Cost Behavior by mq49C2d

VIEWS: 121 PAGES: 5

									                                            Cost Behavior
Suatu perusahaan didirikan, salah satu tujuaannya adalah mengoptimalkan laba. Oleh karena itu
manajemen dalam pengambilan keputusan akan dihadapkan salah satunya adalah perencanaan laba.
Dalam persoalan ini, manajemen harus memahami kaitan antara biaya, pendapatan dan laba untuk
memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat. Kunci untuk memahami perencanaan laba ini
terletak pada perilaku struktur biaya dari suatu jenis usaha.


Sifat dari Biaya Produksi
Siafat dari biaya produksi dapat dibagi tiga, yaitu biaya tetap, biaya variabel dan biaya semi variabel.
Biaya tetap adalah biaya-biaya yang tidak mengalami perubahan dengan berubahnya volume produksi
di dalam tingkat kapasitas yang relevan (relevant range). Contoh biaya tetap, misalnya biaya sewa
pabrik, gaji supervisor, biaya penyusutan mesin dll. Biaya variabel biaya biaya yang secara langsung
berubah sesuai dengan perubahan volume produksi, contohnya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung, biaya bahan pembantu dll. Biaya semi variabel adalah biaya yang mengandung unsur biaya
tetap dan biaya variabel. Karena biaya semi variabel sifat mixed cost maka untuk keperluan
pengambilan keputusan, khususnya perencanaan laba perlu dipisahkan menjadi biaya tetap dan biaya
variabel. Ada beberapa metode pemisahan biaya semivariabel, yaitu 1) the high-low method, 2) the
method of least square.


Ilustrasi pemisahan mixed cost:
Data yang dikumpulkan untuk aktivitas setup dari PT Suka Maju terlihat dalam tabel berikut. Manajer
perusahaan percaya bahwa driver aktivitasnya adalah setup hours.
    Month        Setup cost     Setup hours
    January      $ 1,000        100
    February     $ 1,250        200
    March        $ 2,250        300
    April        $ 2,500        400
    May          $ 3,750        500

High – Low method

                          Cahnge in cost
       Variabel cost = ----------------------------
                        Change in activity
         Or                 (Y2 - Y1 )
                      V = -------------------
                            (X2 - X1 )

         Fixed cost      = Y2 - V.X2       atau       Y1 - V.X1


Jawab:
                  $ 3,750 - $ 1,000
Variabel cost = ------------------------    = $ 6.875
                      500 – 100

Fixed cost     = $ 3,750 – ($ 6.875 x 500) = $ 312,50

Cost formula = $ 312,5 + $ 6.875 X


Least square method:
Pemisahan mixed cost dengan cara ini didasarkan pada model regresi sederhana (ordinary least square).

Manual computatiaon:
      Month        Setup cost      Setup hours            XY          X2
                       ( Y )           (X )
    January        $ 1,000           100              $ 100,000     10,000
    February       $ 1,250           200              $ 250,000     40,000
    March          $ 2,250           300              $ 675,000     90,000
    April          $ 2,500           400              $1,000,000    160,000
    May            $ 3,750           500              $ 1,875,000   250,000
    Total          $10,750         1,500              $ 3,900,000   550,000



                           [XY - X.Y/n]
         Variabel cost = --------------------------
                          [X2 - (X) 2 /n]



                             Y        X
         Fixed cost      = ------ - V. -----
                            n         n
Jawab:
                [ 3,900,000 – (1,500 x 10,750 )/5 ]
Variabel cost = -------------------------------------------
                      [550,000 – (1,500) 2 /5]
              = $ 6,75

Fixed cost     = $ 10,750/5 - $ 6,75 (1,500/5)
               = $ 125

Cost formulation : Y = $ 125 + $ 6,75 X

Secara statistik untuk mengetahui apakah biaya tersebut mempunyai kaitan dengan driver activity,
maka perlu dilihat terlebih dahulu reliability of cost formulation, yaitu dengan melihat coeeficient
determinantion dan correlation.

                                              V [XY - X.Y/n]
         Coefficient of determination (R2 ) = ---------------------------
                                                 [Y2 - (Y) 2 /n]

R2 menunjukan bahwa variasi perubahan dari variabel Y dapat dijelaskan oleh perubahan variabel X
sebesar % tertentu dan sisanya disebabkan oleh variabel lain

         Coeficient of correlation ( r) =     R2
Korelasi (r) menunjukan keeratan hubungan antara variabel Y dengan variabel X

Managerial Judgement

Managerial judgement merupakan critically information dalam menentukan perilaku biaya. Manager
cenderung mendasarkan pengalamannya dalam menentukan hubungan biaya dengan driver aktivitynya
maupun dalam menentukan golongan biaya tetap dan variabel. Akan tetapi kadangkala dalam
menentukan sifat atau golongan biaya mengabaikan mixed cost.


Analisis Break Even (Titik Impas)
Titik brek even adalah suatu kondisi dimana perusahan tidak untung dan tidak rugi (impas). Kondisi ini
penting diketahui oleh manager perusahaan sebagai dasar perencanaan laba. Titik impas dapat dicari
dalam bentuk unit yang dibutuhkan untuk impas atau dalam jumlah rupiah.

                                          Total biaya tetap
         Titik Impas (unit) = ------------------------------------------------------
                              Harga jual per unit - Biaya variabel per unit
                                                Total biaya tetap
       Titik Impas (rupiah) = --------------------------------------------------------------
                                 1 - (Harga jual per unit/Biaya variabel per unit)



Pengaruh Perubahan Baiya Tetap, Variabel dan Harga Jual tergadap BEP

Biaya tetap: Jika biaya tetap berubah, maka titik impas akan mengalami perubahan dengan arah yang
sama dengan perubahan biaya tetap.


Biaya variabel : Titik impas akan mengalami perubahan dalam arah yang sama dengan perubahan
dalam biaya variabel per unit. Hal ini terjadi karena biaya variabel per unit naik/turun, maka marjin
kontribusi per unit akan turun/naik, sehingga diperlukan jumlah penjualan dalam unit yang lebih
banyak untuk menutup biaya tetap.


Harga Jual: Kalau harga jual per unit berubah maka titik impas akan berubah dengan arah kebalikan
dari perubahan harga. Jadi kalau suatu perusahaan menaikkan (menurunkan) harga jual, maka akan
dibutuhkan lebih sedikit (lebih banyak) unit yang terjual untuk mencapai posisi impas.


Analisa Resiko dan Laba
Suatu tingkat prosentase maksimum dengan tingkat mana penjualan yang diharapkan kemungkinan
akan menurun akan tetapi masih bisa menghasilkan laba merupakan suatu ukuran yang penting bagi
manajemen dalam perencanaan laba. Hal ini disebut dengan safety marjin ( margin of safety ) dan di
hitung sbb:


                        Penjualan yang diharapkan - Penjualan pada titik impas
     Safety margin = ----------------------------------------------------------------------------
                                      Penjualan yang diharapkan



Keterbatasan Analisis Cost – Volume – Profit
   Kesulitan dalam mengklasifikasikan biaya ke dalam biaya tetap dan variabel
   Kesulitan dalam menaksir hubungan antara biaya dan volume
   Asumsi mengenai biaya dan output yang bersifat linier
   Sifat keputusan untuk jangka pendek
Kasus

Saudara sebagai seorang manajer dihadapkan pada pemilihan dua alternatif proses produksi, yaitu
proses A dan proses B. Struktur biaya dari kedua proses produksi tersebut adalah sbb:


               Biaya              Proses A              Proses B
        Biaya tetap total     Rp 500.000.000,-    Rp 2.500.000.000,-
        Biaya variabel/unit   Rp 20.000,-         Rp 10.000,-


Manajemen merencanakan untuk menjual produknya seharga Rp 30.000,- per unit dan kapasitas kedua
proses produksi sama, yaitu sebesar 6.000.000 unit.


Questions:
1. Sistem produksi yang mana yang terbaik di antara kedua proses tersebut, apabila:
  a.    Tingkat penjualan yang di harapkan sebesar 60.000 unit
  b.    Tingkat penjualan yang diharpakan lebih dari 125.000 unit
  c.    Tingkat penjualan yang diharapkan mencapai Rp 250.000 unit
2. Dari hasil jawaban saudara, apa yang anda simpulkan atau pertimbangkan dalam pengambilan
  keputusan kasus di atas.

								
To top