Docstoc

Contoh kasus analisis balok bertulangan rangkap

Document Sample
Contoh kasus analisis balok bertulangan rangkap Powered By Docstoc
					Contoh Kasus Analisis Balok Persegi Bertulangan Rangkap
Kasus 1:
Diketahui penampang balok persegi beton bertulang, b = 400 mm, h = 600 mm, dengan d = 500
mm, d’ = 100 mm, dan d’ (tekan) = 70 mm. Mutu beton fc’ = 25 MPa, dan fy = 300 MPa, dengan
baja tulangan tarik 8D36 yang disusun dua lapis (As=8143 mm²), dan baja tulangan tekan 4D36
(As’=4071,5 mm²).

       Ditanya: 1) Periksa kondisi baja tulangan tekan (luluh atau belum luluh)
                2) Hitung kapasitas penampang (kuat momen tahanan), MR
       Penyelesaian:


                                           εc=0,003              0,85 fc’
                                                                               ND2=As’.fs’

                As’            d’ εc’                 c a=β1.c            ND1=0,85.fc’.a.b
 600                          d                                             d-a/2    d–d’
                As
                              d’      εs                         NT1=As1.fy NT2=As2.fy
                300
                                      Diagram Regangan Diagram Tegangan     Momen kopel
       Penampang Balok                                 Tekan Ekivalen       beton-baja


                      Gambar Diagram Regangan-Tegangan dan Momen Kopel Balok
                        Bertulangan Rangkap (Contoh Kasus 1)

       Dengan menganggap semua baja tulangan telah luluh, maka:
       fs’ = fy, dan fs = fy
       As2 = As’
       As = As1 + As2
       As1 = As – As’
            = 8143 – 4071,5 = 4071,5 mm²

       Dari pasangan kopel beton tekan dan baja tulangan tarik, diperoleh:
                As1 .fy         4071,5 . 300
       a=                 =               = 143,7 mm
           (0,85 .fc’) .b   0,85 .25 .400
       c = a / β1
         = 143,7 / 0,85 = 169,06 mm
       Regangan-regangan yang terjadi saat dicapai momen ultimit:
                c – d’                 (169,06 – 70) .0,003
        εs’ =            .(0,003) =                           = 0,0017
                  c                           169,06
              d–c                  (500 – 169,06) .0,003
       εs =         .(0,003)   =                           = 0,00587
              c                           169,06
       εy = fy / Es
          = 300 / 200.000 = 0,0015
Oleh karena εs’ dan εs keduanya lebih besar dar εy, maka baik baja tulangan tekan maupun
baja tulangan tarik telah mencapai luluh sebelum beton tekan mencapai regangan 0,003.
Dengan demikian, anggapan benar (ok).

      Dari pasangan kopel beton tekan dengan baja tulangan tarik, diperoleh:
      Mn1 = As1 .fy .(d-1/2a)
            = 4071,5 .300 .(500 – ½. 143,7) .(10)
            = 522,96 kNm
Dari pasangan kopel beton tekan dengan baja tulangan tarik tambahan, diperoleh:
      Mn2 = As’ .fy .(d-d’)
            = 4071,5 .300 .(500 – 70) .(10)
            = 525,22 kNm
      Jadi, Mn = Mn1 + Mn2
                = 522,96 + 525,22 = 1048,18 kNm

     Dengan demikian, kapasitas penampang, MR = ø . Mn
                                              = 0,80 . 1048,18 = 838,544 kNm

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:397
posted:11/25/2011
language:Indonesian
pages:2