Tension Leg Platform (TLP) by 8Qr9fN

VIEWS: 102 PAGES: 5

									                             Tension Leg Platform (TLP)


Gde Pradnyana

Pak Swastioko, Maaf terlambat respon, satu minggu ini saya diluar kota.

Saya gembira melihat mulai banyaknya peminat diskusi tentang TLP. Ini penting karena dengan
mulainya Indonesia memasuki era produksi di laut dalammaka kita akan mulai berkenalan
dengan fasilitas produksi yg "aneh-aneh" (TLP, Spar, dsb). Dimana, harapan saya, kita tidak
boleh hanya sekedar jadi penonton saja. Tapi harus ikut berpartisipasi dalam proyek-proyek
tersebut.

OK, dalam konteks materi yang ditanyakan, ringkasnya saya jawab sbb: Kaki (leg) dari TLP
harus selalu dalam keadaan tension. Karena itu pondasi TLP tentunya harus dirancang untuk
menahan beban tarik akibat gaya buoyancy. Jadi beda dengan pondasi jacket atau jack-up yang
dirancang untuk menahan beban tekan (akibat berat struktur dan topside). Karena itu kalau
prinsipnya mirip seperti cara anda menahan agar balon udara tidak terbang, yaitu bisa pakai
pemberat atau "tali"-nya "dipaku" (dipancang) ke dalam tanah.

"Tali" (lebih dikenal dengan istilah "tether") selain harus didesain agar mampu menahan tension,
juga harus ringan dan kalau bisa malah harus "ngapung" agar tidak justru "menggelendoti" TLP
tsb. Caranya, ya jangan pakai sling atau wire rope. Pakailah pipa yang cukup besar agar
buoyancy-nya lebih besar dari beratnya. Dalam aplikasi lain (misalnya untuk Spar), yang dipakai
malah Kevlar (sejenis tali nilon yang ringan tapi kuat). Memakai pipa besar memang
menguntungkan dari segi menambah buoyancy, tapi merugikan karena menambah beban lateral
akibat gelombang, arus, dsb. Jadi harus dipilih diameter yang optimum. Pipa tsb, biasanya
berdiameter antara 30 s/d 70 inch, memang tampak kaku. Namun kalau panjang (misalnya) 1 km
(atau lebih) maka tak ubahnya seperti benang, sangat flexible, jadi tidak dapat menahan beban
lateral. Tether ini bekerja, seperti disampaikan diatas, mirip tali penahan balon udara. Kalau
balon saya dorong memang bergeser, tapi setelah dorongan saya lepas, akan kembali ke posisi
semula. TLP juga demikian, dia biasanya (dalam kondisi storm) dapat mengalami offset hingga
10% thd depth. Jadi pada laut 1000m, maka offset bisa mencapai 100meter!!!
Do you feel it? No, karena yang terasa (kalau naik kapal) adalah gerakan vertical. Sedangkan TLP
sangat kaku dalam arah vertical, seperti halnya perilaku benang tadi.

Hal lain, pada kedalaman 1000meter, tekanan hidrostatik akan sangat besar dan pipa-tether tidak
boleh buckle atau fail, jadi criteria pipa tsb sangat ketat, selain high strength (dulu dipakai ultra
high strength steel, sekarang sudah berani pakai mild steel), harus tipis (agar ringan) tapi tahan
thd water pressure, tahan korosi, defect free (karena itu antar joint tidak di-las, tapi disambung
spt halnya drill-string). Once the leg flooded (akibat korosi atau damage), maka harus diganti.

OK, mudah-mudahan penjelasan diatas dapat memberi manfaat.



Didik Setya@re.rekayasa
Menarik dan mengena sekali penjelasan dari Pak Gde Pradnyana. Ada beberapa hal lagi yang
pengen saya tanyakan ke Pak Gde dan Rekan Milist Migas (semoga tidak bosan menjawab)
mengenai :

1. Apakah di TLP ini juga menggunakan system "Dynamic Position", seperti yang digunakan di
structure SSM (Semi Submersible) dimana system ini dikontrol by computer untuk mengatur dan
mempertahankan structure tetap pada posisinya? ----->> Mohon dikoreksi kalau salah.
2. Bagaimana sistem pemancangan pondasinya? Apakah bedanya dengan sistem di Jack-Up atau
di Jacket Platform? Mungkin Bapak bisa kasih penjelasan beda pemancangan pondasi antara di
TLP, Jack-up, ataupun Jacket Platform.
3. Untuk proses Instalasi TLP yang notabene adalah structure untuk laut dalam, bagaimana
metode instalasi pondasi yang digunakan?
Mohon pencerahannya. Terima kasih



slamet

Umumnya TLP tidak menggunakan Dynamic Positioning System seperti pada semi submersible.
TLP didesain dgn lifespan 20-30 th, dipasang pada sebuah field secara permanen. Pondasi
berupa concrete piles. Misal utk Ursa TLP, menggunakan 16 piles untuk 16 tendon dgn diameter
tiap pile 96" (2,400mm) dan total berat piles 16,000 ton.

Jack-up rig memiliki 3-4 kaki, pondasi menggunakan mat yg dilengkapi ballast system. Pada
waktu transportasi, mat ini dikosongkan sehingga naik ke atas / mengapung. Setelah tiba di field,
mat diisi ballast dan tenggelam ke sea bed. Hull pontoon dapat diajust ke atas water level dengan
hydraulic jack-up system. Dalam dekade terakhir, 60% jack-up rig yg ada di dunia dibangun oleh
Singapore (Keppel & Sembawang).

Pekerjaan pondasi dasar laut ini biasa dikerjakan oleh Saipem, Hereema, Ballast Nedham dll.
Mungkin diantara milister ada yg bisa ngasih pencerahan lebih.

Mohon koreksi jika ada kesalahan.




Didik Setya@re.rekayasa

Selamat Pagi....

Rekan Milist Yth,

Maaf masih berminat melanjutkan diskusi dan rasa penasaran tentang struktur TLP (Tension Leg
Platform) :-)

Saya sempat sedikit baca artikel tentang TLP khususnya untuk main structure-nya. Konstruksi
TLP terdiri dari badan (hull), super structure (deck dan top side facilities), dan tali tali penambat
vertikal (tethers, biasanya berupa wire ropes) yang dihubungkan dengan pondasi pada dasar
laut.

- Bagaimana sistem pondasi dasar laut yang digunakan pada struktur TLP ini?
Apakah sama dengan sistem pondasi pada Jack-Up Platform?

- Apakah tali tali penambat (tethers) ini mentransformasikan beban aksial dari struktur TLP
diatasnya ke dasar laut? ---->> karena structure TLP sendiri sudah mempunyai gaya bouyancy
yang cukup besar. Atau hanya mentransformasikan beban lateral (beban gelombang, arus) dan
mempertahankan posisi structure agar tetap pada posisinya? Atau ada fungsi spesific lain?

Mohon pencerahannya..



Gde Pradnyana


Referensi mengenai TLP ada di API RP2T, dapat diperoleh di perpustakaan Lemigas (dulu
dihibahkan oleh IPA). Dalam versi "popular" dapat dilihat pada paper saya untuk Kongres
IATMI di Bdg th.2003.

Prinsip dasar desain TLP sangat berbeda dg jacket. Global stiffness ("kekakuannya" terhadap
gaya gelombang, arus, dsb) TLP sangat bergantung pada net buoyancy (gaya apung dikurangi
gaya berat). Jadi istilahnya "weight sensitive". Sedangkan jacket sepenuhnya tergantung pada
kekuatan batang-batang pada strukturnya. Perbedaan ini mesti disadari betul oleh para operator,
terutama saat drilling atau workover (yang intinya menyangkut beban berat di atas deck).
Penambahan dan/atau pergeseran beban pada deck harus dikompensasi dengan pengurangan
dan/atau pergeseran ballast water guna menjamin bahwa semua "kaki" TLP selalu dalam
keadaan "tarik" dengan tension yang sama.



Didik Setya@re.rekayasa

Saya sangat antusias sekali dengan uraian singkat dari Bpk Gde Pradnyana.
Saya sangat tertarik untuk belajar dari paper beliau yang diuraikan dalam versi "popular" untuk
Kongres IATMI di Bandung Tahun 2003. Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan paper ini?
(Maaf kebetulan saya juga belum menjadi anggota IATMI). Mungkin Pak Budhi dapat
membantu atau Bpk Gde Pradnyana berkenan memberikan softcopynya. Sebelumnya saya
ucapkan terima kasih



tamee@iname

dear who's need TLP information

informasi tentang TLP dapat dicari dengan websearch (misal www.vivisimo.com). saya sudah
mendonlod beberapa dan dibawah ini adalah link nya
http://www.nd.edu/~nathaz/paper_cate.html#cate_7
Design of Floating Offshore System : Tension Leg Platform(TLP)

A. Kareem (1983), "Nonlinear Dynamic Analysis of Compliant Offshore Platforms Subjected to
Fluctuating Wind", Journal of Wind Engineering and Industrial Aerodynamics, Vol.14, No.1-3,
pp.345-356. [PDF]

Ahsan Kareem (1984), "Nonlinear Wind Velocity Term and Response of Compliant Offshore
Structures", Technical Note, Journal of Engineering Mechanics, ASCE, Vol.110, No.10, pp.1573-
1578.

Kareem, A. (1985), "Wind-Induced Response Analysis of Tension Leg Platforms", Journal of
Structural Engineering, ASCE, Vol.111, No.1, pp.37-55.

A. Kareem, P. C. Lu, T. D. Finnigan and Shin-Lin V. Liu (1987), "Aerodynamic Loads on a Typical
Tension Leg Platform", Ocean Engineering, Vol.14, No.3, pp.201-231. [PDF]

Li, Yousun, and Kareem, A. (1990), "Stochastic Response of a Tension Leg Platform to Wind and
Wave Fields: Frequency and Time Domain Analysis", Journal of Wind Engineering and Industrial
Aerodynamics, Vol.36. Part 2, pp.915-926. [PDF]

Kareem, A. (1990), "Stochastic Analysis of Complaint Offshore Platforms to Environmental
Loads", Energy Laboratory Newsletter, No.25, pp.8-16.

Kareem, A., and Li, Yousun (1992), "Effect of Displaced Position of TLP Drift Forces", Journal of
Offshore Mechanics and Arctic Engineering, ASME, Vol.114.

Li, Yousun, and Kareem, A. (1993), "Parametric Modelling of Stochastic Wave Effects on Offshore
Platforms", Applied Ocean Research, Vol.15, No.2, pp.63-83. [PDF]

Gurley, K. and Kareem, A. (1993), "Gust Loading Factors for Tension Leg Platforms", Applied
Ocean Research, Vol.15, No.3, pp.137-154. [PDF]

Kareem, A., and Li, Yousun (1993), "Wind-Excited Surge Response of Tension-Leg Platform:
Frequency-Domain Approach", Journal of Engineering Mechanics, ASCE, Vol.119, No.1., pp.161-
183.

Ahsan Kareem and Yousun Li (1994), "Stochastic Response of a Tension Leg Platform to Viscous
and Potential Drift Forces", Probabilistic Engineering Mechanics, Vol.9, No.1-2, pp.1-14. [PDF]

Zhao, J. and Kareem, A. (1994), "Analysis of Non-Gaussian Surge Response of Tension Leg
Platforms Under Wind Loads", Journal of Offshore Mechanics and Arctic Engineering, ASME,
Vol.116, No.3, pp.137-144.

Kareem, A., Zhao, Journal , and Tognarelli, M.A. (1995), "Surge Response Statistics of Tension
Leg Platforms Under Wind and Wave Loads: A Statistical Quadratization Approach",
Probabilistic Engineering Mechanics, Vol.10, No.4, pp.225-240. [PDF]
Li, Y. and Kareem, A. (1995), "Stochastic Decomposition and Application to Probabilistic
Dynamics", Journal of Engineering Mechanics, ASCE Vol.121, No.1, pp.162-174. [PDF] [LINK]

Kareem, A. and Samuel Kline (1995), "Performance of Multiple Mass Dampers Under Random
Loading", Journal of Structural Engineering, ASCE, Vol.121, No.2, pp.348-361. [PDF] [LINK]

Kareem, A., Tognarelli, M.A., Gurley, K.R., Kijewski, T.L. (1997), "Modeling of Nonlinear Ocean
Systems", In: Shlesinger, M.F. and Swean, T., eds., Stochastically Excited Nonlinear Ocean
Structures, World Scientific.

Kareem, A., Hsieh, C.C., and Tognarelli, M.A. (1998), "Frequency-Domain Response Analysis of
an Offshore Platform in a Non-Gaussian Seas", Journal of Engineering Mechanics, ASCE, Vol.124,
No.6, pp.668-683. [PDF] [LINK]

Kurtis R. Gurley and Ahsan Kareem (1998), "Simulation of Ringing in Offshore Systems under
Viscous Loads", Technical Note, Journal of Engineering Mechanics, Vol.124, No.5, pp.582-586.
[PDF] [LINK]

Kareem, A., Tognarelli, M.A. and Zhao, J. (1998), "Stochastic Response of Offshore Platforms by
Statistical Cubicization", discussion on paper #7695, by X-M. Li, S.T. Ouek and C-G. Koh, Journal
of Engineering Mechanics, ASCE, Vol.123, No.6, pp.699-700. [PDF] [LINK]

Kareem, A., Kijewski, T. and Smith, C.E. (1999), "Analysis and Performance of Offshore Platforms
in Hurricanes", Wind and Structures, Vol.2, No.1, pp.1-23. [PDF]

Suhardjo, J. and Kareem, A. (2001), "Feedback-Feedforward Control of Offshore Platforms Under
Random Waves", Earthquake Engineering and Structural Dynamics, Vol.30, No.2, pp.213-235.
[PDF]

Federico Waisman, Kurtis Gurley, Mircea Grigoriu, and Ahsan Kareem (2002), "Non-Gaussian
Model for Ringing Phenomena in Offshore Structures", Journal of Engineering Mechanics, ASCE,
Vol.128, No.7, pp.730-741. [PDF] [LINK]

"Tendon Analysis of TLP Using 3-D Finite Beam-Column Elements", JIP Progress Report No. 1 of
DEEP WATER TENSION LEG PLATFORM RESPONSE IN RANDOM SEAS, Texas A & M
University Ocean Engineering Program, Nov. 1991

http://coewww.rutgers.edu/~benaroya/publications/index.php

selamat menyelam... saya lagi nge load websitenya...

								
To top