HAK PEMEGANG SAHAM (Transaksi Setelah Pendirian Perusahaan) by 420qmn

VIEWS: 0 PAGES: 20

									             HAK PEMEGANG SAHAM
       (Transaksi Setelah Pendirian Perusahaan)
Transaksi yang dapat mengakibatkan perubahan di dalam
modal saham:

1. Emisi/Pengeluaran saham baru
2. Penarikan kembali saham yang beredar
3. Pertukaran saham yg beredar dg jenis saham yg berbeda


HAK BELI SAHAM

Yaitu hak yang diberikan oleh perusahaan kepada para pemegang
saham utk membeli saham baru yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Hak Beli Saham ini biasanya dikeluarkan pada saat perusahaan
mengadakan emisi saham

                                 Budi Prijanto – FE, Univ. Gunadarma, Jakarta
                                 http://www.staffsite.gunadarma.ac.id/karami
Hak Beli Saham dikeluarkan oleh perusahaan dalam bentuk
Sertifikat Hak Beli Saham/HBS (STOCK RIGHT). Untuk
mendapatkan satu lembar stock right, seorang pemegang saham
harus sudah mempunyai beberapa lembar saham sesuai ketentuan
perusahaan.
Stock Right berisi ketentuan-ketentuan mengenai:
1. Jumlah Stock right yg diperlukan utk dapat membeli saham baru
2. Harga penawaran saham baru
3. Jangka waktu berlakunya stock right
4. Ketentuan yg berhubungan dgn cara penggunaan/pertukaran HBS
Contoh kasus:
Akhir tahun 1999 posisi modal saham yg dimiliki perusahaan terdiri
atas 8000 lembar saham biasa, dgn nilai nominal Rp. 1.000 per
lembar. Pada awal tahun 2000 perusahaan mengeluarkan saham
biasa dgn nilai nominal Rp. 1.100 per lembar. Bagi pemegang saham
yg lama diberikan satu lembar stock right utk tiap satu lembar saham
yg dimiliki.
 Para pemegang saham yg lama dapat membeli saham biasa baru
 dgn harga Rp. 1.250 dgn menunjukkan 5 lembar stock right. Harga
 pasar saham biasa tanpa stock right Rp. 1.500 per lembar.
 Diberikan waktu 1 minggu utk membeli saham dgn stock right


Penyelesain kasus di atas:
1. Tentukan nilai stock right, rumusnya:


        (harga saham tanpa stock right – Harga saham dgn stock right)
         Jumlah lembar stock right utk membeli 1 lembar saham baru


                   Rp. 1.500 – Rp. 1.250
                             5 lembar
                  = Rp. 50 per lembar
Jadi nilai stock right yang beredar = 8.000 lembar X Rp. 50 = Rp. 400.000
2. Membuat jurnal utk mencatat penerbitan Stock Right:
    Laba ditahan                        Rp. 400.000      -
           Hak Beli Saham Biasa Beredar         -     Rp. 400.000
3. Apabila seluruh Stock Right digunakan utk membeli saham, maka
   jurnal yg dibuat perusahaan adl:
      Kas                           Rp. 2.000.000         -
      Hak Beli saham biasa beredar        400.000         -
           Modal saham biasa                 -    Rp. 1.760.000
          Agio saham biasa                   -          640.000

Perhitungan:
-Saham biasa baru yg beredar dgn Stock Right  8.000:5 = 1.600 Lb
-Kas diterima  1.600 Lb X Rp. 1.250 = Rp. 2.000.000
-Modal saham biasa  1.600 Lb X Rp. 1.100 = Rp. 1.760.000
-Agio shm biasa  1.600 Lb X (Rp. 1.500 – Rp. 1.100) = Rp. 640.000
4. A. Apabila hanya 5.000 Lb Stock Right yg digunakan, jurnalnya:
    Kas                          Rp. 1.250.000       -
    Hak beli saham biasa beredar       250.000       -
      Modal saham biasa                   -    Rp. 1.100.000
      Agio saham biasa                   -            400.000

Perhitungan:
- Saham biasa baru yg beredar dg stock right 5.000:5 = 1000 Lb
- Kas  1.000 Lb X Rp. 1.250 = Rp. 1.250.000
- HBS digunakan  5.000 Lb X Rp. 50.000 = Rp. 250.000
-Agio saham Biasa 1.000 Lb X Rp. 400 = Rp. 400.000

4B. Jurnal menghapus HBS yg tdk digunakan
       Hak beli saham biasa beredar Rp. 150.000       -
           Modal – HBS tdk digunakan      -     Rp. 150.000
HBS tdk digunakan  Rp. 400.000 – Rp. 250.000 = Rp. 150.000
TREASURY STOCK

Yaitu saham perusahaan yang telah dikeluarkan dan kemudian ditarik
kembali dari peredaran.

 Tujuan menarik kembali saham yang sudah beredar:
 1. Mengurangi pemilikan dari salah satu atau beberapa
    pemegang saham
 2. Digunakan sebagai alat pelunasan utang/kewajiban finansial
    lainnya
 3. Dibagikan sebagai deviden
 4. Untuk menaikkan pendapatan per lembar saham
 5. Untuk menaikkan harga per lembar saham
 6. Untuk ditukarkan dgn surat berharga atau aktiva lain
 7. Untuk dibagikan sebagai bonus atau dijual kembali kepada
    karyawan
 Akuntansi terhadap Treasury Stock
 Metode pencatatan terhadap treasury stock:
 1. Berdasar nilai nominal (Par Value Method)
 2. Berdasar harga perolehan (Cost Method)


Contoh kasus:
Berikut ini adalah ikhtisar hak-hak para pemegang saham PT ‘MLM’:
  Saham biasa 10.000 Lb, Nom Rp. 5.000/Lb         Rp. 50.000.000
  Agio saham                                           5.000.000
  Laba yang ditahan                                   20.000.000
    Jml Hak-hak pemegang saham                    Rp. 75.000.000
Pembelian kembali saham dengan harga di atas nilai nominal

Misal: Perusahaan menarik kembali 1.000 lembar saham yg sudah beredar dengan
harga Rp. 5.750 per lembar.



      Metode nilai nominal              Metode harga perolehan
Treasury Stock Rp. 5.000.000     -      Treasury Stock Rp. 5.750.000           -
Agio Saham           500.000     -         Kas               -    Rp.
Laba ditahan         250.000    -          5.750.000
    Kas              - Rp. 5.750.000
                                        Perhitungan:
Perhitungan:                            Treasury stock dicatat sebesar harga
                                        penarikan kembali saham yaitu:
Treasury Stock 1.000 Lb X Rp. 5.000 =
Rp. 5.000.000                           1.000 Lb X Rp. 5.750 =
Agio saham 1.000 Lb X Rp. 5.000 =       Rp. 5.750.000
Rp. 500.000
Laba ditahan 1. 000 Lb X Rp. 250 =
Rp. 250.000
Pembelian kembali saham dgn harga di bawah nilai nominal
Misal: Perusahaan menarik kembali 1.000 Lb saham yang sudah beredar dengan
harga Rp. 4.750 per lembar


      Metode nilai nominal                  Metode harga perolehan

Treasury Stock Rp. 5.000.000     -      Treasury Stock Rp. 4.750.000      -
Agio Saham           500.000     -         Kas               -    Rp. 4.750.000
  Kas                 - Rp. 4.750.000
  Modal disetor dar TS        750.000   Perhitungan:
                                        Treasury stock dicatat sebesar harga
Perhitungan:                            penarikan kembali saham yaitu:
Treasury Stock 1.000 Lb X Rp. 5.000 =
Rp. 5.000.000                           1.000 Lb X Rp. 4.750 =
Agio saham 1.000 Lb X Rp. 5.000 =       Rp. 4.750.000
Rp. 500.000
Kas 1.000 Lb X Rp. 4.750 =
Rp. 4.750.000
Penjualan Kembali Treasury Stock
Penjualan kembali treasury stock dengan harga di atas nilai nominalnya/harga
belinya.

Misal: 1.000 Lb Treasury Stock yg dibeli dgn harga Rp. 5.750 per Lb, dijual kembali
dgn harga Rp. 5.800 per Lb.


       Metode nilai nominal                     Metode harga perolehan

Kas           Rp. 5.800.000                Kas       Rp. 5.800.000      -
 Treasury Stock      - Rp. 5.000.000        Treasury stock    -    Rp. 5.750.000
 Agio saham         -        800.000        Agio saham        -           50.000
 (Penj. Kembali TS)                         (Penj. Kembali TS)

Perhitungan:                               Perhitungan:
Kas 1.000 Lb X Rp. 5.800 =                 Kas 1.000 X 5.800 = Rp. 5.800.000
Rp. 5.800.000                              Treasury Stock 1.000 X 5.750 =
Treasury Stock 1.000 X Rp 5.000 =          Rp. 5.750.000
Rp. 5.000.000                              Agio saham (5.800 – 5.750) X 1.000 LB =
Agio Saham (5.800 – 5.000) X 1.000 =       Rp. 50.000
Rp. 800.000
Penjualan Kembali Treasury Stock
Penjualan kembali treasury stock dengan harga di bawah nilai nominalnya/harga
belinya.

Misal: 1.000 Lb Treasury Stock yg dibeli dgn harga Rp. 5.750 per Lb, dijual kembali
dgn harga Rp. 4.800 per Lb.


       Metode nilai nominal                     Metode harga perolehan

Kas           Rp. 4.800.000                Kas        Rp. 4.800.000      -
Disagio Shm         200.000                Agio shm          50.000      -
 Treasury Stock      - Rp. 5.000.000       Laba ditahan     900.000      -
                                            Treasury stock     -    Rp. 5.750.000
Perhitungan:
Kas 1.000 Lb X Rp. 4.800 = Rp.4.800.000    Perhitungan:
Treasury Stock 1.000 X Rp 5.000 =          Kas 1.000 X 4.800 = Rp. 4.800.000
Rp. 5.000.000                              Treasury Stock 1.000 X 5.750 =
Disagio shm (5.000 – 4.800) X 1.000 =      Rp. 5.750.000
Rp. 200.000                                Agio saham (5.800 – 5.750) X 1000 LB
                                           Laba ditahan adalah selisihnya
CALLABLE STOCK

Yaitu saham yg sewaktu-waktu dapat dibatalkan/dilunasi/ditarik kembali
dari peredaran secara formal atas kehendak perusahaan sendiri, yg
sudah ditentukan sebelumnya, setelah tanggal tertentu yg ditetapkan.
Apabila hal ini terjadi, biasanya kurs pelunasan saham itu telah ditetapkan
sebelumnya. Besarnya kurs pelunasan mungkin sama atau lebih besar
dari nilai nominalnya, tetapi umumnya ditetapkan di atas harga jual
semula.
Saham yg seperti ini tidak boleh diklasifikasikan sebagai Treasury stock.
Pelunasan Callable stock disertai dgn penghapusan/penutupan saldo
akun pembukuan yg bersangkutan. Selisih lebih harga pelunasan di atas
harga jual semula, harus dibebankan kepada saldo laba ditahan (sebagai
dividen likuidasi). Sedangkan selisih kurang harga pelunasan dari harga
jual semula diperlakukan sebagai modal disetor (Agio Saham) yg berasal
dari pelunasan saham. Apabila saham tsb adl saham prioritas dgn hak
dividen yg kumulatif dan terdapat dividen menunggak, mk dividen
menunggak tsb hrs dibayarkan bersama pd waktu pelunasan
Contoh soal:
PT ‘MISS U’ mengeluarkan 1.000 lb saham prioritas dgn nilai nominal
Rp. 10.000 per lb. Saham yg dijual dgn harga Rp. 10.200 per lb nya
tsb merupakan callable preffered stock setelah beredar dlm jk waktu 5
tahun. Berikut ini adalah posisi permodalan perusahaan tersebut pada
akhir tahun ke 5 sejak saham prioritas itu dikeluarkan.


Shm Prioritas 10%, 1.000 Lb @ Rp. 10.000           Rp. 10.000.000
Shm Biasa, 5.000 Lb @ Rp. 5.000                        25.000.000
Agio shm prioritas                                        200.000
Agio shm biasa                                          1.250.000
Laba ditahan                                           13.550.000
           JUMLAH                                  Rp. 50.000.000


Pada akhir tahun ke 5 perusahaan menarik kembali (pembatalan
secara formal) 500 lb saham prioritasnya.
Jurnal yg dibuat:
 Apabila kurs pelunasan yg ditetapkan adalah 102

 Modal saham prioritas         Rp. 5.000.000         -
 Agio saham prioritas               100.000         -
      Kas                             -      Rp. 5.100.000

Perhitungan:
Kurs 102%  dari nil. Nominal Rp. 10.000  Rp. 10.200
Kas 10.200 X 500 Lb = Rp. 5.100.000
Modal shm prioritas 500 Lb X Rp. 10.000 = Rp. 5.000.000
Agio shm prioritas 500 Lb X (Rp. 200.000:1.000 Lb) = Rp. 100.000

 Apabila kurs pelunasan yg ditetapkan 105, jurnalnya:

 Modal saham prioritas         Rp. 5.000.000         -
 Agio saham prioritas               100.000          -
 Laba ditahan                        150.000         -
      Kas                             -      Rp. 5.250.000
Perhitungan:

Kurs 105, Nil. Nominal Rp. 10.000  Rp. 10.500
Kas Rp. 10.500 X 500 Lb = Rp. 5.250.000
Modal shm prioritas 500 Lb X Rp. 10.000 = 5.000.000
Agio shm prioritas 500 Lb X (Rp. 200.000:1.000Lb) = Rp. 100.000
Laba ditahan  sejumlah kekurangannya

 Apabila saham prioritas komulatif, dan pd saat itu terdpt dividen
yang belum dibayarkan selama 2 tahun, kurs pelunasan 101%

Jurnalnya:

 Modal saham prioritas       Rp. 5.000.000          -
 Agio saham prioritas              100.000         -
 Laba ditahan                    1.000.000         -
      Kas                            -     Rp. 6.050.000
     Agio shm – Pelunasan SP          -           50.000
Perhitungan:
Kurs 101, Nil. Nominal Rp. 10.000  Rp. 10.100
Kas: Jml uang utk melunasi shm + m’bayar dividen menunggak
(Rp. 10.100 X 500 Lb) + 2 (10% X Rp. 5.000.000) = Rp. 6.050.000
Agio saham: 500 Lb X (Rp. 200.000:1.000 Lb) = Rp. 100.000
Laba yg ditahan  sejml uang yg dikeluarkan utk membayar dividen
menunggak: 2 (10% X Rp. 5.000.000) = Rp. 1.000.000
Agio saham – Pelunasan Shm Prioritas: 500 Lb X (Rp. 10.100 –
Rp. 10.000) = Rp. 50.000


CONVERTIBLE STOCK

Yaitu saham yg dapat ditukar dg saham yg lain atau obligasi dalam
batas waktu dan rasio pertukaran yg telah ditentukan
Contoh kasus:
PT. ‘NOEL’ mengeluarkan 1.000 lb saham prioritas yg dapat ditukar
dengan saham biasa. Pertukaan saham tsb ditentukan mulai awal
tahun 2006. Berikut adalah posisi hak-hak para pemegang saham
menurut neraca pada akhir tahun 2005:


 Shm Prioritas 10%, 1.000 Lb, @ Rp. 10.000          Rp. 10.000.000
 Shm biasa, 2.500 Lb, @ Rp. 5.000                       12.500.000
 Agio shm prioritas                                        500.000
 Agio shm biasa                                          1.250.000
 Laba ditahan                                           13.250.000
          JUMLAH                                    Rp. 37.500.000


Pada bulan Januari 2006 pemegang saham prioritas sebanyak 250 lb
menggunakan hak pertukarannya. Pencatatan transaksi tsb sesuai
dgn ketentuan yg berlaku adl sbb:
 Apabila 1 Lb shm prioritas bisa ditukar dgn 1 Lb shm biasa


  Modal Shm Prioritas             Rp. 2.500.000        -
  Agio saham prioritas                  125.000        -
       Modal saham biasa                  -     Rp. 1.250.000
       Agio saham biasa                   -         1.375.000


Perhitungan:
Modal shm prioritas: 250 lb X Rp.10.000 = Rp. 2.500.000
Agio shm prioritas: 250 lb X (500.000:1.000) = Rp. 125.000
Modal shm biasa: 250 lb X Rp. 5.000 = Rp. 1.250.000
Agio saham biasa: selisihnya


 Apabila 1 lb shm prioritas bisa ditukar dgn 2 lb shm biasa

  Modal Shm Prioritas             Rp. 2.500.000          -
  Agio saham prioritas                  125.000          -
       Modal saham biasa                  -        Rp. 2.500.000
        Agio saham biasa                    -            125.000
Perhitungan:

Modal shm prioritas: 250 lb X Rp.10.000 = Rp. 2.500.000
Agio shm prioritas: 250 lb X (500.000:1.000) = Rp. 125.000
Modal shm biasa: 500 lb X Rp. 5.000 = Rp. 2.500.000
Agio saham biasa: selisihnya

 Apabila 1 lb shm prioritas ditukar dgn 3 lb shm biasa

  Modal Shm Prioritas             Rp. 2.500.000        -
  Agio saham prioritas                  125.000        -
  Laba ditahan                        1.125.000        -
      Modal shm biasa                     -     Rp. 3.750.000

Perhitungan:

Modal shm prioritas: 250 lb X Rp.10.000 = Rp. 2.500.000
Agio shm prioritas: 250 lb X (500.000:1.000) = Rp. 125.000
Modal shm biasa: 7500 lb X Rp. 5.000 = Rp. 3.750.000
Laba ditahan: selisihnya
                                      STOCK SPLIT
1. Stock Split Ups
Yaitu perkecilan nilai unit saham dgn menerbitkan saham baru kpd para pemegang
saham dlm jumlah lembar saham sebanyak kelipatan jumlah lembar saham yang lama,
dengan nilai nominal yang sama.
Kebijakan ini biasanya ditempuh dengan tujuan:
   - memperkecil nilai unit saham
   - tidak mengubah perbandingan pemilikan saham
   - menaikkan jumlah saham yg beredar
   - mencapai distribusi saham kearah pasaran yg lebih luas
2. Stock Split Down
Yaitu perbesaran nilai unit saham dgn menerbitkan saham baru kpd para pemegang
saham yg nilai nominalnya lebih besar dari nilai nominal yang lama (kelipatan nilai
nominal saham yg lama).
Baik stock split ups/down keduanya tdk mengubah ‘modal statutair’ dan jg tdk
mengakibatkan perubahan di dalam elemen2 dan komposisi hak para pemegang saham.
Oleh sebab itu pencatatannya cukup dlm bentuk catatan memo ttg perubahan jml lb shm
yg beredar dan nilai nominal setiap lb nya. Ttp apabila dikehendaki, diperkenankan utk
menutup akun pembukuan ybs dg shm lama dan membuka akun pembukuan utk shm yg
baru

								
To top