Ujian Kompetensi Nasional Welding Inspector
sabandi ismadi
Rekan WI seluruh Indonesia …
API / IWS serta LSP las akan mengadakan sertifikasi Nasional sesuai dengan SKKNI untuk
Welding inspector terlampir adalah informasi berikut…
Admin Migas Swastioko.Budhi@indosat.net.id
Attachment kiriman Pak Sabandi Ismadi terlampir.
Attachment : Undangan Uji Kompetensi.pdf
sidiq margianto
Pak Sabandi Ysh,
Mohon infonya:
1. Apakah SKKNI itu?
2. Adakah keuntungan para WI (freelance) dengan mengikuti ujian kompetensi ini di "pasaran"?
Budi, Tomi Aprila (PTI - SOR) TomiAprila.Budi@ valeinco. Com
P' Sabandi,
Menambahkan lagi dari P' Sidiq :
3. Apakah dengan mengikuti SKKNI/Uji kompetensi ini, akankah nantinya ada range salary bagi
para WI di Indonesia sesuai dengan pengalaman yang ada seperti :
-. Fresh Grad WI ----> Salary..?
-. Exp. 1~5 th WI -----> Salary..?
-. Exp. > 5 th ------> Salary.?
Karena saya lihat, baik yang fresh maupun yang sudah experience ndak ada bedanya mengenai
pengaturan salary untuk WI di Indonesia.
Mohon maaf jika pertanyaan saya ini salah.
DARMAYADI darma_yadi@yahoo.com
Saya coba jawab lagi pertanyaan bpk. Tomi
Apakah dengan mengikuti SKKNI/Uji kompetensi ini, akankah nantinya ada range salary bagi para
WI di Indonesia sesuai dengan pengalaman yang ada seperti :
-. Fresh Grad WI ----> Salary..?
-. Exp. 1~5 th WI -----> Salary..?
-. Exp. > 5 th ------> Salary.?
BNSP atau LSP tidak mengatur gaji seseorang yang dikualifikasinya. Yang mengatur gaji itu
adalah kesepakatan bersama antara pemberi kerja dengan pekerja itu. Negosiasi lah......
Karena saya lihat, baik yang fresh maupun yang sudah experience ndak ada bedanya mengenai
pengaturan salary untuk WI di Indonesia.
Mohon maaf jika pertanyaan saya ini salah.
danang jatmika [mailto:emailku_emailku@yahoo.com]
Saya kok berfirasat habis ini akan ada juga SKKNI Welding Engineer, NDT technician dan lain
sebagainya....
bagaimana dengan Crane Inspector migas ato depnaker Pressure Vessel Inspector migas ato
depnaker blom kompetensi yang lain2.
mana yang nanti bisa diakui kewenangannya.
sekalian dong SKKNI nya dibuat yang komplet-plet dan sosialisasinya yang bagus pula biar kita ini
kerja dengan tenang n profesional.
sabandi ismadi sabandi.ismadi@gammabuana.co.id
Pa Danang yth,…
Semestinya dalam Negara ini tidak ada benteng2 departemen…..migas,deprin dan depnaker mesti
ada pengakuan bersama…seperti di amerika sana semua dept mengakui ASME sebagai rule utk
pressure vessel dan Boiler…..,API, AWS pun mereka salaing mereference satu sama lain…
Hal inilah yang perlu kita sadarkan jangan krn kepentingan mereka sehingga kita …sebagai
pengguna harus sertifikasi a,b,c utk pekerjaan yg sejenis…
Missal saja welder maka system scheme cukup LSP yang diakui di dunia otomotif, migas dan
depnaker….kita tidk perlu melakukan sertifikasi….ketiga dept tersebut bila LSP sebagai bagian
dari akreditasi nasional…..hal inilah yang kita mulai perjuangkan…..pemerintah hanya regulator /
wasit tdk boleh menjadi pemain …..perjuangan ini tidak ada artinya tanpa support dari rekan2
semua….
dhian rachmawan dhian80@yahoo.co.id
semua...
Saya juga alumnus sala satu cert WI juga tapi kadang kala kita saat kerja disuatu intansi selalu
ditanyakan WI BSNP ? a pa kelebihan wi bsnp???
Saran untuk qta semua sebaiknya lembaga yang mengadakan harus mempunyai standart
kelulusan serta keilmuan yang sama .Agar kelak lulusan tsb memang profesional dalam bidang
welding.
Dan ini suatu kenyataan saya pernah menguji wi baru dari sala satu lembaga tertentu untuk unjuk
kemampuan dlam pengunaan welding gate tidak bisa..... sangat memalukan !!!!!
sabandi ismadi sabandi.ismadi@gammabuana.co.id
Sudah ada pa standard mutunya dalam SKKNI…., TUK hanya tempat kompetensi untuk tempat
lembaga trainingnya bisa dimana saja ….
Kelebihan WI yang sudah terakreditasi adalah anda sudah diukur kompetensinya sesuai SKKNI
dan Pedoman BNSP 206…anda akan mendapatkan sertifikat kompetensi dan berlogo Lambang
Garuda….sertifikat ini hanya dikeluarkan oleh BNSP dan LSP Las….TUK hanya tempat UJI
Kompetensi yang mempunyai Accesor penguji yang sudah terakreditasi BNSP…
igustias@technip.com
Dari jawaban2 yang diberikan Pak Darmayadi dan Pak Subandi sebelumnya, ada beberapa hal
yang ingin saya perjelas?
1. Bahwa B4T sekarang telah menjadi salah satu TUK.
Apakah artinya juga yang telah di akreditasi BNSP dan LSP Las?
Jika demikian lulusan B4T setelah badan tersebut diakreditasi tidak lagi memerlukan uji
kompetensi dan saat lulus juga mendapat sertifikat yang dikeluarkan oleh BNSP dan LSP las?
Untuk lulusan B4T sebelum diakreditasi, untuk mendapatkan sertifikat dari BNSP haruskah
mengikuti uji kompetensi di TUK?
Dan bila LSP Las ini bisa berjalan dengan baik, artinya ada baiknya semua sekolah WI di
Indonesia telah di sertifikasi oleh BNSP dan LSP Las sehingga saat lulus telah lulus dengan
standard mutu SKKNI dan Pedoman BNSP 206?
2. Apakah sertifikat kompetensi ini memiliki masa berlaku, yang wajib untuk di ujikan kembali bila
masanya telah habis?
Bagaimana prosedurnya? apakah dengan ujian yang sama saat awal atau cukup dengan
menyertakan esai pengalaman kerja yang telah dilaksanakan setelah disertifikasi (seperti yang
dilakukan oleh
CSWIP)?
3. Mudah-mudah apa yang diperjuangkan oleh API untuk menjadikan LSP sebagai bagian dari
akreditasi nasional terwujud, sehingga kita tidak perlu melakukan sertifikasi dari berbagai
departemen. Dan mudah-mudahan bisa disusul oleh bidang-bidang lain yang masih melakukan
double sertifikasi.
Menurunkan harga produksi dan menghasilkan produk yang kompetitif di pasaran dunia. Saya
mendukung untuk masa depan yang lebih baik.
4. Mengenai TWI dgn CSWIP nya dan AWS dgn CWI nya harus dual certification dengan ANB
owner country adalah terobosan yang bagus pak. Semoga dihasilkan format yang terbaik
sehingga kami sebagai orang-orang yang memerlukan tidak menjadi keberatan.
Misal harga sertifikasi tersebut jadi mahal, :)
Dan untuk Pak Sabandi, jangan lupa untuk di share hasil dari IIW meeting tersebut untuk
menambah wawasan kita semua.
Terima kasih
sabandi ismadi sabandi.ismadi@gammabuana.co.id
[mailto:igustias@technip.com]
Sent: Thursday, April 23, 2009 11:39 AM
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: RE: [Oil&Gas] RE: [ Milis API_IWS ] Ujian Kompetensi Nasional Welding Inspector
Dari jawaban2 yang diberikan Pak Darmayadi dan Pak Subandi sebelumnya,
ada beberapa hal yang ingin saya perjelas?
1. Bahwa B4T sekarang telah menjadi salah satu TUK. / terakhir kali B4T on proses belum lulus
LSP akreditasi.
Apakah artinya juga yang telah di akreditasi BNSP dan LSP Las? Sudah di audit, Quality Manual
,SOP dll dan dinyatakan lulus.
Jika demikian lulusan B4T setelah badan tersebut diakreditasi tidak lagi memerlukan uji
kompetensi / B4T dibakreditasi juga sebagai TUK dan peserta yg sudah siap utk Ujian kompetensi
di uji oleh TIM Accessor dari LSP Las/ TUK lainya (yg dapat penunjukan dari LSP Las) karena
accesor di B4T hanya boleh sebagai assessor pendamping tdk boleh sebagai penguji , sama juga
dgn Welding Study Center assesornya hanya sebagai assessor pendamping saja sedang penguji
dari LSP atau TUK yg lain (tidak boleh penguji dalam 1 TUK).
dan saat lulus juga mendapat sertifikat yang dikeluarkan oleh BNSP dan LSP las? Ya….cert
Kompetensi Nasional…Logo Garuda dan No.urut dari BNSP serta teregister di BNSP…
Untuk lulusan B4T sebelum diakreditasi, untuk mendapatkan sertifikat dari BNSP haruskah
mengikuti uji kompetensi di TUK? Ya….mesti ujian kompetensi di TUK (Bisa WSC atau lainya yg
mempunyai akkreditasi WI dari LSP karena ada juga TUK yang khusus utk kompetensi Welder
seperti BLK di seluruh Indonesia saat ini..)
Dan bila LSP Las ini bisa berjalan dengan baik, artinya ada baiknya semua sekolah WI di
Indonesia telah di sertifikasi oleh BNSP dan LSP Las sehingga saat lulus telah lulus dengan
standard mutu SKKNI dan Pedoman BNSP 206? Betul harapanya demikian dan ada kesetaraan
kompetensi….
2. Apakah sertifikat kompetensi ini memiliki masa berlaku, yang wajib untuk di ujikan kembali bila
masanya telah habis? Masa berlaku 3 tahun dan mesti ujian ulang setelah habis
Bagaimana prosedurnya? apakah dengan ujian yang sama saat awal atau cukup dengan
menyertakan esai pengalaman kerja yang telah dilaksanakan setelah disertifikasi (seperti yang
dilakukan oleh CSWIP)? ujian ulang kompetensi (re-examination)
3. Mudah-mudah apa yang diperjuangkan oleh API untuk menjadikan LSP sebagai bagian dari
akreditasi nasional terwujud, sehingga kita tidak perlu melakukan sertifikasi dari berbagai
departemen. Dan mudah-mudahan bisa disusul oleh bidang-bidang lain yang masih melakukan
double sertifikasi. Insya allah pa…perlu dukunganya…dari insane pengelasan Indonesia….
Menurunkan harga produksi dan menghasilkan produk yang kompetitif di pasaran dunia. Saya
mendukung untuk masa depan yang lebih baik.
4. Mengenai TWI dgn CSWIP nya dan AWS dgn CWI nya harus dual certification dengan ANB
owner country adalah terobosan yang bagus pak.
Semoga dihasilkan format yang terbaik sehingga kami sebagai orang-orang yang memerlukan
tidak menjadi keberatan. Misal harga sertifikasi tersebut jadi mahal, :)
Dan untuk Pak Sabandi, jangan lupa untuk di share hasil dari IIW meeting tersebut untuk
menambah wawasan kita semua.
Terima kasih
Kiagus Ismail Hamzah Mahbor hamzahmahbor@yahoo.com
Maaf pak budi,
saya gak mengerti dengan hal ini, dan apa manfaatnya dalam pekerjaan.
saya msh ingat, ujian yg terakhir pada kursus WI di B4T adalah ujian sertifikasi nasional WI oleh
API, dan selama mencari pekerjaan, gak pernah disyaratkan harus Welding Inspector yang
bersertifikasi nasional dari LSP/API/IWS, tapi harus CSWIP atau CWI
buat apa buang2 uang, waktu dan tenaga utk hal yg gak ada manfaatnya.
berbeda dengan Malaysia, misalnya; untuk bekerja sebagai painting inspector di proyek2
Petronas, harus IMM (institute of Material Malaysia) certified....justru sertifikasi NACE hanya
dianggap nilai tambah
kapan ya Indonesia bisa kayak gini..
DARMAYADI darma_yadi@yahoo.com
Temans,
Pertanyaan yang bagus dari rekan Hamzah Mahbor,
" Buat apa buang2 uang, waktu dan tenaga utk hal yg gak ada manfaatnya".
BNSP adalah Lembaga atau Badan yang dibentuk oleh pemerintah untuk melakukan sertifikasi
profesi. LSP adalah lembaga spesifik yang ditunjuk oleh BNSP untuk melaksanakan sertifikasi
tersebut sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI ) yang mana
SKKNI tersebut sudah disepakati dan di setujui oleh stake holder. Untuk pengelasan, Indonesia
sudah memiliki SKKNI- SMAW, Non SMAW ( SAW, GMAW, GTAW, FCAW dan OAW ). Untuk
Welding Inspector baru saja disepakati tahun 2008 dan nunggu disyahkan oleh Menaker-RI ).
Dengan adanya SKKNI ini, maka semua badan yang melakukan sertifikasi mengacu ke SKKNI
tersebut, seperti migas, depnaker, BKI dan lain2.
Apakah sertifikasi LSP ini berguna??? Untuk saat ini belum ..karena sosialisasinya tidak begitu
gencar. Tetapi..lambat laun insya allah akan berguna. Bagaimana dengan CWI, CSWIP dan
sertifikasi luar lainnya? Masih tetap laku..karena masih diperlukan oleh perusahaan pemakai. Saat
ini kita sebagai stake holder pengelasan sendiri mau tidak mengakui Sertifikat yang dilakukan oleh
LSP las ( BNSP ) tersebut?? Kalau tidak mau berarti kita sudah memberikan pintu masuk yang
selebar-lebarnya buat badan sertifikasi asing di Indonesia. Tujuan SKKNI dibuat oleh pemerintah
dan Asosiasi profesi salah satunya adalah agar badan sertifikasi asing ini tidak meraja lela seperti
sekarang. Jadi sebagai insan pengelasan Indonesia kita harus mulai untuk mengakui nya.
Mohon maaf kalau kepanjangan..
Kiagus Ismail Hamzah Mahbor hamzahmahbor@yahoo.com
Pak Darmayadi,
Menurut saya; bagaimana jika welding study center mengadakan ujian kompetensi dengan dual
certification, misalnya CSWIP3.1 dan IWS atau CWI-AWS dan IWS, tentu lebih berguna,,,
sabandi ismadi sabandi.ismadi@gammabuana.co.id
Ini sedang kita rancang pa…nantinya mrk dari luar minta dual certifikasi dgn kita API,…sekarang
API sedang akan membuat Letter of Aggremeent dgn AWS (American Welding Soceity) kemaren 1
minggu yang lalu saya dan Team API mendampingi team AWS dari amerika survey ke ITS dan
facility API di Jakarta…
Insya allah dalam waktu dekat sudah bisa berjalan tidak hanya WSC tapi , ITS dan facility lain pun
akan API naungi untuk kemajuan welding di Indonesia…
dhian rachmawan dhian80@yahoo.co.id
Trims atas tanggapan dari pihak poltek ITS yang selama ini mengadakan kursus tersebut.Tapi
yang menjadi pertanyaan bagaimana bagi lulusan sebelumya akan cert tesb? Terus saya
membrikan sedikit rembukan agar ujian saringan masuk maupun saat kursus benar2 terseleksi
agar mendapatkan yang terbaik.Salam untuk alumni WI XVIII.
igustias@technip.com
Salam las,
pak darmayadi saya mau tanya :
1. Apa Welding Study Center satu-satunya lembaga yang ditunjuk sebagai penguji Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI )?
2. Apakah Welding Study Center ini lembaga swasta?
3. Persyaratan menyatakan "telah memiliki sertificate WI dari tempat pelatihan yang sah",
batasannya sah apa ya pak?
Soalnya saya dulu bukan lulusan yang di Bandung
4. Merujuk pada sertifikasi insinyur di indonesia seperti Lembaga Penyelenggara Jasa Kostruksi,
bukankah sertifikasi biasanya dilakukan oleh asosiasi profesi itu sendiri yang kemudian tinggal
didaftarkan kepada lembaga yang dibentuk oleh pemerintah (dalam hal WI ini kepada BNSP).
CMIIW
Trimakasih sebelumnya atas pencerahannya.
DARMAYADI darma_yadi@yahoo.com
Pak Agung,
Saya jawab langsung pertanyaan anda dibawah :
> pak darmayadi saya mau tanya :
1. Apa Welding Study Center satu-satunya lembaga yang ditunjuk sebagai penguji Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI )?
Jawab :
Welding Study itu hanya salah satu tempat penyelenggara uji kompetensi ( TUK ), kalau ada
lembaga lain yang ingin menjadi tempat uji kompetensi bisa mengajukan diri ke LSP Las, untuk
disertifikasi sebagai TUK.
> 2. Apakah Welding Study Center ini lembaga swasta?
Jawab:
Yap, Welding Study 100% swasta.
> 3. Persyaratan menyatakan "telah memiliki sertificate WI dari tempat pelatihan yang sah",
batasannya sah apa ya pak?
Soalnya saya dulu bukan lulusan yang di Bandung
Jawab :
Yang saya tau, B4T juga sebagai salah satu dari sekian banyak TUK untuk jurusan Las.
> 4. Merujuk pada sertifikasi insinyur di indonesia seperti Lembaga Penyelenggara Jasa
Kostruksi, bukankah sertifikasi biasanya dilakukan oleh asosiasi profesi itu sendiri yang kemudian
tingga > didaftarkan kepada lembaga yang dibentuk oleh pemerintah (dalam hal WI ini kepada
BNSP) CMIIW
Jawab :
LSP las adalah lembaga yang dibentuk oleh Asosiasi Pengelasan Indonesia, Pemerintah, Swasta (
Industri Las ) dan para praktisi las.
sabandi ismadi sabandi.ismadi@gammabuana.co.id
Terima kasih pa Darmayadi sudah menjawab pertanyaan rekan2 semua saya tambahkan
WSC adalah salah satu dari TUK (Tempat Uji Kompetensi) / authorize examination center..yang di
akreditasi BNSP dan LSP Las , bisa saja nanti lebih dari satu TUK yang set up planning API dan
LSP bisa ada di Batam, Balikpapan, Surabaya dan Indonesia Timur...
Diharapkan LSP Las berjalan dengan baik dan ANB kita segera terwujud sehingga Negara kita
bisa merdeka dari penjajahan scheme Negara asing, alangkah sedihnya jika kita tidak merdeka di
Negara sendiri..hanya dalam bidang welding saja..
Jika ANB kita terbentuk maka TWI dgn CSWIP nya dan AWS dgn CWI nya harus dual certification
dengan ANB Negara kita (ANB owner country) mereka tidak boleh melakukan sertifikasi proses
bila tidak reporting ke ANB owner country.sesuai dgn IIW rule (International Institute of Welding)
hal ini juga dapat menghindari capitals flight dll...
Insya allah juli 2009 ini kami dari team API akan maju ke IIW meeting di Singapore untuk approval
ANB oleh IIW yang di ikuti oleh 43 negara...mohon dukunganya dari rekan2 insan pengelasan
Indonesia..