Embed
Email

Pernyataan Sikap Kasus Sumiati

Document Sample

Shared by: Nuhman Paramban
Categories
Tags
Stats
views:
5
posted:
11/24/2011
language:
Indonesian
pages:
3
Pernyataan Sikap Kasus Sumiati









KASUS SUMIATI, PELANGGARAN HAK ASASI BURUH MIGRAN PEREMPUAN YANG BERULANG:



CERMIN NEGARA TIDAK MEMILIKI SISTEM PERLINDUNGAN YANG KOMPREHENSIF”



15 Nopember 2010, sekali lagi Indonesia terhenyak oleh berita kasus penganiayaan buruh migrant

perempuan. Kali ini menimpa Buruh Migran Perempuan-Pekerja Rumah Tangga (BMP-PRT) asal Nusa

Tenggara Barat, Sumiati Bt. Salan Mustapa. Selama hampir 4 bulan, Sumiati harus menerima tindakan

tidak manusiawi dari kedua majikan perempuannya. Ibu dan anak itu menyiksa Sumiati dan

menyebabkan luka parah pada sekujur tubuhnya hingga harus menjalani pengobatan dan perawatan di

RS. King Fahd, Arab Saudi, sejak 8 Nopember 2010.







Kasus Sumiati, bukan kasus penganiayaan pertama yang dialami oleh BMP-PRT Indonesia di Negara

penempatan. Kasus serupa juga terjadi sebelumnya antara lain, menimpa Nirmala Bonat dan Siti Hajar

yang mengalami penderitaan yang sama di negeri jiran Malaysia, yang berujung pada kebijakan

Moratorium dari pemerintah RI. Terdapat persamaan dari ketiga kasus ini yaitu munculnya perhatian

publik luas dan respon cepat dari pemerintah RI karena pemberitaan media padahal kasus-kasus sejenis

juga menimpa pada banyak BMP-PRT kita di Negara penempatan, termasuk Timur Tengah.







Sepanjang tahun Januari-November 2010, Solidaritas Perempuan menanangani 37 kasus pelanggaran

HAM terhadap BMP. Jumlah tersebut baru yang ditangani oleh Solidaritas Perempuan. Banyak kasus

lainnya yang menimpa banyak Buruh Migran yang tidak terjangkau oleh media. Masih menurut catatan

penanganan kasus Solidaritas Perempuan, pengaduan kasus-kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi

BMP-PRT paling banyak datang dari Arab Saudi lalu menyusul Malaysia.







Sayangnya, besarnya angka BMP-PRT yang menjadi korban berbanding terbalik dengan angka kasus

yang mampu diselesaikan pemerintah. Hal ini menunjukkan minimnya upaya pemerintah RI terhadap

penyelesaian kasus-kasus tersebut. Bentuk penyelesaian perselisihan antara BMP-PRT/keluarga dan

pihak perekrut/majikan lebih banyak ditempuh melalui jalur damai atau kekeluargaan. Alih alih untuk

menjaga nama baik dan hubungan diplomatic yang telah terjalin baik antara pemerintah RI-Arab Saudi,

justru menjadi kendala beberapa kasus kematian BMP-PRT yang ditangani Solidaritas Perempuan,

sehingga kasus-kasus itu tidak tertangani dengan maksimal.

Diplomasi ‘All Out’, Perlu sistem perlindungan ‘All Out’



Seperti yang dilansir oleh berbagai media, kasus yang dialami oleh Sumiati ditanggapi oleh Presiden SBY

dengan memerintahkan Menteri Luar negeri untuk berdiplomasi secara “all out.” Namun, kasus Sumiati

dan BMP lainnya, tidak bisa hanya ditanggapi dengan penyikapan yang sifatnya reaksioner ala pemadam

kebakaran. Pemerintah tidak akan bisa benar-benar ‘all out’, tanpa adanya sistem perlindungan yang

menyeluruh bagi BMP. Tidak adanya ketentuan mengenai mekanisme khusus atau langkah-langkah

pemberian bantuan hukum terhadap buruh migran Indonesia dalam UU No. 39/2004 tentang

Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja di Luar Negeri (PPTKILN) menjadi bukti buruknya sistem

perlindungan yang diatur dalam UU tersebut. Upaya penanganan kasus yang dilakukan pemerintah RI

terhadap kasus-kasus yang mencuat selama ini masih bersifat kuratif tanpa pernah terlebih dahulu

membangun mekanisme perlindungan dan bantuan hukum sebagai upaya preventif. Selain itu,

lemahnya diplomasi dan posisi politik pemerintah RI dengan Negara-negara penempatan semakin

menambah kerentanan BMP-PRT terhadap kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi lainnya. Butuh

keseriusan dan tindakan nyata dari pemerintah RI dalam menyediakan system perlindungan yang

menyeluruh untuk menjamin pemenuhan hak asasi BMP-PRT di semua proses penempatan. Karena itu

pemerintah wajib meratifikasi Konvensi Migran 1990 sebagai payung hokum perlindungan Buruh Migran

yang komprehensif.







Setelah Sumati, kita tidak ingin mendengar kasus-kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia

kembali menimpa BMP-PRT di luar negeri. Sudah saatnya pemerintah RI tidak berdiam diri dan tidak

lagi menyerahkan hidup BMP-PRT/keluarganya pada nasib baik atau buruk.







Tuntutan Solidaritas Perempuan



Atas terjadinya kasus penganiayaan terhadap Sumiati dan situasi kerentanan terhadap BMP-PRT

lainnya, maka Solidaritas Perempuan dengan tegas menuntut:







1.Pemerintah segera membentuk Tim Pengacara/Bantuan Hukum untuk mendampingi Sumiati selama

proses hukum terhadap pelaku berjalan dan memastikan semua hak Sumiati terpenuhi termasuk

jaminan mendapat pengobatan dan perawatan di Arab Saudi.



2.Pemerintah Secepatnya membuat Memorandum of Understanding antara RI-Arab Saudi dengan

menjamin hak-hak buruh migran, diantaranya mendapat persamaan hak di depan hukum agar dapat

mengajukan tuntutan hukum terhadap agen/majikan yang melakukan pelanggaran dan mendapatkan

bantuan hukum secara maksimal.



3.Pemerintah RI dan DPR RI mempercepat pembahasan Revisi UU No. 39/2004 (UUPTKILN) yang

mengacu pada prinsip-prinsip perlindungan dan pendekatan hak asasi sebagaimana yang terkandung

dalam Konvensi PBB 1990 Tentang Perlindungan Hak Semua Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya

(Konvensi Migran 1990).



4.Pemerintah RI segera meratifikasi Konvensi Migran 1990 sebagai upaya menyediakan standar

perlindungan hak BMP yang komperhensip dan meningkatkan posisi tawar RI dengan negara tujuan

buruh migran,termasuk Arab Saudi.









Jakarta, 17 Nopember 2010









Wardarina



Koordinator Program



Badan Eksekutif Nasional-Solidaritas Perempuan







Kontak person:



Risca Dwi (081219436262)



Thaufiek Zulbahary (08121934205)



Related docs
Other docs by Nuhman Paramba...
PressurVacuumTreceability
Views: 0  |  Downloads: 0
Chapter 11 review pp 332-349
Views: 15  |  Downloads: 0
arbete
Views: 6  |  Downloads: 0
CMAB Student Handbook SY2009-2010
Views: 0  |  Downloads: 0
Plumbing Mechanical Systems
Views: 0  |  Downloads: 0
HighfieldsBookingform2011
Views: 0  |  Downloads: 0
Inquiry_2_LessonPlan_DictionaryDive
Views: 0  |  Downloads: 0
tennisclassicgfernandezpr
Views: 1  |  Downloads: 0
jobapplicationformOCT2010
Views: 0  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!