Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

TUGAS GEOLOGI STRUKTUR_1_

VIEWS: 167 PAGES: 4

									TUGAS GEOLOGI STRUKTUR

NAMA : ARKI NANDA

NIM              : 101.101.045




Soal :
Sebutkan macam-macam rekahan pada batuan ! Penjelasan harap disertai gambar & acuan
pustaka yang relevan !
Secara Teoritis, tegasan geser (Shearing Stress ) terjadi secara maksimal pada bidang-bidang
bersudut 450 dengan proses tegasan utamaterbesar dan terkecil dan berpotongan pada poros
menengah, namunkenyataannya di lapangan sudut antara 2 tegangan geser besarnya kurang
dari 300. Faktor Geologi apa yangmengontrol sifat karakter batuan tersebut ??
Jawab
Macam-macam Rekahan atau Kekar :
   1. Stress Uniform
         Yaitu stress yang menekan dengan besaran yang sama dari segala arah. Dalam batuan
         dinamakan confining stress karena setiap tubuh batuan dalam litosfir dibatasi oleh batuan
         disekitarnya dan ditekan secara merata (Uniform) oleh berat batuan diatasnya.
   2. Stress Differensial
         Yaitu stress yang menekan tidak dari semua jurusan dengan besaran yang sama. Dalam
         sistem ortogonal dapat diuraikan menjadi stress utama, yang maksimum, yang menengah dan
         yang paling kecil besarannya. Biasanya differential stress ini yang mendeformasi batuan dan
         dikenal 3 jenis differential stress yaitu tensional stress, compression stress dan shear stress.


         • Tensional Stress
         Arahnya berlawanan pada satu bidang, dan sifatnya menarik (stretch) batuan dan dapat
         mengakibatkan batuan mengalami peregangan atau mengencang.


         • Compression Stress
         Arahnya berhadapan serta memampatkan atau menekan batuan pada kerak bumi dan
         mengakibatkan batuan mengalami penekanan.
   • Shear Stress
   Shear stress bekerja berlawanan arah, tidak dalam satu bidang, sehingga menyebabkan
   tergesernya dan berpindahnya batuan.
   Uniform atau differensial stress yang menyebabkan terdeformasinya litosfir diakibatkan oleh
   gaya-gaya tektonik yang bekerja sepanjang waktu. Batuan yang terkena stress mengalami
   regangan atau perubahan bentuk dan atau volume dalam keadaan padat yang disebut strain
   atau regangan.




   Pada dasarnya apabila kerak bumi atau batuan mengalami penambahan stress akan
   terdeformasi melalui tiga tahap secara berurutan, yaitu :
1. Elastic Deformation
        Secara umum terjadi terjadi apabila sifat gaya tariknya dapat berbalik (reversible). Begitu
   stress hilang, batuan kembali kebentuk dan volume semula. Seperti karet yang ditarik akan
   melar tetapi jika dilepas akan kembali ke panjang semula. Elastisitas ini ada batasnya yang
   disebut elastic limit, yang apabila dilampaui batuan tidak akan kembali pada kondisi awal. Di
   alam tidak pernah dijumpai batuan yang pernah mengalami deformasi elastis ini, karena tidak
   meninggalkan jejak atau bekas, karena kembali ke keadaan semula, baik bentuk maupun
   volumenya. Sir Robert Hooke (1635-1703) adalah orang pertama yang memperlihatkan
   hubungan antara stress dan strain yang sesuai dengan batuan Hukum Hooke mengatakan
   sebelum melampaui batas elastisitasnya hubungan stress dan strain suatu material adalah
   linier.
2. Ducite
        Terjadi apabila sifat gaya tariknya tidak dapat kembali lagi (irreversible). Untuk
   mempermudah penjelasan dapat dilihat dari diagram strain-stress gambar 2.2, mula-mula
   kurva stress-strain naik tajam sepanjang daerah elastis sampai pada elastis limit, kurvanya
   mendatar. Penambahan stress menyebabkan terjadinya deformasi ductile. Bila proses stress
   dihentikan pada titik awal deformasi elasits, maka akan kembali sedikit kearah semula.
   3. Fracture
            Apabila gaya tariknya yang tidak kembali lagi ketika batuan pecah/retak. Deformasi
        rekah (fracture deformation) dan lentur (ductile deformation) adalah sama, menghasilkan
        regangan (strain) yang tidak kembali ke kondisi semula.




    Tegasan-tegasan geser secara teoritis besarnya akan maksimum pada bidang-bidang yang
membuat sudut 450 dengan poros tegasan utama terbesar dan terkecil dan berpotongan pada
poros menengah, tetapi dalam kenyataannya sudut antara 2 rekahan geser itu besarnya kurang
dari 900.


                                         Sumbu Tegasan
    Bila suatu tegasan tekanan (direct stress) dikenakan pada suatu batuan, maka rekahan
geser (shearing stress) akan terjadi dengan arah yang sejajar dengan 2 bidang dimana tegasan
gesernya bekerja paling maksimal, dan pada saat yang sama tegasan normal adalah yang
paling kecil.

    Pergeseran pada bidang geser ini hanya mungkin terjadi bila tahanan dalamnya dapat
dilampaui, ini berarti bahwa patahan tidak akan terjadi pada bidang-bidang yang membuat
sudut 450, tetapi pada suatu bidang dimana terdapat perbandingan yang paling besar antara
komponen geser, tahanan dalam dan persenyawaan molekul (kekuatan bahan).




Sumber : -      http://www.scribd.com/doc/50589767/TEORI-MENGENAI-PEMBNTUKAN-
REKAHAN-PADA-BATUAN

           -    http://xaudiostone.blogspot.com/2011_01_01_archive.html

								
To top