011 Negara TA 2011

Rp. 1.229.558.465.306.000 Rp. 1.320.751.314.516.000









dadang-solihin.blogspot.com 36

gg j

Anggaran Belanja Pemerintah Pusat

Pasal 6: Ketentuan Pasal 6 ayat (2), ayat (3), ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) diubah

UU 10/2010 UU 11/2011 Perubahan

(2) Belanja Pemerintah Pusat (2) Belanja Pemerintah Pusat Rp. 71.665.255.860.000

menurut organisasi menurut organisasi

Rp. 836.578.166.827.800

p Rp. 908.243.422.687.800

p

(3) Belanja Pemerintah Pusat (3) Belanja Pemerintah Pusat Rp. 71.665.255.860.000

menurut fungsi menurut fungsi

Rp. 836.578.166.827.800 Rp. 908.243.422.687.800

(4) Belanja Pemerintah Pusat (4) Belanja Pemerintah Pusat Rp. 71.665.255.860.000

menurut jenis belanja menurut jenis belanja

Rp. 836.578.166.827.800 Rp. 908.243.422.687.800



• Perubahan lebih lanjut belanja kementerian negara/lembaga (K/L) sebagai akibat

adanya anggaran belanja tambahan (ABT) sebesar Rp 29.086.167.268.096,00

termasuk anggaran untuk:

1. penerapan reward sebesar Rp 295.525.363.000,00

2. Penerapan punishment sebesar Rp 1.641.170.000,00

yang dibahas bersama antara DPR dan Pemerintah.

• Perubahan anggaran belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2011 di atas dirinci

lebih lanjut dalam Surat Penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian

g

Negara/Lembaga (g (SP RKA-K/L).)

dadang-solihin.blogspot.com 37

Subsidi Bahan Bakar

Pasal 7: Ketentuan Pasal 7 ayat (1) dan ayat (4) diubah, di antara ayat (1) dan ayat (2)

disisipkan 1 (satu) ayat, yakni ayat (1a), ayat (2) tetap, dan penjelasan ayat (2) diubah:



UU 10/2010 UU 11/2011 Perubahan

(1) Subsidi BBM jenis (1) Subsidi BBM jenis Perkiraan Jumlah

tertentu dan LPG 3 kg tertentu dan LPG 3 kg

p

Rp. 95.914.180.000.000 p

Rp. 129.723.580.000.000

(1a) Subsidi BBM jenis

tertentu dan LPG 3 kg

sudah termasuk subsidi

PPN









dadang-solihin.blogspot.com 38

Subsidi Listrik

Pasal 8: Ketentuan Pasal 8 ayat (1) diubah, di antara ayat (1) dan ayat (2) disisipkan 1

(satu) ayat, yakni ayat (1a), ayat (2) tetap, dan penjelasan ayat (2) diubah:



UU 10/2010 UU 11/2011 Perubahan

(1) Subsidi Listrik TA 2011 (1) Subsidi Listrik TA 2011 Rp. 24.865.115.788.000

diperkirakan diperkirakan

p

Rp. 40.700.000.000.000 p

Rp. 65.565.115.788.000

(1a) Subsidi listrik sudah

termasuk pembayaran

kekurangan subsidi listrik

tahun 2009 (audited)

sebesar

Rp. 4.580.473.788.000









dadang-solihin.blogspot.com 39

p

Subsidi Pupuk

Pasal 10: Ketentuan Pasal 10 ayat (1) diubah, di antara ayat (1) dan ayat (2) disisipkan 1

ayat

(satu) ayat, yakni ayat (1a)



UU 10/2010 UU 11/2011 Perubahan

(1) Subsidi Pupuk TA 2011 (1) Subsidi Pupuk TA 2011 Rp 3.535.995.091.000

Rp. 3 535 995 091 000

diperkirakan diperkirakan

Rp.15.267.030.111.000 Rp. 18.803.025.202.000

Subsidi P p k s dah

(1a) S bsidi Pupuk sudah

termasuk pembayaran

kekurangan subsidi pupuk tahun

2009 (audited) sebesar

Rp. 1.967.601.852.000 dan

termasuk realokasi kekurangan

bayar subsidi pupuk TA 2008

(audited) sebesar

Rp.458.423.350.000 dari bagian

anggaran belanja lainnya

(BA999.08) ke bagian anggaran

belanja subsidi (BA 999.07)





dadang-solihin.blogspot.com 40

Subsidi Lain

( p)

Perkiraan Jumlah (Rp.)

Pasal

P l S b idi

Subsidi

UU 10/2010 UU 11/2011 Perubahan

12 Subsidi dalam rangka 1.877.494.574.000 1.849.403.651.000 28.090.923.000

ke ajiban pela anan

kewajiban pelayanan

umum/public service

obligation (PSO) dalam

Tahun Anggaran 2011

gg

13 Subsidi bunga kredit 2.618.239.000.000 1.866.248.000.000 7.5199.1000.000

program dalam Tahun

Anggaran 2011

14 Subsidi pajak ditanggung 14.750.000.000.000 4.000.000.000.000 10.750.000.000.000

Pemerintah (DTP) dalam

Tahun Anggaran 2011









dadang-solihin.blogspot.com 41

S bsidi

Belanja Subsidi

Pasal 15: Ketentuan Pasal 15 ayat (1) diubah, ayat (2), dan ayat (3) dihapus



UU 10/2010 UU 11/2011

(1) Belanja subsidi dapat disesuaikan (1) Belanja Subsidi dapat disesuaikan

dengan kebutuhan realisasi pada dengan kebutuhan realisasi pada

tahun anggaran berjalan untuk tahun anggaran berjalan untuk

g p

mengantisipasi deviasi realisasi g p

mengantisipasi deviasi realisasi

asumsi ekonomi makro, asumsi ekonomi makro dan

berdasarkan kemampuan negara perubahan parameter subsidi,

berdasarkan kemampuan keuangan

negara.

(2) – dihapus –

(3) – dihapus –





dadang-solihin.blogspot.com 42

Penanggulangan Lumpur Sidoarjo

P l L Sid j

Pasal 18: Ketentuan Pasal 18 ayat (1) diubah

UU 10/2010 UU 11/2011

(1) Dana pada Badan Penanggulangan Lumpur (1) Dana pada Badan Penanggulangan Lumpur

Sidoarjo (BPLS) Tahun Anggaran 2011, dapat Sidoarjo (BPLS) Tahun Anggaran 2011, dapat

digunakan untuk: digunakan untuk:

• Melunasi kekurangan pembayaran • Melunasi kekurangan pembayaran

b li

pembelian tanah h b li

pembelian tanah h

• Bantuan kontrak rumah • Bantuan kontrak rumah

• Tunjangan hidup dan biaya evakuasi di • Tunjangan hidup dan biaya evakuasi di

luar peta terdampak pada tiga desa luar peta terdampak pada tiga desa

(Desa Besuki, Desa Kedung Cangkring, (Desa Besuki, Desa Kedung Cangkring,

dan Desa Pejarakan) dan Desa Pejarakan)

• Bantuan kontrak rumah, tunjangan hidup • Bantuan kontrak rumah, tunjangan hidup

Biaya evakuasi

• Bi k i Biaya evakuasi

• Bi k i

• Relokasi pada sembilan rukun tetangga • Relokasi

di tiga desa (Desa Siring Barat, Desa • Pembayaran pembelian tanah dan

Jatirejo, dan Desa Mindi)

j ) bangunan pada sembilan rukun

g p

tetangga di tiga desa (Desa Siring Barat,

Desa Jatirejo, dan Desa Mindi).







dadang-solihin.blogspot.com 43

1/3

1/3

Optimalisasi Anggaran

Pasal 20: Ketentuan Pasal 20 ayat (1) diubah, di antara ayat (1) dan ayat (2) disisipkan 2

(dua) ayat, yakni ayat (1a) dan ayat (1b), dan ditambahkan 1 (satu) ayat, yakni ayat (6)

UU 10/2010 UU 11/2011

(1) Dalam rangka efisiensi dan efektivitas (1) Dalam rangka efisiensi dan efektivitas

pelaksanaan anggaran belanja tahun pelaksanaan anggaran belanja Tahun

2010, kementerian negara/lembaga Anggaran 2010, kementerian

(K/L) yang tidak sepenuhnya negara/lembaga (K/L) yang melakukan

melaksanakn anggaran belanja tahun optimalisasi anggaran belanja pada

b i telah ditetapkan,

2010 sebagaimana t l h dit t k Tahun A

T h Anggaran 2010 d dapatt

anggaran yang tidak terserap tersebut menggunakan hasil optimalisasi

akan menjadi faktor pengurang dalam anggaran belanja tersebut pada Tahun

t l k i

penetapan alokasi anggaran pada d A l j t

Anggaran 2011 yang selanjutnya

Tahun Anggaran 2011 disebut dengan penghargaan atau

reward.









dadang-solihin.blogspot.com 44

2/3

Optimalisasi Anggaran

Pasal 20: Ketentuan Pasal 20 ayat (1) diubah, di antara ayat (1) dan ayat (2) disisipkan 2

ayat, (1b), ayat

(dua) ayat yakni ayat (1a) dan ayat (1b) dan ditambahkan 1 (satu) ayat, yakni ayat (6)



UU 10/2010 UU 11/2011

(1a) Tata cara penetapan hasil optimalisasi

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur

lebih lanjut oleh Pemerintah

tidak h l k

(1b) KL yang tid k sepenuhnya melaksanakank

anggaran belanja TA 2010 sebagaimana telah

ditetapkan, anggaran yang tidak terserap

tersebut akan menjadi faktor pengurang

dalam penetapan alokasi anggaran pada TA

2011









dadang-solihin.blogspot.com 45

3/3

Optimalisasi Anggaran

Pasal 20: Ketentuan Pasal 20 ayat (1) diubah, di antara ayat (1) dan ayat (2) disisipkan 2

(dua) t k i

(d ) ayat, yakni ayat (1a) dan ayat (1b), d dit b hk 1 ( t ) ayat, yakni ayat (6)

t (1 ) d t (1b) dan ditambahkan (satu) t k i t

UU 10/2010 UU 11/2011

(6) Dalam rangka penggunaan hasil

optimalisasi belanja K/L Tahun

Anggaran 2010 pada Tahun Anggaran

2011 (reward) Pemerintah dapat

menggunakan SAL atau penyesuaian

belanja negara.









dadang-solihin.blogspot.com 46

Transfer Daerah

Pasal 25: Ketentuan Pasal 25 ayat (2) dan ayat (3) diubah

Perkiraan Jumlah (Rp.)

No. Transfer Daerah

UU 10/2010 UU 11/2011 Perubahan

1. Dana Perimbangan 334.324.012.145.000 347.538.605.495.000 1.321.459.3350.000





2. Dana Otonomi Khusus dan 58.656.286.333.200 64.969.286.333.200 60313.000.000.000

penyesuaian









dadang-solihin.blogspot.com 47

Dana Perimbangan

g 1/3

1/3

Pasal 26: Ketentuan Pasal 26 ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (6) diubah, ayat (5)

dihapus penjelasan ayat (4), dan ayat (6) diubah, ayat (13) tetap dan penjelasan ayat (13)

dihapus, (4) diubah tetap,

diubah



No. Dana Perkiraan Jumlah

1 Dana Bagi Hasil Rp 96.772.092.547.000,00

termasuk kurang bayar DBH PPh, Pajak Bumi dan

(PBB)

Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah

dan Bangunan (BPHTB), dan Cukai Hasil

Tembakau, serta DBH SDA minyak bumi, gas bumi,

umum kehutanan, perikanan,

pertambangan umum, kehutanan perikanan dan

pertambangan panas bumi

2 Dana Alokasi Umum : Rp 225.533.712.048.000,00

t kk k i itif t daerah

termasuk koreksi positif DAU atas 12 d h

Kab/Kota sebesar Rp887.223.000,00)

3 Dana Alokasi Khusus: Rp 25.232.800.900.000,00

termasuk koreksi positif DAK untuk 8 Kab/Kota

sebesar Rp900.000,00)





dadang-solihin.blogspot.com 48

2/3

Dana Perimbangan

• Petunjuk teknis pelaksanaan DAK Pendidikan harus terlebih dahulu

dikonsultasikan/mendapatkan

• Persetujuan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan sebagaimana

diatur dalam Pasal 15 ayat (5) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003

g g g

tentang Keuangan Negara.

• Untuk menjamin efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitasnya, maka

pelaksanaan DAK Pendidikan harus menggunakan metode pengadaan

b dan jasa yang mengacu k

barang d j d k i

kepada mekanisme sesuai d i dengan

peraturan perundangan dan tidak dalam bentuk block grant/hibah ke

penerima manfaat atau sekolah.

• Dalam hal pagu atas perkiraan alokasi DBH yang ditetapkan dalam Tahun

Anggaran 2011 tidak mencukupi kebutuhan penyaluran atau realisasi

2011,

melebihi pagu dalam Tahun Anggaran 2011 Pemerintah menyalurkan

alokasi DBH berdasarkan realisasi penerimaan sesuai ketentuan peraturan

perundang-undangan.



dadang-solihin.blogspot.com 49

3/3

Dana Perimbangan

• Dalam hal terdapat sisa realisasi penerimaan yang belum

dibagihasilkan sebagai dampak belum teridentifikasinya daerah

penghasil, Menteri Keuangan menempatkan sisa penerimaan

dimaksud sebagai dana cadangan dalam rekening Pemerintah.

• Dana cadangan dialokasikan berdasarkan selisih pagu dalam satu

tahun anggaran dengan penyaluran DBH triwulan I sampai dengan

triwulan IV Tahun Anggaran 2011.

gg

• Tata cara pengelolaan dana cadangan dalam rekening Pemerintah

diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.

• Perhitungan dan pembagian lebih lanjut mengenai dana

perimbangan dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-

Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.



dadang-solihin.blogspot.com 50

1/3

1/3

Kh s s

Dana Otonomi Khusus

• Pasal 27: Ketentuan Pasal 27 ayat (1) huruf b ditambah 1 (satu) angka

yakni angka 7, dan ayat (3) diubah, setelah ayat (10) ditambah 2 (dua) ayat

k i t dan t

yakni ayat 11 d ayat 12

• Dana otonomi khusus dan penyesuaian terdiri atas:

1.

1 Dana Otonomi Khusus

2. Dana Penyesuaian, yang terdiri atas:

a. Dana Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah

(PNSD);

b. Dana Insentif Daerah (DID);

c. Tunjangan Profesi Guru (TPG);

d B t O i l S k l h (BOS);

d. Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

e. Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID);

f. Kurang Bayar Dana Sarana dan Prasarana Infrastruktur Provinsi

Papua B t Tahun Anggaran 2008; d

P Barat T h A 2008 dan

g. Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID).





dadang-solihin.blogspot.com 51

Dana Otonomi Khusus 2/3

No. Dana Perkiraan Jumlah

1 Dana Otonomi Khusus Rp 10.421.312.993.000,00

2 Dana Penyesuaian Rp 54.547.973.340.200,00

• D Tambahan Penghasilan G

Dana T b h P h il Guru P

Pegawai N

i Negeri Si il

i Sipil Rp 3.696.177.700.000,00

R 3 696 177 700 000 00

Daerah (PNSD)

• Dana Insentif Daerah (DID) Rp 1.387.800.000.000,00

• Tunjangan Profesi Guru (TPG) Rp 18.537.689.880.200,00

• Bantuan Operasional Sekolah (dibayarkan melalui mekanisme Rp16.812.005.760.000,00

transfer ke daerah)

• Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) Rp 7.700.800.000.000,00

• kurang bayar dana sarana dan prasarana infrastruktur Provinsi Rp 100.500.000.000,00

p gg

Papua Barat Tahun Anggaran 2008

• Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID), Rp 6.313.000.000.000,00

terdiri dari:

1. Infrastruktur Pendidikan sebesar Rp 613.000.000.000,00

2. Infrastruktur Kawasan Transmigrasi sebesar

Rp500.000.000.000,00

3. Infrastruktur Lainnya sebesar Rp5.200.000.000.000,00



dadang-solihin.blogspot.com 52

Dana Otonomi Khusus 3/3



• Dana insentif daerah dalam rangka pelaksanaan fungsi pendidikan yang dialokasikan

kepada daerah dengan mempertimbangkan kriteria tertentu.

• Pemerintah daerah penerima dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah

dapat melaksanakan program d k i t

d t l k k d h l i t t

dan kegiatannya mendahului penetapan peraturan

daerah tentang Perubahan APBD, dengan cara:

1. menetapkan peraturan kepala daerah tentang perubahan penjabaran APBD

dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada pimpinan DPRD

2. menyusun Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-

SKPD)

)

3. mengesahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat

Daerah (DPA-SKPD) sebagai dasar pelaksanaannya, untuk selanjutnya

APBD.

ditampung dalam peraturan daerah tentang Perubahan APBD

• Dalam hal pemerintah daerah telah menetapkan peraturan daerah tentang APBD

maupun peraturan daerah tentang Perubahan APBD, atau karena tidak melakukan

APBD,

Perubahan APBD maka tetap dapat melaksanakan program/kegiatan dengan

melakukan prosedur seperti tersebut di atas dan menyampaikan dalam Laporan

Realisasi Anggaran (LRA) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.



dadang-solihin.blogspot.com 53

Anggaran Pendidikan

• Pasal 28: Ketentuan Pasal 28 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diubah

• gg pendidikan sebesar Rp266.940.602.903.200,00

Anggaran p p ,

• Persentase anggaran pendidikan adalah sebesar 20,2% yang

merupakan perbandingan alokasi anggaran pendidikan terhadap

total anggaran belanja negara sebesar

Rp1.320.751.314.516.000,00

• D l l k i didik termasuk d

Dalam alokasi anggaran pendidikan t b

k dana pengembangan

pendidikan nasional sebesar Rp2.617.700.000.000,00 yang

penggunaannya diatur sesuai dengan ketentuan p

p gg y g peraturan

perundang-undangan.









dadang-solihin.blogspot.com 54

1/2

1/2

Defisit Anggaran

• Pasal 29: Ketentuan Pasal 29 ayat (1) dan ayat (2) diubah, ayat (3)

tetap, dan penjelasan ayat (3) diubah

• Jumlah anggaran pendapatan negara dan hibah Tahun Anggaran

2011 diperkirakan sebesar Rp1.169.914.639.272.000,00

• Jumlah tersebut lebih kecil daripada jumlah anggaran belanja

negara yang diperkirakan sebesar Rp1.320.751.314.516.000,00

• Dalam T h A

D l t d t d fi it

Tahun Anggaran 2011 terdapat defisit anggaran yang

diperkirakan sebesar Rp150.836.675.244.000,00 yang akan dibiayai

dari pembiayaan defisit anggaran.

p y gg









dadang-solihin.blogspot.com 55

2/1

Defisit Anggaran

• Pembiayaan defisit anggaran Tahun Anggaran 2011 diperoleh dari

sumber-sumber:

1. Pembiayaan Dalam Negeri diperkirakan sebesar

Rp153.613.307.023.000,00

2. Pembiayaan Luar Negeri Neto diperkirakan sebesar negatif

Rp2.776.631.779.000,00









dadang-solihin.blogspot.com 56

Pasal Sisipan

• Pasal 29A antara Pasal 29 dan Pasal 30

• Pasal 36A antara Pasal 36 dan Pasal 37





Pasal 29A Pasal 36A

• Menteri Keuangan diberikan • Jika terjadi pembalikan (reversal) dana asing dari pasar

kewenangan untuk mengalokasikan SBN domestik secara signifikan yang membahayakan

anggaran kewajiban penjaminan pembiayaan APBN dan stabilitas pasar keuangan

Pemerintah. domestik, Pemerintah dengan persetujuan DPR

• Kewenangan tersebut dilakukan diberikan kewenangan menggunakan SAL untuk

dengan persetujuan DPR. melakukan stabilisasi pasar SBN domestik setelah

• Anggaran kewajiban penjaminan memperhitungkan kebutuhan anggaran sampai dengan

Pemerintah sebagaimana

g akhir tahun anggaran berjalan dan awal tahun

diperhitungkan sebagai b ik t

berikutnya.

piutang/tagihan kepada entitas • Jumlah penggunaan SAL dilaporkan dalam Laporan

terjamin atau belanja K/L. Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2011.



dadang-solihin.blogspot.com 57

Perubahan Pasal 30

UU 10/2010 UU11/2011

Penyertaan modal negara pada 1. Penyertaan modal negara pada

organisasi/lembaga keuangan organisasi/lembaga keuangan

internasional yang akan dilakukan internasional dan Penyertaan Modal

Negara (PMN) lainnya yang akan

dan/atau telah tercatat pada Laporan

dilakukan dan/atau telah tercatat

Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP)

g ( )

pada Laporan Keuangan Pemerintah

sebagai Investasi Permanen Pusat (LKPP) sebagai Investasi

Penyertaan Modal Negara, Permanen Penyertaan Modal

ditetapkan untuk dijadikan Negara, ditetapkan untuk dijadikan

penyertaan modal negara pada penyertaan modal negara pada

organisasi/lembaga keuangan

g g g organisasi/lembaga keuangan

internasional tersebut. internasional dan Penyertaan Modal

Negara (PMN) lainnya tersebut.

2.

2 Pelaksanaan pada ayat 1 ditetapkan

dengan Peraturan Pemerintah.





dadang-solihin.blogspot.com 58

dadang-solihin.blogspot.com 59


Related docs
Other docs by Dadang Solihin
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!