Docstoc

MODUL PEMBELAJARAN FIQIH - DIYAT

Document Sample
MODUL PEMBELAJARAN FIQIH - DIYAT Powered By Docstoc
					MODUL PEMBELAJARAN FIQIH KELAS XI (IPA/IPS) “DIYAT”
Disusun sebagai bahan diskusi pada mata pelajaran Fiqih Kelas XI Madrasah Aliyah Al-Jawami Bandung Pertemuan ke-5 Tanggal 30 Agustus 2009

Disusun Oleh:

UDIN JUHRODIN, S.Pd.I.

MADRASAH ALIYAH (MA) AL-JAWAMI BANDUNG 2009

DIYAT 1. Pengertian Diyat berarti denda, yaitu denda yang diwajibkan kepada pembunuh yang tidak dikenakan hokum qishash. Diyat dilakukan dengan membayar sejumlah barang atau uang sebagai pengganti hokum qishash karena dimaafkan oleh anggota keluarga korban. 2. Macam-macam dan Dasar Hukum Diyat ada dua macam : (1) Diyat Mughallazhah dan (2) Diyat Mukhaffafah. Diyat Mughalladzah (denda yang berat) dilakukan dengan membayar 100 ekor unta terdiri dari: 30 ekor hiqqah (betina usia 3-4 tahun), 30 ekor jadza’ah (betina berusia 4-5 tahun), dan 40 ekor khalafah (betina bunting). Diyat mughalladzah dikenakan kepada: a) Pembunuh disengaja, tetapi dimaafkan oleh keluarga korban. Pembayaran diyat sebagai pengganti qishash. Dasar hukumnya adalah Hadits dari Amr bin Syuaib, bahwa Rasulullah bersabda:

--‫-رواه التزمذي‬Barangsiapa membunuh sorang mukmin dengan sengaja, maka (hukumannya) harus diserahkan kepada kelurga terbunuh. Jika mereka (keluarga korban) menghendaki, dapat dilakukan qishash. Dan Jika menghendaki dapat dipinta diyat (denda) 30 ekor hiqqah, 30 ekor jadzaah dan 40 ekor khalifah. b) Pembunuh yang seperti disengaja. Besar diyat sama dengan pembunuh di sengaja, hanya saja diberi tenggang waktu pembayaran sampai tiga tahun, dimana setiap tahunnya harus dibayar sepertiganya. c) Pembunuh yang tidak disengaja tetapi dilakukan di bulan-bulan haram, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan bulan Rajab. d) Pembunuh yang tidak disengaja terhadap mahram, kecuali pembuhan orangtua kepada anaknya. Diyat Mukhaffafah (denda yang ringan) dilakukan dengan membayar 100 ekor unta yang terdiri dari: 20 ekor hiqqah, 20 ekor jadzaah, 20 ekor binta labun (betina lebih dari 2 tahun), 20 ekor ibnu labun (jantan lebih dari 2 tahun). Dam 20 ekor binta makhad (betina lebih dari satu tahun). Diyat mukhaffafah dijatuhkan kepada: a) Pembunuh tidak disengaja yang dilakukan di luar tanah haram (mekkah & madinah), di luar bulan haram dan bukan kepada mahram. Pembayaran dapat dilakukan selama 3 tahun, setiap tahunnya sepertiga dari denda. Dasar hukumnya adalah sabda Rasulullah:

--ً‫-- رواه دار قطن‬

Diyat khatha itu dirinci kepada 5 jenis hewan, yaitu: 20 ekor unta empat tahun, 20 ekor unta lima tahun, 20 ekor unta betina satu tahun, 20 ekor unta betina umur dua tahun, dan 20 ekor unta jantan umur dua tahun. b) Orang yang sengaja memorong atau membuat cacat atau melukai anggota badan seseorang, tetapi dimaafkan oleh keluarga korban, maka wajiban diyat. (Penjelasannya diuraikan pada bab diyat selain pembunuhan) 3. Sebab-sebab Seseorang Dikenakan Diyat a) Pelaku pembunuhan disengaja yang dimaafkan oleh keluarga terbunuh sebagai pengganti hokum qishash; b) Pembunuh yang tidak disengaja; c) Pembunuh yang mirip disengaja; d) Jika pembunuhnya lari sebelum dilaksanakan qishash atasnya, maka keluarga pembunuh dikenakan kewajiban membayar diyat; e) Memotong atau membuat cacat anggota badan seseorang, lalu dimaafkan si korban. 4. Diyat Selain Pembunuhan a) Membayar Diyat Mukhaffafah penuh. Dikenakan kepada orang yang melakukan kejahatan, memotong kedua tangan, dua kaki, dua telinga, hidung, lidah, dua bibir, kemaluan laki-laki, merusak dua mata, tenggorokan, penglihatan atau merusak pendengaran. Dasar hukumnya adalah sabda Rasulullah:

Karena (memotong) kedua kaki dilaksanakan diyat penuh.

Karena (memotong) kedua tangan dilaksanakan diyat penuh.

-- ‫– رواه النسائ‬
Memotong hidung seluruhnya, lidah, dua bibir, dua pelir, kemaluan, tulang rusuk, dan dua mata (wajib membayar) diyat (sempurna) dan memotong satu kaki (wajib membayar) setengah diyat (HR. al-Nasai) b) Membayar setengah Diyat Mukhaffafah Dikenakan kepada orang yang memotong salah satu anggota tubuh yang memiliki pasangan (dua-dua). Misalnya satu kaki, satu tangan, dan sejenisnya. Nabi bersabda:

-- ً‫– رواه البيهقً والدار قطن‬

Merusak satu telingan, wajib diganti dengan 50 ekor unta. (HR. Bauhaqi dan Daru Qutni) c) Membayar sepertiga diyat mukhaffafah Dikenakan kepada orang yang melukai kepala sampai otak, luka badan sampai perut. d) Membayar diyat 15 ekor unta Dikenakana kepada orang yang melukai seseorang sehingga mengakibatkan putus jarijari tangannya atau jari-jari kakinya. e) Membayar diyat 5 ekor unta. Dikenakan jika melukai sehingga mengakibatkan gigi copot. Nabi bersabda:

-- ‫– رواه ابى داود‬
Tiap-tiap satu gigi diyatnya 5 ekor unta (HR. Abu Daud) Jika seluruh gigi copot, ada dua pendapat: 1. Setiap satu gigi dikalikan 5 ekor unta; 2. Cukup diganti dengan 60 ekor unta. 5. Hikmah Diyat a) Mencegah kejahatan terhadap jiwa dan raga manusia; Meski sudah dimaafkan pelaku tidak dapat lolos begitu saja. Dengan diyat memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan; b) Diyat sebagai obat pelibur si korban atau kelurga korban; c) Timbulnya ketenangan dan ketentraman dalam kehidupan masyarakat; d) Memberi kesempatan kepada pelaku kejahatan untuk bertaubat dan berhati-hati dalam melakukan suatu perbuatan; e) Mendidik jiwa untuk menjadi pemaaf, baik bagi keluarga korban maupun pelaksana diyat.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: MODUL
Stats:
views:7214
posted:8/28/2009
language:Indonesian
pages:4
Description: Modul Pembelajaran Fiqih Kelas XI tentang Diyat
Udin Juhrodin Udin Juhrodin Academic http://jimandzam.blogspot.com
About